Rembuk Nasional Diadakan di
Kampus Airlangga
UNAIR NEWS – Universitas Airlangga terpilih menjadi tuan rumah acara Rembuk Nasional 2017. Acara yang mengangkat tema “Cyber Resilience : Melindungi Pengelolaan Data & Diseminasi Informasi Nasional” itu dilangsungkan di Aula Amerta Kantor Manajemen UNAIR, Jumat (22/9).
Rangkuman Berita UNAIR di
Media (4/8)
Rp 1,8 T untuk Percepat Infrastruktur Kampus
Kemenristekdikti siap meluncurkan dana Rp 1,8 Triliun untuk 25 perguran tinggi di seluruh Indonesia. Tujuannya, mempercepat
pembangunan infrastruktur di kampus. Di Surabaya, UNAIR termasuk dalam daftar penerima dana tersebut. Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti menyatakan dalam acara Simposium I bertajuk Inovasi Dalam Rangka Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia yang digelar dibawah naungan University Network for Indonesian Infrastructure Development (UNIID) di ITS Rabu (3/08), PTN di Indonesia diproyeksikan masuk 500 world class university. Untuk itu, perlu adanya perubahan skema untuk pencairan anggaran dalam pembangunan, seperti pelaporan keuangan baru selesai digunakan jika pembangunan infrastruktur sudah tuntas.
Jawa Pos, 4 Agustus 2016 halaman 28 Sindo, 4 Agustus 2016 halaman 20 229 Anak Kembali ke Sekolah
Jumlah perguruan tinggi yang bergabung dengan program campus social responsibility (CSR) Dinas Sosial Surabaya bertambah. Koni, ada 28 perguruan tinggi yang ikut program CSR. Beberapa perguruan tinggi itu antara lain UNAIR, ITS, STIE Perbanas, dan UINSA. Peningkatan jumlah perguruan tinggi tersebut otomatis menambah jumlah volunteer CSR. Pada 2014, volunter CSR tercatat 215 mahasiswa. Pada 2015, tercatat 265 mahasiswa yang bersedia menjadi kakak asuh. Tahun ini, jumlah pendaftar kakak asuh program CSR ada 628 mahasiswa. CSR dinas sosial bertujuan untuk mendampingi anak-anak dengan masalah sosial. Program tersebut menyasar anak usia sekolah, yakni 7-18 tahun, yang putus sekolah dan rentan putus sekolah.
Jawa Pos, 4 Agustus 2016 halaman 28 Bersih, Nyaman, Mudah Dijangkau
Kesadaran akan pentingnya ASI sangat diperlukan. Di tempat umum, harus disediakan ruang laktasi untuk ibu menyusui atau sekedar mengganti popok anak. Konselor ASI, dr. Risa Etika, SpA(K), menuturkan, kenyamanan pojok laktasi harus dijaga.
Ketua Divisi Neonatologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR ini menyarankan, agar setiap pojok laktasi memberikan fasilitas yang mendukung kenyamanan ibu. Menurutnya, hal terpenting dari laktasi adalah kebersihan untuk menjaga ASI tetap murni. Salah satu yang disorot adalah tempat mencuci. Risa menyarankan, agar menggunakan air yang mengalir. Untuk lap, bisa digunakan tisu sekali pakai. Bukan menggunakan baskom diisi air, lalu kemudian dikeringkan menggunakan handuk.
Jawa Pos, 4 Agustus 2016 halaman 36
Ekstrak Daun Zaitun Obati Infeksi Menular di RS
Infeksi nosokomial atau hospital aquired infection adalah infeksi yang berkembang saat orang berada di lingkungan rumah sakit. Untuk pertama kali, tim Studi Imunologi Pasca Sarjana UNAIR membuktikan kinerja dalethyne yang mampu menyembuhkan luka dari infeksi nosokomial. Dunia kedokteran sebenarnya sudah lama melakukan upaya menanggulangi infeksi nosokomial. Sayangnya, selama ini penanggulangannya hanya dilakukan dengan pengobatan antibiotik. Akibatnya, antibiotik menjadi resisten terhadap nosokomial dan bakteri pun berkembang untuk melindungi diri dari antibiotik. Tim imunologi Pasca Sarjana UNAIR, Agung Dwi Wahyu Widodo mengatakan, kuman-kuman dalam infeksi nosokomial di rumah sakit memiliki kemampuan enzim yang disebut betalacmase dan sejenisnya, sedangkan untuk pseudomonas aeroginosa membentuk biofilm yang mampu melindungi diri dari antibiotik. Kendati demikian, infeksi bisa tetap dicegah dengan kondisi fisik pasien yang terus dilakukan pemulihan.
Radar, 4 Agustus 2016 halaman 1-2 Losepocket Kompres untuk Mata Panda
Kantong mata adalah salah satu gejala fisiologis berupa pembengkakan ringan, kulit kendor, dan timbulnya lingkaran hitam di bawah mata. Gejala ini sering disebut dengan kantong
panda. Berbagai penyebab kantong mata, antara lain stres yang berpengaruh pada kurangnya tidur, terlalu lama beraktivitas di depan komputer, serta kurangnya mengkonsumsi air putih. Melihat kondisi tersebut tim PKM dari UNAIR menciptakan penutup mata Losepocket. Ide tim beranggotakan Ulima Hapsari, Dhiah Ayu, Husniatul Fitriah, Hogi Ruthfeda, dan Afifatun Nisa itu berangkat dari pengalaman pribadi. Losepocket ini dilengkapi dengan wadah penahan bahan kompres mata seperti mentimun, kentang, atau sari teh agar tetap melekat di mata. Produk ini juga dilengkapi dengan ice gel yang berfungsi sebagai pendingin yang dapat memberi efek relaksasi pada mata. Surya, 4 Agustus 2016 halaman 19
Penulis : Afifah Nurrosyidah Editor : Dilan Salsabila
Rangkuman Berita UNAIR di
Media (26 sd 27/7)
Cek Tulang dan Saraf Firda
Kondisi Alfafirdausyah (4thn), menjadi perhatian dokter. Bukan hanya spesialis kulit dan kelamin yang menangani bocah dengan kelainan xeroderma pigmentosum itu. Spesialis anak juga ikut melakukan pemeriksaan. Menurut Alumni UNAIR, dr. Irmadita Citrashanty, SpKK, Firda, nama panggilan Alfafirdausiyah sudah dikonsultasikan ke spesialis anak. Jumat lalu, bocah asli Pamekasan itu diperiksa dokter tumbuh kembang anak. Senin, (25/7), follow up dari divisi anak dilakukan. Yakni, pemeriksaan bone age dan pemeriksaan darah lengkap. Firda juga dikonsultasikan ke dokter mata. Sayangnya, pasien tidak kooperatif dan tidak mau membuka mata. Untuk memudahkan,
Irmadita tengah mengonsultasikan dengan dokter mata bagaimana mendiagnosis mata Firda. Bisa jadi akan koordinasi dengan anestesi agar diberikan penenang mengingat kondisi pasien yang cukup rewel.
Jawa Pos, 26 Juli 2016 halaman 40 Tambah 177 Kuota Jalur Mandiri
Jumlah peserta yang lolos seleksi jalur mandiri di UNAIR dipastikan bertambah dari rencana awal. Sebab, ada tambahan 177 kursi dari peserta yang lolos SBMPTN, tetapi tidak melakukan daftar ulang. Total, ada 2.047 calon mahasiswa baru yang diterima melalui jalur mandiri UNAIR. Kuota awal mencapai 1.840 kursi. Direktur Pendidikan UNAIR, Prof. Ni Nyoman Tri Puspaningsih menuturkan, sebelum mengumumkan hasil tes tulis jalur mandiri, jajaran rektorat mengadakan rapat internal. Dia juga menyatakan, setelah hasil tes jalur mandiri diumumkan, peserta yang dinyatakan lolos harus segera menyiapkan kelengkapan berkas dan harus melakukan registrasi mahasiswa baru secara online pada 2-3 Agustus 2016.
Jawa Pos, 26 Juli 2016 halaman 32 Kontrol Porsinya
Di era modern, manusia dituntut serba cepat. Tidak jarang, kebutuhan diri sendiri justru terbengkalai. Pola hidup menjadi tidak karuan dan jauh dari sehat. Karena itu, di usia muda pun, banyak yang mulai terkena penyakit serius, salah satunya diabetes mellitus (DM). Merujuk laporan hasil Riset Kesehatan Dasar pada 2007, sebanyak 10 juta penduduk Indonesia mengalami DM. Sebagian besar berusia produktif. Penyakit jangka panjang tersebut mempengaruhi kadar hormone insulin dalam tubuh. Kondisi ini mengakibatkan glukosa dalam darah menjadi tidak terkendali. Menurut Prof. Dr. fr. Askandar Tjokroprawiro, SpPD., K-EMD, dari UNAIR, imun tubuh yang buruk memengaruhi kondisi organ tubuh lain. Di antaranya, ginjal, paru-paru, dan liver. Meski demikian, Ketua Pusat Diabetes dan Nutrisi
Surabaya (PDNS) tersebut menyatakan, penderita diabetes tidak perlu khawatir karena akan tetap dapat menjalani aktivitas seperti biasanya.
Jawa Pos, 26 Juli 2016 halaman 4
Patah Tulang Tak Perlu Operasi Kedua untuk Pengambilan Sekrup Dunia kedokteran belakangan ini semakin maju, namun masih banyak kelemahan dan butuh pengembangan untuk penyempurnaan. Salah satunya adalah permasalahan tulang, seperti kanker tulang dan patah tulang. Untuk kanker tulang, biasanya harus mengurangi massa tulang atau bahkan amputasi sehingga butuh tulang tambahan. Sedangkan untuk patah tulang, biasanya membutuhkan platina untuk menyambung, namun masih menyisakan masalah karena harus operasi lagi yang menimbulkan lubang pada t u l a n g a k i b a t p e n g a m b i l a n p l a t i n a . H a l i n i y a n g melatarbelakangi mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi, Andini Isfandiary, Imroatus Sholikhah, Risma Dwi Laksana, Yukiko Irliyani, dan Ahmad Nurianto untuk menemukan biofiller atau pengganti massa tulang dari ekstrak daun sirsak serta s e k r u p t u l a n g a n t i b a k t e r i b e r b a s i s k o m p o s i t n a n o hidroksiapatit poly. Penelitian ini dilakukan untuk mencari solusi atas permasalahan tulang.
Jawa Pos, 27 Juli 2016 halaman 13
Polisi Pertama Peraih Gelar Doktor Ilmu Sosial UNAIR
Menjadi anggota Polri pertama yang mendapat gelar Doktor dari program studi Ilmu Sosial Fisip UNAIR, tentu menjadi kebanggaan sendiri bagi Kompol Alex Reynold Situmorang. Disertasi yang diusung perwira polisi yang kini menjabat Kasubag Pangkat Robinkar SDM Polda Jatim itu membahas Perpolisian Masyarakat (Polmas) dari perspektif teori Habermas tentang demokrasi deliberative. Ujian terbuka Alex selesai tepat dua jam. Setelah dinyatakan lulus, lalu disematkan toga, satu per satu undangan menyalami Alex. Selama ujian, Gedung A FISIP mendadak dipenuhi puluhan polisi sebagai undangan
akademik ujian terbuka Alex.
Surya, 27 Juli 2016 halaman 11 dan 12, Jawa Pos, 27 Juli 2106 halaman 25 dan 35
Sempat Ditegur karena Marahi Istri sendiri
Diantara 98 dokter spesialis FK UNAIR yang dilantik pekan lalu, terselip kisah sukses pasangan suami istri Taufiq Fatchur- Dini Heryani. Profesionalitas mereka diuji dalam perjalanan menjadi dokter spesialis bedah saraf (SpBS). Taufiq dan Dini merupakan teman satu angkatan. Keduanya berkenalan saat pendaftaran. Enam bulan berselang, mereka memutuskan menikah. Tahun pertama pernikahan, sempat ada konflik karena masalah di rumah sakit dibawa ke rumah. Pengalaman menjalani program pendidikan program spesialis akan menjadi bekal berharga. Lima tahun menimba ilmu dokter saraf sekaligus belajar professional akan mereka terapkan.
Jawa Pos, 27 Juli 2016 halaman 28 Penulis : Afifah Nurrosyidah
Editor : Dilan Salsabila
Rangkuman Berita UNAIR di
Media (2 s/d 13 Juli)
Berpuasa Bersama Pengungsi
Menjalani ibadah puasa di negeri orang tentu menyisakan pengalaman tersendiri. Hal ini dialami Febby Risti Widjayanto, alumni Universitas Airlangga yang sedang menempuh studi S-2 Prodi International Development di Universitas Manchester, Inggris. Lulusan terbaik Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial
dan Politik UNAIR tahun 2014 ini menjalani puasa sekitar 19 jam, mulai pukul 2.30 sampai 21.48 waktu setempat. Namun, hal itu tidak menghalangi kegiatan rutinnya menjalankan kuliah seperti biasa. Febby juga tak segan mengikuti acara buka bersama sesama muslim di Manchester. Tantangan lain adalah musim panas yang kering. Selama di Inggris, ia berinteraksi dengan pengungsi perang dari Syria, Afghanistan, Irak, Iran hingga Sudan yang terusir dari negara sendiri akibat perang, sehingga nasib mereka belum jelas sampai sekarang. Hal ini membuatnya bersyukur, keadaan damai dan dinamika politik di Indonesia tidak sampai mengakibatkan warga negaranya meminta perlindungan ke negara lain.
Surya, Minggu 3 Juli 2016 halaman 9 dan 10 Lakukan Senam Ringan Tiap 3 Jam
Saat mudik, kesehatan adalah salah satu faktor yang harus selalu diperhatikan. Potensi penyakit yang timbul adalah kelelahan. Menurut Alumni UNAIR spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi, dr.Nunung Nugroho, Sp., KFR, kemungkinan buruk dari kelelahan adalah terkena deep venous thrombosis (DVT). DVT ini cukup berbahaya, sebab aliran pembuluh darah vena di kaki berhenti karena tersumbat. Tandanya, pemudik merasakan nyeri di betis, terkadang juga disertai kesemutan. Dalam keadaan parah, pemudik bisa mengalami sesak. Sebab, sumbatannya sampai ke dada dan mengakibatkan emboli paru. Untuk mengurangi potensi terkena DVT, solusinya adalah aktif bergerak dengan melakukan gerakan sederhana. Mulai menggerakkan kepala, tangan, hingga kaki. Olahraga ringan ini dilaksanakan tiap dua sampai tiga jam perjalanan atau setiap ada kesempatan. Pemudik tertentu seperti ibu hamil, penyandang diabetes, obesitas, dan memiliki riwayat varises harus lebih waspada dengan DVT.
Sindo, 1 Juli 2016 halaman 14, Surya, 1 Juli 2016 halaman 13 dan 16
Ucek Mata Picu Timbilen
Timbilen atau bintitan sering dikaitkan dengan kebiasaan seseorang mengintip mandi. Padahal, benjolan di kelopak mata yang dalam dunia medis disebut hordeolum itu muncul karena infeksi bakteri. Menurut dr.Rozalina Loebis, SpM(K), dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga mengatakan bahwa salah satu yang dapat memicu bintitan adalah kebiasaan mengucek mata. Tangan yang digunakan untuk mengucek mata cenderung kotor, dan hal ini dapat menginfeksi kelenjar di kelopak tangan. Pada penderita bintitan, biasanya muncul keluhan nyeri pada kelopak mata. Lalu timbul pembengkakan yang berwarna kemerahan. Pada fase awal, bintitan sekedar benjolan. Pada fase akut, timbilan bisa bernanah. Yang terbaik adalah penanganan dini, pemberian antibiotik dilakukan hanya apabila dibutuhkan.
Jawa Pos, 10 Juli 2016
Ajukan Tambahan Kuota Bidikmisi
Jumlah peserta bidikmisi pada Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) maupun Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) membludak, bahkan melebihi kuota. Kampus pun kebingungan untuk memenuhi biaya pendidikan peserta bidikmisi. Di Universitas Airlangga, penerima bidikmisi di 3 PTN Surabaya dari jalur SNMPTN sejumlah 373 mahasiswa dan dari jalur SBMPTN sejumlah 293 mahasiswa. Jumlah kenaikan bidikmisi mencapai 16,4 persen. Pada tahun 2015, UNAIR menerima 258 maba bidikmisi dari jalur SBMPTN.
Jawa Pos, 2 Juli 2016 halaman 28 Teliti Bahasa Jawa hingga Gadget
Semangat mahasiswa untuk berinovasi terbilang besar. Di UNAIR, untuk kategori Program Kreativitas Mahasiswa Penelitian (PKM-P), jumlahnya mencapai 64 judul. Total PKM di UNAIR yang didanai Dikti tahun ini tercatat 167 judul. Tertinggi kedua
adalah kewirausahaan, dan selanjutnya adalah pengabdian masyarakat. Humas UNAIR, Suko Widodo mengatakan bahwa tiap PTN memiliki ciri khas yang berbeda. Di UNAIR, tiap tahun, PKM-P lebih banyak dibanding yang lainnya. Ada banyak judul yang didanai oleh Kemenristekdikti. Di antaranya, PKM-P tentang penggunaan bahasa Jawa hingga mahasiswa Fakultas Keperawatan (FKp) yang meneliti penggunaan gadget pada remaja dengan judul Pengenyampingan Interaksi Sosial Secara Langsung oleh Masyarakat Sebagai Dampak Munculnya Jejaring Sosial. Jawa Pos, 4 Juli 2016 halaman 28
Bisa Identifikasi 73 Jenis Burung dalam 24 Jam
Aktifitas Happy Ferdiansyah terbilang cukup unik. Sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mematung di bibir pantai mengamati gerak-gerik burung di wilayah Indonesia. Salah satu kawasan favoritnya adalah kawasan bibir pantai Wonorejo, Rungkut, Surabaya. Dari aktifitas ini, Happy berhasil mengenal 400-500 jenis burung. Berbekal ilmu tentang burung, Happy beberapa kali mengikuti kompetisi pengamatan dan identifikasi burung. Yang terbaru, dia mengikuti Selangor Bird Race 2016 yang berlangsung April lalu. Kompetisi ini diikuti 60 peserta dari lima negara yakni Inggris, Malaysia, India, Indonesia, dan Kamboja. Pada kompetisi ini, peserta diminta untuk mengidentifikasi burung di 10 lokasi. Waktu yang tersedia hanya 24 jam. Happy berhasil mengidentifikasi 73 jenis burung di 10 spot dan berhasil menjadi juara pertama.
Jawa Pos, 5 Juli 2016 halaman 31 Pakai Obat Tetes Mata Perlu Efektif
Infeksi pada organ penglihatan tidak boleh disepelekan. Untuk meredakan rasa sakit, obat tetes sering digunakan. Namun, pemakaiannnya pun harus diperhatikan. Salah sedikit, masa penyembuhan akan semakin memakan waktu. Menurut dosen FK Universitas Airlangga, dr.Rozalina Loebis, SpM (K), pengobatan akan menjadi lebih efektif jika obat tetes dipakai secara
benar. Sebaiknya, saat mengaplikasikan obat tetes mata, cuci tangan dengan air terlebih dahulu. Selain itu, saat membuka tutup botol, upayakan untuk tidak menyentuh ujung obat tetes mata. Saat meneteskan ujung botol, jangan menyentuh bulu mata. Sebab, di bulu mata banyak organisme yang bisa menimbulkan kontaminasi. Cara meneteskannya, lepaskan satu tetes, lalu tutup mata secara perlahan. Selanjunya, ubah posisi kepala menjadi menunduk. Usahakan jangan berkedip agar obat tetes mata tidak keluar sebelum sempat diserap dengan baik.
Jawa Pos, 11 Juli 2016 halaman 28 UNAIR Ditarget Masuk 500 Besar Dunia
Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek-Dikti) menargetkan ada tiga perguruan tinggi yang akan masuk 500 besar dunia. Ketiganya adalah UGM, IPB, dan UNAIR. Di sisi lain, Ditjen Kelembagaan Iptek dikti juga memiliki target menambah jumlah perguruan tinggi yang berakreditasi unggul (A) menjadi 39 perguruan tinggi. Sekarang, baru ada 26 perguruan tinggi yang sudah terakreditasi A. Peringkat UNAIR di dunia sempat turun karena adanya perubahan kebijakan yang diterapkan oleh QS World University mengenai publikasi. Dirjen menerangkan, publikasi kesehatan sangat didominasi oleh UNAIR, namun jika tahun lalu semua publikasi kesehatan dihitung, untuk pemeringkatan sekarang dipotong.
Sindo,12 Juli 2016 halaman 8
Pantau Pendatang Tanpa Status Jelas
Sebagai antisipasi adanya urbanisasi ke Kota Surabaya pasca libur Lebaran, Pemerintah Kota Surabaya menggelar operasi yustisi. Operasi ini digelar secara berkala mulai dari Jojoran Baru, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng. Petugas akan menjaring orang yang tidak memiliki Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS). Selain kawasan Gubeng, masih ada delapan kecamatan yang menjadi target sasaran yaitu Krembangan, Sukolilo, Karang Pilang, Wiyung, Sawahan, Dukuh Pakis, Kenjeran, dan Wonocolo.
Operasi ini juga difokuskan untuk indekos mewah di kawasan pendidikan Universitas Airlangga dan Pucang Sewu.
Surya,13 Juli 2016 halaman 10
Kuota 75 Orang, Pendaftar FK UNAIR Tembus 20 Ribu
Peminat penerimaan mahasiswa jalur mandiri tak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Di Universitas Airlangga, Fakultas Kedokteran tetap menjadi favorit. Sebulan dibuka, jumlah pendaftar PMB Mandiri UNAIR telah melebihi kuota. Hingga pukul 11.00 kemarin, (12/7) total ada 8.368 peserta yang mendaftar, padahal kuota tahun ini hanya 1.870 kursi. Saat ini, pendaftar Pendidikan Dokter di FK UNAIR mencapai 2.161 orang dengan kuota 75 orang. Pada kelompok IPS, prodi Akuntansi diminati oleh 548 orang dengan kuota 87 orang. Rektor UNAIR, Prof.Muhammad Nasih mengatakan tak berbeda dengan jalur lainnya, FK masih menjadi pilihan favorit untuk Jalur Mandiri. Ia menambahkan, tahun ini kali pertama jalur mandiri bakal menerima program bidikmisi. Pendaftaran online untuk mandiri bidikmisi bisa dilakukan mulai 12 Juli dan ditutup pada 19 Juli 2016 pukul 22.00. Proses verifikasi pendaftaran akan dilakukan pada 12 hingga 19 Juli 2016. Pelaksanaan ujian mandiri baik jalur bidikmisi maupun non-bidikmisi akan dilangsungkan bersamaan pada 24 Juli 2016.
Radar, 13 Juli 2016 halaman 1
Jawa Pos, 13 Juli 2016 halaman 21 dan 27 Siap Masuk Jejaring, Kota Kreatif Unesco
Surabaya terus memajukan eksistensinya di panggung internasional. Kini pemkot dan dan beberapa elemen masyarakat berusaha agar kota ini masuk dalam jejaring UNESCO Creative Cities Network (UCNN). UCNN adalah salah satu organisasi di bawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang didirikan pada 2004. Organisasi tersebut berisi kota-kota yang memiliki kreativitas lokal unggulan. Surabaya telah memiliki pendukung yang kuat.
Dari sisi akademisi, Surabaya punya kampus-kampus ternama di Indonesia. Misalnya Institut Teknologi Seputuh Nopember (ITS) dan Universitas Airlangga (UNAIR). Dari sektor bisnis, ada organisasi Kamar Dagang dan industri (Kadin) Surabaya dan ada Creative City Forum (SCCF) yang mewakili komunitas.
Jawa Pos,13 Juli 2016 halaman 21 dan 27 Penulis : Afifah Nurrosyidah
Editor : Dilan Salsabila
Soal Panci Berlafaz “Alhamdu
Allah”, Polisi Perlu Bentuk
Tim Khusus Kasus Penodaan
Agama
UNAIR NEWS – Belakangan, kasus yang diseret ke ranah penodaan atau penistaan agama kembali terjadi. Tepatnya, soal panci yang berstiker “Alhamdu Allah”. Beberapa waktu lalu, hal serupa pernah terjadi. Yakni, saat ditemukan sandal yang memiliki tekstur lafaz sakral bagi umat Islam. Bahkan, pada momen tahun baru lalu, sempat diperjualbelikan terompet dengan bahan dasar kertas sampul kitab suci umat mayoritas tersebut. Terkait maraknya jumlah kasus tersebut, pakar hukum pidana UNAIR Sapta Aprilianto, S.H.,M.H.LL.M berpandangan, polisi perlu membentuk tim khusus. “Mengingat meningkatnya peristiwa perkara yang berkaitan dengan penodaan dan penistaan agama, pihak aparat kepolisian perlu membentuk tim atau divisi khusus untuk menangani perbuatan pidana penodaan dan penistaan terhadap agama,” ujar pria yang biasa disapa Antok tersebut.
Dia melanjutkan, selama ini penyidik kepolisian mungkin belum menganggap perbuatan ini sebagai prioritas. Berbeda dengan tindak pidana khusus seperti panyalahgunaan narkoba ataupun tindak pidana korupsi. Sehingga, dalam proses penanganan masih harus menunggu laporan maupun aduan masyarakat.
Itulah mengapa terkesan penegakan hukum kurang. Padahal, penegakan hukum sudah sesuai, namun dalam hal ini penyidik kepolisian tidak dapat bergerak jika tidak ada laporan ataupun pengaduan.
Perlu diketahui bahwa dasar dari tindakan Polisi sebagai aparat penegak hukum adalah laporan dan pengaduan masyarakat. Walaupun sifat perbuatan penodaan ataupun penistaan terhadap agama ini bukanlah aduan, namun tetap saja pihak penyidik baru dapat bertindak manakala ada laporan.
Oleh sebab itu, perlu peran aktif dari anggota masyarakat. Perlu kepekaan dari masyarakat terkait dengan dugaan tindakan yang sifatnya penodaan ataupun penistaan terhadap agama.
Nah, tim atau divisi khusus nanti akan bertugas untuk mengawasi sekaligus menerima aduan langsung dari masyarakat. Bahkan, dapat pula melakukan langkah-langkah inisiasi “jemput bola” untuk menelaah fenomena praktek penodaan agama di masyarakat. Dengan demikian, kerja polisi akan lebih fokus dan penanganan bisa lebih optimal.
Dia menambahkan, pelaku perbuatan penodaan ataupun penistaan agama dapat dihukum jika perbuatan tersebut merugikan atau meresahkan kepentingan umum. Maka itu, walaupun pelaku telah meminta maaf, namun masyarakat umum masih merasa resah dan dirugikan, secara kepatutan dan secara yuridis, Polisi selaku penyidik tidak dapat menghentikan perkara ini. (*)