BAB III PEMBAHASAN
B. Analisis Peranan Produk Pembiayaan pada KSU
6. Waktu pengembangan yang lebih singkat: perusahaan-perusahaan yang tidak dapat mengembangkan produk baru secara cepat akan berada di pihak yang tidak memiliki keunggulan.
7. Siklus hidup produk yang lebih singkat: ketika suatu produk baru berhasil, pesaing dengan cepat akan meniru.45
B. Analisis Peranan Produk Pembiayaan pada KSU BMT Sakinah Mandala
Dengan keadaan tersebut keberadaan BMT setidaknya mempunyai beberapa peran:46
1. Menjauhkan masyarakat dari praktek ekonomi non syari‟ah. Aktif melakukan sosialisasi ditengah masyarakat tentang arti penting sistem ekonomi Islami. Hal ini bisa dilakukan dengan pelatihan-pelatihan mengenai cara-cara bertransaksibyang Islami, misalnya supaya ada bukti dalam transaksi, dilarang curang dalam menimbang barang, jujur terhadap konsumen dan sebagainya.
2. Melakukan pembinaan dan pendanaan usaha kecil. BMT harus bersikap aktif menjalankan fungsi sebagai lembaga keuangan mikro, misalnya dengan jalan pendampingan, pembinaan, penyuluhan, dan pengawasan terhadap usaha—usaha nasabah atau masyarakat umum.
3. Melepaskan ketergantungan pada rentenir, masyarakat yang masih tergantung rentenir disebabkan rentenir mampu memenuhi keinginan masyarakat dalam memenuhi dana dengan segera. Maka BMT harus mampu melayani masyarakat lebih baik, misalnya selalu tersedia dana setiap saat, birokrasi yang sederhana dan lain sebagainya.
4. Menjaga keadilan ekonomi mayarakat dengan distribusi yang merata.
Fungsi BMT langsung berhadapan dengan masyarakat yang kompleks dituntut harus pandai bersikap, oleh karena itu langkah-langkah untuk melakukan evaluasi dalam rangka pemetaan skala prioritas yang harus diperhatikan, misalnya dalam masalah pembiayaan. BMT harus
46Heri Sudarsono, Bank & Lembaga Keuangan Syari’ah Deskripsi dan Ilustrasi (Yogyakarta:
EKONESIA, 2003) h. 104
memperhatikan kelayakan nasabah dalam hal golongan nasabah dan jenis pembiayaan.
BMT Sakinah Mandala Perkasa sendiri pada dasarnya telah memberikan pembiayaan produktif dengan menggunakan akad musyarakahkepada para nasabah yang umumnya para pedagang kecil dan unit usaha mikro lainnya, melalui produk pembiayaan usaha dagang dan pembiayaan modal kerja..
Sehingga para anggotanya dapatmenjalanakan kegiatan usahanya dengan tambahan modal yang diberikan oleh pihak BMT Sakinah Mandala Perkasa.
Selain itu, BMT Sakinah Mandala Perkasa juga memberikan perhatian terhadap kelancaran usaha nasabah yang sudah dibiayai dengan memberikan pendampingan serta pembinaan kepada para nasabah dengan cara mengunjungi para nasabahnya dan mengecek keadaan usahanya untuk memberi saran dan masukan untuk keberlangsungan dan peningkatan usaha mereka. Selain itu pihak BMT juga memberikan kebebasan kepada para anggota pengguna produk pembiayaan dalam menjalankan kegiatan usahanya dengan tidak memberatkan mereka dalam melakukan pembayaran margin bagi hasil dengan cara tidak membebankan denda kepada nasabah yang telat melakukan pembayaran. Pihak BMT memberlakukan aturan yang fleksibel terhadap para nggota dengan menyesuaikan keadaan usaha mereka.
Baitul Maal wat Tamwil (BMT) adalah lembaga yang menggabungkan aktivitas yang bertujuan bisnis (Baitut Tamwil) disektor jasa keuangan dan aktivitas yang berorientasi pada kerja-kerja sosial dan pemberdayaan (Baitul Maal).
1) Meningkatkan pangsa pasar dari berbagai produk yang ditawarkan BMT Sakinah Mandala perkasa, khususnya terkait dengan produk-produk pembiayaan.
2) Mengaktifkan dukungan pemerintah, Konsultan Manajemen dan Konsultan Syariah, tokoh agama (ulama, tuan guru, kiyai, ustad) serta lembaga-lembaga ekonomi Islam semisal BPRS dan BMT-BMT untuk melakukan kemitraan dalam rangka penghimpunan dan atau penyaluran dana.
3) Melakukan pendekatan dengan pemilik dana baik institusi maupun perorangan agar dapat bergabung dengan BMT Sakinah Mandala Perkasa.
4) Mengefektifkan sistem informasi pembiayaan bagi masyarakat
5) Mengefektifkan proses administrasi dalam pelayanan nasabah (pembiayaan dan pengumpulan dana)
Pemberian suatu pembiayaan mempunyai tujuan untuk mencari keuntungan dan membantu kegiatan usaha nasabah. Dikatakan mencari keuntungan, sebab untuk memperoleh hasil dari pemberian pembiayaan, hasil tersebut dalam bentuk margin yang diterima oleh pihak BMT sebagai balas jasa dan biaya administrasi pembiayaan yang dibebankan kepada nasabah.
Sedangkan dalam rangka membantu usaha nasabah, yaitu untuk membantu usaha nasabah yang membutuhkan tambahan modal kerja, baik dalam bentuk dana maupun barang modal. Di mana dengan dana tersebut pihak nasabah akan mampu memperluas serta mengembangkan kegiatan usaha yang dimilikinya.
Hasil wawancara dengan Bapak H. Junaidi selaku pimpinan KSU BMT Sakinah Mandala Perkasa
BMT Sakinah Mandala Perkasa ini merupakan satu-satunya BMT yang ada di wilayah ini, BMT Sakinah Mandala Perkasa ini hadir ditengah- tengah masyarakat yang belum mengenal tentang konsep ekonomi syari‟ah dan lembaga keuangan syariah. Sehingga masih banyak masyarakat yang berfikir bahwa lembaga ekonomi syariah tidak ada bedanya dengan lembaga ekonomi konvensional lainnya hanya saja dalam ekonomi syariah ditambahkan dengan istilah istilah arab. Jadi kami masih terus berusaha mengubah pandangan masyarakat ini dengan cara memberikan penjelasan baik berupa kata-kata maupun perilaku kami dalam menjalankan BMT ini yaitu dengan cara memperkenalkan produk pembiayaan dengan akad musyarakah, serta memberikan pengawasan serta bimbingan kepada para anggota yang memperoleh pembiayaansebagaimana misi BMT yaitu mewujudkan gerakan pembebasan anggota dan masyarakat dari belenggu rentenir, jeratan kemiskinan.dengan mengembangkan potensi serta kemampuan ekonomi anggota.. Selain itu kami juga terus mempelajari konsep ekonomi syariah tentang BMT sehingga dalam kegiatan operasional BMT Sakinah Mandala Perkasa ini kami dapat menerapkan nilai-nilai syariah yng sebenar-benarnya.47
Untuk menambah dana BMT, para anggota biasa menyimpan simpanan pokok, simpanan wajib, dan jika ada kemudahan juga ada simpanan sukarela yang semuanya itu akan akan mendapat bagi hasil dari keuntungan BMT.
mengenai bagaimana caranya BMT mampu membayar bagi hasil kepada anggota, khususnya anggota yang menyimpan simpanan sukarela, maka BMT harus memiliki pemasukan keuntungan dari hasil usaha pembiayaan berbentuk modal kerja yang diberikan kepada para anggota, kelompok usaha anggota (Pokusma), pedagang sayur, buah, pedagang asongan, dan sebagainya. Karena itu pengelola BMT harus menjemput bola dan dalam membina anggota pengguna dana BMT agar mereka beruntung cukup besar, dan karenanya BMT juga akan memperoleh untung yang cukup besar pula. Dari keuntungan
47H. Junaidi, Wawancara, Praya Lombok Tengah, 16 November 2019
itulah BMT dapat menanggung biaya operasional dalam bentuk gaji pengelola dan karyawan BMT lainnya, biaya listrik, telepon, air, peralatan komputer, biaya operasional lainnya dan membayar bagi hasil yang memadai dan memuaskan para anggota penyimpan sukarela.
Dalam menjemput bola tersebut, pengelola BMT harus mampu menjelaskan dengan menarik minat anggota atau calon anggota dengan menunjukkan kemungkinan pembiayaan/pinjaman untuk kegiatan usaha pengusaha kecil yang menguntungkan itu, kelayakannya, tingkat keuntungannya, dan juga dengan alasan jika menyimpan di BMT dananya akan aman dan bermanfaat bagi msyarakat, lebih menguntungkan dengan prinsip bagi hasil dan bebas dari unsur riba.48
48Andri Soemitra, Bank & Lembaga Keuangan Syariah………..h. 462
BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan
1. Upaya pengembangan produk pembiayaan pada BMT Sakinah Mandala Perkasa:
a. Mengembangkan kemampuan sumber daya manusia (karyawan).
b. Merancang ide (gagasan) serta membuat produk baru.
2. Peranan produk pembiayaan pada BMT Sakinah Mandala Perkasa terhadap kegiatan usaha anggota
a. Memberikan tambahan modal usaha untuk para aggotanya melalui produk pembiayaan usaha dagang dan pembiayaan modal kerja.
b. BMT Sakinah mandala perkasa berperan aktif dalam membantu mengembangkan kegiatan usaha anggotanya, denga cara memberikan pendampingan serta pembinaan terhadap usaha anggota.
B. Saran-Saran
Adapun saran-saran yang bisa peneliti berikan yaitu:
1. Hendaknya pihak BMT menerapkan strategi pemasaran yang tepat dalam memperkenalkan produk barunya kepada masyarakat. Agar produk baru yang telah dibuat lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas, sehingga usaha pengembangan produk tersebut dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan dan bisa bermanfaat bagi anggota dan masyarakat pada umumnya.
2. Hendaknya hambatan-hambatan dalam pengembangan produk baru dapat segera teratasi agar rancangan produk yang telah dibuat dapat diwujudkan dalam bentuk fisik produk.
3. Hendaknya para pengurus KSU BMT Sakinah Mandala Perkasa harus menambah fasilitas yang ada seperti membangun sekretariat/kantor sendiri mengingat saat ini kantor yang digunakan masih menyewa dan akan segera habis masa sewanya , sehingga tidak mengganggu kegiatan operasional BMT.
4. Melihat jumlah anggota, hendaknya KSU BMT Sakinah mandala Perkasa melakukan upaya untuk menambah jumlah anggota agar lembaganya dapat berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat.
5. Untuk para anggota agar dapat memanfaatkan pembiayan-pembiayaan dan pembinaan yang telah diberikan oleh BMT Sakinah Mandala Perkasa dengan baik, agar mampu mengembangkan kegiatan usahanya.
6. Kegiatan pemberian pelatihan tentang konsep ekonomi syariah dan manajemen BMT kepada para karyawan agar terus dilaksanakan agar memudahkan para karyawan dalam memasarkan produk dan memberikan penjelasan kepada masyarakat.
7. Peneliti ini bukanlah final, tetapi dari segala kekurangan yang ada diharapkan penelitian ini dijadikan bahan pertimbangan bagi peneliti yang meneliti kajian yang sama.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Dimiyati, dkk, Islam dan KoperasI, Jakarta: KOPINFO, 1988 Muhammad, Etika Bisnis Islami,Yogyakarta: UPP-AMP YKPN, 2004
Makhalul Ilmi, Teori dan Praktek Mikro Keuangan Syari’ah, Yogyakarta:
UIIPress, 2002
Nurhaini, Pola Pengembangan Marketing dalam Meningkatkan Usaha Pda Lembaga Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Daru Al-Zakah Paok Motong Kecamatan Masbagik, (Skripsi, IAIN Mataram, 2015)
Iswan Susanto, Strategi Baitul Maal Wa Tamwil (BMT) Al-Hidayah dalam Pengembangan Usaha Kecil Msyarakat Desa Kotaraja Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur” (Skripsi, FSEI IAIN Mataram, 2014)
Nizar Hamidi, Pengaruh Keberadaan BMT Al-Iqtishady Terhadap Peningkatan Pendapatan Anggota, Studi pada Koperasi Serba Usaha BMT Al-Iqtishady Pagesangan-Mataram (Skripsi, IAIN Mataram, 2016).
Philip Kotler dan Kevin Lane Keller, Manajemen Pemasaran, jilid II., Ed. 12., terj. Benjamin Molan, Jakarta: Prenhallindo, 2007
http://arti-definisi-pengertian.info/pengertian-pengembangan-produk/diambil pada tanggal 10 oktober 2019 pukul 22.00 WITA
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Pengembangan_produk diambil pada tanggal 10 Oktober 2019 pukul 22.00 WITA
Andri Soemitra, Bank Dan Lembaga Keuangan Syariah, Jakarta: Kencana, 2009 Nurul Huda dan Mohamad Heykal, Lembaga Keuangan Islam Tinjauan Teoritis
dan Praktis, Jakarta: Kencana, 2010
Heri Sudarsono, Bank & Lenbaga Keuangan Syari’ah Deskripsi dan Ilustrasi EKONISIA, Yogyakarta: 2003
Muhammad Nazir, Metodelogi Penelitian, jakarta: Ghalia Indonesia, 2005
Syofian Siregar, Statistik Parametrik Untuk Penelitian Kuantitatif Jakarta: Bumi Aksara, 2014
Lexy J. Moleong, Metodelogi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2001
Muhamad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam Pendekatan Kuantitatif, Jakarta:
PT. Rajagrafindo Persada, 2008
Sugiono, Metodologi Penelitian Kualitatif dan R&D, Jakarta: Cahaya Indonesia, 1998
Rianto Adi, Metode Penelitian Sosial dan Hukum, Jakarta: Granit, 2005
Eko Putro Widyokko, Teknik Penyusunan Penelitian Cet. 3, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014
Ikbal Hasan, Metode Penelitian dan Aplikasinya, Bogor: Galia Indonesia, 2012 Muri Yusuf, Metode penelitian, Kuantitatif Kualitatifdan penelitian gabungan
Jakarta: prenadamedia group, 2016
Lexy Meolong, Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya, 2010
Philip Kotler, Gary Armstrong, Dasar-Dasar Pemasaran, Terj. Alexander sindoro Jakarta: prenhallindo, 1997
Philip Kotler, Marketing, Jilid 1., Terj. Herujati Purwoko, Surabaya; Erlangga, 1987
Heri Sudarsono, Bank & Lembaga Keuangan Syari’ah Deskripsi dan IlustrasiYogyakarta: EKONESIA, 2003
Faidi Harja, Wawancara, Praya, 18 Desember2018.