tentang hasil penelitian dari lapangan dari data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi yang diperoleh dari strategi dakwah ustaz Halim Ambiya.
BAB V: PENUTUP. Pada bab ini, peneliti akan memberikan kesimpulan berdasarkan hasil penelitian dan saran.
121 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan dan hasil penelitian yang telah tertulis dalam bab-bab sebelumnya, maka pada bab ini akan disampaikan kesimpulan dari hasil penelitian tentang Strategi Dakwah Ustaz Halim Ambiya Dalam Membina Anak Punk di Komunitas Tasawuf Underground.
Strategi dakwah ustaz Halim Ambiya, dalam menyampaikan pesan dakwahnya kepada mitra dakwahnya yaitu anak punk, menggunakan strategi dakwah dengan perinciannya sebagai berikut:
1. Strategi sentimentil (manḥaj al- ‘aṭhifī)
a. Melakukan pendekatan sebagai sahabat.
b. Menawarkan konsep cinta dan kasih sayang.
c. Mengambil peran sebagai ayah.
2. Strategi Rasional (manḥaj al- ‘aqli)
a. Mengambil peran sebagai seorang guru.
b. Membuat forum diskusi.
c. Melakukan tafakkur, yaitu dengan mengajarkan kajian-kajian ilmu keagamaan, seperti ilmu fikih, akhlak, akidah dan sebagainya.
d. Melakukan tażakkur, yaitu dengan mengulang-ulang pelajaran yang telah diberikan.
e. Melakukan naẓar, yaitu dengan cara mengajak anak binanaya berziarah.
f. Melakukan tadabbur, yaitu dengan mengajak anak binaanya berdiskusi dan sebagainya.
g. Memberikan fasilitas sekolah formal.
122
3. Strategi Indrawi (manḥaj al-ḥissi)
a. Mentratktir mereka salat dan zikir (praktik salat dan zikir), agar mereka bisa merasakan sendiri bagaimana nikmatnya salat dan zikir dengan penekanan makna.
b. Melakukan hydrteraphy, yaitu dengan melakukan praktik mandi tobat di waktu menjelang subuh.
c. Melakukan psikoteraphy, yaitu dengan melakuan pendekatan thariqah ilmu tasawuf, dengan konsep al- inabah.
d. Berusaha menjadi contoh tauladan yang baik.
e. Memberikan pemberdayaan ekonomi dan sosial.
Faktor penghambat dan faktor pendukung pada dakwah Ustaz Halim Ambiya dalam membina anak punk dan anak jalanan, sebagai berikut:
1. Faktor penghambat a. Faktor eksternal
1) Masyarakat sekitar.
2) Donatur untuk pengembangan binaan terhadap anak punk dan anak jalanan.
b. Faktor internal
1) Masalah kedisiplinan.
2) Masalah emotional dan gangguan mental.
3) Masalah pergaulan.
4) Masalah kesehatan.
5) Masalah hukum dan kriminalitas.
6) Masalah administrasi kependudukan.
2. Faktor Pendukung a. Keluarga
b. Jama’ah online dan offline
123
c. Relawan B. Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan dari penelitian di atas, penulis ingin memberikan beberapa saran yang semoga bermanfaat, serta dapat menjadi bahan pertimbangan untuk komunitas Tasawuf Underground lebih jaya kedepannya, di antaranya sebagaai berikut:
1. Mengajukan kerja sama dengan lembaga pemerintahan, agar mendapat kemudahan dalam akses pemberdayaan dan pembinaan terhadap anak punk dan anak jalanan.
2. Melakukan penyebaran donasi lebih luas, dengan teknologi dan aplikasi terdepan saat ini. Contohnya, aplikasi tiktok.
3. Melakukan kerja sama dengan influencer, untuk menyebarkan link donasi supaya lebih luas.
124
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Aziz moh. Ilmu Dakwah, cet VI, Jakarta: PT. Fajar Interpratama Mandiri, 2017.
Aripudin, Acep. Dakwah Antar Budaya, Bandung: Remaja Rosdakarya, 2012.
Basit, Abdul. Filsafat Dakwah, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2013.
Cangara, Hafied. Perencanaan dan Strategi Komunikasi, Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2013.
Dewi Laksmi, dan Masitoh, Strategi Pembelajaran, Jakarta: DEPAG RI, 2009.
Djaliel, Maman Abdul. Prinsip Dan Strategi Dakwah, Bandung: CV Pustaka Setia, 1997.
Fakhrurozi, Moch. Dakwah Di Era Media Baru, Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2019.
Ghazali, M. Bahri. Membangun Kerangka Dasar Ilmu Komunikasi Dakwah, Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1997.
Hamidi. Teori Komunikasi dan Stratgi Dakwah, Malang: UMM Press, 2010.
Ismail, A. Ilyas. “Paradigma Dakwah Sayyid Quthub Rekontruksi Pemikiran Dakwah Harakah”, dalam Moh Ali Aziz, Ilmu Dakwah, Jakarta:
PT. Fajar Interpratama Mandiri, 2004.
J. Moleong, Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017.
Khasanah, Siti Uswatun. Berdakwah dengan Jalan Debat antar Muslim dan Non Muslim, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2007.
Kuncoro, Mudrajad. Jakarta: Erlangga, 2006.
Muhammad Abu al-Fath al-Bayanuni, al-madkhal ‘ila ‘ilmi al- da’wah, cet- III, Beirut: Muassah ar-Risalah, 1995.
Nasrullah, Rulli. Komunitas Antarbudaya di Era Budaya Siber, Jakarta: Kencana, 2012.
Nata, Abuddin. Metodelogi Studi Islam, Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2016.
125
Saladin, Djaslim. “Manajemen Strategi & Kebijakan Perusahaan”, dalam Kustadi Suhendang, Strategi Dakwah, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014.
Sirajuddin, Murniaty. Pengembangan Strategi Dakwah Melalui Media Internet.
Al-Irsyad Al-Nafs 1, no. 1, Desember 2014.
Sudarsono. Kenakalan Remaja: Preverensi, Rehabilitasi an Resosialisasi, Jakarta: Rineka Cipta, 2004.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Bandung:
Alfabeta, 2019.
Suhandang, Kustadi. Strategi Dakwah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2014.
Sukardi. Metodolodi Penelitian Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2007.
Sukayat, Tata. Ilmu Dakwah Perpektif Filsafat Mabadi ‘Asyarah, Bandung:
Simbiosa Rekatama Media, 2019.
Suriyadi, Edi. Strategi Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018.
Syamsuddin. Pengantar Sosiologi Dakwah, Jakarta: Kencana, 2016.
Tim Penulis. Petunjuk Teknis Penukisan Skripsi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) jakarta, Jakarta: IIQ Press, 2021.
Uchjana, Effendy Onong. Dinamika Komunikasi, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004.
W.Little Jhon Stephen dan A. Foss Karen. Teori Komunikasi Theoris Of Human Communication, Jakara: Salemba Humanika, 2011, cet ke-9.
Wenger, Etienne. Knowledge Management as a Doughnut Shaping Your Strategy Through Communities, Harvard: Business School Press, 2004.
Widya G. Punk Ideologi Yang Disalah Pahami, Jogjakarta: Ar-Ruzz Media Group, 2020.
Sumber Skripsi:
Abdul Matsani, Mukti. “Strategi Dakwah Ustaz Mahfudz Dalam Membentuk Akhlak Remaja di Dukuh Sempu Desa Sempu Kecamatan Andong Kabupaten Boyolali”, Skripsi Sarjana, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negri Surakarta,2020, t.d.
126
Ahmad Sodiqin, Sifa. “Strategi Dakwah Ustaz Misbakhun Thoif di Tempat Hiburan Malam studi Pada Tempat Hiburan Malam Sarirejo Kota Salatiga Tahun 2019”, Skripsi Sarjana, Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Negeri Salatiga, 2019, t.d.
Alawuyah, Shufi. “Tasawuf Dalam Kehidupan Moderen Indonesia: Studi Kasus Pengajian Anak Punk Dalam Komunitas Tasawuf Underground Di Tebet Jakarta Selatan”, Skripsi Sarjana, Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2020, t.d.
Rusydah, Hanifah. “Strategi Dakwah Melalui Dongeng di Kampung Dongeng Tangerang Selatan”, Skripsi Sarjana, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, 2020, t.d.
Hanifatur Rizqiyah, Elok. “Strategi Dakwah Pondok Pesantren Putra Al-Fatah Dalam Mewujudkan Kampung Madinah di Desa Temboro”, Skripsi Sarjana, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta, 2020), t.d.
Dani, “Dakwah Ustaz Halim Ambiya Terhadap Komunitas Anak Punk Kolong Jembatan Tebet Jakarta Selatan di Komunitas Tasawuf Underground”, (Skripsi Sarjana, Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitan Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2019), t.d.
Sumber dari internet:
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa KEMENDIKBUD, KBBI Daring, 2021, (https://kbbi.kemdikbud.go.id).https://kbbi.web.id/bina , diakses pada 13 juli 2020.
Cafe Rumi Jakarta, “Tasawuf Underground-Halim Ambiya”, Publikasi, 02 Juli 2021, https://youtu.be/gtazAIYrSzo , diakses pada 28 Juli 2021.
Cahaya Untuk Indonesia, “Habib Husein Ja’far Tanya Ustadz Halim Ambiya Bagaimana CARA BERHENTI MENJADI MUSLIM TOXIC”, Publikasi, 04 april 2021, https://youtu.be/dT4JQLrfBoc , diakses pada 27 juli 2021.
Facebook Tasawuf Undeground,
https://www.facebook.com/tasawufunderground/about/?ref=page_int ernal , diakses pada 24 juli 2021.
Froyonion, “Tasawuf Underground: Bukan Komunitas Punk’, Publikasi, 2021, https://youtu.be/otDxUGP9nUY , diakses 16 july 2021.
127
Kemdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia, https://kbbi.web.id/strategi 14 Juni 2021.
Mahdi NK. “Komunitas Punk; Sebab,Akibat dan Metode Pembinaan Dalam Perspektif Islam”, Jurnal At-Taujih 1, no.1, (2018), h. 86.
https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih/article/view/7193 , diakses pada 16 juli 2021.
Manan Syaepul. ”Pembinaan Akhlak Mulia Melalui Keteladanan dan Pembiasaan”, Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim vol.15, no.1, 2017,http://jurnal.upi.edu/file/05_PEMBINAAN_AKHLAK_MULI A_-_Manan2.pdf , diakses pada 16 Juli 2021.
Netmediatama, ‘Tasawuf Underground, berdakwah Langsung di Jalan Untuk Anak Punk’, publikasi, 11 Mei 2020, https://youtu.be/RF9tQ4zoLEc , diakses tanggal 16 july 2021.
Nizar, Muklis. “Strategi Dakwah Al-Bayanuni (Analisis strategi Dakwah Muhammad Abul Fatah Al-Bayanuni Dalam Kitab Al Madkhal Ila Ilmi Dakwah), Islamic Comunication Journal , vol. 3, no.1, (2018):
h.85-86.
https://journal.walisongo.ac.id/index.php/icj/article/view/2679, diakses tanggal 16 july 2021.
Nurmansyah, Rizki. “Mengenal Tasawuf Underground, Pesantrennya Anak Punk Jalanan di Tangsel,” Suara.com, https://bit.ly/3pJJcyA , diakses tanggal 16 juli 2021.
Rahman Tohir Jaisy. “Tasawuf Underground, Pesantren Anak Punk Menuju
Kemapanan”, Tribun Jakarta.com,
https://jakarta.tribunnews.com/2021/04/25/tasawuf-underground- pesantren-anak-punk-menuju-kemapanan. Diakses tanggal 16 juli 2021.
Sholihah Halida Zia. “Peran Komunitas Japan Club East Borneo (JCEB) Dalam Mensosialisasikan Budaya Jepang Di Samarinda”, Ilmu Komunikasi, vol. 5, no. 3, Agustus 2017, https://ejournal.ilkom.fisip- unmul.ac.id/site/?p=3059 , diakses tanggal 09 April 2021.
Tim Universitas Rahaja, Perbedaan Data Premier Dan Data Sekunder, https://raharja.ac.id/2020/11/09/perbedaan-data-primer-dan-data- sekunder/ , diakses tanggal 19 Juni 2021.
Tim Wikipedia. https://bit.ly/3xW9d16 , diakses tanggal 20 juli 2021.
Sumber Wawancara:
128
Bintang, Santri Tasawuf Underground, Wawancara, Via WhatsApp, 29 juni 2021.
Halim Ambiya, Pengasuh & Pendiri Komunitas Tasawuf Underground, Wawancara, Via Zoom, 11 Juli 2021.
Ridwan, Pembimbing Pesantren Tasawuf Underground, Wawancara, Via WhatsApp, 29 juli 2021.