• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.8 Analisis Hasil Penelitian

4.7.3.2 Variabel Kontrol

Dalam penelitian ini memiliki variabel kontrol yaitu ukuran perusahaan ukuran perusahaan diangap berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan (Tobinsq). Berdasarkan hasil regresi persamaan pada tabel, ditemukan nilai probabilitas Ukuran Perusahaan sebesar 0.1703 atau lebih besar dari nilai signifikansi 5%, dan koefisien regresi dari variabel ukuran perusahaan menunjukkan nilai -0.038223. Hal tersebut menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Yang menunjukkan besar kecilnya ukuran suatu perusahaan tidak akan mempegaruhi nilai dari perusahaan tersebut. Sehingga anggapan mengenai ukuran perusahaan yang berpengaruh positif tidak sesuai dengan hasil penelitian ini.

69

satu-satunya perusahaan penyedia bantuan pendanaan dan pembiayaan yang membuat IKNB kurang dikenal dan diminati. Dalam surat terbuka tersebut juga dinyatakan bahwa pengenalan mengenai keberadaan, fungsi, dan perkembangan dari Industri Keuangan Non Bank juga harus terus ditingkatkan, karena Industri Keuangan Non Bank sudah menunjukkan perkembangan dan pertumbuhan yang cukup baik, sayang apabila masyarakat, khususnya para calon investor tidak mengetahui hal tersebut.

4.8.2 Pengaruh kebijakan dividen terhadap nilai perusahaan

Hasil penelitian yang dilakukan pada tabel 4.7.3 menunjukkan bahwa pada periode 2014 – 2016 kebijakan dividen terbukti memiliki pengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Senata (2016) dan Anton (2016). Namun bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Meidiawati dan Mildawati (2016) dan Herawati (2012) yang menyatakan bahwa kebijakan dividen tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Dari hasil penelitian ini, dapat dinyatakan bahwa, semakin tinggi suatu perusahaan mengeluarkan presentase dividen, maka akan sejalan dengan meningkatnya nilai perusahaan. Sesuai dengan teori bird in the hand yang menyatakan bahwa, ada hubungan antara kebijakan dividen dengan nilai perusahaan. Investor lebih tertarik kepada dividen karena dividen dianggap lebih aman dan lebih pasti dibandingkan dengan capital gain. Semakin banyak investor yang berpresepsi seperti itu, maka akan semakin banyak investor yang menyimpan dananya di perusahaan yang membagikan dividen. Hal tersebut akan mempengaruhi harga saham dan meningkatkan nilai perusahaan.

4.8.3 Pengaruh kebijakan hutang terhadap nilai perusahaan

Hasil penelitian yang dilakukan pada tabel 4.7.3 menunjukkan bahwa pada periode 2014 – 2016 kebijakan hutang terbukti tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Pertiwi, dkk (2016), dan Hardianingsih (2011) namun bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nainggolan dan Listiadi (2016), Sitepu dan Wibisono (2015), yang menyatakan bahwa kebijakan hutang berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan.

Hasil ini menunjukkan bahwa tinggi rendahnya kebijakan hutang suatu perusahaan tidak mempengaruhi tinggi rendahnya nilai suatu perusahaan. Hasil ini sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Modigliani dan Miller tahun 1958 yang menyatakan bahwa kebijakan hutang tidak mempengaruhi nilai perusahaan. Hal itu disebabkan karena, dalam berinvestasi seorang investor pasti akan memperhatikan hal-hal lain selain besar kecilnya hutang dan pendanaan, seperti cash flow yang berasal dari aktivitas operasi dan investasinya, terutama aktivitas operasi karena menurut Mulyani (2013) cash flow dari aktivitas operasi dapat menggambarkan kinerja manajemen dan kemampuan perusahaan dalam membayar deviden, hutang dan bunga,

4.8.4 Pengaruh umur perusahaan terhadap nilai perusahaan

Hasil penelitian yang dilakukan pada tabel 4.7.3 menunjukkan bahwa pada periode 2014 – 2016 Umur Perusahaan terbukti memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap nilai perusahaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Onasis dan Robin (2016) dan Hariyanto dan Juniarti (2014). Dan bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Samisi dan Ardiyana (2013)

71

dan Christyawan (2014) yang menyatakan bahwa umur perusahaan berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan yang berarti semakin tua suatu perusahaan, maka nilai perusahaan akan meningkat.

Dari hasil penelitian ini dapat dilihat bahwa, semakin tua umur suatu perusahaan, maka akan semakin rendah nilai dari perusahaan tersebut. Dalam teori signaling, umur perusahaan dapat menjadi pengaruh yang positif mapun negatif terhadap nilai perusahaan. Seiring waktu, perusahaan belajar untuk semakin baik dan lebih efisien serta memiliki keunggulan kompetitif dalam inti bisnisnya dan mendorong keberhasilan dan kemakmuran organisasi (Prasetya, 2007) namun disisi lain, penelitian yang dilakukan Hariyanto dan Juniarti (2014) menyatakan bahwa perusahaan yang lebih tua dianggap kaku, tidak mengikuti perkembangan jaman, kekurangan pengetahuan, dan membawa penurunan profitabilitas organisasi. Hasil serupa diutarakan oleh Loderer dan Waelchli (2009) bahwa pada perusahaan yang lebih tua memiliki margin yang lebih rendah, biaya yang lebih tinggi, aset yang lebih tua, dan pertumbuhan yang lambat sehingga investor tidak tertarik berinvestasi dan membuat nilai perusahaan menurun.

4.8.5 Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap nilai Perusahaan

Hasil penelitian yang dilakukan pada tabel 4.7.3 menunjukkan bahwa pada periode 2014 – 2016 variabel kontrol ukuran perusahaan terbukti tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Rahmawati, dkk (2015), Hardian dan Asyik (2016) namun bertentangan dengan penelitian yang dilakukan oleh Pratama dan Wiksuana (2016), Wahyudi, dkk (2016) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif

terhadap nilai perusahaan. Hasil ini menunjukkan bahwa tinggi rendahnya ukuran suatu perusahaan tidak mempengaruhi tinggi rendahnya nilai suatu perusahaan.

Hasil ini berbeda dari hipotesis peneliti disebabkan karena, ukuran perusahaan tidak menjadi pertimbangan bagi investor dalam berinvestasi (Rahmawati, dkk 2015). Dalam berinvestasi, seorang investor akan lebih memperhatikan tinggi rendahnya pengembalian dalam bentuk dividend dan capital gain, perusahaan besar bisa memberikan dividen secara rutin atau dengan presentase yang besar sehingga membuat investor tertarik untuk meyimpan dananya, begitu juga untuk perusahaan yang kecil atau baru, untuk membesarkan nama dan perusahaannya tentu saja dibutuhkan daya tarik untuk investor agar mereka ingin menyimpan dananya. Salah satunya adalah dengan memberikan dividen. Semakin banyak investor yang berinvestasi, maka akan semakin tinggi juga nilai dari perusahaan itu.

Dokumen terkait