BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
B. Analisis Hasil Penelitian
3. Analisis Regresi
Proporsi Dewan Komisaris -.096 -.121 1.000
Covariances Komite Audit .008 .000 -.003
Kepemilikan Manajerial .000 .007 -.003
Proporsi Dewan Komisaris -.003 -.003 .113
a. Dependent Variable: Kinerja Perusahaan
Sumber: Data yang diolah peneliti, 2010.
Melihat hasil besaran korelasi antar variabel independen tampak bahwa variabel arus kas operasi dan variabel ROA mempunyai korelasi sebesar 0,015 atau sekitar 1,5 %. Hasil dari coefficient correlations tersebut menunjukkan tidak ada korelasi yang tinggi (umumnya diatas 0,90), maka hal ini merupakan indikasi tidak adanya multikolonieritas. Hasil perhitungan nilai tolerance menunjukkan variabel independen memiliki nilai tolerance lebih dari 0,10 yaitu 1,0000 yang berarti tidak terjadi korelasi antar variabel independen.
Hasil perhitungan VIF juga menunjukkan hal yang sama dimana variabel independen memiliki nilai VIF kurang dari 10 yaitu 1,000. Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolonieritas antar variabel independen dalam model ini.
Dalam pengolahan data dengan menggunakan regresi linear, dilakukan beberapa tahapan untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, melalui pengaruh good corporate governance yang diproksikan kedalam kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris dan komite audit terhadap manajemen laba dan kinerja perusahaan. Hasil regresi dapat dilihat pada tabel 4.10 berikut ini:
Tabel 4.10 Analisis Hasil Regresi
Sumber: Data yang diolah peneliti, 2010.
Berdasarkan tabel di atas, didapatlah persamaan regresi sebagai berikut:
Manajemen Laba = 3,363 - 3,520 KM – 3,670 PDK + 2,355 KA + ε Keterangan :
1) Konstanta sebesar 3,363 menunjukkan bahwa apabila tidak ada variabel independen (X1 = 0 dan X2 = 0) maka manajemen laba sebesar 3,363,
2) β1 sebesar -3,520 menunjukkan bahwa setiap kenaikan kepemilikan manajerial sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan manajemen laba sebesar -3,520 dengan asumsi variabel lain tetap,
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3.363 2.168 1.551 .131
Kepemilikan Manajerial -3.520 1.330 -.424 -2.646 .013
Proporsi Dewan Komisaris -3.670 5.346 -.110 -.686 .498
Komite Audit 2.355 1.386 .272 1.700 .100
a. Dependent Variable: Manajemen Laba
3) β2 sebesar – 3,670 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% pada proporsi dewan komisaris akan diikuti oleh kenaikan manajemen laba sebesar – 3,670 dengan asumsi variabel lain tetap.
4) β2 sebesar 2,355 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% pada komite audit akan diikuti oleh kenaikan manajemen laba sebesar 2,355 dengan asumsi variabel lain tetap.
Tabel 4.11 Analisis Hasil Regresi
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) .002 .137 .014 .989
Kepemilikan Manajerial .128 .084 .255 1.529 .137
Proporsi Dewan Komisaris .476 .337 .236 1.414 .168
Komite Audit -.145 .087 -.276 -1.657 .108
a. Dependent Variable: Kinerja Perusahaan
Sumber: Data yang diolah peneliti, 2010.
Berdasarkan tabel di atas, didapatlah persamaan regresi sebagai berikut:
Kinerja perusahaan = 0,002 - 0,128 KM – 0,476 PDK + 0,146 KA + ε Keterangan :
1) Konstanta sebesar 0,002 menunjukkan bahwa apabila tidak ada variabel independen (X1 = 0 dan X2 = 0) maka kinerja perusahaan sebesar 0,002,
2) β1 sebesar -0,0128 menunjukkan bahwa setiap kenaikan kepemilikan manajerial sebesar 1% akan diikuti oleh kenaikan kinerja perusahaan sebesar -0,0128 dengan asumsi variabel lain tetap,
3) β2 sebesar -0,476 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% pada proporsi dewan komisaris akan diikuti oleh kenaikan kinerja perusahaan sebesar -0,476 dengan asumsi variabel lain tetap.
4) β2 sebesar 0,1466 menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1% pada komite audit akan diikuti oleh kenaikan kinerja perusahaan sebesar 0,146 dengan asumsi variabel lain tetap.
b. Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi
Nilai koefisien korelasi (R) menunjukkan seberapa besar korelasi atau hubungan antara variabel-variabel independen dengan variabel dependen.
Koefisien korelasi dikatakan kuat apabila nilai R berada di atas 0.5 dan mendekati 1.
Koefisien determinasi (R square) menunjukkan seberapa besar variabel independen menjelaskan variabel dependennya. Nilai R square adalah nol sampai dengan satu. Apabila nilai R square semakin mendekati satu, maka variabel-variabel independen memberikan semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.
Sebaliknya, semakin kecil nilai R square, maka kemampuan variabel- variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen semakin terbatas. Nilai Rsquare memiliki kelemahan yaitu nilai R square akan meningkat setiap ada penambahan satu variabel independen meskipun variabel independen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Tabel 4.12
Hasil Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .498a .248 .173 2.141996 1.500
a. Predictors: (Constant), Komite Audit, Kepemilikan Manajerial, Proporsi Dewan Komisaris b. Dependent Variable: Manajemen Laba
Sumber: Data yang diolah peneliti, 2010.
Pada model summary, nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,498 yang berarti bahwa korelasi atau hubungan antara manajemen laba dengan variabel independennya good corporate governance yang diproksikan kedalam kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris dan komite audit tidak begitu kuat karena berada dibawah 0,5. Angka adjusted R square atau koefisien determinasi adalah 0,173. Hal ini berarti 17,3 % variasi atau perubahan dalam manajemen laba dapat dijelaskan oleh variasi dari good corporate governance yang diproksikan kedalam kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris dan komite audit, sedangkan sisanya (82,7 %) dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Standar Error of Estimate (SEE) adalah 2,141996, yang mana semakin besar SEE akan membuat model regresi kurang tepat dalam memprediksi variabel dependen.
Tabel 4.13
Hasil Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate Durbin-Watson
1 .430a .185 .103 .134951 1.286
a. Predictors: (Constant), Komite Audit, Kepemilikan Manajerial, Proporsi Dewan Komisaris b. Dependent Variable: Kinerja Perusahaan
Sumber: Data yang diolah peneliti, 2010.
Pada model summary, nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,430 yang berarti bahwa korelasi atau hubungan antara kinerja perusahaan dengan variabel independennya good corporate governance yang diproksikan kedalam kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris dan komite audit tidak begitu kuat karena berada dibawah 0,5. Angka adjusted R square atau koefisien determinasi adalah 0,103. Hal ini berarti 10,3 % variasi atau perubahan dalam manajemen laba dapat dijelaskan oleh variasi dari good corporate governance yang diproksikan kedalam kepemilikan manajerial, proporsi dewan komisaris dan komite audit, sedangkan sisanya (89,7%) dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Standar Error of Estimate (SEE) adalah 0,134951, yang mana semakin besar SEE akan membuat model regresi kurang tepat dalam memprediksi variabel dependen.
c. Pengujian Hipotesis
Untuk mengetahui apakah variabel independen dalam model regresi berpengaruh terhadap variabel dependen, maka dilakukan pengujian dengan menggunakan uji t (t test).
1. Uji t ( t-Test)
Uji t digunakan untuk menguji signifikansi konstanta dan setiap variabel independennya. Berdasarkan hasil pengolahan SPSS, diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.14 Hasil Uji t
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 3.363 2.168 1.551 .131
Kepemilikan Manajerial -3.520 1.330 -.424 -2.646 .013
Proporsi Dewan Komisaris -3.670 5.346 -.110 -.686 .498
Komite Audit 2.355 1.386 .272 1.700 .100
a. Dependent Variable: Manajemen Laba
Sumber: Data yang diolah peneliti, 2010.
Dari tabel regresi dapat dilihat besarnya t hitung untuk variabel kepemilikan manajerial sebesar -2,646 dengan nilai signifikan 0,13. Hasil uji statistik tersebut dapat menyimpulkan t hitung adalah -2,646 sedangkan t tabel adalah 2,032244, sehingga t tabel > t hitung (2,032244 > -2,646), maka kepemilikan manajerial secara individual tidak mempengaruhi manajemen laba. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka > 0,05 (0,05 > 0,013), maka Ho ditolak dan Ha ditolak, artinya kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Tabel diatas juga menunjukkan besarnya t hitung untuk variabel proporsi dewan komisaris sebesar -0,686 sedangkan t tabel adalah 2,032244, sehingga t tabel > t hitung (2,032244 > -0,686), maka proporsi dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap manajemen laba secara individual. Signifikansi 0,498 menyimpulkan bahwa signifikansi penelitian > 0,05 (0,498 > 0,05 ), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya proporsi dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Tabel diatas juga menunjukkan besarnya t hitung untuk variabel komite audit sebesar 1,700 sedangkan t tabel adalah 2,032244, sehingga t tabel > t hitung (2,032244 > 1,700), maka komite audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba secara individual. Signifikansi 0,100 menyimpulkan bahwa signifikansi penelitian > 0,05 (0,100 > 0,05 ), maka
Ho diterima dan Ha ditolak, artinya komite audit tidak berpengaruh terhadap manajemen laba.
Tabel 4.15 Hasil Uji t
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) .002 .137 .014 .989
Kepemilikan Manajerial .128 .084 .255 1.529 .137
Proporsi Dewan Komisaris .476 .337 .236 1.414 .168
Komite Audit -.145 .087 -.276 -1.657 .108
a. Dependent Variable: Kinerja Perusahaan
Dari tabel regresi dapat dilihat besarnya t hitung untuk variabel kepemilikan manajerial sebesar 1,529 dengan nilai signifikan 0,137. Hasil uji statistik tersebut dapat menyimpulkan t hitung adalah 1,529 sedangkan t tabel adalah 2,032244, sehingga t tabel > t hitung (2,032244 > 1,529), maka kepemilikan manajerial secara individual tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. Signifikansi penelitian juga menunjukkan angka >
0,05 (0,137 > 0,005), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
Tabel diatas juga menunjukkan besarnya t hitung untuk variabel proporsi dewan komisaris sebesar 1,414 sedangkan t tabel adalah 2,032244, sehingga t tabel > t hitung (2,032244 > 1,414), maka proporsi dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan secara individual. Signifikansi 0,168 menyimpulkan bahwa signifikansi
penelitian > 0,05 (0,168 > 0,05 ), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya proporsi dewan komisaris tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
Tabel diatas juga menunjukkan besarnya t hitung untuk variabel komite audit sebesar -1,657 sedangkan t tabel adalah 2,032244, sehingga t tabel > t hitung (2,032244 > -1,657), maka komite audit tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan secara individual. Signifikansi 0,108 menyimpulkan bahwa signifikansi penelitian > 0,05 (0,108 > 0,05 ), maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya komite audit tidak berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.