Inovasi, Teknologi Informasi dan Kinerja Organisasi
Inovasi, Teknologi Informasi dan Kinerja Organisasi
Oleh:
Oleh: Mas Wigrantoro Roes Setiyadi *)Mas Wigrantoro Roes Setiyadi *)
Abstrak
Abstrak
Pape
Paper r ini ini menymenyajikajikan an kajikajian an teorteoretietis s hubuhubungan ngan dan dan pengpengaruh aruh antaantara ra inovinovasi,asi, te
teknknoloologi gi infinformormasasi i dan dan kikinernerja ja ororganganisaisasi. si. InInovaovasi si didiperperlulukan kan untuntuk uk menmendukdukung ung kel
kelestaestarian rian orgaorganisanisasi. si. TeknTeknologologi i InfInformasormasi i dapadapat t dimadimasukksukkan an sebasebagai gai sarasarana na daladalamm menj
menjalanalankan kan strastrategi tegi inovinovasi. asi. HubuHubungan ngan antaantara ra kedukeduanya anya dan dan pengpengaruharuhnya nya terhterhadapadap kinerja organisasi ternyata tidak selalu linier.
kinerja organisasi ternyata tidak selalu linier.
Inovasi
Inovasi
Sukses bisnis di abad milenium ditentukan oleh inovasi (Hammel, 1999). Inovasi Sukses bisnis di abad milenium ditentukan oleh inovasi (Hammel, 1999). Inovasi diartikan sebagai proses di dalam organisasi untuk memanfaatkan ketrampilan dan sumber diartikan sebagai proses di dalam organisasi untuk memanfaatkan ketrampilan dan sumber daya untuk mengembangkan produk dan atau jasa baru atau untuk membangun sistem daya untuk mengembangkan produk dan atau jasa baru atau untuk membangun sistem produksi dan operasional baru sehingga mampu menjawab kebutuhan pelanggan (Jones, produksi dan operasional baru sehingga mampu menjawab kebutuhan pelanggan (Jones,
200
2004). 4). InoInovasvasi i dapdapat at menmenghaghasilsilkan kan susuksekses s lualuar r biabiasa sa bagbagi i perperusausahaahaan. n. InoInovasvasi i padpadaa das
dasarnarnya ya berberkenkenaan aan dendengan gan perperubaubahanhan, , selselain ain itu itu jugjuga a berberkaikaitan tan dendengan gan resresiko iko karkarenaena seringkali inovasi merupakan luaran aktivitas penelitian dan pengembangan yang hasilnya seringkali inovasi merupakan luaran aktivitas penelitian dan pengembangan yang hasilnya tidak dapat dipastikan
tidak dapat dipastikan.. Inovasi diawali dengan ide kreatif. Ide kreatif ini tidak selalu harusInovasi diawali dengan ide kreatif. Ide kreatif ini tidak selalu harus be
beruprupa a upaupaya ya penpenemuemuan an atau atau ataatau u penpencapcapaian aian sessesuatuatu u yanyang g “be“besarsar” ” namnamun un dapdapat at jugjugaa berwujud upaya perubahan kecil untuk memperbaiki praktek
berwujud upaya perubahan kecil untuk memperbaiki praktek yang sedang berlaku.yang sedang berlaku. Su
Suatatu u peperurusasahahaan an titidadak k dadapapat t bebertartahahan n tatanpnpa a ininovovasasi. i. TaTanpnpa a ininovovasasi, i, nanasisibb perusahaan ditentukan oleh pertanyaan apakah akhir dari perusahaan akan terjadi dengan perusahaan ditentukan oleh pertanyaan apakah akhir dari perusahaan akan terjadi dengan tiba-tiba karena pesaing datang dengan inovasi yang radikal atau akhir tersebut terjadi saat tiba-tiba karena pesaing datang dengan inovasi yang radikal atau akhir tersebut terjadi saat p
peruerusasahahaan an peperlrlahahanan-la-lahahan n memengngalaalami mi kekemumundndururanan. . DeDengngan an memelalakukukakan n ininovovasasi,i, perusahaan dapat menentukan kembali industrinya, menciptakan yang baru, dan mencapai perusahaan dapat menentukan kembali industrinya, menciptakan yang baru, dan mencapai posisi sebagai pemimpin yang dapat mendikte aturan main dalam persaingan.
posisi sebagai pemimpin yang dapat mendikte aturan main dalam persaingan.
Ruang Lingkup Inovasi Ruang Lingkup Inovasi
Menurut Peter Drucker (1993), inovasi adalah usaha untuk menciptakan perubahan Menurut Peter Drucker (1993), inovasi adalah usaha untuk menciptakan perubahan dalam perekonomian perusahaan atau potensi sosial. Pernyataan tersebut sesuai dengan dalam perekonomian perusahaan atau potensi sosial. Pernyataan tersebut sesuai dengan po
posissisi i inoinovasvasi i sebsebagaagai i ageagen n perperubaubahan han dan dan perperalaalatan tan penpentinting g bagbagi i setsetiap iap pempemimpimpinin perusahaan. Setiap perusahaan memiliki kombinasi yang berbeda dalam strategi inovasi, perusahaan. Setiap perusahaan memiliki kombinasi yang berbeda dalam strategi inovasi,
organ
sumber daya yang terbatas, dibutuhkan kemampuan untuk tetap terfokus pada upaya inovasi sumber daya yang terbatas, dibutuhkan kemampuan untuk tetap terfokus pada upaya inovasi yang membutuhkan banyak perhatian.
yang membutuhkan banyak perhatian. Inova
Inovasi si mencipmenciptakan takan suatu perubahasuatu perubahan n yang dilakukan dengan yang dilakukan dengan sengsengaja aja sehinsehinggagga pe
perusrusahaahan n tetatetap p mammampu pu memmemperpertahtahankankan an ekseksististensensinyinya. a. UntUntuk uk dapdapat at berbersaisaing ng dendengangan efektif, perusahaan harus memiliki inovasi: tidak hanya sekali, tapi secara terus menerus, efektif, perusahaan harus memiliki inovasi: tidak hanya sekali, tapi secara terus menerus, dalam seluruh proses menghasikan produk, pelayanan. Inovasi yang memberi keuntungan dalam seluruh proses menghasikan produk, pelayanan. Inovasi yang memberi keuntungan tidak datang begitu saja. Inovasi harus dilaksanakan, dikelola, dan diukur, sementara itu tidak datang begitu saja. Inovasi harus dilaksanakan, dikelola, dan diukur, sementara itu hanya sedikit perusahaan yang dapat melakukannya dengan baik. Persoalan yang sering hanya sedikit perusahaan yang dapat melakukannya dengan baik. Persoalan yang sering dihadapi antara lain bagaimana menentukan strategi dan struktur organisasi yang efektif dihadapi antara lain bagaimana menentukan strategi dan struktur organisasi yang efektif unt
untuk uk inoinovasvasi, i, menmengelgelola ola inoinovasvasi i agaagar r leblebih ih berberhashasil, il, menmendordorong ong tim tim untuntuk uk majmaju, u, dandan menanamkan metrik melalui setiap fase dari proses inovasi.
menanamkan metrik melalui setiap fase dari proses inovasi.
Davila et all (2006) memberikan tiga perspektif penting bagi manajer senior. Davila et all (2006) memberikan tiga perspektif penting bagi manajer senior. 1
1.. IInnoovvaassii, , mmeerruuppaakkaan n pprroossees s ppeennggeelloollaaaan n yyaanng g mmeemmbbuuttuuhhkkaan n ppeerraallaattaann spe
spesifsifik, ik, atuaturan ran dan dan kedkedisiisipliplinannan. . EksEksekuekutif tif perperususahaahaan an biabiasansanya ya menmengelgeluh uh bahbahwawa mer
mereka eka tidtidak ak dapdapat at menmenyelyelesaesaikaikan n inoinovasvasi i daldalam am orgorganianisassasinyinya. a. GunGuna a memmembanbantutu eksek
eksekutif perlu utif perlu diberdiberikan kerangka, proses formal ikan kerangka, proses formal dan peralatan yang dan peralatan yang dapat digunakdapat digunakanan untuk mengembangkan inovasi.
untuk mengembangkan inovasi. 2
2.. IInnoovvaassi i mmeemmbbuuttuuhhkkaan n ppeenngguukkuurraan n ddaan n ddoorroonnggaan n uunnttuuk k mmeemmbbeerriikkaan n hhaassiill yang
yang besar secabesar secara terus menerura terus menerus. Banyak perus. Banyak perusahaan mensahaan mengukugukur hal yang salah danr hal yang salah dan me
membmbererikikan an dodororongngan an teterhrhadadap ap titindndakakan an yayang ng memerurusasak k sisiststem em dadan n prprososes es yayangng mendukung inovasi. Oleh karena itu
mendukung inovasi. Oleh karena itu diperlukan pedoman guna menunjukkan bagaimanadiperlukan pedoman guna menunjukkan bagaimana menggunakan metrik dan dorongan untuk mengelola setiap segi inovasi pada setiap menggunakan metrik dan dorongan untuk mengelola setiap segi inovasi pada setiap perusahaan.
perusahaan. 3
3.. PPeerurussaahhaaaan dn daappaat met menngggguunnaakkan ian innoovvaassi ui unnttuuk mk menenddeeffiinniissiikkaan un ullaanng sug suaattuu industri dengan menerapkan kombinasi inovasi model bisnis dan teknologi. Untuk itu industri dengan menerapkan kombinasi inovasi model bisnis dan teknologi. Untuk itu p
perlerlu u pepedodomaman n babagagaimimanana a memengnginintetegragrasisikakan n peperurubabahahan n momodedel l peperurusasahahaan an dadann tekno
teknologi logi untuuntuk k menenmenentukan kembali tukan kembali lingklingkungan persaingan dalam ungan persaingan dalam indusindustri. tri. BanyaBanyak k perusahaan yang lebih baik dari perusahaan lainnya, tetapi hanya sedikit yang memiliki perusahaan yang lebih baik dari perusahaan lainnya, tetapi hanya sedikit yang memiliki
kemampuan mengintegrasikan inovasi model perusahaan dan teknologi. kemampuan mengintegrasikan inovasi model perusahaan dan teknologi.
Bagi beberapa perusahaan, inovasi tidak
Bagi beberapa perusahaan, inovasi tidak hanya mewakili peluang untuk berkembanghanya mewakili peluang untuk berkembang dan
dan bertahbertahan an tetaptetapi i juga peluang juga peluang untuuntuk k mempemempengarungaruhi hi kepemkepemimpinimpinan an indusindustri. tri. InovaInovasisi bu
bukan kan hanhanya ya sebsebagaagai i alat alat daldalam am paspasar ar perpersaisaingangan. n. InoInovasvasi i yanyang g ungunggul gul memmemberberikaikann peluang bagi perusahaan untuk berkembang lebih cepat, lebih baik dan lebih
peluang bagi perusahaan untuk berkembang lebih cepat, lebih baik dan lebih smart smart daridari pesaingnya dan akhirnya dapat mempengaruhi kepemimpinan industri.
Manfaat Inovasi Manfaat Inovasi
Secara umum dapat dikatakan bahwa Inovasi merupakan suatu hal yang penting Secara umum dapat dikatakan bahwa Inovasi merupakan suatu hal yang penting untuk dapat terus meraih keberhasilan. Inovasi melindungi asset perusahaan dari pengikisan untuk dapat terus meraih keberhasilan. Inovasi melindungi asset perusahaan dari pengikisan pasar. Inovasi merupakan bagian dari integrasi perusahaan sehingga harus dikelola. Hanya pasar. Inovasi merupakan bagian dari integrasi perusahaan sehingga harus dikelola. Hanya sedikit perusahaan yang memiliki diagnosa efektif untuk keseluruhan aktivitas inovasinya. sedikit perusahaan yang memiliki diagnosa efektif untuk keseluruhan aktivitas inovasinya. Tanpa diagnosa inovasi yang kuat, sulit untuk mengetahui
Tanpa diagnosa inovasi yang kuat, sulit untuk mengetahui bagaimana memulai inovasi.bagaimana memulai inovasi. Pro
Proses ses inoinovasvasi i yanyang g berberlanlangsugsung ng tantanpa pa melmelihaihat t diadiagnognosansanya, ya, akaakan n sulsulit it untuntuk uk memisahkan gejala permasalahan dari penyebabnya. Untuk memperoleh hasil yang terbaik memisahkan gejala permasalahan dari penyebabnya. Untuk memperoleh hasil yang terbaik dari inovasi dalam perusahaan, kunci keberhasilannya yaitu dengan menyelaraskan CEO dari inovasi dalam perusahaan, kunci keberhasilannya yaitu dengan menyelaraskan CEO dan tim manajemen senior untuk melakukan hal-hal berikut:
dan tim manajemen senior untuk melakukan hal-hal berikut: 1.
1. MeMendndesesak ak kekepepemimimpmpininan an yayang ng kukuat at dadalalam m ststraratetegi gi ininovovasasi i dadan n kekepupututusasann portofolio. Kepemimpinan yang jelas dari atas organisasi meresap melalui organisasi portofolio. Kepemimpinan yang jelas dari atas organisasi meresap melalui organisasi
menuju motivasi, dukunganm dan penghargaan yang dapat meningkatkan inovasi. menuju motivasi, dukunganm dan penghargaan yang dapat meningkatkan inovasi. 2.
2. MenMengingintegtegrasrasikaikan inovn inovasi ke daasi ke dalam melam mentantalitalitass basic businessbasic business perusahaan. Inovasiperusahaan. Inovasi tid
tidak ak dapdapat at dipdiperoeroleh leh begbegitu itu sajsaja, a, tettetapi api harharus us diidiintentegragrasiksikan an daldalam am setsetiap iap kegkegiatiatanan operasi perusahaan.
operasi perusahaan. 3.
3. MenMenyeyesusuaiaikakan n ininovovasasi i dedengngan an kekegigiataatan n dadan n srsratategegi i peperurusasahahaanan. . BiBisa sa atatau au titidadak k inovasi menjadi kunci sukses dalam seluruh strategi perusahaan, tetap harus ditentukan inovasi menjadi kunci sukses dalam seluruh strategi perusahaan, tetap harus ditentukan jenis dan jumlah inovasi yang dibutuhkan untuk mendukung strategi perusahaan.
jenis dan jumlah inovasi yang dibutuhkan untuk mendukung strategi perusahaan. 4.
4. MenMengelgelola teganola tegangan antagan antara ra krekreatiativitvitas dan as dan nilnilai ai yanyang g dipdiperoerolehleh. . KreKreativativitaitas s tantanpapa kemampuan untuk mengubahnya menjadi keuntungan tidak bisa menopang perusahaan kemampuan untuk mengubahnya menjadi keuntungan tidak bisa menopang perusahaan dan keuntungan tanpa kreativitas merupakan penghargaaan dalam jangka pendek.
dan keuntungan tanpa kreativitas merupakan penghargaaan dalam jangka pendek. 5.
5. MenetraMenetralkan penglkan pengerusakerusakan organian organisasi. Inosasi. Inovasi mengvasi mengharusharuskan perubkan perubahan, peruahan, perubahanbahan mendorong ketegasan aturan rutinitas dan
mendorong ketegasan aturan rutinitas dan cultural cultural yang menghalangi perubahan.yang menghalangi perubahan. 6.
6. MenMengengenali bahwa unit dasaali bahwa unit dasar r inoinovasvasi i mermerupaupakan suatkan suatu u jarijaringangan n yanyang g memmemasuasukkakkann orang dan peng
orang dan pengetahuetahuan an di dalam dan di luar organisasdi dalam dan di luar organisasi, organisi, organisasi yang suksasi yang sukses dapates dapat menyatukan setiap bagian sumber daya
menyatukan setiap bagian sumber daya di dalamnya dengan seimbang.di dalamnya dengan seimbang. 7.
7. MenMenciciptptakakan an memetrtrik ik yayang ng bebenanar r dadan n memengnghahargrgai ai ininovovasasi. i. KeKebeberhrhasasililan an dadalalamm in
inovovasasi i titidadak k akakan an dadapapat t didirairaih h jijika ka inindidivividu du di di dadalamlamnynya a titidadak k memendndapapatatkakann penghargaan yang pantas atas kreativitasnya.
Kendala Inovasi Kendala Inovasi
Stru
Struktuktur r orgorganianisassasi i terterkadkadang ang menmenjadjadi i kenkendaldala a daldalam am inoinovasvasi. i. Tim Tim R&D R&D dapdapatat mengembangkan suatu produk namun unit perusahaan mungkin tidak ingin menjualnya mengembangkan suatu produk namun unit perusahaan mungkin tidak ingin menjualnya kar
karena ena mermereka eka tidtidak ak melmelihaihat t kelkelebiebihan han dardari i proproduk tersebduk tersebut. ut. Tim Tim R&D R&D sersering tidak ing tidak memperoleh dana untuk dapat memberikan hasil yang baik sebagai bentuk pengembangan memperoleh dana untuk dapat memberikan hasil yang baik sebagai bentuk pengembangan dar
dari i proprodukduk. . OrgOrganianisassasi i sehseharuarusnysnya a dapdapat at memmemberberikaikan n ukuukuranran, , motmotivaivasi, si, insinsententif if dandan penghargaan yang pantas dan lingkungan yang memadai untuk membantu perkembangan penghargaan yang pantas dan lingkungan yang memadai untuk membantu perkembangan
inov
inovasi asi yang disesuaikyang disesuaikan an dengdengan an stratestrateginyaginya. . HambatHambatan an interninternal al yang yang serinseringkali dihadapigkali dihadapi dal
dalam am upaupaya ya inoinovasvasi i antantara ara lailain: n: strstruktuktur ur orgorganianisassasi i yanyang g padpadat at ((dense)dense), , keterbketerbatasanatasan sumb
sumber er daya, keengganadaya, keengganan n untuk mendelegasuntuk mendelegasikan ikan kewenkewenanganangan, , dan dan tingktingkat at pemerpemeriksaaniksaan internal yang tinggi.
internal yang tinggi. Dari
Dari fakfaktor tor ekseksterternal nal upaupaya ya inoinovasvasi i dapdapat at gaggagal al karkarena ena berberbagbagai ai alasalasan an (Ro(Rogerger,, 1995) antara lain: apakah masyarakat melihatnya sebagai suatu peningkatan dari yang sudah 1995) antara lain: apakah masyarakat melihatnya sebagai suatu peningkatan dari yang sudah ada (
ada (relative advantagerelative advantage); apakah inovasi konsisten dengan sistem nilai (); apakah inovasi konsisten dengan sistem nilai (value system)value system),, pengalaman dan kebutuhan masyarakat yang diharapkan menggunakannya (
pengalaman dan kebutuhan masyarakat yang diharapkan menggunakannya (compatibilitycompatibility);); ak
akanankakah h pepengngguguna na popotentensisial al mumudadah h mememamahahami mi dadan n mememamanfnfaaaatktkan an kakaryrya a ininovovasasii ((complexitycomplexity); dapatkah masyarakat mencobanya dengan aman sebelum memutuskan untuk ); dapatkah masyarakat mencobanya dengan aman sebelum memutuskan untuk meng
menggunakgunakannya annya ((trialabilitytrialability); ); dadan n sesebeberaprapa a mumudadah h babagi gi mamasysyaraarakakat t ununtutuk k memelilihahatt hasilnya (
hasilnya (observabilityobservability).). In
Inovovasasi i bubukakan n memerurupapakakan n cacadadangngan an babagi gi peperurusasahahaanan. . InInovovasasi i memerurupapakakann manajemen yang baik; bagaimana perusahaan menentukan inovasi yang akan dilakukan. manajemen yang baik; bagaimana perusahaan menentukan inovasi yang akan dilakukan. Setiap proses inovasi perusahaan adalah unik. Apapun yang diciptakan perusahaan dalam Setiap proses inovasi perusahaan adalah unik. Apapun yang diciptakan perusahaan dalam ino
inovasvasi, i, perpertumtumbuhbuhan an perperusausahaahaan n dan dan kepkepemiemimpimpinan nan indindustustri ri akaakan n ditditententukaukan n oleolehh bagaimana bagian-bagian yang berbeda dirangkaikan dan bagaimana mereka dapat bekerja bagaimana bagian-bagian yang berbeda dirangkaikan dan bagaimana mereka dapat bekerja
sama. sama.
Inova
Inovasi si bukabukan n hanya sekedar hanya sekedar kemajukemajuan an teknoteknologi, tetapi logi, tetapi perpadperpaduan uan peninpeningkatangkatan te
teknknolologogi i dedengngan an momodedel l bibisnsnisis. . NiNick ck DoDononoririo, o, PePemimimpmpin in kekelolompmpok ok ililmumuan an IBIBM,M, mengatakan, “inovasi sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu nilai dari pertemuan mengatakan, “inovasi sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu nilai dari pertemuan perusahaan dengan teknologi. Kita harus memiliki pandangan baru dan melakukan hal yang perusahaan dengan teknologi. Kita harus memiliki pandangan baru dan melakukan hal yang berbeda. Kita tidak bisa
berbeda. Kita tidak bisa hanya mengandalkan suatu penemuan atau teknologi untuk menjadihanya mengandalkan suatu penemuan atau teknologi untuk menjadi sukses.”
sukses.”
Banya
Banyak k yang beranggapyang beranggapan an bahwbahwa a pengpengelolaan inovasi yang elolaan inovasi yang berhasberhasil il merupmerupakanakan suatu kesalahan. Hal yang benar mengenai inovasi telah disalah-tempatkan, diubah, atau suatu kesalahan. Hal yang benar mengenai inovasi telah disalah-tempatkan, diubah, atau
di
disasalalah-ah-artrtikikanan. . Hal Hal inini i bubukakan n beberararti rti memengngatatakakan an babahwhwa a ororgaganinisasasi si titidadak k ininovovatatif,if, wal
walaupaupun un banbanyak yak yanyang g demdemikiikian. an. NamNamun un bagbagaimaimana ana dan dan menmengapgapa a perperusausahaahaan n yanyangg in
inovovatatif if sasangngat at beberbrbededa a dadari ri apapa a yayang ng didipipikikirkrkan an ololeh eh babanynyak ak mamananajerjer. . BeBeririkukut t ininii menunjukkan kebalikan dari pandangan umum mengenai inovasi.
menunjukkan kebalikan dari pandangan umum mengenai inovasi. •
• InoInovasvasi i tidtidak ak memmembutbutukkukkan an perperubaubahan han di di daldalam am perperusausahaahaan.n. ApApa a yayangng dibut
dibutuhkan adalah pemikiran perbaikan proses manajemeuhkan adalah pemikiran perbaikan proses manajemen n yang kuat yang kuat dan suatudan suatu organisasi yang mendapakan sesuatu yang telah selesai.
organisasi yang mendapakan sesuatu yang telah selesai.
•
• Inovasi bukan kimia, dengan transformasi yang membingungkan.Inovasi bukan kimia, dengan transformasi yang membingungkan. Inovasi lebihInovasi lebih seperti bangunan dasar dan mengerjakan fungsi perusahaan yang lain.
seperti bangunan dasar dan mengerjakan fungsi perusahaan yang lain.
•
• InoInovasvasi i tidtidak ak menmengugutamtamakaakan n krekreatiatifitfitas as dandan crecreatiative ve culculturturee.. Banyak Banyak perusahaan menemukan bahwa meningkatkan ide bagus menjadi ide yang hebat perusahaan menemukan bahwa meningkatkan ide bagus menjadi ide yang hebat merupakan hal yang mudah; Hal yang sulit adalah memilih ide yang benar dan merupakan hal yang mudah; Hal yang sulit adalah memilih ide yang benar dan mengimplentasikannya.
mengimplentasikannya.
•
• Inovasi tidak hanya proses dan tingkatan peralatan.Inovasi tidak hanya proses dan tingkatan peralatan. Keduanya diperhitungkan,Keduanya diperhitungkan, tapi jika hanya peralatan dan proses maka tidak efektif. Keduanya harus dipadukan tapi jika hanya peralatan dan proses maka tidak efektif. Keduanya harus dipadukan dengan organisasi, metrik, dan penghargaan sehingga dapat
dengan organisasi, metrik, dan penghargaan sehingga dapat berhasil.berhasil.
•
• Inovasi tidak terfokus pada teknologi baru.Inovasi tidak terfokus pada teknologi baru. Pengembangan model perusahaanPengembangan model perusahaan dan strategi baru walaupun sedikit merupakan hal yang penting.
dan strategi baru walaupun sedikit merupakan hal yang penting.
•
• Inovasi bukanlah sesuatu yang diperlukan perusahaan dalam jumlah besar.Inovasi bukanlah sesuatu yang diperlukan perusahaan dalam jumlah besar. Inovasi harus sesuai dengan peluang dan kompetensi organisasi bahan terkadang Inovasi harus sesuai dengan peluang dan kompetensi organisasi bahan terkadang harus pada saat yang tepat.
harus pada saat yang tepat.
Dalam perjalanan waktu inovasi tidak selalu berhasil (Franklin, 2003; Christensen, Dalam perjalanan waktu inovasi tidak selalu berhasil (Franklin, 2003; Christensen, 200
2003). 3). PenPengetgetahuahuan an dan dan infinformormasi asi yanyang g dimdimiliiliki ki tidtidak ak menmenjamijamin n terjterjadiadinya nya inoinovasvasi,i, kemampuan untuk secara kreatif memanfaatkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki kemampuan untuk secara kreatif memanfaatkan pengetahuan dan informasi yang dimiliki mer
merupaupakan kan kunkunci ci menmenuju uju inoinovasvasi i dan dan penpencipciptaan taan keukeunggnggulaulan n berbersaisaing ng (Jo(Jonesnes, , 202004)04).. Teknologi, peluang bisnis, modal, kewira-usahaan, regulasi dan budaya, dan metodologi Teknologi, peluang bisnis, modal, kewira-usahaan, regulasi dan budaya, dan metodologi merupakan variabel yang mempengaruhi praktek inovasi di suatu organisasi (Abend, 2005). merupakan variabel yang mempengaruhi praktek inovasi di suatu organisasi (Abend, 2005). Ino
Inovasvasi i di di lailain n pihpihak ak jugjuga a mermerupaupakan kan dildilema ema bagbagi i manmanajeajemenmen, , kelkelangangsunsungan gan hidhidupup or
orgaganinisasasi si dadalalam m jajangngka ka papanjnjanang g memememerlurlukakan n kokomimitmtmen en ununtutuk k seselalalu lu memelaklakukukanan transformasi melalui
transformasi melalui disruptidisruptive ve growthgrowth, namun demikian fakta membuktikan hanya sedikit, namun demikian fakta membuktikan hanya sedikit perusahaan yang dapat sukses dengan strategi ini (Denning, 2005). Organisasi inovatif perusahaan yang dapat sukses dengan strategi ini (Denning, 2005). Organisasi inovatif
memiliki komitmen untuk mengendalikan lingkungan; struktur organisasi
kebebasan untuk berkreasi; kepemimpinan yang mendorong organisasi untuk berinovasi; kebebasan untuk berkreasi; kepemimpinan yang mendorong organisasi untuk berinovasi; dan sistem manajemen yang melayani misi organisasi (Light, 1998
dan sistem manajemen yang melayani misi organisasi (Light, 1998
Strategi Inovasi Strategi Inovasi
Untuk mengatasi masalah kemungkinan kegagalan inovasi atau dalam kata lain guna Untuk mengatasi masalah kemungkinan kegagalan inovasi atau dalam kata lain guna meningkatkan probabilitas keberhasilan inovasi, diperlukan strategi inovasi (Govindarajan meningkatkan probabilitas keberhasilan inovasi, diperlukan strategi inovasi (Govindarajan &
& TriTrimblmble, e, 2002005). 5). PenPengargaruh uh inoinovasvasi i terhterhadaadap p indindikaikator tor kinkinerja erja perperusausahaahaan n (ke(kepuapuasansan pelanggan, produktivitas dan daya saing teknologi) telah
pelanggan, produktivitas dan daya saing teknologi) telah dibuktikan oleh Terziovski (2002).dibuktikan oleh Terziovski (2002). Strategi berkelanjutan dari bawah – atas (
Strategi berkelanjutan dari bawah – atas (bottom – upbottom – up) lebih disukai untuk peningkatan) lebih disukai untuk peningkatan kepu
kepuasan asan pelanpelanggan dan ggan dan produproduktiviktivitas tas (Terzio(Terziovski, 2002; vski, 2002; LighLight, t, 19981998, , p3). Sementarap3). Sementara strategi
strategi top-downtop-down lebih cocok untuk peningkatan daya saing teknologi. Studi Terziovskilebih cocok untuk peningkatan daya saing teknologi. Studi Terziovski leb
lebih ih lanlanjut jut menmenunjunjukkukkan an bahbahwa wa strstrategategi i terterintintegraegrasi si tidtidak ak terlterlalu alu besbesar ar penpengargaruhuhnyanya terhadap kinerja, hal ini disebabkan karena perusahaan pada umumnya belum mencapai terhadap kinerja, hal ini disebabkan karena perusahaan pada umumnya belum mencapai tahap integrasi sistem dan kemampuan beroperasi dalam jaringan (
tahap integrasi sistem dan kemampuan beroperasi dalam jaringan (networking networking ). Kesimpulan). Kesimpulan yang dapat diambil dari studi Terziovski, strategi
yang dapat diambil dari studi Terziovski, strategi incremental incremental lebih tepat digunakan sebagailebih tepat digunakan sebagai p
penendodororong ng babagi gi ininovovasasi i yayang ng beberkrkelelananjujutantan, , sesedadangngkakan n ststratrategegi i radradikikal al leblebih ih teptepatat digu
digunakan untuk nakan untuk melakmelakukan ukan inovainovasi si yang menghasilyang menghasilkan kan perubperubahan ahan prodproduk uk dan dan prosproseses secara cepat.
secara cepat. Agar
Agar inovinovasi asi dapat berkelanjudapat berkelanjutan tan dan dan mendmendukunukung g kinerkinerja ja perusaperusahaan diperlukanhaan diperlukan strategi inovasi (Terziovski, 2002). Terzioski menggolongkan strategi inovasi ke dalam tiga strategi inovasi (Terziovski, 2002). Terzioski menggolongkan strategi inovasi ke dalam tiga kelompok:
kelompok: radical radical ,, incremental,incremental, dandan integrated.integrated. Radical Radical merupakan strategi yang merujuk merupakan strategi yang merujuk pa
pada da aktaktiviivitas tas inoinovasvasi i yanyang g tidtidak ak perpernah nah ada ada sebsebeluelumnymnya, a, menmengubgubah ah secsecara ara dradrastistiss kem
kemapaapanannan, , menmenghaghasilsilkan kan proproduk duk ataatau u proproses ses barbaru u yanyang g berberbedbeda a dardari i sebsebeluelumnymnya.a. Incremental
Incremental merupmerupakan strategi akan strategi berkemberkembang bang secara bertahap, memperbaiksecara bertahap, memperbaiki i produproduk k atauatau proses bisnis yang sudah ada dengan langkah inovatif.
proses bisnis yang sudah ada dengan langkah inovatif. Integrated Integrated menggabungkan duamenggabungkan dua pend
pendekatan ekatan terdahterdahulu ulu – – radical radical dandan incremental incremental – – seselalain in memenenemumukakan n hahal l – – hahal l babaruru ((inventioninvention) strategi) strategiintegrated integrated juga menganjurkan inovasi dengan cara mengembangkan darijuga menganjurkan inovasi dengan cara mengembangkan dari yang sudah ada.
yang sudah ada.
Pengukuran Kinerja Inovasi Pengukuran Kinerja Inovasi
Apakah inovasi yang efektif mendorong tercapainya pertumbuhan profit? Hubungan Apakah inovasi yang efektif mendorong tercapainya pertumbuhan profit? Hubungan ant
antara ara inoinovasvasi i dan dan proprofit fit sulsulit it dijdijelaelaskaskan, n, namnamun un bukbukti ti memmemberberikaikan n adaadanya nya impimpliklikasiasi in
inovovasasi i terterhahadadap p pepertrtumumbubuhahan n peperurusasahahaanan. . InInovovasasi i didikakatatakakan n sesebabagagai i imimplplememenentastasii gagasan-gagasan baru dalam upaa menciptakan value. Inovasi dapat secara sempit gagasan-gagasan baru dalam upaa menciptakan value. Inovasi dapat secara sempit
fokus-sebagai contoh, pada penciptaan produk atau jasa – atau berkenaan dengan urusan besar sebagai contoh, pada penciptaan produk atau jasa – atau berkenaan dengan urusan besar seperti penciptaan model bisnis baru. Inovasi yang efektif dapat diukur, berkorelasi dengan seperti penciptaan model bisnis baru. Inovasi yang efektif dapat diukur, berkorelasi dengan total pengembalian kepada pemegang saham dan juga dengan kinerja tinggi perusahaan. total pengembalian kepada pemegang saham dan juga dengan kinerja tinggi perusahaan.
Model
Model bisnibisnis s mengmenggambagambarkan rkan bagaibagaimana mana perusperusahaan menciptakaahaan menciptakan, n, menjumenjual al dandan menyampaikan produk kepada konsumen. Terdapat tiga area perubahan model bisnis yang menyampaikan produk kepada konsumen. Terdapat tiga area perubahan model bisnis yang mengarah pada inovasi:
mengarah pada inovasi:
•
• Investasi: Investasi: Total nilai investasi dalam Total nilai investasi dalam satu periode anggaran yang diperlukasatu periode anggaran yang diperlukan n untuuntuk k melaksanakan strategi inovasi.
melaksanakan strategi inovasi.
•
• Value PropositionValue Proposition: Produk apa yang dijual dan disampaikan pada pasar.: Produk apa yang dijual dan disampaikan pada pasar. •
• Daya Pembaruan Daya Pembaruan: Bagaimana produk dan atau jasa yang dihasilkan dari inovasi: Bagaimana produk dan atau jasa yang dihasilkan dari inovasi memiliki daya pembeda dari produk dan atau jasa yang sudah ada sebelumnya.
memiliki daya pembeda dari produk dan atau jasa yang sudah ada sebelumnya.
•
• Proses Implementasi: Proses Implementasi: BagaimBagaimana ide ana ide inovinovasi berhasasi berhasil diimpleil diimplementasmentasikan, apakaikan, apakahh secara bertahap, terintegrasi atau radikal.
secara bertahap, terintegrasi atau radikal. Keem
Keempat pat varvariabiabel el ukuukur r inoinovasvasi i terstersebuebut t di di atas atas mermerupaupakan kan elemelemen en dasdasar ar daldalamam setiap strategi inovasi perusahaan. Keempatnya telah digunakan oleh beberapa perusahaan setiap strategi inovasi perusahaan. Keempatnya telah digunakan oleh beberapa perusahaan leader
leader seperti Dell, Nucor Steel, seperti Dell, Nucor Steel, dan GE untuk memperoleh keuntungan.dan GE untuk memperoleh keuntungan.
Interaksi Antara Inovasi Dan Teknologi Informasi Dengan Kinerja
Interaksi Antara Inovasi Dan Teknologi Informasi Dengan Kinerja
Milgrom dan Roberts (1995) berpendapat bahwa melakukan satu hal dengan lebih Milgrom dan Roberts (1995) berpendapat bahwa melakukan satu hal dengan lebih baik dapat meningkatkan
baik dapat meningkatkan returnreturn dalam melakukan hal lain karena terdapat sinergi di antaradalam melakukan hal lain karena terdapat sinergi di antara kedua hal tersebut. Penelitian mengenai manajemen modern menemukan bahwa investasi kedua hal tersebut. Penelitian mengenai manajemen modern menemukan bahwa investasi dal
dalam am tekteknolnologi ogi infinformormasi asi dan dan proprodukduksi si tidtidak ak dapdapat at menmeningingkatkatkan kan proprodukduktivtivitas itas dandan pertu
pertumbuhmbuhan an tanpa tanpa pengpengembanembangan gan hal-hal yang hal-hal yang melengmelengkapi kapi (Top(Topkins, 1995). kins, 1995). InvesInvestasitasi in
intetelelektktuaual l beberarada da papada da kakararaktktererisistitik k yayang ng sasamama. . EdEdvivinsnssoson n dadan n MaMalolone ne (1(199997)7) men
menunjunjukkukkan an bahbahwa wa invinvestestasi asi intinteleelektuktual al mermerupaupakan kan sumsumber ber keukeuntuntungangan n komkompetpetitiitif f perusahaan. Agar menjadi efektif, investasi intelektual harus bergantung pada koordinasi di perusahaan. Agar menjadi efektif, investasi intelektual harus bergantung pada koordinasi di
antara tiap komponen pada investasi intelektual tersebut. antara tiap komponen pada investasi intelektual tersebut.
Be
Berdrdasasararkakan n kekeranrangkgka a pepenenelilititian an HaHan n (2(200001)1), , kokompmpononen en dedengngan an ininveveststasasii intelektual akan saling melengkapi. Misalnya, sumber daya manusia dapat meningkatkan intelektual akan saling melengkapi. Misalnya, sumber daya manusia dapat meningkatkan investasi inovasi dan proses dalam suatu organisasi. Di
investasi inovasi dan proses dalam suatu organisasi. Di sisi lain, investasi inovasi dan sisi lain, investasi inovasi dan prosesproses juga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Interaksi di antara ketiga investasi juga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Interaksi di antara ketiga investasi tersebut dapat meningkatkan jumlah konsumen. Hasil efek sinergi ketiga komponen dari tersebut dapat meningkatkan jumlah konsumen. Hasil efek sinergi ketiga komponen dari investasi intelektual tersebut dapat menciptakan suatu kinerja yang nyata dibandingkan investasi intelektual tersebut dapat menciptakan suatu kinerja yang nyata dibandingkan
penggunaan ketiganya secara terpisah. Youndt et all (2004) juga memberikan pendapat penggunaan ketiganya secara terpisah. Youndt et all (2004) juga memberikan pendapat yang sama. Mereka berpendapat bahwa menggunakan setiap komponen investasi intelektual yang sama. Mereka berpendapat bahwa menggunakan setiap komponen investasi intelektual sec
secara ara terterpispisah ah memmembuabuat t salsalah ah satsatunyunya a tidtidak ak berbermanmanfaatfaat. . OleOleh h karkarena ena ituitu, , jikjika a inginginin memahami bagaimana investasi intelektual mengembangkan kinerja, kemudian mungkin memahami bagaimana investasi intelektual mengembangkan kinerja, kemudian mungkin dapat membantu untuk mengenali profile organisasi secara keseluruhan mengenai investasi dapat membantu untuk mengenali profile organisasi secara keseluruhan mengenai investasi intelektual, dari pada hanya terfokus pada bagian secara terpisah.
intelektual, dari pada hanya terfokus pada bagian secara terpisah. Has
Hasil il penpenelitelitian ian YouYoundt ndt et et all all (20(2004) 04) menmengingindikdikasiasikan kan bahbahwawa profile profile investasiinvestasi intelektual secara keseluruhan yang tinggi meningkatkan
intelektual secara keseluruhan yang tinggi meningkatkan returnreturn keuangan paling sedikitkeuangan paling sedikit 60% lebih besar dibandingkan tingginya
60% lebih besar dibandingkan tingginya profile profile investasi sumber daya manusia, sosial daninvestasi sumber daya manusia, sosial dan orgaisasi secara terpisah. Ditambah lagi fakta-fakta yang membuktikan bahwa investasi TI orgaisasi secara terpisah. Ditambah lagi fakta-fakta yang membuktikan bahwa investasi TI mer
merupaupakan kan pelpelengengkap kap bagbagi i suasuatu tu perperusausahaahaan n (Le(Lev, v, 2002001). 1). PenPeningingkatkatan an proprodukduksi si dandan prosedurnya juga bergantung pada cepatnya inovasi dan transfer pengetahuan mengenai TI. prosedurnya juga bergantung pada cepatnya inovasi dan transfer pengetahuan mengenai TI. Berdasarkan pada literatur tersebut, kami mengharapkan investasi inovasi dan investasi TI Berdasarkan pada literatur tersebut, kami mengharapkan investasi inovasi dan investasi TI memiliki hubungan yang saling melengkapi. Perusahaan perlu mengerahkan energi dalam memiliki hubungan yang saling melengkapi. Perusahaan perlu mengerahkan energi dalam investasi inovasi dan investasi TI secara bersama-sama untuk menciptakan efek sinergi investasi inovasi dan investasi TI secara bersama-sama untuk menciptakan efek sinergi terhadap kinerja.
terhadap kinerja.
Kinerja Perusahaan Kinerja Perusahaan
Ada
Ada banbanyak yak fakfaktor tor yanyang g memmempenpengargaruhi uhi kinkinerjerja a perperusausahaahaan n di di antantaraaranya nya fakfaktor tor lingk
lingkungan bisnis ungan bisnis eksteeksternal rnal sepertseperti i kebijakebijakan kan pemeripemerintah, kekuatan ntah, kekuatan hukuhukum m dan politik,dan politik, tekno
teknologi, sumber logi, sumber daya, pesaing, selera daya, pesaing, selera pelanpelanggan ggan dan pengelolaadan pengelolaan n perusperusahaan. Dalamahaan. Dalam pers
perspektipektif f manajmanajemen emen stratestrategi, gi, lingklingkungaungan n merupmerupakan akan faktor kontekstufaktor kontekstual al pentipenting ng yangyang mempunyai dampak terhadap kinerja perusahaan (Hamel & Prahalad, 1994). Lingkungan mempunyai dampak terhadap kinerja perusahaan (Hamel & Prahalad, 1994). Lingkungan bisnis eksternal merupakan lingkungan yang berada di luar organisasi, namun bisnis eksternal merupakan lingkungan yang berada di luar organisasi, namun dipertim- bang
bangkan kan dalam dalam pengapengambilambilan n keputkeputusan usan bisnibisnis. s. FishFisher er (199(1998) 8) menemmenemukan ukan faktofaktor-faktor-faktor r kontekstual lainnya yang mempengaruhi kinerja yaitu teknologi, ketidak-pastian, strategi kontekstual lainnya yang mempengaruhi kinerja yaitu teknologi, ketidak-pastian, strategi dan
dan komkompteptensinsi. . GloGlobalbalisaisasi, si, konkondisdisi i perperekoekonomnomianian, , perperubaubahan han tekteknolnologi ogi jugjuga a dapdapatat memp
mempengaruengaruhi hi kinerjkinerja a perusperusahaan. Selain ahaan. Selain itu, lingkungitu, lingkungan an indusindustri tri juga juga berperberperan an dalamdalam mem
memperpercepcepat at perperubaubahan han linlingkugkungangan n yanyang g akhakhirnirnya ya jugjuga a berberpenpengargaruh uh terterhadhadap ap kinkinerjerjaa perusahaan. Lingkungan industri yang dimaksud adalah
perusahaan. Lingkungan industri yang dimaksud adalah bargaining power bargaining power yang dimilikiyang dimiliki ole
oleh h pempembelbeli i dan dan pempemasoasok, k, masmasuknuknya ya penpendatdatang ang barbaru u ((new new entrentrantsants)) yang yang potenpotensial,sial, adany
adanya a barang substitbarang substitusi, dan usi, dan intenintensitas persaingan perusahaasitas persaingan perusahaan n dalam industri (Porter,dalam industri (Porter, 1996).
Pengu
Pengukuran kinerja dapat kuran kinerja dapat dibagdibagi i ke ke dalam dua dalam dua kelompkelompok ok yaitu pengukuyaitu pengukuran kinerjaran kinerja ke
keuauangngan an (( fin financiancial al perfperformaormance nce measmeasuremurement)ent) ddaan n nnoon n kkeeuuananggaan n ((non-financial non-financial performanc
performance e measurementmeasurement).). PadPada a dasdasarnarnya ya aspaspek ek keukeuangangan an mermerupaupakan kan muamuara ra segsegalaala keputusan, tindakan dan aktivitas manajemen. Namun ukuran yang didasarkan hanya pada keputusan, tindakan dan aktivitas manajemen. Namun ukuran yang didasarkan hanya pada kinerje keuangan tidak dapat mengungkapkan kemampuan organisasi (perusahaan) untuk kinerje keuangan tidak dapat mengungkapkan kemampuan organisasi (perusahaan) untuk menciptakan nilai ekonomik masa yang akan datang (Kaplan, 1996). Walaupun beberapa menciptakan nilai ekonomik masa yang akan datang (Kaplan, 1996). Walaupun beberapa peneliti memperlihatkan keprihatian penggunaan tingkat pengembalian akuntansi (Fisher peneliti memperlihatkan keprihatian penggunaan tingkat pengembalian akuntansi (Fisher
dan McGow
dan McGowan, 1983an, 1983), sebagia), sebagian besar penelitin besar penelitian an mengamengangganggap ukuran akunp ukuran akuntansi dapatansi dapatt diterima. Chen dan Lee (1995) dan Gosh (2002) menyatakan bahwa
diterima. Chen dan Lee (1995) dan Gosh (2002) menyatakan bahwa return on asset return on asset (ROA)(ROA) ma
masisih h seseriring ng didigugunanakakan n sesebabagagai i ukukururan an kekeununtutungngan an peperurusasahahaan an dadan n ninilalai i ininveveststasasii intelektual. Meskipun demikian, beberapa peneliti memberikan kritik bahwa ROA memiliki intelektual. Meskipun demikian, beberapa peneliti memberikan kritik bahwa ROA memiliki bebe
beberapa rapa masalamasalah. h. SebaliSebaliknya, pengukuraknya, pengukuran n pendpendapatan apatan operaoperasi si dengadengan n penjupenjualan alan dapatdapat me
mengngatatasasi i mamasasalalah h teterdrdapapatatnynya a bibiayaya a hihiststororis is dadan n asasseset t yayang ng tidtidak ak didigugunanakakan n papadada perhitungan ROA.
perhitungan ROA.
Hubungan Antara Teknologi Informasi Dengan Inovasi Hubungan Antara Teknologi Informasi Dengan Inovasi
Tek
Teknolnologi ogi selselalu alu berberkaikaitan tan dendengan gan kemkemajuajuan an masmasyaryarakaakat. t. HarHarapaapan n untuntuk uk dapdapatat mem
memperperbaibaiki ki tintingkagkat t keskesejaejahtehteraan raan relrelatiatif f mudmudah ah diwdiwujuujudkadkan n ketketika ika manmanusiusia a berberhashasilil menciptakan teknologi. Derap maju dan lingkup teknologi suda semakin luas, sehingga menciptakan teknologi. Derap maju dan lingkup teknologi suda semakin luas, sehingga pada saat ini dapat dikatakan tidak ada satupun aspek kehidupan manusia yang tidak dapat pada saat ini dapat dikatakan tidak ada satupun aspek kehidupan manusia yang tidak dapat
disentuh teknologi. disentuh teknologi.
Khalil (2000) mendefinisikan teknologi sebagai pengetahuan, produk, proses, alat, Khalil (2000) mendefinisikan teknologi sebagai pengetahuan, produk, proses, alat, metoda, dan sistem yang digunakan dalam penciptaan barang atau penyerahan jasa. Dalam metoda, dan sistem yang digunakan dalam penciptaan barang atau penyerahan jasa. Dalam pengertian sederhana, teknologi merupakan cara manusia melakukan sesuatu.
pengertian sederhana, teknologi merupakan cara manusia melakukan sesuatu.
F
Faaccttoorr TTrraaddiittiioonnaall NNeeww L
Liiffe e CCyyccllee LLoonng g lliiffe e ccyycclleess SShhoorrt t lliiffe e ccyycclleess
IInnnnoovvaattiioonn FFeew w IInnnnoovvaattiioonnss CCoonnttiinnuuoouus s iinnnnoovvaattiioonn C
Coommppeettiittiioonn EExxppeecctteed d ccoommppeettiittiioonn Competitors are the enemy Competitors are the enemy Cooperation not allowed Cooperation not allowed
Stronger competition Stronger competition
Alliance with competitors accepted Alliance with competitors accepted M
Maarrkkeett EExxppeecctteed d mmaarrkkeett Local market Local market Uncertain market Uncertain market Global market Global market Q
Quuaalliittyy QQuuaalliitty y iid d ddeessiirraabbllee QQuuaalliitty y iis s iimmppeerraattiivve e ((a a hhyyggiieennee factor, a survival factor)
factor, a survival factor) P
Prroodduuccttiioonn MMaasss s pprroodduuccttiioonn Produce in large lots Produce in large lots
No commitment to supliers No commitment to supliers
Large inventories Large inventories
Customized production Customized production Produce in small lots Produce in small lots Suppliers are partners Suppliers are partners Reduce inventories (JIT) Reduce inventories (JIT)
O
Oraragaganinizazatitionon LLarargge e cocorprpooraratitioon n vevertrticicalallyly Integrated companies
Integrated companies Bureaucratic organizations Bureaucratic organizations Financial methods control the Financial methods control the organization
organization
Smaller plants; companies rely on Smaller plants; companies rely on outsourcing
outsourcing
Nimble organizations Nimble organizations
Financial methods to serve the Financial methods to serve the organization’s objective
organization’s objective Tabel 1 Perubahan Faktor Teknologi dan Inovasi
Tabel 1 Perubahan Faktor Teknologi dan Inovasi
Hubungan Non-Linear Antara Inovasi, Teknologi Informasi Dan Kinerja
Hubungan Non-Linear Antara Inovasi, Teknologi Informasi Dan Kinerja
Berdasarkan
Berdasarkan resresourcource-bae-based sed vievieww - - RBRBV V (B(Barnarneyey, , 20200202), ), susuatatu u peperurusasahahaanan mer
merupaupakan kan penpenggaggabunbungan gan dardari i sumsumber ber daydaya a dan dan kemkemampampuanuan. . PadPada a saasaat t sumsumber ber daydayaa tersebut unik, bernilai, langka, dan sulit ditiru, penggunaan yang tepat atasi sumber daya tersebut unik, bernilai, langka, dan sulit ditiru, penggunaan yang tepat atasi sumber daya te
tersrsebebut ut akakan an memembmbererikikan an kekeununtutungngan an kokompmpetetititif if babagi gi peperurusasahahaanan. . HaHan n (2(200001)1) mengindikasikan bahwa dalam menghadapi suatu persaingan ketat dalam perekonomian, mengindikasikan bahwa dalam menghadapi suatu persaingan ketat dalam perekonomian, pe
perusrusahaahaan an harharus us memmemiliiliki ki kemkemampampuan uan daldalam am inoinovasvasi, i, kuakualitlitas as dan dan keckecepaepatan tan daldalamam men
menghaghasilsilkan kan kemkemampampuan uan berbersaisaing. ng. OleOleh h karkarena ena ituitu, , penpengguggunaanaan n sumsumber ber daydaya a daldalamam men
menghighimpumpun n invinvestestasi asi inoinovasvasi i dan dan invinvestestasi asi TI TI sehseharuarusnysnya a memmemilikiliki i penpengargaruh uh pospositiitif f terhadap kinerja perusahaan
terhadap kinerja perusahaan Ab
Abodody y dadan n LeLev v (2(200001) 1) memeneneliliti ti 83 83 peperurusasahahaan an peperdrdagaganangagan n babahahan n kikimimia,a, mengevaluasi tingkat pengembalian dalam investasi
mengevaluasi tingkat pengembalian dalam investasi Resource and Development Resource and Development (R&D) dari(R&D) dari tahun 1980 sampai 1999. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa satu dolar yang tahun 1980 sampai 1999. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa satu dolar yang dii
diinvenvestastasiksikan an daldalam am R&D R&D bahbahan an kimkimia ia dapdapat at menmeningingkatkatkan kan penpendapdapataatan n opeoperasi rasi yanyangg sed
sedang ang berberjaljalan an dan dan akaakan n menmeningingkatkatkan kan penpendapdapataatan n opeoperasrasi i yanyang g akaakan n datdatang ang dendengangan menginvestasikan dua dolar. Bharadwaj dkk (1999) menggunakan 631 perusahaan yang menginvestasikan dua dolar. Bharadwaj dkk (1999) menggunakan 631 perusahaan yang terdaftar di bursa di Amerika sebagai sampel dan mengumpulkan pengeluaran untuk TI dari terdaftar di bursa di Amerika sebagai sampel dan mengumpulkan pengeluaran untuk TI dari 1989 sampai 1993. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi TI memiliki hubungan 1989 sampai 1993. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi TI memiliki hubungan positif yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Brynjolfsson dan Yang (1999) meneliti positif yang signifikan terhadap nilai perusahaan. Brynjolfsson dan Yang (1999) meneliti
1000 perusahaan
1000 perusahaan Fortune Fortune. Hasil estimasi mereka menunjukkan bahwa setiap dolar dari. Hasil estimasi mereka menunjukkan bahwa setiap dolar dari investasi TI sama dengan menghasilkan 10 dolar
investasi TI sama dengan menghasilkan 10 dolar untuk nilai perusahaan.untuk nilai perusahaan.
Menurut teori dan literatur di atas, investasi inovasi dan investasi TI yang lebih Menurut teori dan literatur di atas, investasi inovasi dan investasi TI yang lebih tingg
tinggi i akan membantu mencapaakan membantu mencapai i kinerkinerja ja yang lebih baik. yang lebih baik. NamunNamun, , hasil penelitiahasil penelitian n ini tidak ini tidak menyimpulkan suatu dukungan yang konsisten. Berdasarkan teori pertumbuhan perusahaan, menyimpulkan suatu dukungan yang konsisten. Berdasarkan teori pertumbuhan perusahaan, sua
suatu tu perperusausahaahaan n tidtidak ak dapdapat at dipdiperlerluas uas tantanpa pa batbatasaasan, n, karkarena ena kemkemampampuan uan manmanajeajemenmen memb
membatasi atasi pertupertumbuhmbuhan an perusperusahaan. (Penrose, 1959). ahaan. (Penrose, 1959). BerdaBerdasarkan pada sarkan pada Teori Teori Kurva-Kurva-SS Foster (1986), tingginya investasi pada R&D tidak dapat meningkatkan kinerja dengan Foster (1986), tingginya investasi pada R&D tidak dapat meningkatkan kinerja dengan pasti. Ketika aktivitas R&D mencapai suatu titik kritis, produktivitasnya akan menurun, pasti. Ketika aktivitas R&D mencapai suatu titik kritis, produktivitasnya akan menurun,
yang disebut dengan “tingka
yang disebut dengan “tingkat t pengepengembaliambalian n R&D yang R&D yang menurmenurun” (Becker un” (Becker dan Speltz,dan Speltz, 1983). Selanjutnya, ketika teknologi mencapai tingkat yang matang, investasi TI menjadi 1983). Selanjutnya, ketika teknologi mencapai tingkat yang matang, investasi TI menjadi
investasi dasar, dan resiko perubahan teknologi akan berkurang. Dan hal tersebut akan investasi dasar, dan resiko perubahan teknologi akan berkurang. Dan hal tersebut akan mengurangi
mengurangi returnreturn yang diperoleh dari TI.yang diperoleh dari TI.
Dalam penelitian Bharadwaj dkk (1999), walaupun investasi TI memiliki hubungan Dalam penelitian Bharadwaj dkk (1999), walaupun investasi TI memiliki hubungan yang positif dengan kinerja perusahaan, anggapan mereka mulai memudar beberapa tahun yang positif dengan kinerja perusahaan, anggapan mereka mulai memudar beberapa tahun ini. Penulis mengemukakan beberapa alasannya. Pertama, cepatnya perubahan teknologi, ini. Penulis mengemukakan beberapa alasannya. Pertama, cepatnya perubahan teknologi, investasi TI cenderung mengalami penyusutan dengan cepat, ditambah ketika pesaing lebih investasi TI cenderung mengalami penyusutan dengan cepat, ditambah ketika pesaing lebih b
bererpepengngalalamaman an dadalalam m memengnggugunanakakan n TI TI sesehihingngga ga pepesasaining g dadapapat t dedengngan an mumudadahh menduplikasi kemampuan TI dan mengambil keuntungan dari perusahaan dengan cepat. menduplikasi kemampuan TI dan mengambil keuntungan dari perusahaan dengan cepat. Penelitian ini juga menemukan bahwa investasi R&D memiliki hubungan negatif dengan Penelitian ini juga menemukan bahwa investasi R&D memiliki hubungan negatif dengan qq Tobin. Penelitian Huselid et all (1997) juga menemukan hasil yang sama.
Tobin. Penelitian Huselid et all (1997) juga menemukan hasil yang sama. Dari
Dari teoteori ri perperekoekonomnomian ian indindustustri, ri, masmasyaryarakaakat t terdterdapaapat t padpada a tintingkagkat t R&D R&D yanyangg optimal. Peningkatan investasi R&D akan meningkatkan peluang suatu penemuan, tetapi optimal. Peningkatan investasi R&D akan meningkatkan peluang suatu penemuan, tetapi ju
juga ga akaakan n menmeningingkatkatkan kan hubhubungungan an biabiaya ya R&D R&D indindustustri ri dendengan gan penpendupdupliklikasiasian an R&DR&D (Shy,
(Shy,19961996). ). BerdasBerdasarkan arkan permupermulaannylaannya, a, invesinvestasi tasi R&D R&D memilmemiliki iki hubuhubungan ngan non non linier linier dengan keuntungan. Ittner dan Lacker (1998) dan Canibano et all (2000) juga menunjukkan dengan keuntungan. Ittner dan Lacker (1998) dan Canibano et all (2000) juga menunjukkan bahw
bahwa a pengapengaruh ruh pengupengukuran non-keuankuran non-keuangan gan atau atau invesinvestasi tasi intelintelektual ektual terhadterhadap ap kinerkinerjaja perusahaan kemungkinan berbentuk hubungan non-linear. Oleh karena itu, investasi dalam perusahaan kemungkinan berbentuk hubungan non-linear. Oleh karena itu, investasi dalam
in
inovovasasi i dadan n IT IT sesecarcara a teterurus s memenenerurus s titidadak k dadapapat t memembmberierikakan n kekeununtutungngan an kekepapadada perusahaan.*****
perusahaan.*****
Referensi
Referensi
Abend, C.J. (2005).
Abend, C.J. (2005). In Search of Innovation Synthesis, Ideas for a Unified Innovation In Search of Innovation Synthesis, Ideas for a Unified Innovation Theory,
Theory,Technology Transfer Society.Technology Transfer Society. Ab
Abodody, y, D.D., , LeLev, v, B. B. (1(199998)8). . ThThe e vavalulue e relrelevevanance ce of of inintatangngibible; le; ththe e cascase e of of sosoftftwarwaree capitalization,
capitalization, Journal of Accounting Research, 36, Journal of Accounting Research, 36, 61-91.61-91. Barney, J.B. (2002).
Barney, J.B. (2002). Gaining and Sustaining Competitive Advantage 2Gaining and Sustaining Competitive Advantage 2nd nd Edition,Edition, PearsonPearson
Internaional Edition. Internaional Edition.
Becker, H., Speltz, L. (1983). Putting the S-curve concept to work,
Becker, H., Speltz, L. (1983). Putting the S-curve concept to work, Research Management, Research Management, (26),
(26),5, 31-3.5, 31-3. Ber
Berawiawi, , M.AM.A. . (20(2004)04). . QuaQualitlity y RevRevoluolutiotion: n: LeaLeadinding g the the InnInnovaovatiotion n and and ComCompetpetitiitiveve Advantages
Advantages , , The International Journal of Quality and Relaibility Management The International Journal of Quality and Relaibility Management , (, (21)21), 4., 4. Bharadwaj G., Bharadwaj S., Konsynski, B. (1999), Information technology effetcs on firm Bharadwaj G., Bharadwaj S., Konsynski, B. (1999), Information technology effetcs on firm
performance as measured by Tobin’s q,
Brynjolfsson, E., Yang, S. (1999). The intangible cost and benefit of computer investments: Brynjolfsson, E., Yang, S. (1999). The intangible cost and benefit of computer investments:
evi
evidendence ce frofrom m the the finfinancancial ial marmarketket,, Working Working PapePaper,r, MIT MIT SloSloan an of of ManManageagemenment,t, Cambridge, MA.
Cambridge, MA.
Canibano, L., Garcia-Ayuso, M., Sanches, P. (2000). Accountingfor intangibles; a literature Canibano, L., Garcia-Ayuso, M., Sanches, P. (2000). Accountingfor intangibles; a literature
review,
review, Journal of Accounting Literature, 19, Journal of Accounting Literature, 19, 102-30.102-30.
Chen, C., Lee, J. (1995). Accounting measures of firm performance and Tobin’s q theory, Chen, C., Lee, J. (1995). Accounting measures of firm performance and Tobin’s q theory,
Journal of Accounting, Auditing, and Finance, (10),
Journal of Accounting, Auditing, and Finance, (10), 587-607.587-607.
Cheng, J.H., et all (2005). Exploration for the relationship between innovation, IT and Cheng, J.H., et all (2005). Exploration for the relationship between innovation, IT and
performance, Journal of Intellectual Capital: 2005; 6, 2. performance, Journal of Intellectual Capital: 2005; 6, 2. Chr
Christistensensen, en, C.C.M., M., RayRaynornor, , M.EM.E. . (20(2003)03).. The The InnInnovovatoator’s r’s SolSolutiution, on, CrCreateatining g and and Sustaining Successful Growth,
Sustaining Successful Growth, harvard Business School Publsihing Corporation.harvard Business School Publsihing Corporation. Christensen, C.M. (2005).
Christensen, C.M. (2005). The Innovator’s Dilemma,The Innovator’s Dilemma, Collins Business Esentials.Collins Business Esentials. Davila, Epstein, Shleton (2006).
Davila, Epstein, Shleton (2006). Making Innovation Work, How to Manage it, Measure it,Making Innovation Work, How to Manage it, Measure it, and Profit from it,
and Profit from it, Wharton School Publishing.Wharton School Publishing. Drucker, P.F. (1993).
Drucker, P.F. (1993). Innovation and Entrepreneurship, Innovation and Entrepreneurship, Harper & Row Publisher.Harper & Row Publisher. Edvinson, L., Malone, M. (1997).
Edvinson, L., Malone, M. (1997). Intellectual Capital: realizing Your Company’s True Intellectual Capital: realizing Your Company’s True Value by Finding Its Hidden Brainpower
Value by Finding Its Hidden Brainpower , HarperCollins Publisher, New York., HarperCollins Publisher, New York. Eib
Eibel-Sel-Spanpanyi, yi, K. K. (20(2004)04). . InnInnovaovatiotion n in in a a Re-Re-emeemergirging ng EcoEconomnomy: y: LeaLeasonsons s frofrom m thethe Hungarian Experience,
Hungarian Experience, The Innovation Journal: The The Innovation Journal: The Public Sector Innovation Journal Public Sector Innovation Journal ,, ((11)11), 2., 2.
Fisher, M. McGowan, J. (1983). On the misuse of accounting rates of return to infer Fisher, M. McGowan, J. (1983). On the misuse of accounting rates of return to infer
monopoly profits,
monopoly profits, American Economic Review, (73), American Economic Review, (73), 82-97.82-97. Foster, R. (1986).
Foster, R. (1986). Innovation: the Attacker’s Advantage, Innovation: the Attacker’s Advantage, Summit Books, New York.Summit Books, New York. Franklin, C. (2003).
Franklin, C. (2003). Why Innovation Fails,Why Innovation Fails, Spiro Press.Spiro Press.
Girardi, A., et all (2005). The Validation of a Use Innovativeness Scale,
Girardi, A., et all (2005). The Validation of a Use Innovativeness Scale, European Journal European Journal of Innovation Management
of Innovation Management ,,(8)(8), 4., 4. Glo
Gloet, et, M., M., et et all all (20(2004)04). . ExpExplorloring ing the the relrelatioationshnship ip betbetweeween n knoknowlewledge dge manmanageagemenmentt p
pracractitices ces anand d ininovovatiation on peperfrforormamancnce,e, Jou Journrnal al of of MaManunufafactctururining g TeTechchnonolologygy Management
Management , (, (1515), 5, 402-409.), 5, 402-409. Gos
Gosh, h, D. D. (20(2002)02). . IntIntelleellectuctual al capcapitalital-dev-develoelopmepment, nt, manmanageagemenment, t, and and meameasursuremeement,nt, Intellectual Capital Theory and Practice Conference 2002,
Intellectual Capital Theory and Practice Conference 2002, Taipei, 1-31.Taipei, 1-31. Govindarajan V., Trimble, C. (2005).
Govindarajan V., Trimble, C. (2005). 10 Rules for Strategic Innovators, From Idea to10 Rules for Strategic Innovators, From Idea to Execution,
Greenhalgh, T. et all (2004). Diffusion of Innovation in Service Organizations: Systematic Greenhalgh, T. et all (2004). Diffusion of Innovation in Service Organizations: Systematic
Review and Recommendations
Review and Recommendations , The Milbank Quarterly , The Milbank Quarterly, (, (82)82), 4, 581-629., 4, 581-629. Hammel, G. (1999).
Hammel, G. (1999). Leading the Revolution, Leading the Revolution, Boston, MA, HBS Press.Boston, MA, HBS Press.
Han, X. (2001). Intellectual capital and organization performance: interplay of knowledge Han, X. (2001). Intellectual capital and organization performance: interplay of knowledge
management and human resources,
management and human resources, Research Project Report Conference of National Research Project Report Conference of National Science Council,
Science Council, I-Shou University, Kaosiung, 203-23.I-Shou University, Kaosiung, 203-23.
Hannah, D. R. (2004). Who Owns Ideas? An Investigation of Employees’Beliefs about the Hannah, D. R. (2004). Who Owns Ideas? An Investigation of Employees’Beliefs about the
Legal Ownership of Ideas,
Legal Ownership of Ideas, Creativity and Innovation Management Creativity and Innovation Management , (13), 4., (13), 4. Hus
Huselielid, d, M., M., JacJacksokson, n, S., S., SchSchuleuler, r, R. R. (19(1997)97). . TecTechnihnical cal and and strstrateategic gic humhuman an resoresourcurcee management effectiveness as determinants of firm performance,
management effectiveness as determinants of firm performance, Academic Management Academic Management Journal, (40),
Journal, (40), 2, 171-188.2, 171-188.
Ittner, C., Lacker, D. (1998). Are non-financial measures leading indicators of financial Ittner, C., Lacker, D. (1998). Are non-financial measures leading indicators of financial
performance? An analysis of customer satisfaction,
performance? An analysis of customer satisfaction, Journal of Accounting Reasearch, Journal of Accounting Reasearch, (36),
(36),1-35.1-35. Jones, G.R. (2004).
Jones, G.R. (2004). Organizational Theory, Design, and Change,Organizational Theory, Design, and Change, Prentice-Hall.Prentice-Hall. Khalil, T. (2000).
Khalil, T. (2000). Management of Technology, The Key to Competitiveness and WealthManagement of Technology, The Key to Competitiveness and Wealth Creation
Creation, McGraw Hill., McGraw Hill.
Kodama, M. (2005). Tehnological Innovation Through Networked Strategic Communities: Kodama, M. (2005). Tehnological Innovation Through Networked Strategic Communities:
A
A CaCase se StStududy y on on a a HiHighgh-T-Tech ech CoCompmpanany y in in JaJapapan,n, SAM SAM AdvaAdvancenced d ManaManagemegement nt Journal, (70),
Journal, (70), 1.1.
Leiponen, A. (2005). Organization of Knowledge and Innovation: The Case of Finnish Leiponen, A. (2005). Organization of Knowledge and Innovation: The Case of Finnish
Business Service,
Business Service, Journal of Industry and Innovation Journal of Industry and Innovation, (, (1212), 2.), 2. Lev
Lev, , B. B. (20(2001)01).. Intangibl Intangible-Managemente-Management, , MeasurementMeasurement, , ReportingReporting,, Brooking InstitutionBrooking Institution Press, Washington DC.
Press, Washington DC. L
Ligightht, , P. P. (1(1999898).). SuSuststaiainining ng InInnonovavatitionon: : CrCreaeatiting ng NoNonpnprorofifit t anand d GoGovevernrnmement nt Organizations That Innovate Naturally,
Organizations That Innovate Naturally, Jossey-Bass Publishers.Jossey-Bass Publishers. Mi
Milglgrorom, m, P.P., , RoRobebertrt, , J. J. (1(199995)5). . CoCompmplelemementantaritritieies s anand d fit fit ststrarategtegy, y, ststruructcturure, e, anandd organizational change in manufacturing,
organizational change in manufacturing, Journal of Accounting and Economics, (17), Journal of Accounting and Economics, (17),
179-208. 179-208.
Paap, J., et all (2004). Predicting the Unpredictable, Anticipating Disruptive Innovation Paap, J., et all (2004). Predicting the Unpredictable, Anticipating Disruptive Innovation , ,
Research Technology Management
Research Technology Management , (, (47 47 ), 5.), 5. Penrose, T. (1959).
Pijpers, G.M., et all (2006). An Investigation of Factors that Influence Senior Executives to Pijpers, G.M., et all (2006). An Investigation of Factors that Influence Senior Executives to
Accept Innovations in Information Technology
Accept Innovations in Information Technology , International Journal of Management , International Journal of Management ,, ((2323), 1.), 1.
Porter, M.E. (1996). What is Strategy
Porter, M.E. (1996). What is Strategy , Harvard Business Review (74), , Harvard Business Review (74), 6, 61.6, 61. Shy, O. (1996).
Shy, O. (1996). Industrial Organization: Theory and Application, Industrial Organization: Theory and Application, The MIT Press,The MIT Press, Cambridge, MA.
Cambridge, MA.
Terziovski, M. (2002). Achieveing Performance Excellence Through an Integrated Terziovski, M. (2002). Achieveing Performance Excellence Through an Integrated Strategy of Radical
Strategy of Radical Innovation and Continuous ImprovementInnovation and Continuous Improvement , Measuring Business , Measuring Business Excellence
Excellence, (, (6)6), 2., 2.
Topkins, M, (1995). The economics of modern manufacturing,
Topkins, M, (1995). The economics of modern manufacturing, American Economic American Economic Review, (85),
Review, (85),4, 991-5.4, 991-5.
Youndt M., Subramaniam, M., Snell, S. (2004). Intellectual capital profiles: an Youndt M., Subramaniam, M., Snell, S. (2004). Intellectual capital profiles: an examination of investment and return,
examination of investment and return, Journal of Management Studies, (41), Journal of Management Studies, (41), 2, 335-61.2, 335-61.
*)
*) Mas Wigrantoro Roes SetMas Wigrantoro Roes Setiyadi (MasWig) meneiyadi (MasWig) menempuh pendidikampuh pendidikan di berbagai bidang:n di berbagai bidang: Tekn
Teknik ik EleElektroktro, , TeknTeknologologi i InfoInformasirmasi, , EkonEkonomi, omi, AkunAkuntanstansi, i, KebiKebijakajakan n PublPublik, ik, dandan Manajemen Strategi. Meraih ijasah Sarjana Teknik Informatika dari Universitas Budi Manajemen Strategi. Meraih ijasah Sarjana Teknik Informatika dari Universitas Budi Luhur (1993), Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (1996), Master of Public Luhur (1993), Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia (1996), Master of Public Policy dari Lee Kuan Yew School of Public Policy – National University of Singapore Policy dari Lee Kuan Yew School of Public Policy – National University of Singapore (2000), Magister Akuntansi dari Universitas Indonesia (2002), dan saat ini kandidat (2000), Magister Akuntansi dari Universitas Indonesia (2002), dan saat ini kandidat doktor di bidang manajemen strategi di Universitas Indonesia. MasWig aktif mengajar doktor di bidang manajemen strategi di Universitas Indonesia. MasWig aktif mengajar di
di bebebeberapa rapa proprogram gram pascpasca a sarjsarjana, ana, bergbergiat iat di di MasyMasyarakarakat at TeleTelematimatika ka IndoIndonesinesiaa (MASTEL) sebagai Ketua, dan saat ini memimpin perusahaan TI, sebagai Direktur (MASTEL) sebagai Ketua, dan saat ini memimpin perusahaan TI, sebagai Direktur Utama PT Pratama Jaringan Nusantara.