BAB 5 BAB 5 MASA DEPAN PARTAI POLITIK DAN PEMILIHAN
1. Asas dan 0rientasi
1.
The electoral dimension2.
The interests of the party constituency3.
Party organizationc.
Partai Politik KepentinganPartai
politik
kepentingan adalah partaipolitik
yang dibentuk atas dasar kepentingan tertentu. Kepentingan tersebut dapat berupa atas dasar persamaan agama etnis, pekerjaan (petani, buruh, dan lain-lain), dan kelompok aktivis lingkungan hidup, dan lain-lain. Contoh partai politik kepentingan ini adalah Partai Hijau diJerman, Partai Buruh di Australia, dan Partai Petani di Swiss.2.
Berdasarkan Komposisi dan Fungsi AnggotanyaBerdasarkan komposisi dan fungsi anggotanya
ini,
partaipolitik
dibedakan menjadi partai massy'lindungan dan partai kader serta partai
catch-all.
a.
PartaiMassa/LindunganPartai massa atau partai lindungan (patronage) adalah partai yang mengutamakan dan mengandalkan jumlah anggotanya. Partai jenis
ini
memobilisasi massa dengan sebanyak-banyaknya dan mengembangkan diri sebagai pelindung bagi berbagai kelompok dalam masyarakat agar elektabilitas partai pada pemilihan umum dapat meningkat. Biasanya basis partai
ini
didasarkan pada kelas sosial tertentu, seperti'brang kecil". Selain itu bisa juga berbasiskan agama. Para simpatisan partaiini
cenderung bergabung karena adanya kesamaan identitas sosial ketimbang ideologi atau kebijakan. Partaiini
lebih bersifat egaliter dan merakyat sehingga mudah diterima oleh masyarakat menegah ke bawah. Walaupun demikian, hal tersebut tidak bisa menjamin bahwa partai massa lebih baik daripada partai kader dalam urusan kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat.Banyaknya basis massa partai jenis ini disebabkan oleh karena partai ini merupakan gabungan berbagai aliran politikyang sepakat berada dalam lindungan sebuah partai guna memperjuangkan dan melaksanakan program-program yang pada umumnya bersifat sangat umum.57 Maka atas dasar itulah partai
ini
juga disebut sebagai partai lindungan.Walaupun memiliki basis pendukung yang banyak, namun terdapat beberapa kelemahan dari partai ini, antara lain:
sTRamlan Surbakti, Op. Cit., hlm. 157.
28
| Partai P0litik dan Sistem Pemilihan Umum di Indonesia.l
1)
Longgarnya keterikatan antaranggotanya karena banyaknya aliranpolitik
yang ada menyebabkan ikatan ideologis dalam partai menjadi lemah.2) Alotnya
proses pembagiankursi
(jabatan) dan perumusan kebijakan karena karakter dan kepentingan setiap kelompok akan sangat menonjol. Ketidakmampuan partai dalam membuat keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak merupakan ancaman bagi keutuhan partai.58Biasanya, partai jenis
ini
terdapat pada negara berkembang yang memiliki masalah dalam hal integrasi nasional. Contohnya adalah Partai Barisan Nasional Malaysia, yang merupakan gabungan antara kelompok Melayu, Cina, dan India.Di
Indonesia, beberapa partai seperti PDI Perjuangan, PKB, PAN, dan PKS dapat kita kelompokkanke dalam partai massa. PDI Perjuangan kerap mengidentifikasikan diri
sebagai partai berbasis kelas sosial tertentu semisal "wong cilik" .
b.
Partai KaderPartai kader adalah partai yang tidak menekankan kepada banyaknya jumlah anggotanya melainkan terfokus kepada pembentukan loyalitas dan disiplin anggotanya sehingga tercipta sebuah partai yang solid.
Partai
ini
mengasumsikan bahwa dengan jumlah yang sedikit maka tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya dapat dicapai.Proses pembentukan loyalitas dan
disiplin
yangtinggi
tersebut tercermin dari proses seleksi anggota yang sangat ketat dan berjenjang.Selain itu, penegakan disiplin kepada anggota-anggotanya konsisten dan tanpa pandang bulu. Biasanya partai kader ini juga disebut sebagai partai asas atau ideologi.
Karakteristik partai ini menurut Wolinetz adalah:5e
1)
Professional leadership groups with high degree of accomodation the lower stata in the party;2)
Alowermember;58hid.
seSteven B. Wolinetz, Beyond the Catch-All Party: Approaches to the Study of Parties andParty OrganizationinContemporary Democracy, dalam Muchamad Ali Safaat, Op. Cit.,
hlm.56.
1 - Partai Politik
|
29A strong and broad-ranging orientation toward voters;
Maintanance the structure to guardntee a certain degree of internal
democracy;
5)
Therelience for financialresources on combination ofbothpublic subsidies and the fees and donations of member.Kelemahan dari sistem
ini
adalah kurangnya dukungan dari suara ralcyat kelas bawah. Sedangkan keuntungannya yaitu lebih efisiennya kerja partai, dinamis, dan biasanya dalam pengangkatan jabatan politik sering diperhitungkan oleh partar yang berkuasa pemenang pemilu untuk merekrut tokoh-tokoh yang profesional dalam bidangnya dari anggota-anggota partai kader.c.
Partai Catch-AllSepintas partai jenis ini serupa dengan partai massa. Namun, berbeda dengan partai massa yang mendasarkan diri pada kelas sosial tertentu, Partai Catch-All menyatakan bahwa partainya mewakili kepentingan
bangsa secara keseluruhan. Orientasi dari partai ini adalah semata-mata untuk memenangkan pemilu. Oleh karena itu, isu yang disampaikan ketika kampanye kerap kali berubah-ubah bergantung kepada isu yang sedang populer di kalangan pemilih. PartaiCatch-AII jugasering disebut sebagai Partai Elector al-Professional atau Partai Rational-Efficient.
Pada umumnya partai
di
Indonesia lebih sering menonjolkan sebagai Partai Catch-Allkarena kenyataannyadi
Indonesia tidak partai yang benar-benar menampilkanciri
dari partai massa atau partai kader akan tetapi perpaduan dari kedua jenis partai tersebut.Hal ini terjadi karena di satu sisi partai mempunyai ideologi tertentu yang dijadikan acuan dalam mencapai tujuan dan orientasi untuk merekrut kader-kader berkualitas yang dapat dijadikan ikon bagi partai tersebut. Namun, di sisi lain kebijakan partai juga memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung menjadi anggota partai tanpa memandang latar belakang pekerjaaan, pendidikan, agama, bahkan ideologis sekalipun.
Hal ini tidak dapat dipungkiri karena memang sistem pemilihan kita mensyaratkan jumlah suara yang banyak agar kader yang mereka usung dapat menduduki kursi kekuasaan, baik pada posisi legislatif maupun
30
| Partai Politik dan Sistem Pemilihan Umum di Indonesia3) 4)
ciri ada
eksekutif. Tidak hanya kader yang berkualitas yang dibutuhkan oleh partai, tapi jumlah massa pendukung juga sangat dibutuhkan, mengingat setiap anggota
memiliki
potensiuntuk
mendatangkan suara dari kalangan masyarakat kelas bawah. Makanya sering kita lihat partai politik yan g gemar merekrut par a publicfi
gure seperti s elebriti s,tokoh agama, tokoh adat, dan lain sebagainya. Walaupun mereka tidak memiliki wawasan
politik
dan kenegarawanan yang tinggi, tetapi mereka memiliki basis massa masing-masing yang secara signifikan dapat menaikkan elektabilitas partai.Di
Indonesia contoh dari partai jenisini
adalah Partai Demokrat.Partai
ini
dinilai tidak mempunyai basis pemilih yang jelas. Seperti halnya partai massa, ketidakjelasan basis pemilihnya membuat Partai Demokrat harus sensitif terhadap isu-isu strategis di kalangan pemilih.3.
Berdasarkan Kemungkinan Memenangkan PemiluBerdasarkan klasifikasi ini, partai politik dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:
a.
Partai MayoritasPartai mayoritas adalah partai yang secara rasional memiliki prospek untuk memenangkan pemilihan umum. Biasanya partai ini memiliki karakter yang menggabungkan arfiarasisi realitas dan idealistik, antara program dan dukungan massa.6o
b.
Partai MinoritasPartai minoritas partai