• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASET KERJASAMA OPERASI JOINT OPERATION ASSETS Aset kerjasama operasi merupakan aset yang

Dalam dokumen Pelindo (Halaman 174-177)

Penjualan dan Penghapusan Aset Tetap (lanjutan)

Sale and Write-off of Fixed Assets (continued)

Aset dalam Penyelesaian (lanjutan) Construction in Progress (continued) Persentase penyelesaian dan taksiran jangka waktu

penyelesaian atas aset dalam penyelesaian yang signifikan pada tanggal 1 Januari 2020/

31 Desember 2019 adalah sebagai berikut:

The percentages of completion and estimated completion periods of significant construction in progress as of January 1, 2020/

December 31, 2019 are as follows:

Jenis aset

Persentase penyelesaian/

Percentage of Completion

Target penyelesaian/

Target of completion Type of assets Pekerjaan peninggian, perkuatan, dan

pendalaman dermaga 2,00% - 99,00% 2021

Elevation, reinforcement and dredging of dock project

Pekerjaan pembangunan kapal 31,00% - 99,00% 2020 Construction of ship

Pekerjaan perkuatan lapangan

penumpukan 23,53% - 95,00% 2020 Construction of yard

Bangunan dan alat fasilitas pelabuhan 0,05%-99,00% 2020-2022

Building and port equipment facilities Instalasi fasilitas pelabuhan 4,00% - 99,00% 2020-2021 Port facility installation

Pematangan tanah 99,00% 2021 Soil ripening

Biaya perolehan aset dalam penyelesaian tersebut di atas termasuk beban pinjaman yang dikapitalisasi sebesar Rp89.535.918, Rp192.396.381 dan Rp247.738.510 masing-masing untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021, 2020 dan 1 Januari 2020/31 Desember 2019.

Cost of construction in progress includes capitalized borrowing cost amounting to

Rp89,535,918, Rp192,396,381 and

Rp247,738,510 for the years ended December 31, 2021, 2020 and January 1, 2020/December 31, 2019, respectively.

15. ASET KERJASAMA OPERASI 15. JOINT OPERATION ASSETS

Aset kerjasama operasi merupakan aset yang diserahkan untuk dikelola oleh TPK Koja dan MKO MTKI masing-masing berdasarkan perjanjian kontraktual dengan PT Hutchison Ports Indonesia (Catatan 50e) dan PT Maspion Industrial Estate, dengan rincian sebagai berikut: (lanjutan)

Jointly controlled assets represent assets that are transferred to be managed by TPK Koja dan MKO MTKI based on contractual agreement with PT Hutchison Ports Indonesia (Note 50e) and PT Maspion Industrial Estate, respectively, with details as follow: (continued)

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021/

Year ended December 31, 2021

Saldo awal/ Saldo akhir/

Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending balance Additions Deductions Reclassifications balance

Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation

Bangunan fasilitas pelabuhan (381.740.341) (20.516.613) - - (402.256.954) Port facilities

Alat fasilitas pelabuhan (53.685.589) (6.034.232) - - (59.719.821) Port equipment

Instalasi fasilitas pelabuhan (4.429.943) (380.103) - - (4.810.046) Port installation

Jalan dan bangunan (415.644) (14.333) - - (429.977) Roads and buildings

Peralatan (1.470.518) (34.589) - - (1.505.107) Equipment

Emplasemen (887.980) (177.596) - - (1.065.576) Emplacement

Total (442.630.015) (27.157.466) - - (469.787.481) Total

Dikurangi: Less:

Penyisihan penurunan nilai - (60.467) - - (60.467) Allowance for impairment

Nilai buku neto 434.117.133 408.013.146 Net book value

Tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020/

Year ended December 31, 2020 Disajikan kembali - Catatan 4/As restated - Note 4

Saldo awal/ Saldo akhir/

Beginning Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Ending balance Additions Deductions Reclassifications balance

Harga perolehan Acquisition cost

Bangunan fasilitas pelabuhan 772.669.489 - - - 772.669.489 Port facilities

Alat fasilitas pelabuhan 86.424.760 - - - 86.424.760 Port equipment

Instalasi fasilitas pelabuhan 10.504.447 - - - 10.504.447 Port installation

Jalan dan bangunan 602.861 479.250 - - 1.082.111 Roads and buildings

Peralatan 609.224 926.597 - - 1.535.821 Equipment

Emplasemen 4.530.520 - - - 4.530.520 Emplacement

Total 875.341.301 1.405.847 - - 876.747.148 Total

Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation

Bangunan fasilitas pelabuhan (361.223.727) (20.516.614) - - (381.740.341) Port facilities

Alat fasilitas pelabuhan (47.699.898) (5.985.691) - - (53.685.589) Port equipment

Instalasi fasilitas pelabuhan (3.782.575) (647.368) - - (4.429.943) Port installation

Jalan dan bangunan (227.576) (188.068) - - (415.644) Roads and buildings

Peralatan (597.040) (873.478) - - (1.470.518) Equipment

Emplasemen (710.384) (177.596) - - (887.980) Emplacement

Total (414.241.200) (28.388.815) - - (442.630.015) Total

Nilai buku neto 461.100.101 434.117.133 Net book value

Disajikan kembali - Catatan 4/

As restated - Note 4 1 Januari 2020/

31 Desember 2019 31 Desember 2021/ 31 Desember 2020/ January 1, 2020/

December 31, 2021 December 31, 2020 December 31, 2019

Aset hak konsesi 39.317.534.983 36.971.125.428 32.106.704.089 Concession rights assets

Piranti lunak 1.332.014.102 1.251.393.901 772.420.659 Software application

Sertifikasi 143.041.164 142.810.494 143.624.929 Certification

Lisensi 93.309.813 93.044.688 93.044.688 License

Aset dalam penyelesaian 72.392.067 105.543.969 557.726.479 Construction in progress

Aset takberwujud lainnya 300.537.663 205.129.207 450.018.122 Other intangible assets

Subtotal 41.258.829.792 38.769.047.687 34.123.538.966 Sub-total

Akumulasi amortisasi dan Accumulated amortization

penyisihan penurunan nilai (2.498.374.944) (2.067.418.458) (1.594.931.392) allowance for impairment

Neto 38.760.454.848 36.701.629.229 32.528.607.574 Net

Pada tanggal 31 Desember 2021, 2020 dan 1 Januari 2020/31 Desember 2019, aset takberwujud tidak dijaminkan.

As of December 31, 2021, 2020 and January 1, 2020/December 31, 2019, intangible assets are not pledged as collateral.

Aset hak konsesi Concession rights assets

Aset hak konsesi merupakan aset yang dibangun berdasarkan hak yang diberikan oleh Otoritas Pelabuhan kepada Perusahaan untuk membangun dan mengoperasikan terminal pelabuhan dan jalan tol Cibitung - Cilincing berdasarkan Perjanjian Konsesi (Catatan 49).

Concession rights assets represent assets which were constructed based on the right granted by Port Authority to the Company to develop and operate port terminal and the Cibitung - Cilincing toll road based on Concession Agreement (Note 49).

Pada tanggal 31 Desember 2021, 2020 dan 1 Januari 2020/31 Desember 2019, persentase rata- rata penyelesaian pembangunan terminal pelabuhan dan konstruksi jalan tol masih dalam konstruksi adalah sebagai berikut:

As of December 31, 2021, 2020 and January 1, 2020/December 31, 2019, the average percentage completion of port and toll road construction are as follows:

Terminal Pelabuhan dan Jalan Tol/

Port Terminal and Toll Road

31 Desember 2021/

December 31, 2021

31 Desember 2020/

December 31, 2020

31 Desember 2019/

December 31, 2019

Kalibaru 97,78% 94,01% 70,84%

Kijing 92,60% 80,01% 46,32%

Teluk Lamong 94,00% 90,50% 75,00%

Manyar Gresik 95,00% 76,00% 52,50%

Kuala Tanjung 100,00% 39,00% 37,00%

Makassar New Port 79,71% 63,57% 6,82%

Cibitung-Cilincing Toll Road 92,15% 88,35% 82,32%

Biaya pinjaman yang dikapitalisasi dalam aset hak konsesi pembangunan terminal pelabuhan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dan 2020 adalah sebagai berikut:

Borrowing costs capitalized for the concession assets of port terminal for the year ended December 31, 2021 and 2020 are as follows:

Terminal Pelabuhan dan Jalan Tol/

Port Terminal and Toll Road 2021 2020 2019

Kalibaru 198.224.721 135.348.204 124.983.524

Kijing 119.624.272 59.398.592 62.767.985

Makassar New Port 90.437.248 209.601.777 182.053.319

Teluk Lamong 26.115.965 31.736.396 41.123.556

Belawan Fase II - 245.835.807 79.019.722

Cibitung-Cilincing Toll Road 511.684.405 418.212.539 338.189.911

Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat penurunan nilai aset hak konsesi pada tanggal 31 Desember 2021, 2020 dan 1 Januari 2020/31 Desember 2019.

The Group’s management believes that there was no impairment in the value of concession rights assets as of December 31, 2021, 2020 and January 1, 2020/December 31, 2019.

Piranti lunak Software

Piranti lunak merupakan biaya yang telah dikeluarkan untuk pengembangan aplikasi Port Wide Solution untuk pelayanan car terminal, container terminal dan pergudangan besertaAnnual Technical Support (ATS) dan change request, aplikasi piranti lunak yang berlisensi yang digunakan untuk proses pertukaran data secara elektronik (electronic data interchange), aplikasi bidang operasional, ERP (sistem informasi keuangan, personalia, teknik), pengembanganPort Community System/Inaportnet, aplikasi dash board system untuk menyajikan informasi mengenai performansi operasional, integrasi antar sistem, integrasi autogatedan VGM untuk sistem operasi terminal.

Software application represents cost incurred for the development of Port Wide Solution application for car terminal services, container terminal services and warehouse and Annual Technical Support (ATS) and change request, licensed software application used for electronic data interchange, operational application, ERP (finance, human resources, technical information system), development of Port Community System/

Inaportnet, dash board system application to present information regarding operational performance, system integration, autogate integration and VGM for terminal operating system.

17. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA 17. RIGHT-OF-USE ASSETS AND LEASE

Dalam dokumen Pelindo (Halaman 174-177)