2. Sipat Datar Profil
2.3 Alat Theodolit
Gambar 2. 6 Theodolit
Sumber: https://alatsmk.com/product/theodolite-digital
Theodolite adalah alat ukur digital yang berfungsi untuk mengukur tinggi tanah dengan sudut mendatar (horizontal) dan sudut tegak (vertikal), dan menentukan elevasi pada bangunan, titik as bangunan, dan juga menentukan sudut-sudut ruangan/lapangan.
Theodolite adalah alat ukur presisi tinggi yang mampu menentukan posisi tiga dimensi suatu titik.
Dengan mengukur sudut horizontal dan vertikal, theodolite dapat menghitung jarak mendatar dan jarak tegak antara dua titik, serta elevasi suatu titik di atas permukaan laut.Dimana sudut – sudut tersebut berperan dalam penentuan jarak mendatar dan jarak tegak diantara dua buah titik lapangan. Tingkat akurasi yang dapat diukur oleh theodolite mampu mencapai satuan detik. Berbeda dengan Waterpass yang hanya memiliki sudut horizontal.
Survei dengan menggunakan theodolite dilakukan bila situs yang akan dipetakan luas dan atau cukup sulit untuk diukur, dan terutama bila situs tersebut memiliki relief atau perbedaan ketinggian yang besar. Dengan menggunakan alat ini, keseluruhan kenampakan atau gejala akan dapat dipetakan dengan cepat dan efisien (Farrington 1997).
Di dalam pekerjaan – pekerjaan yang berhubungan dengan ukur tanah, theodolite sering digunakan dalam bentuk pengukuran polygon, pemetaan situasi, maupun pengamatan matahari. Theodolite juga dapat digunakan untuk menentukan sudut siku-siku maupun ketinggian yang dimiliki oleh banyak gedung-gedung bertingkat dan juga bisa berubah fungsinya menjadi seperti Pesawat Penyipat Datar bila sudut verticalnya dibuat 90º. Theodolite modern mampu mengukur sudut dengan tingkat akurasi yang sangat tinggi, sehingga hasil pengukuran yang diperoleh sangat terpercaya. Theodolite dapat digunakan untuk berbagai jenis pengukuran, baik di lapangan yang datar maupun di medan yang sulit.
Dengan menggunakan theodolite, pekerjaan pengukuran dapat dilakukan dengan lebih cepat dan efisien.
➢ Konstruksi Theodolit
Konstruksi instrumen theodolite ini secara mendasar dibagi menjadi 3 bagian, yakni:
1. Bagian Bawah, terdiri dari pelat dasar dengan tiga sekrup penyetel yang menyanggah suatu tabung sumbu dan pelat mendatar berbentuk lingkaran. Pada tepi lingkaran ini dibuat pengunci limbus. Bagian bawah theodolite umumnya terdiri dari beberapa komponen utama yang memiliki fungsi spesifik. Komponen-komponen ini dirancang untuk memastikan stabilitas, keselarasan, dan kemudahan dalam penggunaan theodolite saat melakukan pengukuran.
2. Bagian Tengah, terdiri dari suatu sumbu yang dimasukkan ke dalam tabung dan diletakkan pada bagian bawah. Sumbu ini adalah sumbu tegak lurus kesatu.
Diatas sumbu kesatu diletakkan lagi suatu plat yang berbentuk lingkaran yang berbentuk lingkaran yang mempunyai jari – jari plat pada bagian bawah. Pada dua tempat di tepi lingkaran dibuat alat pembaca nonius. Di atas plat nonius ini ditempatkan 2 kaki yang menjadi penyanggah sumbu mendatar atau sumbu kedua dan sutu nivo tabung diletakkan untuk membuat sumbu kesatu tegak lurus. Lingkaran dibuat dari kaca dengan garis - garis pembagian skala dan angka digoreskan di permukaannya. Garis - garis tersebut sangat tipis dan lebih jelas tajam bila dibandingkan hasil goresan pada logam. Lingkaran dibagi dalam derajat sexagesimal yaitu suatu lingkaran penuh dibagi dalam 360° atau dalam grades senticimal yaitu satu lingkaran penuh dibagi dalam 400 g.
3. Bagian Atas, terdiri dari sumbu kedua yang diletakkan diatas kaki penyanggah sumbu kedua. Pada sumbu kedua diletakkan suatu teropong yang mempunyai diafragma dan dengan demikian mempunyai garis bidik. Pada sumbu ini pula diletakkan plat yang berbentuk lingkaran tegak sama seperti plat lingkaran mendatar.
➢ Bagian Theodolite dan Fungsinya
Bagian-bagian dari theodolite beserta fungsinya di antaranya adalah sebagai berikut:
Gambar 2. 7 Bagian-bagian Theodolit
Sumber: https://theophanyelizabeth.blogspot.com 1. Tombol laser, berfungsi mengaktifkan laser.
2. Klem pengunci vertikal, untuk mengunci teropong agar tidak dapat digerakkan secara vertikal.
3. Penggerak halus vertikal, untuk menggerakkan teropong secara vertikal ke arah rambu ukur (objek) secara halus.
4. Tempat baterai, berjumlah 4 buah dengan jenis baterai A2.
5. Klem pengunci lingkaran horizontal, untuk mengunci badan pesawat agar tidak dapat diputar secara horizontal.
6. Penggerak halus lingkaran horizontal, untuk menggerakkan teropong horizontal ke arah rambu ukur (objek) secara halus.
7. Sekrup pengatur nivo, untuk mengatur posisi gelembung nivo berada pada titik tengah.
8. Handle, untuk pegangan tangan pada alat.
9. Pengatur laser, untuk memperbesar atau memperkecil laser agar mempermudah pembacaan .
10. Nivo tabung, untuk menyetel posisi sumbu II pesawat secara horizontal, dan dapat diatur dengan 3 sekrup penyama rata.
11. Display dan papan tombol, untuk pembacaan skala lingkaran vertikal dan horizontal.
12. Nivo kotak, berfungsi untuk menyetel posisi sumbu I berada pada posisi vertikal.
13. Plat dasar, untuk bertumpunya pesawat theodolite.
14. Lensa verticalizing, untuk melihat dan memosisikan sumbu I berimpit dengan titik berdiri pesawat atau titik tertentu di bumi.
15. Klem pengatur fokus benang, untuk memperjelas benang pada lensa (benang atas, benang tengah, benang bawah).
➢ Syarat Syarat Theodolite
Syarat – syarat utama yang harus dipenuhi alat theodolite sehingga siap dipergunakan untuk pengukuran yang benar adalah sebagai berikut :
• Sumbu kesatu benar – benar tegak / vertical.
• Sumbu Kedua harus benar – benar mendatar.
• Garis bidik harus tegak lurus sumbu kedua / mendatar.
• Tidak adanya salah indeks pada lingkaran kesatu.
➢ Cara Pemakaian Theodolite
1. Dirikan kaki – kaki statif diatas titik yang telah ditentukan 2. Kendurkan sekrup pengunci perpanjangan
3. Tinggikan setinggi dada
4. Kencangkan sekrup pengunci perpanjangan 5. Buat kaki statif berbentuk segitiga sama sisi 6. Kuatkan (injak) pedal kaki statif
7. Atur kembali ketinggian statif sehingga tribar plat mendatar 8. Letakkan theodolite di tribar plat
9. Kencangkan sekrup pengunci centering ke theodolite
10. Atur (levelkan) nivo kotak sehingga sumbu kesatu benar-benar tegak / vertical dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat ukur tersebut.
11. Atur (levelkan) nivo tabung sehingga sumbu kedua benar-benar mendatar dengan menggerakkan secara beraturan sekrup pendatar / kiap di tiga sisi alat ukur tersebut.
12. Posisikan theodolite dengan mengendurkan sekrup pengunci centering kemudian geser kekiri atau kekanan sehingga tepat pada tengah-tengah titi ikat (BM), dilihat dari centering optic.
13. Lakukan pengujian kedudukan garis bidik dengan bantuan tanda T pada dinding.
14. Periksa kembali ketepatan nilai index pada system skala lingkaran dengan melakukan pembacaan sudut biasa dan sudut luar biasa untuk mengetahui nilai kesalahan index tersebut.