BAB I MORFOLOGI TUMBUHAN
G. Akar
Akar merupakan bagian tumbuhan yang tumbuh searah dengan gaya tarik bumi atau menuju air. Akar berfungsi sebagai penyerap air dan mineral dari dalam tanah. Akar ditemukan pada bagian yang paling bawah dari tumbuhan. Sebagian besar akar terpendam di dalam tanah, namun ada pula yang terletak diluar tanah dan menggantung. Akar yang berada diluar tanah misalnya tumbuhan bakau. Kemudian tumbuhan yang akarnya menggantung, misalnya tumbuhan beringin.12
Disini panjang akar dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti porositas tanah, tersedianya air, mineral dan kelembaban tanah.
Morfologi akar tediri atas rambut akar , batang akar, ujung akar, dan tudung akar, rambut akar merupakan perluasan permukaan dari sel- sel epidermis akar yang berguna bagi untuk memperluas daerah penyerapan.
Rambut akar merupakan perluasan permukaan dari sel-sel epidermis akar yang berguna untuk memperluas daerah penyerapan.
Rambut akar hanya tumbuh di dekat ujung akar dan pada umumnya relatif pendek. Ujung akar tersusun dari jaringan meristem yang sel- selnya berdinding tipis dan aktif membelah diri.
Fungsi tudung akar adalah untuk melindungi ujung akar terhadap kerusakan mekanis.Air dan mineral diserap oleh ujung akar dan rambut-rambut akar (secara osmosis) masuk ke dalam tubuh tumbuhan. Osmosis adalah perpindahan zat dari larutan yang berkonsentrasi rendah (kurang pekat) ke larutan yang berkonsentrasi tinggi (lebih pekat) melalui selaput semipermeabel.
Selaput semipermeabel adalah selaput pemisah yang hanya dapat dilalui oleh air dan zat tertentu. Tetapi selain secara osmosis,
11 Gembong Tjitrosoepomo,2013. Morfologi Tumbuhan, UGM Press. Yogyakarta:
2013. Hlm. 1
12 Greenway. Pohon. Erlangga. Jakarta: 1997
penyerapan air dan mineral dapat dilakukan dengan transpor aktif, yaitu, sistem transpor ion dan molekul melalui membran sel dengan menggunakan energi. Akar juga digunakan sebagai alat pernapasan yang disebut akar napas.
Akar napas terdapat pada tumbuhan yang ada di hutan bakau, yang tumbuh tegak pada pangkal batangnya. Pada akar napas ada banyak celah agar udara dapat masuk. Tetapi, selain memiliki akar napas, ada juga akar gantung. Akar gantung tumbuh dari bagian batang di atas tanah ke arah tanah. Fungsi akar gantung ketika masih menggantung adalah untuk menyerap udara.13
1. System akar
Pada saat tumbuhan masih kecil yaitu dalam bentuk lembaga di dalam biji, bakal akar sudah ada, dan disebut akar lembaga (Radicula). Pada perkembangan selanjutnya, ketika biji mulai berkecambah sampai menjadi tumbuhan biasa, akar lembaga dapat memperlihatkan perkembangan yang berbeda, sehingga pada tumbuhan dibedakan dua macam system perakaran, yaitu14:
a. System perakaran tunggang : terjadi bila akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar- akar yang lebih kecil. Akar pokok demikian disebut akar tunggang (Radix primaria). Susunan perakaran ini umumnya terdapat pada tumbuhan dikotil dan tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae).
b. System perakaran terbuka : terjadi bila akar lembaga dalam perkembangan selanjutnya mati atau kemudian disusul oleh berkembangnya sejumlah akar yang kurang lebih sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang. Akar-akar ini bentuknya seperti serabut. System perakaran ini umumnya terdapat pada tumbuhan berbiji tunggal (Monokotil).
13 Galih Pamungkas, Pengertian dan Sifat akar Tumbuhan, diakses 05 Maret 2014.
http://stfitb2008.files.wordpress.com/2009/11/15-akar.pdf
14 Hidayat. Anatomi Tumbuhan Berbiji. ITB Press. Bandung: 1995
Gambar 1. 1 Akar
(Sumber : https://struktur.shareinspire.me/2019/12/ gambar-struktur- akar-tunggang-dan.html)
Perlu diingat bahwa akar tunggang hanya dijumpai pada tanaman yang ditanam dari biji. Walaupun termasuk kedalam tumbuhan dikotil, yaitu suatu tumbuhan tidak akan mempunyai akar tunggang jika tidak ditanam budi daya yang diperbanyak dengan cangkokan atau stek.
2. Bagian-bagian akar
(Sumber : https://guruakuntansi.co.id/akar-tunggang)
Dari gambar di atas dapat diketahui bahwa akar memiliki bagian-bagian yang sangat penting dalam pertumbuhan dan Pada umumnya akar dapat dibedakan menjadi bagian-bagian berikut:
Gambar 1. 2 Bagian Akar
a. Leher akar atau pangkal akar (Collum), yaitu bagian akar yang bersambung dengan pangkal batang
b. Ujung akar (Apex radicis), bagian akar yang paling muda, terdiri atas jaringan-jaringan yang masih dapat mengadakan pertumbuhan.
c. Batang akar (Corpus radicis), bagian akar yang terdapat antara leher, akar dan ujungnya.
d. Cabang-cabang akar (Radix lateralis), yaitu bagian-bagian akar yang tak langsung bersambungan dengan pangkal batang, tetapi keluar dari akar pokok dan masing-masing dapat mengadakan perkecabangan lagi.
e. Serabut akar (Fibrilla radicalis), cabang-cabang akar yang halus- halus dan berbentuk serabut.
f. Rambut-rambut akar atau bulu-bulu akar (Pillus radicalis), yaitu bagian akar yang sesungguhnya hanyalah merupakan penonjolan sel-sel kulit luar akar yang panjang. Bentuknya seperti bulu atau rambut, oleh sebab itu dinamakan rambut akar atau bulu akar.
Dengan adanya rambut-rambut akar atau bulu akar. Dengan ada rambut-rambut akar ini, bidang penyerapan akar menjadi diperluas, sehingga lebih banyak air dan zat makanan yang dapat dihisap.
g. Tudung akar (Calyptras), yaitu bagian akar yang letaknya paling ujung terdiri atas jaringan yang berguna untuk melindungi ujung akar yang masih muda dan lemah.
3. Modifikasi akar tunggang
Adapun modifikasi akar adalah sebagai berikut :
a. Umbi akar ( Tuber rhizogenum), umbi dari penjelmaan akar. Umbi akar adalah umbi yang merupakan penjelmaan akar, dan karena akar tidak pernah mempunyai daun, umbi yang berasal dari akar pada dasarnya selalu akan merupakan umbi yang telanjang, melihat akar yang mengalami metamorphosis menjadi umbi, maka umbi akar dapat merupakan penjelmaan15:
1) Akar tunggang, umbi akar yang merupakan modifikasi dari akar tunggang dapat ditemukan pada wortel (Daucus carota), umbi akar pada lobak (Raphanus sativus L), bengkuang (Pachyrhizus erosus Urb), dan sebagainya. Contoh umbi akar yang merupakan modifikasi dari akar tunggang.
15 Juliarso. Biologi Sel. EEG. Jakarta 2001
2) Akar serabut, umbi akar yang merupakan modifikasi dari akar serabut, struktur yang membesar adalah cabang-cabang akar.
Contoh tumbuhan yang memilki umbi akar yang merupakan modifikasi akar serabut misalnya umbi akar pada Umbi Kayu (Manihot utilissima phol), Dahlia (Dahlia variabilis Desf), singkong (Manihot utilisima), contoh umbi akar yang merupakan modifikasi dari akar serabut.
Umbi akar tidak mungkin dijadikan alat perkembangbiakan seperti umbi batang, kalau dari umbi dahlia dapat tumbuh, tumbuhan baru itu hanya mungkin jika umbi ini disertai sebagian pangkal batang, dan dari pangkal batang ini tumbuh tunas yang menjadi tumbuhan baru itu hanya mungkin jika umbi ini disertai sebagai pangkal batang ini tumbuh tunas yang menjadi tumbuhan baru, dan buka dari umbinya tunas.
Telah dikemukakan bahwa, umbi pada umumnya adalah alat tempat penimbunan zat-zat makanan cadangan. Oleh sebab itu jika mulai tumbuh tunas yang baru, timbunan makanan akan berkurang dan akhirnya umbi akan berkeriput sama sekali.
Keadaan demikian nyata sekali kelihatan pada ubi yang kasip pemanen umbinya, sehingga penanam ubi (Dioscorea alata L).
hanya menemukan umbi yang telah berkinyut tanpa isi lagi.
b. Alat pembelit atau sulur (Cirrhus). Alat pembelit merupakan struktur yang terbentuk akibat modifikasi dari batang,akar maupun daun. Alat pembelit biasanya berbentuk spiral, yang berfungsi untuk membentuk/melilit benda-benda yang disentuhnya. Biasanya alat pembelit berfungsi untuk tumbuhan
―berpegangan‖ saat tumbuh berusaha untuk mendapatkan penunjang untuk menunjang ke atas. Oleh sebab itu alat pembelit hanya ditemukan pada tumbuhan memanjat saja.
c. Akar pembelit, sesuai dengan namanya, akar pembelit adalah alat pembelit yang merupakan modifikasi akar. Akar pembelit berfungsi untuk melekatkan diri pada batang atau penunjang, saat tumbuh memanjat. Akar pembelit dapat ditemukan pada Vanili (Vanili planifolia)
d. Duri (Spina)
Duri adalah suatu tonjolan kecil dan runcing yang berfungsi sebagai alat pertahanan atau senjata pada suatu tumbuhan.
Biasanya duri terdapat pada sisi-sisi batang ataupun daun
misalnya pada batang pohon Bunga Mawar. Menurut asalnya duri dapat dibedakan dalam16:
1) Duri yang merupakan metamorphosis salah satu bagian pokok tumbuhan, oleh karena itu biasanya akar ditanggal dari batang, dan jika dapat ditanggalkan akan menimbulkan bekas yang berupa luka. Duri yang demikian ini seringkali dinamakan pula duri sejati. Contohnya seperti duri akar.
2) Duri akar (Spina rhizogenum), yaitu akar-akar yang menjadi keras dan mempunyai ujung-ujungyang tajam, seperti misalnya terdapat pada Gembili (Dioscorea aculeate L.) dan Gembolo (Dioscorea bulbifera L).
3) Duri yang tidak merupakan metamorphosis suatu alat, melainkan hanya merupakan semacam alat tambahan, jadi hanya menempel pada kulit. Oleh sebab itu sering dinamakan juga duri kulit atau duri temple (Acuales).