BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN
Teks penuh
Dokumen terkait
4.1.2 Hasil Standarisasi Simplisia Herba Sambiloto (Andrographis paniculata Nees.), Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.), dan Kulit Batang Kayu Manis (Cinnamomum
2005, ‘Pengaruh pemberian campuran suspensi ekstrak rimpang temu hitam ( Curcuma aeruginosa Roxb .) dan temulawak ( Curcuma xanthorrhiza Roxb. ) terhadap peningkatan
Hasil yang diperoleh menunjukkan Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) dengan dosis 500 mg sehari tiga kali satu kapsul, Mimba (Azadirachta indica Juss) dengan dosis
Kombinasi ekstrak etanol rimpang temulawak, daun beluntas, buah kemukus dan herba meniran tidak mempunyai efek antidiare terhadap mencit Swiss Webster dengan
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI MINYAK ATSIRI RIMPANG TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza Roxb) DAN DAUN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) PADA BAKTERI Staphylococcus aureus
Rembet.2014.Penambahan Tepung Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) dan Tepung Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc) dalam Ransum Komersial Terhadap persentase
Rembet.2014.Penambahan Tepung Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) dan Tepung Rimpang Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc) dalam Ransum Komersial Terhadap persentase
Pemberian infus rimpang kunyit (Curcuma longa) sebesar 5%, 10% kurang memberikan efek antiinflamasi sedangkan infus 20% yang diteteskan pada mata tikus yang mengalami