BAB I PENDAHULUAN
H. Hipotesis
I. Metode Penelitian
4. Analisis Data
Analisis data adalah bentuk kegiatan setelah data dari semua responden atau sumber lain yang sudah dikumpulkan. Kegiatan mengumpulkan data sesuai variabel dan jenis responden, melakukan perhitungan data untuk menjawab pertanyaan yang dirumusan dan melakukan perhitungan untuk menguji hipotesis yang diajukan.45 Analisis data menggunakan SPSS versi 22
42 Ma’ruf Abdullah, Metodologi Penelitian Kuantitatif, 255.
43 Jonathan Sarwono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), 130.
44 Hardani, Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif (Yogyakarta: CV. Pustaka Ilmu, 2020), 401.
45 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, 147.
a. Uji Instrumen Penelitian
Uji instrumen penelitian yakni untuk melakukan uji validitas dan reliabilitas pada item-item pertanyaan.
1) Uji Validitas
Uji validitas adalah uji yang dilaksanakan untuk mengetahui ketepatan suatu item pertanyaan saat mengukur variabel yang akan di teliti. Suatu item dapat dikatakan valid, jika dapat melakukan pengukuran berdasarkan apa yang akan diukur. Teknik uji item dengan korelasi pearson yakni dengan mengorelasikan skor item dengan skor totalnya. Pengujian signifikasi menggunakan kriteria r tabel pada tingkat signifikasi 5% (0,05) dengan uji 2 sisi. Jika nilai positif dan r hitung > r tabel maka item dapat dinyatakan valid, jika r hitung < r tabel maka item dinyatakan tidak valid.46
2) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah uji yang dilaksanakan untuk mengetahui keunggulan suatu elemen pertanyaan pada saat pengukuran variabel yang akan diteliti. Suatu item sangat reliabel jika hasil uji menunjukkan skor yang realtif tetap (konsisten).47 Metode yang dipakai dalam penelitian untuk mengukur skala adalah cronbach alpha. Uji reliabilitas merupakan lanjutan dari uji validitas dan butir-butir yang
46 Rochmat Aldy Purnomo, Analisis Statistik Ekonomi dan Bisnis dengan SPSS (Ponorogo: CV Wade Group, 2016), 70.
47 Agung Widhi Kurniawan dan Zarah Puspitaningtyas, Metode Penelitian Kuantitatif, 97.
24
termasuk dalam uji hanya butir-butir yang valid. Untuk melihat apakah perangkat dapat diandalkan dengan menggunakan batasan 0,6, realibilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik, sedangkan 0,7 dapat diterima dan di atas 0,8 adalah baik.48 b. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik yaitu untuk mengetahui ada tidaknya normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas pada model regresi. Untuk mendapatkan model regresi harus memenuhi asumsi klasik dengan estimasi yang tidak biasa dan pengujian yang bisa dipercaya.49
1) Uji Normalitas
Uji normalitas data adalah jika data penting dinyatakan bahwa terdistribusi normal maka data dianggap mewakili populasi. Uji normalitas data memakai metode lilliefors dengan kolmogorov smirnov. Data yang signifikansi kurang dari 0,05 maka kesimpulannya data tidak terdistribusi normal, jika signifikansi lebih dari 0,05 maka data berdistribusi normal.50 2) Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas yaitu antar variabel bebas mempunyai hubungan linear yang sempurna atau mendekati sempurna (koefisien korelasi tinggi). Model regresi yang baik
48 Rochmat Aldy Purnomo, Analisis Statistik Ekonomi dan Bisnis dengan SPSS (Ponorogo: CV Wade Group, 2016), 79.
49 Ibid., 107.
50 Ibid., 89.
seharusnya tidak memiliki korelasi yang sempurna atau mendekati kata sempurna antar variabel independen. Untuk mengetahui terjadi gejala multikolinearitas dengan melihat nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) dalam model regresi. Jika nilai VIF kurang dari 10 dan tolerance lebih besar dari 10% (0,1) maka dapat dikatakan tidak terjadi multikolinearitas.51
3) Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas yaitu varian residual yang tidak sama di seluruh pengamatan di dalam mode regresi. Regresi yang baik tidak menunjukkan heteroskedastisitas.52 Untuk menguji ada atau tidaknya heteroskedastisitas dengan menggunakan metode scatter plot, dengan melihat plot antara nilai prediksi variabel terikat. Kriteria evaluasi adalah sebagai berikut:
a) Jika ada pola yang membentuk pola jika beraturan, maka telah terjadi heteroskedastisitas.
b) Jika tidak ada pola yang jelas dan titik-titik berdistribusi di atas serta di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.53
51 Ibid., 116.
52 Ibid., 12.
53 Slamet Riyanto dan Aglis Andhita Hatmawan, Metode Riset Penelitian Kuantitaif Penelitian di Bidang Manajemen, Teknik, Pendidikan dan Eksperimen (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2020), 139.
26
c. Uji Hipotesis
Uji hipotesis dilakukan dalam penelitian untuk bisa mengambil atau menarik kesimpulan dalam pernyataan yang diajukan apakah hipotesis diterima atau ditolak.
1) Analisis Regresi Linier Berganda
Regresi linier berganda terdapat dua atau lebih variabel bebas dan satu variabel terikat. Rumus persamaan regresi linier berganda yang dipakai sebagai berikut:
Keterangan :
Y : Kepatuhan wajib pajak a : Konstanta
b1, b2, b3 :Koefisien regresi variabel bebas X1 : Strategi pemeriksaan pajak X2 : Sanksi pajak
X3 : Pengetahuan pajak
e : Variabel gangguan/error 54 2) Uji t (Parsial)
Uji t atau uji parsial digunakan untuk mencari apakah dua sampel yang tidak berkaitan mempunyai rata-rata yang berbeda.
Uji t digunakan untuk membandingkan perbedaan antara dua
54 Ibid.,140.
Y = a + β1X1 + β 2X2 + β 3X3 + e
nilai rata-rata dengan standar error antara dua sampel.55 langkah-langkah pengujiannya:
a) Pengambil keputusan
Jika thitung < ttabel atau -thitung > -ttabel atau sig > 0,05 (5%) maka Ho diterima.
Jika thitung ≥ ttabel atau -thitung ≤ -ttabel atau sig ≤ 0,05 (5%) maka Ho ditolak
b) Nilai t tabel ditentukan dari tingkat signifikansi (α) = 0,05 dengan df (n-k-1)
n = jumlah data
k = jumlah variabel bebas 3) Uji F (Simultan)
Uji F atau simultan digunakan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama, maksudnya adalah seberapa besar pengaruh dari variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan. Langkah-langkah pengujiannya:
a) F tabel (df pembilang = k; dan df penyebut = n-k-1) b) Kriteria penerimaan atau penolakan hipotesis, yaitu:
Bila F hitung ≥ F tabel atau sig ≤ 0,05 maka Ho ditolak.
Bila F hitung < F tabel atau sig > 0,05 maka Ho diterima.
55 Ibid., 93.
28
4) Analisis Koefisien Determinan (R2)
Analisis ini dipakai untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model untuk menjelaskan perubahan variabel terikat. Koefisien determinasi (R2) memiliki nilai sekitar 0-1.
Jika nilai koefisien determinan (R2) kecil, kemampuan variabel bebas sangat terbatas dalam menjelaskan variabel terikat. Di sisi lain, jika koefisien determinasi (R2) besar dan mendekati 1 maka menyediakan semua informasi perubahan variabel dependen perlu diprediksi.56