• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap loyalitas karyawan PT. Maja Agung Elektroindo

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh iklim komunikasi organisasi terhadap loyalitas karyawan PT. Maja Agung Elektroindo"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)Hak cipta dan penggunaan kembali: Lisensi ini mengizinkan setiap orang untuk menggubah, memperbaiki, dan membuat ciptaan turunan bukan untuk kepentingan komersial, selama anda mencantumkan nama penulis dan melisensikan ciptaan turunan dengan syarat yang serupa dengan ciptaan asli. Copyright and reuse: This license lets you remix, tweak, and build upon work non-commercially, as long as you credit the origin creator and license it on your new creations under the identical terms.. Team project ©2017 Dony Pratidana S. Hum | Bima Agus Setyawan S. IIP.

(2) BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. 3.1.Pendekatan Penelitian Pendekatan pendekatan. yang. kuantitatif,. digunakan. yang. berarti. dalam. penelitian. pengukuran. ini. adalah. dilakukan. dengan. menggunakan angka sebagai representasi suatu karakteristik. Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistic, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. (Sugiyono, 2012 : 8). 3.2.Sifat Penelitian Sifat dari penelitian ini ialah eksplanatif yang menjelaskan suatu generalisasi sampel terhadap populasinya atau menjelaskan hubungan, perbedaan, atau pengaruh satu variabel dengan variabel lainnya. Oleh karena itu penelitian eksplanasi menggunakan sampel dan hipotesis. penelitian eksplanatif atau casual research merupakan penelitian yang memiliki tujuan untuk mencari hubungan sebab dan akibat (Kriyantono, 2006: 68). Penelitian ini hendak menguji hubungan atau keterkaitan antara variabel independen (iklim. komunikasi. organisasi). dengan. variabel. dependen. (loyalitas. karyawan).. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 34.

(3) 3.3. Populasi dan Sampel 3.3.1.Populasi Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karateristik tertentu yang ditetapkan oleh periset untuk dipelajari, kemudian ditarik suatu kesimpulan. (Sugiyono, 2012:80) Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan tetap PT. Maja Agung Elektrindo yang berjumlah 75 orang.. 3.3.2.Sampel Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi(Sugiyono, 2012:81). Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Total sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan populasi. Alasan mengambil total sampling karena menurut Arikunto (2006:112), apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat diambil antara 10%-15% atau 20%-25% atau lebih. Menurut Sugiyono (2012:123) total sampling digunakan untuk penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil.Jumlah sampel pada penelitian ini sama dengan jumlah populasi, yakni sebanyak 75 responden.. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 35.

(4) 3.4. Teknik Pengumpulan Data Peneliti menggunakan metode penelitian survey yang biasa dipakai untuk pengumpulan data kuantitatif sebagai data primer. Survei dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner sebagai instrument pengumpulan data secara langsung dari responden. Kuesioner merupakan daftar pertanyaan terstruktur dengan alternatif (option) jawaban yang telah tersedia sehingga responden hanya memilih jawaban sesuai dengan aspirasi, persepsi, sikap, keadaan, atau pendapat pribadinya. (Kriyantono, 2010: 95) Kuesioner tersebut berisi pertanyaan tentang iklim komunikasi organisasi PT. Maja Agung Elektrindo serta loyalitas karyawan PT. maja Agung Elektrindo. Sumber data diperoleh dari hasil kuesioner yang diisi oleh responden, yang merupakan karyawan tetap PT. Maja Agung Elektrindo. Jenis kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup, di mana responden telah diberikan alternatif jawaban oleh periset. Responden hanya memilih jawaban yang menurutnya sesuai dengan realitas yang dialaminya, biasanya dengan memberikan tanda X atau √ (Kriyantono, 2010:96) Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan studi kepustakaan dan literatur untuk memperoleh data sekunder. Data sekunder digunakan untuk menunjang dan mendukung data primer yang sudah diperoleh oleh peneliti melalui kuesioner. Melalui studi kepustakaan, penulis melaksanakan pengumpulan data dengan cara mempelajari buku-buku, literatur, karya ilmiah, jurnal yang berkaitan dengan penelitian.. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 36.

(5) 3.5.Operasionalisasi Konsep dan Teknik Pengukuran Data 3.5.1. Operasionalisasi Konsep. Operasionalisasi konsep merupakan proses yang dilakukan agar variabel dapat diukur. Hasil dari operasionalisasi konsep berupa konstruk dan variabel beserta indikator-indikator pengukurannya. Dalam penelitian ini, terdapat dua variabel yang diteliti, yaitu variabel independen (Iklim Komunikasi Organisasi) dan variabel dependen (Loyalitas Karyawan). 3.5.1.1. Iklim Komunikasi Organisasi Berdasarkan Pace dan Faules (2005:159), yang mengemukakan enam faktor yang mempengaruhi iklim komunikasi organisasi, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan ke enam faktor tersebut sebagai dimensi. Dimensi tersebut adalah: 1. Kepercayaan Dalam penelitian ini, dimensi kepercayaan secara operasional diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Karyawan selalu memperoleh kepercayaan yang tinggi dari atasan untuk mengerjakan tugas secara mandiri. b. Karyawan saling memberikan kepercayaan antar sesama rekan kerja 2. Pembuatan keputusan bersama. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 37.

(6) Dalam penelitian ini, dimensi pembuatan keputusan bersama secara operasional diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Karyawan selalu ikut membuat solusi untuk masalah yang dihadapi perusahaan. b. Karyawanselalu diberi kesempatan untuk berkomunikasi tentang kebijakan perusahaan 3. Kejujuran Dalam penelitian ini, dimensi kejujuran secara operasional diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Karyawan bersikap jujur mengenai masalah dalam pekerjaan baik antara sesama karyawan maupun kepada atasan. b. Karyawan selalu bebas dan berani untuk berbicara mengenai apa yang dipikirkan atau pendapat yang berbeda baik kepada rekan sejawat, bawahan, atau atasan 4. Keterbukaan dalam komunikasi ke bawah Dalam penelitian ini, dimensi keterbukaan dalam komunikasi ke bawah secara operasional diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Karyawan mudah memperoleh informasi yang berhubungan dengan pekerjaan b. Atasan selalu memberikan informasi dan instruksi dengan jelas mengenai tugas kepada karyawan. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 38.

(7) 5. Mendengarkan dalam komunikasi ke atas Dalam penelitian ini, dimensi mendengarkan dalam komunikasi ke atas secara operasional diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Karyawan selalu menyampaikan pada atasan mengenai permasalahan yang dihadapi b. Atasan. selalu. bersedia. meluangkan. waktu. untuk. mendengarkanpermasalahan, kritik, dan saran. 6. Perhatian pada tujuan berkinerja tinggi Dalam penelitian ini, dimensi perhatian pada tujuan berkinerja tinggi secara operasional diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Karyawan menunjukkan suatu komitmen terhadap tujuantujuan berkinerja tinggi b. Tujuan kinerja perusahaan dikomunikasikan dengan jelas kepada karyawan. 3.5.1.2. Loyalitas Karyawan Mengacu pada loyalitas menurut Saydam (2000:485) , terdapat 5 faktor yang harus dimiliki karyawan agar dapat dikatakan loyal, maka dalam penelitian ini peneliti menggunakan ke lima faktor tersebut sebagai dimensi. Dimensi tersebut adalah: 1. Kesadaran. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 39.

(8) Dalam penelitian ini, dimensi kesadaran secara operasional diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Karyawan menyadari mereka merupakan bagian inti dari organisasi b. Karyawan merasa sedih disaat perusahaan mendapat musibah 2. Ketaatan dan Kepatuhan Dalam penelitian ini, dimensi ketaatan dan kepatuhan secara operasional diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Karyawan. melakukan. tugas. sesuai. dengan. peraturan. perusahaan b. Karyawan mempunyai displin tinggi dan tidak mau merugikan perusahaan 3. Tanggung Jawab Dalam penelitian ini, dimensi tanggung jawab secara operasional diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Karyawanselalu berani mengambil resiko untuk keputusan yang dibuat atau tindakan yang dilakukan. b. Karyawan selalu mengutamakan kepentingan perusahaan dari pada kepentingan pribadi atau golongan. 4. Pengabdian Dalam penelitian ini, dimensi pengabdian secara operasional diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut:. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 40.

(9) a. Karyawan selalu memiliki sikap untuk mengabdikan diri demi kemajuan organisasi b. Karyawan selalu mengikuti segala kegiatan yang diadakan perusahaan 5. Kesetiaan Dalam penelitian ini, dimensi kesetiaan secara operasional diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut: a. Karyawan selalu memiliki keteguhan hati untuk setia pada perusahaan dalam kondisi apapun b. Sikap karyawan untuk tidak mudah berpaling ke perusahaan lain.. Tabel 3.1 Operasionalisasi Konsep. KONSEP. DIMENSI. INDIKATOR. Iklim Komunikasi Organisasi (Variabel X). 1.1 Kepercayaan. 1. Karyawan selalu Likert memperoleh kepercayaan yang tinggi dari atasan untuk mengerjakan tugas secara mandiri 2. Karyawan saling memberikan kepercayaan antar sesama rekan kerja. 1.2 Pembuatan keputusan bersama. 1. Karyawan selalu ikut membuat solusi untuk masalah yang dihadapi perusahaan 2. Karyawan selalu diberi kesempatan untuk berkomunikasi tentang. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. Skala. Likert. 41.

(10) kebijakan perusahaan 1.3 Kejujuran. 1.4 Keterbukaan dalam komunikasi ke bawah. 1.5 Mendengarkan dalam komunikasi ke atas. 1.6 Perhatian pada tujuan berkinerja tinggi. Loyalitas. 1.1 Kesadaran. 1. Karyawan bersikap jujur baik antara sesame karyawan maupun kepada atasan 2. Karyawan bebas dan berani untuk berbicara mengenai apa yang dipikirkan atau pendapat yang berbeda baik kepada rekan sejawat, bawahan, atau atasan. Likert. 1. Karyawan selalu mudah Likert memperoleh informasi yang berkaitan dengan perkerjaan 2. Atasan selalu memberikan instruksi dengan jelas mengenai tugas kepada karyawan 1. Karyawan menyampaikan pada atasan mengenai permasalahan yang dihadapi 2. Atasan selalu meluangkan waktu untuk mendengarkan kritik, saran, dan permasalahan karyawan 1. Karyawan menunjukkan suatu komitmen terhadap tujuan-tujuan berkinerja tinggi 2. Tujuan kinerja perusahaan dikomunikasikan dengan jelas kepada karyawan. Likert. 1.. Likert. Karyawan menyadari. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. Likert. 42.

(11) Karyawan (Variabel Y) 2.. 1.2 Ketaatan dan Kepatuhan. 1.. 2.. 1.3 Tanggung Jawab. 1.. 1.. 2.. 1.5 Kesetiaan. Karyawan melakukan tugas sesuai dengan peraturan perusahaan Karyawan mempunyai displin tinggi dan tidak mau merugikan perusahaan. Likert. Likert. 2.. 1.4 Pengabdian. mereka merupakan bagian inti dari organisasi. Karyawan selalu merasa sedih disaat perusahaan mendapat musibah. 1.. 2.. Karyawan berani mengambil resiko untuk keputusan yangdibuat atau tindakan yang dilakukan Karyawan mengutamakan kepentingan perusahaan dari pada kepentingan pribadi atau golongan. Karyawan selalu memiliki sikap untuk berbakti atau mengabdikan diridemi kemajuan perusahaan Karyawan selalu bersedia mengikuti segala kegiatan yang diadakan perusahaan. Likert. Karyawan memiliki keteguhan hati untuk setia pada perusahaan dalam kondisi apapun Sikap karyawan untuk tidak mudah berpaling. Likert. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 43.

(12) ke perusahaan lain. 3.5.2. Teknik Pengukuran Data Alat ukur yang digunakan dalam pengukuran kuesioner adalah Skala Likert.Skala Likert masing-masing dibagi ke dalam lima buah skala yaitu : sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju.. “Skala Likert digunakan untuk mengukur objek sikap. Objek sikap ini biasanya telah ditentukan secara spesifik dan sistematik oleh peneliti. Indikator-indikator dari variabel sikap terhadap suatu objek merupakan titik tolak dalam membuat pertanyaan atau pertanyaan yang harus diisi responden (Kriyantono, 2010:136)”. Setelah pernyataan dalam kuesioner dijawab berdasarkan pilihan jawaban yang disediakan, jawaban tersebut akan diberikan skor di setiap jawabannya. Tabel 3.2 Penilaian Skala Likert Jawaban. Skor. Sangat Setuju (SS) 5 Setuju (S) 4 Ragu-ragu (R) 3 Tidak Setuju (TS) 2 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 Berdasarkan jumlah responden yang didapat pada penelitian lapangan dengan total sampling sebanyak 75 orang, maka dapat ditentukan bobot penilaian dengan menggunakan analisis skor dengan menghitung rata-rata jawaban berdasarkan skoring tiap. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 44.

(13) jawaban dari responden. Jumlah skor ideal (kriterium) untuk seluruh item adalah 5x 75 = 375 (seandainya semua menjawab sangat setuju). Jumlah skor terendah untuk seluruh item adalah 1x75 = 75 (seandainya semua menjawab sangat tidak setuju).. Secara kontinum dapat digambarkan seperti berikut:. Sangat Tidak Setuju. 75. Tidak Setuju. Ragu-Ragu. Setuju. 150. 225. 300. Sangat Setuju. 375. Setelah diketahui intervalnya, maka penilaian persepsi responden dapat dikelompokan sebagai berikut: Tabel 3.3 Kriteria Penilaian Interval Kelas 375 300-375 225-300 150-225 75-150. Kriteria Penilaian Sangat Kuat Kuat Cukup Kuat Lemah Sangat Lemah. Sumber : Sugiyono, 2012:95. Untuk data interval pada penghitungan keseluruhan total skor variabel X, maka dilakukan penghitungan sebagai berikut :. Nilai tertinggi = 75 x 5 x 12 = 4.500 Nilai terendah = 75 x 1 x 12 = 900. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 45.

(14) Secara kontinum dapat digambarkan sebagai berikut : Sangat Tidak Setuju. 900. Tidak Setuju. Ragu-Ragu. 1.800. Setuju. 2.700. 3.600. Sangat Setuju. 4.500. Tabel 3.4 Kriteria penilaian Variabel X. Interval Kelas. Kriteria Penilaian. 4.500 3.600 – 4.500 2.700 – 3.600 1.800 – 2.700 900 – 1.800. Sangat Kuat Kuat Cukup Kuat Lemah Sangat Lemah. Sumber : Sugiyono, 2012:95. Untuk data interval pada penghitungan keseluruhan total skor variabel Y, maka dilakukan penghitungan sebagai berikut :. Nilai tertinggi = 75 x 5 x 10 = 3.750 Nilai terendah = 75 x 1 x 10 = 750 Secara kontinum dapat digambarkan sebagai berikut : Sangat Tidak Setuju. 750. Tidak Setuju. 1.500. Ragu-Ragu. Setuju. 2.250. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 3.000. Sangat Setuju. 3.750. 46.

(15) Tabel 3.5 Tabel kriteria penilaian Variabel Y. Interval Kelas 3.750 3.000 – 3.750 2.250 – 3.000 1.500 – 2.250 750 – 1.500. Kriteria Penilaian Sangat Kuat Kuat Cukup Kuat Lemah Sangat Lemah. Sumber : Sugiyono, 2012:95. 3.6. Uji Reliabilitas dan Validitas 3.6.1.Uji Reliabilitas Reliabilitas menyangkut ketepatan alat ukur. Suatu alat ukur dikatakan mempunyai reliabilitas tinggi apabila alat ukur tersebut stabil (tidak berubah-ubah), dapat diandalkan (dependable), dan tetap (consistent). Sehingga dapat disimpulkan bahwa reliabilitas adalah ketepatan atau tingkat presisi suatu ukuran atau alat pengukur. (Kriyantono, 2006:140) Untuk mencapai ketepatan tersebut, dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan metodeCronbach’s Alpha diukur berdasarkan skala Cronbach’s Alpha0 sampai 1 dimana ukuran kemantapan alpha dapat diinterprestasikan sebagai berikut:. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 47.

(16) Tabel 3.6 Tingkat Reliabilitas berdasarkan nilai Cronbach’s Alpha 0,00 s.d. 0,20. kurang reliable. 0,21 s.d. 0,40. agak reliable. 0,42 s.d. 0,60. cukup reliable. 0,61 s.d. 0,80. reliabel. 0,81 s.d. 1,00. sangat reliable. Instrumen penelitian iklim komunikasi organisasi (variabel X) dan loyalitas karyawan (variabel Y) dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Cronbach’s Alpha sama dengan atau lebih dari 0,6 (> 0,6). Tabel 3.7 Hasil Uji Reliabilitas Iklim Komunikasi Organisasi Reliability Statistics Cronbach's Alpha. N of Items. .831. Tabel. di. atas. menunjukkan. 12. hasil. uji. reliabilitas. dengan. menggunakan Alpha Cronbach terhadap 12 item pertanyaan dari variabel Iklim Komunikasi Organisasi, menunjukkan bahwa nilai alpha cronbach’s adalah sebesar 0.831, angka ini lebih besar dari 0,6 yang berarti indikatorindikator yang dijabarkan dalam item-item pertanyaan dianggap sangat reliabel.. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 48.

(17) Tabel 3.8 Hasil Uji Reliabilitas Loyalitas Karyawan Reliability Statistics Cronbach's Alpha .930. N of Items 10. Sedangkan hasil uji reliabilitas dengan dengan menggunakan Alpha Cronbach terhadap 10 item pertanyaan dari variabel Loyalitas Karyawan, menunjukkan bahwa nilai Alpha Cronbach’s adalah sebesar 0.930, angka ini lebih besar dari 0,6 yang berarti indikator-indikator yang dijabarkan dalam item-item pertanyaan dianggap sangat reliabel.. 3.6.2 Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 20 dengan mengecek nilai tiap item pernyataan pada kedua variabel. Pengujian validitas data ditentukan melalui Corrected Item – Total Correlation, dinyatakan valid apabila koefisien korelasi minimal 0.30.. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 49.

(18) Tabel 3.9 Hasil Uji Validitas Iklim Komunikasi Organisasi Item-Total Statistics Scale Mean if Item. Scale Variance if. Corrected Item-. Cronbach's Alpha. Deleted. Item Deleted. Total Correlation. if Item Deleted. X1. 42.44. 36.385. .539. .814. X2. 42.51. 37.280. .456. .821. X3. 43.45. 38.062. .332. .831. X4. 42.92. 36.561. .493. .818. X5. 42.97. 35.621. .473. .820. X6. 42.59. 38.084. .477. .820. X7. 43.27. 38.225. .348. .829. X8. 42.75. 35.084. .459. .823. X9. 42.60. 36.216. .591. .811. X10. 42.47. 34.144. .674. .802. X11. 42.49. 34.983. .624. .807. X12. 42.59. 37.570. .453. .821. Tabel 3.10 Hasil Uji Validitas Loyalitas Karyawan Item-Total Statistics Scale Mean if Item. Scale Variance if. Corrected Item-. Cronbach's Alpha. Deleted. Item Deleted. Total Correlation. if Item Deleted. Y1. 37.11. 33.772. .694. .925. Y2. 37.04. 33.201. .767. .922. Y3. 37.13. 32.441. .794. .920. Y4. 37.08. 32.237. .752. .922. Y5. 37.48. 30.415. .695. .928. Y6. 37.16. 31.812. .782. .920. Y7. 37.16. 32.136. .804. .919. Y8. 37.37. 30.534. .684. .928. Y9. 37.07. 32.631. .782. .921. Y10. 37.16. 33.352. .668. .926. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 50.

(19) Setelah. dilakukan. penghitungan. terhadap. hasil. kuisioner,. didapatkan hasil bahwa uji validitas variabel Iklim Komunikasi Organisasi (X) dan variabel Loyalitas Karyawan (Y) masing-masing corrected item – total correlation> 0.30. Dengan hasil uji validitas yang didapat, maka kuisioner tersebut telah valid.. 3.6.3 Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji normalitas dalam penelitian ini dilakukan dengan uji kolmogorov-smimov. (K-S),. yang. menguji. unstandardized. residual. terdistribusi normal atau tidak. Data terdistribusi normal apabila hasil pengujian dengan SPSS menunjukan diatas 0.05. Berikut ini adalah hasil uji normalitas menggunakan SPSS versi 20: Tabel 3.11 Uji Normalitas. Unstandardized Predicted Value N. 75 a,b. Normal Parameters. Most Extreme Differences. Mean. 41.3066667. Std. Deviation. 4.00779333. Absolute. .102. Positive. .063. Negative. -.102. Kolmogorov-Smirnov Z. .886. Asymp. Sig. (2-tailed). .412. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 51.

(20) Berdasarkan tabel Uji Normalitas dapat dilihat bahwa sampel dari tiap variabel untuk masing-masing kelompok angka signifikansi lebih dari 0.05. Dalam tabel di atas nilai p-value adalah 0.412 yang artinya lebih besar dari 0.05. Dengan demikian variabel Iklim Komunikasi Organisasi (X) terhadap Loyalitas Karyawan (Y) memiliki distribusi data yang normal.. 3.7. Teknik Analisis Data Penelitian ini menggunakan analisis regresi linier sederhana. Menurut Kriyantono (2010:182) analisis regresi linier sederhana adalah analisis yang dilakukan jika terdapat data dari dua variabel riset yang sudah diketahui yang mana variabel bebas sederhana X dan yang mana variabel terikat Y lainnya dapat dihitung atau diprediksi berdasarkan suatu nilai X tertentu, berikut adalah rumus regresi linier sederhana:. Y = a + b.X Keterangan : Y= variabel tidak bebas X= variabel bebas a = nilai intercept (konstan) atau harga Y bila X=0 b = koefisien arah regresi, yaitu angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b(+) maka naik, bila b(-) maka terjadi penurunan.. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 52.

(21) Tingkat regresi dan kekuatan pengaruh dilihat dari hasil perhitungan SPSS pada model summarykolom R Square, fungsinya untuk melihat apakah sampel penelitian mampu mencari jawaban dari jumlah populasi, sehingga dapat melihat pengaruh yang dihasilkan:. Tabel 3.12 Tabel Tingkat Korelasi dan Kekuatan Hubungan R Square. Tingkat Pengaruh. < 0,10. Lemah. 0,11 - 0,30. Cukup Lemah. 0,31 - 0,50. Cukup Kuat. > 0,50. Kuat. Sumber: Siregar, 2013:378. Dari hasil perhitungan SPSS pada kolom R Square dikalikan (x) 100%,. sehingga. mendapatkan. hasil seberapa percent (%) besar pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y. Pada tabel ANOVA lihat pada kolom F lalu bandingkan F hitung dengan F tabel, jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti adanya pengaruh yang kuat antara variabel X (iklim komunikasi organisasi) dengan variabel Y (loyalitas karyawan). Lalu pada tabel ANOVA kolom sig, jika (sig) >α, maka Ho diterima, jika (sig) <α maka Ho ditolak.. Pengaruh Iklim..., Stella Nathania Tanu, FIKOM UMN, 2014. 53.

(22)

Gambar

Tabel 3.2  Penilaian Skala Likert
Tabel 3.3  Kriteria Penilaian
Tabel kriteria penilaian Variabel Y
Tabel 3.11  Uji Normalitas

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Nugroho (2005: 72) reliabilitas suatu konstruk variabel dikatakan baik jika memiliki nilai Cronbach’s Alpha &gt; dari 0.60. Untuk uji validitas dan reliabilitas awal,

Sedangkan hasil penghitungan uji reliabilitas menunjukkan alpha cronbach ’ s untuk variabel need for Achievement nilainya lebih besar dari 0,6.Dengan demikian

Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini juga dilakukan pada 30 responden karyawan yang diambil secara acak dengan jumlah item pertanyaan yang sudah diuji

Sedangkan pengujian reliabilitas seluruh item yang digunakan dalam mengukur variabel motivasi kerja karyawan menghasilkan koefisien reliabilitas (alpha cronbach)

Berdasarkan uji reliabilitas yang dilakukan menunjukkan bahwa nilai cronbach alpha untuk variabel audit judgment sebesar 0,967, variabel tekanan ketaatan sebesar

Berdasarkan tabel hasil pengujian reliabilitas diatas menunjukkan bahwa iklim organisasi memiliki nilai alpha cronbach sebesar 0,876 lebih besar dari 0,60 kepuasan

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Cronbach Alpha Kreteria Keteranga n Struktur Organisasi X1 0,637 Cronbach Alpha>0,6; reliabel Reliabel Sistem Wewenang X2 0,648 Reliabel

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Alpha Cronbach Keterangan Produktivitas Kerja 0,979 Reliabel Kepuasan Kerja 0,879 Reliabel Efektivitas Komunikasi 0,955 Reliabel Informasi