SYAMSUL BAHRI - 2016
dosenmuda.com
KAPILARITAS
MATERI POKOK
1.
Pengertian Kapilaritas
2.
Penentuan Kenaikan atau Penurunan Kapilaritas
3.
Peristiwa kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari
4.
Keuntungan kapilaritas dalam Kehidupan Sehari-hari
5.
Kerugian Kapilaritas dalam Kehidupan Sehari-hari
TUJUAN PEMBELAJARAN
1.
Menjelaskan gejala kapilaritas
2.
Menganalisis persamaan gejala kapilaritas
3.
Menemukan contoh gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari
4.
Menemukan keuntungan gejala kapilaritas dalam kehidupan sehari-hari
5.
Menemukan kerugian gejala kapilaritas
KATA KUNCI
1.
Adhesi
2.
Celah Sempit
3.
Diameter
4.
Gejala Kapiler
5.
Kohesi
6.
Pipa kapiler
7.
Pipa Rambut
8.
Sudut Kontak
9.
Tegangan Permukaan
PENGANTAR
Pada musim hujan, sering ditemukan bagian dalam tembok rumah menjadi lembab
atau basah. Padahal, tembok tersebut tidak terkena hujan. Atau, kadang kita menemukan
lantai rumah menjadi basah, padahal tidak ada air yang tumpah di atasnya. Mengapa
peristiwa ini bisa terjadi?
Atau peristiwa yang satu ini juga sering kita alami. Ketika merendam pakaian di
dalam ember, mungkin ada bagian pakaian yang tidak terendam ke dalamnya. Setelah
beberapa saat kemudian, bagian yang tidak terendam tersebut ikut menjadi basah.
SYAMSUL BAHRI - 2016
dosenmuda.com
Mengapa bisa terjadi demikian? Apakah peristiwa ini ada kaitannya dengan meresapnya
air hujan pada bagian dalam tembok rumah?
Penjelasan jawaban mengenai kedua peristiwa di atas akan dibahas pada materi ini,
yaitu tentang kapilaritas. Selain kedua peristiwa di atas, juga akan dijelaskan beberapa
contoh peristiwa yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan
dengan kapilaritas. Dari peristiwa tersebut, juga akan dijelaskan tentang keuntungan dan
kerugian dari kapilaritas.
MATERI
1.
Apa itu kapilaritas?
Kapilaritas atau gejala kapiler adalah peristiwa naik atau turunnya zat cair melalui
celah sempit atau pipa rambut yang dimasukkan sebagian ke dalam zat cair. Celah
sempit atau pipa rambut ini disebut sebagai pipa kapiler. Kapilaritas ini terjadi karena
pengaruh adhesi dan kohesi. Semakin sempit diameter pipa semakin besar kenaikan
zat cair.
2.
Bagaimanakah pengaruh adhesi dan kohesi terhadap peristiwa kapilaritas?
Zat cair akan naik melalui pipa kapiler apabila zat cair membasahi tabung yaitu
ketika gaya adhesi zat cair lebih besar daripada gaya kohesi. Hal ini disebabkan gaya
tegangan permukaan sepanjang dinding tabung bekerja ke arah atas. Ketinggian
maksimum terjadi pada saat gaya tegangan permukaan setara atau sama dengan berat
zat cair yang berada dalam pipa kapiler. Permukaan zat cair akan turun apabila zat cair
tidak membasahi tabung yaitu pada saat gaya kohesi lebih besar daripada gaya adesi.
Ketika permukaan zat cair naik di dalam pipa kapiler sudut kontak yang terbentuk
kurang dari 90
⁰
dan ketika permukaan zat cair turun di dalam pipa kapiler maka sudut
kontak yang terbentuk lebih dari 90
⁰
. Sudut kontak merupakan sudut yang terbentuk
oleh lengkungan. Kohesi merupakan gaya tarik menarik antara molekul-molekul dalam
zat sejenis, sedangkan adhesi merupakan gaya tarik menarik antara molekul-molekul zat
yang tidak sejenis.
3.
Bagaimanakah menentukan kenaikan atau penurunan kapilaritas cairan?
Untuk memahami bagaimana menentukan kenaikan atau penurunan cairan pada
pipa kapiler, perhatikanlah gambar berikut ini.
SYAMSUL BAHRI - 2016
dosenmuda.com
Permukaan zat cair mengadakan kontak dengan pipa sepanjang
2
r. Gaya tegangan permukaan di tiap-tiap titik membentuk
sudut
dengan garis vertikal. Dari persamaan tegangan
permukaan, diperoleh
Fd. d merupakan pipa yang mengdakan kontak dengan zat cair yang besarnya2
r. oleh karena itu,
resultan gaya ke atas adalah:
2 r cos
F
---(1)
Berat zat cair dalam pipa setinggi h ialah w = mg. Karena
Vm ,
V
Ah
, dan A r2, maka persamaan (1) di atas dapat ditulis menjadi:hg
r
w
2---(2)
Resultan gaya yang mengangkat zat cair ke atas = gaya berat zat cair dalam pipa
setinggi h, yaitu:
W
F