III. METODE PENELITIAN
3.2 Alat dan Bahan Penelitian
Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah:
Tabel 3.1. Alat yang digunakan dalam penelitian
No Nama Alat Fungsi
1 Gunting Memotong elektroda
2 Timbangan digital Menimbang massa elektroda sebelum dan sesudah digunakan
3 Multimeter Mengukur tegangan dan arus
4 Stopwatch Mencatatan waktu elektroplating, pengisian dan pengosongan air laut, serta pengambilan data 5 Gelas baker Mengukur volume air laut
6 Power supply Sumber tegangan saat elektroplating
7 Timbangan digital Menimbang massa Al2O3, karbon aktif dan semen abu tiga roda
8 Tempat filter air Tempat proses filtering 9 Kabel penghubung Media penghubung elektroda
10 Kamera Mengambil gambar atau video penelitian 11 Lux meter Mengukur intensitas cahaya lampu Dan bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah:
37
Tabel 3.2. Bahan yang digunakan dalam penelitian.
No Nama Bahan Fungsi
1 Air laut Sebagai elektrolit
2 Akrilik Sebagai penampung setiap sel dan
kerangka alat utama 3 Serabut Cu (120 cm) Sebagai katode 4 Lempengan Zn (4x7x0,002
cm)
Sebagai anode
5 Larutan AgNO3 Sebagai larutan elektrolit pada proses elektroplating Cu(Ag)
6 Larutan HNO3 1% Untuk membersihkan logam Cu sebelum elektroplating
7 Etanol 96% Untuk membersihkan logam Cu setelah dibersihkan dengan larutan HNO3
8 Karbon Sebagai anode dalam elektroplating
Cu(Ag) 9 Al2O3, karbon aktif, NaCl dan
semen abu tiga roda
Untuk membuat larutan jembatan garam 10 NH4Cl dan ZnCl2 Untuk membuat larutan acid zinc
11 Aquades Untuk mengencerkan larutan sepuh
12 20 LED Sebagai beban atau untuk menguji
keluaran yang dihasilkan
13 Plastik wrap Mencetak jembatan garam
14 Kertas, pulpen dan spidol Mencatat data pengamatan dan keperluan lainnya
3.3 Proses Penelitian
Penelitian ini terbagi menjadi 5 tahap, yaitu tahap perancangan dan pembuatan sistem, pembuatan jembatan garam, proses elektroplating Ag pada Cu, pembuatan larutan acid zinc serta pengujian alat dan pengambilan data. Secara umum prosedur penelitian ini ditunjukkan pada Gambar 3.1.
38
Gambar 3.1. Diagram alir penelitian
Realisasi alat dan sistem
Menimbang massa alumina, karbon aktif dan semen
Pembuatan jembatan garam
Melakukan elektroplating Ag dan Cu serta pembuatan larutan acid zinc Memotong elektroda Zn (4x7 cm) dan serabut Cu (120 cm) masing-masing 15 buah
Mulai
Study Literatur
Memfilter air laut
Menimbang massa Zn sebelum digunakan
Memasang elektroda dan mengisi elektrolit ke setiap sel
Pengujian sistem
Pengisian ulang elektrolit setiap 24 jam sekali
Perhitungan dan analisis data
Pembuatan laporan
Selesai
Pengambilan data setiap 1 jam sekali selama 6 hari dengan waktu pengambilan data 24 jam, 48 jam dan 72 jam
Berhasil
Tidak Persiapan serta Perancangan alat dan sistem
Mengulangi kembali perlakuan dari memotong elektroda Zn dan serabut Cu sampai pengambilan data
39
3.3.1 Perancangan dan Pembuatan Sistem
Tahap pertama dilakukan perancangan dan pembuatan sistem sel volta yang tersusun dari 5 sel yang terbuat dari bahan acrylic dengan ketebalan 3 mm setiap sel berisi sepasang elektroda Cu(Ag)-Zn yang dibatasi oleh sebuah jembatan garam.
Jembatan garam yang digunakan dengan campuran Al O , karbon aktif, NaCl yang terlarut dalam semen abu tiga roda dengan tiga variasi massa perbandingan 50:5:100, 100:5:100 dan 150:5:100. Dimensi elektroda yang digunakan pada setiap sel yakni serabut Cu sepanjang 120 cm dan Zn memiliki dimensi 45750,02 cm.
Elektrolit yang digunakan pada sistem sel volta adalah air laut yang difilter menggunakan filter air untuk menyaring kotoran atau organisme yang ada dalam air laut dan acid zinc. Elektrolit yang digunakan katode (Cu(Ag)) berisi 6 250 ml air laut sedangkan anode (Zn) berisi 6 200 ml larutan acid zinc. Elektrolit diganti setiap 24 jam sekali, hal ini dilakukan untuk melihat pengaruh pergantian elektrolit pada sistem sel volta. Desain sel volta pada penelitian ini dapat dilihat pada Gambar 3.2 dan Gambar 3.3.
Gambar 3.2. Desain 5 sel volta
Zn Cu(Ag)
Kabel penghubung
Sel volta
10 cm
12 cm
9 cm
40
Gambar 3.3. Desain sel volta.
3.3.2 Pembuatan jembatan garam
Tahap ini dilakukan proses pembuatan jembatan garam campuran alumunium oksida (Al O ) + karbon aktif + air laut (NaCl) + semen abu tiga roda dengan tiga variasi massa perbandingan 50:5:100, 100:5:100 dan 150:5:100. Langkah awal dalam pembuatan jembatan garam yaitu menimbang massa bahan yang digunakan untuk tiga variasi komposisi alumina pada jembatan garam perbandingan dimana massa karbon dan semen tiga roda konstan. Pembuatan jembatan garam variasi massa pertama yaitu mencampurkan 50 gram untuk Al O , 5 gram untuk karbon aktif untuk NaCl 1 mol dan 100 gram semen abu tiga roda, setelah itu diaduk hingga keempat bahan tersebut tercampur dengan rata. Jembatan garam variasi massa kedua yaitu mencampurkan 100 gram untuk Al O , 5 gram untuk karbon aktif untuk NaCl 1 mol dan 100 gram semen abu tiga roda, setelah itu diaduk hingga keempat bahan tersebut tercampur dengan rata. Jembatan garam variasi massa
Jembatan garam Air laut Larutan acid zinc
Cu(Ag) Zn
41
ketiga yaitu mencampurkan 150 gram untuk Al O , 5 gram untuk karbon aktif untuk NaCl 1 mol dan 100 gram semen abu tiga roda, setelah itu diaduk hingga keempat bahan tersebut tercampur dengan rata. Kemudian campuran dari semua bahan jembatan garam tersebut dicetak langsung didalam sel satu persatu dan keringkan sampai mengeras. Tujuan dari pembuatan garam tersebut untuk menjaga kenetralan muatan listrik pada larutan. Hasil pembuatan jembatan garam ditunjukkan pada Gambar 3.4.
Gambar 3.4. Jembatan garam
3.3.3 Proses Elektroplating Ag pada Cu
Pada tahap ketiga ini dilakukan proses elektroplating Ag pada Cu dengan menggunakan larutan sepuh perak (AgNO ) 0,02M sebanyak 300ml sebagai larutan elektrolitnya. Katode pada tahap ini adalah serabut Cu dan anode adalah batang karbon. Sebelum melakukan proses elektroplating serabut Cu dibersihkan terlebih
42
dahulu dengan larutan HNO 1% untuk mengurangi kandungan lemak yang menempel pada Cu. Kemudian Cu dibersihkan kembali menggunakan etanol 96%
untuk menghilangkan kandungan HNO yang masih menempel pada Cu.
Elektroplating dilakukan dengan tegangan 2 Volt selama 5 menit. Elektroplating Ag pada Cu dapat ditunjukkan pada Gambar 3.5.
Gambar 3.5. Elektroplating Ag pada Cu
3.3.4 Pembuatan Larutan Acid Zinc
Proses pembuatan acid zinc yaitu mencampurkan ammonium klorida (NH8Cl) 27 gram 1 mol, zinc klorida (ZnCl ) 68 gram 1 mol dengan aquades sebanyak 1 liter menghasilkan pH-5. Pada penelitian ini menggunakan larutan dengan variasi pH-4.
Penurunan larutan menjadi pH-4 dengan menambahkan larutan HCl (asam klorida) (Pauzi et al., 2022). Kemudian untuk mengecek pH pada larutan menggunakan kertas pH universal.
Power supply
Karbon (anode)
Larutan AgNO Serabut Cu
(katode)
43
3.3.5 Pengujian sistem dan pengambilan data
Pada tahap selanjutnya dilakukan pengujian sistem dan pengambilan data.
Pengujian sistem dilakukan dengan menghubungkan jembatan garam yang terpasang di sel volta ke multitester yang telah terhubung ke beban (20 LED). Data yang diambil yakni tegangan saat beban dilepas (9:;), tegangan saat beban dipasang (9:), arus (i), dan intensitas cahaya (lux) yang dihasilkan dari 20 LED. LED yang digunakan diletakkan dalam tempat tertutup untuk mengurangi gangguan cahaya luar saat pengambilan data. Data pengamatan pada penelitian ini diambil 1 jam sekali selama 6 hari dengan pembagian waktu yakni 24 jam, 48 jam dan 72 jam berturut-turut. Setelah itu, dilakukan perhitungan laju korosi suatu logam dengan metode kehilangan massa dengan rumus (Jones, 1992):
r =
<=>?@
(3.1) Keterangan:
= Laju korosi (mm/year); K = Konstanta (8,76 x 104);
m = mB − mD = massa awal – massa akhir (gr);
ρ = Densitas (gr/cm3); A = Luas permukaan (cm2);
t = Waktu (jam).
Selain menghitung laju korosi logam, kita juga melakukan perhitungan konduktivitas jembatan garam dengan hambatan (Rin) (Persamaan 3.2), dan daya (P) (Persamaan 3.3).
R
in=
2:; 2:E (3.2)
P = V
bx i
(3.3)44
Keterangan:
Rin = hambatan (kΩ);
Vbl = tegangan tanpa beban (V);
Vb = tegangan dengan beban (V);
i = arus (A);
P = daya (watt).
Rancangan data pengamatan dan hasil perhitungan dari hasil penelitian ini, ditunjukkan pada Tabel 3.3 sampai dengan Tabel 3.8.
Table 3.3. Data pengamatan karakteristik elektrolit air laut.
Waktu (Jam)
Tegangan beban lepas (V)
Tegangan beban (V)
Arus (mA)
Intensitas cahaya (Lux) 0
1 2
… 72
Tabel 3.4. Hasil perhitungan karakteristik elektrik air laut.
Waktu (jam)
Jembatan garam
50:5:100 100:5:100 150:5:100
Rin (KOhm)
Daya (mWatt)
Rin (KOhm)
Daya (mWatt)
Rin (KOhm)
Daya (mWatt) 0
1 2
… 71
Tabel 3.5. Tegangan sel volta dengan berbagai jembatan garam selama 6 hari Keterangan
Tegangan jembatan garam (V)
50:5:100 100:5:100 150:5:100
Rata-rata 24 jam Rata-rata 48 jam Rata-rata 72 jam Rata-rata sistem
45
Tabel 3.6. Arus sel volta dengan berbagai jembatan garam selama 6 hari Keterangan
Arus jembatan garam (mA)
50:5:100 100:5:100 150:5:100
Rata-rata 24 jam Rata-rata 48 jam Rata-rata 72 jam Rata-rata sistem
Tabel 3.7. Hasil perhitungan laju korosi Zn Elektroda
ke-
Kehilangan massa (gram) Laju korosi (mm/year) 50:5:100 100:5:100 150:5:100 50:5:100 100:5:100 150:5:100 1
2 3 4 5
Tabel 3.8. Hasil perhitungan laju korosi Zn dengan larutan acid zinc pH 4 dengan variasi massa jembatan garam
Elektroda ke-
K Δm
(gram)
p (gr/cm2)
A (cm2)
T (jam)
r (mm/year) 1
2 3 4 5
Rata-rata
Hasil penelitian ini diperoleh dengan menganalisis data dan melakukan perhitungan terhadap hasil yang didapatkan. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara tegangan, arus, intensitas cahaya dan daya terhadap waktu. Penelitian ini membutuhkan waktu selama 6 hari dengan pembagian pengambilan data yaitu 24 jam, 48 jam dan 72 jam, dimana setiap 1 jam sekali dilakukan pengambilan data.
Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, metode eksperimen dan metode sel volta. Metode penelitian menurut Creswell (2014) yang menyatakan penelitian kuantitatif merupakan pendekatan untuk
46
menguji teori objektif dengan menguji hubungan antar variabel. Variabel ini dapat diukur dengan menggunakan alat instrumen, sehingga data jumlah dapat dianalisis dengan menggunakan prosedur statistik. Penelitian ini menggunakan 20 sel volta dengan tiga variasi massa perbandingan jembatan garam berbahan alumina, karbon dan semen dengan larutan acid zinc pH-4 yang terpasang LED disetiap sel volta sebagai beban. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini yaitu multimeter untuk mengukur tegangan dan arus, lux meter untuk mengukur intensitas cahaya.
Sedangkan alat pengukur waktu pada penelitian ini yaitu stopwatch. Pengukuran karakteristik energi listrik yaitu dari hasil pengukuran tegangan, arus, dan intensitas cahaya terhadap waktu. Hasil pengambilan data yang diperoleh kemudian dimasukkan ke dalam grafik-grafik pada Gambar 3.6 sampai dengan Gambar 3.8.
Rancangan analisis data penelitian seperti pada gambar dibawah ini
0 12 24 36 48 60 72
2,4 3,0 3,6
Arus (mA)
Waktu (Jam)
Gambar 3.6. Grafik pengukuran arus
47
0 12 24 36 48 60 72
2,4 3,0 3,6
Tegangan beban (V)
Waktu (Jam)
(a)
0 12 24 36 48 60 72
2,4 3,0 3,6
Tegangan tanpa beban (V)
Waktu (Jam)
(b)
Gambar 3.7.(a). Grafik pengukuran tegangan beban sel volta (b). Grafik pengukuran tegangan tanpa beban sel volta
0 12 24 36 48 60 72
2,4 3,0 3,6
Intensitas cahaya (lux)
Waktu (Jam)
Gambar 3.8. Grafik intensitas cahaya
V. SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. karakteristik jembatan garam yang paling tinggi (arus, daya dan intensitas cahaya) dengan campuran alumina, karbon dan semen 150:5:100 diperoleh hasil pengukuran arus rata-rata sistem sebesar 18,95 mA dan tegangan rata- rata sistem sebesar 2,81 volt;
2. nilai hambatan terkecil terdapat pada variasi massa alumina 50 gram, sedangkan nilai daya terbesar terdapat pada variasi massa alumina 150 gram ketika beban (LED) terpasang;
3. jembatan garam dengan variasi massa alumina semakin besar mengakibatkan laju korosi Zn semakin besar.
5.2 Saran
Saran dari penelitian yang dapat dilakukan untuk perkembangan riset selanjutnya yaitu memperbanyak penanganan laju korosi pada Zn dengan berbagai variasi campuran bahan jembatan garam.
DAFTAR PUSTAKA
Ala, Asman., Yuni Mariah., Diah Zakiah., Denny Fitrial. 2018. “Analisa Pengaruh Salinitas Dan Derajat Keasaman (Ph) Air Laut Di Pelabuhan Jakarta Terhadap Laju Korosi Plat Baja Material Kapal.” Jurnal Meteor Stip Marunda 11: 20.
Amanto, H. dan Daryanto. 1999. Ilmu Bahan. Jakarta: Bumi Aksara.
Anderson, M.A., Alberto Cudero and Jose Palma. 2010. “Capasitive Deionization (CDI) as an Electrochemical Means of Saving Energy and Delivering Clean Water.” Electrocimia Acta, 3845–56.
Anjarwati, A. 2019. “Analisis Aplikasi Jembatan Garam Pada Sel Elektrokimia Menggunakan Elektroda Cu(Ag)-Zn Berbahan Elektrolit Air Laut.” (Skripsi).
Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Arsad, Effendi Dan Saibatul Hamdi. 2010. “Teknologi Pengolahan Dan Pemanfaatan Karbon Aktif Untuk Industri.” Jurnal Riset Industri Hasil Hutan.
Bariyah, Khoerul., Rahmat Nuryanto dan Linda Suyati. 2010. “Pengaruh Kation Fe2+ Terhadap Proses Elektrokimia Magnesium Pada Model Larutan Pekatan Air Laut (Bittern).” Jurnal Kimia Sains Dan Aplikasi 13 (3): 95–100.
Bird, T. 1993. Kimia Fisik Untuk Universitas. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Brady, J. E. 1993. Kimia Universitas Asas Dan Struktur Jilid 1. Tanggerang:
Binarupa Aksara.
Chang, R. 2003. General Chemistry: The Essential Concepts. Jakarta: Erlangga.
Chaubey, Namrata, Vinod Kumar Singh, and M. A. Quraishi. 2017.
“Electrochemical Approach of Kalmegh Leaf Extract on the Corrosion Behavior of Aluminium Alloy in Alkaline Solution.” International Journal of Industrial Chemistry 8 (1): 75–82.
Cotton, F.A. dan G. Wilkinson. 1989. Kimia Anorganik Dasar. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Creswell, J. W. 2014. Research Design: Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches, 4 Edition. London: Sage.
Day, R.A; A.L. Underwood. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam.
Jakarta: Erlangga.
Djunaidi, Rita., Siti Zahara., dan Herlangga Yakub. 2017. “Analisa Pengaruh Jarak Katoda Dan Anoda Dalam Proses Elektroplating Aluminium Terhadap Laju Korosi.” Jurnal Ilmiah TEKNIKA 4: 2.
Dogra, S. K. 2017. Kimia Fisik Dan Soal-Soal. Jakarta: Diterjemahkan oleh Umar Mansyur. Universitas Indonesia.
Faissler, W. 1991. Modern Electronics. Canada: John Wiley and Sons Inc.
Fariya, S. dan Rejeki, S. 2015. “(Sea Water Electrochemical Cell) Pemanfaatan Elektrolit Air Laut Menjadi Cadangan Sumber Energi Listrik Terbaharukan Sebagai Penerangan Pada Sampan.” Jurnal Sains Dan Teknologi 10: 44–58.
Gabriel, J. F. 1996. Fisika Kedokteran. Jakarta: Kedokteran EGC.
Haaland, D. 1976. Graphite-Liquid-Vapor Triple Point Pressure and the Density of Liquid Carbon.
Hamman, C.H., Hamnett, A. dan Vielstich. 1998. Electrochemistry. USA: Wiley VCH.
Hammond, C. R. 2004. The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics 81st Edition. CRC press.
Harahap, M. R. 2016. “Sel Elektrokimia: Karakteristik Dan Aplikasi Circuit.”
Jurnal Ilmiah Pendidikan Teknik Elektro (Circuit). (2460–5476): 1.
Hudaya, E. 2016. “Analisis Karakteristik Elektrik Air Laut Sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan.” (Skripsi). Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Irsan., Amir Supriyanto., Arif Surtono. 2016. “Analisis Karakteristik Limbah Kulit Singkong (Manihot Esculenta Crantz) Sebagai Sumber Energi Listrik Alternatif Terbarukan Untuk Mengisi Baterai Handphone.” (Skripsi).
Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Joko. T. 2010. Unit Air Baku Dalam Sistem Penyediaan Air Minum. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Jones, D.A. 1992. Principles and Prevention of Corrosion, 2nd Ed. Prentice Hall.
New Jersey.: Upper Saddle River.
Kadir, A. 1995. Energi Sumber Daya, Inovasi, Tenaga Listrik Dan Potensi Ekonomi Edisi Kedua. Jakarta: Universitas Indonesia.
Keenan, Charles W, Donald C. Kleinfelter, dan Jesse H. Wood. 1980. Ilmu Kimia untuk Universitas jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Kristin, E. 2017. “Produksi Energi Listrik Melalui MFC Menggunakan Limbah Industri Tempe.” (Skripsi). Universitas Indonesia. Jakarta.
Kuwahara. 2001. Geologi Laut. Jakarta: Erlangga.
Kyotani, T. 2000. “Control of Pore Structure in Carbon.” Carbon. 38: 269–86.
Lempang, Mody. 2014. “Pembuatan Dan Kegunaan Arang Aktif.” In Info Teknis Eboni.
Lide, D.R. 2005. CRC Handbook of Chemistry and Physics (Ed. Ke-86). Boca Raton: CRC press.
Liu, Shuan, Sun, H., Zhang, N., Sun, L. 2013. “The Corrosion Performance of Galvanized Steel in Closed Rusty Seawater.” International Journal of Corrosion 9 (267353).
Malvino, A.P. 1985. Prinsip-Prinsip Elektronika Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga.
Maulana, I. 2018. “Perancangan Alat Pendeteksi Kualitas Air Minum Menggunakan Elektrolisis Dan Konduktivitas Berbasis Arduino Uno.” Jurnal Elektronik Pendidikan Teknik Elektronika 7: 65–87.
Milanino, R., Rainsford, K. D., dan Velo, G. P. 1989. Copper and Zinc in Inflammation. USA: Kluwer Academic Publishers.
Mineral, Kementrian Energi dan Sumber Daya. 2018. Materi Paparan Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral Rapat Koordinasi Infrastruktur Ketenagalistrikan. Kementrian Energi Dan Sumber Daya Mineral. Bali.
Mukminin, Giri Amirul, Gurum Ahmad Pauzi, dan Warsito. 2018. “Analisis Potensi Elektrik Berbagai Elektrolit Alam Sebagai Sumber Energi Terbarukan.” Jurnal Teori Dan Aplikasi Fisika 06 (01): 91–100.
Mulyono, Pribadi R. 2017. “Perancangan Sistem Proteksi Katodik Anoda Tumbal Pada Pipa Baja API 5L Grade B Dengan Variasi Jumlah Coating Yang Dipasang Di Dalam Tanah.” (Skripsi). Institut Teknologi Sepuluh November.
Surabaya.
Muralidharan, A., OK Ajay Baba, K. Nimalraman dan M. Ramya. 2011. “Impact of Salt Concentration on Electricity Production in Microbial Hydrogen Based Salt Bridge Fuel Cells.” Indian Journal of Fundamental and Applied Life Sciences, no. 2231–6345.
Ngatin, Agustinus., M.Faiza., dan Fuad HM. 2019. “Pengaruh Pretreatment Larutan Zinkat Terhadap Elektroplating Nikel-Krom Pada Logam Aluminium.”
Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan, no. 1693–4393.
Nwokocha, J. V, J. Nwokocha, and A. Nnanna. 2012. “The Microbial Fuel Cell : The Solution to the Global Energy and Environmental Crises.” Int. J. Acad.
Res. Progress. Educ. Dev 1 (363–374): 2.
Palgunadi, Bram. 2021. Elektronikaisme. Jakarta: B&C Studio.
Parkash, Anand. 2016. “Characterization of Generated Voltage, Current, Power and Power Density from Cow Dung Using Double Chambered Microbial Fuel Cell.” Journal of Physical Chemistry & Biophysics 6 (2).
https://doi.org/10.4172/2161-0398.1000208.
Paunovic, M. dan Schlesinger, M. 1998. Fundamentals of Electrochemical Fabrication. New York: John Wiley & Sons, Inc.
Pauzi, Gurum Ahmad., Encep Hudaya., Amir Supriyanto., Warsito., dan Arif Surtono. 2006. “Analisis Uji Karakteristik Elektrik Air Laut sebagai Sumber Energi Listrik Terbarukan.” Prosiding Seminar Nasional Sains Matematika Informatika Dan Aplikasinya IV 4 (December): 1–6.
Pauzi, Gurum Ahmad., Rahmayanti, D., dan Nindi, E.M. 2015. “Perhitungan Laju Korosi Di Dalam Air Laut Dan Air Garam 3% Pada Paku Dan Besi ASTM 36.” Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Pembelajaran Fisika (Gravity 1 (1): 6.
Pauzi, Gurum Ahmad, Randha Kentama Arwaditha, Amir Supriyanto, Sri Wahyu, Arif Surtono, Junaidi, dan Warsito. 2018. “Desain Dan Realisasi Akumulator Elektrolit Air Laut Dengan Penambahan Sodium.” Jurnal Fisika 8 (1): 78–85.
Pauzi, Gurum Ahmad, Syaiful Anwar, Amir Supriyanto, Wahyu Suciyati. 2021.
“Analisis Jembatan Garam Campuran Alumina Dan Kalsium Karbonat Pada Karakteristik Elektrik Pembangkit Listrik Sel Galvanis Dengan Elektrolit Air Laut” 2 (4). (Skripsi). Jurusan Fisika. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Pauzi, Gurum Ahmad, Nilla Anggi Pratiwi, Arif Surtono, and Sri Wahyu Suciyati.
2022. “Analisis Pengaruh Variasi PH Larutan Acid Zinc Pada Sel Volta Dua Kompartemen Dengan Elektroda Cu(Ag)-Zn.” Journal of Energy, Material, and Instrumentation Technology 3 (1).
Prastuti, Okky Putri. 2017. “Pengaruh Komposisi Air Laut Dan Pasir Laut Sebagai Sumber Energi Listrik.” Jurnal Teknik Kimia Dan Lingkungan 1: 1.
Purba, Flofidier Man Sonic. 2009. “Penentuan Kadar Aluminium Oksida (Al2O3) Dalam Limbah Pengolahan Aluminium.” (Skripsi). Universitas Sumatra Utara. Medan.
Puspitasari, Nia. 2018. “Klasifikasi Alumunium Oksida (Al_2 O_3).” (Skripsi).
Universitas Pendidikan Ganesha. Bali.
Putri, Natasha Dwi. 2021. “Kinerja Karbon Aktif Sabut Kelapa Sebagai Elektroda Kapasitor Lapis Rangkap Listrik.” (Skripsi). Universitas Andalas. Padang.
Rahmawati, F. 2013. Elektrokimia Transformasi Energi Kimia-Listrik. Yogyakarta:
Graha Ilmu.
Riyanto. 2013. Elektrokimia Dan Aplikasinya. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rizki, K.C. 2019. “Analisis Pengaruh Elektroplating Perak (Ag) Pada Tembaga (Cu) Terhadap Karakteristik Elektrik Air Laut Sebagai Sumber Energi Terbarukan.” (Skripsi). Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Sadono, R. 2017. “Elektrokimia.” 2017. http://harischem.blogspot.co.id/2017/.
Samsudin, Dr. Yohannes dan MT. 2017. “Karakteristik Media Konduktor Pada Pemanfaatan Air Laut Sebagai Energi Terbarukan.” Jurnal Teknik Elektro, Universitas Dirgantara Marsekan. Surabaya.
Samuel Ratna Kumar, P. S., D. S. Robinson Smart, and S. John Alexis. 2017.
“Corrosion Behaviour of Aluminium Metal Matrix Reinforced with Multi- Wall Carbon Nanotube.” Journal of Asian Ceramic Societies 5 (1): 71–75.
Silberberg, Martin S. 2007. Principles of General Chemistry. New York: Mc Graw- Hill.
Simangunson, F.H. 2016. “Produksi Mg(OH)2 Dari Air Laut Menggunakan Metode Elektrokimia.” (Skripsi). Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Siregar, Jefri., Prastawa Budi dan Muhammad Zakir. 2016. “Pengaruh Karbon Aktif Dalam Elektrolisis Air Laut Untuk Menghasilkana Gas Hidrogen.”
(Skripsi). Universitas Hasanudin. Makassar.