• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Risiko Kesehatan pada Penanganan Bencana

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Risiko Kesehatan pada Penanganan Bencana"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

1.1

1.1 LataLatar Ber Belakanlakangg  Negara

 Negara Kesatuan Kesatuan Republik Republik Indonesia Indonesia memiliki memiliki kondisi kondisi geografis, geografis, geologis,geologis, hidro

hidrologis, serta logis, serta demogdemografis rafis yang memungkiyang memungkinkan terjadinya nkan terjadinya bencabencana, na, baik baik yangyang disebabkan faktor alam, non alam atau ulah tangan manusia yang menyebabkan disebabkan faktor alam, non alam atau ulah tangan manusia yang menyebabkan timbu

timbulnya korban lnya korban jiwa jiwa manumanusia, sia, kerusakerusakan kan lingklingkunganungan, , kerugkerugian ian harta benda,harta benda, ser

serta ta dadampmpak ak pspsikikolologogis is yayang ng dadalam lam kekeadaadaan an tetertertentntu u dadapapat t memengnghahambmbatat  pembangunan nasional.

 pembangunan nasional.

Letak geografis Indonesia yang berada antara

Letak geografis Indonesia yang berada antara lempeng Euronesia dan lempenglempeng Euronesia dan lempeng Euroasia menjadikan sebgian besar wilayah Indonesia rawan terhadap bencana Euroasia menjadikan sebgian besar wilayah Indonesia rawan terhadap bencana alam. Kondisi ini merupakan ancaman yang sulit diprediksi dengan perhitungan alam. Kondisi ini merupakan ancaman yang sulit diprediksi dengan perhitungan kapan, dimana, bencana apa yang terjadi, berapa kekuatan, bahkan kita tidak dapat kapan, dimana, bencana apa yang terjadi, berapa kekuatan, bahkan kita tidak dapat memperkirakan estimasi korban jiwa maupun harta benda.

memperkirakan estimasi korban jiwa maupun harta benda. en

enilailaian ian resiresiko ko mermerupaupakan kan salasalah h satu satu unsunsur ur daldalam am !is!istem tem enengengendaldalianian Int

Intern ern ememerinerintah tah "!"!I#, I#, selaselain in unsunsur ur linlingkugkungangan, n, penpengengendaldalianian, , kegkegiataiatann  pengendalian, informasi, dan komun

 pengendalian, informasi, dan komunikasi, serta pemantauan pengendalian intern.ikasi, serta pemantauan pengendalian intern. Resi

Resiko ko menmengacgacu u padpada a ketketidaidakpakpastistian. an. KetKetidaidakpakpastiastian n diadiartikrtikan an sebsebagaiagai kuran

kurangnya pengetahgnya pengetahuan dalam uan dalam menjelmenjelaskan sesuatu atau askan sesuatu atau hasilnyhasilnya a di di masa depanmasa depan dengan banyak kemungkinan hasil. !edangakan resiko adalah ketidakpastian yang dengan banyak kemungkinan hasil. !edangakan resiko adalah ketidakpastian yang kem

kemungungkinkinan an hashasilnyilnya a akaakan n berberakiakibat bat tidtidak ak diidiinginginkankan n atau atau menmendatadatangkngkanan kerugian yang signifikan. $eskipun berkonotasi negatif, resiko bukan merupakan kerugian yang signifikan. $eskipun berkonotasi negatif, resiko bukan merupakan sesuatu yang harus

sesuatu yang harus dihindihindari melainkan harus dari melainkan harus dikeldikelola ola melalumelalui i suatu mekanismsuatu mekanismee yang dinamakan pengelolaan "manajemen# resiko.

yang dinamakan pengelolaan "manajemen# resiko.

%erdasarkan hasil analisis resiko, selanjutnya dilakukan respon atas resiko %erdasarkan hasil analisis resiko, selanjutnya dilakukan respon atas resiko dengan membangun kegiatan pengendalian yang tepat. Kegiatan pengendalian dengan membangun kegiatan pengendalian yang tepat. Kegiatan pengendalian dilakukan dengan maksud untuk memastikan bahwa respon resiko yang dilakukan dilakukan dengan maksud untuk memastikan bahwa respon resiko yang dilakukan sudah efektif.

sudah efektif.

Ruang lingkup analisis resiko ini mencakup langkah & langkah yang harus Ruang lingkup analisis resiko ini mencakup langkah & langkah yang harus ditempuh dalam pelaksanaan analisis resiko, yang terdiri dari menganalisis resiko ditempuh dalam pelaksanaan analisis resiko, yang terdiri dari menganalisis resiko

(2)

 & resiko yang teridentifikasi pada tahap sebelumnya, berdasarkan ukuran kemungkinan "likehood # dan konsekuensinya "consequences #, serta menge'aluasi resiko dengan mempertimbangkan kriteria resiko, untuk menentukan apakah suatu resiko berada pada tingkat yang dapat diterima oleh instansi pemerintah atau memerlukan penanganan lebih lanjut. Namun dalam analisis resiko terlebih dahulu perlu dilakukan identifikasi resiko, kemudian dilakukan analisis dan e'aluasi resiko yang terkait dengan penetapan tujuan dan sasaran.

$anajemen risiko bencana dilakukan dalam suatu spektrum yang terdiri dari (  pencegahan, penjinakan)mitigasi, dan kesiap*siagaan, kejadian bencana,  penanganan darurat, rehabilitasi dan rekontruksi "+arter, --#. $anajemen risiko  bencana adalah proses dinamis upaya*upaya penanggulangan bencana yang dilakukan secara menerus, baik melalui mekanisme eksternal maupun internal. $ekanisme eksternal merupakan mekanisme penanggulangan yang lebih memobilisasi unsur di luar masyarakat. enanggulangan bencana dengan mekanisme internal merupakan mekanisme yang menjadikan masyarakat sebagai  pelaku utama dan sentral. $ekanisme eksternal dilandasi oleh pemikiran bahwa

masyarakat korban masih dapat diberdayakan dan memiliki keberdayaan.

/ari sisi pendekatan cara penanganan bencana dapat dikenal dengan  pendekatan akibat dan pendakatan 0sebab1. enganan bencana dengan pendakatan 0akibat1 terutama dilakukan dengan tindakan*tindakan gawat darurat. 2paya ini cenderung tidak akan menyelesaikan masalah. 3leh karenanya, kita perlu mempertimbangkan untuk segera melakukan penanganan bencana dengan  pendekatan 0sebab1, dengan melakukan pengurangan kerentanan. Karena kerentanan komunitas sebagai sasarannya, maka manajemen risiko bencana  berbasis komunitas merupakan pilihan yang paling tepat.

embangunan kemampuan penanganan bencana ditekankan pada peningkatan kemampuan masyarakat, khususnya masyarakat pada kawasan rawan bencana, agar secara dini mampu menekan resiko ancaman tersebut. 2mumnya berpangkal  pada tindakan penumbuhan kemampuan masyarakat dalam menangani dan menekan akibat bencana. 2ntuk mencapai kondisi tersebut, la4imnya diperlukan langkah*langkah pelaksanaan kegiatan*kegiatan secara partisipatoris, bersama,

(3)

oleh dan untuk masyarakat, yaitu( pengenalan jenis bencana, pemetaan daerah rawan bencana, 4onasi daerah bahaya dan prakiraan resiko, pengenalan sosial  budaya masyarakat daerah bahaya, penyusunan prosedur dan tata cara penanganan  bencana, pemasyarakatan kesiagaan dan peningkatan kemampuan, mitigasi fisik,  pengembangan teknologi bencana alam.

/alam melakukan manajemen risiko bencana khususnya terhadap bantuan darurat dikenal ada dua model pendekatan yaitu 0kon'ensional1 dan 0pemberdayaan1. "5nderson 6 7oodrow, -8-#. erbedaan kedua pendekatan tersebut terutama terletak kepada cara 0melihat1 ( kondisi korban, taksiran kebutuhan, kecepatan dan ketepatan, fokus yang dibantukan9 target akhir.

/i sisi lain, mekanisme dalam manajemen "penanggulangan# bencana dikenal secara "# internal dan "# eksternal. $ekanisme internal adalah 0pola1  penanggulangan bencana yang dilakukan oleh unsur*unsur masyarakat di lokasi  bencana9 baik berupa keluarga, organisasi sosial dan masyarakat lokal. $ekanisme ini dikenal sebagai mekanisme penanggulangan bencana secara alamaiah. $ekanisme eksternal adalah penangulangan bencana di luar unsur* unsur mekanisme internal tersebut.

$anajemen risiko bencana di Indonesia dilaksanakan dengan pendekatan kon'ensional dan dilakukan dengan mekanisme eksternal. Rencana kegiatan  penanggulangan bencana "pada tahap*tahap pre'ensi, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, rehabilitasi, rekontruksi# yang tertuang pada keputusan $enko Kesra, memposisikan masyarakat sebagai obyek. Kurang terlihat upaya penguatan masyarakat upaya mengurangi tingkat kerentanan. endukung pelaksanaan kegiatan tidak melibatkan masyarakat lokal dan tidak memperhatikan potensi masyarakat 0korban1. :ika dicermati lebih jauh lagi, perlengkapan 0baku1 dalam kegiatan manajemen terdiri dari perlengkapan operasional yang mungkin 0aneh1  buat masyarakat.

!etelah otonomi, adalah kewajiban pemerintah daerah dan kita untuk  membuat masyarakatnya yang rentan lebih berkapasitas. ;ujuan akhirnya, membuat mereka mampu mengatasi semua ancaman agar tidak menjadi bencana. Kita tentu percaya, kapasitas masyarakat yang kuat akan menempatkan ancaman

(4)

tetap sebagai ancaman9 tidak sebagai bencana. %ukan sebaliknya, meninggalkan mereka, menisbikan keberadaan mereka, karena tidak sesuai dengan keinginan kita. $anajemen risiko bencana ini perlu dilakukan dengan mekanisme internal, yaitu mendudukkan masarakat sebagai subyek. $anajemen ini tidak  menempatkan masyarakat pada posisi lemah, bodoh dan salah, nampaknya menjadi suatu kebutuhan. ;antangannya adalah bagaimana memulai melakukan  pengalihan keterampilan penelitian dan perencanaan itu<

$etoda partisipatif merupakan salah satu pendekatan yang dapat dilakukan untuk mendukung mekanisme internal. 5sas yang melandasi mekanisme ini adalah 0pemberdayaan1, yaitu memperhatikan kapasitas awal masyarakat dan kegiatan dibangun untuk masyarakat agar dapat mengembangkan kapasitasnya sendiri. 7ujud nyata dari asas ini adalah perlunya lembaga*lembaga pemerintah, lembaga swasta dan lembaga swadaya masyarakat mendukung proses peningkatan kapasitas "sekaligus merupakan upaya mengurangi kerentanan# yang ada dengan sepenuh hati.

1.2 Rumusan Masalah

1. 5pa yang dimaksud dengan analisis resiko kesehatan pada penanganan  bencana <

2. 5pa tujuan analisis resiko kesehatan pada penanganan bencana <

3. %agaimana cara penilaian resiko kesehatan pada penanganan bencana < 1.3 Tujuan

. $engetahui analisis resiko kesehatan pada penanganan bencana.

. $engetahui tujuan analisis resiko kesehatan pada penanganan bencana. =. $engetahui cara penilaian resiko kesehatan pada penanganan bencana.

(5)

BAB II

II

2.1 Pengert!an

5nalisis resiko adalah proses penilaian terhadap resiko yang telah teridentifikasi, dalam rangka mengestimasi kemungkinan munculnya dan besaran dampaknya, untuk menetapkan le'el atau status resikonya. !tatus resiko biasanya disajikan dalam bentuk tabel.

Risiko bencana adalah potensi kerugian yang dinyatakan dalam hidup, status kesehatan,mata pencaharian, aset dan jasa, yang dapat terjadi pada suatu komunitas tertentu ataumasyarakat dalam suatu kurun waktu tertentu "2NI!/R, >>-#. Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana  pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat.

/efinisi risiko bencana mencerminkan konsep bencana sebagai hasil dari hadirnya risiko secara terus menerus. Risiko bencana terdiri dari berbagai jenis  potensi kerugian yang sering sulit untuk diukur.Namun demikian, dengan  pengetahuan tentang bahaya, pola populasi, dan pembangunansosial*ekonomi,

risiko bencana dapat dinilai dan dipetakan, setidaknya dalam arti luas.

2.2 Tujuan Anal!s!s Res!k"

5nalisis resiko bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur resiko  bencana, memisahkan resiko & resiko kecil "yang dapat diterima# dengan resiko & 

resiko besar, dan menyiapkan data sebagai bantuan dalam menge'aluasi dan merumuskan pengendalian terhadap resiko bencana. 5nalisis resiko mencakup  penentuan kemungkinan "probabilitas# dan dampak dari resiko.

$elalui analisis resiko, instansi pemerintah dapat menentukan dampak resiko terhadap pencapaian tujuan, tingkat resiko yang dapat diterima, dan prioritas resiko yang perlu ditangani dengan kegiatan pengendalian.

(6)

2.3 Pen!la!an Res!k" Ben#ana

2ntuk menyusun prioritas risiko bencana yang mungkin terjadi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berdasarkan penjumlahan nilai bahaya, kerentanan dan manajemen serta berdasarkan pertemuan faktor ancaman bencana dan kerentanan masyarakat.

2.3.1 Ber$asarkan Penjumlahan N!la! Baha%a& 'erentanan $an Manajemen

enjumlahan nilai karakteristik bahaya, kerentanan bencana dan manajemen bencana akan menghasilkan nilai ancaman)bencana. !uatu bencana yang menghasilkan nilai acaman)bencana tertinggi merupakan bencana yang harus diprioritaskan dalam suatu penanganan bencana.

Langkah*langkah yang dapat kita lakukan untuk menentukan penilaian risiko diantaranya adalah pembuatan peta rawan, menetapkan jenis bahaya, menetapkan 'ariabel, penetapan cara penilaian, membuat matriks penilaian, melakukan penilaian dan menetapkan hasil penilaian.

a. Pem(uatan Peta Ra)an 1. 5ncaman

* $elengkapi peta topografi "kota, sungai, danau, gunung  berapi, penambangan, pabrik, industry, dll#

* In'entarisasi ancaman "banjir, gunung meletus, longsor, kebocoran pipa, kecelakaan, transportasi, dll#

2. Kerentanan

$elengkapi peta rawan ancaman dengan kerentanan masyarakat( * /ata demografi "jumlah bayi, balita, dll#

* !arana dan prasarana kesehatan "dokter, perawat, bidan, dll# * /ata cakupan ?5NKE! "imunisasi, KI5, gi4i, dll#

(. Peneta+an ,en!s Baha%a

enetapan jenis bahaya merupakan pengelompokan jenis bahaya yang dapat dikelompokkan sebagai berikut (

. ;sunami . @empa bumi

=. Letusan gunung berapi A. 5ngin uyuh

B. %anjir  

C. ;anah longsor  D. Kebakaran hutan 8. Kekeringan

(7)

-. KL% penyakit menular 

>. Kecelakaan transportasi atau industry . Konflik dengan kekerasan

#. Peneta+an -ar!a(el 1. Karakteristik %ahaya

* rekuensi

!uatu bahaya)ancaman seberapa sering terjadi * Intensitas

/iukur dari kekuatan dan kecepatan secara kuantitatif)kualitatif 

* /ampak 

engukuran seberapa besar akibat terhadap kehidupan rutin keluasan

* Keluasan

Luasnya daerah yang terkena * Komponen uluran waktu

Rentang waktu peringatan gejala awal*hingga terjadinya dan lamanya proses bencana berlangsung

2. Kerentanan * isik 

Kekuatan struktur bangunan fisik "lokasi, bentuk, material, kontruksi, pemeliharaannya#, dan system transportasi dan telekomunikasi "akses jalan, sarana angkutan, jaringan komunikasi, dll#

* !osial

$eliputi unsure demografi "proporsi kelompok rentan, status kesehatan, budaya, status sosek, dll#

* Ekonomi

$eliputi dampak primer "kerugian langsung# dan sekunder  "tidak langsung#

3. $anajemen * Kebijakan

;elah ada)tidaknya kebijakkan, peraturan perundangan, erda, rotap,dll tentang penanggulangan bencana

* Kesiapsiagaan

;elah ada)tidaknya system peringatan dini, rencana tindak  lanjut termasuk pembiayaan

* eran serta masyarakat

$eliputi kesadaran dan kepedulian masyarakat akan bencana $. Peneta+an ara Pen!la!an

(8)

. enilaian sesuai dengan kelompok 'ariable =. %erdasarkan data, pengalaman dan taksiran A. !aling terkait satu sama lain

B. Nilai berkisar antara  sampai =  F risiko terendah

 F risiko sedang = F risiko tertinggi

C. 2ntuk penilaian manajemen dinilai dengan skala yang  berbalik 

 F kemampuan tinggi  F kemampuan sedang = F kemampuan rendah

e. Mem(uat Matr!ks Pen!la!an

 No G5RI5%EL @E$5 %2$I %5N:IR KER2!2H5N dst  %5H5?5 * rekuensi * Intensitas * /ampak * Keluasan * 2luran 7aktu ;otal  KEREN;5N5N * isik   * !osial * Ekonomi ;otal = $5N5:E$EN * Kebijakan * Kesiapsiagaan * !$ ;otal  NIL5I

/. Melakukan Pen!la!an $an Meneta+kan Has!l Pen!la!an

. $asing*masing komponen yangada di beri nilai untuk masing*masing  jenis bahaya

. Kemudian nilai tersebut dijumlahkan

* Karakteristik bahaya, nilai dijumlah * Kerentanan, nilai dijumlah

* $anajemen, nilai dijumlah

=. !etelah didapat nilai masing*masing 'ariable, kemudian nilai tersebut dijumlahkan

(9)

A. 5ncaman)bencana "e'ent# dengan nilai tertinggi merupakan yang harus diprioritaskan

2.3.2 Ber$asarkan Pertemuan 0akt"r An#aman Ben#ana $an 'erentanan Mas%arakat

ertemuan dari faktor*faktor ancaman bencana)bahaya dan kerentanan masyarakat, akan dapat memposisikan masyarakat dan daerah yang bersangkutan  pada tingkatan risiko yang berbeda. Hubungan antara ancaman bahaya,

kerentanan dan kemampuan dapat dituliskan dengan persamaan berikut(

!emakin tinggi ancaman bahaya di suatu daerah, maka semakin tinggi risiko daerah tersebut terkena bencana. /emikian pula semakin tinggi tingkat kerentanan masayarakat atau penduduk, maka semakin tinggi pula tingkat risikonya. ;etapi sebaliknya, semakin tinggi tingkat kemampuan masyarakat, maka semakin kecil risiko yang dihadapinya.

/engan menggunakan perhitungan analisis risiko dapat ditentukan tingkat  besaran risiko yang dihadapi oleh daerah yang bersangkutan.

!ebagai langkah sederhana untuk pengkajian risiko adalah pengenalan  bahaya)ancaman di daerah yang bersangkutan. !emua bahaya)ancaman tersebut diin'entarisasi, kemudian di perkirakan kemungkinan terjadinya "probabilitasnya# dengan rincian (

 J B ( asti "hampir dipastikan 8> * --#.

J A ( Kemungkinan besar "C> & 8> terjadi tahun depan, atau sekali dalam > tahun mendatang#

J = ( Kemungkinan terjadi "A>*C> terjadi tahun depan, atau sekali dalam >> tahun#

J  ( Kemungkinan Kecil "> & A> dalam >> tahun# J  ( Kemungkian sangat kecil "hingga >#

:ika probabilitas di atas dilengkapi dengan perkiraan dampaknya apabila  bencana itu memang terjadi dengan pertimbangan faktor dampak antara lain(

J jumlah korban9

(10)

J kerugian harta benda9

J kerusakan prasarana dan sarana9

J cakupan luas wilayah yang terkena bencana9 J dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan,

maka, jika dampak inipun diberi bobot sebagai berikut(

J B ( !angat arah "8> * -- wilayah hancur dan lumpuh total# J A ( arah "C> & 8> wilayah hancur#

J = ( !edang "A> * C>  wilayah terkena berusak# J  ( Ringan "> & A> wilayah yang rusak#

J  ( !angat Ringan "kurang dari > wilayah rusak# $aka akan di dapat tabel sebagaimana contoh di bawah ini (

 N 3

:ENI! 5N+5$5N %5H5?5 R3%5%ILI;5! /5$5K  

 @empa %umi /iikuti ;sunami  B

 ;anahLongsor B 

= %anjir A =

A Kekeringan = 

B 5ngin uting %eliung  

@ambaran potensi ancaman di atas dapat ditampilkan dengan model lain dengan tiga warna berbeda yang sekaligus dapat menggambarkan prioritas seperti berikut(

M

%erdasarkan matriks diatas kita dapat memprioritaskan jenis ancaman bahaya yang perlu ditangani.

(11)

5ncaman dinilai tingkat bahayanya dengan skala "=*# * %ahaya)ancaman tinggi nilai = "merah# * %ahaya)ancaman sedang nilai  * %ahaya)ancaman rendah nilai 

BAB III

PENUTUP

3.1 'es!m+ulan

5nalisis resiko adalah proses penilaian terhadap resiko yang telah teridentifikasi, dalam rangka mengestimasi kemungkinan munculnya dan besaran dampaknya, untuk menetapkan le'el atau status resikonya.

Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit,  jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta,

dan gangguan kegiatan masyarakat.

5nalisis resiko bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengukur resiko  bencana, memisahkan resiko & resiko kecil "yang dapat diterima# dengan resiko & 

resiko besar, dan menyiapkan data sebagai bantuan dalam menge'aluasi dan merumuskan pengendalian terhadap resiko bencana. 5nalisis resiko mencakup  penentuan kemungkinan "probabilitas# dan dampak dari resiko.

2ntuk menyusun prioritas risiko bencana yang mungkin terjadi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu berdasarkan penjumlahan nilai bahaya, kerentanan dan manajemen serta berdasarkan pertemuan faktor ancaman bencana dan kerentanan masyarakat.

(12)

DA0TAR PUTA'A

.   https://petrasawacana.wordpress.com/2011/02/21/analisa-risiko-bencana-dan-pengurangan-risiko-bencana/

Referensi

Dokumen terkait

Selain berkurangnya ketakutan akan hal yang tidak nyata, penulis juga berharap karakter tersebut dapat menjadi media hiburan dalam hal horor karena di Indonesia masih sangat

Berdasarkan permasalahan, maka tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk mengetahui strategi yang dilakukan guru dalam menerapkan pembelajaran nyanyian Kakor Lalong pada siswa

Data nilai karakter diperoleh dari hasil lembar observasi dalam tiga pertemuan mengalami kenaikan, selengkapnya dapat dilihat pada gambar 2.. Data yang diperoleh dihitung

Setelah membuat Keputusan Rekapitulasi, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bandung kemudian membuat Keputusan mengenai Pasangan Calon Terpilih Kepala Daerah dan Wakil Kepala

Rimo International Lestari (RIMO) melalui entitas anak perusahaan yang dimiliki 90% PT Matahari Pontianak Indah Mal telah melakukan akuisisi sebesar 90% saham dalam PT

Pasal 4 UU 41/1999 tentang Kehutanan berbunyi: (1) Semua hutan di dalam wilayah Republik Indonesia termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara

Kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan security awareness bagi pegawai UPBU Ranai-Natuna berjalan dengan baik dan berhasil mencapai tujuan pelatihan,

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan