BAB IV PENUTUP dan KESIMPULAN
C. Analisis dan Pengujian Hipotesis
Untuk menganalisis data-data variabel penelitian yang telah dilakukan tersebut peneliti menggunakan beberapa tahapan diantaranya adalah :
1. Uji Normalitas Data
Untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak dilakukan uji normalitas salah satunya dengan metode Kolmogorov-Smirnov (K-S).
Data yang mempunyai distribusi normal merupakan salah satu syarat dilakukannya Parametric-Test. Untuk data yang tidak mempunyai
distribusi normal tentu saja analisisnya harus menggunakan non parametric-test. Uji ini dilakukan dengan menggunakan nilai residual variabel Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM) dan Harga Saham.
Tabel 3.4
Hasil Uji Normalitas dengan Nilai Residual One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Harga Saham ROA ROE NPM
N 31 31 31 31
Normal Parametersa,b Mean 189.19 .3423 1.7516 5.1213
Std. Deviation 60.123 .29732 1.27783 2.68183
Most Extreme Differences Absolute .165 .234 .140 .139
Positive .165 .234 .140 .113
Negative -.158 -.132 -.089 -.139
Test Statistic .165 .234 .140 .139
Asymp. Sig. (2-tailed) .030c .000c .124c .132c
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
Sumber Hasil Uji SPSS tahun 2018
Dari tabel 3.4 hasil uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov Test dapat dilihat bahwa nilai Asymp.Sig (2-tailed) untuk harga saham sebesar 0,030, ROA sebesar 0,00 untuk ROE sebesar 0,124 dan harga saham sebesar 0,132. Nilai ini kemudian dibandingkan dengan taraf signifikansi atau ∝= 5%, yaitu 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa harga sama dan ROA tidak
berdistribusi normal yaitu (0,030 < 0,05) dan (0,00 < 0,05), untuk ROE dan NPM berdistribusi normal (0,124 > 0,05) dan (0,132 > 0,05).
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen).
Model Regresi yang baik, seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Jika variabel independen saling berkorelasi, maka terdapat masalah multikolinieritas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinieritas di dalam model regresi antara lain dapat dilihat dari VIF (Variance Inflation Facktor) dan Tolerance. Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinieritas pada model regresi, dapat dilihat dari, Jika nilai VIF (Variance Inflation Factor) tidak melebihi dari 10, maka model regresi bebas dari multikolinieritas.
Tabel 3.5
Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
ROA .069 4.456
ROE .075 3.351
NPM .474 2.110
a. Dependent Variable: Harga Saham
Sumber Hasil Uji SPSS tahun 2018
Tabel 3.5 menunjukkan bahwa dalam penelitian ini tidak terdapat multikolinieritas antara variabel bebas dalam model regresi karena nilai VIF ketiga variabel diatas ROA, ROE dan NPM kurang dari 10. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antara variabel bebas yaitu Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM) tidak terdapat korelasi.
b. Uji Autokolerasi
Uji autokorelasi bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi antara variabel pengganggu pada periode tertentu dengan variabel sebelumnya. Mendeteksi autokorelasi dengan menggunakan nilai Durbin Watson dibandingkan dengan tabel Durbin Watson (dl dan du). Kriteria jika du < dhitung < 4–du maka tidak terjadi autokorelasi.
Untuk mendeteksi autokorelasi digunakan angka D-W (Durbin- Watson). Secara umum patokan yang digunakan dalam melihat angka D-W yakni:
1) Angka D-W di bawah -2 berarti ada autokorelasi positif.
2) Angka D-W di bawah -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi.
3) Angka D-W di atas +2 berarti ada autokorelasi negatif.
Tabel 3.6 Hasil Uji Autokorelasi Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of
the Estimate Durbin-Watson
1 .650a .422 .358 48.172 .539
a. Predictors: (Constant), NPM, ROE, ROA b. Dependent Variable: Harga Saham
Sumber Hasil Uji SPSS tahun 2018
Berdasarkan hasil perhitungan, nilai Durbin-Watson pada Model Summary menunjukkan hasil sebesar 0,539. Karena 0,539 terletak antara 2 sampai 2 maka dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi ini tidak terjadi autokorelasi.
c. Heteroskedastisitas
Cara untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu dengan menggunakan Grafik Plot (dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada Grafik Scatterplot). Jika ada pola tertentu, seperti titik- titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengidentifikasi telah terjadi Heterokedastisitas, dan sebaliknya
Gambar 3.1
Hasil Uji Heterokedastisitas
Sumber Hasil Uji SPSS tahun 2018
Dari gambar 3.1, bisa dilihat titik-titik menyebar secara acak, tidak membentuk sebuah pola tertentu, serta tersebar diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heterokedastisitas, sehingga model regresi layak untuk dipakai.
3. Analisis Regresi Linier Berganda
Tabel 3.7
Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 181.964 20.916 8.700 .000
ROA 385.007 112.471 1.904 3.423 .002
ROE -62.526 25.149 -1.329 -2.486 .019
NPM -2.933 4.764 -.131 -.616 .543
a. Dependent Variable: Harga Saham
Sumber Hasil Uji SPSS tahun 2018
Persamaan Regresi yang digunakan adalah:
Y=α+b1X1+b2X2+b3X3 atau
Harga Saham = 181,964 + 385,007 (ROA) - 62,526 (ROE) - 2,933 (NPM)
Keterangan :
a. Konstanta sebesar 181,964 menyatakan bahwa ROA, ROE dan NPM konstan (tetap) maka Harga Saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk sebesar 181,96.
b. Koefisiensi regresi X1 sebesar 385,007 menyatakan bahwa setiap kenaikan 1 satuan unit variabel ROA, maka akan menaikkan variabel Harga Saham sebesar 385,007 satu satuan dan sebaliknya jika setiap penurunan 1 satuan unit variabel ROA, maka akan menurunkan variabel Harga Saham sebesar 385,007 satu satuan, dengan asumsi variabel independent lain dianggap konstan. Nilai koefisien positif (385,007) menunjukkan bahwa ROA terhadap Harga Saham berpengaruh positif.
c. Koefisiensi regresi X2 sebesar – 62,526 menyatakan bahwa setiap penurunan 1 satuan unit variabel ROE, maka akan menaikkan variabel Harga Saham sebesar 62,526 satu satuan, dengan asumsi variabel independent lain dianggap konstan, sebaliknya setiap kenaikan 1 satuan unit variabel ROE, maka akan menurunkan variabel Harga Saham sebesar 62,526
satu satuan, dengan asumsi variabel independent lain dianggap konstan. Nilai koefisien negatif (- 62,526) menunjukkan bahwa ROE terhadap Harga Saham berpengaruh negatif.
d. Koefisien Koefisiensi regresi X3 sebesar – 2,933 menyatakan bahwa setiap penurunan 1 satuan unit variabel NPM, maka akan menaikkan variabel Harga Saham sebesar 2,933 satu satuan, dengan asumsi variabel independent lain dianggap konstan, sebaliknya setiap kenaikan 1 satuan unit variabel ROE, maka akan menurunkan variabel Harga Saham sebesar 2,933 satu satuan, dengan asumsi variabel independent lain dianggap konstan. Nilai koefisien negatif (- 2,933) menunjukkan bahwa NPM terhadap Harga Saham berpengaruh negatif.
e. Tanda (+) menandakan arah hubungan yang searah sedangkan tanda (-) menunjukkan arah yang berbanding terbalik antara variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y).
4. Uji Hipotesis
a. Uji secara Parsial (Uji t)
Uji t digunakan untuk mengetahui hubungan masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen.
Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen dapat digunakan tingkat signifikansi =5%= 0.05. Asumsinya jika probabilitas
t lebih besar dari 5% maka tidak ada pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen. Begitu juga sebaliknya.
Untuk melihat pengaruh secara parsial atau secara individu antara X1 (ROA) terhadap Y (Harga Saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk) dan X2 (ROE) terhadap Y (Harga Saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk) dan X3 (NPM) terhadap Y (Harga Saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk), pengambilan keputusan menggunakan cara :
Jika Sig > 0,05 maka hipotesis tidak teruji
Jika Sig < 0,05 maka hipotesis teruji
Dari tabel 3.7 Coefficient dijelaskan hasil uji sebagai berikut:
1) Variabel ROA (X1)
Dari tabel diatas nilai signifikan untuk variabel ROA sebesar 0,002 dibandingkan dengan taraf signifikansi (α = 0,05) maka 0,002
< 0,05. Dapat disimpulkan bahwa H1diterima yang menggambarkan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. Jadi hipotesis 1 teruji.
2) Variabel ROE (X2)
Dari tabel diatas nilai signifikan untuk variabel ROE sebesar 0,019 dibandingkan dengan taraf signifikansi (α = 0,05) maka 0,019
< 0,05. Dapat disimpulkan bahwa H2diterima yang menggambarkan bahwa ROE berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. Jadi hipotesis 2 teruji.
3) Variabel NPM (X3)
Dari tabel diatas nilai signifikan untuk variabel NPM sebesar 0,543 dibandingkan dengan taraf signifikansi (α = 0,05) maka 0,543
> 0,05. Dapat disimpulkan bahwa H3ditolak yang menggambarkan bahwa NPM tidak berpengaruh signifikan terhadap Harga Saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. Jadi hipotesis 3 tidak teruji.
b. Uji secara Simultan (Uji F)
Uji F dilakukan untuk membuktikan apakah variabel-variabel bebas (X) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y). Jika nilai α yang digunakan lebih kecil 5%= 0,05 maka menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti bahwa variabel bebas mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat secara simultan (bersama- sama). Begitu juga sebaliknya.
Untuk melihat pengaruh secara simultan atau secara bersamasama ROA, ROE dan NPM PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk, pengambilan keputusan menggunakan dengan cara:
Jika Sig > 0,05 maka hipotesis tidak teruji
Jika Sig < 0,05 maka hipotesis teruji
Tabel 3.8 Hasil Uji F (Simultan)
ANOVAa
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig.
1 Regression 45789.871 3 15263.290 6.577 .002b
Residual 62654.967 27 2320.554
Total 108444.839 30
a. Dependent Variable: Harga Saham b. Predictors: (Constant), NPM, ROE, ROA
Sumber Hasil Uji SPSS tahun 2018
Berdasarkan Tabel 3.8, jika menggunakan cara menunjukkan bahwa dari hasil pengujian Regresi diatas dapat dilihat jika dilihat dari Uji F dengan nilai significant level pada tabel output sebesar 0.002.
Hal ini berarti Nilai Signifikannya < 0,05. Dengan kata lain Ho ditolak sedangkan Ha diterima artinya ada pengaruh antara ROA, ROE dan NPM terhadap Harga Saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk periode 2014-2016 secara simultan (bersama-sama).
5. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikatnya.
Nilai koefisien determinasi yang kecil mengindikasikan kemampuan variabel – variabel independent dalam menjelaskan variabel dependen amat terbatas. Nilai koefisien determinasi adalah antara nol dan satu.
Semakin besar nilai R2 maka semakin bagus garis regresi yang terbentuk.
Sebaliknya semakin kecil nilai R2 semakin tidak tepat garis regresi tersebut dalam mewakili data hasil observasi.
Koefisien determinasi (R2) memiliki kelemahan, yaitu bias terhadap jumlah variabel bebas yang dimasukkan dalam model regresi, untuk mengurangi kelemahan tersebut maka dalam penelitian ini digunakan koefisien determinasi yang telah disesuaikan yaitu adjusted R square.
Tabel 3.9
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2) Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .650a .422 .358 48.172 .539
a. Predictors: (Constant), NPM, ROE, ROA b. Dependent Variable: Harga Saham
Sumber Hasil Uji SPSS tahun 2018
Dalam tabel 3.9, hasil uji koefisien determinasi diatas, dapat dilihat nilai Adjusted R Square sebesar 0,358. Hal ini berarti 35,8% variabel terikat Harga Saham yang dijelaskan oleh variabel Return On Asset (ROA), Return On Equity (ROE) dan Net Profit Margin (NPM), sisanya 64,2% dijelaskan oleh variabel lain di luar variabel yang digunakan. Jadi, sebagian kecil variabel terikat dijelaskan oleh variabel-variabel yang digunakan dalam model.