• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Hasil belajar siswa

Dalam dokumen SKRIPSI (Halaman 95-106)

BAB V SIMPULAN A. Simpulan

C. Pembahasan

3. Analisis Hasil belajar siswa

Berdasarkan hasil pengamatan penerapan pembelajaran menggunakan model pembelajaran tipe jigsaw pada mata pelajaran IPS , menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang berbunyi “Upaya Meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada mata pelajaran IPS kelas V SD Negeri 3 Pekalongan tahun pelajaran 2014/2015” teruji.

Berdasarkan analisis data dari rata-rata presentase aktivitas belajar siswa pada siklus I diperoleh 65,05% dan pada siklus II diperoleh 76,16%

sehingga peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 11,11%. Sedangkan rata-rata presentase untuk ketuntasan hasil belajar pada siklus I mencapai 58,33% dan pada siklus II mencapai 83,33% yang berarti mengalami peningkatan sebesar 25%.

Berdasarkan identifikasi peningkatan aktivitas dan hasil belajar tersebut, dapat dikemukakan bahwa penggunaan model pembelajaran tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

BAB V

SIMPULAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dipaparkan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut:

1. Aktivitas belajar siswa siklus I dan siklus II

Berdasarkan identifikasi peningkatan hasil belajar di atas, dapat dikemukakan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena beberapa hal, sebagai berikut:

a. Model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat membantu siswa menemukan kepercayaan dirinya, sehingga siswa mampu mengungkapkan ide dan gagasannya saat bekerja dalam kelompok. Dalam pokok bahasan pecahan, masing- masing siswa dalam kelompok akan berfikir keras bagaimana menyelesaikan LKS yang ada. Secara tidak langsung, dalam bekerja kelompok semua anggota dituntut memahami setiap hal atau informasi yang ada yakni berupa penyelesaian soal.

b. Model pembelajaran ini memberdayakan setiap siswa untuk lebih bertanggung jawab terhadap peran serta tugasnya dalam kelompok.

c. Pembelajaran yang menerapkan model ni dapat meningkatkan interaksi interpersonal antar siswa, sehingga siswa dapat bertindak sebagaimana mestinya agar keberadaan siswa

tersebut mampu diterima oleh siswa yang lain. Kerja kelompok yang dapat dikatakan berhasil adalah apabila semua anggota kelompok mampu bekerjasama dan sama-sama bekerja. Setiap anggota kelompok pun ikut berpartisipasi demi kemajuan kelompok mereka.

Dari hasil penelitian dalam penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial pada setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I diketahui pretest sebesar 41,67%, dan posttest sebesar 58,33% sedangkan pada siklus II tingkat ketuntasan hasil belajar siswa pretest sebesar 50% dan postest sebesar 83,33%. Jadi tingkat ketuntasan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II terjadi peningkatan 25%, maka target yang di inginkan telah tercapai untuk ketuntasan hasil belajar siswa, karena pada akhir siklus telah melebihi target yang ditentukan yaitu 75%. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat tabel dibawah ini:

Tabel 14

Rata-rata Presentase Aktivitas Belajar Siswa

Pada Siklus I dan Siklus II

No Indikator aktivitas siswa yang diamati Siklus I Siklus II 1 Memahami permasalahan yang akan di

selidiki. 69,43% 76,39%

2 Mengidentifikasi masalah yang ditemukan. 55,56% 72,22%

3 Pengumpulan data yang sesuai dengan

hasil temuan. 36,11% 54,17%

4 Pengecekan data yang telah di peroleh 69,46% 84,72%

5 Pembuktian apakah data tersebut sesuai

atau tidak 93,06% 91,67%

Rata-rata 64,72% 75,83%

2. Aktivitas Guru Saat Mengajar di siklus I dan Siklus II

Dari hasil penelitian aktivitas guru dalam mengajar diperoleh hasil kegiatan guru pada siklus I dan siklus II pertemuan 1, 2 dan 3 secara keseluruhan dikatakan baik pada masing-masing pertemuan.

Pada siklus I aktivitas guru memperoleh rata-rata 86,33% dan pada siklus II mendapatkan rata-rata sebesar 89,74%. Hal ini berarti terjadi peningkatan aktivitas guru dalam pembelajaran pada siklus II yaitu 3,41%. Dengan begitu, aktivitas guru dalam kegiatan pembelajaran sudah mencapai target yang diinginkan, karena terjadi peningkatan pada siklus II. Hal ini dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:

Tabel 13

Rata – Rata Presentase Aktivitas Guru Siklus I dan Siklus II

No. Indikator aktivitas guru yang

diamati Siklus I

Siklus II 1. Menyiapkan perangkat dan media

pembelajaran

100% 88,89%

2. Memotivasi siswa 77,78% 77,78%

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran 88,89% 88,89%

4. Mendidskusikan langkah-langkah kegiatan bersama siswa

66,67% 88,89%

5. Membina siswa melakukan kegiatan dalam pembagian kelompok

66,67% 88,89%

6. Membimbing siswa mendiskusikan hasil kegiatan dalam kelompok

100% 100%

7. Memberikan kesempatan pada siswa untuk mempersentasikan hasil kegiatan belajar mengajar

100% 88,89%

8. Membimbing siswa merumuskan kesimpulan / menemukan konsep

100% 100%

9. Membimbing siswa membuat rangkuman

100% 100%

10. Memberikan evaluasi 100% 100%

11. Pengelolaan waktu 66,67% 77,78%

12. Siswa antusias 66,67% 77,78%

13. Guru antusias 88,89% 88,89%

Rata-rata 86,33% 89,74%

3. Hasil belajar siklus I dan siklus II

Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ilmu pengetahuan sosial pada setiap siklusnya. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II. Demikian hal nya dengan ketuntasan belajar peserta didik juga mengalami peningkatan setiap siklusnya. Ketuntasan belajar peserta didik pada siklus I sebesar 65,05% dan pada siklus II sebesar 76,16%. Mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 11,11% . sedangkan rata- rata persentase untuk ketuntasan hasil belajar pada siklus I mencapai 58,33% dan pada siklus II mencapai 83,33% yang berarti mengalami peningkatan sebesar 25%. artinya hasil belajar siswa yang memenuhi KKM 60 mencapai 75,83% di akhir siklus. Hal ini dapat dibuktikan dengan melihat tabel dibawah ini :

Tabel 16

Hasil Belajar Siswa Siklus I dan siklus II

No Indikator aktivitas siswa yang diamati Siklus I Siklus II 1 Memahami permasalahan yang akan di

selidiki. 69,43% 76,39%

2 Mengidentifikasi masalah yang ditemukan. 55,56% 72,22%

3 Pengumpulan data yang sesuai dengan

hasil temuan. 36,11% 54,17%

4 Pengecekan data yang telah di peroleh 69,46% 84,72%

5 Pembuktian apakah data tersebut sesuai

atau tidak 93,06% 91,67%

Rata-rata 64,72% 75,83%

B. Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar mata pelajaran IPS lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut:

1. Untuk Guru

Diharapkan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini dapat dijadikan alternatif yang dapat memberikan kontribusi pemikiran dan informasi khususnya bagi guru mata pelajaran IPS dalam meningkatkan hasil belajar siswa, karena dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw ini siswa menjadi lebih interaktif dan menarik perhatian siswa sehingga dapat membantu pemahaman siswa dalam memahami materi IPS

2. Untuk Kepala Sekolah

Diharapkan pihak kepala sekolah lebih memberikan motivasi kepada guru mata pelajaran IPS yang akan menerapkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam proses belajar mengajar.

3. Untuk Peserta Didik

Diharapkan peserta didik mendapatkan cara belajar yang baru sehingga peserta didik lebih tertarik dalam memahami materi melalui usahanya sendiri dengan harapan dapat meningkatkan hasil belajar dan mengembangkan pemikiran bagi peserta didik.

4. Penelitian Lebih Lanjut

Mengingat bahwa pelaksanaan penelitian ini hanya berjalan dua siklus serta subjek penelitian hanya 22 siswa dalam satu kelas, peneliti lain yang akan melaksanakan penelitian dengan permasalahan yang relatif sama diharapkan dapat melanjutkan penelitian untuk mendapatkan temuan yang lebih signifikan.

Dalam dokumen SKRIPSI (Halaman 95-106)

Dokumen terkait