TINJAUAN PUSTAKA
II- 39 3. Menghitung Gaya Geser
II-39
II-40
tanah, dengan cara memberikan perlakuan khusus terhadap lapisan tanah tersebut.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa tujuan dari stabilisasi tanah adalah minimal untuk memenuhi satu dari empat sasaran berikut ini:
1. Untuk memperbaiki (meningkatkan) daya dukung tanah.
2. Untuk memperbaiki (memperkecil) penurunan lapisan tanah.
3. Untuk memperbaiki (menurunkan) permeabilitas dan swelling potensial tanah.
4. Untuk menjaga (mempertahankan) potensi tanah yang ada
Dari keempat sasaran dari suatu tindakan stabilitas yang diuraikan di atas, sangat jarang dapat dicapai secara bersamaan. Akan tetapi harus selalu diupayakan agar dapat tercapai perbaikan parameter yang diinginkan.
Stabilisasi kimia adalah metode perbaikan parameter tanah dengan menggunakan bahan bahan pencampur yang mengandung mineral yang terkandung dalam massa tanah, dan menghasilkan senyawa baru yang lebih stabil dari senyawa yang ada dalam massa tanah sebelum dicampurkan. Stabilitas tanah ekspansif yang murah dan efektif adalah dengan menambahkan bahan kimia tertentu, dengan penambahan bahan kimia dapat mengikat mineral lempung menjadi padat, sehingga mengurangi kembang susut tanah lempung ekspansif (Ingles dan Metcalf, 1972). Stabilitas tanah adalah pengubahan atau perawatan terhadap satu atau beberapa properti tanah untuk meningkatkan kondisi material tanah/butiran. Bangsa Romawi menyadari bahwa kondisi jalan yang buruk
II-41
mempersulit mereka untuk memindahkan pasukan dan barang-barang melewati jalan antara desa dan kota. Hal tersebut memaksa mereka untuk menemukan cara baru memperbaiki jalan. Mereka melakukannya dengan mencampurkan tanah yang lemah dengan zat stabilitas.
2.6. Waterglass
Waterglass (sodium silikat) merupakan salah satu dari beberapa senyawa yang mengandung sodium oksida, Na2O, dan silika, Si2O.
Waterglass adalah zat polimer buatan, yang dapat berupa larutan atau padatan. Waterglass atau soduim silikat merupakan garam yang dapat larut dalam air dengan komposisi sodium silikat meta silikat (Na2SiO3), atau (NaSiO39H2O). Waterglass atau sodium silikat memiliki banyak senyawa, terdiri atas, sodium ortosolikat (NaSiO4), Sodium metasilikat (SiO3), sodium polisilikat (Na2SiO3), sodium pirosolikat (Na6SiO7) dan lain sebagainya. Semua berbentuk seperti gelas, dan larut dalam air. Sodium silikat selalu stabil dalam larutan murni dan alkalin. Dalam larutan asam, ion silikat bereaksi dengan ion hidrogen untuk membentuk asam silikat, bila dipanaskan dan dibakar akan membentuk silika gel yang keras.
Pengunaan waterglass sebagai bahan stabilisasi adalah dapat meningkatkan kekuatan dan mengurangi permeabilitas tanah. Karena dengan wujudnya yang berupa cairan maka pori tanah dapat terisi dengan mengikatnya menjadi lebih kuat. Walaupun pada suhu kamar, wujudnya berupa gel tetapi dengan penambahan air yang sesuai maka pergerakan untuk masuk ke dalam pori tanah menjadi lebih mudah. Sebagai pertimbangan, bahan ini telah diaplikasikan dengan metoda grouting
II-42
(injeksi campuran kental ke dalam tanah) pada kondisi tanah granular untuk meningkatan kekuatannya oleh American Society of Civil Engineerings (ASCE). Berikut merupakan analisis kimia waterglass :
Tabel 2.14. Karakteristik Waterglass dengan Analisis Kimia
No. Pengujian Hasil
1.
2.
3.
4.
5.
Berat jenis pada 28-30° C
Bahan menguap pada temperatur 105° C Bahan padat yang tidak menguap (padatan total)
pada temperatur 105° C Analisis kimia :
Natrium Oksida (Na2 O)
Silikat Oksida (SiO2 )
Air (H2O)
Kekentalan pada temperatur 28° – 30° C dengan alat :
Stromer Viscometer, KU
Gardner Bubble Viscometer, Stokes 1,5
1,54 44,11%
55,89%
12,18%
33,20%
54,62%
84 5,5
Sumber : A.S.C.E. 1977
2.7. Garam Dapur
Garam adalah benda padatan bewarna putih berbentuk kristal yang merupakan kumpulan senyawa dengan sebagian besar terdiri dari Natrium Chlorida (>80%). Garam mempunyai sifat karakteristik hidroskopis yang berarti mudah menyerap air, tingkat kepadatan sebesar 0,8 – 0,9 dan titik
II-43
lebur pada tingkat suhu 801oC. Garam merupakan salah satu bahan kimiawi untuk stabilisasi tanah lempung, struktur garam dapur (NaCl) meliputi anion ditengah dan kation menempati pada rongga octahedral.
Larutan garam juga merupakan suatu elektrolit yang mempunyai gerakan brown dipermukaan yang lebih besar dari gerakan brown pada air murni sehingga bisa menurunkan air dan larutan, ini menambah gaya kohesi antar partikel sehingga ikatan antar partikel lebih rapat (Bowles, 1989).
2.8. Penelitian Terdahulu
1. Jefri Angkotasan “Pengaruh Kadar Semen PPC terhadap Kuat Tekan Bebas dan Kuat Geser Langsung pada Tanah Ekspansif”.
Komposisi variasi Semen PPC yaitu 3%, 6%, 9%, dan 12%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seiring penambahan kadar semen pada tanah ekspansif meningkatkan nilai kohesi (c) dan sudut geser dalam ().
Nilai kohesi dan susut geser dalam pada variasi 12% pengujian kuat geser langsung yaitu (c) 0,5448 kg/cm2 dan () yaitu 32,26.
2. Imam Aschuri dengan judul “Perbaikan Tanah Ekspansif (Expansive Soil) Dengan Menggunakan Garam Anorganik (Studi Kasus : Tanah Cikampek). Pengujian tanah yang telah dilakukan pada tanah yang tidak dan distabilisasi dengan garam anorganik (waterglass dan Sodium bicarbonat ) meliputi uji tekan bebas, dan uji CBR rendaman. Dengan penambahan garam anorganik sebanyak 10 % dan masa perawatan 28 hari, terdapat peningkatan nilai uji tekan bebas sebesar 49,76 % dan nilai CBR sebesar 54.81 % dari tanah asli.
II-44
3. Agus Tugas Sudjianto 2007,dalam jurnal yang berjudul ”Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Dengan Garam Dapur (NaCl) “. Komposisi campuran garam dapur (NaCl) sebesar 10%, 20%, 30%, 40% dan 50%
dengan masa perawatan 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahan stabilisasi garam dapur (NaCl) dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lempung ekspansif. Pada sifat fisik : berat volume, kadar air, berat jenis, dan batas-batas Atterberg mengalami penurunan setelah distabilisasi. Sementara pada sifat mekanik tanah lempung ekspansif menjadi semakin baik. Dari hasil optimasi untuk sifat fisik dan mekanik kadar campuran yang paling baik adalah 50% penambahan garam dapur NaCl).
4. Ayyub, Muhammad, Rahayaa, Achmad H. 2013, dalam tesis berjudul “Pengaruh Penggunaan Waterglass pada Stabilisasi Tanah Lempung terhadap Nilai Pengembangan Bebas”. Dari hasil pengujian didapat penembahan kadar waterglass pada tanah asli berpengaruh terhadap nilai pengembangan bebas dimana semakin besar kadar waterglass yang ditambahkan maka nilai pengembangan semakin turun.