Pasal 77
Menteri Koordinator dan Menteri melaksanakan koordinasi dan
sinkronisasi kebijakan dalam penyelenggaraan
agenda pembangunan nasional dan penugasan Presiden.Pasal 78
(1) Dalam rangka menjamin terselenggaranya
agendapembangunan nasional yang berkelanjutan,
perlu dilakukan keterpaduan dalam perencanaan, penganggaran, dan tata kelola pemerintahan sebagai bagian dari dukungan manajemen strategis Presiden.(2)
Keterpaduan dalam perencanaan, penganggaran, dan tata kelola pemerintahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilaksanakan secara
bersama-samaoleh menteri
yangmenyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidangperencanaan pembangunan nasional, menteri
yangmenyelenggarakan urusan pemerintahan di
bidangkeuangan, dan menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara.(3)
Dalam melaksanakan keterpaduan sebagaimana dimaksudpada ayat (2), menteri yang
menyelenggarakan urusanpemerintahan di bidang perencanaan
pembangunan nasional berperanuntuk:
a. menjamin kesinambungan dan konsistensi
antararencana pembangunan jangka menengah
nasionaldengan prioritas nasional sesuai dengan
ketentuan peraturan p€mndang-undangan;b.
menjamin konsistensi pelaksanaan agenda dan program secara terintegrasi; danc. sinkronisasi proses
perencanaandan
penganggaranpembangunan nasional sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.l4l
Dalam melaksanakan keterpaduarr sebagaimana dimaksudpada ayat (2), menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan berperanuntuk:
a. memastikan . . .
SK
No2439574a.
memastikan
ketersediaandan
mengalokasikan secaratepat dan cermat anggaran pembangunan
nasionalsesuai dengan ketentuan peraturan
perundang- undangan;b.
menjamin fleksibilitas anggaran dalam
implementasiprogram pembangunan nasional sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; danc.
sinkronisasi proses perencanaan dan
penganggaranpembangunan nasional sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.(5)
Dalam melaksanakan keterpaduan sebagaimana dimaksudpada ayat (2), menteri yang
menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara berperanuntuk:
a.
memastikan tercapainya reformasi birokrasi berdampakdan
terselenggaranyatata kelola
pemerintahan yangefisien, efektif, adaptif, dan akuntabel pada
instansi pemerintah;b. memastikan terwujudnya
kelembagaanyang
lincah, kolaboratif, dan akuntabel bagi terwujudnya kolaborasi penyelenggaraan agenda pembangunannasional
dan percepatan transformasi digital; danc.
menjaga keandalankualitas dan
pemenuhan sumberdaya manusia aparatur sesuai kebutuhan
sertapenyebaran yang mendukung pencapaian
agenda pembangunan nasional.(6) Dukungan
manajemenstrategis
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat melibatkan Kementerian/lembaga lain sesuai kebutuhan.FRESIDEN
K
INDONESIA-36-
Pasal 79
Menteri Koordinator dan Menteri dalam memimpin pelaksanaan
tugas dan
fungsinya menerapkan sistemakuntabilitas
kinerjapemerintah,
manajemenrisiko pembangunan nasional,
dan transformasi digital nasional.Pasal
8O...
PRESIDEN
REPUBUK INDONESIA
-37-
Pasal 80
(1)
Da1ammendukung optimalisasi
pelaksanaantugas
danfungsi
secara terpaduantarunit
organisasidi
lingkungan Kementerian .Koordinator dan Kementerian
didasarkan pada prosesbisnis
yang menggambarkantata
hubungan kerja yang efektif dan efisien dengan menerapkan prinsipkoordinasi, integrasi, sinkronisasi, dan
kolaborasiantarunit organisasi di lingkungan
Kementerian Koordinator dan Kementerian.(21 Proses bisnis antarunit organisasi di
lingkungan KementerianKoordinator dan
Kementerian sebagaimanadimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh
Menteri Koordinator atau Menteri.(3) Ketentuan
mengenai prosesbisnis
penangananisu
danagenda pembangunan nasional antar
Kementerian/lembaga diatur dengan Peraturan Menteri
Koordinator sesuai bidangnya.Pasal
8l
Menteri Koordinator dan Menteri menyampaikan
laporan kepada Presiden mengenai hasil pelaksanaan tugas dan fungsidi bidangnya secara berkala dan sewaktu-waktu
sesuai kebutuhan.Pasal 82
(1)
Pelaksanaansinkronisasi dan koordinasi oleh
MenteriKoordinator dilakukan tnelalui
penerapan proses bisnis yang menggambarkan tata hubungan kerja yang efektif danefisien baik antar
Kementerian/lembaga
yangdikoordinasikannya maupun dengan
Kementerian/lembaga yang terkait.
(21
Penerapanproses bisnis
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)dilakukan
dalam kerangka penyelarasan kegiatan pembangunanyang bersifat lintas sektor
sesuai bidang koordinasinya.(3) Selain melalui penerapan proses bisnis
sebagaimanadimaksud pada ayat (1),
pelaksanaansinkronisasi
dan koordinasi dilakukan mclalui:a. rapat koordinasi Menteri Koordinator atau
rapat koordinasi gabungan antar Menteri Koordinator;b. rapat . . .
SK
No243959ATITffiITEI=Nl
LIK INDONESIA
-38-
b. rapat kelompok kerja yang dibentuk oleh
Menteri Koordinator sesuai dengan kebutuhan;c. forum
koordinasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; dand. konsultasi langsung dengan para Menteri
dan pimpinan lembaga lain yang terkait.(41
Dalam rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (3), MenteriKoordinator melakukan sinkronisasi dan
koordinasiterhadap perencanaan, penyusunan, dan
pelaksanaankebijakan dalam lingkup urusan Kementerian
yang dikoordinasikan.(5) Menteri
Koordinatordapat melibatkan Menteri dan/atau pimpinan
lembagadi luar bidang koordinasinya
dalam pelaksanaan sinkronisasi dan koordinasi.(6)
Pelaksanaansinkronisasi dan koordinasi oleh
MenteriKoordinator dilakukan secara berkala dan/atau
sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.(71
Pelaksanaansinkronisasi dan koordinasi
secara berkala sebagaimanadimaksud pada ayat (6), ditetapkan
oleh Menteri Koordinator.(8)
Dalamhal hasil
pelaksanaan sinkronisasidan
koordinasi perluditindaklanjuti,
Menteri dan/ atau pimpinan lembagamelaksanakan hasil rapat sinkronisasi dan
koordinasi sesuai bidang tugasnya.(9)
Menteri Koordinator melakukan pemantauan pelaksanaantindak lanjut yang dilakukan oleh Menteri
dan/ atau pimpinan lembaga sebagaimana dimaksud pada ayat (8).(10) Hasit
tindak lanjut
sebagaimanadimaksud
padaayat
(8)dilaporkan
kepada Presidendan Wakil
Presiden melaluiMenteri Koordinator
secaraberkala atau
sewaktu-waktu sesuai kebutuhan.Pasal 83
Kementerian Koordinator
dan
Kementerian menyusun analisisjabatan,
petajabatan, analisis
bebankerja, dan uraian
tugasterhadap seluruh jabatan di lingkungan masing-masing.
Pasal
84...
PRESIDEN
REPUBLTK INDONESIA
-39-
Pasal 84
(1)
Setiapunsur di
lingkungan Kementerian Koordinator danKementerian dalam melaksanakan tugas dan
fungsi menerapkan prinsip koordinasi, integrasi, sinkronisasi, dankolaborasi di lingkungan Kementerian Koordinator
dan Kementerian sendiri, antarinstansi pemerintah, dan dengan lembaga lain yang terkait.(21 Prinsip
koordinasi, integrasi,sinkronisasi, dan
kolaborasi sebagaimanadimaksud pada ayat (l) didukung
dengan melakukan interoperabilitas data dan informasi.Pasal 85
(1)
Pelaksanaantransformasi digital nasional
sebagaimana dimaksud dalam Pasal79,
pada Kementerian Koordinatordan
Kementeriandikoordinasikan oleh unsur
pembantu pemimpin sebagaimana dimaksud dalam pasal7
ayat(ll,
Pasal 8 ayat (1), Pasal 34
huruf
b, dan Pasal 51huruf
b.(2) Dalam rangka optimalisasi pelaksanaan
transformasidigital nasional pada Kementerian Koordinator
atauKementerian, unsur pembantu pemimpin
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1) memberikandukungan
terhadap pelaksanaantransformasi digital sesuai dengan
bidangtugas
Kementerian Koordinatoratau
Kementerianuntuk
meningkatkan layanan pemerintahan yang berkualitas dan terpercaya.(3) Dukungan terhadap pelaksanaan transformasi
digital sebagaimanadimaksud pada ayat (2) dilakukan
melaluipengintegrasian sistem informasi di
lingkunganKementerian Koordinator atau
Kementerian,dan
lintassektor dalam mendukung keterpaduan layanan
digital nasional sesuai bidang tugasnya.Pasal 86
Semua unsur di lingkungarr Kementerian Koordinator
danKementerian menerapkan sistem pengendalian
internpemerintah di lingkungan masing-masing sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.SK
No243961APasal
87...
E:I'5FITIFN
INDONESIA
40-
Dalam dokumen
Salinan Perpres Nomor 140 Tahun 2024PDF 241022 050602
(Halaman 35-40)