• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pembiayaan

Dalam dokumen NILAI TUKAR PETANI (NTP) DESEMBER 2013 (Halaman 43-54)

2. Rasio Ketergantungan

3.2 Kebijakan Pengelolaan Keuangan Masa Lalu

3.2.2 Analisis Pembiayaan

Selanjutnya dilakukan analisis proporsi belanja pemenuhan kebutuhan aparatur untuk 3 (tiga) tahun terakhir dengan tabel sebagai berikut:

Tabel 3.11

Analisis Proporsi Belanja Pemenuhan Kebutuhan Aparatur

No Uraian

Total Belanja untuk Pemenuhan Kebutuhan

Aparatur

Total Pengeluaran (Belanja+Pembiayaan

Pengeluaran)

Prosentase (a/b) x 100%

1 Tahun Anggaran 2010 373.650.728.625 1.201.500.367.719 31,10 2 Tahun Anggaran 2011 517.290.432.650 1.299.048.303.110 39,82 3 Tahun Anggaran 2012 590.022.749.262 2.250.937.731.806 26,21 Sumber : Biro Keuangan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tabel – tabel di atas menjadi dasar untuk menentukan kebijakan efisiensi anggaran aparatur selama periode yang direncanakan. Setelah mengetahui perilaku belanja untuk kebutuhan aparatur, dilakukan analisis belanja periodik dan pengeluaranpembiayaan yang wajib dan mengikat serta prioritas utama.

Tabel 3.12Penutup Defisit Riil Anggaran

1 2 3 4 5 6 7

1 Realisasi Pendapatan Daerah 946.026.751.848 1.023.505.680.974 1.088.849.621.372 1.324.470.172.340 2.241.053.965.236 Dikurangi

2 Belanja 984.233.460.799 1.025.445.818.359 1.147.947.273.737 1.231.882.713.110 2.164.355.591.806 3 Pengeluaran Pembiayaan 19.480.120.000 55.496.275.000 53.417.978.000 67.165.590.000 86.582.140.000

4 SiLPA TA. Sebelumnya 288.306.324.089 252.690.837.502 210.739.451.449 110.683.612.716 145.648.778.701

5 Pencairan Dana Cadangan 32.529.267.850

6 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan - - - - - 7 Penerimaan Pinjaman Daerah ( pokok bantuan untuk kredit roda 2

dan 4)

3.595.100.830 2.692.814.450

8 Penerimaan pembayaran bantuan pinjaman kepada kelompok masyarakat (LUEP)

6.726.600.000 4.910.400.000 12.925.148.930 9.551.230.905 11.020.838.666

9 Penerimaan kembali kredit lunak untuk sertifikasi tanah masyarakat

2.000.000.000 - 10 Penerimaan dari dana bergulir TKI - - 11 Penerimaan kembali pembayaran bantuan kredit kepada dunia

usaha

1.732.693.017 2.566.441.805 12 Penerimaan Piutang Daerah 8.016.948.517 5.315.370.077

B Total Realisasi Penerimaan Pembiayaan Daerah 313.972.767.283 270.868.678.284 223.664.600.379 120.234.843.621 189.198.885.217 A+B Sisa Lebih Pembiayaan Tahun Anggaran Berkenaan 256.285.938.332 213.432.265.899 111.148.970.014 145.656.712.851 179.315.118.647

A. (57.686.828.951) (57.436.412.385) (112.515.630.365) 25.421.869.230

NO.

URUT URAIAN TA. 2008 TA. 2009

(9.883.766.570)

TA. 2010 TA. 2011 TA. 2012

Defisit Riil (ditutup oleh)

Sumber : Biro Keuangan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur

Tabel 3.13Komposisi Penutup Defisit Riil Anggaran

T

1 2 3 4 5 6 7

1 SiLPA TA. Sebelumnya 499,78 439,95 187,30 435,39 1.473,62

2 Pencairan Dana Cadangan - - - - 329,12

3 Hasil Penjualan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan

4 Penerimaan Pinjaman Daerah ( pokok bantuan untuk kredit roda 2

dan 4)

6,23 4,69 - - -

5 Penerimaan pembayaran bantuan pinjaman kepada kelompok

masyarakat (LUEP)

11,66 - 11,49 37,57 111,50

6 Penerimaan kembali kredit lunak untuk sertifikasi tanah

masyarakat

3,47 - - - -

7 Penerimaan dari dana bergulir TKI

8 Penerimaan kembali pembayaran bantuan kredit kepada dunia

usaha

3,00 4,47 - - -

9 Penerimaan Piutang Daerah 13,90 9,25 - - -

NO.

URUT URAIAN TA. 2008 TA. 2009 TA. 2010 TA. 2011 TA. 2012

Sumber :Biro Keuangan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur

Selain analisis sumber penutup defisit riil anggaran yang ditunjukkan oleh tabel 3.12 dan 3.13, dilakukan juga Analisis Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran. Analisis ini dilakukan untuk memberi gambaran tentang komposisi sisa lebih perhitungan anggaran.

Dengan mengetahui SILPA realisasi anggaran periode sebelumnya, dapat diketahui kinerja APBD tahun sebelumnya yang lebih rasional dan terukur. Gambaran masa lalu terkait komposisi realisasi anggaran SILPA Pemerintah Daerah ditunjukkan oleh Tabel 3.14.

Tabel 3.14

Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Provinsi Nusa Tenggara Timur

2010 - 2012

Rp

% dari

SiLPA Rp

% dari

SiLPA Rp

% dari SiLPA

1. Jumlah SiLPA 110.683.612.716 100,00 145.656.712.851 100,00 197.315.118.647 100 27,35 2. Pelampauan penerimaan PAD 12.058.720.094 10,89 27.393.883.151 18,81 - - 63,59 3. Pelampauan penerimaan Dana Perimbangan 263.562.615 0,24 6.444.082.462 4,42 - - 1.172,50 4.

Pelampauan penerimaan Lain-lain

Pendapatan Daerah Yang Sah - - - - - - 5. Sisa Penghematan Belanja atau akibat lainnya 78.204.755.382 70,66 98.895.421.402 67,90 165.842.362.863 92,49 47,08 6.

Kewajiban kepada pihak ketiga sampai

dengan akhir tahun belum terselesaikan - - - - 7. Kegiatan Lanjutan 20.156.574.625 18,21 12.923.325.836 8,87 13.472.755.784 7,51 (15,82)

110.683.612.716

100,00 145.656.712.851 100,00 179.315.118.647 100,00

2010 2011 2012

NO URAIAN Rata-Rata

Pertumbuhan

Setelah melakukan analisis Realisasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Provinsi Nusa Tenggara Timur sebagaimana ditunjukkan Tabel 3.14 di atas, selanjutnya dilakukan analisis Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan. Analisis ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara riil sisa lebih pembiayaan anggaran yang dapat digunakan dalampenghitungan kapasitas pendanaan pembangunan daerah. Analisis dimaksud ditunjukkan oleh tabel 3.15 berikut.

Tabel 3.15

Sisa Lebih (riil) Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan Provinsi Nusa tenggara Timur 2010 - 2012

No. Uraian 2010

(Rp)

2011 (Rp)

2012 (Rp) 1. Saldo kas neraca daerah 121.877.397.485 158.671.421.388 185.347.332.564

Dikurangi:

2. Kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan

- - -

3. Kegiatan lanjutan 20.156.574.625 12.923.325.836 13.472.755.784

Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran 101.720.822.860 145.748.095.552 171.874.576.780

Perilaku pembiayaan daerah yang telah dilakukan tersebut adalah untuk memperoleh gambaran sisa lebih riil perhitungan anggaran. Hasil analisisdapat digunakan untuk menghitung kapasitas penerimaan pembiayaan daerah dengan proyeksi 5 (lima) tahun kedepan. Analisis dilakukan berdasarkan data dan informasi yang dapat mempengaruhi besarnya sisa lebih riil perhitungan anggaran dimasa yang akan datang sebagaimana terlihat pada tabel 3.16 berikut :

Tabel 3.16

Proyeksi Sisa Lebih (Riil) Pembiayaan Anggaran Provinsi Nusa Tenggara Timur 2013 - 2018

No Uraian

Data tahun dasar 2012

(Rp)

Tingkat pertum buhan

(%)

Proyeksi

2014 (Rp) 2015 (Rp) 2016 (Rp) 2017 (Rp) 2018 (Rp)

1. Saldo kas neraca daerah 185.347.332.564 23,50 195.960.331754 242.012.400.754 298.887.032.873 369.127.607.268 455.875.215.254 Dikurangi:

1.

Kewajiban kepada pihak ketiga sampai dengan akhir tahun belum terselesaikan

- - - - - - -

2. Kegiatan lanjutan 13.472.755.784 (15,82) 10.879.253.201 9.158.489.983 7.709.898.576 6.490.429.773 5.463.843.424 Sisa Lebih (Riil)

Pembiayaan Anggaran

171.874.576.780 30,60 190.353.015.474 248.608.877.961 324.693.433.655 424.062.996.959 553.843.739.202 Sumber : Biro Keuangan Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur

Disamping berbagai analisis yang telah dilakukan tersebut, salah satu sumber pembiayaan daerah adalah Pinjaman Daerah. Yang dimaksud dengan pinjaman daerah adalah semua transaksi yang mengakibatkan daerah menerima sejumlah uang atau menerima manfaat yang bernilai uang dari pihak lain sehingga daerah tersebut dibebani kewajiban untuk membayar kembali. Oleh sebab itu, perlu dihitung kemampuan pinjaman daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dengan menggunakan data APBD Tahun anggaran 2013 dan Realisasi APBD TA. 2012, maka sesuai aturan perundangan yang berlaku, batas maksimum pinjaman yang dapat diajukan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah Rp. 1,103 Trilyun (75% dari Penerimaan Umum Provinsi Nusa Tenggara Timur TA. 2012), sedangkan bila memperhatikan perhitungan Debt Service Coverage Ratio (DSCR), dan mengacu pada program dan kegiatan prioiritas lainnya yang perlu didanai melalui APBD, maka jumlah pinjaman yang realistis dapat diajukan oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timuradalah Rp. 125 – 185 Milyar.

Analisis secara teknis sebagaimana terlihat berikut:

1) Jumlah sisa Pinjaman Daerah ditambah jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya

Penerimaan Umum APBD TA. 2012 (realisasi) Komponen A

Pendapatan 2.241.053.965.236

Penerimaan Pembiyaan 189.198.885.217 Total Penerimaan Daerah TA. 2012 2.430.252.850.453 Komponen B

DAK 57.088.950.000

DP - Otsus 683.264.995.000

Penyertaan Modal 29.000.000.000 Jumlah 769.353.945.000 Penerimaan Umum APBD 2012 1.471.700.020.236 Kemampuan Pinjaman Daerah :

75% Penerimaan umum tahun sebelumnya : 1.103.775.015.177

Terlihat bahwa kemampuan pinjaman Provinsi Nusa Tenggara Timurmaksimal sebesar Rp 1.103.775.015.177, namun bila meminjam sebesar ini, maka seluruh kemampuan fiskal digunakan untuk pinjaman, tidak membiayai program/kegiatan lainnya dan operasional SKPD.

Perhitungan yang lain terlihat kemampuan pinjaman Provinsi Nusa Tenggara Timursebagai berikut :

2) Kemampuan pinjaman daerah dengan memperhitungkan belanja wajib dan mengikat

1.471.700.020.236

1.378.330.432.386 93.369.587.850 2,5 37.347.835.140 30 - 37 milyar 5 tahun 185.000.000.000 Jangka Waktu

Pinjaman

Total pinjaman (dengan angsuran

tertinggi Rp 37 milyar) Penerimaan Umum

TA. 2012

Belanja Daerah wajib dan mengikat

TA. 2013

Selisih DSCR Angsuran Pokok Klasifikasi Angsuran

Hasil perhitungan memperlihatkan kemampuan pinjaman sebesar Rp 185 milyar, dengan jangka waktu 5 tahun. Jangka waktu ini dipilih dengan pertimbangan bahwa kegiatan yang akan dibiayai dengan pinjaman daerah merupakan kegiatan yang tidak bersifat investasi, tidak akan membiayai dirinya sendiri dalam hal pengembalian pinjaman. Kegiatan yang akan dibiayai murni untuk pelayanan publik yang lebih baik.

Perhitungan ini juga tidak memperhitungkan belanja untuk program/kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD, hanya memperhitungkan belanja wajib dan mengikat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timurpada TA. 2013.

3) Kemampuan pinjaman daerah memperhitungkan 55% dari total belanja TA. 2013

1.471.700.020.236

1.407.263.125.288 64.436.894.948 2,5 25.774.757.979 20 - 25 milyar 5 tahun 125.000.000.000

Penerimaan Umum

TA. 2012 55% belanja 2013 Selisih DSCR Angsuran Pokok Klasifikasi Angsuran

Jangka Waktu Pinjaman

Total pinjaman (dengan angsuran

tertinggi Rp 25

Perhitungan Jumlah sisa Pinjaman Daerah ditambah jumlah pinjaman yang akan ditarik tidak melebihi 75% (tujuh puluh lima persen) dari jumlah penerimaan umum APBD tahun sebelumnya, dengan kemampuan pinjaman Rp 185.000.000.000.

Penerimaan Umum APBD TA. 2012 (realisasi) Komponen A

Pendapatan 2.241.053.965.236

Penerimaan Pembiyaan 189.198.885.217

Total Penerimaan Daerah TA. 2012 2.430.252.850.453 Komponen B

DAK 57.088.950.000

DP - Otsus 683.264.995.000

Penyertaan Modal 29.000.000.000

Jumlah 769.353.945.000 Penerimaan Umum APBD 2012 1.471.700.020.236 Perbandingan Rencana pinjaman daerah dengan Penerimaan Umum APBD TA. 2011 :

Rencana Pinjaman Daerah Penerimaan Umum APBD TA. 2012

185.000.000.000

1.471.700.020.236

12,57 %

x 100%

x 100%

Ketentuan rencana pinjaman <75% (terpenuhi)

4) Perhitungan DSCR

Perhitungan DSCR Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timurakan dilakukan dengan menggunakan anggaran tahun 2013 adalah sebagai berikut :

1. Rencana Pinjaman : 185.000.000.000

2. Bunga/tahun (%), mengikuti suku

bunga yang berlaku : 13%

3. Jangka waktu pinjaman : 5 (lima) tahun

DSCR = (PA D + BD + DAU ) – BW P + B + BL

DSCR = (Komponen I) – (Komponen 2) Komponen 3 Komponen 1 :

PAD : 476.687.746.171

BD : 91.148.604.029

DAU : 1.003.991.703.000

DP Otsus : 717.287.620.000

Komponen 1 : 2.289.115.673.200 Komponen 2 : 1.378.330.432.386

Komponen 3 :

Angsuran Bunga (13%) : 24.050.000.000 Angsuran pokok (jumlah pinjaman/jangka waktu) : 37.000.000.000

Biaya lain : :

- Prediksi provisi bunga bank 0,5% : 925.000.000 - Notaris 1 per mil : 185.000.000 Komponen 3 : 62.160.000.000 DSCR = 2.289.115.673.200 - 1.378.330.432.386

DSCR = 910.785.240.814 62.160.000.000

= 14,65

62.160.000.000

DSCR = 14,65 Ketentuan :

DSCR > 2,5 (terpenuhi)

› 2,5

› 2,5

› 2,5

› 2,5

5) Perhitungan batas maksimal defisit APBD Provinsi Nusa Tenggara Timur(kategori rendah) <3.5

(Pendapatan-belanja) + (s SiLPA TA. 2012 + pencairan dana cadangan + penerimaan kembali pemberian pinjaman + pencairan deposito

Total Pendapatan x 100%

Surplus/defisit =

Pendapatan = 2.373.917.028.200

Total Belanja = 2.558.600.227.797

Jumlah (184.683.199.597)

Komponen B

SiLPA TA. 2012 179.315.118.647 Pencairan Dana Cadangan 57.470.732.150 Penerimaan kembali

Pinjaman Daerah 7.767.348.800 Pencairan Deposito -

Jumlah 244.553.199.597

59.870.000.000

2.373.917.028.200

= 0,03 %

Surplus/defisit = x 100%

(Ketentuan < 3,5%) => terpenuhi

Dalam dokumen NILAI TUKAR PETANI (NTP) DESEMBER 2013 (Halaman 43-54)

Dokumen terkait