"Saya ingin kejelasan di sini, Bu Goodwin. Anda mengatakan bahwa Anda sedang menderita PMT (Pre Menstrual Tension = Ketegangan sebelum
Menstruasi), dan Anda memperingatkan suami Anda untuk berhenti mengganti-ganti saluran, atau Anda akan menembak otaknya hingga
berhamburan……Bagaimana reaksinya?"
P
eter meminta Paula untuk pergi makan malam bersama. Mereka berdua merasa senang. Kenyataannya, mereka sudah sangat akrab sehingga akhirnya memutuskan untuk menjadi pasangan tetap dan saling bertukar cincin persahabatan. Setahun kemudian mereka sedang bermobil pulang dari menontom film. Ketika itu Paula bertanya pada Peter apa yang akan dilakukannya untuk merayakan ulang tahun pertama hubungan mereka.Peter menyahut, "Kita bisa memesan pizza ke rumah dan menyantapnyl sambil menonton perlandingan golf di TV’"
Paula terdiam. Peter menduga ada yang tidak beres, lalu berkata lagi,
"Yah kalau kau tidak suka pizza kita pesan makanan cina saja.’"
Paula menjawab, "OK.’" kemudian terdiam lagi. Peter berpikir, "Sudah satu tahun! Jadi kita mulai berkencan pada bulan Januari dan itu adalah ketika aku membeli mobil ini. Artinya mobil ini sudah waktunya untuk diservis 12 bulanan. Mekanis itu mengatakan ia akan memperbaiki lampu oli yang berpendar di dashboard dan kotak perseniling masih saja tidak berfungsi dengan baik" Sementara itu Paula berpikir, "la tidak terlalu memikirkan hubungan kita, jika ia hanya ingin menonton TV dan makan pizza pada hari ulang tahun hubungan kita. Setelah itu ia pasti akan mengundang teman-temannya. Padahal aku ingin makan malam dengan lilin menyala, berdansa dan membicarakan masa depan kita. Hubungan ini jelas tidak penting baginya, tidak seperti aku Mungkin ia merasa terikat karenanya, Aku ingin ikatan yang lebih kuat darinya, tetapi ia merasa terancam dengan ikatan seperti itu. Dalam hal itu, sebenarnya aku memerlukan sedikit keluasan juga sehingga aku dapat meluangkan waktu bersama teman-temanku Sebenarnya, aku butuh waktu lebih banyak lagi untuk memikirkan tujuan hubungan ini. Maksudku, ke mana tujuan kita?
Apakah kita hanya akan terus berkencan atau akan menikah? Mempunyai anak-anak? Atau bagaimana? Apakah aku siap dengan tanggung jawab seperti itu? Apakah aku benar-benar ingin bersamanya sepanjang hidupku?"
Peter melihat lampu olinya berkerdip lagi, kemudian dia mengerutkan alisnya dan berpikir, "Orang-orang tolol dibengkel itu berjanji mereka akan memperbaiki lampu itu dan sekarang mobil ini sudah hampir habis masa jaminannya."
Paula sedang menatapnya dan mulai berpikir lain hal. "Ia mengerutkan keningnya. . ia tidak bahagia…. Aku bertaruh ia menganggapku terlalu gemuk dan aku harus memperbaiki caraku berbusana. Aku tahu aku seharusnya tidak merias wajahku terlalu tebal dan lebih rajin berolah raga.
la selalu bicara tentang betapa sehatnya Carrie dan aku harus lebih sering pergi ke pusat kebugaran itu bersamanya Aku sudah bicara dengan teman- temanku tentang hal ini, dan menurut mereka, Peter harus mencintaiku apa adanya, tidak mencoba m.engubah diriku. Mungkin mereka benarl"
Pikiran Peter melayang jauh sekali. "Aku akan mengatakan kepada para mekanik itu apa yang harus mereka lakukan! Aku akan menyuruh mereka pergi ke…. "
Paula masih menatap pada wajah Peter, sambil berpikir, "Sekarang Peter benar-benar kesal. Aku akan melihatnya pada wajahnya dan aku dapat merasakan ketegangannya. Mungkin aku salah menafsirkannya…
mungkin ia menginginkan lebih dari komitmen dariku padahal ia juga merasakan aku agak tidak yakin tentang perasaanku sendiri,. Ya, itu dia Karena itulah ia tidak berbicara padaku. ia tidak mau terbuka tentang perasaannya padaku, karena kuatir aku ekan menolaknya Aku dapat melihat luka itu pada matanya. "
Padahal saat itu Peter sedang berpikir, "Mereka benar benar harus memperbaikinya kali ini. Aku sudah mengatakan kepada mereka aku punya masalah dengan lampu itu, dan mereka hanya menyalahkan pabriknya Mereka sebaiknya tidak akan mengatakan bahwa perbaikan lampu tidak termasuk yang dijamin atau mereka akan harus berkelahi denganku. Aku membayar mahal untuk mobil ini, sehingga mereka hanya dapat…."
"Peter?" tanya Paula.
"Apa?" sahut Peter dengan membentak, karena merasa terganggu lamunannya.
"Kumohon jangan siksa dirimu seperti ini. . mungkin aku salah karena memikirkan seperti itu. Oh, aku merasa sangat tidak enak. Mungkin aku hanya butuh waktu. maksudku, hidup memang tidak mudah…."
"Itu pasti" gerutu Peter.
"Kau mungkin berpikir aku bersikap bodoh, bukan?"
"Tidak" sahut Peter, dengan bingung.
"Aku hanya’. . oh, aku tidak tahu lagi. . aku ,bingung. . Aku butuh waktu untuk memikirkannya" katanya.
Peter berpikir, "Apa sih yang dikatakannya? Aku hanya akan mengatakan ‘OK dan dia akan tenang besok. Itu pastilah karena bulanannya…"
"Terimakasih; Peter. . kau tidak tahu betapa besar artinya bagiku."
katanya. Sambil melihat mata Peter, Paula sadar betapa Peter adalah seorang pria yang istimewa dan dia akan harus berpikir dengan keras mempertimbangkan hubungan mereka.
Paula tidak dapat tidur malam ltu, terus berguling-guling di atas tempat tidurnya. Keesokan harinya dia menelpon temannya, Carrie untuk membicarakannya. Mereka memutuskan untuk bertemu makan siang dan memblcarakan Peter dan masalah-masalahnya.
Sementara itu, Peter pulang ke rumah, membuka bir dan menyalakan TV. la mengira Paula mempunyai semacam masalah, mungkin juga hanya ketegangan sebelum menstruasi.
Paula dan Carrie bertemu keesokan harinya dan berbicara hingga malam hari, Beberapa hari kemudian, Peter berbicara dengan kekasih
Carrie, Mark yang menyahut, "Wah, kau dan Paula sedang ada masalah ya?"
Peter sekarang benar-benar bingung. "Aku tidak tahu apa yang dikatakannya!" sahutnya sambil tertawa ". .tapi coba au lihat lampu oli itu dan katakan padaku bagaimana pendapatmu…"