• Tidak ada hasil yang ditemukan

ماَع ْن

Dalam dokumen MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN (Halaman 154-160)

ََرح ِل َفْلا َعِئاَبْلا اىُمِعْظَؤَو اَهْجِم اىُلُيَِ

. :جدلا(

٢٨ )

َ

Artinya: “Agar supaya mereka menyaksikan berbagai manfa`at bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rizki yang Dia berikan berupa binatang ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir

(QS. Al-Hajj: 28).

6. Saling mengenal dan saling menasehati

Dan diantara hikmah haji adalah bahwa kaum muslimin bisa saling mengenal dan saling berwasiat dan menasehati dengan al-haq. Mereka datang dari segala penjuru, dari barat, timur, selatan dan utara Makkah, berkumpul di rumah Allah Swt. yang

tua, di Arafah, di Muzdalifah, di Mina dan di Makkah. Mereka saling mengenal, saling menasehati, sebagian mengajari yang lain, membimbing, menolong, membantu untuk maslahat-maslahat dunia akhirat.

7. Mempelajari agama Allah Swt.

Dan di antara manfaat ibadah haji adalah bahwa mereka bisa mempelajari agama Allah di lingkungan rumah Allah (Baitullah) dan di lingkungan masjid Nabawi dari para ulama dan pembimbing. Mereka mendapat bimbungan mengenai hukum-hukum agama, haji, umrah dan lainnya sehingga bisa menunaikan kewajiban mereka dengan didasari ilmu.

Aktifitas Siswa: Kegiatan Praktik

Setelah mempelajari materi tentang haji dan umrah, cobalah kalian praktikkan tata cara manasik haji. Sebelumnya, cobalah kalian usahakan memakai kain ihram bagi laki-laki.

Guru akan menyiapkan miniatur Ka‟bah dan lain-lain yang dibutuhkan dalam praktik manasik haji.

Aktifitas Siswa:

Selanjutnya bacalah dan renungkan kisah teladan berikut dengan seksama, kemudian simpulkan sikap mulia apa saja yang bisa kamu ambil dari kisah tersebut? Setelah itu berusahalah untuk membiasakan sikap-sikap mulia tersebut dalam kehidupan sehari- hari!

140

FIKIH MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VIII

Kisah Ali bin Muwaffaq, Tukang Sepatu yang Menjadi Haji Mabrur

Menunaikan ibadah haji bagi seorang ulama Abdullah bin Mubarak adalah amal yang besar seperti jihad fi sabilillah. Ia menunaikan ibadah haji setelah bekerja keras dan berhasil mengumpulkan 500 dinar uang emas. Ulama asal Khurasan ini berkisah. Saat dia berhaji, dirina tertidur di Masjidil Haram. Ia pun bermimpi. Dalam mimpinya itu, terlihat olehnya dua malaikat turun dari langit dan bercakap-cakap.

“Berapa jumlah orang yang menunaikan ibadah haji pada tahun ini?” kata salah satu diantara keduanya. “Enam ratus ribu,” jawab malaikat satunya.

Lalu malaikat yang tadi bertanya lagi, “Berapa yang diterima hajinya?” Malaikat yang satunya pun menjawab, ”Tidak ada yang diterima.”

Mendengar percakapan Abdullah bin Mubarak pun menjadi gemetar. Ia pun menangis.

“Semua orang yang ada di sini telah datang dari berbagai penjuru bumi. Dengan dengan kesulitan yang besar dan keletihan semuanya menjadi sia-sia?” pikir Ibnu Mubarak dalam mimpinya.

Tiba-tiba salah satu malaikat berkata lagi. “Kecuali hanya seorang tukang sepatu di Damaskus yang dipanggil Ali bin Muwaffaq. Dia tidak datang menunaikan ibadah haji, tetapi ibadah hajinya diterima dan seluruh dosanya telah diampuni. Bahkan berkat dialah ibadah seluruh jamaah haji ini diterima oleh Allah.”

Ketika Abdullah bin Mubarak mendengar percakapannya itu, dan kemudian terbangun.

Mimpi tersebut membuatnya tercenung. Setelah selesai menunaikan ibadah haji, ia berangkat ke Damaskus. Mulailah menelusuri jejak Ali bin Muaffaq di lorong-lorong kota sampai akhirnya tempat tinggal Muwaffaq ditemukan.

Sesampainya di rumah yang dicarinya, Syeikh Abdullah bin Mubarak kemudian mengetuk pintu.

“Assalamu „alaikum warahmatullahi wabarakatuh!” sapanya sambil mengetuk pintu.

Setelah itu si empunya rumah membuka pintunya. Terjadilah bercakapan. Abdullah Ibnu Mubarak menceritakan perihal mimpinya. Mendengar cerita tersebut, Muwaffaq lalu menangis dan jatuh pingsan.

Ketika tersadar Abdullah bin Mubarak memohon agar Muwaffaq berkenan untuk menceritakan semua yang dialaminya terkait dengan hajinya.

Kemudian Muwaffaq pun berkisah perihal rencananya untuk menunaikan ibadah haji. Ia mengatakan bahwa selama 40 tahun punya keinginan besar untuk melaksanakan ibadah haji.

Untuk itu, dirinya telah berhasil mengumpulkan uang sebanyak 350 dirham dari berdagang atau memperbaiki sepatu.

Suatu ketika, istrinya yang sedang hamil mencium aroma sedap makanan yang dimasak tetangganya. Kemudian sang istri memohon kepada Muwaffaq agar dapat mencicipi masakan tetangganya itu walau sedikit. Lalu Muwaffaq pergi menuju tetangga yang kebetulan di sebelah rumahnya.

Sesampai di rumah tetangganya itu Muwaffaq mengutarakan maksud kedatangannya. Tidak disangka tetangganya justru menangis.

Ia berkata “Sudah tiga hari ini anakku tidak makan apa-apa. Hari ini aku melihat keledai mati tergeletak dan memotongnya kemudian memasaknya untuk mereka. Ini bukan makanan yang halal bagimu,” ungkapnya sambil sesunggukan dan berderai air matanya.

Seketika itu hati Muwaffaq menjadi terenyuh. Ia kemudian kembali ke rumah dan mengambil tabungan yang terkumpul untuk berhaji dan diberikan kepada tetangganya yang membutuhkan itu.

“Belanjakan uang ini untuk anakmu,” kata Muwaffaq.

Saat itu ia berkata dalam hati, “Inilah hajiku.”

Sumber: https://gomuslim.co.id/read/hikmah

1. Haji menurut bahasa (lughat) memiliki arti al-qashdu, artinya menyengaja.

Sedangkan menurut istilah haji adalah suatu ibadah yang dilakukan dengan sengaja ke Baitullah Makkah dengan maksud beribadah semata-mata karena Allah dengan syarat dan rukun.

2. Mengerjakan ibadah haji hukumnya fardhu ‟ain, dilaksanakan sekali seumur hidup bagi setiap muslim yang telah mukallaf dan mampu melaksanakannya.

3. Syarat wajib haji antara lain: 1) Islam 2 Baligh 3) Berakal sehat (tidak gila) 4). Isthithaa`ah (kuasa atau mampu melaksanakannya). Sedangkan syarat sah haji adalah sebagai berikut: 1) Islam 2) Berakal sehat (tidak gila, hilang ingatan) 4. Rukun haji: 1) Ihram 2) Wukuf 3) Tawaf 4) Sa‟i 5) Tahallul 6) Tertib 5. Wajib haji ada tujuh yaitu:

a) Berihram sesuai miqatnya, b) Bermalam di Muzdalifah, c) Bermalam (mabit) di Mina, d) Melontar jumrah Aqabah,

e) Melontar jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, f) Menjauhkan diri dari larangan Ihram.

g) Tawaf wada‟.

6. Sunnah haji

a) Mendahulukan haji daripada umrah.

b) Mandi sebelum ihram atau sebelum memakai baju ihram c) Shalat sunnah ihram dua rakaat.

d) Memperbanyak membaca talbiyah, zikir, dan berdoa setelah berihram sampai tahallul.

e) Mencium atau mengusap Hajar Aswad di setiap putaran dalam tawaf, kalau tidak bisa cukup diganti dengan isyarat tangan kanan. Demikian juga mengusap Rukun Yamani disetiap putaran, kalau tidak bisa tidak perlu diganti dengan isyarat tangan

f) Melakukan tawaf qudum ketika baru masuk ke Masjidil Haram.

g) Menunaikan shalat dua rakaat setelah tawaf qudum.

h) Masuk ke dalam Ka‟bah (Baitullah).

i) Minum air Zamzam ketika selesai tawaf.

7. Larangan bagi jamaah haji harus dihindari, karena akan menyebabkan jamaah haji terkena dam (denda).

142

FIKIH MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VIII

Tugas Proyek Membuat Video Pendek Praktik Manasik Haji 1. Permasalahan

Setelah mempelajari ketentuan ketentuan haji dan umrah, kamu tentu menjadi semakin tahu bagaimana tata cara melaksanakan haji dan umrah, syarat dan rukun haji dan umrah, hikmahnya, dan lain-lain. Namun terkadang dalam praktiknya, banyak saudara kita yang masih menemukan kesulitan dalam mempraktikkan manasik haji atau umrah. Misalnya bagaimana cara memakai kain iihram bagi laki- laki, kapan waktunya berjalan cepat ketika sa‟i, dan sebagainya. Oleh karena buatlah video pendek tentang tata cara manasik haji.

2. Perencanaan

Lakukan kegiatan ini secara berkelompok. Persiapkan kamera digital, handycam atau handphone untuk merekam praktik manasik secara singkat. Buatlah alur singkat manasik, dan berbagilah tugas dengan anggota kelompokmu.

3. Pelaksanaan

Tugas ini terkait aktifitas sebelumnya, yaitu praktik manasik haji. Oleh karena itu pada saat praktik manasik haji, salah satu dari anggota kelompokmu yang bertugas mengambil gambar (kameraman) merekam aktifitas tersebut. Setelah itu hasil rekaman diedit, bisa dengan menggunakan aplikasi yang ada di smartphone.

.

4. Penilaian

Penilaian dilakukan berdasarkan:

a) Produk berupa video pendek durasi antara 15-20 menit.

b) Presentasi video dan penjelasan oleh wakil kelompok.

Jawablah Pertanyaan di bawah ini dengan baik dan benar!

1. Wukuf adalah salah rukun ibadah haji yang tidak bisa ditinggalkan. Bagaimana jika ada calon jamaah haji yang pada waktu wukuf, yang bersangkutan sedang sakit serius dan dirawat di rumah sakit. Bagaimana agar hajinya tetap sah?

2. Banyak hikmah yang dapat kita ambil dari pelaksanaan ibadah haji. Nilai-nilai apa saja yang dapat kamu ambil dari ibadah tersebut?

3. Salah satu rukun ibadah haji adalah tawaf, yang salah satu syaratnya adalah suci dari hadas besar maupun kecil. Sementara sewaktu tawaf biasanya berdesak-desakan, sehingga mudah bersentuhan antara kulit laki-laki dan perempuan. Bagaimana cara agar orang yang tawaf tersebut tetap sah tawafnya sehingga sah pula hajinya?

4. Ketika melaksanakan sa‟i, kita dianjurkan untuk banyak berdoa di tempat tertentu.

Bacaan doa apa yang dianjurkan dibaca ketika lari-lari kecil dan berada di tempat yang ditandai dengan lampu hijau, baik ketika menuju bukit Shafa maupun menuju bukit Marwa?

5. Ketika melaksanakan ihram, Pak Umar secara tidak sengaja ketetesan minyak wangi di lengan kanannya. Sementara menggunakan wangi-wangian adalah salah satu larangan ketika ihram. Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut agar hajinya tetap sah?

144

FIKIH MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VIII

KETENTUAN HALAL DAN

Dalam dokumen MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN (Halaman 154-160)