BAB 1 PENDAHULUAN
H. Hipotesis
4. Analisis Data
Dalam penelitian kuantitatif, analisis data adalah tindakan setelah data dari seluruh responden atau sumber data lain terkumpul. Kegiatan analisis data ialah mengkelompokkan data berdasarkan variabel dan jenis responden, metabulasi data berdasarkan variabel dan seluruh responden, menyajikan data tiap yang diteliti, melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah, dan melakukan tiap hipotesis yang telah diajukan. Tabulasi atau menyajikan data yang dengan table. Tujuan tabulasi ialah untuk mempermudah disusun, dijumlah, dan dipermudah penataan data untuk disajikan serta dianalisa. Untuk menganalisis dan menguji data yang ada dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan Statistic Program for Sosial Science (IBM SPSS Versi 22). Agar Data yang dikumpulkan dapat bermanfaat maka harus diolah da analisis sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan.
a. Uji Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas
Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah suatu instrument alat ukur telah menjalankan fungsi ukurnya. Menurut Sekaran “validitas menunjukkan ketepatan dan kecermatan alat ukr dalam melakukan fungsi ukurnya”. Suatu skala pengukuran
dikatakan valid bila ia melakukan apa yang seharusnya dilakukan dan mengukur apa yang seharusnya diukur. 19
Untuk memutuskan apakah instrument tersebut valid atau tidak, besarnya korelasi ( r hitung) tersebut dibandingkan dengan r table. Dengan taraf signifikan sebesar 5%
Jika r hitung > r tabel maka dinyatakan valid Jika r hitung < r tabel maka dinyatakan tidak valid
Selain dengan membandingkan r hitung dengan r tabel, bisa juga dilakukan dengan melihat tanda bintang pada taraf kesalahan 5% dalam penelitian. Jika pada nilai Pearson Correlation terdapat tanda bintang, maka instrument tersebut dinyatakan valid, dan sebaliknya jika pada nilai pearson correlation tidak ada bintang maka dapat dinyatakan bahwa instrument tersebt tidak valid.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas ialah uji untuk mengetahui sejauh mana hasil tetap konsisten. Penguji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui apakah hasil jawaban dari kuesioner oleh responden benar-benar stabil dalam mengukur suatu gejala atau kejadian. Yang dinyatakan oleh Imam Ghazali pengukurannya hanya sekali dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pertanyaan lain atau mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. SPSS memberikan fasilitas
19 Toni Wijaya, Analisis Data Penelitan Menggunakan SPSS untuk Skripsi, Tesis dan Disertasi Contoh-contoh Penelitian dan Interprestasi Output SPSS, ( Yogyakarta: Universitas Atmajaya, 2009), 109.
untuk mengukur reliabilitas dengan uji statistic yang menggunakan rums Alpha Cronbach. Suat variabel dikatakan reliabel, apabila:20 Hasil Alpha Cronbach > 0,60 maka dinyatakan reliabel
Hasil Alpha Cronbach < 0,60 maka dinyatakan tidak reliabel b. Uji asumsi klasik
Uji asumsi klasik ialah suatu analisis yang digunakan untuk menilai didalam model regresi terdapat masalah-masalah asumsi klasik. Dalam pengujian tersebut menggunakan beberapa cara, yang meliputi :
1. Uji Normalitas
Uji Normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal. Uji Normalitas pada model regresi digunakan untuk menguji oakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Normalitas data dapat dilihat dengan melihat probability plot, dimana jika titik-titik plot menyebar sekitar garis diagonal, maka nilai residul tersebut telah normal.21
2. Uji Multikolinieritas
Uji Multikolonieritas berguna untuk mengetahui apakah daam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi
20 Imam Ghazali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS 21 Update PLS Regresi, ( Semarang: Badang Penerbit Undip, 2013),48.
21 Wiratna Sujarweni, SPSS Untuk Penelitian, (Yogyakarta: Pustaka Baru Press, 2015), 182.
sempurna atau mendekati sempurna diantara variabel bebasnya.
Untuk mengetahui ada atau tidaknya multikolinieritas maka dapat dilihat dari nilai Varians Inflabtion Faktor (VIF) dan tolerance (α).
Batas dari nilai tolerance value adalah 0,01 dan VIF adalah 10.
Apabila tolerance value dibawah 0,01 tau nilai VIF diatas 10 maka terjadi multikolinieritas.22
3. Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Uji heteroskedastisitas dengan uji glejser dilakukan dengan cara meregrresikan antara variabel independent dengan nilai absolut residual. Jika nilai signifikan keempat variabel lebih dari 0,05, maka tidak terjadi masalah heteroskedastisitas. Yang kedua dengan cara memprediksi ada tidaknya heteroskedastisitas pada suatu model dapat dilihat dengan pola gambar scatterplot.
4. Uji Autokorelasi
Uji Autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada korelasi antara kesalahan penganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 (sebelumnya). Salah satu cara dengan menguji autokorelasi dengan Uji Durbin- Watson. Cara mendeteksinya ialah dengan merode
22 Duwi, Priyatno, SPSS 22 : Pengolahan Data Terpraktis, (Yogyakarta: CV Andi Offiset), 99.
Durbin Watson, uji Dorbin Watson hanya digunakan untuk autokorelasi tingkat satu dan mensyaratkan adanya konstanta dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi dalam variabel bebas.23 Hipotesis yang akan diuji yaitu :
H0 : tidak ada autokorelasi H1 : ada autokorelasi
Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi.24 Tabel 1.3
Tabel Pengambilan Keputusan Autokorelasi
Hipotesis Nol Keputusan Jika
Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < dw <dl Tidak ada autokorelasi Negatif No decison dl ≤ dw ≤ du Tidak ada Korelasi positif Tolak (4-dl) < dw < 4 Tidak ada korelasi negatif No decison (4-du) ≤ d ≤ (4-
dl) Tidak ada autokorelasi, positif atau
negatif
Tidak ditolak Du < dw < (4-du)
c.
Analisis Regresi Linier BergandaAnalisis regresi linier berganda ialah suatu alat analisis peramalan nilai pengaruh dua atau lebih variabel bebas terhadap variabel terikat untuk membuktikan ada atau tidaknya hubungan fungsi atau hubungan kausal antara dua atau lebih variabel bebas dengan satu variabel terikat, dalam regresi berganda terdapat satu
23 Tony Wjaya, Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS untuk Skripsi, Tesis, dan Disertasi Contoh-contoh Penelitian dan interprestasi Output SPSS, (Yogyakarta: Universitas Atmajaya, 2009), 121-122.
24 Imam Ghazali, Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IMB SPSS 21, 138.
variabel terikat dengan lebih dari satu variabel bebas yang mempengaruhinya.25
Dengan rumus ekometrika sebagai berikut:
Y = α + β1X1 + β2X2 + β3X3 + β4X4 + e Keterangan:
Y = Kinerja Karyawan
X1 = Kerjasama Tim
X2 = Komunikasi
X3 = Lingkungan Kerja
X4 = Kompensasi
α = Konstanta / Kemiringan Slope β1, β2,β3, danβ4 = Koefisien
e = Error Term
d. Uji Hipotesis
1) Uji Signifikan Parsial (Uji t)
Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independent secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan signifikan level 0,05 (α = 5%).26
1. Menentukan Hipotesis
a. Pengaruh Kerjasama Tim Terhadap Kinerja Karyawan Ho : Kerjasama Tim Tidak Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan Pasca Merger Bank Syariah Indonesia ( Studi Kasus KCP BSI Banyuwangi Kertosari)
25 Syahirman Yusi dan Umiyati Indris, Statistika untuk ekonomi dan penelitian, ( Palembang:
Citrabooks Indonesia, 2010) 135.
26 Imam Ghazali, Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006).
125.
Ha : Kerjasam Tim Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan Karyawan Pasca Merger Bank Syariah Indonesia ( Studi Kasus KCP BSI Banyuwangi Kertosari).
b. Pengaruh Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan
Ho : Komunikasi Tidak Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan Pasca Merger Bank Syariah Indonesia ( Studi Kasus KCP BSI Banyuwangi Kertosari).
Ha : Komunikasi Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan Karyawan Pasca Merger Bank Syariah Indonesia ( Studi Kasus KCP BSI Banyuwangi Kertosari).
c. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Ho : Lingkungan Kerja Tidak Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan Pasca Merger Bank Syariah Indonesia ( Studi Kasus KCP BSI Banyuwangi Kertosari).
Ha : Lingkungan Kerja Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan Karyawan Pasca Merger Bank Syariah Indonesia ( Studi Kasus KCP BSI Banyuwangi Kertosari).
d. Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Ho : Kompensasi Tidak Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan Pasca Merger Bank Syariah Indonesia ( Studi Kasus KCP BSI Banyuwangi Kertosari).
Ha : Kompensasi Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan Karyawan Pasca Merger Bank Syariah Indonesia ( Studi Kasus KCP BSI Banyuwangi Kertosari).
2. Menentukan tingkat signifikan
Jika nilai sig > 0,05 maka Ho diterima Jika nilai sig < 0,05 maka Ho ditolak 3. Kriteria pengujian
Ho diterima apabila t-hitung < t-tabel Ho ditolak apabila t-hitung > t-tabel 4. Perhitungan nilai t
5. Kesimpulan
Ho diterima, apabila tidak terdapat pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
Ho ditolak, apabila pengaruh signifikan antara variabel bebas dan variabel terikat.
Uji t berguna untuk menguji pengaruh Kerjasama Tim (X1), Komunikasi (X2), Lingkungan Kerja (X3) dan Kompensasi (X4) Terhadap Kinerja Karyawan Karyawan Pasca Merger Bank Syariah Indonesia ( Studi Kasus KCP BSI Banyuwangi Kertosari).
2) Uji Signifikan Simultan (Uji F)
Uji F pada dasarnya untuk menunjukkan apakah semua variabel independent atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai
pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen (variabel terikat).27
1. Menentukan Hipotesis
H0: Kerjasama Tim (X1), Komunikasi (X2), Lingkungan Kerja (X3) dan Kompensasi (X4) Tidak Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan Karyawan Pasca Merger Bank Syariah Indonesia ( Studi Kasus KCP BSI Banyuwangi Kertosari).
Ha : Kerjasama Tim (X1), Komunikasi (X2), Lingkungan Kerja (X3) dan Kompensasi (X4) Berpengaruh Terhadap Kinerja Karyawan Karyawan Pasca Merger Bank Syariah Indonesia ( Studi Kasus KCP BSI Banyuwangi Kertosari).
2. Menentukan F table
Tarag Signifikan (α) = 5% dan derajat kebebasan (dk) = (n-k) 3. Mencari F hitung
4. Kesimpulan
Ho diterima, jika α > 0,05, maka semua variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel bebas.
Ho diterima, jika α < 0,05, maka semua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel bebas.
27 Ibid, 63
d = R2 x 100%
3) Uji Koefisien Determinasi (R2)
Uji R2 berguna untuk mengathui sebarapa besar persentase yang didapat dijelaskan X dan variabel Y.
Keterangan :
d : Koefisisen determinasi
R : Koefisisen kolerasi variabel bebas dengan variabel terikat 100% : Persentase Kontribusi