BAB III PEMBAHASAN
A. Analisis Strategi Pengembangan Wisata Dalam Upaya
35 BAB III
36
pengembangan produk, penetrasi pasar, rasionalisasi karyawan, divestasi likuidasi, dan joint venture. Di samping itu strategi akan berpengaruh langsung terhadap jalannya perusahaan baik pemerintah ataupun swasta daam jangka panjang dan juga memiliki konsekuensi yang banyak fungsi atau banyak visional dengan pertimbangan terhadap faktor-faktor dalam maupun luar.44
Stephanie K. Marrus mengatakan bahwa strategi adalah proses perumusan rencana para petinggi dalam organisasi yang fokusnya pada tujuan jangka panjang, disertai penyusunan sebuah cara atau upaya bagaimana tujuan tersebut dapat dicapai.45 Dalam strategi pengembangan pariwisata ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar kegiatan pariwisata berjalan dengan baik, paling tidak terdapat hal berikut sebagai aspek- aspek pendukung berjalannya kegiatan pariwisata, (a) atraksi daya tarik wisata, (b)pengembangan amenitas dan akomodasi wisata, (c)pengembangan aksesibilitas, (d)pengembangan image (citra warisan)46
1. Pengembangan Atraksi
Atraksi merupakan sebuah pertunjukan yang akan menjadi daya tarik bagi wisatawan sehingga akan datang ke objek wisata yang dikelola. Berikut ini daya tarik wisata yang ditawarkan pada wisata alam Joben Eco Park.
Joben Eco Park merupakan suatu objek wisata yang terletak di Desa pesanggrahan yang dimana wisatawan ini mempunyai banyak sekali keunggulan seperti keindahan alam yang alami, seperti pepohonan yang rindang disertai dengan air terjun yang dapat memanjakan mata dan juga dapat menenangkan hati dan fikiran jika berkunjung di destinasi wisata tersebut. Joben Eco Park ini dikelilingi oleh banyak sekali pepohonan yang masih sangat alami dan rimbun karena lokasinya berada di kawasan konservasi TNGR, maka dari itu wisata ini masih sangat asri dan alami dikarenakan tingginya kesadaran masyarakat setempat untuk
44 Khoirul Fajri dan Nova Riyanto ‘’Kota Bandung Dalam Meningkatkan Tingkat Kunjungan Wisatawan Asal Malaysia’’, Jurnal Tourism Scientific, Vol. 1 Nomor 2 Juni 2016, hlm. 171-173.
45 Fred David, Manajemen Strategi, Konsep dan Teori (Jakarta: PT Indeks Kelompok, Gramedia, 2006), hlm. 23.
46 Sunaryo, Kebijakan Pengembangan Destinasi Pariwisata, (Yogyakarta: Gava Media, 2013), hlm. 172
37
menjaga dan memelihara kawasan hutan sehingga keasrian alam masih tetap terjaga.
Joben Eco Park ini dibentuk oleh (KMPH) Kelompok Masyarakat Peduli Hutan yang dimana KMPH mendapatkan izin dari pihak TNGR (Taman Nasional Gunung Rinjani) untuk mengelola destinasi wisata Joben Eco Park, dikarenakan wilayah destinasi tersebut masih berada di kawasan konservasi TNGR.47
JEP ini banyak sekali pengunjungnya terutama di hari-hari libur, terutama Anak-anak muda, tetapi masih banyak sekali yang masih dibenahi terutama, perbaikan akses jalan yang masih kurang bagus dan factor-faktor pendukung seperti, perbaikan spot foto, kebersihan toilet, dan yang paling utama kebersihan Daerah Tempat Wisata. Jarak DTW dari pemukiman warga kurang lebih sekitar satu kilometer, pengunjung meskipun jalannya agak licin dan berbatu, para wisatawan tetap mengunjungi JEP ini, dilokasi tempat wisatawan sudah ada banyak fasilitas-fasilitas yang di berikan oleh pengelola seperti mushalla, toilet, tempat parkir,dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya 48
Pengembangan atraksi wisata yang dilakukan oleh pengelola Joben Eco Park sudah cukup baik. Wisata yang ditawarkan berupa keindahan alam yang masih asri dipadukan dengan wisata buatan untuk menambah daya tarik yang ada, meskipun dalam praktiknya masih jauh dari kata sempurna.
2. Pengembangan Amenitas
Fasilitas wisata memberikan peranan penting dalam pengelolaan pariwisata, dalam aspek amenitas setidaknya fasilitas yang harus ada berupa; pusat informasi, akomodasi, pusat Kesehatan, kesediaan air bersih, rumah makan, toko cindramata, listrik, biro perjalanan wisata dan lain sebagainya. Berikut ini beberapa fasilitas yang dimiliki area wisata Joben Eco Park.
a. Kolam
47 Nasri, Wawancara. Pesanggrahan,23 juli 2022.
48 Yunia, Wawancara, pesanggrahan,23 juli 2022.
38
Ada beberapa kolam yang terdapat di wisata ini yang bisa pengunjung nikati dengan berbagai keindahan pesona air yang begitu alami sehingga pengunjung dapat memanjakan mata.
b. Camping Ground
Camping Ground menjadi Salah satu fasilitas yang sangat diminati para wisatawan karena wisatawan dapat melakukan eksplorasi di kawasan wisata tersebut, selain itu wisatawan dapat menikmati dan merasakan keindahan alam yang masih alami dengan cara bermukim di tempat wisata tersebut.
c. Wahana Outbond
Wisatawan juga dapat bermain wahana Outbound di DTW sehingga pengunjung dapat melakukan berbagai aktifitas. Wahana outbound yang dapat dinikmati pengungjung wisata.
d. Edukasi Penanaman Pohon
Pengunjung juga bisa belajar dan juga ikut serta dalam kegiatan menanam pohon di kawasan wisata tersebut, tujuannya agar kawasan wisata alam tersebut tetap lestari.
3. Pengembangan Aksesibilitas
Aksesibilitas bukan hanya menyangkut tentang transportasi bagi wisatawan untuk mencapai lokasi wisata, namun juga terkait dengan waktu tempuh, serta petunjuk arah ke lokasi wisata.
Desa Wisata Pesanggrahan berjarak sekirat 45 menit dari Bandar Udara International Lombok Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM). Jarak dengan wisata kelas dunia, Desa Wisata Tete Batu hanya 10 menit sehingga hal ini menjadikan Desa Wisata Pesanggrahan sangat berpotensi terintegrasi dengan pola perjalanan dan paket desa wisata yang saling memperkuat. Desa wisata Pesanggrahan semakin strategis karena berdekatan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang
39
merupakan destinasi wisata Super Prioritas dan Sirkuit MotoGP. Jaraknya hanya sekitar 60 menit.
4. Pengembangan Ancilliary (Pelayanan Tambahan)
Pelayanan tambahan harus disedikan oleh Pemda dari suatu daerah tujuan wisata baik untuk wisatawan maupun untuk pelaku pariwisata. Pelayanan yang disediakan termasuk pemasaran, pembangunan fisik (jalan raya, rel kereta, air minum, listrik, telepon, dan lain-lain) serta mengkoordinir segala macam aktivitas dan dengan segala peraturan perundang-undangan baik di jalan rayamaupun di objek wisata. Ancilliary juga merupakan hal–hal yang mendukung sebuah kepariwisataan, seperti lembaga pengelolaan, Tourist Information, Travel Agent dan stakeholder yang berperan dalam kepariwisataan.49
Pelayanan tambahan yang disediakan oleh instasi terkait berupa bantuan dana dari pihak TNGR. Bantuan yang di dapatkan oleh pengelola Joben Eco Park berupa Dana dan peralatan Camping, yang di pakai oleh pengelola untuk membangun berbagai atraksi-atraksi wisata sehingga Joben Eko Park dapat berkembang seperti sekarang, dana-dana tersebut diharapkan oleh TNGR dapat membantu para pengelola agar bisa mengembangkan wisata Joben Eco Park lebih berkembang lagi, selain itu peralatan Camping yang di berikan oleh TNGR bisa di sewakan oleh pengelola agar dapat digunakan lagi untuk mengembangkan semua fasilitas-fasilitas yang ada di Joben Eco Park.