BAB 4
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Dasar Kegiatan CSR
Gambar 4.1 Dasar pelaksanaan CSR
Astra dalam menjalankan kegiatan CSR memiliki dasar-dasar yang digunakan sebagai panduan pelaksanaannya. Dasar - dasar tersebut antara lain nilai- nilai, filosofi, cita-cita dimana nilai - nilai tersebut menjadi bagian perusahaan yang dikembangkan sebagai dasar dari kegiatan CSR. Dari nilai- nilai tersebut dan juga faktor- faktor pendukung pelaksanaan CSR, menjadi suatu landasan bagi perusahaan untuk menjalankan kegiatan CSR agar dasar CSR dalam perusahaan itu dapat dijalankan ke seluruh unit bisnis perusahaan, dalam hal ini Astra, dengan memberikan pelatihan dan pengarahan secara langsung yang ditangani oleh divisi
Dasar CSR Faktor pendukung Perusahaan Nilai-nilai perusahaan Landasan Kegiatan CSR Peraturan, Sanksi, Evaluasi dalam prakteknya, dan Tim
ESR, dengan terjun langsung pada unit bisnisnya. Selain dengan pelatihan, Astra juga membuat suatu program penghargaan yang melibatkan semua unit- unit bisnis sehingga pelaksanaan CSR dapat berjalan dari atas sampai ke unit-unit bisnis Astra, dan dari unit bisnis yang berhasil menjalankan kegiatan CSR akan mendapatkan pengakuan berupa AGC atau AFC Award sesuai dengan kegiatan CSR-nya. Cara lain yang dapat ditempuh adalah dengan membuat peraturan untuk diikuti oleh para karyawan dimana kegiatan ini diawasi oleh suatu tim yang khusus sehingga dasar pelaksanaan CSR tersebut dapat menjadi bagian dari seluruh unit bisnis. Secara garis besar pelaksanaan tersebut dapat dilihat pada gambar 4.1 di atas.
Dasar dari penerapan CSR sangat bervariatif dan bergantung kepada perusahaan yang menjalankannya dan juga tidak ada suatu teori mutlak yang memberikan gambaran mengenai dasar-dasar dari sua tu CSR. Akan tetapi dari informasi, data, dan prakteknya, dalam menerapkan CSR dapat dijabarkan bahwa dasar-dasar yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Misi, Visi, dan Filosofi
Dari informasi dan data yang didapatkan, penerapan CSR ada yang menjadi bagian integral dalam bisnis. Perusahaan yang mengintegrasikan CSR dalam seluruh pengambilan keputusan akan lebih mengkaitkan CSR ini pada misi, visi dan filosofi dari perusahaan. Dari misi dan visi ini tidak memfokuskan pada menghasilkan keuntungan atau menjadi yang terbaik, akan tetapi lebih
menekankan pada menciptakan suatu nilai yang lebih bagi seluruh stakeholder
perusahaan. Stakeholder yang dimaksud adalah karyawan, konsumen,
2. Komitmen dari Top Eksekutif
Suatu kegiatan CSR tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya komitmen dan dukungan dari top eksekutif yang terus menekankan penerapan CSR, memberikan pengarahan – pengarahan.
3. Komunikasi, pendidikan dan pelatihan
Dalam penerapan CSR, sangat memerlukan keikutsertaan dari seluruh karyawan untuk berpartisipasi, kegitan CSR tidak dapat hanya dijalankan oleh suatu bagian saja dalam perusahaan akan tetapi seluruh bagian dari perusahaan. Karyawan tidak dapat disalahkan bila tidak menjalankan suatu bentuk kegiatan CSR karena mereka tidak mengetahui pentingnya kegiatan CSR. Oleh karena itu komunikasi, pendidikan dan pelatihan harus diberikan agar karyawan tersebut mengerti mengenai pentingnya penerapan CSR, salah satunya adalah dengan mempublikasikan secara internal tentang pentingnya CSR.
4. Penghargaan bagi karyawan
Banyak perusahaan mengerti bahwa karyawannya akan berpartisipasi dalam suatu kegiatan yang akan memberikan pengakuan dan penghargaan, dan mereka akan menghindari suatu tidakan yang merugikannya. Oleh karena itu, suatu sistem promosi, kompensasi, penghargaan dapat digunakan untuk mendorong dalam melakukan kegiatan CSR yang telah direncanakan.
Pada penerapannya, Astra mengimplementasikan penghargaan ini dengan
memberi nama AGC dan AFC Award untuk meningkatkan semangat grup
5. Perencanaan strategis
Dalam penerapan CSR, banyak perusahaan yang melihat kegunaannya dimasa mendatang, oleh karena itu perusahaan menggunakan CSR sebagai proses perencanaan jangka panjang, dan mengidentifikasi tujuan-tujuan yang lebih spesifik, dan implikasi CSR dalam suatu proposal bisnis.
6. Mempengaruhi perusahaan lain
Perusahaan yang benar-benar tertarik menjalankan CSR dapat menjadi pelopor dan mempengaruhi perusahaan lain, baik dari partner bisnis sampai perusahaan-perusahaan lain di dunia.
4.2 Perencanaan Pelaksanaan CSR
Dalam prakteknya, penerapan dan implementasi CSR bergantung kepada perusahaan yang menjalankannya. Implementasi dan penerapan CSR pada perusahaan berbeda - beda bergantung pada ukuran perusahaan, sektor, pangsa pasar dan budaya dan komitmen dari pemimpin perusahaan tersebut. Beberapa perusahaan fokus pada suatu area tunggal seperti pada aspek lingkungan, dan beberapa perusahaan lainya memiliki tujuan untuk mengintegrasikan visi CSR dalam seluruh aspek operasi perusahaan. Ada beberapa penerapan CSR yang dapat digunakan :
Secara Umum
1. Strategic Alliance
Penerapan CSR dapat dilakukan dengan bermitra dengan organisasi social, seperti
pendidikan. Hal ini dapat dilihat pada penerapannya pada Astra, Astra bekerja sama dengan beberapa lembaga sosial di Indonesia yang terkait dengan suatu penerapan kegiatan CSR yang akan dilakukan.
2. Joint Sertification
Standar-standar dalam pelaksanaan CSR yang dilakukan perusahaan akan diakui bila perusahaan bekerja sama dengan badan sertifikasi yang menilai bagaimana penerapan CSR dalam suatu perusahaan sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh badan sertifikasi tersebut. Dalam prakteknya Astra bekerjasama dengan badan sertifikasi asing yaitu AFAQ - Acert International Perancis yang bertujuan memberikan sertifikasi terhadap perusahaan dengan pengelolaan LK3 yang baik.
3. Mendirikan yayasan sosial
Dalam melakukan kegiatan sosial seringkali perusahaan mendirikan suatu yayasan yang khus us menangani masalah- masalah sosial yang terjadi dalam masyarakat. Astra memiliki lembaga sosial yang membantu dan mengembangkan masyarakat dalam usaha kecil dan menengah (YDBA)
4. Membuat divisi khusus dalam perusahaan
Perusahaan yang menjadikan CSR dalam bagian pengambilan keputusan bisnisnya ada yang membentuk divisi khusus untuk menangani masalah- masalah yang berkaitan dengan kegiatan sosial, seperti pada Astra yang membentuk divisi Environment and Social Responsibility untuk menangani masalah yang berhubungan dengan CSR
Secara Khusus
Dalam menjalankan kegiatan social, harus ada target yang menjadi patokan dalam menilai kesuksesan dan ketepatan pelaksanaan CSR. Suatu program yang tidak diberi patokan akan sulit untuk diketahui ketepatan dan akan menghabiskan sumberdaya yang ada pada perusahaan. O leh karena itu Astra memberikan suatu patokan dalam penghematan sumber daya alam sebesar 10% lebih kecil dari tahun sebelumnya.
2. Mengikutsertakan karyawan
Keikutsertaan karyawan memegang peranan penting dalam implementasi CSR. Selain keikutsertaan dari karyawan, kadang kala supplier memegang peranan yang penting dalam menyukseskan kegiatan CSR. O leh karena itu komunikasi antara top manajemen dan karyawan menjadi kunci kesuksesan penerapan CSR. Karyawan dan supplier harus mendapatkan informasi yang jelas tentang bagaimana perusahaan melaksanakan CSR, motivasi dalam menjalankan, pendekatan yang dilakukan, relevansinya dalam bisnis, dan juga implikasi-implikasi lainnya.
3. Membuat rencana komunikasi internal dan eksternal
Komunikasi sangat penting dalam pelaksanaan CSR baik dalam internal dan eksternal. Untuk internal, pelaksanaan CSR dan performa ya ng dihasilkan sebisa mungkin dikomunikasikan secara transparan dan juga secara berkala kepada seluruh karyawan. Berbagai media dapat digunakan seperti newsletters, laporan tahuna n, komunikasi intranet, rapat-rapat. Karyawan perlu untuk diinformasikan bahwa CSR menjadi prioritas dalam perusahaan.
Untuk rencana komunikasi eksternal, merupakan suatu faktor yang penting dan memerlukan perencanaan yang matang. Target dari pendengar sangat bermacam-macam tergantung dari perusahaan dan kegiatan CSR yang dilakukan oleh
perusahaan. Kegiatan komunikasi dapat berupa awareness campaign, iklan,
pidato, dan informasi yang tersedia dalam website.
Secara garis besar dasar dan perencanaan penerapan CSR dapat di rangkum sebagai berikut :
• Dasar Utama
o Misi dan Visi
Visi dan misi merupakan bagian penting dalam suatu perusahaan yang memberikan suatu pedoman dan arah yang ingin dituju oleh perusahaan. Dalam kaitannya dengan CSR, isi dari visi dan misi lebih dari sekedar menjadi yang terbaik dan mendapatkan keuntungan, tetapi menekankan
menciptakan value bagi stakeholder perusahaan.
Secara umum, dalam membuat suatu visi dan misi perusahaan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, dan dimana dari keempat hal tersebut akan meningkatkan posisi dari perusahaan dan prospek di masa mendatang. Hal - hal yang harus diperhatikan adalah seperti :
• Produk yang dihasilkan
Visi dan misi akan dipengaruhi dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan, misalnya untuk produk makanan, akan lebih tepat bila visi misi yang digunakan adalah menjadi yang terbaik dalam menyediakan
produk yang baik bagi masyarakat, dari pada menjadi nomor satu di suatu Negara.
• Trend teknologi
Teknologi berperan penting dalam kehidupan manusia, dan teknologi ini dapat menciptakan suatu keungulan bagi perusahaan yang menggunakannya. Teknologi ada yang dapat berguna dalam proses produksi dan juga ada yang berguna dalam penanganan limbah industri. Selain visi dan misi, ada juga nilai- nilai yang dapat menjadi panduan dalam
suatu perusahaan dimana nilai- nilai ini berasal dari founder dari suatu
perusahaan. N ilai-nilai ini dapat berupa kepercayaan dan juga prinsip bisnis yang menjadi suatu pandangan yang sangat berguna bagi kelangsungan bisnis dan kegiatan-kegiatan yang dijalankan oleh perusahaan. Filosofi ini dapat menjadi dasar dari penetapan visi dan misi perusahaan, seperti pada Astra, yaitu Catur Dharma, dimana filosofi ini menjadi akar dari segala kegiatan operasional bisnis dan juga kegiatan CSR.
o Komitment dari Top Eksekutif
Komitmen dari top eksekutif untuk menjalankan kegiatan CSR menjadi panduan bagi seluruh karyawan dari perusahaan untuk turut serta. Dalam prakteknya di Astra, komitmen dari top eksekutif ini dapat dilihat dari
President Letter yang menekankan Triple Bottom Line.
• Faktor Pendukung
Dalam kegiatan CSR, keikutsertaan dari karyawan dalam pelaksanaan program CSR memberikan suatu kesuksesan dari program tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan komunikasi dan pelatihan kepada karyawan, dalam hal ini Astra memotivasi mereka untuk menjalankan kegiatan CSR salah satunya tentang keselamatan kerja dengan mengikut sertakan karyawan mereka dalam kegiatan pelatihan-pelatihan, dan program penghargaan.
o Komunikasi, pendidikan dan pelatihan CSR bagi karyawan
Suatu CSR akan sulit untuk dijalankan bila karyawan dari perusahaan kurang memahami arti pentingnya CSR, oleh karena itu suatu sistem komunikasi perlu diformulasikan sehingga karyawan dapat mengerti pentingnya CSR. Selain itu perencanaan pendidikan dan pelatihan CSR juga diikut sertakan dalam prakteknya dimana karyawan diberikan suatu pelatihan dan sekaligus pelatihan tentang point-point kegiatan CSR yang dilakukan oleh perusahaan seperti keselamatan kerja.
Astra memberikan pelatihan-pelatihan yang ditujukan bagi karyawan seperti pendidikan dan pelatihan mengenai LK3.
Dalam mengkomunikasikan pentingnya CSR, Astra melakukannya dengan
value, mindset, dan behaviour dimana suatu kegiatan yang positif akan
memberikan dampak positif.
o Program penghargaan pencapaian CSR
Program-program penghargaan dalam pencapaian suatu kinerja akan lebih menarik perhatian dari karyawan, untuk itu, program penghargaan dirancang
sedemikian rupa sehingga menarik para karyawan ikut serta menjalankan kegiatan CSR yang dijalankan oleh perusahaan.
Dalam membuat program penghargaan harus dijelaskan tentang bagaimana pencapaiannya, salah satunya dengan menetapkan tujuan dari kegiatan yang ingin dicapai secara specifik.
Astra memiliki program AGC dan AFC Award dalam pencapaian kegiatan
CSR. Hal ini memberikan motivasi bagi karyawan untuk turut serta dan menjalankan kegiatan CSR.
o Perencanaan program strategis berkaitan dengan CSR
Suatu kegiatan CSR merupakan suatu investasi jangka panjang, oleh karena itu perlu untuk melihat kedepan dan mengidentifikasikan tujuan-tujuan yang lebih spesifik dari kegiatan CSR yang kemudian dapat memberikan peluang bagi perusahaan. Selain itu perusahaan-perusahaan berskala internasional mulai menekankan penerapan CSR bagi para partner bisnis mereka sebagai bagian dari proposal bisnis mereka. Astra sadar akan pentingnya
sustainability, oleh karena itu Astra menjalankan kegiatan CSR dan juga
melihat keuntungan-keuntungan yang didapat dari kegiatan CSR, seperti penghematan biaya.
o Membuat divisi khusus dalam perusahaan
Target merupakan suatu keharusan dalam pelaksanaan semua kegiatan bisnis, oleh karena itu dalam penerapan CSR harus menentukan kriteria-kriteria yang menjadi penilaian kesuksesan suatu penerapan CSR. Sebaga i contoh, pada Astra misalnya, pembangunan sekolah di Meulaboh keberhasilan dari
pelaksanaannya dapat dilihat dari : pertama, jadinya bangunan tersebut, dan kedua, meningkatnya taraf pendidikan bagi anak-anak di sekitar sekolah tersebut.
o Target performa kesuksesan
Suatu divisi khusus dapat dibentuk untuk khusus menangani masalah- masalah sosial, dimana anggota dari divisi-divisi tersebut memang memiliki pengetahuan tentang pelaksanaan kegiatan sosial yang ingin dilakukan oleh perusahaan, selain itu bila divisi ini dibentuk didalam perusahaan maka divisi ini dapat bekerja sama dengan divisi lain dalam perusahaan untuk merencanakan suatu kegiatan CSR.
Astra memiliki divisi khusus dalam penanganan kegiatan CSR dengan membentuk divisi Environment and Sosial Responsibility (ESR).
o Komunikasi internal dan eksternal
Komunikasi sangat memegang peranan penting dalam menginformasikan kesuksesan pelaksanaan CSR oleh perusahaan, untuk itu komunikasi dalam internal perusahaan dapat dilakukan dengan memberikan informasi secara berkala mengenai hasil yang dicapai dalam pelaksanaan CSR sehingga terdapat transparansi dalam pelaporannya dan memberikan penekanan bahwa kegiatan CSR yang dilakukan oleh perusahaan terus berlanjut dan tidak setengah-setengah.
Untuk komunikasi eksternal juga memegang peranan penting dimana komitmen dari perusahaan untuk menjalankan kegiatan CSR tidak
setengah-setengah. Hal ini dapat dilakukan dengan menerbitkan laporan- laporan perkembangan dari kegiatan CSR yang dilakukan, memberikan informasi
yang selengkapnya pada website perusahaan, dimana orang yang tertarik bisa
mendapatkan informasi mengenai kegiatan CSR yang dilakukan oleh perusahaan. Selain itu juga dapat memberikan suatu kontribusi sehingga konsumen menjadi loyal terhadap produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Astra dalam komunikasinya memberikan informasi kegiatan CSR dalam
website dan juga laporan sustaibility.
4.3 Pelaksanaan CSR
Faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan CSR
Gambar 4.2 Faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan kegiatan CSR
Kegiatan CSR Misi dan Visi
Tujuan Bisnis
Stakeholder
Produk dan jasa yang dihasilkan
Dari data-data yang didapatkan dari Astra dan juga sumber-sumber lainnya, pemilihan kegiatan CSR sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, dimana faktor-faktor
tersebut berkaitan dengan misi dan visi, tujuan bisnis, stakeholder, dan produk yang
dihasilkan oleh perusahaan dimana faktor - faktor ini menjadi pertimbangan dalam menentukan kegiatan CSR yang akan dilakukan, antara lain :
• Misi dan Visi
Misi dan visi menjadi panduan dalam menjala nkan segala kegiatan perusahaan.
Dalam pemilihan suatu issue social, misi dan visi mempengaruhi keputusan dalam
pemilihan issue sosial yang ada dalam masyarakat tersebut seperti apa yang
dicita-citakan oleh perusahaan, misalnya perusahaan memiliki visi mencerdaskan bangsa dan misi untuk mencapai visi tersebut adalah memberikan pendidikan dan pelatihan
kepada anak-anak bangsa. Maka issue yang akan dipilih dan dikembangkan oleh
perusahaan adalah masalah pendidikan.
• Tujuan Bisnis
Tujuan dan sasaran bisnis dapat memberi suatu gambaran dan arah mengena i masalah sosial dan bagaimana penerapan CSR yang akan dilakukan oleh perusahaan.
• Stakeholder
Masalah- masalah yang berhubungan atau yang menjadi perhatian stakeholder, akan
lebih ditekankan untuk dilaksanakan.
• Produk dan jasa yang dihasilkan
Pada pelaksana annya perusahaan mempertimbangkan menggunakan produk dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan itu sendiri dalam kegiatan CSR yang dijalankan.
Faktor Pertimbangan Kegiatan CSR
Gambar 4.3 Faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan kegiatan CSR
Selain faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan kegiatan CSR ada faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam pemilihan kegiatan CSR, dimana faktor-faktor tersebut antara lain : • Prioritas issue Kegiatan CSR Prioritas Issue Sumber daya Partner Pengalaman
Semakin besar atau banyak suatu masalah sosial, akan lebih mendapatkan prioritas dari perusahaan untuk penyelesaiannya, selain besar atau banyaknya masalah, faktor mudah atau tidaknya penyelesaian dari suatu masalah sosial juga mempengaruhi pertimbangan pemilihan issue tersebut.
• Partner
Ada tidaknya partner dalam kegiatan CSR juga menjadi pertimbangan, dalam hal ini ada partner dalam kegiatan internal perusahaan seperti lembaga yang mengawasi dan menilai kegiatan yang dilakukan persusahaan dan juga partner dalam menjalankan kegiatan CSR khususnya ke komunitas masyarakat.
• Pengalaman
Adanya pengalaman perusahaan dalam menjalankan kegiatan CSR lebih menjadi pertimbangan dalam pelaksanaannya karena pelaksanaan CSR yang dilakukan dapat lebih effisien dan efektif untuk menghasilkan performa yang optimal.
• Sumber daya
Sumber daya menjadi perhatian penting dalam pemilihan kegiatan CSR, perusahaan dapat menjalankan suatu kegiatan CSR bila terdapat sumber daya yang cukup untuk membantu suatu masalah sosial
Dari dua faktor diatas yaitu faktor yang mempengaruhi dan yang dipertimbangkan, dapat digambarkan seperti dibawah ini :
Gambar 4.4 Pelaksanaan CSR
Dari dasar dan penerapan CSR diawal bab empat, dapat digambarkan secara keseluruhan seperti pada gambar dibawah ini :
Faktor yang dipertimbangkan Faktor yang mempengaruhi Lingkup kegiatan CSR •Shareholder •Karyawan •Konsumen •Lingkungan •Komunitas •Partner bisnis •Pemerintah Landasan Kegiatan CSR Pelaksanaan CSR
Gambar 4.5 Keseluruhan tahap pelaksanaan CSR
Dari gambar ini dapat dirangkum mulai dari kegiatan dasar sampai hasil pelaksanaan CSR pada perusahaan, dimana perusahaan memiliki nilai-nilai yang menjadi panutan bagi perusahaan dimana nilai- nilai ini sebagai suatu dasar bagi penciptaan dasar pelaksanaan CSR. Dari dasar-dasar pelaksanaan CSR ini digunakan untuk menjalankan
kegiatan CSR yang mencakup stakeholder perusahaan yaitu shareholder, karyawan,
konsumen, lingkungan, komunitas, partner bisnis, pemerintah. Dari cakupan pelaksanaan CSR ini dipengaruhi juga oleh faktor-faktor seperti misi dan visi, tujuan bisnis,
stakeholder, dan produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Dari kegiatan CSR yang
Dasar CSR Faktor pendukung Lingkup kegiatan CSR Perkembangan dan hasil kegiatan CSR Perusahaan Masyarakat •Shareholder •Karyawan •Konsumen •Lingkungan •Komunitas •Partner bisnis •Pemerintah Faktor yang mempengaruhi Faktor yang dipertimbangkan Pelaksanaan CSR Nilai-nilai perusahaan Marketing P e r u s a h a a n Peraturan, sanksi, evaluasi dalam prakteknya dan Tim
dipilih kemudian mempertimbangkan faktor-faktor seperti prioritas issue, partner, pengalaman dan sumberdaya perusahaan. Dari tahap ini, maka perusahaan memilih dan menjalankan kegiatan CSR yang ditentukan, selanjutnya hasil dari penerapan CSR ini dilaporkan kepada perusahaan mengenai apa yang dicapai dari pelaksanaan CSR tersebut sebagai pertanggung jawaban dari tugas pelaksanaan kegiatan CSR. Dari hasil kegiatan CSR, masyarakat mendapatkan dampak dari kegiatan sosial dan hal ini memberikan
dampak bertahannya (sustainability) perusahaan.
4.4 Peran CSR Astra
CSR di Astra lebih digunakan sebagai komponen dalam manajemen operasional hariannya. Seperti pada Astra Green Company, konsep CSR contohnya diterapkan pada penghematan energi dan kertas dikantor, dan efisiensi proses produksi. Sedangkan Astra Friendly Company berhubungan dengan perlakuan yang lebih baik pada pegawai dan lingkungan dimana Astra beroperasi. Dalam hubungannya dengen lingkungan sosial, Astra mencoba mendukung lingkungan sosial dengan membuat program bagi anak-anak muda dan membeli seni dan kerajinan yang dibuat oleh penduduk sekitar.
Program CSR Astra terlihat lebih diarahkan pada level korporasi, bukan pada konsumen. Hal ini berarti Astra berarti memilih pendekatan yang lebih sederhana dalam
menjalankan CSR-nya. Program CSR Astra jarang munc ul pada iklan- iklan besar atau
media lainnya. Programnya tertulis dengan detail dan ditampilkan pada buku
Sustainability Report-nya. Buku-buku tersebut tidak tersedia secara luas bagi konsumen, tetapi hanya tersedia untuk kepentingan internal dan korporasi.
4.5 Manfaat CSR Bagi Astra
Keuntungan CSR bagi Astra adalah sebagai berikut:
1. Tuntutan Global
Kompetisi global untuk tersedianya perusahaan yang semi-etis memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan yang terlibat dalam CSR. Astra sebagai
perusahaan yang sadar akan CSR memiliki keuntungan signifikan dalam tender
global khususnya dalam issue lingkungan dalam proses produksinya maupun hasil produksinya.
2. Permasalahan Tenaga Kerja
Indonesia sebagai negara dunia ketiga, menawarkan buruh dengan upah yang rendah dan penegakan hukum buruh yang lemah, di mana buruh tersebut seringkali tereksploitasi. Eksploitasi buruh akan menyebabkan pemogokan, dan juga kerusakan fisik bagi proses produksi. Astra Friendly Company menangani masalah ini dengan memberikan tunjangan dan penghidupan yang lebih baik bagi seluruh karyawannya
.
3. Dampak Sosial
Dampak sosial perusahaan dapat membawa permasalahan seperti yang muncul pada revolusi industri pertama, seperti :pertikaian antar kelas sosial, jurang miskin dan kaya yang melebar, dan eksternalitas yang ditakuti. Dengan Astra Friendly Company, jurang tersebut mengecil dan perusahaan dapat membawa lingkungan sosial ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat sekitar.
Dengan pemanasan global yang merambah dengan cepat dan permasalahan lingkungan lainnya, konsumen ritel, baik global atau lokal, mulai memiliki kepedulian yang besar atas permasalahan tersebut. Walaupun mayoritas masih memilih harga terendah barang tertentu, yang lainnya, khususnya yang berkecukupan, mulai memperdulikan dampak lingkungan produk yang mereka gunakan – dan beberapa merelakan harga yang lebih tinggi untuk membelinya. Dengan melaksanakan CSR, konsumen dapat meyakini produk Astra adalah produk yang ramah lingkungan dan kepedulian mereka dapat secara tidak langsung memberikan keuntungan bagi Astra.
5. Loyalitas Manajemen
Salah satu permasalahan dari pekerja tingkat-manajemen adalah tingginya tingkat perpindahan pegawai. Dengan mendengarkan dan peduli pada karyawannya, tingkat perpindahan karyawan dapat diturunkan yang menghasilkan angkatan kerja yang lebih kompeten, terlatih dan terampil.
6. Branding Korporasi
Banyak perusahaan yang mengambil konsep CSR karena mereka ingin menghijaukan diri akhir-akhir ini. Mereka mereformasi dirinya mayoritas dalam aspek lingkungan, contohnya: British Petroleum mengganti nama mereka menjadi BP (Beyond Petroleum), Unilever mengganti logo ”U” mereka sehingga penuh dengan gambar-gambar dedaunan. Astra Green Company dan Astra Friendly Company dapat meningkatkan brand korporat Astra dengan cara tersebut.
Salah satu dari program CSR Astra adalah mengurangi penggunaan energi dan kertas. Dengan penghematan tersebut, biaya overhead dapat dikurangi. Salah satu programnya adalah penurunan penggunaan energi dan limbah kantornya secara terus- menerus.
8. Lingkungan yang lebih baik
Bahaya lingkungan adalah salah satu permasalahan yang dihadapi oleh setiap entitas dalam planet ini. Bagi Astra, pabrik-pabriknya rentan terhadap bencana alam, khususnya banjir. Dengan membangun saluran air dan membangun elemen lingkungan di sekitarnya, banjir dapat dihindari, atau bilapun terjadi, efek kerusakannya dapat dikurangi.
9. Kepatuhan pada Standar Pemerintahan
Hukum-hukum pemerintahan mulai ditegakkan baik pada masalah buruh atau lingkungan. Emisi dan limbah dari pabrik memiliki batas seperti halnya upah minimum dan perlakuan buruh yang baik. Karena perusahaan dapat dikenakan denda pada tiap pelanggarannya, penerapan CSR dapat menghindarkan denda tersebut atau menguranginya.
10.Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Dengan menerapkan CSR, Astra juga membantu masyarakat sekitar bertumbuh dalam ekonomi. Salah satu contohnya, dengan didirikannya pabrik, penduduk lokal dapat menjual makanan, tempat tinggal, atau toko-toko kecil lainnya yang berguna bagi pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Dan efeknya, dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi, Astra juga akan bertumbuh bersama dengan pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
4.6 Pembedaan CSR dengan Kegiatan Sosial (
philanthropy
)
Kegiatan CSR adalah suatu bentuk tanggung jawab perusahaan kepada
stakeholder-nya dan kegiatan CSR berbeda dengan Kegiatan Sosial. Untuk itu perlu
dibedakan antara pelaksanaan CSR dan juga kegiatan sosial. Kegiatan sosial adalah suatu kegiatan yang dengan iklas memberikan bantuan kepada masyarakat tanpa mengharapkan balasan dari kegiatan yang dilakukan dan cakupan lebih besar kepada antara sesama manusia. Dalam hal ini ada nilai- nilai dari masyarakat untuk tidak membesar-besarkan kegiatan sosial yang dilakukan.
Sedangkan CSR lebih merupakan bentuk pertanggung jawaban perusahaan
kepada stakeholder dalam menjalankan bisnisnya, yaitu shareholder, karyawan,
konsumen, lingkungan, komunitas, partner bisnis, dan pemerintah. CSR lebih dititik beratkan pada kewajiban yang benar-benar harus dilakukan perusahaan dalam
menjalankan kegiatan bisnisnya sehingga tercipta suatu sustainable business antara
perusahaan, lingkungan dan masyarakat.
Untuk itu, dalam kegiatan CSR marketing, harus membedakan mana yang kegiatan sosial dan mana yang merupakan tanggung jawab perusahaan sehingga dalam praktek CSR marketing-nya perusahaan tidak mengalami suatu benturan.
Dari keterangan ini dapat dijelaskan mengenai kegiatan tanggung jawab perusahaan :
1. Kepada shareholder, hal ini dalam prakteknya dilaksanakan dengan membuat
laporan keuangan mengenai kegiatan-kegiatan operasional perusahaan sebagai
2. Kepada karyawan, perusahaan bertanggung jawab kepada karyawan yang bekerja pada perusahaan, untuk itu perusahaan me mbuat program-prgram pelatihan seperti LK3 dan juga tunjangan-tunjangan
3. Kepada konsumen, konsumen berhak mendapatkan informasi mengenai
produk yang digunakan berupa keaman dari produk
4. Kepada lingkungan, untuk pelaporan keadaan lingkungan harus dilaporkan
kepada para stakeholder yang ada mengenai dampak yang diakibatkan oleh
beroperasinya perusahaan dan bagaimana perusahaan bertanggung jawab dalam mengatasi masalah tersebut.
5. Kepada komunitas, dapat memberikan pelatihan-pelatihan untuk
meningkatkan kemampuan penduduk sekitar yang nantinya akan berguna bagi perusahaan.
6. Kepada partner bisnis, salah satu bentuk tanggung jawab perusahaan adalah
dengan membayar tepat waktu. Hal ini dapat diperluas dengan perusahaan mengambil barang dari supplier dimana supplier juga merupakan suatu bentuk perusahaan. Perusahaan dapat memberikan suatu standar kepada supplier mengenai produk yang akan dibeli dengan memberikan pelatihan-pelatihan sehingga standar yang diberikan dapat tercapai.
7. Kepada pemerintah, perusahaan menaati peraturan yang berlaku dan
membayar pajak tepat pada waktunya.
Dari penjelasan diatas, dapat diketahui bahwa produk-produk yang dihasilkan dari kegiatan CSR seperti makanan organik yang tanpa pestisida, kosmetik yang aman bagi
manusia yang tidak merusak lingkungan, biasanya dijual dengan harga premium, hal ini
berbeda dengan maksud dari CSR itu sendiri yaitu menghasilkan produk yang berkualitas
bagi konsumen yang pada akhirnya akan membuat perusahaan itu sustain dengan
produknya yang baik bagi kesehatan dan tidak merusak lingkungan hidup.
4.8
Philanthropy
,
Premium Price
dan CSR
Marketing
Dari uraian diatas dan teori-teori yang ada, dapat disimpulkan CSR bukan
merupakan kegiatan sosial (philanthropy) dalam arti tanpa pamrih dan bukan suatu hal
yang harus ditutupi, dimana banyak faktor- faktor yang menjadi pertimbangan dalam menjalankan suatu kegiatan CSR. CSR lebih dapat dikatakan sebagai suatu kewajiban bagi perusahaan.
Kegiatan CSR lebih diarahkan pada misi dan visi, tujuan bisnis, stakeholder, dan
produk yang dihasilkan oleh perusahaan, sedangkan kegiatan sosial, pada prakteknya penerapannya tidak terlalu atau bahkan tidak sama sekali mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, dimana kegiatan sosial perusahaan merupakan keinginan pemilik modal.
Oleh karena itu, CSR Marketing tentunya dapat membagi-bagi mana yang merupakan
kegiatan philanthropy dan mana yang merupakan kegiatan CSR.
Dengan menjual produk CSR dengan premium price, bukan merupakan kegiatan
CSR marketing , dimana pada definisi-definisi yang ada, CSR merupakan tanggung
jawab perusahaan. Premium price merupakan kegiatan marketing produk pada umumnya,
4.9 CSR
Marketing
Dengan demikian, CSR marketing yang diinginkan bukanlah bentuk pemberian
marketing spin CSR pada produk-produk perusahaan (dalam hal menjual produk, bukan
berarti perusahaan tidak memarketingkan produknya, dapat dilihat kegiatan CSR yang
dilakukan pasti akan berdampak pada produk yang dihasilkan, dalam hal ini CSR
marketing yang dimaksud adalah penggunaan marketing bukan hanya sebagai alat
penyampaian informasi kepada masyarakat, melainkan juga sebagai untuk menjual
nilai-nilai tanggung jawab sosial dan lingkungan kepada masyarakat luas dan stakeholder
perusahaan.
Di sini CSR marketing didefinisikan sebagai sebuah konsep mempromosikan,
mengkomunikasikan, dan membawa nilai- nilai dan ide- ide CSR melalui prinsip-prinsip
marketing sehingga dapat mencapai yang target yang lebih luas dan lebih menjual,
sehingga setiap aktivitas CSR tidak terhenti pada aktivitas itu sendiri, melainkan akan membawa efek yang lebih besar kepada dunia.
Dalam prakteknya sehari- hari dapat dikatakan masyarakat umum jarang sekali
mengenal prinsip-prinsip CSR, padahal mereka adalah stakeholder yang paling
berpengaruh pada perkembangan dunia. CSR hanya diajarkan pada sekolah-sekolah dan majalah bisnis, dan itupun sebagai teori belaka dan bukan sebagai rujukan umum. Jika perusahaan melakukan CSR dalam kegiatannya, memang benar bahwa mereka dapat melakukannya dengan baik, efek yang ditimbulkan pun akan besar bagi lingkungan sekitar. Namun, jikalau sebuah perusahaan melakukan CSR dengan baik, efek yang dihasilkan akan tak berarti ditinjau dari sudut pandang secara makro. CSR tidak/ belum
diatur oleh hukum yang berarti sebuah perusahaan boleh tidak melakukannya, dan masyarakat pun sebagai pemegang peranan terbesar tidak terlalu memperdulikannya. Jika sebuah perusahaan melakukan CSR dengan baik, hal ini berarti ia hanya melakukannya
demi perusahaan itu sendiri, dan bukan untuk scope yang lebih luas.
PT. Astra International Tbk yang berlokasi di Sunter telah melakukan CSR dengan baik yang berarti sebuah nilai positif bagi masyarakat di sana, akan tetapi apakah masyarakat di daerah lain tidak dapat memperolehnya dan harus me nggusur perusahaan yang ada sekarang dan meminta PT. Astra International Tbk berlokasi di daerah masing-masing? Oleh karena itu, karena di sini yang menjadi tujuan adalah CSR dan tanggung jawab sosial dan lingkungan, maka CSR tidak cukup hanya dilakukan oleh satu perusahaan bagi dirinya sendiri, namun juga CSR tersebut dapat menjadi berarti dan bermanfaat bagi perusahaan dan masyarakat lain. Tanggung jawab sosial dan lingkungan tidak hanya terletak pada perusahaan. Akan tetapi tanggung jawab tersebut berada di tangan segenap masyarakat.
Marketing diperlukan di sini karena marketing bukan saja dapat memberikan
informasi kepada masyarakat, namun marketing dapat menjual informasi tersebut kepada
masyarakat. Yang dimaksud adalah jika sebuah perusahaan melakukan marketing atas
produknya misalnya produk otomotif, masyarakat tidak hanya sekedar tahu perusahaan tersebut menjual produk otomotif, melainkan masyarakat juga tertarik untuk membelinya.
Ketertarikan ini jika dihubungkan dengan CSR, diharapkan marketing juga dapat
mengubah CSR dari sekedar pesan informatif, menjadi pesan inspiratif pada
Dapat dilihat pula secara garis besar ada dua jenis perlakuan gabungan CSR dan
marketing. Yang pertama adalah pemanfaatan CSR sebagai marketing spin, yaitu dengan menjual produk yang ramah lingkungan/ sosial. Hal ini kurang baik, karena masyarakat yang lebih berpendidikan akan menganggap hal ini sebagai salah satu jenis “menjual kemiskinan” yang dilakukan perusahaan. Misalnya perusahaan dapat mengatakan ia memberikan 10 rupiah dari setiap produk yang dijual kepada panti asuhan. Hal ini berarti ia melempar tanggung jawab kepada masyarakat dan membebankannya sebagai pajak lingkungan/ sosial yang harus ditanggung masyarkat. Hal ini pun tidak mendidik masyarakat, karena dengan melempar tanggung jawab ini, masyarakat tidak diajak melainkan dipaksa melakukan CSR. Tindakan CSR masyarakat ini pun terlalu superfisial dan instan sehingga tak berarti mereka sadar pentingnya CSR, melainkan mereka hanya melakukannya karena ada ya ng menyuruhnya secara mekanis-ekonomis.
Tujuan akhir dari CSR marketing ini adalah edukasi masyarakat dan pelaku bisnis
lainnya mengenai permasalahan sosial dan lingkungan yang dihadapi planet ini, dan mengajak untuk membangun tempat yang lebih baik, yang dapat dilakukan bersama-sama dengan perusahaan.
Ada beberapa alasan yang mendukung CSR marketing:
• Efek CSR yang lebih luas
CSR tidak terhenti pada kegiatan itu sendiri, kegiatan itu akan mendorong masyarakat melakukannya juga pada yang lain. Hal ini berarti CSR akan terjadi terus-menerus
dengan scope lebih luas dan efek lebih besar.
Brand image perusahaan akan terbentuk di mata publik sebagai perusahaan yang ramah lingkungan dan mau melakukan kegiatan sosial. Akan tetapi tidak terhenti sampai di situ, perusahaan pun karena mengajak masyarakat, akan menganggap
masyarakat tidak hanya sebagai target atau objek kegiatan. Melainkan perusahaan
menganggap masyarakat sebagai partner atau subjek bersama kegiatan CSR ini.
Publik akan lebih mengapresiasi perusahaan yang mau merendahkan diri dan bergabung bersama untuk mengatasi masalah yang dihadapi ini.
• Apresiasi publik yang lebih baik
Publik akan menganggap perusahaan bukan sebagai perusahaan yang sekedar ingin menjual produknya melalui penjualan nilai ekonomis CSR melainkan publik akan menganggap perusahaan benar-benar berniat melakukan CSR melalui menjual nilai-nilai lingkungan dan sosial dari CSR. Perusahaan akan lebih diapresiasi oleh masyarakat melalui hal ini.
Walaupun demikian, terdapat beberapa permasalahan yang mungkin timbul, antara lain:
• Permasalahan budget
Penggunaan budget akan bermasalah karena diperlukan kerjasama lintas divisi, yaitu
marketing dan CSR. Budget yang manakah yang akan digunakan?
• Permasalahan divisi
CSR seringkali direduksi menjadi hanya kegiatan marketing perusahaan, dan apakah
dengan CSR marketing ini, akan menjadi afirmasi pendapat tersebut? Divisi
4.9.1 Hal Penting Dalam CSR
Marketing
Untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa poin-poin penting yang harus diperhatikan, yaitu:
• Budget yang digunakan berasal dari marketing
• Divisi marketing dan CSR harus terpisah
• Bentuk CSR marketing bukanlah iklan penjualan produk melainkan Public
Service Announcement (Iklan Layanan Masyarakat)
• Pendekatan yang low-key
• Bukan menjual kemiskinan yang dikemas dalam produk melainkan ide perubahan
4.9.2 Perencanaan CSR
Marketing
Plan
• Penetapan visi, misi dan nilai-nilai
• Perencanaan jangka panjang dan jangka pendek
• Komunikasi, edukasi dan pelatihan bagi karyawan
• Penentuan batasan budget
• Tentukan scope, target pasar, dan tujuan
• Tentukan tema yang sesuai berhubungan dengan CSR yang ada
• Pilih isu yang berhubungan dengan bisinis perusahaan
• Pilih media atau aktivitas yang akan digunakan sebagai alat komunikasi
Do
• Divisi CSR memulai bekerjasama dengan divisi marketing dengan
memberitahukan divisi marketing mengenai aktivitas-aktivitasnya
• Informasi ini diproses menjadi pesan bagi publik
• Pesan ini disampaikan melalui media atau aktivitas tertentu
• Menggunakan budget dari marketing
Check
• Men-survey respons publik
• Melihat apakah hasil yang diperoleh sesuai dengan yang diinginkan
• Menjaga budget tetap pada batasan
Action
• Mengevaluasi hasil program
• Mengembangkan progam yang berhasil dan re-evaluasi program yang gagal dan
memperbaikinya
Dari pembedaan yang dikemukakan antara kegiatan CSR dengan kegiatan sosial (philanthropy), maka CSR marketing dapat dibuat dengan pertimbangan perbedaan tersebut. Tujuan dari CSR marketing yang dilakukan oleh perusahaan adalah
meningkatnya loyalitas dan image dari perusahaan yang melakukannya. Dampak kedua
dari CSR marketing adalah meningkatnya efek CSR yang dilakukan kepada masyarakat dimana dari kegiatan ini dapat memberikan suatu dorongan bagi perusahaan-perusahaan
lain untuk juga menerapkan kegiatan CSR dalam perusahaan mereka. Dari kedua penjelasan ini akan memberikan tujuan ketiga yang dapat dicapai dimana tujuan CSR adalah meningkatkan dan mengarahkan kehidupan kearah yang lebih baik. Akan tetapi kegiatan CSR kurang diperkenalkan, oleh karena itu marketing memberikan informasi kepada masyarakat mengenai apa yang dilakukan. Informasi tersebut dapat diberikan melalui media, dengan pertimbangan saat ini masyarakat modern lebih berorientasi pada media sebagai sumber informasi, dan efek dari media ini lebih besar pengaruhnya pada publik.
Dalam praktek CSR marketing dapat digambarkan sebagai berikut :
Gambar 4.6 Alur CSR marketing
Penerapan CSR marketing juga tidak cukup hanya dilakukan pada masyarakat di
luar perusahaan. Untuk menerapkannya, karyawan perusahaan juga perlu diedukasi dan dilatih supaya dapat mengerti apa itu CSR sebagai konsep dan bukan sebagai perintah atasan. Oleh karena itu perlunya diedukasi mengenai konsep, benefit pelaksanaan CSR. Hal ini harus diteruskan sampai pada lini terbawah sehingga segenap karyawan
Perkembangan dan hasil kegiatan CSR Marketing Perusahaan Penerapan CSR Masyarakat
memahaminya bukan sebagai perintah Head Office melainkan sebagai kesadaran pribadi mengenai pentingnya CSR.
Cara-cara melakukannya antara lain:
• Training dari Kantor Pusat (Divisi ESR) sampai ke lini terbawah untuk menerangkan
tujuan, dasar, cara-cara melakukan CSR yang baik dan benar
• Melakukan kontrol yang berkesinambungan dari Kantor Pusat (misalnya dengan
membuat program-program yang efektif untuk dilaksanakan di unit-unit bisnis Astra misalnya dengan kompetisi pelaksanaan CSR untuk seluruh unit bisnis Astra)
• Materi tambahan juga dapat ditambahkan ke dalam training CSR yaitu dengan
melaksanakan CSR ini, akan berdampak positif bagi seluruh stakeholder Astra yang
berarti perusahaan akan terus berkembang.
4.9.3 Marketing Plan CSR
Marketing
Untuk melaksanakan CSR marketing di Astra, langkah-langkah yang harus dilakukan
adalah:
1. Survey pasar
Survey pasar dilakukan untuk melihat seberapa siap pasar dalam menerima penetrasi konsep-konsep CSR. Apakah pasar sudah cukup perduli pada masalah- masalah sosial dan lingkungan.
2. Survey demografi
Dari sudut demografi mana masyarakat harus dibagi-bagi dan diperhatikan.
Isu-isu penting yang bersesuaian dengan bisnis perusahaan apa yang harus diangkat perusahaan sehingga masyarakat mudah menangkapnya.
4. Segmenting
Membagi-bagi masyarakat menjadi beberapa subkelompok berdasarkan usia, tingkat pendidikan, geografis, ekonomis sehingga dapat dilihat pola yang jelas di antar kelompok tersebut.
5. Targeting
Melihat dari segmentation, pada kelompok manakah masyarakat mulai
mengenal/ menyadari CSR dan di kelompok mana CSR sama sekali belum
disadari, sehingga pola CSR marketing dapat dibedakan.
6. Product
Jika CSR marketing akan digabungkan dengan produk, produk apakah di
mana para konsumennya sudah dapat mengerti dan memahami konsep-konsep CSR di sana.
7. Price
Pada jangkauan harga berapakah, konsumen sudah mengerti CSR, apakah
pada premium goods atau pada barang-barang umum.
8. Promotion
Bentuk promosi seperti apa yang paling mudah dimengerti masyarakat, apakah melalui media massa atau melalui kegiatan.
9. Place
Daerah-daerah mana yang dapat digunakan sebagai tempat dilakukan kegiatan
Astra, dalam melaksanaakan CSR Marketing, dapat dilakukan dengan :
1. Meningkatkan ketersediaan yang lebih luas dari Astra Sustaibability Report.
Astra Sustaibability Report sekarang ini tersedia hanya untuk kalangan internal perusahaan. O leh karena itu ketersediaan laporan ini dapat diperluas ke pelanggan. Hal ini dapat dilakukan dengan hanya menyediakan beberapa salinan Astra Sustaibability Report dalam semua kantor, ruang pameran, dan unit bisnis
Astra dan juga website Astra. Ini akan memberikan informasi kepada pelanggan
tentang apa yang Astra lakukan secara lebih terperinci.
Selain itu, hal ini akan lebih bermanfaat bila karyawan dapat memberikan informasi kepada konsumen yang bertanya mengenai pelaksanaan CSR dan juga menjelaskan mengenai manfaat dari kegiatan CSR itu yang membedakan produk Astra dengan produk lainnya.
2. Menggunakan tema green dan friendly dalam marketing.
Dalam iklan produk Astra baik di televis i dan surat kabar, Astra dapat menambahkan slogan dalam beberapa detik yang bertuliskan AGC dan AFC, seperti pada pesan medis, dimana tema ini akan menciptakan kesadaran penonton mengenai implementasi CSR pada produk Astra. Diharapkan penonton dapat menyimpulkan apapun produk yang dilihat atau dibaca dimana terdapat logo AGC dan AFC, produk tersebut merupakan hasil dari perusahaan ya ng memiliki dan menjalankan CSR. Selain itu akan memunculkan rasa ingin tahu dari penonton tentang apa ituAGC dan AFC, dan keingin tahuan mengenai AGC dan
AFC ini dapat dijawab melalui laporan Sustainability Astra, website, brosur, selebaran.
3. Branding korporasi secara menyeluruh
Astra dapat menambahkan catatan dalam bungkus dari produk yang dihasilkan dengan kata-kata yang sesuai dengan produknya, misalnya Astra menghasilkan produk dengan pertimbangan CSR, sehingga dapat memberikan pengertian bahwa produk Astra dihasilkan dengan pertimbangan CSR baik dalam divisi otomotif, agribisnis, dan lainnya. Metode ini akan menciptakan branding korporasi di dalam ingatan konsumen dalam hal kualitas dan juga penerapan CSR.
4. Kegiatan CSR marketing pada umumnya
• Cause promotion
Contohnya Astra tidak menggunakan bahan yang mengandung asbes dalam produk rem- nya.
• Cause related marketing
Contohnya Honda yang mendukung pelestarian hutan, dengan membeli mobil Honda berarti menyumbang sebuah pohon.
• Corporate sosial marketing
Contohnya pada Astra berbagi sehat, menggalakkan program cuci tangan sebelum makan, merubah kebiasaan masyarakat yang selama ini kurang memperhatikan hal tersebut.
• Community volunteering
Contohnya Astra membeli kompos dari masyarakat sekitar (income
• Social responsibility business practice
Menjalankan bisnis sesuai dengan kebijakan perusahaan dan melakukan kegiatan sosial.
4.10 Astra Green Company and Astra Friendly Company
Nama Astra sangat dikenal dengan produknya yang unggul dalam divisi otomotif. Penggunaan nama AGC dan AFC adalah perluasan dari kegiatan CSR yang dilakukan oleh perusahaan. Dari penamaan ini, mungkin dapat muncul suatu masalah bagi masyarakat. Dari informasi yang dikumpulkan, Astra jarang me nginformasikan mengenai AGC dan AFC sehingga dapat menimbulkan suatu persepsi bahwa AGC dan AFC
merupakan suatu unit usaha Astra dan menciptakan suatu brand confusion bagi
masyarakat, dimana pada kenyataanya, AGC dan AFC merupakan suatu program CSR Astra yang merupakan suatu kegiatan CSR.