• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAPORAN KEUANGAN SEGMEN DAN INTERIM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PELAPORAN KEUANGAN SEGMEN DAN INTERIM"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

PELAPORAN

KEUANGAN SEGMEN

DAN INTERIM

(2)

EVOLUSI PERSYARATAN PELAPORAN SEGMEN

 Di Amerika persyaratan akan pelaporan segmen usaha

bermula tahun 1964 ketika ada kebutuhan oleh SEC agar

perusahaan public melaporkan usahanya pada setiap segmen

operasi.

 Tahun 1967, APB mengeluarkan Statement No.2 mengenai A

Disclosure of Supplemental Financial Information by

Diversified Companies.

 Pernyataan ini sifatnya bukan suatu keharusan namun

disarankan.

(3)

LINGKUP STANDAR PELAPORAN SEGMEN

 Standar pelaporan segmen pertama kali ditetapkan dalam [FASB Statement No.14] yang berlaku untuk seluruh perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan lengkap menurut prinsip akuntansi yang berlaku umum.

 Pernyataan ini kemudian diubah dengan FASB Statement No.21 yang mengecualikan berlakunya FASB Statement No.14 bagi perusahaan non public.

 Pelaporan informasi keuangan menurut segmen diatur malalui PSAK No.5 : menjelaskan pelaporan informasi keuangan menurut segmen dari suatu perusahaan, khususnya yang beroperasi dalam industri dan wilayah yang berbeda.

 Dalam pelaporan informasi keuangan menurut segmen, perusahaan menggambarkan aktivitas masing-masing segmen industri dan menunjuk-kan komposisi masing-masing wilayah geografis yang dilaporkan.

(4)

LINGKUP STANDAR PELAPORAN SEGMEN

Informasi segmen harus mengungkap :

1) Penjualan atau pendapatan operasi lain-nya, dibedakan antara

pendapatan yang dihasilkan dari pelanggan di luar perusahaan dan

pendapatan dari segmen lain.

2) Hasil segmen

3) Aktiva segmen yang digunakan

(5)

 Semua perusahaan kecuali perusahaan non-publik wajib mengikuti persyaratan pelaporan segmen dalam statement No.14.

 Tanggung jawab pelaporan segmen suatu perusahaan tunggal ditentukan oleh operasinya di berbagai industri dan wilayah geografi dan oleh penjualannya kepada konsumen utama, atau dengan kata lain oleh luas diversifikasinya.

 Dalam statement No. 14, suatu perusahaan dapat mengungkapkan salah satu informasi berikut:

1) Operasi pada berbagai industri, 2) Operasi domestic dan luar negeri, 3) Penjualan ekspor,

4) Konsumen yang utama.

(6)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

 Untuk menentukan apakah informasi mengenai operasi pada industri yang berbeda harus dilaporkan, perusahaan harus mengidentifikasi segmen industrinya.

 Segmen industri didefinisikan sebagai suatu kompenen dari suatu perusahaan yang bergerak dalam penyediaan produk atau jasa atau suatu group produk yang saling terkait atau jasa yang utamanya kepada konsumen yang tidak terafiliasi untuk memperoleh laba .  Suatu segmen industri pelaporan adalah suatu segmen industri atau group segmen industri

yang sangat terkait dimana informasi yang demikian perlu dilaporkan.

 Segmen industri ditetapkan sebagai segmen yang perlu pelaporan jika memenuhi uji : 1) Uji pendapatan 10%

2) Uji aktiva 10% 3) Uji Laba 10%

(7)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

 Suatu segmen industri merupakan segmen pelaporan jika pendapatan-nya adalah 10 % atau lebih dari pendapatan gabungan dari seluruh segmen industri.

 Pendapatan mencakup : a) Penjualan

b) Transfer antar segmen.

c) Bunga , termasuk bunga atas piutang dagang antar segmen, dimasuk-kan dalam pendapatan jika aktiva dimana bunga tersebut diperoleh dimasuk-kan dalam aktiva yang dapat diidentifikasi suatu segmen. Akan tetapi bunga yang timbul dari pinjaman dan uang muka antar segmen tidak dimasuk-kan dalam pendapatan kecuali untuk bunga dari suatu segmen yang operasi utamanya dalam bidang keuangan.

(8)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

1) Uji pendapatan 10%

Pendapatan Segmen Industri Uji Nilai (10 % x Rp.420.000) Apakah Segmen Pelaporan Memenuhi Uji Pendapatan ? Makanan Rp 150,000,000.00 Rp 42,000,000.00 ya Kertas Rp 170,000,000.00 Rp 42,000,000.00 ya Tembaga Rp 40,000,000.00 Rp 42,000,000.00 tidak Keuangan Rp 60,000,000.00 Rp 42,000,000.00 ya Jumlah Rp 420,000,000.00

Segmen Makanan, Kertas dan Keuangan memenuhi uji pendapatan 10 %

sebagai segmen industri

(9)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

Suatu segmen industri merupakan segmen pelaporan jika aktiva yang dapat diidentifikasi adalah 10 % atau lebih dari gabungan aktiva yang dapat diidentifikasi seluruh segmen industry.

Aktiva yang dapat diidentifikasi suatu segmen industri terdiri dari : a) Aktiva berwujud dan tidak berwujud suatu segmen.

b) Aktiva yang digunakan oleh lebih dari satu segmen industri dialokasikan pada segmen-segmen tersebut dengan basis yang masuk akal.

c) Goodwill dari suatu investasi perusahaan pada suatu segmen dimasukkan dalam aktiva yang dapat diidentifikasi segmen tersebut.

d) Aktiva yang dipelihara untuk tujuan umum perusahaan (dengan kata lain, aktiva tida digunakan oleh suatu segmen industri tertentu seperti gedung kantor pusat atau surat-surat berharga) dan uang muka dan pinjaman antar segmen tidak dimasuk-kan dalam perhitungan. (akan tetapi pinjaman dan uang muka antar segmen dimasuk-kan dalam aktiva yang dapat diidentifikasi suatu segmen yang operasi-nya dibidang keuangan).

e) Penilaian aktiva atas penyusutan, piutang tak tertagih, surat-surat berharga, dan seterus-nya diperhitungkan untuk tujuan ini.

(10)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

2) Uji Aktiva 10%

Segmen Makanan, Kertas dan Keuangan memenuhi uji aktiva 10 %

sebagai segmen industri

Aktiva Yang Didapat Diidentifikasi Segmen Industri Uji Nilai 10 % Apakah Segmen Pelaporan Memenuhi Uji Aktiva ? Makanan Rp 200,000,000.00 Rp 101,000,000.00 ya Kertas Rp 250,000,000.00 Rp 101,000,000.00 ya Tembaga Rp 60,000,000.00 Rp 101,000,000.00 tidak Keuangan Rp 500,000,000.00 Rp 101,000,000.00 ya Jumlah Rp 1,010,000,000.00

(11)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

Suatu segmen industri merupakan suatu segmen pelaporan jika jumlah absolute laba usaha atau rugi usaha adalah 10 % atau lebih jumlah yang lebih besar, dalam jumlah absolute, atas:

a) Gabungan laba usaha seluruh segmen industri yang tidak mencakup rugi usaha, b) Gabungan rugi usaha seluruh segmen industry.

c) Laba usaha mencakup beban-beban yang berhubungan dengan transfer atau penjualan antar segmen dan beban dialokasikan antar segmen dengan basis yang masuk akal.

d) Pendapatan yang diperoleh kantor pusat yang bukan segmen operasi, beban umum perusahaan, beban bunga (kecuali segmen yang operasinya di bidang keuangan), pajak penghasilan domestic, dan luar negeri, pos-pos luar biasa, hak kepemilikan minoritas, dan efek kumulatif perubahan akuntansi dikeluarkan dari perhitungan laba usaha.

e) Beban dan pendapatan bunga antar segmen dari suatu segmen industri yang operasinya di bidang keuangan dimasuk-kan dalam perhitungan laba usaha.

(12)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

3) Uji Laba Usaha 10%

Segmen Makanan, Kertas, Tembaga dan Keuangan memenuhi uji laba

usaha 10 % sebagai segmen industri

Laba Usaha Segmen Industri

Rugi Usaha Segmen

Industri Uji Nilai 10 %

Apakah Segmen Pelaporan Memenuhi Uji Laba

Usaha ? Makanan Rp 25,000,000.00 Rp 13,000,000.00 ya Kertas Rp 55,000,000.00 Rp 13,000,000.00 ya Tembaga Rp - Rp (20,000,000.00) Rp 13,000,000.00 ya Keuangan Rp 50,000,000.00 Rp 13,000,000.00 ya Jumlah Rp 130,000,000.00 Rp (20,000,000.00)

(13)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

Suatu segmen yang hanya memenuhi satu atau lebih pengujian 10% masih

harus dievaluasi kembali sebelum penentuan akhir sebagai segmen pelaporan

dibuat.

Suatu segmen yang hanya memenuhi satu pengujian namun tidak dapat

diharapkan untuk memenuhi pengujian ditahun mendatang, tidak perlu

dipertimbangkan sebagai segmen pelaporan. Sebaliknya, suatu segmen

yang gagal memenuhi salah satu pengujian namun telah menjadi segmen

pelaporan di tahun sebelumnya dan diharapkan akan memenuhi pengujian

ditahun mendatang harus dipertimbangkan sebagai segmen pelaporan.

(14)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

Segmen pelaporan harus menyajikan suatu bagian substansial dari total

operasi perusahaan .

Jika pendapatan gabungan dari penjualan kepada pihak tidak terafiliasi suatu

segmen industri adalah kurang dari 75% dari gabungan pendapatan dari

penjualan kepada pihak tidak terafiliasi seluruh segmen industri, maka

tambahan segmen harus diidentifikasi sebagai segmen pelaporan untuk

mencapai total sampai 75%. Jika jumlah segmen pelaporan adalah lebih dari

10%, maka mungkin bagi perusahaan untuk menggabungkan segmen industri

yang saling terkait menjadi satu segmen yang lebih besar sebagai segmen

pelaporan.

(15)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

Karena Rp 380.000.000,00 lebih besar 75% dari Rp 420.000.000,00, maka Tidak

ada Tambahan Segmen yang harus diidentifikasi sebagai segmen pelaporan

Penilaian Ulang Segmen Pelaporan

Gabungan Pendapatan Dari Pihak Tidak Terafiliasi Pada Segmen

Industri Pelaporan

Gabungan Pendapatan Dari Pihak Tidak Terafiliasi Pada Seluruh

Segmen Industri Pelaporan Makanan Rp 150,000,000.00 Rp 150,000,000.00 Kertas Rp 170,000,000.00 Rp 170,000,000.00 Tembaga Rp - Rp 40,000,000.00 Keuangan Rp 60,000,000.00 Rp 60,000,000.00 Jumlah Rp 380,000,000.00 Rp 420,000,000.00

(16)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

Jika pendapatan satu segmen tunggal. Aktiva yang dapat

diidentifikasi, dan laba usaha atau rugi usaha masing-masing melebihi

90% dari total gabungan seluruh segmen industry, segmen tersebut

dipertimbangkan sebagai segmen industry yang dominan, dan

pengungkapkan informasi segmen diharuskan.

(17)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

 Operasi Luar Negeri adalah operasi penghasil-pedapatan yang beralokasi diluar negara tempat kantor pusat perusahaan berada dan menghasilkan pendapatan dari penjualan kepada pihak-pihak yanh tidak terafiliasi atau penjualan atau transfer antar perusahaan antar wilayah geografi (penjualan atau transfer antar wilayah).

 Operasi Domestik adalah operasi penghasil-pendapatan dari perusahaan yang berlokasi dinegara tenpat kantor pusat berada yang menghasilkan pendapatan dari penjualan kepada pihak-pihak yang tidak terafiliasi atau dari penjualan atau transfer antar wilayah.

 Wilayah geografi luar negeri adalah Negara-Negara atau kelompok Negara yang ditetapkan oleh perusahaan berdasarkan kondisi tertentu.

(18)

IDENTIFIKASI TANGGUNG JAWAB PELAPORANSEGMEN

 Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam mengidentifikasikan geografis luar negri meliputi antara lain proksimasi, afinitas ekonomis, kesamaan lingkungan bisnis, dan sifat, skala, dan derajat keterkaitan dari operasi perusahaan di berbagai negara.

 Suatu perusahaan diharuskan untuk mengungkapkan informasi mengenai operasi domestik dan luar negeri dalam laporan keuangan jika:

1) Pendapatan yang dihasilkan oleh operasi luar negeri dari penjualan kepada pihak-pihak yang tidak terafiliasi adalah 10% atau lebih dari pendapatan konsolidasi seperti disajikan dalam laporan laba-rugi perusahaan, atau

2) Aktiva yang dapat diidentifikasi suatu operasi luar negeri adalah 10% atau lebih dari konsolidasi aktiva seperti disajikan dalam neraca perusahaan.

(19)

PENGUNGKAPAN YANG DIHARUSKAN UNTUK OPERASI

PADA BERBAGAI INDUSTRI

Informasi yang harus dimasukkan dalam segmen pelaporan dan segmen industri lain secara agregat dapat diikhitisarkan sebagai berikut:

PENDAPATAN:

1) Jumlah pendapatan dari pihak-pihak yang tidak terafiliasi 2) Jumlah pendapatan dari pihak-pihak yang terafiliasi

3) Rekonsiliasi antara jumlah pendapatan dari seluruh segmen pelaporan dengan pendapatan yang dilaporkan dalam laporan laba rugi perusahaan

4) Basis akuntansi untuk penjualan dan transfer antar segmen, termasuk didalamnya dampak suatu perubahan dalam basis laba usaha atau rugi usaha segmen

(20)

PENGUNGKAPAN YANG DIHARUSKAN UNTUK OPERASI

PADA BERBAGAI INDUSTRI

AKTIVA:

1) Jumlah terbawa agregat dari aktiva yang dapat diidentifikasi

2) Rekonsiliasi antara aktiva yang dapat diidentifikasi dari seluruh segmen pelaporan dan segmen

industri lain dengan total aktiva konsolidasi. Aktiva kantor pusat diidentifikasi secara terpisah dalam rekonsiliasi.

PROFITABILITAS:

1) Jumlah laba usaha atau rugi usaha

2) Sifat dan jumlah pos-pos yang tidak umum atau jarang terjadi untuk setiap segmen pelaporan dan segmen industri lain

3) Rekonsilasi antara laba usaha atau rugi usaha dari seluruh segmen pelaporan dan segmen industri lain dengan laba operasi sebelum pajak seperti yang dicerminkan dalam laporan laba rugi konsolidasi.

4) Efek dari laba usaha atau rugi usaha segmen pelaporan atas suatu perubahan dalam mengalokasikan beban-beban usaha dalam setiap segmen.

(21)

PENGUNGKAPAN YANG DIHARUSKAN UNTUK OPERASI

PADA BERBAGAI INDUSTRI

PENYAJIAN KEMBALI SECARA RETROAKTIF ATAS INFORMASI SEGMEN YANG DIHARUSKAN

1) Perubahan dalam cara pengelompokkan produk atau jasa perusahaan.

2) Perubahan dalam prinsip akuntansi yang memerlukan penyajian kembali laporan keuangan tahun sebelumnya (misalnya hasil dari metode penyatuan kepemilikannya).

PENGUNGKAPAN-PENGUNGKAPAN LAIN

1) Jumlah agregat depresiasi, deplesi, dan beban amortisasi untuk setiap segmen pelaporan. 2) Jumlah pengeluaran modal untuk setiap segmen industri pelaporan.

3) Jumlah investasi pada dan pendapatan dari anak-anak perusahaan yang tidak dikonsolidasi dan ekuitas invenstasi lain yang operasinya terintegrasi vertical dengan operasi dari segmen industri pelaporan.

4) Wilayah geografi dimana suatu investasi yang dipertanggungjawabkan dengan metode ekuitas yang terintegritas secara vertical beroperasi.

5) Produk atau jasa dari setiap segmen industry pelaporan dan kebijakan akuntansi yang berhubungan dengan informasi segmen yang tidak diharapkan dalam laporan keuangan

(22)

PENGUNGKAPAN YANG DIHARUSKAN UNTUK OPERASI

PADA BERBAGAI WILAYAH GEOGRAFI YANG BERBEDA

Informasi yang harus dimasukkan dalam segmen pelaporan dan segmen industri lain secara agregat dapat diikhitisarkan sebagai berikut:

PENDAPATAN:

1) Jumlah pendapatan dari konsumen

2) Jumlah transfer dan penjualan antar wilayah

3) Rekonsiliasi pendapatan dari 1 dan 2 dengan pendapatan yang dicantumkan dalam laporan laba rugi secara keseluruhan

4) Basic transfer dan penjualan antar wilayah termasuk pengaruh perubahan penyusunan laba rugi operasional

(23)

PENGUNGKAPAN YANG DIHARUSKAN UNTUK OPERASI

PADA BERBAGAI WILAYAH GEOGRAFI YANG BERBEDA

AKTIVA:

1) Total aktiva yang dapat diidentifikasi

2) Rekonsiliasi aktiva yang dapat diidentifikasi dengan total aktiva yang dilaporkan dalam neraca perusahaan secara keseluruhan

PROFITABILITAS:

1) Total laba atau rugi operasional (atau pengukuran lain untuk profitabilitas antara laba operasional dan laba bersih, tetapi pengukuran profitabilitas untuk setiap wilayah harus sama)

2) Rekonsiliasi laba atau rugi operasional terhadap laba sebelum pajak dari operasi seperti yang tercatat dalam laba rugi konsolidasi

(24)

PENGUNGKAPAN YANG DIHARUSKAN UNTUK OPERASI

PADA BERBAGAI WILAYAH GEOGRAFI YANG BERBEDA

PENGUNGKAPAN-PENGUNGKAPAN LAIN

1) Wilayah geografis yang tidak dapat diagregasikan

2) Perubahan Pengelompokan atas operasi asing ke dalam wilayah geogarfi

tertentu dan pengaruhnya terhadap informasi wilayah geografi tertentu

3) Sifat dan pengaruh penyajian ulang informasi tahun sebelumnya yang

diakibatkan dari penyesuaian tahun sebelumnya.

(25)

PENGUNGKAPAN EKSPOR

 Jika penjualan ekspor dari perusahaan induk di dalam negeri kepada konsumen yang tidak terafiliasi diluar negeri sebesar 10% atau lebih dari total pendapatan konsumen yang tidak terafiliasi sebagaimana dilaporkan dalam laporan laba rugi konsolidasi, maka jumlah penjualan tersebut harus dilaporkan dalam jumlah agregat dan berdasarkan wilayah geografis.

 Pengungkapan terpisah harus dibuat untuk setiap wilayah geografis yang memenuhi uji 10%. Pengungkapan ini tidak berkaitan dengan ketentuan sebelumnya untuk membuat laporan tentang operasi pada setiap industry dan operasi luar negeri.

 Informasi harus disajikan dalam mata uang fungsional induk perusahaan dan diungkap dalam laporan keuangan dengan menempatkan pada catatan kaki atau lembar penjelasan lain.

(26)

PENGUNGKAPAN KONSUMEN UTAMA

 Statement no. 14 menuntut adanya pengungkapan untuk konsumen

(sendiri atau grup) yang memiliki nilai 10% atau lebih dari pendapatan

total.

 Peraturan pengungkapan ini juga berlaku untuk segmen-segmen yang

juga memiliki penjualan seperti itu.

 Penjualan kepada pemerintah pusat atau daerah atau penjualan kepada

pemerintah Negara asing yang memiliki porsi 10% atau lebih dari total

pendapatan juga harus diungkap.

(27)

PENGUNGKAPAN SEGMEN & KEBIJAKAN KONSOLIDASI

FSAB Statement no. 94 mengatur penyusunan konsolidasi yang

meliputi aktiva, kewajiban, pendapatan dan beban untuk seluruh

anak perusahaan sehingga data-data tersebut diagregasikan

menjadi sebuah laporan keuangan.

(28)

LAPORAN KEUANGAN INTERIM

 Laporan keuangan interim menyediakan informasi mengenai kondisi

perusahaan kurang dari satu tahun.

 Laporan tersebut biasanya diterbitkan 3 bulan dan biasanya berisi

informasi kumulatif dari awal tahun sampai dibuatnya laporan tersebut.

 Pengungkapan infromasi segmen sebagaimana diatur dalam Statement

No. 14 tidak berlaku untuk laporan interim kecuali jika laporan interim

tersebut berupa laporan keuangan yang dimaksudkan untuk

menyajikan posisi keuangan, hasil operasi, dan perubahan posisi

keuangan dengan prisnip akuntansi yang berlaku umum.

(29)

LAPORAN KEUANGAN INTERIM

 Laporan keuangan interim menyediakan informasi yang lebih tepat waktu

tetapi kurang lengkap dibandingkan dengan laporan keuangan tahunan.

 Laporan keuangan interim biasanya diberi label tidak diaudit .

 Hasil perhitungan periode interim harus didasarkan pada prinsip akuntansi

dan praktek yang digunakan dalam tahun terakhir penyusunan laporan

keuangan.

(30)

LAPORAN KEUANGAN INTERIM

Metode Laba Kotor

Apabila perusahaan menggunakan metode laba kotor untuk harga

persediaan selama masa interim, pengungkapan metode dan rekonsiliasi dengan

persediaan tahunan perlu dilakukan.

Metode LIFO

Jika persediaan LIFO dilikuidasi pada masa interim tetapi metode tersebut

akan diganti pada akhir tahun, harga pokok penjualan harus dimasukkan dalam

biaya pergantian metode dari LIFO, sebagai konsekuensi likuidasi interim.

(31)

LAPORAN KEUANGAN INTERIM

Penurunan nilai pasar persediaan tidak ditangguhkan selama periode interim

kecuali jika ditentukan secara temporer tidak ada kerugian yang akan terjadi

selama setahun secara keseluruhan.

Penurunan Nilai Pasar Persediaan

Rencana varian berdasarkan system biaya standar yang diharapkan akan diserap

pada akhir tahun sebaiknya ditangguhkan pada masa interim.

(32)

LAPORAN KEUANGAN INTERIM

Biaya Tahunan dalam Laporan Interim

Biaya yang dibebankan secara tahunan sebaiknya dialokasikan ke periode

interim. Prosedur alokasi harus konsisten dengan prosedur untuk laporan

tahunan. Biaya-biaya yang timbul dalam periode interim tidak ditangguhkan

kecuali jika biaya-biaya tersebut akan ditangguhkan pada akhir tahun.

Biaya Iklan

Biaya iklan tidak ditangguhkan selama masa interim kecuali jika

manfaatnya juga dapat dirasakan pada periode sesudahnya.

(33)

LAPORAN KEUANGAN INTERIM

Pajak Penghasilan

Pajak penghasilan dalam laporan interim dibagi menjadi:

1) Pajak penghasilan yang untuk penghasilan dari operasional tidak termasuk

item-item yang tidak biasa atau jarang terjadi

2) Pajak penghasilan untuk ide yang tidak biasa, pemberhentian operasi dan item

luar biasa.

Biaya pajak untuk masa interim berdasarkan masa estimasi tarif pajak efektif

tahunan untuk pendapatan kena pajak yang berasal dari operasi tidak termasuk

item-item luar biasa.

(34)

PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN INTERIM

Accounting Principles Board mengeluarkan APB No. 28 yang berisi ringkasan informasi keuangan yang harus mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:

1) Penjualan dan pendapatan kotor 2) Alokasi pajak penghasilan

3) Pajak penghasilan item luar biasa (net)

4) Pengaruh kumulatif perubahan prinsip ekonomi 5) Laba Bersih

6) Dilusi saham

7) Pendapatan, biaya dan beban musiman

8) Perubahan estimasi pajak penghasilan yang signifikan

9) Pelepasan segmen bisnis, item luar biasa dan item yang jarang terjadi 10) Kontijensi

11) Perubahan prinsip dan estimasi akuntansi 12) Perubahan posisi keuangan yang signifikan

(35)

PANDUAN PENYUSUNAN LAPORAN INTERIM

 SEC menentukan laporan keuangan 3 bulanan perlu dibuat untuk para pemegang saham dan memnuhi criteria dari SEC.

 Laporan ini disiapkan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum dan disesuaikan dengan Formulir 10-Q dalam waktu 45 hari setelah akhir periode 3 bulanan.

 Pada kenyataannya, informasi keuangan yang dilaporkan 3 bulanan sama dengan tuntunan pengungkapan laporan keuangan tahunan yang dilaporkan kepada SEC.

Pengungkapan Laporan Keuangan Interim SEC

(36)

TUGAS

Tentukan uji 10% segmen laporan perusahaan dibawah ini! Dan lakukan penilaian ulang untuk menentukan perlu tidaknya ada tambahan segmen industri!

Penjualan ke Konsumen Tidak

Terafiliasi

Penjualan

Intersegmen Laba (Rugi) Operasi

Aktiva Yang dapat diidentifikasi

Industri Jasa Makanan Rp 300,000,000.00 Rp 40,000,000.00 Rp 40,000,000.00 Rp 200,000,000.00 Tambang Tembaga Rp 80,000,000.00 Rp (10,000,000.00) Rp 60,000,000.00 Sistem Informasi Rp 20,000,000.00 Rp 15,000,000.00 Rp 5,000,000.00 Rp 40,000,000.00 Industri Kimia Rp 130,000,000.00 Rp 20,000,000.00 Rp 30,000,000.00 Rp 217,000,000.00 Produk Pertanian Rp 48,000,000.00 Rp (15,500,000.00) Rp 50,000,000.00 Produk Farmasi Rp 20,000,000.00 Rp 8,000,000.00 Rp 18,000,000.00 1

Industri Total Pendapatan Laba (Rugi)

Operasi

Aktiva Yang dapat diidentifikasi A Rp 125,000,000.00 Rp 17,530,000.00 Rp 245,000,000.00 B Rp 87,000,000.00 Rp 14,200,000.00 Rp 175,000,000.00 C Rp 65,000,000.00 Rp 12,300,000.00 Rp 123,400,000.00 D Rp 39,000,000.00 Rp 5,580,000.00 Rp 75,400,000.00 E Rp 42,500,000.00 Rp 6,755,000.00 Rp 75,600,000.00 F Rp 15,500,000.00 Rp 2,258,000.00 Rp 32,000,000.00 2

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah net income yang tampak dalam laporan keuangan laba rugi ditambah dengan depresiasi dan amortisasi, jumlah ini menunjukkan jumlah modal kerja yang berasal dari

goodwill pada setiap akhir periode pelaporan, investasi pada instrumen ekuitas, dan aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan pada akhir setiap periode pelaporan dan,

(cash flow) yang terdiri dari investasi total (modal tetap, bunga masa konstruksi dan modal kerja), pendapatan, biaya operasi, depresiasi, amortisasi, modal

Berdasarkan hasil pengujian pendapatan, aktiva, dan laba rugi,tidak terdapat segmen usaha yang dominan dalam pengungkapan pelaporan segmen usaha karena tidak ada nilai

Jumlah laba bersih yang nampak dalam laporan perhitungan rugi laba ditambah dengan depresiasi dan amortisasi, jumlah ini menunjukan jumlah modal kerja yang berasal dari

Tersirat keengganan masyarakat Eropa cq Komite EPSAS menerapkan IPSAS 18 antara lain dengan ungkapan bahwa (1) Pelaporan segmen geografis menyebabkan entitas LK

depresiasi dan amortisasi , jumlah ini menunjukan jumlah modal kerja yang berasal dari hasil operasi perusahaan. Jadi jumlah modal kerja yang berasal dari hasil

Jika bentuk primer pelaporan informasi segmen perusahaan ialah segmen geografis (baik berdasarkan lokasi aktiva maupun lokasi pelanggan), perusahaan juga harus melaporkan