BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
B. Problematika Alumni Sekolah Dasar
1. Alokasi waktu pembelajaran yang kurang memadai
Problematika yang dimaksud dalam hal ini adalah proses pembelajaran bahasa Arab dalam ruang kelas memiliki alokasi waktu yang kurang. Hal ini menyebabkan ketidakmampuan siswa dalam menguasai bahasa Arab. Alokasi waktu yang tidak memadai lebih kepada ketetapan jam pelajaran bahasa Arab yang dijadwalkan satu kali dalam seminggu. Bahkan kegiatan pembelajaran bahasa Arab yang dapat mendukung kemampuan siswa sanagat minim. Sebagaimana ungkapan Dana Kusuma bahwa:
55Sumber Data : Data Emis MTs Al-Anshor Beber tahun 2019-2020
Alokasi waktu menjadi kendala bagi kami, terlebih saya yang alumni Sekolah Dasar (SD), Sehingga untuk menguatkan kemampuan saya dalam menguasai bahasa Arab tidaklah cukup.56 Selain itu Irwan juga mengungkapkan bahwa:
Untuk alokasi waktunya memang sudah sesuai dengan aturan pembelajaran di sekolah seperti pada umumnya. Ini memang membuat siswa/siswi yang alumni Sekolah Dasar (SD) sedikit kesulitan dalam mempelajari bahasa Arab karena mereka tidak mempunyai dasar-dasar ilmu bahasa Arab.57
Sejalan dengan hal tersebut Nurul Hidayah juga mengungkapkan bahwa:
Waktu belajar bahasa Arab di sekolah terlalu sedikit, apalagi pertemuannya dilakukan dalam satu kali dalam seminggu.
Sehingga saya kesulitan dalam mempelajari bahasa Arab. terlebih untuk saya yang alumni sekolah dasar.58
2. Kesulitan dalam Melafazkan Bahasa Arab
Kurangnya kemampuan siswa dalam mempelajari bahasa Arab disebabkan juga oleh faktor mendasar yang seharusnya mereka harus mengenali serta mampu melafazkan buny-bunyi huruf bahasa Arab dengan baik sebelumbelajar bahasa Arab, sebab dalam bahasa Arab salah dalam mengucapkan huruf maka maknanyapun salah. Begitupun yang dialami oleh siswa/siswi terutama alumni Sekolah Dasar. Seperti yang diungkapkan oleh Bq Maysila Nabila Putri bahwa:
56Dana Kusuma (Siswa Alumni Sekolah Dasar) wawancara tanggal 19 Oktober 2020
57Irwan (Guru Bahasa Arab) wawancara tanggal 19 Oktober 2020
Saya kesulitan melafazkan huruf-huruf bahasa Arab karena tidak terbiasa dan bahkan tidak pernah mempelajarinya di Sekolah Dasar.59
Selain itu Irwan mengungkapkan bahwa:
Ada beberapa siswa alumni Sekolah Dasar (SD) yang bahkan tidak tahu apa itu mufrodat, karena kurangnya pengalaman dasar dari siswa tersebut. sehingga membuat siswa tersebut kesulitan dalam melafazkan bahasa Arab.60
Sejalan dengan hal tersebut Lalu Azril jugan mengungkapkan bahwa:
Saya sangat kesulitan dalam mengucapkan bahasa Arab. Ada beberapa huruf yang sulit untuk diucapkan dan juga kata-katanya ada yang mirip dan sulit untuk dibedakan.61
3. Kurangnya Mufrodat
Mufrodat atau kosakata merupakan salah satu dasar untuk bisa berbicara, tanpa ada pengetahuan tentang sebuah kata, maka tidak akan membentuk sebuah kalimat yang digunakan dalam berkomunikasi. Dalam pembelajaran bahasa Arab siswa alumni sekolah dasar sama sekali tidak mempunyai pengetahuan dasar bahasa Arab. Begitupun yang dialami oleh Siti Nurlailatul Magfirah mengungkapkan bahwa:
Ketikaditanya mengenai kosakata bahasa Arab oleh guru, saya kurangpaham, karena di Sekolah Dasar saya tidak pernah belajar kosakata bahasa Arab, bahkan di Sekolah Dasar tidak ada mata pelajaran bahasa Arab.62
59Bq Maysila Nabila Putri(Siswi Alumni Sekolah Dasar) wawancara tanggal 16 Oktober 2020
60Irwan (Guru Bahasa Arab) wawancara tanggal 19 Oktober 2020
61Lalu Azril (Siswa Alumni Sekolah Dasar) wawancara tanggal 16 Oktober 2020
62Siti Nurlailatul Magfirah (Siswi Alumni Sekolah Dasar) wawancara tanggal 19 Oktober 2020
4. Kurangnya Motivasi dari Diri Sendiri
Motivasi pada dasarnya memiliki efek tersendiri dalam menumbuhkan semangat belajar. Kurangnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Arab mengakibatkan keterampilan bahasa Arab siswa sangat minim, terlebih siswa alumni Sekolah Dasar. Siswa alumni Sekolah Dasar berpendapat bahwa bahasa Arab susah untuk di pelajari, sebagaimanaBq Maysila Nabila Putri mengungkapkan bahwa:
Bahasa Arab susah untuk dipelajari, karena sebelumnya saya tidak pernah belajar bahasa Arab, terlebih kosa katanya susah diucapkan dan asing bagi saya. Sehingga saya kurang semangat dalam mempelajarinya.63
C. Upaya Guru dalam Mengatasi Problematika Pembelajaran Bahasa Arab Adapun upaya guru dalam mengatasi problematika pembelajaran bahasa Arab di MTS Al-Anshor Beber, Lombok Tengah sebagaimana yang diungkapkan oleh salah satu guru di sekolah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Membuat Kelompok Belajar
Kelompok belajar sangat bermanfaat dalam kegiatan belajar mengajar, agar siswa mampu bekerjasama dan saling memotivasi temannya agar mau belajar. Dalam pembelajaran bahasa Arab, pembuatan kelompok belajar ini bertujuan agar siswa bisa sama-sama belajar dan saling memotivasi teman-teman kelompoknya yang lain,
63Bq Maysila Nabila Putri(Siswi Alumni Sekolah Dasar) wawancara tanggal 19 Oktober 2020
serta membantu temannya yang kesusahan dalam mengucapkan kosakata bahasa Arab.64
2. Memberikan Praktik Langsung Cara Melafazkan Huruf-huruf Arab Kepada Siswa/siswi
Pemberian praktik ini bertujuan agar siswa tetap mengingat kosakata yang mereka hafal dan untuk melatih pengucapan atau pelafalannya. Semakin sering dipraktikan maka kemampuan siswa untuk berbahasa Arab semakin meningkat.65
3. Memberikan Tugas Menghafal Mufrodat
Pemberian tugas menghafal mufrodat bertujuan agar bisa menambah jumlah kosakata siswa, semakin banyak mufrodat yang dihafal maka semakin banyak kalimat yang bisa digunakan untuk berkomunikasi dalam bahasa Arab. Tugas menghafal mufrodat akan diberikan setiap pekan dengan minimal 10 kosakata perpekan agar tidak terlalu memberatkan siswa, terlebih untuk yang alumni Sekolah Dasar.66
64Irwan (Guru Bahasa Arab) wawancara tanggal 19 Oktober 2020
65Irwan (Guru Bahasa Arab) wawancara tanggal 19 Oktober 2020
66Irwan (Guru Bahasa Arab) wawancara tanggal 19 Oktober 2020
BAB III PEMBAHASAN
A. Problematika Siswa Alumni Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Bahasa Arab
1. Alokasi Waktu Pembelajaran yang Kurang Memadai
Problematika pembelajaran pada sebagian besar sekolah, baik negeri maupun swasta masih terjadi, walau problematika tersebut memiliki tingkat persoalan yang berbeda-beda. Salah satu problematika yang dialami oleh siswa/siswi MTs. Al-Anshor Beber adalah alokasi waktu pembelajaran yang kurang memadai. Hal ini berdampak pada kemampuan linguistik dan non linguistik siswa/siswi MTs. Al-Anshor dalam bahasa Arab menjadi kurang. Misalnya tata bunyi yang menjadi dasar dalam menguasai kemahiran menyimak dan berbicara tidak memiliki perhatian yang serius. dan lingkungan sosoial, karena lingkungan sosial akan membuatnya terbiasa menggunakan suatu bahasa secara terus menerus.67
Selain itu, kosa kata, kalimat maupun tulisan yang sangat jauh berbeda dengan tulisan latin, sehingga alokasi waktu yang memadai harus memiliki porsi yang proposional untuk mengatasi problematika tersebut.
Dengan demikian siswa/siswi menjadi objek keberhasilan dari tujuan pembelajaran tersebut, terutama dalam meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar bahasa Arab.
Seperti halnya Kusuma dan Nabila yang beranggapan bahwa pada proses aktivitas pembelajaran yang ada masih terbatas, waktu yang dibutuhkan dalam belajar bahasa Arab seharusnya memiliki porsi yang banyak agar tercapainya pembelajaran yang baik dan produktif.68
Dengan demikaian, alokasi waktu menjadi penting untuk diperhatikan oleh guru dalam mengatasi problematika pembelajaran yang ada, baik linguistik maupun non linguistik, karena dengan alokasi waktu yang cukup, proses pembelajan dapat berhasil.
2. Kesulitan dalam Melafazkan Bahasa Arab
Bagi siswa/siswi yang alumni Sekolah Dasar masih mengalami kesulitan dalam mengucapkan lafaz-lafaz huruf hijaiyah dengan baik dan benar, karena memang di Sekolah Dasar tidak ada mata pelajaran bahasa Arabnya. Berbeda dengan siswa/siswi yang alumni Madarsah Ibtida’iyah yang sebelumnya sudah mereka pelajari di Madrasah Ibtida’iyah.
Adanya perubahan lafaz yang berubah dari bunyi aslinya, tetapi artinya tetap. Misalnya, kata كر ْلا diungkapkan dengan kata berkat dalam bahasa Indonesia. Kemudian ada lafaz yang tetap, tetapi artinya berubah.
Misalnya, kata ا لكْلا berarti “kata”.69 Kedua hal ini membuat siswa bingung harus menggunakan lafaz yang mana, apalagi untuk siswa alumni Sekolah Dasar yang bahkan tidak memiliki dasar bahasa Arab sama sekali.
68Hasil analisis dari beberapa wawancara dengan Kusuma dan Nabila
69Ulin Nuha, Metodologi dan Media Pembelajaran Bahasa Arab, (Yogyakarta: Diva Press), hlm.81
3. Kurangnya mufrodat
Dalam pembelajaran bahasa Arab tidak akan lepas dari pembelajaran kosakata bahasa Arab. Penguasaan kosakata bahasa Arab (mufrodat) adalah salah satu kunci untuk mahir dalam belajar bahasa Arab karena ia adalah salah satu dari unsur bahasa Arab yang harus dikuasai.
Peran kosakata dalam menguasai empat kemahiran berbahasa sangat diperlukan, karena dalam kemampuan seseorang untuk memahami empat kemahiran berbahasa sangat bergantung pada penguasaan kosakata yang dimiliki.
Sedangkan, semakin banyak kosakata Arab yang diserap kedalam bahasa Indonesia, semakin memudahkan pelajar siswa untuk mempelajari bahasa Arab.Serapan-serapan kata tersebut dapat menjadi perbendaharaan khusus bagi para pelajar Indonesia. Misalanya, kita tidak perlu menghafal kata “ ي سْركْلا “ Karena kata tersebut memiliki arti yang sama dengan bahasa Indonesia, yaitu kursi. Kata “ د جْس ْلا “ memiliki arti yang sama dengan masjid dalam bahasa Indonesia.70
Di samping kesulitan dalam mengucapkan lafaz-lafaz huruf hijaiyah siswa/siswi alumni Sekolah Dasar di MTs Al-Anshor juga, mengalami problematika pada tidak adanya kosakata yang di hafalkan, karena memang di Sekolah Dasar belum pernah mereka pelajari, bahkan tidak ada mata pelajaran bahasa Arab.71
70A. Akrom Malibary dkk., Pedoman Pengajaran Bahasa Arab Pada Perguruan Tinggi Agama/I.A.I.N (Jakarta: Depag R.I.,1976), hlm.81.
4. Kurangnya Motivasi dari Diri Sendiri
Motivasi pada dasarnya memiliki efek tersendiri dalam menumbuhkan semangat belajar, yang mana dengan adanya motivasi yang kuat, proses belajar akan berdampak pada peningkatan kemampuan yang signifikan pada siswa/siswi. Sehingga tanpa adanya motivasi diri kemampuan belajar akan menurun. Namun, membangun motivasi diri tidaklah mudah, harus memiliki keinginan yang kuat dan sarana penunjang yang baik, apalagi untuk seorang siswa.
Oleh karena itu, keinginan dan semangat yang kuat dalam mempelajari bahasa Arab sebagai alat komunikasi menjadi sangat penting untuk diperhatikan dan ditanamkan. Tidak hanya peran guru secara langsung untuk menjelaskan pentingnya bahasa Arabuntuk dipelajari, juga secara sadar oleh siswa/siswi guna membangun dan meningkatkan kemampuan dalam pembelajaran bahasa Arab. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.
Kurangnya motivasi dari diri siswa/siswi alumni Sekolah Dasar di MTs. Al-Anshor Beber terhadap pelajaran bahasa Arab karena mereka menganggap bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang sulit dipelajari disebabkan oleh pengalaman dasar yang kurang.
B. Upaya Guru dalam Mengatasi Problematika Pembelajaran Bahasa Arab 1. Membuat Kelompok Belajar
Dalam proses pembelajaran secara kelompok juga guru berharap dapat menumbuhkan minat siswa dalam proses belajar, agar dapat saling
bertukar pikiran,dan meningkatkan pemahaman serta penguasaan terhadap materi yang dipelajari. Sehingga belajar bahasa Arab bukan lagi hal yang mereka anggap sulit untuk dipelajari. Sebagaimana yang dikatakan oleh Bq Maysila Nabila Putri bahwa bahasa Arabadalah Bahasa yang susah untuk dipelajari dikarenakan oleh pengalaman dasar yang kurang dan baru mengenal bahasa Arab ketika belajar di MTs Al-anshor Beber Lombok Tengah.72
2. Memberikan Praktik Langsung Cara Melafazkan Huruf-huruf Arab Kepada Siswa/siswi
Upaya guru untuk mengatasi problematika siswa yang sulit melafazkan bahasa Arab adalah dengan memberikan praktik langsung oleh guru kepada siswa terkait cara melafazkan bunyi hurf-huruf Arab, dengan begitu, siswa tidak akan susah dalam melafazkan bahasa Arab walaupun belum mempunyai dasar dalam berbahasa Arab. Contohnya:tsa ( ) dengan sa (س) dan sya (ش) dan syo (ص), dha ( ) dengan da (د), dza ( ) dengan (ج).
Pada upaya ini dilaukan untuk melatih siswa/siswi agar terbiasa berkomunikasi menggunakan bahasa Arab. Selain itu bertujuan agar siswa tetap mengingat kosakata yang mereka hafal dan untuk melatih pengucapan atau pelafalannya. Semakin sering dipraktikan maka kemampuan siswa untuk berbahasa Arab semakin meningkat. Untuk tugas
membuat percakapan ini, siswa akan dibagi menjadi dua orang dalam satu kelompok agar lebih efektif.
3. Memberi Tugas Menghafal Mufrodat
Selain membuat kelompok belajar, guru juga memberi tugas menghafal kosakata (mufrodat). Pemberian tugas ini bertujuan agar siswa/siswimemiliki pengetahuan dasar dalam belajar bahasa Arab.
Dengan penguasaan mufrodat yang cukup, siswa/siswi dapat mengikuti pembelajarandengan lebih mudah.
Selain itupemberian tugas ini jugabertujuan agar siswa/siswi dapat mengulangi kembali pelajaran sebelumnya di sekolah yang waktunya terbatas. Sebagaimana yang dikatakan oleh Dana Kusuma bahwa alokasi waktu dalam pembelajaran bahasa Arab sangat sedikit, sehingga membuat dia kesulitan dalam menguasai pelajaran Bahasa Arab. dengan adanya mufrodat yang dihafal akan sangat bermanfaat untuk melatih pelafalan atau pengucapan bahasa Arab oleh siswa. Semakin sering siswa berlatih menghafal mufrodat maka siswa akan terbiasa dengan bahasa Arab sedikit demi sedikit.73
Untuk memudahkan siswa dalam menghafal mufrodat, guru terlebih dahulu menjelaskan bagian yang paling mudah. Misalnya untuk kosakata serapan yang pengucapan dan artinya hampir sama dalam bahasa Indonesia. Contohnya: ،دجس لا يسركا dan lain-lain.
73Hasil analisis dari beberapa wawancara dengan Irwan dan Dana Kususma
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa:
1. Problematika yang dihadapi siswa alumni Sekolah Dasar (SD) dalam mempelajari bahasa Arab pada siswa kelas VII di MTsAl-Anshor Beber Lombok yaitu alokasi waktu pembelajaran yang kurang memadai, kesulitan dalam melafazkan bahasa arab, kurangnya mufrodat, dan kurangnya motivasi dari diri siswa/siswi sendiri.
2. Upaya guru dalam mengatasi problematika yang dihadapi oleh siswa alumni Sekolah Dasar dalam mempelajari bahasa Arab pada siswa kelas VII MTs. Al-Anshor Beber Lombok Tengah tahun ajaran 2020/2021 yaitu dengan membuat kelompok belajar, memberi tugas menghafal mufrodat, dan meminta siswa membuat percakapan.
B. Saran
Berpijak dari kenyataan yang dihadapi dilapangan, penulis menyarankan beberapa problematika yang dialami oleh siswa/siswi alumni Sekolah Dasar dalam mempelajarai bahasa Arab di kelas VII MTs. Al-Anshor Beber Lombok Tengah hendaknya diupayakan hal-hal sebagai berikut:
1. Bagi kepala sekolah agar lebih memperhatikan proses belajar siswa/siswi dan memberikan pengawalan yang baik.
2. Kepada siswa/siswi MTs. Al-Anshor Beber Lombok Tengah agar lebih semangat lagi dalam belajar bahasa Arab dan menghindari pemikiran bahwa bahasa Arab adalah bahasa yang sulit untuk dipelajari.
3. Bagi para pendidik khususnya guru bahasa Arab di MTs. Al-Anshor Beber hendaknya merancang metode mengajar yang baik dan menarik sehingga siswa/siswi merasa nyaman dan semangat dalam belajar, dan peneliti mohon kepada guru bahasa Arab untuk lebih efektifkan pembelajaran dan menambah alokasi waktu pembelajaran bahasa Arab.
DAFTAR PUSTAKA
Abubakar Muhammad, 1981, Methode Khusus Pengajaran Bahasa Arab,Surabaya: Usaha Nasional.
Ah. Akrom Fahmi,2002, Ilmu Nahwu dan Sharaf 2 (TATA BAHASA ARAB) PRAKTIS DAN APLIKATIF, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Ahmad Fuad Effendy, 2005, Metodologi Pengajaran Bahasa Arab, cet 3, Malang:
Misykat.Alex Sobur, 2003, Psikologi Umum, Bandung: Pustaka Setia.
Ahmad Muhtadi Anshor, 2009, Pengajaran Bahasa Arab Media dan Metode- Metodenya, Yogyakarta: Teras
Azhar Arsyad, 2003, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya, Yogyakarta:
Pustaka Pelajar.
Chotibul Umam, 1980, Aspek-aspek Fundamental dalam Mempelajari bahasa Arab, Bandung: PT Alma’arif.
Departemen Agama, 1989, Al-Qur’an dan Terjemahannya, Semarang: CV.
ALWAAH.
Depdikbud, 1993, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Fathur Rohman, 2015, Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab, Malang: Hak Cipta
Imam Barnadib, 2002, Filsafat Pendidikan, Yogyakarta: Adicipta Karya Nusa.
...,1988, Pendidikan Perbandingan Cet I, Yogyakarta: Andi Offset Koentjaraningrat, 1994, Metode-metode Penelitian Masyarakat, Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Lexy Moleong.2008. Metodelogi penelitian kulitatif Bandung: Remaja Rosdakarya.
M. Dalyono, 2005, PsikologiPendidikan, Jakarta: PTRineka Cipta.
Muhammad Ali, 2007, Guru dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung: Sinar Baru Algesindo.
S. Nasution, 1995, BerbagaiPendekatan dalam Proses Belajar dan Mengajar, Jakarta: BUMI AKSARA.
Sardiman A.M., 2001, Interaksai dan Motivasi Belajar-Mengajar, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Slameto, 2003, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Cet IV, Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sugiyono, 2008, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta
Suharsimi Arikunto, 1998, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Teori dan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
Syaiful Bahri Djamarah, 2002, Psikologi Belajar, cet 1, Jakarta: PT Rineka Cipta W.J.S Purwadarminto, 1993, Kamus Umum Bahasa Indonesia.Jakarta: Balai
Pustaka
LAMPIRAN
FOTO DOKUMENTASI
INSTRUMEN WAWANCARA
No. Pertanyaan Jawaban
1. Bagaimana pendapat siswa tentang pelajaran bahasa Arab?
2. Bagaimana minat siswa dalam belajar bahasa Arab?
3. Apa saja kesulitan siswa dalam belajar bahasa Arab?
4. Bagaimana cara guru dalam mengatasiproblematika yang dialami oleh siswa dalam belajar bahasa Arab?
5. Bagaimana respon siswa dalam pembelajaran?
6. Bagaimana cara guru menyampaikan materi kepada siswa?
Nomor Lamp.
Hal
KEMENTERIAN
AGAMA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MATARAM FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
Jatan Gajah Mada No. 100 Jempng Baru Matanm Tetp. (0370) 620783, Fax' (0370) 620784
:
429llJn.1 2tFTKtiP.oo. 9/09/2020 : 1 (Satu) Bekas Proposal: Permohonan Rekomendasi Penelitian
Mataram, 18 SePtember 2020
Kepada:
Yth. Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi NTB
dL
Tempat
Assalamu' alaikum Wr. Wb.
Bersama
surat ini kami
mohon kesediaan Bapak/lbuuntuk
mentberikan rekomendasi penelitian kepada Mahasiswa di bawah ini :Nama NIM Fakultas Jurusan Tujuan
: Mujibunahman,
'
:151142080: Tarbiyah dan Keguruan : PBA
: Penelitian
Lokasi
Penelitian
: MTs. Al-Anshor Beber, Lombok TengahJudul
Skripsi
: Problematika Alumni Sekolah Dasar (SD) Dalam Mempelaiari Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah' Rekomendasi tersebut digunakan untuk mendapatkan data yang diperlukandalam penyusunan skriPsi.
Demikian surat pengantar
ini
kam[ buat,atas
keriasama Bapak/lbu kami sampaikan terima kasih.Wassalamu' alaikum Wr. Wb.
An. Dekan
1 1200501 1009
-__\
PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT
Bffnt rcsffimil B[tGsnDffi p011il[ Dfllfiil lttGffit
Jalan Pendidikan Nomor 2 Tlp. (0370) 7505330 Fa:r. (0370) 2505330 Email : [email protected] Website : http:/lbakesbangpoldagri.ntbprov.go.id
MA TARA M kode pos.83 125
REKOMENDASI PENET]TIAN
NOMOR :O7O
I
A-*o 1 tX / R t BKBPDN | 2O?O1. Dasar
ia. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nornor 7 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik lndonesia Nomor 64 Tahun 2011 Tenhng Pedoman Penerbitan Rekomendasi Penelilian Surat dai Wakil Dekan Bidang Akademik Fd<ultre Tabiyah Dan Keguruan Universih lslan l,legai ( UIN ) Mataran
Nomor : 429lUn. 12IFIK/PP.0O.91091202A Tanggal :'18 September 2020
Perihal : Permohonan RekomendasiPenelitian
2.
MenimbangSetelah mempelajari Proposal Survei/Rencana Kegiatan Penelitian yang diajukan, mdra dapat diberikan Rekomendasi Penelitian Kepada:
:
MUJIBURMHMAil:
Rada RT. 023 RW. 003 Kel/Desa Rada Kec. Bolo Kab. Bima, No ldentitas 5206020103960001,No Tlpn. 085205626833:
Mahasiswa Jurusan PBA:
PROBLEMAnKA ALUMNI SEKoLAH DASAR (SD) DA|-AM MEMPELAJART BAHASA ARAB Dt .MTs.AL . ANSHOR BEBER LOMBOK TE}IGAH TAHUN PELAJARAN 2(l19N(}2(}
Lokasi
^:
MTs^ Al - Anshor Beber Lombok Tengah Jumlah Feserta:
1 (satu) OrangLamanya :
September s/d Nopember 2020 Status Penelitian:
BaruHal-halyang harus ditaati oleh Peneliti :
a.
Sebelum melakukan Kegiatan Penelitian agar melaporkan kedatangan Kepada BupatiAlValikota atau Pejabat yang ditunjuk;b.
Penelitan yang dilakukan harus sesuai dengan judul beserta data dan berkas pada Surat Permohonan dan apabila melanggar ketentuan, maka Rekomendasi Penelitian akan dicabut sementara dan menghentikan segala kegiatan penelitian;c.
Peneliti harus mentaali ketentuan Perundang-Undangan, norma-norma dan adat isliadat yang berl*u dan penelitian yang dilakukan tidak menimbulkan kercsahan di masyaakat disintegrasi Bangsa atau keutuhan NKRI Apabila masa berlaku Rekomendasi Penelitian telah berakhir, sedangkan peld<sanaan Kegiatan Penelitian tercebut belum selesai maka Peneliti harus mengajukan perpanjangan Rekomendasi penelitian;d'
Melaporkan hasil Kegiatan Penelitian kepada Gubemur Nusa Tenggara Barat melalui Kepala Bakesbangpoldagri Provinsi ilusa Tenggara Barat"Demikian Surat Rekomendasi Penelitian ini di buat untuk dapat dipergunakan sebagaimana rnestinya.
Mataram,
"28 September 2020
An. PII KEPALA BADAN KESATUAN BANGSA DAN
Temhus an dis amoaikan Keo ad a Y th:
1.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi NTB di Mataram2
Bupati LombokTengah Cq. Ka. Kesbangpol Kab. LombokTengah diTempatq
Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Lombok Tengah diTempat4.
Kepala Sekolah MTs. Al - Anshor Beber Kab. Lombok Tengah di Tempat5.
Yang Bersangkutan6.
Nama Alamat Pekerjaan Bidang/Judul
NlP.19710718 {99703 1 005
YAYASAN PONDOK PESAIITREN AL
-
ANSHORMADRASAH TSANAWTYAH 56 AT,
-
AhISIIOR BEBER'6NO. SK. D/KWI,IT s10512007
Alamal : Beber Desa Pengenjek Kec. Jonggat Kab. Lombok Tengah NTB Emeilr rnisalanshorl2(iismai.com
SURAT KETERANGAN PENELITIAN Nomor :2{P/S.KET/MTs. ASRlXll2020
Sehubungan dengan Surat Rekomendasi Penelitian dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Dalam Negeri Nomor :0701686I/IX/NBKBPDN/2020 dan Surat dari Wakil Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram ( UfN ) Mataram Nomor :
429N*.12/ITK/PP.00.9l09l2020.Tanggal 18 September202A,Hal Izin Mengadakan Penelitian tanggal 28 September 2020, Maka Kepala Madrasah Tsanawiyah AL
-
ANSHOR BEBER Lombok rengah dengan ini Menerangkan Nama Mahasiswa di bawah ini :Nama
NIM
Jurusan Prodi Jenjang
MUJIBURRAHMAN
151 142080
Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Mataram Pendidikan Bahasa Arab
S1
Memang benar telah mengadakan Penelitian di MTs. AL
-
ANSHOR BEBER Lombok Tengah pada tanggal 29 September 2020 s/d23 Nopember 2020 gnamelengkapi data pada penyusunan Skripsi yang berjudul : " PROBLEMATIKA ALUMNI SEKOLAH DA.SAR DALAMMEMPELAJARI BAHASA ARAB DI MTs. AL _ AIYSHOR BEBER LOMBOK TENGAH TAHITN PELAJARAN 2020 t2021.
Demikian surat Keterangan ini buat untuk dapat dipergunakan semestinya.
-f
'_ l.::r''-: ::
YAYASANIONDOK prS,ltWnnN AL
-
ANSITOR* AL
_AIiSHOR
BEBER 5(NO. SK D/I(WIlrTyt)52I[7
Alamet : Beber Dcre Pcqcrick IGc. Jof,ggrt Krb. Loubot Tcr;il NIB
I
Emil:mtsalenshorl
ST'RAT KETERANGAI\I PEI\TELITIAN Nomor rdlS.KETA,ITs. ASR/XV2020
Sehubungan dengan Surat Rekomendasi Penelitian dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Dalam Negeri Nomor :070!686!WNBKBPDN/2020 dan Surat dari Wakil Dekan Fakultas Tarbiyatr dan Kegunran Universitas Islam Negeri Mataram ( UIN ) Mataram Nomor :
429Ur.l2lftppP.00.9n92020.Tanggal l8 September202A, HaI Izin Mengadakan Penelitian tanggal23 Septanbet}020, Maka Kepala Madrasah Tsanawiyah AL
-
ANSHOR BEBERLombok Tengah dengan ini Menerangkan Nama Mahasiswa di bawah ini :
Nama NIM
Jurusan Prodi Jenjang
MUJIBURRAIIMAN
151 142080
Fakultas Tarbiyatr dan Kegunran Universitas Islam Negeri Mataram Pendidikan Batrasa Arab
SI
Manang benar telah mengadakan Penelitian di MTs. AL
-
ANSHOR BEBER Lombok Tengah pada tanggal 29 September 2020 sld23 Nopember 202A gwamelengkapi data pada penyusunan Skripsi yang berjudul : " PROBLEMATIKA ALIIMI\U SEKOLAH DASAR DALAMMEMPELAJARI BAHASA ARAB DI MTs. AL
-
AIYSHOR BEBER LOMBOK TENGAH TAHT]N PELAJARAN 2O2O I2A2I.Demikian Surat Keterangan ini buat untuk dapat dipergunakan semestinya.