• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pelaksanaan

Dalam dokumen Observasi Pelaksanaan BudAI - Unissula (Halaman 39-43)

BAB IV ANALISIS

A. Analisis Pelaksanaan

1.9 Suasana mahasiswa yang sedang berdiskusi dan persiapan ujian akhir semester di beranda masjid

BAB IV

36 Observasi Pelaksanaan BudAI (Budaya Akademi Islami)

Observasi Pelaksanaan BudAI (Budaya Akademi Islami) 36

Tentunya hal ini sangat bertolak belakang dengan harapan implementasi BudAI, ada indikasi mereka masih berpikiran bahwa tanggungjawab kebersihan di sekitar kampus adalah milik petugas kebersihan, padahal Islam mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kesadaran akan kebersihan mereka masih kurang mendalam.

2) Pelaksanaan Shalat Berjamaah Dzuhur dan Ashar

Pelaksanaan shalat berjamaah di Masjd Abu Bakar Assegaf yang dilaksanakan oleh seluruh civitas akademika UNISSULA khususnya pada waktu shalat dzhuhur dan ashar menurut pengamatan yang kami laksanakan pada dasarnya sudah sangat baik sekali. Jumlah jamaah dan shaf pada waktu shalat berjamaah dhuhur meningkat yang dilaksanakan oleh para dosen, karyawan dan seluruh mahasiswa/i, walaupun jama’ah tersebut mengalami penurunan jumlahnya pada saat masuk shalat ashar, hal ini ada kemungkinan dikarenakan tidak banyak kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan setelah shalat ashar, jadi banyak mahasiswa/i yang sudah pulang sebelum shalat ashar.

Bagaimanapun, pelaksanaan gerakan shalat berjamaah masih butuh banyak peningkatan terutama kesadaran para mahasiswa/i akan pentingnya shalat berjama’ah. Hal ini dikarenakana banyak para mahasiswa/i yang masih makan siang di Pumanisa dan melakukan kegiatan di pusat fotokopi pada saat waktu sholat. Tidak sedikit dari mereka lebih mengutamakan makan siang dan kegiatan lainnya dari pada shalat berjama’ah di masjid. Terdapat juga beberapa dari mereka beralasan masih melaksanakan diskusi di sekitar masjid dan menuntaskan diskusi diantara mereka sampai shalat berjamaah selesai sehingga mereka melaksanakan shalat sendiri-sendiri.

3) Implementasi Gerakan Berbusana Islami

Berbicara tentang hal pendidikan dalam universitas Islam sudah barang tentu salah satu hal yang paling mendasar adalah norma berbusana dalam kampus

Tentunya hal ini sangat bertolak belakang dengan harapan implementasi BudAI, ada indikasi mereka masih berpikiran bahwa tanggungjawab kebersihan di sekitar kampus adalah milik petugas kebersihan, padahal Islam mengajarkan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa kesadaran akan kebersihan mereka masih kurang mendalam.

2) Pelaksanaan Shalat Berjamaah Dzuhur dan Ashar

Pelaksanaan shalat berjamaah di Masjd Abu Bakar Assegaf yang dilaksanakan oleh seluruh civitas akademika UNISSULA khususnya pada waktu shalat dzhuhur dan ashar menurut pengamatan yang kami laksanakan pada dasarnya sudah sangat baik sekali. Jumlah jamaah dan shaf pada waktu shalat berjamaah dhuhur meningkat yang dilaksanakan oleh para dosen, karyawan dan seluruh mahasiswa/i, walaupun jama’ah tersebut mengalami penurunan jumlahnya pada saat masuk shalat ashar, hal ini ada kemungkinan dikarenakan tidak banyak kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan setelah shalat ashar, jadi banyak mahasiswa/i yang sudah pulang sebelum shalat ashar.

Bagaimanapun, pelaksanaan gerakan shalat berjamaah masih butuh banyak peningkatan terutama kesadaran para mahasiswa/i akan pentingnya shalat berjama’ah. Hal ini dikarenakana banyak para mahasiswa/i yang masih makan siang di Pumanisa dan melakukan kegiatan di pusat fotokopi pada saat waktu sholat. Tidak sedikit dari mereka lebih mengutamakan makan siang dan kegiatan lainnya dari pada shalat berjama’ah di masjid. Terdapat juga beberapa dari mereka beralasan masih melaksanakan diskusi di sekitar masjid dan menuntaskan diskusi diantara mereka sampai shalat berjamaah selesai sehingga mereka melaksanakan shalat sendiri-sendiri.

3) Implementasi Gerakan Berbusana Islami

Berbicara tentang hal pendidikan dalam universitas Islam sudah barang tentu salah satu hal yang paling mendasar adalah norma berbusana dalam kampus

bagi seluruh civitas akademik UNISSULA, khususnya para mahasiswa/i. Hal di atas sesuai dengan SK Rektor No.3687/J/SA/VII/2006 tanggal 27 Juli 2006 M / 03 Rajab 1427 H.

Akan tetapi, hasil pengamatan kami masih terdapat banyak sekali mahsiswa/i yang tidak menaati peraturan tersebut. Banyak para mahasiswa mengenakan kaos dan jeans pada saat mengikuti kegiatan belajar mengajar disekitar kampus. Bahkan, tidak sedikit mahasiswi di sekitar kampus yang juga mengenakan celana jeans, menggunakan pakaian yang membentuk tubuhnya, dan hijab atau kerudung yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islami.

Terdapat juga beberapa mahasiswa yang berambut panjang, menggunakan jepit rambut, mengikat rambut mereka dan menyemir rambut. Hal ini sangatlah tidak sesuai dengan gerakan yang digagas BudAI untuk meningkatkan kebudayaan Islami sedang mereka berpenampilan sangat jauh dari Islam, saat ditanya mereka menyampaikan bahwa itulah tren masa kini, adapula yang menjawab karena itu titipan dari orang tua atau sedang melaksanakan ruwatan yang sudah tentu tindakan yang musyrik.

Dalam hal ini dapat diartikan bahwa kesadaran dan implementasi surat keputusan rektor akan gerakan berbusana Islami masih rendah, ada kemungkinan minimnya pemahaman mereka akan nilai Islam tentang bagaimana menutup aurat bagi para muslimah.

4) Adab PergaulanPutra dan Putri

Selama observasi kami dalam bulan Desember, masih banyak terlihat pemandangan yang menurut kami kurang etis yaitu pergaulan mahasiswa dan mahasiswi di dalam kampus. Bahkan pernah menemukan mereka lebih memperlihatkan adab yang tidak layak sebagai mahasiswa/i di Universitas Islam, seperti berboncengan dengan motor dengan tidak memiliki etika Islam, padahal mereka bukan mahram. Tentunya hal ini tidak sesuai dengan SK Rektor No.

38 Observasi Pelaksanaan BudAI (Budaya Akademi Islami)

Observasi Pelaksanaan BudAI (Budaya Akademi Islami) 38

4654/B.1/SA/VIII/2007tanggal 02 Agustus 2007 M / 18 Rajab 1428 H tentang Pergaulan Islami. Banyak diantara mereka beralasan sedang melaksanakan diskusi bersama soal pelajaran dan kegiatan yang lain.

Terkait dengan adab pergaulan ini, sebagain besar mereka kemungkinan besar terpengaruh budaya luar kampus yang sudah sangat merusak akhlak dan budi pekerti. Hal ini tentunya bisa dibandingkan antara mahasiswa/i yang hidup di luar kampus (kost) dengan mereka yang tinggal di asrama UNISSULA. Maka tugas kampus UNISSULA masih sangat jauh dari harapan dengan implementasi BudAI, sehingga butuh terus berjuang untuk memberi pemahaman tentang nilai keislaman terutama adab pergaualan putra-putri kepada seluruh mahasiswa/i UNISSULA . 5. Islamic Learning Society

Gerakan tradisi keilmuan melauli program Islamic Learning Society adalah suatu inovasi yang besar di dalam pengembangan akademik lingkungan universitas. Hal ini diperlukan karena sebagai sarana pendewasaan dalam berpikir dan sebagai ajang sharing keilmuan antar sesama. Maka dapat diketahui dibeberapa fakultas sudah menjalankan program ini melalui berbagai macam strategi diantaranya di Fakultas Kedokteran Gigi dengan small group discussion, ada juga kegiatan yang diadakan oleh para akhwat diberanda belakang masjid dan di masjid lantai dua.

Maka dalam hal meningkatkan keilmuan program seperti ini perlu ditingkatkan terus antar sesama mahasiswa/i, anatara mahasiswa dan dosen, dan antar sesama dosen. Akan tetapi ada beberapa hal yang kurang dan harus ditingkatkan untuk menunjang program Islamic Learning Society ini di UNISSULA yaitu pengembangan menulis.

Dalam bidang akademik tentunya setiap civitas akademika harus aktif dalam membaca, menulis, dan berdiskusi. Namun demikian butuh pembentukan dan pengefektifan penerbitan buletin-buletin setiap fakultas, majalah dinding dari

4654/B.1/SA/VIII/2007tanggal 02 Agustus 2007 M / 18 Rajab 1428 H tentang Pergaulan Islami. Banyak diantara mereka beralasan sedang melaksanakan diskusi bersama soal pelajaran dan kegiatan yang lain.

Terkait dengan adab pergaulan ini, sebagain besar mereka kemungkinan besar terpengaruh budaya luar kampus yang sudah sangat merusak akhlak dan budi pekerti. Hal ini tentunya bisa dibandingkan antara mahasiswa/i yang hidup di luar kampus (kost) dengan mereka yang tinggal di asrama UNISSULA. Maka tugas kampus UNISSULA masih sangat jauh dari harapan dengan implementasi BudAI, sehingga butuh terus berjuang untuk memberi pemahaman tentang nilai keislaman terutama adab pergaualan putra-putri kepada seluruh mahasiswa/i UNISSULA . 5. Islamic Learning Society

Gerakan tradisi keilmuan melauli program Islamic Learning Society adalah suatu inovasi yang besar di dalam pengembangan akademik lingkungan universitas. Hal ini diperlukan karena sebagai sarana pendewasaan dalam berpikir dan sebagai ajang sharing keilmuan antar sesama. Maka dapat diketahui dibeberapa fakultas sudah menjalankan program ini melalui berbagai macam strategi diantaranya di Fakultas Kedokteran Gigi dengan small group discussion, ada juga kegiatan yang diadakan oleh para akhwat diberanda belakang masjid dan di masjid lantai dua.

Maka dalam hal meningkatkan keilmuan program seperti ini perlu ditingkatkan terus antar sesama mahasiswa/i, anatara mahasiswa dan dosen, dan antar sesama dosen. Akan tetapi ada beberapa hal yang kurang dan harus ditingkatkan untuk menunjang program Islamic Learning Society ini di UNISSULA yaitu pengembangan menulis.

Dalam bidang akademik tentunya setiap civitas akademika harus aktif dalam membaca, menulis, dan berdiskusi. Namun demikian butuh pembentukan dan pengefektifan penerbitan buletin-buletin setiap fakultas, majalah dinding dari

setiap fakultas dan jurnal supaya semangat menulis dapat meningkat. Hal ini sangat penting untuk melatih semua civitas akademika UNISSULA terbiasa dalam menulis setidaknya memiliki point plus dalam menaikkan peringkat univeristas ditingkat nasional maupun international.

Dalam dokumen Observasi Pelaksanaan BudAI - Unissula (Halaman 39-43)

Dokumen terkait