• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Masyarakat secara global mulai merasa pentingnya pengetahuan akan teknologi, Hal ini juga dirasakan oleh bangsa Indonesia yang dalam pendekatan akan perkembangan ini diperlukan suatu lembaga pemerintah maupun swasta untuk menyediakan wadah pendidikan dan pelatihan. Alasan ini mendorong diperlukannya pusat pendidikan teknologi komputer sebagai pendekatan akan perkembangan.

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa pendidikan adalah merupakan suatu hal yang paling penting bagi kelangsungan kehidupan dan kemajuan suatu bangsa. Bangsa Indonesia pun menyadari sepenuhnya akan hal ini seperti yang tercantum dalam Undang - Undang Dasar 1945 Pasal 31 yaitu “tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran “.

Teknologi merupakan salah satu unsur kebudayaaan yang mengalami proses yang sangat panjang dalam perkembangannya dan kemajuan yang hingga saat ini masih mengalami proses dan tahap-tahap yang penyempurnaan yang tiada akhirnya1. Perkembangan yang tiada henti ini juga terjadi pada keakuratan, efektifitas serta kualitas penyajian suatu produk informasi yang memanfaatkan “kepandaian“ yang dimiliki komputer dengan memakai berbagai dukungan multimedia yang ada saat ini.

Seperti yang dikatakan oleh Surendra J. Patel, suatu dari sekian gagasan atau pendapat yang dikumpulkan dalam buku karya Y.B. Mangunwijaya bahwa “harus diakui bahwa ilmu pengetahuan membuka kesempatan kepada kita untuk menghapuskan penderitaan sia-sia bagi semiliar umat manusia, tegasnya penderitaan dari mereka yang terlampau dilupakan oleh masyarakat kita yang serba beruntung...” 2.

Pengetahuan tentang komputer merupakan salah satu unsur kebudayaan yang termasuk dalam pendidikan. Teknologi informasi memiliki 7 unsur yaitu reliji, bahasa, organisasi sosial, sistem mata pencaharian, sistem ilmu pengetahuan, kekuasaan dan teknologi.

1

Kontjara Ningrat,Kebudayaan,Mentalitas,dan Pembangunan,Jakarta;Gramedia 1982.Bab 1 http/www.Historical.com/pusat_nets.html/index.html ( 20 Desember 1999 )

2 Patel,Surendra J (1993 ), “Besarnya Biaya Ketergantungan Kepada Teknologi”dalam,

(2)

Mengingat begitu pentingnya pendidikan baik secara formal (Taman Kanak – Kanak sampai Perguruan Tinggi) maupun nonformal seperti lembaga pendidikan kejuruan/kursus bagi setiap warga negara maka pemerintah mengusahakan dan mendukung penyelenggaraan suatu sistem pengajaran nasional.

Karena demikian banyaknya jalur pendidikan non formal yang ada maka masyarakat pada umumnya dan para intelektual muda pada khususnya semakin kritis dan selektif dalam memiliki dan menentukan sarana pendidikan yang berkualitas, berorientasi ke masa depan yang lebih bertanggung jawab.

Perkembangan suatu kebudayaan masyarakat tidak terlepas dari tingkat pendidikan masyarakat itu sendiri dimana perkembangan akan perubahan yang mendasar dapat saja terjadi secara global.

Sesuai dengan data dimana Amerika saja akan terjadi kekurangan tenaga kerja di bidang Teknologi Informasi sebayak 850 orang dan Eropa minus 1 juta pada tahun 2002, sedangkan Indonesia kekurangan Tenaga Kerja di bidang Teknologi Informasi saat ini diperkirakan hingga tahun 2005 mencapai 300.000 orang (Menurut I Gusti Putu Raya pejabat Deperindag)3 “Faktor penting ini yang mendukung perlu adanya bangunan yang berfungsi sebagai Pusat Pendidikan dan Latihan komputer Multimedia”.

Secara geografis wilayah Kota Kupang terletak antara 10º39’58” Lintang Selatan (LS) dan 123º32’23”- 123º37’01” Bujur Timur (BT). Secara administratif Kupang adalah sebuah kota madya yang merupakan ibukota dari propinsi Nusa Tenggara Timur.

Batas – batas wilayah kota Kupang :

- Sebelah Utara : berbatasan dengan Teluk Kupang

- Sebelah Selatan : berbatasan dengan Kecamatan Kupang Barat - Sebelah Timur : berbatasan dengan Kecamatan Kupang Tengah

- Sebelah Barat : berbatasan dengan Kecamatan Kupang Barat dan Selat Semau

3

(3)

Gambar.1.1. Peta Nusa Tenggara Timur

Gambar.1.2. Peta kotamadya Kupang

(sumber : Rencana Detail Tata Ruang Kota Wilayah Kota Kupang Periode 2000-2010)

Nusa Tenggara Timur dihadapkan kepada masalah pengusaan ilmu pengetahuan akan teknologi komputer itu sendiri. Permasalahan ini didasari oleh sumber daya manusia yang tidak dapat mengoperasikan komputer. Berikut data persentase penduduk yang dapat menunjang meningkatnya jumlah tenaga kerja dan pengangguran di Kupang.

Persentase penduduk berumur 16-18 tahun menurut status partisipasi sekolah diperinci per jenis kelamin

2003

No. Status Partisipasi sekolah laki-laki perempuan

1 Tidak/belum pernah bersekolah 3,78 6,71

2 Masih bersekolah 37,96 39,5

3 Tidak bersekolah lagi 58,27 53,79

Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS)2003

Persentase penduduk berumur 19 -24 tahun menurut status partisipasi sekolah diperinci per jenis kelamin

(4)

No. Status Partisipasi sekolah laki-laki perempuan

1 Tidak/belum pernah bersekolah 5,76 2,79

2 Masih bersekolah 10,76 9,91

3 Tidak bersekolah lagi 83,48 87,29

Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS)2003

Persentase Penduduk berumur 10 Tahun keatas Menurut Pendidikan tertinggi yang ditamatkan

2002-2003

No Pendidikan Tertinggi 2002 2003

1 Tidak/belum pernah sekolah 44,93 44,57

Tidak/belum tamat SD/MI

2 SD/MI 38,47 36,39 3 SMTP/MTS Sederajat kajuruan 8,93 9,56 4 SMU/Madrasah Aliyah 4,46 5,99 5 SMK/Setingkat SMU 2,12 2,4 6 Diploma I dan II 0,61 0,41 7 Akademi/Diploma III 0,2 0,26 8 Universitas/Diploma IV 0,28 0,42

Sumber: Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS)2003 Tabel 1.1. Presentase penduduk

Sumber daya manusia sangat berpengaruh atas bidang pekerjaan yang diperoleh. Keterbatasan sumber daya manusia merupakan masalah utama dalam meningkatnya tingkat pengangguran dan kemiskinan.

Tuntutan para pemilik pekerjaan akan penguasaan komputer saat ini meningkat, hal ini dapat ditanggulangi dengan adanya pelatihan komputer bagi para pencari kerja sehingga para pelaku bisnis dapat di datangkan dari luar daerah dan membuka lapangan pekerjaan di Nusa Tenggara Timur khususnya Kupang sebagai Ibukota propinsi.

(5)

Penggunaan teknologi komputer semakin menjadi topik yang sering dibicarakan, disadari maupun tidak kini baik anak anak maupun orang dewasa lebih terbiasa dengan komputer baik untuk permainan maupun untuk kegiatan pengolahan data seperti gambar, model, peta film, musik, komunikasi, arsip, kamus dan segala bentuk fungsi pengaturan dalam pekerjaan.

PC adalah teknologi komputer yang bentuknya kompak dengan harga yang relatif terjangkau, sehingga memungkinkan untuk dimiliki baik oleh kantor maupun rumah tangga. Kemampuan mengolah data dan menyelesaikan tugas administrasi dan grafik dibidang pendidikan dan hiburan (edutaiment), pemerintahan, pelayanan publik, biriokrasi perdagangan, dekorasi arsitektur, desain grafis, periklanan, percetakan musik, desain produk, fotografi sekaligus mampu menjalankan berbagai “permainan” yang menampilkan suatu dunia virtual yang menarik dan mengagumkan merupakan kunci yang menjadikan PC begitu populer di masyarakat4.

Pengenalan, pemahaman, dan penguasaan teknologi komputer baik perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (Software) merupakan modal dasar dalam mengenal dunia Teknologi Informasi yang memang berkaitan dengan digitalisasi dan fungsi multimedia. Tidaklah keliru apabila penguasaan teknologi digital dianggap sebagai pintu gerbang untuk menjadi profesional dibidang teknologi informasi sebagai upaya meningkatan kualitas SDM di Indonesia Umumnya dan kota madya Kupang pada khususnya.

1.1.1. Kotamadya kupang sebagai lokasi Pusat Pendidikan dan Latihan Komputer

Untuk menyikapi perkembangan teknologi Informasi yang dalam penggunaannya selalu diperlukan untuk mempermudah kegiatan manusia maka perkembangan teknologi, harus dimbangi oleh pengusaan teknologi itu sendiri.

Selain Komputer dapat menjadi suatu media yang bersifat pendidikan dan hiburan (edutaintment), komputer juga dapat berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk menyimpan data dan mengikuti informasi dan atau menyimpan informasi yang dibutuhkan.

4

(6)

Keterbatasan tenaga profesional dalam bidang teknologi informasi yang ada di Kotamadya kupang dapat di atasi dengan penambahan sarana pendidikan non formal berupa pendidikan dan latihan komputer.

Kebutuhan masyarakat akan data dan informasi telah melahirkan pemikiran tentang perlunya wadah atau fasilitas pendidikan yang memungkinkan masyarakat terutama generasi muda (pengangguran dan pencari kerja). Wadah tersebut diharapkan mampu memfasilitasi semua pelayanan informasi tentang teknologi komputer yang dapat memberi dampak pada generasi muda khususnya dan masyarakat Kotamadya Kupang pada umumnya.

Wadah tersebut juga diharakan dapat menjadi landmark kawasan pendidikan kota lama sehinga identitas kawasan dapat dikenali oleh masyarakat kota kupang sebagai tempat cikal bakal pendidikan di kupang Nusa Tenggara Timur

1.2. Rumusan Masalah

Bagaimana Merancang Pusat Pendidikan dan Latihan Komputer di kotamadya kupang sebagai bangunan yang berfungsi sebagai tempat Pendidikan dan Latihan Komputer yang terdiri dari beberapa unsur bidang minat, dan penanda – penanda sekitar site serta bentukan site ke dalam visual bangunan sehingga mencerminkan kegiatan yang diwadahi dan menjadi Landmark kawasan pendidikan kota lama.

1.3. Tujuan

Merancang suatu bangunan Pusat Pendidikan dan pelatihan Komputer yang mewadahi kegiatan Pendidikan dan pelatihan komputer, penjualan dan perakitan komputer serta transformasi bentuk-bentuk yang ada disekitar site, sehingga dapat membangun identitas kawasan,dan dapat menjadi landmark kawasan pendidikan kota lama.

1.4. Sasaran 1.4.1. Sasaran fisik

a. Merancang suatu bentuk bangunan Pusat Pendidikan dan pelatihan komputer yang mengolah bentuk sekitar site dan bentuk-bentuk sekitar site ke dalam visual bangunan yang akan dijadikan landmark kawasan pendidikan kota lama.

(7)

b. Merancang suatu sistem struktur dan kontruksi yang baik dan kokoh, sehingga bisa menahan segala macam, baik dari alam atau dari manusia itu sendiri.

1.4.2. Sasaran Non fisik

a. Memberikan fungsi Bangunan pendidikan nonformal yang diharapkan mampu memberikan suatu wadah dalam meningkatkan pengetahuan komputer bagi masyarakat Kotamadya Kupang

b. Ingin menghasilkan suatu produk pengolahan bentuk disekitar site dengan fungsi bangunan Teknologi Informasi, sehingga bangunan tersebut dapat menunjukkan jati diri kawasan kota lama sebagai kawasan pendidkan pertama di kotamadya Kupang.

1.5. Lingkup Pembahasan

Lingkup pembahasan meliputi pembahasan makro dan mikro, dimana pada isi keseluruhan pembahasan ini lingkup makro dan mikro dituangkan secara bersamaan dan pada setiap isi bagian pembahasan yang akan dilakukan diharapkan terfokus pada pokok permasalahan seperti yang dijelaskan sebagai berikut :

1. Makro : Pembahasan secara makro memberikan suatu penjelasan serta data mendasar tentang latar belakang Kota Kupang yang memiliki hubungan erat dengan fungsi bangunan meliputi Pendidikan, dan kebudayaan.

2. Mikro : Pembahasan secara mikro adalah pembahasan mengenai bangunan dan site, bentukan site terpilih dan bentukan node di sekitar site.

1.6. Metode

1.6.1. Metode Pengumpulan Data - Observasi.

Pengamatan langsung pada pusat-pusat pendidikan dan latihan komputer yang ada di Yogyakarta.

- Studi Literatur.

Mempelajari buku-buku tentang bangunan Arsitektur Timor, mempelajari teori perancangan kota serta bangunan pusat pendidikan dan latihan.

(8)

- Studi Banding.

Menganalisa bangunan sejenis dari pustaka dan internet serta media informasi lainnya.

1.6.2. Metode Analisis Data - Kuantitatif

Temuan-temuan dikomunikasikan dengan angka-angka dari data statistik yang ada terutama meningkatnya usia sekolah perguruan tinggi yang tidak melanjutkan ke Diploma dan Perguruan tinggi

- Kualitatif

Temuan-temuan dikomunikasikan secara naratif, terutama mengenai material bangunan, visual bangunan, yang ingin diciptakan pada desain Pusat Pendidikan dan Latihan Komputer di Kotamadya Kupang. 1.6.3. Metode Perancangan

Merancang Pusat Pendidikan dan Latihan Komputer yang mengacu pada upaya membentuk landmark kawasan Pendidikan bentukan node disekitar site, dan bentukan site, bangunan serta sistem struktur.

1.7. Sistematika Bab 1 Bab 2 Bab 3 : : : Penulisan PENDAHULUAN

Berisi garis besar pembahasan, meliputi Latar Belakang Permasalahan, Rumusan Masalah, Tujuan, Sasaran, Lingkup Pembahasan, serta penjelasan tentang Sistematika Penulisan.

TINJAUAN KOTA MADYA KUPANG DAN TINJAUAN TEORITIS PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN KOMPUTER SEBAGAI LANDMARK

Berisi Kondisi Wilayah Kotamadya Kupang, teori – teori kebutuhan desain landmark serta studi kasus.

TINJAUAN PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN KOMPUTER

Studi pustaka tentang Pendidikan dan latihan secara umum,perkembangan teknologi komputer, kurikulum pendidkan

(9)

Bab 4 Bab 5 : :

terkait dengan fungsi, tujuan, kegiatan, kebutuhan disain Pusat Pendidikan dan Latihan Komputer, kegiatan serta pelaku kegiatan pada Pusat Pendidikan dan Latihan Komputer.

ANALISIS MENUJU KONSEP PERANCANGAN PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN KOMPUTER DI KOTAMADYA KUPANG

Mengungkapkan proses untuk menemukan ide-ide konsep perencanaan dan perancangan melalui metode-metode tertentu yang dapat diaplikasikan pada site.

KONSEP PERANCANGAN PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN KOMPUTER

Mengungkapkan konsep-konsep yang akan di tercemahkan kedalam rancangan fisik arsitektural.

Referensi

Dokumen terkait

Hoogere Burger School merupakan bangunan yang berfungsi sebagai ruang kelas, sehingga kinerja kenyamanan termal ruang kelas bangunan kolonial Hoogere Burger School

Dengan demikian, pengertian redesain Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Jemaat Philia di Amlapura adalah merancang kembali seluruh bangunan gedung beserta

Masjid tidak hanya sebagai tempat untuk menunaikan solat ataupun tempat untuk merayakan hari besar keagamaan, tetapi juga dapat difungsikan sebagai pusat dakwah, pusat ekonomi

tujuan dan visi misi dari Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ir H Djuanda PT Kereta Api Indonesia, struktur organisasi dan fungsi, logo Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ir H Djuanda

Diambil kesimpulan bahwa pondasi merupakan bagian dari konstruksi bangunan yang berada dipaling bawah (Lower Structure) yang berfungsi menyalurkan beban

Merancang signage yang efektif dan informatif untuk Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan guna memudahkan pasien dan pengunjung dalam mencapai lokasi pelayanan dan

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah seperti memfungsikan kembali tempat ataupun bangunan yang sudah tidak dipergunakan lagi menjadi sebuah tempat, bangunan

Bagaimana merancang Pusat Pelatihan Bahasa Inggris di Ambon Maluku dengan penekanan pada desain ruang belajarnya yang stimulatif, yaitu desain ruangan yang membantu siswanya