gereja dan komunitas lokal dapat bekerja sama dalam
mempromosikan nilai-nilai sosial yang penting bagi kehidupan manusia. Dengan saling mendukung dan bekerja sama, dapat dihasilkan upaya efektif membantu masyarakat dalam mencapai tujuan dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Di bawah ini adalah hasil penelitian tentang faktor sosial yang mempengaruhi kemitraan berbasis komunitas Katolik pada Xaverius Gunungsitoli.
Analisis Deskripsi Data Persepsi Para Ahli Sosial
Tabel 4.4 Analisis Deskriptif faktor sosial yang mempengaruhi kemitraan berbasis komunitas Katolik
Var Instrumen 1 2 3 4 5 Jumlah
Identitas Dan Profil Sekolah
Visi Misi dan Tujuan Sekolah jelas dengan
gambaran nilai-nilai inti yang hendak dicapai untuk melestarikan kehidupan sosial budaya.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Sarana-prasarana dijelaskan dengan baik dengan perlu pembenahan lebih lanjut.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Tenaga pendidik perlu disesuaikan beberapa yang belum link dengan keahlian dan
profesionalismenya.
1 (2,8%)
4 (11,1%)
12 19 36
(100%)
Siswa-siswi heterogen dan menampilkan relasi sosial beraneka ragam.
1 (2,8%)
16 19 36
(100%)
Sekolah memiliki jaringan kerja sama dengan pihak luar dan perlu terus dibenahi serta dikembangkan.
1 (2,8%)
11 24 36
(100%)
Program Kemitraan Sebagai Upaya Meningkat kan Mutu SekolahDefenisi, dan
hubungan mutu, kemitraan dan komunitas
1 (2,8%)
8 (22,8%
27 (75%)
36 (100%)
Var Instrumen 1 2 3 4 5 Jumlah
Identitas Dan Profil Sekolah
Visi Misi dan Tujuan Sekolah jelas dengan
gambaran nilai-nilai inti yang hendak dicapai untuk melestarikan kehidupan sosial budaya.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Sarana-prasarana dijelaskan dengan baik dengan perlu pembenahan lebih lanjut.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Tenaga pendidik perlu disesuaikan beberapa yang belum link dengan keahlian dan
profesionalismenya.
1 (2,8%)
4 (11,1%)
12 19 36
(100%)
Siswa-siswi heterogen dan menampilkan relasi sosial beraneka ragam.
1 (2,8%)
16 19 36
(100%)
Sekolah memiliki jaringan kerja sama dengan pihak luar dan perlu terus dibenahi serta dikembangkan.
1 (2,8%)
11 24 36
(100%)
dijelaskan dengan baik dan jelas.
Hubungan antara sekolah dan komunitas mitra yang ditampilkan menampakan suatu relasi sosial yang
2 (5,6%)
13 (36,1%)
21 (58,3%)
36 (100%)
Var Instrumen 1 2 3 4 5 Jumlah
Identitas Dan Profil Sekolah
Visi Misi dan Tujuan Sekolah jelas dengan
gambaran nilai-nilai inti yang hendak dicapai untuk melestarikan kehidupan sosial budaya.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Sarana-prasarana dijelaskan dengan baik dengan perlu pembenahan lebih lanjut.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Tenaga pendidik perlu disesuaikan beberapa yang belum link dengan keahlian dan
profesionalismenya.
1 (2,8%)
4 (11,1%)
12 19 36
(100%)
Siswa-siswi heterogen dan menampilkan relasi sosial beraneka ragam.
1 (2,8%)
16 19 36
(100%)
Sekolah memiliki jaringan kerja sama dengan pihak luar dan perlu terus dibenahi serta dikembangkan.
1 (2,8%)
11 24 36
(100%)
saling
mempengaruhi secara mutualistik Kemitraan penting untuk saling membantu
2 (5,6%)
8 (22,2%)
26 (72,2%)
36 (100%) Aspek sosial
terjalin di sekolah
1 1
1 1
2
11
21 19
36 36
Var Instrumen 1 2 3 4 5 Jumlah
Identitas Dan Profil Sekolah
Visi Misi dan Tujuan Sekolah jelas dengan
gambaran nilai-nilai inti yang hendak dicapai untuk melestarikan kehidupan sosial budaya.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Sarana-prasarana dijelaskan dengan baik dengan perlu pembenahan lebih lanjut.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Tenaga pendidik perlu disesuaikan beberapa yang belum link dengan keahlian dan
profesionalismenya.
1 (2,8%)
4 (11,1%)
12 19 36
(100%)
Siswa-siswi heterogen dan menampilkan relasi sosial beraneka ragam.
1 (2,8%)
16 19 36
(100%)
Sekolah memiliki jaringan kerja sama dengan pihak luar dan perlu terus dibenahi serta dikembangkan.
1 (2,8%)
11 24 36
(100%)
melalui program kemitraan dengan ruang lingkup meliputi Komite Sekolah, Alumni dan Umat Beriman Katolik.
(2,8%) (2,8%) (5,6%) (30,6%) (58,3%) (100%)
Bentuk dan struktur 4 16 16 36
Var Instrumen 1 2 3 4 5 Jumlah
Identitas Dan Profil Sekolah
Visi Misi dan Tujuan Sekolah jelas dengan
gambaran nilai-nilai inti yang hendak dicapai untuk melestarikan kehidupan sosial budaya.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Sarana-prasarana dijelaskan dengan baik dengan perlu pembenahan lebih lanjut.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Tenaga pendidik perlu disesuaikan beberapa yang belum link dengan keahlian dan
profesionalismenya.
1 (2,8%)
4 (11,1%)
12 19 36
(100%)
Siswa-siswi heterogen dan menampilkan relasi sosial beraneka ragam.
1 (2,8%)
16 19 36
(100%)
Sekolah memiliki jaringan kerja sama dengan pihak luar dan perlu terus dibenahi serta dikembangkan.
1 (2,8%)
11 24 36
(100%)
kemitraan dibangun dengan memenuhi standar penulisan ISO
(11,1%) (44,4%) (44,4%) (100%)
Penutu p
Simpulan 15
(41.7%)
21 (58.3%)
36 (100%)
Rekomendasi 1 3 14 18 36
Var Instrumen 1 2 3 4 5 Jumlah
Identitas Dan Profil Sekolah
Visi Misi dan Tujuan Sekolah jelas dengan
gambaran nilai-nilai inti yang hendak dicapai untuk melestarikan kehidupan sosial budaya.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Sarana-prasarana dijelaskan dengan baik dengan perlu pembenahan lebih lanjut.
1 (2,8%)
13 (36,1%)
22 36
(100%)
Tenaga pendidik perlu disesuaikan beberapa yang belum link dengan keahlian dan
profesionalismenya.
1 (2,8%)
4 (11,1%)
12 19 36
(100%)
Siswa-siswi heterogen dan menampilkan relasi sosial beraneka ragam.
1 (2,8%)
16 19 36
(100%)
Sekolah memiliki jaringan kerja sama dengan pihak luar dan perlu terus dibenahi serta dikembangkan.
1 (2,8%)
11 24 36
(100%)
(2,8
%)
(8,3 %) (38.9%) (50.0%) (100%) Sumber : data primer yang diolah, 2023
1. Responden memberi tanggapan positip atau persetujuan yang baik terhadap kata pengantar dari buku panduan kemitraan, terbukti hanya ada 1 orang (2,8%) menyatakan sangat tidak setuju. Alasan mengapa ada yang sangat tidak setuju, di mana program kemitraan sekolah selama ini belum berjalan maksimal. Kehadiran komite sekolah belum sesuai dengan prosedur perekrutan dan pelaksanaannya. Sementara sebagian besar responden atau 35 orang (97,2%) menanggapi persetujuannya terhadap kata pengantar dari buku. Jawaban positif dari responden yang menyatakan sangat setuju dan setuju menunjukkan dukungan yang kuat untuk segera mengimplementasikannya dengan tindakan yang positif.
2. Terhadap Sekolah sebagai aktivitas belajar bersifat social learning, responden memberi tanggapan positip atau persetujuan yang baik terhadap buku panduan kemitraan, terbukti hanya ada 2 orang (5,6%) menyatakan netral. Alasan mengapa memilih netral, terkait dengan pemahaman atas sekolah sebagai suatu sosial sistem sekaligus keterlibatan kelompok sosial di luar sekolah yang belum tampak secara signifikan. Sementara sebagian besar responden yaitu 34 orang
(94,4%) menyatakan persetujuannya terhadap sekolah sebagai aktivitas belajar yang bersifat social learning dari panduan.
Ungkapan positif dari responden yang menyatakan sangat setuju dan setuju menunjukkan bahwa implementasi menjadi langkah yang baik.
3. Pendapat dari 2 responden (sekitar 5,6%) menyatakan bahwa mereka sangat tidak setuju mengenai pentingnya kemitraan sebagai saling bantu-membantu. Hal ini dikarenakan jalinan kerja kemitraan selama ini kurang tampak selain kebutuhan monumental pada kegiatan tertentu saja yang sifatnya temporal dan tidak berkelanjutan. Sementara itu terdapat 34 responden (94,4%) menyatakan setuju bahwa kemitraan penting untuk saling membantu dari buku panduan.
4. Dalam hal aspek sosial yang terjalin di sekolah melalui Komite, Alumni, dan Umat Beriman, terdapat 1 orang (sekitar 2,8%) yang menyatakan sangat tidak setuju, 1 orang (sekitar 2,8%) yang menyatakan tidak setuju, dan 2 orang (sekitar 5,6%) yang tidak setuju. Di sisi lain, sebanyak 32 orang (sekitar 88,9%) menyatakan setuju terhadap pengaruh positif
dari hubungan sosial yang dihasilkan melalui kemitraan sesuai dengan panduan yang ada.
5. Sedangkan terkait bentuk dan struktur kemitraan memenuhi standar penulisan ISO terdapat 4 orang (11,1%) menanggapi netral, sedangkan 32 (88,8 %) orang setuju
A. Analisis Deskripsi Data Persepsi Para Ahli dan Pakar