• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kasus A : Character Tracking

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kasus A : Character Tracking"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Algoritma & Pemrograman I Ver/Rev : 1/0 Halaman : 1 dari 11

Kasus A : Character Tracking

Seorang anak sedang belajar menghitung dan membaca dengan ibunya. Setiap ibunya mengucapkan 1 kalimat, dan 1 karakter, maka si anak akan meyebutkan pada urutan ke berapa saja karakter yang disebutkan itu berada. Contoh si ibu menyebutkan “Anak yang pintar”, lalu si ibu bertanya pada anaknya huruf “n” ada ada dimana aja, si anak menyebutkan 2,8,13.

Input

Baris pertama jumlah input (1≤n≤10)

Baris pertama diisi oleh sebuah kalimat dengan panjang karakter (1≤p≤1000) Baris kedua diisi dengan karakter yang dicari

Output

Posisi dimana karakter itu ditemukan

Contoh

Input Output 2

Saya Senang Belajar String S

Walau pusing yang penting senang U 1 6 21 5 8

(2)

Kasus B : Mungkin Maksud Anda ??

Sebuah permain yang bernama “Mungkin Maksud Anda”, adalah permainan yang mengganti kata dengan kata yang anda inginkan pada kalimat kalimat yang telah diberikan.

Input

Baris pertama oleh jumlah kalimat (1≤nK≤5)

Baris kedua sampai ke nK adalah kalimat yang dimaksud Baris selanjutnya kata yang anda cari

Baris selanjutnya kata pengganti kata yang dicari

Output

Kalimat-kalimat yang telah diganti katanya

Contoh

Input Output 2

Saya sudah ganteng Sudah ganteng saya jenius ganteng

kasep

Saya sudah kasep Sudah kasep saya jenius

(3)

Algoritma & Pemrograman I Ver/Rev : 1/0 Halaman : 3 dari 11

Kasus C : Pecah Kalimat

Seorang mahasiswa konsentrasi database ditugaskan untuk membuat sebuah aplikasi untuk memecah kalimat menjadi kata, misalkan “Saya lumayan cakep”, menjadi “Saya”, “Lumayan”, “Cakep”

Input

Baris pertama oleh jumlah kalimat (1≤nK≤5)

Baris kedua sampai ke nK adalah kalimat yang dimaksud

Output

Baris baris yang berisi kata-kata yang telah dipecah.

Contoh

Input Output 3

Saya ini cakep

Udah Cakep juga ganteng Saya juga rajin

Saya Ini Cakep Udah Cakep Juga Ganteng Saya Juga Rajin

(4)

Kasus D : Huruf Vokal

Seorang anak sedang belajar menghitung huruf vokal pada sebuah kalimat dan menyusunnya, misal ada kalimat “saya sehat” maka anak itu akan menuliskan “aaea”

Input

Baris pertama oleh jumlah kalimat (1≤nK≤5)

Baris kedua sampai ke nK adalah kalimat yang dimaksud

Output

Baris baris yang berisi kata-kata vokal.

Contoh

Input Output 4

Saya sedang belajar string String itu menyenangkan Saya ga mau menyerah

Walau programming itu memusingkan

iaeaeaai iiueeaa aaaaueea aauoiiueuia

(5)

Algoritma & Pemrograman I Ver/Rev : 1/0 Halaman : 5 dari 11

Kasus E : Angka dan Huruf

Seorang anak sedang belajar menghitung jumlah angka pada sebuah kata , misal “1234A6BCDEFG”, maka anak tersebut akan menjawab 5 karena ada 5 angka pada kata itu yaitu 1,2,3,4,6

Input

Baris pertama oleh jumlah kata(1≤nK≤5)

Baris kedua sampai ke nK adalah kalimat yang dimaksud

Output

Jumlah angka pada kalimat (sesuai dengan urutan kalimat tersebut)

Contoh Input Output 3 A5B23T 12KYT37 BGF1HG 3 4 1

(6)

Kasus F : String -2

Pada suatu hari ada seorang anak sedang bermain-main dengan string, anak itu tiba-tiba ingin membentuk sesuatu bentukan dari stringnya. Saat itu di sedang memainkan string berikut: @@##@@##@@## dan hasil bentuknya:

@@##@@##@@## @@##@@##@@ @@##@@## @@##@@ @@## @@. Input

Baris pertama merupakan string yang akan dibentuk

Output

Tampilan bentuk stringnya

Contoh 2 @@##@@##@@## danang junaedi @@##@@##@@## @@##@@##@@ @@##@@## @@##@@ @@## @@ danang junaedi danang junae danang jun danang j danang dana da

(7)

Algoritma & Pemrograman I Ver/Rev : 1/0 Halaman : 7 dari 11

Kasus G : HIMATIVERS Menghitung Karakter

Pada suatu hari ada seorang himativers yang sedang menghitung beberapa karakter dari string. Karena dia seorang himativers sejati, dia ingin menghitung karakter dari string berdasarkan karakter yang digunakan di kata “HIMATIF” . Karakter yang dia hitung dapat berupa huruf kapital maupun huruf kecil yang penting karakter dari kata “HIMATIF”

Input

Baris pertama merupakan string yang akan dihitung berapa banyak karakter berdasarkan karakter yang ada pada kata “HIMATIF”..

Output

Tampilan jumlah karakter pada string berdasarkan karakter pada kata “HIMATIF”

Contoh Input Output Danang junaedi Pemrograman 4 4

(8)

Kasus H : Bayangan String

Pada suatu hari ada seorang anak wanita yang sedang becermin, tapi anak itu bukannya dandan melainkan ingin membaca string secara terbalik.

Input

Baris pertama merupakan banyaknya string yang akan dibalikkan (0 < n < 10). Baris selanjutnya merupakan string yang akan dibalikkan

Output

Tampilan string yang terbalik.

Contoh Input Output 3 satu dua satu dua utas aud aud utas 2 dua tiga uad agit

(9)

Algoritma & Pemrograman I Ver/Rev : 1/0 Halaman : 9 dari 11

Kasus I : AM Inspirasiku

Ada seorang pria yang memiliki kekasih. Inisial nama kekasihnya adalah “AM”, pada suatu ketika dia diperintahkan oleh seorang dosen untuk menghitung 2 karakter tertentu pada string, dia kebingungan tetapi karena dia sangat menyayangi “AM” maka “AM” menjadi inspirasi untuk menyelesaikan perintah dosen itu.

Input

Baris pertama berisi banyaknya string yang akan dihitung “AM”nya (0 < n < 8). Baris selanjutnya merupakan string yang akan dihitung berapa banyak “AM” pada string tersebut

Output

Banyaknya “AM” pada string

Contoh Input Output 2 universitas widyatama 0 1 3 danang diam diam di makam 0 1 2

(10)

Kasus J : Enkripsi Kalimat

Sebagai kurir yang bertugas untuk mengirimkan pesan ke kantor pusat, namun agar pesan yang dikirim tidak dapat dimengerti oleh pihak yang tidak berkepentingan maka pesan tersebut harus dienkripsi. Untuk melakukan enkripsi pesan tersebut tidak digunakan teknik yang rumit, cukup mengganti huruf pada kalimat dengan huruf setelahnya.

Misalnya string berisi “Mampus Gue”, maka string tersebut akan berubah menjadi ”Nbnqvt Hvf”, karena huruf setelah huruf ”M” adalah ”N”, huruf setelah huruf ”a” adalah ”b”, huruf setelah huruf ”m” adalah ”n”, huruf setelah huruf ”p” adalah ”q”, huruf setelah huruf ”u” adalah ”v”, huruf setelah huruf ”s” adalah ”t”, spasi diabaikan, huruf setelah huruf ”G” adalah ”H”, huruf setelah huruf ”u” adalah ”v”, huruf setelah huruf ”e” adalah ”f”

Input

Baris pertama diisi oleh jumlah kalimat yang akan dienkripsi (1≤N≤20), baris berikutnya adalah kalimat-kalimat sebanyak N buah

Output

Kalimat-kalimat hasil enkripsi

Contoh Input Output 2 MampusGue C`m`mfF`msdmf NbnqvtHvf DanangGanteng

(11)

Algoritma & Pemrograman I Ver/Rev : 1/0 Halaman : 11 dari 11

Kasus K : Nomor Telepon

Tombol telepon standar terdiri dari angka 0-9, dimana untuk angka 2-9 berasosiasi dengan huruf-huruf seperti ditunjukan oleh tabel berikut ini :

Digit Huruf Digit Huruf

2 A B C 6 M N O

3 D E F 7 P Q R S

4 G H I 8 T U V

5 J K L 9 W X Y Z

Melakukan konversi suatu kata dalam nomor telepon menjadi nomor sesuai dengan angka yang memiliki asosiasi dengan huruf tersebut

Input

Baris pertama diisi oleh jumlah kata yang akan dienkripsi (1≤N≤20), baris berikutnya adalah N buah kata-kata yang akan dikonversi menjadi angka-angka

Output

Angka hasil konversi N buah kata

Contoh Input Output 4 GARUDA NUMBERS PINTAR POLISI 427832 6862377 746827 765474

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat guru kelas mencoba lagi menggunakan cara membaca kata atau kalimat, kedua anak tersebut mengalami kesulitan dalam membaca huruf yang dimaksud dengan benar, atau

Untuk kemampuan menulis kemampuan awal, anak sudah dapat membedakan bentuk huruf, menulis kata atau kalimat, memberikan sepasi antar kata, membedakan kata depan dan

Metode Al-Barqy dilatar belakangi oleh pengalaman Muhadjir dalam mengajar, karena banyak murid yang mengalami kesulitan dalam belajar dan menuliskan huruf

anak yang belum tuntas belajar dan pada indikator menyebutkan nama benda dengan huruf awal yang sama masih ada 60% anak belum tuntas belajar Dari hasil

Jadi hasil belajar adalah hasil pengukuran dari penilaian usaha belajar yang dinyatakan dalam bentuk simbol, huruf maupun kalimat yang menceritakan hasil yang sudah dicapai

Pada pengamatan perilaku, rata-rata anak belajar dengan diselingi kesibukan yang mereka ciptakan sendiri. Misal dengan mengalihkan perhatian dari

Pertama, mendeskripsikan cara pemerolehan kalimat bahasa Sunda pada anak kelas A Taman Kanak-kanak (TK) Sejahtera. Kedua, mendeskripsikan bentuk kalimat bahasa Sunda pada anak

Sebagian besar orang awam memahami disleksia sebagai kondisi dimana anak sulit belajar baca, malas menulis, jika menulis banyak huruf yang hilang, sulit menghitung, dan sebagainya,