III. METODE PENELITIAN
3.2 Alat dan Bahan Penelitian
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah:
Tabel 3.1. Alat yang digunakan dalam penelitian
No Nama Alat Fungsi
1 Gunting Memotong electrode 2 Timbangan
digital
Menimbang massa elektrode sebelum dan sesudah digunakan
3 Multimeter Mengukur tegangan dan arus
4 Saklar Memutus atau menghubungkan arus listrik 5 Stopwatch Mencatatan waktu elektroplating, pengisian dan
pengosongan air laut, serta pengambilan data 6 Gelas baker Mengukur volume air laut
7 Power supply Sumber tegangan saat electroplating 8 Timbangan
digital
Menimbang massa electrode 9 Tempat filter air Tempat proses filtering
10 Plastik werap Membungkus jembatan garam 11 Kabel
penghubung
Media penghubung elektroda
12 Kamera Mengambil gambar atau video penelitian 13 Kertas, pulpen,
dan spidol
Mencatat dan pengamatan dan keperluan lainnya 14 Lux meter Mengukur intensitas cahaya lampu
30
Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah:
Tabel 3.2. Bahan yang digunakan dalam penelitian.
No Nama Bahan Fungsi
1 Air laut Sebagai elektrolit
2 Akrilik Sebagai penampung setiap sel dan
kerangka alat utama 3 Serabut Cu (120 cm) Sebagai katode 4 Lempengan Zn (4x7x0,002 cm) Sebagai anode
5 Larutan AgNO3 Sebagai larutan elektrolit pada proses elektroplating Cu(Ag)
6 Larutan HNO3 1% Untuk membersihkan logam Cu
sebelum electroplating
7 Etanol 96% Untuk membersihkan logam Cu setelah
dibersihkan dengan larutan HNO3
8 Karbon Sebagai anode dalam elektroplating
Cu(Ag) 9 Al2O3, karbon aktif, NaCl dan
semen abu tiga roda
Untuk membuat larutan jembatan garam
10 NH4Cl dan ZnCl2 Untuk membuaut larutan acid zinc
11 Aquades Untuk mengencerkan larutan sepuh
12 20 LED Sebagai beban atau untuk menguji
keluaran yang dihasilkan
3.3 Proses Penelitian
Penelitian ini terbagi menjadi 5 tahap, yaitu tahap perancangan dan pembuatan sistem, pembuatan jembatan garam, proses elektroplating Ag pada Cu serta pengujian alat dan pengambilan data. Secara umum prosedur penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 3.1.
31
Pengisian ulang elektrolit setiap 24 jam sekali
(a)
Realisasi alat dan sistem
Menimbang massa alumina, karbon aktif dan semen
Pembuatan jembatan garam
Melakukan elektroplating Ag dan Cu serta pembuatan larutan acid zinc Memotong elektroda Zn (4x7 cm) dan serabut Cu (120 cm) masing-masing 15 buah
Mulai Study Literatur
Memfilter air laut
Menimbang massa Zn sebelum digunakan
Memasang elektroda dan mengisi elektrolit ke setiap sel
Pengujian sistem
Pembuatan laporan Selesai
Pengambilan data setiap 1 jam sekali selama 6 hari dengan waktu pengambilan data 24 jam, 48 jam dan 72 jam
Berhasil
Tidak Persiapan serta Perancangan alat dan sistem
Mengulangi kembali perlakuan dari menimbang massa Zn sampai pengambilan data
32
(b)
Gambar 3.1. (a) Diagram alir penelitian pengukuran karakteristik elektrik (b) Diagram alir penelitian regenerasi Zn
3.3.1 Perancangan dan Pembuatan Sistem
Tahap pertama dilakukkan perancangan dan pembuatan sistem sel volta yang tersusun dari 5 sel yang terbuat dari bahan acrylic dengan ketebalan 3 mm. Setiap sel berisi sepasang elektrode Cu(Ag)-Zn yang dibatasi oleh sebuah jembatan garam. Jembatan garam yang digunakan dengan campuran Al2O3, karbon aktif, NaCl konsenterasi 1 mol yang terlarut dalam semen abu tiga roda dengan tiga variasi massa alumina dengan perbandingan 50 gram, 100 gram dan 150 gram.
Dimensi elektrode yang digunakan pada setiap sel yakni serabut Cu sepanjang 120 cm dan Zn memiliki dimensi 4×7×0,02 cm. Elektrolit yang digunakan pada sistem sel volta adalah air laut yang difilter menggunakan filter air untuk menyaring kotoran atau organisme yang ada dalam air laut dan acid zinc.
Elektrolit yang digunakan katode (Cu(Ag)) berisi ± 250 ml air laut sedangkan
Perhitungan dan analisis data
Regenerasi dengan metode elektroplating selama 5 menit dan 10 menit
Menimbang massa elektrode Zn setelah dielektroplating
Berhasil
Menimbang massa elektrode Zn setelah terjadi korosi
Pembuatan laporan
Selesai
33
anode (Zn) berisi ± 200 ml larutan acid zinc. Elektrolit diganti setiap 24 jam sekali, hal ini dilakukkan untuk melihat pengaruh pergantian elektrolit pada sistem sel volta. Desain sel volta pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3.2 dan Gambar 3.3.
Gambar 3.2. Desain 5 sel volta
Gambar 3.3. Desain sel volta.
Zn (anode)
Kabel penghubung
Cu(Ag) (katode)
Jembatan Garam
Zn Cu(Ag)
Kompartemen katode Kompartemen anode
34
3.3.2 Pembuatan jembatan garam
Tahap ini dilakukkan proses pembuatan jembatan garam campuran alumunium oksida (Al2O3) + karbon aktif + air laut (NaCl) + semen abu tiga roda dengan tiga variasi massa alumina 50 gram, 100 gram, dan 150 gram. Langkah awal dalam pembuatan jembatan garam yaitu menimbang massa bahan yang digunakan untuk tiga variasi jembatan garam dimana massa karbon dan semen tiga roda konstan.
Pembuatan jembatan garam variasi massa dengan perbandingan 3 yaitu mencampurkan 50 gram untuk Al2O31 mol, 5 gram untuk karbon aktif 1 mol untuk NaCl 1 mol dan 100 gram semen abu tiga roda, setelah itu diaduk hingga keempat bahan tersebut tercampur dengan rata. Jembatan garam variasi massa dengan perbandingan 4 yaitu mencampurkan 100 gram untuk Al2O3 1 mol, 5 gram untuk karbon aktif 1 mol untuk NaCl 1 mol dan 100 gram semen abu tiga roda, setelah itu diaduk hingga keempat bahan tersebut tercampur dengan rata.
Jembatan garam variasi massa dengan perbandingan 5 yaitu mencampurkan 150 gram untuk Al2O3 1 mol, 5 gram untuk karbon aktif 1 mol untuk NaCl 1 mol dan 100 gram semen abu tiga roda, setelah itu diaduk hingga keempat bahan tersebut tercampur dengan rata. Kemudian campuran dari semua bahan jembatan garam dengan variasi massa alumina 50 gram, 100 gram dan 150 gram tersebut dicetak langsung didalam sel satu persatu dan keringkan sampai mengeras. Tujuan dari pembuatan garam tersebut untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan.
3.3.3 Proses Elektroplating Ag pada Cu
Pada tahap ketiga ini dilakukan proses elektroplating Ag pada Cu dengan menggunakan larutan sepuh perak (AgNO3) 0,02M sebanyak 300 ml sebagai larutan elektrolitnya. Katode pada tahap ini adalah serbuk Cu dan anodenya
35
adalah batang karbon. Sebelum melakukan proses elektroplating serbuk Cu dibersihkan terlebih dahulu dengan larutan HNO3 1% untuk mengurangi kandungan lemak yang menempel pada Cu. Kemudian Cu dibersihkan kembali menggunakan etanol 96% untuk menghilangkan kandunggan HNO3 yang masih menempel pada Cu. Elektroplating dilakukan dengan tegangan 2 Volt selama 5 menit. Elektroplating Ag pada Cu dapat ditunjukkan pada Gambar 3.5.
Gambar 3.5. Elektroplating Ag pada Cu
3.3.4 Pembuatan Larutan Acid Zinc
Proses pembuatan acid zinc yaitu mencampurkan ammonium klorida (NH4Cl) 27 gram, zinc klorida (ZnCl2) 68 gram dengan aquades sebanyak 1 liter (Ansari dkk., 2017). Kemudian untuk mengecek pH pada larutan menggunakan kertas pH universal. Pada penelitian ini menggunakan larutan dengan variasi pH-4. Larutan dengan campuran NH4Cl 27 gram + ZnCl2 68 gram + 1 liter aquades memiliki pH-5, sedangkan untuk mendapatkan pH-4 dapat dilakukkan dengan menurunkan pH larutan tersebut dengan menambah larutan asam klorida (HCl) (Pratiwi, 2021).
3.3.5 Regenerasi
Tahap pengambilan data selanjutnya adalah proses regenerasi dengan metode elektroplating menggunakan larutan acid zinc pH-4. Sebelum elektroplating massa Power supply
Karbon (anode) Larutan AgNO3 Serabut Cu
(katode)
36
Zn yang terkorosi dibersihkan kemudian massanya ditimbang menggunakan timbangan digital agar dapat diketahui kenaikkan massa elektrode Zn setelah dilakukan elektroplating. 5 Sel volta disusun secara seri dengan anode pada tahap ini adalah plat seng (Zn) dan katodenya adalah jembatan garam. Tegangan dan arus dialirkan dari power supply melalui anode dan katode menggunakan capit buaya. Elektroplating dilakukan selama 5 menit dan 10 menit dengan larutan acid zinc ±200 𝑚𝑙 menggunakan tegangan 2,5 volt.
3.3.6 Pengujian Sistem dan Pengambilan Data
Pada tahap selanjutnya dilakukkan pengujian sistem dan pengambilan data.
Pengujian sistem dilakukkan dengan menghubungkan jembatan garam yang terpasang disel volta ke multitester yang telah terhubung ke beban (20 LED). Data yang diambil yakni hambatan jembatan garam sebelum dan sesudah digunakan, tegangan saat beban dilepas (𝑉𝑏𝑙), tegangan saat beban dipasang (𝑉𝑏), arus (i), dan intensitas cahaya (lux) yang dihasilkan dari 20 LED. LED yang digunakan diletakkan dalam tempat tertutup untuk mengurangi gangguan cahaya luar saat pengambilan data. Data pengamatan pada penelitian ini diambil 1 jam sekali selama 24 jam, 48 jam, dan 72 jam berturut-turut. Setelah itu, dilakukan perhitungan laju korosi (Persamaan 3.1) suatu logam dengan metode kehilangan massa dengan rumus (Jones,1992):
𝑟 = 𝐾𝑚
𝜌𝐴𝑡 (3.1) Keterangan:
r = Laju korosi (mm/year); K = Konstanta (8,76 x 104);
m = m0 − m1 = massa awal – massa akhir (gr);
37
ρ = Densitas (gr/cm3); A = Luas permukaan (cm2); t = Waktu (jam).
Rancangan data pengamatan dan hasil perhitungan dari hasil penelitian ini, ditunjukkan pada Tabel 3.3 sampai dengan Tabel 3.6.
Tabel 3.3. Data pengamatan massa elektrode Zn Elektrode ke-
Massa elektrode sebelum digunakan (gr)
Massa elektrode sesudah digunakan (gr) 50 gr 100 gr 150 gr 50 gr 100 gr 150 gr 1
2 3 4 5
Tabel 3.4. Data pengamatan regenerasi elektroda Zn Elektroda
ke-
Arus (mA)
Tegangan (volt)
Waktu (menit)
Massa setelah digunakan (24,48, dan 72
jam)
Massa setelah dielektroplating
1 2
… 45
Tabel 3.5. Hasil perhitungan laju korosi
No Waktu
(Jam)
Laju korosi Zn (mm/year) 1
2
… 45
Tabel 3.6. Hasil perhitungan regenerasi Zn
No Waktu
(Menit)
Regenerasi Zn (mm/year) 1
2
… 45
38
Data hasil penelitian ini juga dilakukan analisis data hasil penelitian dan hasil perhitungan yang telah diperoleh. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui hubunagan antara tegangan, arus, intensitas cahaya dan daya terhadap waktu. Data hasil penelitian ini juga dilakukan analisis data hasil penelitian dan hasil perhitungan yang telah diperoleh. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui laju korosi Zn dan regenerasi elektroda Zn. Penelitian ini membutuhkan waktu selama 6 hari dengan waktu 24 jam, 48 jam, dan 72 jam, dimana setiap 1 jam sekali dilakukkan pengambilan data. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, metode eksperimen, dan metode sel volta. Menurut Creswell (2014) yang menyatakan penelitian kuantitatif merupakan pendekatan untuk menguji teori objektif dengan menguji hubungan antar variabel. Variabel ini, pada gilirannya, dapat diukur dengan menggunakan instrumen, sehingga data jumlah dapat dianalisis dengan menggunakan prosedur statistik. Penelitian ini menggunakan 15 sel volta dengan 3 variasi perbandingan jembatan garam berbahan alumina, karbon dan semen dengan larutan acid zinc pH-4 yang terpasang LED disetiap sel volta sebagai beban. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu multimeter untuk mengukur tegangan, arus dan daya, lux meter untuk mengukur intensitas cahaya. Sedangkan alat pengukur waktu pada penelitian ini yaitu stopwatch. Alat yang digunakan untuk mengukur massa Zn yaitu timbangan digital. Pengukuran nilai laju korosi yaitu dari hasil massa Zn sebelum digunakan dan sesudah digunakan untuk mengukur karakteristik energi listrik (tegangan, arus, dan intensitas cahaya), luas permukaan jembatan garam, dan waktu. Kemudian, meregenerasi elektrode Zn dengan mengukur massa Zn
39
menggunakan timbangan digital. Grafik laju korosi dan penambahan massa elektrode Zn dapat dilihat pada Gambar 3.6 dan Gambar 3.7.
Gambar 3.6. Grafik laju korosi elektrode Zn
Gambar 3.7. Grafik pertambahan massa elektrode Zn
V. SIMPULAN DAN SARAN 5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut.
1. Nilai laju korosi paling tinggi dihasilkan oleh variasi jembatan garam 150:5:100 setelah Zn digunakan selama 24 jam sebesar 1,223 mm/year.
2. Regenerasi maksimum yang dihasilkan oleh variasi jembatan garam dengan 150 gram alumina.
3. Arus listrik dan waktu mempengaruhi nilai pertambahan massa saat regenerasi, semakin tinggi arus yang digunakan semakin tinggi nilai pertambahan massa pada elektrode Zn dan semakin lama waktu regenerasi electrode Zn massa yang dihasilkan akan mendekati massa awal.
5.2 Saran
Saran dari penelitian yang dapat dilakukan untuk perkembangan riset selanjutnya sebagai berikut.
1. memperbanyak variasi jembatan dengan campuran yang lebih baik untuk mengetahui nilai minimum laju korosi.
2. memperbanyak variasi pH larutan acid zinc untuk proses regenerasi serta menguji kembali electrode Zn untuk melihat kualitas dari Zn tersebut.
56
3. memperbanyak variasi tegangan, arus, dan waktu untuk regenerasi agar didapatkan nilai maksimum regenerasinya.
DAFTAR PUSTAKA
Achmad, H. (1992). Elektrokimia dan Kinetika Kimia. Electrochemistry. PT Citra Aditya Bakti.
Ahmad Pauzi, G., Anjarwati, A. , Saudi Samosir, A., Ratna Sulistiyanti, S., &
Simanjuntak, W. (2019). Analisis Pemanfaatan Jembatan Garam Kcl Dan Nacl Terhadap Laju Korosi Elektroda Zn Pada Sel Volta Menggunakan Air Laut Sebagai Elektrolit. Analit: Analytical and Environmental Chemistry, 4(02), 50–58. https://doi.org/10.23960/aec.v4.i2.2019.p50-58.
Anderson, M., Cudero, A., & Palma, J. (2010). Capasitive deionization(CDI) as an electrochemical means of saving energy and delivering cleanwater.
Electrochimica Acta, 55, 3845–3856.
Ansari, I., Indra, B. W., Nurohmahwati, F., dan Zakaria, I. (2017). Pengaruh Waktu dan Luas Permukaan Terhadap Ketebalan Produk dari Elektroplating Acid Zinc. Jurnal Teknik kimia. Universitas Pamulang. Tanggerang Selatan.
Vol. 1 No. 1. Hal 1-6.
Aristian, J. (2016). Desain dan Aplikasi Sistem Elektrolit Air Laut Sebagai Sumber Energi Alternatif Berkelanjutan (Sustainable Energi). Universitas Lampung.
Arwaditha, R. K. (2017). Desain dan Realisasi Akumulator Elektrolit Air Laut dengan Penambahan Sodium Bicarbonate (NaHCO3) sebagai Sumber Energi Alternatif. Universitas Lampung.
Astria, F., Subito, M., and Nugraha, W. D. (2014). Rancang Bangun Alat Ukur Ph Dan Suhu Berbasis Short Message. Mektrik, 1(1), 47–55.
Avner, S. H. (1974). Physical Metalurgy. Mc. Graw Hill.
Bates, R. G. (1973). Determination of PH: Theory and Practice. Wiley.
Badea, G. E., Corbu, I., Caraban, A., dan Cret. P. (2007). Seawater Electrolysis for Hydrogen Production. Revue Roumaine de Chimie. Vol. 54 No. 1. Hal 55-61.
Bird, T. (1993). Phycical chemistry (Tjien; Kwee Ie (ed.)). Gramedia.
Brown, T. L., Eugene, L. H., & Bursten, B. E. (2015). Chemistry: The Central Science (13th edition). Pearson Education
Chang, R. (2003). General Chemistry: The essential Concepts (Lemenda Simarmata (ed.)). Erlangga.
Chow, V. Te, Maidment, D. R., Mays, L. W., & Ven Te Chow, David R.
Maidment, L. W. M. (1998). Applied Hydrology Chow 1988.pdf (pp. 1–294).
http://ponce.sdsu.edu/Applied_Hydrology_Chow_1988.pdf
Dogra, S. K., & Dougra, S. (2008). Physical chemistry and theoretical -- Exescises and questions (U. Mansyur (ed.); first edit). Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press).
Effendi, N. (2009). Pengaruh Variasi Rapat Arus Terhadap Ketebalan Lapisan Elektroplating Seng Pada Baja Karbon Rendah. Traksi, 9(1), 18–24.
https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jtm/article/viewFile/543/592
Hamann, C. H., Hamnett, A., & Vielstich, W. (1998). Electrochemistry.
Weinheim New York Chichester Brisbane Singapore Toronto Wiley-VCH.
Hammond, C. R. 2004. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics 81st edition. CRC press.
Harahap, M. R. (2016). Sel Elektrokimia: Karakteristik dan Aplikasi. CIRCUIT:
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro, 2(1), 177–180.
https://doi.org/10.22373/crc.v2i1.764.
Ihsanto, E., & Hidayat, S. (2014). Rancang Bangun Sistem Pengukuran Ph Meter dengan Menggunakan Mikrokontroller Arduino Uno. Jurnal Teknik Elektro, 5(3), 139–146.
Joko, T. (2010). Unit Air Baku Dalam Sistem Penyediaan Air Minum. Graha Ilmu.
Kadir, A. (2015). Buku pintar pemrograman arduino (Koko (ed.)). Mediakom.
Kamalia, L., Pauzi, G. A., & Suciyati, S. W. (2018). Analisis Laju Korosi Bahan Cu-Zn dengan Metode Sacrificial Anode pada Sistem Energi Listrik Alternatif Berbasis Air Laut. Jurnal Teori Dan Aplikasi Fisika, 6(2), 249–
256. https://doi.org/10.23960/jtaf.v6i2.1850.
Karangan, J., Sugeng, B., & Sulardi, S. (2019). Uji Keasaman Air dengan Alat Sensor pH di STT Migas Balikpapan. Jurnal Kacapuri : Jurnal Keilmuan Teknik Sipil, 2(1), 65. https://doi.org/10.31602/jk.v2i1.2065.
Keenan, C. W., Kleinfelter, D. C., & Wood, J. H. (1984). Chemistry for University Thirteenth edition (Thirteenth). Mc Graw - Hill Publishing Company.
Kim, K., Soo, M. H., Park, J.-S., Han, J., Kim, J., & Kim, Y. (2016). Highly Improved Voltage Efficiency of Seawater Battery by Use of Chloride Ion Capturing Elektrode. Journal of Power Sources, 313, 46–50.Lide, D. R.
(2000). Handbook of Chemistry and Physics (81st ed.). CRC Press.
Maulana, N., Nurhayati, O. D., & Widianto, E. D. (2016). Perancangan Sistem Sensor Pemonitor Lingkungan Berbasis Jaringan Sensor Nirkabel. Jurnal
Teknologi Dan Sistem Komputer, 4(2), 353.
https://doi.org/10.14710/jtsiskom.4.2.2016.353-360.
Millano, R., Kim, R. D., & Pasqualicchio, V. G. (1989). Copper and Zinc in Inflammation. Kluwer Academic Publishers.
Mulyono, P. R. (2017). Perancangan Sistem Proteksi Katodik Anoda Tumbal pada Pipa Baja Api 5L Grade B dengan Variasi Jumlah Coating yang Dipasang di dalam tanah. SKRIPSI. Departemen Teknik Material Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Paunovic, M., & Schlesinger, M. (1998). Fundamentals of Electrochemical Fabrication. In The Electrochemical Society. John Wiley & Sons.
Pauzi, G. A., Anwar, S., Supriyanto, A., & Suciyati, S. W. (2021). Analisis Jembatan Garam Campuran Alumina dan Kalsium Karbonat pada Karakteristik Elektrik Pembangkit Listrik Sel Galvanis dengan Elektrolit Air Laut. Journal of Energy, Material, and Instrumentation Technology, 2(4), 78–85. https://doi.org/10.23960/jemit.v2i4.75.
Pauzi, G. A., Arwaditha, R. K., Supriyanto, A., Suciyati, S. W., Surtono, A., Junaidi, & Warsito. (2018). Desain dan Realisasi Akumulator Elektrolit Air Laut dengan Penambahan Sodium. Jurnal Fisika, 8(1), 78–85.
Pauzi, G. A., Hudaya, E., Supriyanto, A., & Surtono, A. (2015). Prosiding Seminar Nasional Sains Matematika Informatika dan Aplikasinya IV Fakultas MIPA Universitas Lampung ISSN: 2086 – 2342 Vol. 4 Buku 1.
Prosiding Seminar Nasional Sains Matematika Informatika Dan Aplikasinya IV, 4, 74–82.
Pauzi, G. A., Nisa, M. A., Samosir, A. S., Sulistiyanti, S. R., & Simanjuntak, W.
(2020). Peningkatan Karakteristik Listrik Sel Elektrokimia Cu(Ag)-Zn dengan Penggunaan AnodaTumbal Mgpada Accumulator Berbahan Air Laut.
Jurnal Teori Dan Aplikasi Fisika, 8(1), 83–92.
https://doi.org/10.23960/jtaf.v8i1.2448.
Pauzi, G. A., Pratiwi, N. A., Surtono, A., & Suciyati, S. W. (2022). Analisis Pengaruh Variasi pH Larutan Acid Zinc Pada Sel Volta Dua Kompartemen Dengan Elektrode Cu(Ag)-Zn. Jurnal Of Energy, Material, And Instrumentation Technology, Volume 3(1), 21–30.
Pratiwi, V. M., Sulistijono, Hidayat, I. P., & Zuniandra, H. (2019). Pengaruh
Variasi Waktu dan Temperatur Kekuatan Lekat dan Ketahanan Korosi pada Baja. Jurnal Teknik ITS, 8(2), 218–223.
Putra, B. S., Rusdinar, A., & Kurniawan, E. (2015). Desain Dan Implementasi Sistem Monitoring Dan Manajemen Baterai Mobil Listrik. E-Proceeding of Engineering, Universitas Telkom, 2(2), 1909–1916.
https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/engineering/
article/view/189.
Riyanto. (2013). Elektrokimia dan Aplikasinya. Graha Ilmu.
Rizki, K. C. (2019). Analisis pengaruh Elektroplating Perak (Ag) Pada Tembaga (Cu) Terhadap Karakteristik Elektrik Air Laut Sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan. Universitas Lampung.
Sadono, R. (n.d.). Pelapisan Katodik. http://harischem.blogspot.co.id/2017/.
Diakses pada tanggal 20 Januari 2022 pukul 21.40.
Sasono, E. J. (2010). Efektivitas Penggunaan Anoda Korban Paduan Aluminium pada Pelat Baja Kapal AISI 2512 terhadap Laju Korosi di dalam Media Air Laut. Universitas Diponegoro, Semarang.
Silberberg, M. (2008). Chemistry, The Mocular Nature of Matter and Change, Edisi Kelima (Kelima). McGraw-Hill Sciences.
Slamet, J. S. (1994). Kesehatan Lingkungan. Gajah Mada University Press.
Yogyakarta
Nanang, S., Rahayu, S., & Prayitno. (2013). Representasi Makroskopik Submikroskopik dan Prinsip Kerja Sel Elektrokimia.. Universitas Negeri Malang.
Subekti, K. (2015). MMetode Elektroplating pada Subtrat Tembaga (Cu) dengan Pelapis Perak (Ag) untuk Meningkatkan Keindahan Dekoratif dan Ketahanan Korosi Logam. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Surdia, T., & Saito, S. (1985). Pengetahuan Bahan Teknik. PT Pradnya Paramita.
Tamilselvi, M., Kamaraj, P., Arthanareeswari, M., & Devikala, S. (2015). Nano Zinc Phosphate Coatings for Enhanced Corrosion Resistance of Mild Steel.
Journal of Applied Surface Science, 218–225.
Trethewey, K. R., & Chamberlain, J. (1991). corroson, for students of science and engineering Indeks (A. T. K. Widodo (ed.)). Gramedia Pustaka Utama.
Triboesono, A. (2016). Statistik Ketenagalistrikan Edisi 30 Tahun Anggaran 2017. Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral.
Vliet, V. T., Lakemond, C. M., and R.W. Visschers. (1984). Rheology and