BAB V ANALISA PERANCANGAN
5.9 Analisis Sistem Struktur dan Konstruksi
120 Pusat Pasar Berastagi akan dirancang dengan ketinggian 3 lantai. Pada perancangan ini akan menggunakan Sistem Struktur yang terdiri dari Struktur Bawah (Lower Structure) dan Struktur Atas (Upper Structure).
5.9.1 Struktur Bawah (Lower Structure)
Kondisi tanah pada site perancangan ini tidak terlalu berbatu dan juga tidak terdapat pepohonan. Lokasi site yang tidak terdapat pepohonan akan meminimalisir proses penggalian pondasi dikarenakan bebas dari akar-akar pohon, adapun pondasi yang digunakan pada bangunan ini adalah pondasi tapak (foot plate). Kelebihan dari pondasi ini adalah biaya yang murah, galian tanah yang sedikit yang hanya pada kolom struktur saja, dan lebih kuat daripada pondasi batu belah. Keurangannya adalah diperlukannya pengerjaan bekisting (rangka besi sebelum pondasi), dan waktu pengerjaan menunggu beton kering.
5.9.2 Struktur Atas (Upper Structure)
Bangunan dapat berdiri kokoh dengan memerlukan suatu struktur di atas tanah. Bangunan atas atau Upper Structure suatu bangunan adalah seluruh bangunan di atas tanah (SNI2002).
Struktur atas ini terdiri atas kolom, pelat, balok, dinding geser dan tangga, dimana masing- masing mempunyai peran yang sangat penting. Dengan ketebalan dinding 15 cm dan kolom dan balok yang ukurannya sesuai dengan dimesi ruang, dan atap menggunakan roof garden.
Stuktur atas juga direncanakan untuk menggunakan struktur bentang lebar untuk menciptakan ruang bebas kolom agar tidak ada batasan serta penghalang ketika berjalan.
5.9.10 Analisis Sistem Utilitas
Berikut analisis dari sistem utilitas yang akan digunakan pada bangunan Pusat Pasar Bersatagi,
5.9.10.1 Sistem Elektrikal
Bangunan mendapat sumber listrik utama dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang dialirkan dari tiang listrik di sekeliling site. Meskipun begitu, tetap dibutuhkannya genset yang sesuai dengan kebutuhan bila terjadi pemadaman listrik.
5.9.10.2 Sistem Plumbing dan Sanitasi
Untuk air bersih bersumber dari mata air, sungai, hujan, maupun air tanah yang dikelola oleh Perusahaan Air Minum (PAM). Air bersih pada bangunan berasal dari air PDAM yang
121 disimpan pada ground water tank pada lantai dasar bangunan kemudian air dipompa menuju rooftank. Air lalu disalurkan ke masing-masing shaft air, seperti toilet dan sistem kebakaran.
Sedangkan saluran air kotor terdiri dari limbah Padat dan cair. Pembuangan limbah kotor cair dapat dialirkan ke riol utama bangunan sedangkan pada limbah padat dapat dialirkan ke septictank.
5.9.10.3 Sistem Penghawaan
Penghawaan alami pada Redesain Pusat Pasar Berastagi menggunakan konsep cross ventilation dan bukaan pada jendela agar mengalirkan udara yang masuk ke dalam bangunan secara maksimal. Pada bangunan ini tidak memerlukan AC dikarenakan suhu yang ada pada berastagi sudah dingin dan alami
5.9.10.4 Sistem Pemadam Kebakaran
Bangunan dilengkapi dengan jalur evakuasi berupa tangga kebakaran maupun pintu darurat dan instalasi pemadam kebakaran berupa smoke detector, fire alarm, hydrant, sprinkler, APAR, serta sistem keamanan lainnya seperti CCTV.
5.9.10.5 Sistem Pembuangan Sampah
Sistem pembuangan sampah disatukan di satu tempat dan ditampung di tangki penampungan sementara di tempat sampah, dan selanjutnya diangkut dan dibuang petugas kebersihan setiap Pagi.
Gambar 5.10 Analisis Pembuangan Sampah Sumber: Olahan data Pribadi (2023)
122 BAB VI
HASIL PERANCANGAN 6.1 Konsep Dasar
Pusat Pasar Berastagi merupakan bukti sejarah bahwa masyarakat berastagi sudah mengenal perdagangan sejak lama. Adanya keberadaan Pusat Pasar Berastagi membuat kebutuhan masyrakat dapat terpenuhi serta dapat menjadi wadah dan sumber ekonomi sebagian rakyat di Berastagi. Di era perkembangan teknologi saat ini, tidak mengurangi perasaan pengguna untuk tetap datang ke pasar ini. Pasalnya aktivitas yang berlangsung mengikat antar individu dalam bercengkrama untuk mendapatkan suatu keputusan dalam hal jual beli barang.
Dimana budaya atau ciri khas ini membuat para pegiat aktivitas pasar dapat menjalin silaturahmi serta kekeluargaan. Redesain Pusat Pasar Berastagi Dengan Pendekatan Arsitektur Perilaku dimana dalam mendesain bangunan di dasarkan atas perilaku ataupun sikap pengguna sehingga menggabungkan keselarasan desain terhadap perilaku ataupun kebiasaan- kebisaan pengguna dalam beraktivitas pada Pasar. Beberapa bentuk penerapan tema perilaku kedalam Redesain Pusat Pasar Berastagi :
• Akses masuk yang diperbanyak agar memudahkan pengunjung dalam pencapaian, akses penjual dan pembeli dibedakan.
• Memberikan zonasi pada pasar, sehingga pedagang yang sejenis dikumpulkan pada suatu area agar mengurangi kesemerawutan dan memudahkan pengguna untuk berbelanja.
• Akses pedagang daging, ayam, ikan dibedakan agar tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.
• Untuk bongkar muat barang dibuat dibelakang pasar agar tidak mengganggu pengunjung.
• Membuat koridor yang luas agar memberi kenyamanan berbelanja pada pengguna pasar.
• Dibuat akses langsung ke lantai 2 agar pembeli tidak harus masuk dulu dan mengelilingi lantai 1 pasar.
• Diberi larangan untuk pedagang loak lesehan berjualan diluar pasar, karena dapat menimbulkan kemacetan. Sehingga pada Pembangunan Ulang Pusat Pasar Tradisional Berastagi diberikan area untuk berdagang didalam pasar.
123 6.2 Konsep Sistem Kegiatan/Program Ruang
Tipologi Ruang Luas
Ruang Jual Beli 2305 m2
Pengelola 116.3 m2
Parkir 2006 m2
6.3 Konsep Perancangan Ruang Luar/Tapak 6.3.1 Konsep Tata Ruang Luar
Gambar 6. 1 Pembagian Fungsi Sumber: Penulis (2023)
Berikut beberapa fungsi lahan Pada Redesain Pusat Pasar Berastagi, yaitu:
1. Bangunan Utama Pasar ( KIOS) “MERAH”
2. Parkir “BIRU”
3. Loading Dock “Kuning”
4. Pedestrian “Abu Abu”
6.3.2 Konsep Sirkulasi
124 Gambar 6. 2 Konsep Sirkulasi
Sumber: Penulis (2023)
Sirkulasi pada Redesain Pusat Pasar Berastagi ada 3 bagian, yaitu srikulasi pejalan kaki, sirkulasi kendaraan, dan sirkulasi servis. Site berada di Jalan Pasar tepatnya belakang terminal berastagi. Jalan jalan perniagaan dia buat sebagai akses sirkulasi servis.
Pedestrian untuk pejalan kaki dirancang dengan guiding block mengelilingi site selebar 3,5 meter. Pedestrian dapat mengakses langsung ke ruang luar publik hingga menuju entrance bangunan.
6.3.2 Konsep Parkir
Gambar 6. 3 Konsep Parkir
125 Sumber: Penulis (2023)
Parkir yang terletak di ground adalah parkiran mobil dan motor bagi pengelola (servis) bangunan dengan pola 90 derajat dan parkiran loading dock dengan pola 45 derajat. Parkiran diletakkan di sisi kanan site dan diletakkan sekitar 20 meter dari simpang jalan untuk mengurangi kemacetan
6.4 Konsep Massa dan Perwajahan
6.5 Konsep Struktur Konstruksi
126
Tabel 6. 1 Konsep Sistem Struktur dan Konstruksi
Struktur/Kontruksi Gambar Keterangan
Pondasi Pondasi yang digunakan
adalah pondasi tapak karena pondasi ini cocok digunakan untuk bangunan yang memiliki atap bentang lebar,
Lantai Lantai menggunakan
material keramik.
Dinding Dinding menggunakan
pasangan bata.
Balok Balok anak dan balok
induk adalah beton bertulang.
Kolom Kolom yang digunakan
adalah beton bertulang.
struktur yang akan dipakai di bangunan ini adalah jenis struktur grid.
127
Atap Penggunaan atap dak dan
rangka baja ringan akan digunakan sebagai struktur atap pada bangunan ini, serta penggunaan struktur bentang lebar di beberapa ruang pada bangunan yang mengharuskan bebas kolom seperti ruang auditorium.
Sumber: Penulis (2023)
6.6 Konsep Sistem Utilitas 6.7 Pemitakan / Zoning
Gambar 6. 4 Pemitakan / Zoning Sumber: Penulis (2023)
6.8 Sirkulasi (Vertikal dan Horizonta) dan Organisasi Ruang 1. Sirkulasi
128 Sirkulasi vertikal yang digunakan dalam perancangan Redesain Pusat PASar Berastagi Ialah menggunakan tangga dan lift sebagai penghubung antar lantai.
2. Organisasi Ruang
Organisasi ruang pada Redesain Pusat Pasar Berastagi ialah pola linear. Pada ruang dalamnya menggunakan konsep tatanan ruang dalam didasarkan pada fungsi yang saling berkaitan serta massa yang dihubgkan dengan fungsi ruang publik.
Gambar 6. 5 Organisasi Ruang
Sumber: Penulis (2023) 6.9` Suasana / Kualitas Ruang
Suasana ruang yang dibutuhkan Redesain Pusat Pasar Berastagi adalah suasana yang dapat mendukung dagangan para penjual ialah. Suasana ruang yang segar dan alami.
Sehingga dibutuhkan bukaan yang baik
129 Serta untuk meningkatkan gairah untuk berbelanja diperlukannya seni lukis dinding untuk mendukung kegiatan yang terjadi.
Penggunan material ramah lingkungan juga membuat para pengguna pasar bisa meningkatkan daya gairah dan kenyamanan pada pasar
130 6.10 Konsep Sistem Utilitas
6.10.1 Konsep Utilitas
6.10.1.1 Konsep Sistem Kebakaran
6.10.1.2 Konsep Elektrikal
6.10.1.3 Konsep Air Bersih
131 6.10.1.4 Konsep Air Kotor