• Tidak ada hasil yang ditemukan

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR INVENTARISASI EMISI ONLINE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR INVENTARISASI EMISI ONLINE"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

SOP Inventarisasi Emisi Online 0

KEMENTERIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN

REPUBLIK INDONESIA

2014

Jalan Macet: Konsumsi BBM Lebih Tinggi

Jalan Lengang: Konsumsi BBM Lebih Rendah

Bus Tua (Bus Kota): Emisi yang dihasilkan Lebih Tinggi

Bus Baru (Trans Musi): Emisi yang dihasilkan Lebih Rendah

Jalan Datar: Konsumsi BBM Lebih Rendah Jalan Menanjak:

Konsumsi BBM Lebih Tinggi

Kcepatan Tinggi: Konsumsi BBM Lebih Tinggi

Kcepatan Sedang: Konsumsi BBM Lebih Rendah

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

INVENTARISASI EMISI ONLINE

(2)

SOP Inventarisasi Emisi Online 1

I. PENDAHULUAN

Sumber emisi udara dibagi kedalam sumber bergerak dan tidak bergerak. Sumber emisi tidak bergerak adalah sumber titik dan sumber area. Sedangkan Sumber emisi bergerak mempunyai karakteristik sebagi berikut:

a. Merupakan emisi yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor, seperti kereta api, kapal laut, mobil pribadi, bus, dan lain-lain

b. Dapat dikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu On-Road Mobile Sources dan Non-Road Mobile Sources.

c. Pada perhitungan emisi dari sektor transportasi jalan raya (traffic), dapat menggunakan pemodellan emisi yang menyediakan berbagai faktor emisi, dengan mempertimbangkan kondisi lalulintas dan kategori kendaraan.

Kategori Sumber Emisi bergerak adalah non road mobile source dan on road mobile source. Contoh dari non road mobile source adalah kereta api, pesawat (Landing & Take-Off), transportasi air (Manouvering, Hotelling, Cruising). Untuk kategori on road mobile source antara lain adalah jalan raya Emisi ketika bergerak (exhaust Emission, Road & Tyre Break Wear), parkir (Emisi penguapan Gasoline (NMVOC)), dan terminal bus (Emisi ketika

kendaraan dalam kondisi Idle).

Metode perhitungan inventarisasi emisi adalah: E = A.D x F.E

Dimana: E = Beban Emisi (Ton/Tahun)

A.D = Activity Data

F.E = Faktor Emisi (corinair 2013 & IPCC 2006)

ER = Reduksi Pengurangan Emisi

Contoh: E (SOX) = 2 x FC x %S

Dimana: E = Beban Emisi (Ton/Tahun)

FC = Konsumsi Bahan Bakar

%S = Sulphur content pada bahan bakar

Asumsi: Seluruh sulfur dalam bahan bakar berubah menjadi SO2.

S + 2 x O ----à SO2

32 16 x 2 64

II. DATA YANG DIBUTUHKAN

Data yang dibutuhkan untuk inventarisasi emisi sumber bergerak dengan kategori on road dan non road adalah sebagai berikut:

1. Kategori on road a. Jalan Raya

Data yang dibutuhkan untuk jalan raya antara lain adalah: 1. Kondisi Lalu Lintas

- Average Daily Traffic - Kecepatan Kendaraan - Jenis Kendaraan 2. Kondisi Jalan - GIS data - Panjang Jalan - Gradient Jalan

(3)

SOP Inventarisasi Emisi Online 2

- Jumlah jalur

- Kategori Kendaraan

3. Jumlah Kendaraan untuk tiap jenis kendaraan Faktor emisi ditentukan beberapa faktor antara lain:

Jenis kendaraan Teknologi

mesin Kapasitas mesin Jenis bahan bakar Gradient jalan Kecepatan kendaraan Lainnya a. Siklus Motor b. Mobil Pribadi c. LDV d. HDV e. yang lain a. Euro 1 b. Euro 2 c. Euro 3 d. yang lain a. <50 CC b. 50 - 150 cc c. <1.400 cc d. 1400 - 2000 cc e. yang lain a. Bensin b. Solar c. CNG d. yang lain a. datar b. + 2% c. + 4% d. - 2%, e. lain b. Tempat parkir

Grid Koordinat Nama Tempat Parkirl

Alamat Kapasitas parkir Rata-rata perhari Rata-rata mobil perhari Rata-rata motor Perhari Waktu/ Durasi parkir Faktor Emisi (TIER 1,2,3) ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... c. Terminal bus Grid Nama Terminal Tipe Terminal

Lokasi Luasan Tipe kendaraan Kategori kendaraan (LDV,HDV) Fuel Consumption (L/trip), (kg/trip) Number of trip/ year Jenis Bahan Bakar (solar, Bensin) Faktor Emisi

SOx NMVOC PM 10 CO CO2

... ... ... ... ... ... ... ... ... ... .... ... ... .... ...

... ... ... ... ... ... ... ... ... ... .... ... ... .... ...

2. Kategori non road a. Kereta api

b. Transportasi udara (Bandar Udara) c. Transportasi air

3. Penyusunan Inventarisasi Emisi a. Tahap persiapan

Pada tahap persiapan yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah dalam penyusunan inventarisasi adalah:

1. Koordinasi dengan SKPD terkait antara lain adalah Samsat, Dinas Perhubungan, bappeda, Universitas pelaksana perhitungan

2. Pertemuan atau meeting awal dengan stakeholder atau SKPD tentang penyusunan inventarisasi emisi. Dalam pertemuan ini yang harus disiapkan antara lain adalah:

a. Data – data yang diperlukan dalam penyusunan inventarisasi emisi. Untuk faktor emisi dapat digunakan dari sumber IPCC dan corrinair (lihat lampiran).

(4)

SOP Inventarisasi Emisi Online 3

Tier dalam penghitungan emisi:

TIER DESKRIPSI

TIER I Metode perhitungan sederhana dan mendasar, umumnya menggunakan hanya data bahan

bakar, emission factor menggunakan nilai default

TIER II Metode lebih kompleks meskipun data yang digunakan mayoritas sama dengan tier I,

perbedaannya adalah emission factor berdasarkan jenis proses dan atau kondisi spesifik (penggunaan tehnologi tertentu), lebih akurat

TIER III Lebih kompleks dari tier II, data aktivitas dan EF : spesifik sesuai kondisi bahan bakar, tehnologi pembakaran, kondisi pengoperasian, tehnologi pengendalian, pemeliharaan dan usia tehnologi, faktor oksidasi, sangat akurat

b. Tahap pelaksanaan

Pada tahap pelaksanaan, hal-hal yang perlu dilakukan antara lain adalah: Start

Apakah kilometer kendaraan, kecepatan permode dan teknologi kendaraan

tersedia?

Apakah kilometer kendaraan perteknologi kendaraan tersedia?

Apakah ini kategori utama

Menerapkan Faktor Emisi Standar TIER I berdasarkan konsumsi bahan bakar

Ya Ya Tidak Tidak Tidak Ya

mengumpulkan data untuk membagi bahan bakar antara teknologi kendaraan yang berbeda

untuk masing-masing kode NFR, berasal kendaraan km untuk kendaraan sub kategori

Gunakan Faktor Emisi TIER 2, berdasarkan kilometer kendaraan

untuk teknologi kendaraan yang berbeda

Menggunakan pendekatan TIER 3, menggunakan aktivitas kendaraan berbasis model, contoh COPERT

Pembentu kan Tim IE Pelaksana an Survey Hitungan Emisi QA QC FINISH Survey design

(5)

SOP Inventarisasi Emisi Online 4

1. Pembentukan Tim Inventarisasi Emisi:

a. Memilih personal yang tepat, menyesuaikan kuantitas personal sesuai kebutuhan

b. Membagi tim sesuai dengan tugasnya (Manajemen & Perhitungan, Surveyor dan Penyedia Data)

c. Menyatukan pemahaman dan visi tim tentang IE

2. Kerjasama dan Kesepahaman dengan Pemerintah Setempat maupun Pemilik Data

a. Kerjasama dengan pemerintah/pemilik data adalah faktor utama keberhasilan dan kelancaran IE

b. Bagaimana cara menjalin komunikasi berkelanjutan dengan

pemerintah/pemilik data ?

c. Mengenali kultur para pemilik data

3. Menentukan Batasan Inventarisasi dan Sumber Emisi a. Mengguakan peta dasar wilayah administratif b. Penentuan grid peta kota (500 m atau 1 km) c. Penamaan Grid perluasan wilayah

d. Identifikasi Sumber Emisi pergrid dan per kategori

e. Penentuan base line year data untuk inventarisasi emisi (terutame untuk data sekunder)

4. Merencanakan Survey (Total/ Sampling), menentukan kebutuhan data

a. Identitas surveyor memiliki peranan penting karena kegiatan ini akan banyak berinteraksi dengan masyarakat

b. Beberapa model identitas yang telah dicoba digunakan : ID Card dan rompi khusus

c. Membekali surveyor dengan surat tugas dan nama-nama personel dari Pemerintah Kota setempat

Desain survey:

a. Menentukan model survey total atau sampling

b. Menentukan tujuan survey dan metode untuk menampilkan data dalam spasial

c. Merangkai data yang perlu dikumpulkan

d. Jangan lupa untuk mengumpulkan koordinat lokasi sumber data e. Persiapan surat menyurat

5. Merencanakan Perhitungan Emisi dan Evaluasinya

III. PENGUMPULAN DATA

a. Grid

Grid Label Grid Cattegory Area (M2) Area (Hectar) Small Road Length (km) Population (People) Small Road Length (m) Land use A, R 1 industri 2 Komersial 3 Permukiman

(6)

SOP Inventarisasi Emisi Online 5 4 Sawah 5 Permukiman 6 Dan lain-lain

b. Sumber titik

No Jenis Sumber Emisi

Jumlah Kecamatan Nama Titik koordinat Alamat Jenis peralatan: 1. Boiler, 2. genset,3. incinerator Jumlah kamar (untuk Hotel) Jenis Bahan Bakar dan kandungan Sulfur Konsumsi bahan bakar Faktor emisi (g/GJ) 1 Shopping Center (Mall) 2 Hotels 3 Industry 4 Hospital 5 Landfill (TPA)

c. Sumber area

No Kategori sumber Jumlah Kecamatan Nama Titik koordinat Alamat Jenis peralatan: 1. Boiler, 2. genset,3. Incinerator,4. kompor Jumlah kamar (untuk Hotel) Jenis Bahan Bakar dan kandungan Sulfur Konsumsi bahan bakar 1 Perbankan 2 Perumahan 3 Sekolah 4 Restoran 5 Stasiun Pengisian

Bahan Bakar Umum (SPBU) 6 Perguruan Tinggi 7 Perkantoran 8 Pasar Tradisional 9 Bengkel 10 Konstruksi 11 Pergudangan 12 Pedagang Kaki Lima

(PKL)

d. Sumber bergerak

Data

Kendaraan kendaraan Jumlah Nama Jalan ADT Veh. Cat VKT Jumlah Kendaraan Berdasarkan SAMSAT Jumlah Kendaraan Berdasarkan Survey Faktor Emisi Premium Solar Beban HDV Penumpang Pribadi PC Penumpang Umum PC/LDV Bus Besar Pribadi Bus Besar Umum Bus Bus Kecil Pribadi LDV Bus Kecil Umum LDV Truk Besar Truk Kecil LDV Roda Tiga Roda Dua Mobil Beban (Ligh Truck) MC Bus MC

(7)

SOP Inventarisasi Emisi Online 6

Input data dari sumber bergerak ke dalam mobilev melalui buku petunjuk pedoman Mobilev. Untuk hasil perhitungan akhir dihitung melalui data sebagai berikut:

No SUB SUMBER KATEGORI SUMBER

ASUMSI EMISI (ton/tahun)

NOx SOx NMVOC PM10 CO CO2

1 ON ROAD Major Road

2 Minor Road

3 NON ROAD Kereta Api

4 Terminal (Lalu Lintas)

5 Parkir Dalam Area

6 Parkir Dalam Titik

7 Parkir On Street

8 Parkir Off Street

TOTAL ASUMSI EMISI SUMBER BERGERAK

BAB IV. PERHITUNGAN BEBAN EMISI SUMBER BERGERAK

Dalam melakukan perhitungan emisi beberapa hal yang perlu disiapkan antara lain adalah:

a. Metode yang digunakan

b. Ketersediaan emission factors

c. Ketersediaan dan keseragaman data konversi energi

d. Ketersediaan dan keseragaman dan terkait bahan bakar

e. Proses Quality Control dan Evaluasi

Metode perhitungan inventarisasi emisi dengan menggunakan perangkat Mobilev yaitu pemodelan emisi yang bisa memprediksi beban emisi pada berbagai situasi jalan, jenis kendaraan, kapasitas mesin, dan faktor lainnya. Faktor emisi didasarkan pada nilai corrinair dan IPCC. Emisi dari lalu lintas sangat rumit kasus, di mana begitu banyak begitu banyak faktor yang mempengaruhi faktor emisi / beban, kita perlu alat untuk memudahkan serta menjaga akurasi perhitungan.

Catatan:

(8)

SOP Inventarisasi Emisi Online 7

 Emisi major road dengan menggunakan metode bottom up dan

software mobilev

 Emisi minor road dengan menggunakan selisih antara total emisi

dengan major road

Garis besar perhitungan sumber bergerak on road adalah perhitungan main road dan side road (major dan minor road). Perhitungan ruas ruas utama dilakukan menggunakan software Mobilev sedangkan untuk side road (minor road) dengan menggunakan modifikasi VKT berdasarkan data kendaraan yang diperoleh dari Samsat. Rumus perhitungan dengan menggunakan mobilev adalah sebagai berikut:

ETOTAL = EHOT + ECOLD+ Eextra

Keterangan:

E Total= total emisi beberapa polutan untuk aplikasi spasial dan resolusi temporal EHOT = emisi (g) selama stabil (panas) operasi mesin,

ECOLD = emisi selama periode dingin-start

Eextra = emisi dari proses lainnya termasuk penguapan diurnal, ban kendaraan dan keausan

rem

EHOT; i, k,T = Nk× LA,T × eHOT; i, k, r

E Total= total emisi beberapa polutan untuk aplikasi spasial dan resolusi temporal EHOT = emisi (g) selama stabil (panas) operasi mesin,

ECOLD = emisi selama periode dingin-start

Eextra = emisi dari proses lainnya termasuk penguapan diurnal, ban kendaraan dan keausan

rem

Sebelum menghitung emisi road transport terutama untuk main road dengan menggunakan software mobilev maka terlebih dahulu harus dilakukan tahapan-tahapan persiapan. Tahapan-tahapan persiapan ini antara lain :

1. Identifikasi jalan utama (main road/major road)

Identifikasi berkaitan dengan pemilihan ruas-ruas yang akan diinput dan diolah menggunakan software mobilev. Jalan-jalan yang akan dipilih sebagai jalur utama bukan hanya berstatus arteri primer. Namun bisa juga jalan yang statusnya di bawah itu (kolektor atau lokal) sepanjang ruas jalan tersebut dipandang penting dalam transportasi sebuah kota. Untuk menghindari minimnya data hitungan mobilev saat dibandingkan dengan data kendaraan Samsat, maka ruas yang dipilih setidaknya telah mencakup 70% VKT dari data Samsat.

2. Survey identitas jalan

Mobilev membutuhkan input identitas jalan untuk melakukan perhitungan. Oleh sebab itu beberapa identitas penting atau ciri khas sebuah jalan harus dikumpulkan. Data-data tersebut mencakup panjang jalan, jumlah lajur, direksi jalan, kemiringan jalan dan status/fungsi jalan.

(9)

SOP Inventarisasi Emisi Online 8

3. Traffic count

Survey lalu lintas harian mutlak diperlukan untuk menentukan average daily traffic suatu jalan. Survey dilakukan minimal sejak pukul 06.00 (awal jam puncak pagi) hingga 22.00 (akhir jam puncak malam). Namun, survey selama 24 semakin memberi data yang ideal. Traffic count menghitung kendaraan berdasarkan kategori : motorcycle (motor, scooter), passengers cars (kendaraan pribadi dengan penumpang maksimal 8), light duty vehicle (kendaraan berpenumpang lebih dari 8 atau angkutan barang dengan berat <3,5 ton), high duty vehicle (kendaraan pengangkut barang dengan berat >3,5 ton) dan bus (kendaraan massal pengangkut penumpang).

Data-data tersebut akan menjadi input bagi perhitungan otomatis mobilev. Faktor emisi telah dipersiapkan oleh mobilev bersama dengan model simulasi lalu lintas yang terjadi.

Mobilev akan menyediakan asumsi emisi NO, NMVOC, PM, CO dan CO2 baik dalam

situasi hot emission maupun cold emission. Aplikasi mobilev dan panduan mobile 3.0 penggunaan mobilev terlampir.

Hasil dari hitungan otomatis oleh mobilev tidak bisa langsung digunakan karena perlu dikonversi sesuai dengan kebutuhan inventarisasi yaitu dalam satuan ton/tahun. Oleh sebab itu data perlu disesuaikan dengan bantuan aplikasi excel untuk dapat dimasukkan atau digunakan sebagai data asumsi emisi jalan utama dalam rentang satu tahun. (Sumber: Final Report Emission Inventory for City of Surakarta, UNS 2013).

V.VALIDASI DATA

Validasi dilakukan untuk hal-hal sebagai berikut:

a. Dilaksanakan untuk mengecek kembali dan memastikan data ataupun perhitungan

b. QC dilakukan dalam tingkat internal tim dan bersama pemerintah atau stakeholders meeting

c. QC terhadap keseluruhan data dilakukan di akhir survey bersama seluruh pemilik data

d. QC akhir berfungsi pula untuk melengkapi data yang sulit dikoleksi

VI. PENURUNAN BEBAN EMISI MELALUI ENVERONMENTALLY

SUSTAINABLE TRANSPORT (EST)

1. Inventarisasi Emisi terintegrasi dengan EST

Pemerintah wajib menjamin ketersediaan angkutan massal berbasis jalan untuk memenuhi kebutuhan angkutan orang dengan Kendaraan Bermotor Umum di Kawasan Perkotaan (Kawasan Megapolitan, Kawasan Metropolitan dan Kawasan Perkotaan Besar). Untuk kawasan perkotaan mengacu ke UU No. 26/2007 tentang Penataan Ruang. Status pembangunan angkutan masal ada 11 kota yang sudah beroperasi yaitu:

(10)

SOP Inventarisasi Emisi Online 9

1. Jakarta (Trans Jakarta 12

koridor),

2. Batam (BPP; 2 koridor)

3. Bogor (Trans Pakuan; 2 koridor)

4. Yogyakarta (Transyogya; 8

koridor)

5. Pekanbaru (Trans Metro

Pekanbaru; 2 koridor)

6. Manado (Trans Kawanua; 2 koridor)

7. Semarang (Trans Semarang; 6 koridor)

8. Bandung (Trans Metro Bandung; 11 koridor)

9. Palembang (Transmusi); 6

koridor dengan 150 bus

10. Surakarta (Trans Batik Solo;

2 koridor)

11. Gorontalo (Trans

Tholondhalang)

Contoh: Peta Koridor Bus Transmusi Palembang

2. Perhitungan penurunan beban pencemaran dari transportasi

Langkah-langkah perhitungan perkiraan penurunan beban emisi dari sektor transportasi melalui kuesioner dan traffic counting. Untuk lembar kesioner adalah sebagai berikut:

a. Survei kesediaan untuk beralih ke transportasi masal ramah lingkungan: Contoh lembar kuesioner:

Identitas Responden Jenis tranportasi Koridor 1 Koridor 2 Jumlah penumpang/ orang

Kolom pilihan ( beri tanda √ Pada kolom yang dipilih) Tertarik untuk beralih Sudah beralih Tidak bersedia untuk beralih ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... . ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... ... . b. Survey kepemilikan kendaraan

Koridor 1 Nama Pemilik

kendaraan

Alamat Becak Jalan kaki Sepeda Sepeda

Motor

Mobil Pribadi

Koridor 2 Nama Pemilik

kendaraan

Alamat Becak Jalan kaki Sepeda Sepeda

Motor

Mobil Pribadi

c. Rata-rata nasional unit mobil penumpang (PCU) dan Faktor Emisi

Faktor emisi Katagori

kendaraan

CO2 NO2 SO2 HC PM10 CO

Mobil penumpang

(11)

SOP Inventarisasi Emisi Online 10 Sepeda motor Minibus Taksi Bus Medium Bus transmusi d. Traffic counting

Street Dirrection Length MC LV HV Total

SPM PC Pub Trans PU Srt Bus Lng Bus ST DT Trailer

e. Perhitungan Penurunan beban emisi dari transportasi

f. Perhitungan Penurunan Emisi Bidang Transportasi: Penerapan Andalalin

(12)

SOP Inventarisasi Emisi Online 11

h. Perhitungan Penurunan Emisi Bidang Transportasi: Reformasi Sistem BRT

i. Perhitungan Penurunan Emisi Bidang Transportasi: Peremajaan Armada Angkutan

(13)

SOP Inventarisasi Emisi Online 12

k. Perhitungan Penurunan Emisi Bidang Transportasi: Smart/Eco Driving

VII. Inventarisasi emisi online Langkah-langkah:

1. Sebelum hasil dimasukkan menjadi satu dalam server maka data perlu ditapis terlebih dahulu melalui:

a. Data yang telah terolah dalam penyusunan Inventarisasi Emisi dikirim ke konsultan melalui alamat email konsultan yaitu

b. Dilakukan verifikasi atau validasi data tentang jumlah sumber emisi di sandingkan dengan jumlah konsumsi Bahan bakar minyak (BBM), misal jumlah kendaraan bermotor dengan jumlah konsumsi BBM

2. Setelah data ditapis maka dilakukan proses pemasukan data melalui admin server terpusat oleh KLHK

3. Data-data yang diperlukan untuk mengirimkan hasil penyusunan inventarisasi emisi sumber bergerak online antara lain adalah:

a. Data perhitungan inventarisasi emisi sumber bergerak b. Data beban emisi pergrid

c. Data yang perlu dikirimkan melalui email antara lain:

1. Data perhitungan inventarisasi emisi sumber bergerak transportasi darat meliputi data mobilev (mayor road), data minor road, data terminal dan data tempat parkir

2. Data Mobilev (mayor road harus dirubah dari text ke numeric) d. Data beban emisi dalam bentuk SHP dan turunannya yaitu; shx;sbx;

dbf;sbn; shp

e. Data perhitungan beban emisi dalam bentuk tabular atau excel f. File disatukan dalam satu folder

g. Kirim data melalui email ke KLH

(14)

SOP Inventarisasi Emisi Online 13

i. Data dimasukkan dalam satu website KLH yaitu:

geospasial.menlh.go.id dan menggunakan peta grid standar nasional VIII. Daftar Pustaka

a. Dollaris, et all. Pedoman Penyusunan Inventarisasi Emisi, KLH. Jakarta. 2013

b. Setyono, Prabang et all. Panduan Mobilev 3.0, 2013

c. Setyono, Prabang et all. Final Report Emission Inventory for City of Surakarta. UNS Surakarta. 2013

Referensi

Dokumen terkait

Hermanto (2008: 6) dalam jurnal penelitiannya menyatakan bahwa pada umur-umur awal anak, pembentukan organ artikulasi baik pradasar maupun dasar merupakan prasyarat

Aspek kelayakan isi dari E-book berbasis STEM pada materi ekosistem untuk melatihkan kemampuan literasi sains yang dikembangkan sesuai dengan tujuan pembelajaran mengacu pada

Berkenaan dengan hal tersebut maka desa Bandar Jaya berubah menjadi Kelurahan Bandar Jaya, merupakan tempat yang telah kami kunjungi untuk mengetahui monografi

TAPM yang berjudul "Pengaruh Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Disposisi Matematis Siswa SMA" adalah hasil karya saya sendiri, dan

Melakukkan interpretasi dan melakukan analisa deskriptif kualitatif akan fitur dasar laut yaitu dengan menampilkan posisi dari fitur,lalu dimensi panjang, lebar

-- Se Sew wak aktu tu-w -wak aktu tu ad ada ep a epis isod ode y e yg me g meny nyer erup upai ai keadaan psikotik sementara misalnya ilusi, keadaan psikotik sementara misalnya

Pengambilan data kalibrasi atenuator antara high voltage source dengan voltage source dilakukan dengan menggunakan alat ukur instrumentasi II yang telah dibuat dan

Untuk mengetahui respon suatu variabel tertentu yang diukur dengan perubahan variasi kesalahan (error variance) pada variabel tersebut yang disebabkan oleh guncangan