• Tidak ada hasil yang ditemukan

Asas dan 0rientasi

Dalam dokumen partai politik - nan sistem phmilihan umum (Halaman 47-51)

BAB 5 BAB 5 MASA DEPAN PARTAI POLITIK DAN PEMILIHAN

1. Asas dan 0rientasi

1.

The electoral dimension

2.

The interests of the party constituency

3.

Party organization

c.

Partai Politik Kepentingan

Partai

politik

kepentingan adalah partai

politik

yang dibentuk atas dasar kepentingan tertentu. Kepentingan tersebut dapat berupa atas dasar persamaan agama etnis, pekerjaan (petani, buruh, dan lain-lain), dan kelompok aktivis lingkungan hidup, dan lain-lain. Contoh partai politik kepentingan ini adalah Partai Hijau diJerman, Partai Buruh di Australia, dan Partai Petani di Swiss.

2.

Berdasarkan Komposisi dan Fungsi Anggotanya

Berdasarkan komposisi dan fungsi anggotanya

ini,

partai

politik

dibedakan menjadi partai massy'lindungan dan partai kader serta partai

catch-all.

a.

PartaiMassa/Lindungan

Partai massa atau partai lindungan (patronage) adalah partai yang mengutamakan dan mengandalkan jumlah anggotanya. Partai jenis

ini

memobilisasi massa dengan sebanyak-banyaknya dan mengembangkan diri sebagai pelindung bagi berbagai kelompok dalam masyarakat agar elektabilitas partai pada pemilihan umum dapat meningkat. Biasanya basis partai

ini

didasarkan pada kelas sosial tertentu, seperti'brang kecil". Selain itu bisa juga berbasiskan agama. Para simpatisan partai

ini

cenderung bergabung karena adanya kesamaan identitas sosial ketimbang ideologi atau kebijakan. Partai

ini

lebih bersifat egaliter dan merakyat sehingga mudah diterima oleh masyarakat menegah ke bawah. Walaupun demikian, hal tersebut tidak bisa menjamin bahwa partai massa lebih baik daripada partai kader dalam urusan kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat.

Banyaknya basis massa partai jenis ini disebabkan oleh karena partai ini merupakan gabungan berbagai aliran politikyang sepakat berada dalam lindungan sebuah partai guna memperjuangkan dan melaksanakan program-program yang pada umumnya bersifat sangat umum.57 Maka atas dasar itulah partai

ini

juga disebut sebagai partai lindungan.

Walaupun memiliki basis pendukung yang banyak, namun terdapat beberapa kelemahan dari partai ini, antara lain:

sTRamlan Surbakti, Op. Cit., hlm. 157.

28

| Partai P0litik dan Sistem Pemilihan Umum di Indonesia

.l

1)

Longgarnya keterikatan antaranggotanya karena banyaknya aliran

politik

yang ada menyebabkan ikatan ideologis dalam partai menjadi lemah.

2) Alotnya

proses pembagian

kursi

(jabatan) dan perumusan kebijakan karena karakter dan kepentingan setiap kelompok akan sangat menonjol. Ketidakmampuan partai dalam membuat keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak merupakan ancaman bagi keutuhan partai.58

Biasanya, partai jenis

ini

terdapat pada negara berkembang yang memiliki masalah dalam hal integrasi nasional. Contohnya adalah Partai Barisan Nasional Malaysia, yang merupakan gabungan antara kelompok Melayu, Cina, dan India.

Di

Indonesia, beberapa partai seperti PDI Perjuangan, PKB, PAN, dan PKS dapat kita kelompokkan

ke dalam partai massa. PDI Perjuangan kerap mengidentifikasikan diri

sebagai partai berbasis kelas sosial tertentu semisal "wong cilik" .

b.

Partai Kader

Partai kader adalah partai yang tidak menekankan kepada banyaknya jumlah anggotanya melainkan terfokus kepada pembentukan loyalitas dan disiplin anggotanya sehingga tercipta sebuah partai yang solid.

Partai

ini

mengasumsikan bahwa dengan jumlah yang sedikit maka tujuan yang telah dirumuskan sebelumnya dapat dicapai.

Proses pembentukan loyalitas dan

disiplin

yang

tinggi

tersebut tercermin dari proses seleksi anggota yang sangat ketat dan berjenjang.

Selain itu, penegakan disiplin kepada anggota-anggotanya konsisten dan tanpa pandang bulu. Biasanya partai kader ini juga disebut sebagai partai asas atau ideologi.

Karakteristik partai ini menurut Wolinetz adalah:5e

1)

Professional leadership groups with high degree of accomodation the lower stata in the party;

2)

Alowermember;

58hid.

seSteven B. Wolinetz, Beyond the Catch-All Party: Approaches to the Study of Parties andParty OrganizationinContemporary Democracy, dalam Muchamad Ali Safaat, Op. Cit.,

hlm.56.

1 - Partai Politik

|

29

A strong and broad-ranging orientation toward voters;

Maintanance the structure to guardntee a certain degree of internal

democracy;

5)

Therelience for financialresources on combination ofbothpublic subsidies and the fees and donations of member.

Kelemahan dari sistem

ini

adalah kurangnya dukungan dari suara ralcyat kelas bawah. Sedangkan keuntungannya yaitu lebih efisiennya kerja partai, dinamis, dan biasanya dalam pengangkatan jabatan politik sering diperhitungkan oleh partar yang berkuasa pemenang pemilu untuk merekrut tokoh-tokoh yang profesional dalam bidangnya dari anggota-anggota partai kader.

c.

Partai Catch-All

Sepintas partai jenis ini serupa dengan partai massa. Namun, berbeda dengan partai massa yang mendasarkan diri pada kelas sosial tertentu, Partai Catch-All menyatakan bahwa partainya mewakili kepentingan

bangsa secara keseluruhan. Orientasi dari partai ini adalah semata-mata untuk memenangkan pemilu. Oleh karena itu, isu yang disampaikan ketika kampanye kerap kali berubah-ubah bergantung kepada isu yang sedang populer di kalangan pemilih. PartaiCatch-AII jugasering disebut sebagai Partai Elector al-Professional atau Partai Rational-Efficient.

Pada umumnya partai

di

Indonesia lebih sering menonjolkan sebagai Partai Catch-Allkarena kenyataannya

di

Indonesia tidak partai yang benar-benar menampilkan

ciri

dari partai massa atau partai kader akan tetapi perpaduan dari kedua jenis partai tersebut.

Hal ini terjadi karena di satu sisi partai mempunyai ideologi tertentu yang dijadikan acuan dalam mencapai tujuan dan orientasi untuk merekrut kader-kader berkualitas yang dapat dijadikan ikon bagi partai tersebut. Namun, di sisi lain kebijakan partai juga memberikan peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung menjadi anggota partai tanpa memandang latar belakang pekerjaaan, pendidikan, agama, bahkan ideologis sekalipun.

Hal ini tidak dapat dipungkiri karena memang sistem pemilihan kita mensyaratkan jumlah suara yang banyak agar kader yang mereka usung dapat menduduki kursi kekuasaan, baik pada posisi legislatif maupun

30

| Partai Politik dan Sistem Pemilihan Umum di Indonesia

3) 4)

ciri ada

eksekutif. Tidak hanya kader yang berkualitas yang dibutuhkan oleh partai, tapi jumlah massa pendukung juga sangat dibutuhkan, mengingat setiap anggota

memiliki

potensi

untuk

mendatangkan suara dari kalangan masyarakat kelas bawah. Makanya sering kita lihat partai politik yan g gemar merekrut par a public

fi

gure seperti s elebriti s,

tokoh agama, tokoh adat, dan lain sebagainya. Walaupun mereka tidak memiliki wawasan

politik

dan kenegarawanan yang tinggi, tetapi mereka memiliki basis massa masing-masing yang secara signifikan dapat menaikkan elektabilitas partai.

Di

Indonesia contoh dari partai jenis

ini

adalah Partai Demokrat.

Partai

ini

dinilai tidak mempunyai basis pemilih yang jelas. Seperti halnya partai massa, ketidakjelasan basis pemilihnya membuat Partai Demokrat harus sensitif terhadap isu-isu strategis di kalangan pemilih.

3.

Berdasarkan Kemungkinan Memenangkan Pemilu

Berdasarkan klasifikasi ini, partai politik dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:

a.

Partai Mayoritas

Partai mayoritas adalah partai yang secara rasional memiliki prospek untuk memenangkan pemilihan umum. Biasanya partai ini memiliki karakter yang menggabungkan arfiarasisi realitas dan idealistik, antara program dan dukungan massa.6o

b.

Partai Minoritas

Partai minoritas partai

politik

yang tidak

memiliki

potensi untuk memperoleh suara yang signifikan.

Dalam dokumen partai politik - nan sistem phmilihan umum (Halaman 47-51)