B. SARAN-SARAN
3. Bagi Guru Pendidikan Agama
Dalam melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait, alangkah baiknya jika Guru PAI secara Intens melakukan koordinasi secara langsung jika ada kendala. Dan dalam hal melakukan evaluasi ekstrakurikuler keagamaan di SMA Negeri 2 Jember tersebut tidak hanya dilakukan melalui absensi saja, akan tetapi juga dilihat dari aktifitas siswa ketika mengikuti kegiatan ekstrakurikuler keagamaan tersebut.
4. Bagi Siswa
Ketika berlangsungnya kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di SMA Negeri 2 Jember, alangkah baiknya jika siswa menyadari akan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. karena dengan begitu, akan dapat menambah dan mengembankan budaya religi siswa tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Ali Khudrin, Jurnal ".91. nalisd' “ Implementasi Menejemen Kurikulum Pada Madrasah Diniyah Al-Aziz Pondok Pesantren Nurul Huda II Kabupaten Sleman D.I. Yogyakarta”, Volume XV, No 2, diakses tanggal, 12 maret 2018.
Al-Qur’an Tajwid. 2010. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Kementrian Agama Republik Indonesia. Bandung: PT. Sygma Examedia Arkanleema.
Arifin, Zainal. 2014. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja RosdaKarya.
Arikunto, Suharsimi dan Lia Yuliana.2009. Manajemen Pendidikan. Yogyakarta:
Aditya Medika.
Baharuddin dan Moh. Makin. 2010. Manajemen Peniddikan Islam: Transformasi Menuju Sekolah/Madrasah Unggul. Malang: UIN Maliki Press.
Departemen Agama, Panduan Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam.
Depdikbud. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka..
Dermawan, Andy dkk. 2002. Metodologi Ilmu Dakwah. Yogyakarta: Kurnia Kalam Semesta.
E. Mulyasa. 2014. Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, Krakteristik, dan Inovasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hamalik, Oemar. 2008. Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Hamalik, Oemar. 2011. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum (Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Masruroatul Holisoh. 2016. Penerapan Program Ekstrakurikuler Keagamaan di SMP Negeri 1 Jember Tahun Pelajaran 2016/2017. Jember: Institut Agama IslamNegeri Jember.
Moleong, Lexi J. 2005. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Muhamin. 2005. Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam “ Di Sekolah, Madrsah dan Perguruan Tinggi”. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
Muhyidin, Muhammad. 2008. Sejuta Keajaiban Shalawat Nabi Saw. Jogyakarta:
Diva Press.
Muis. 2011. Komunikasi Islami. Bandung: Rosda Karya.
Munarji. 2004. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta : PT. Bina Ilmu.
Nabila Sholihah. 2011. Urgensi Ekstrakurikuler dalam mengembangkan minat dan bakat peserta didik di MAN 1 Jember Tahun Pelajaran 2011/2012.
Jember: STAIN.
Noor Yanti Dkk, Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan “Pelaksanaan Kegiatan ekstrakulikuler dalam rangka pengembangan nila.i-nilai karakter siswa untuk menjadi warga negara yang baik di SMA KORPRI Banjarmasin”, Nomor 11, Mei 2018
Nudin, Syafruddin. 2009. Guru Professional & Implementasi Kurikulum. Jakarta:
Ciputat Pers.
Pedoman Kurikuum Ektrakurikuer 2013
Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Repoblik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 ayat (2)
Prihatin, Eka. 2011. Manajemen Peserta Didik. Bandung: ALFABETA.
Purwanto, Ngalim. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.
Qomar, Mujamil. 2007. Manajemen Pendidikan Islam: Strategi Baru Pengelolaan Lembaga Pendid
ikan Islam. Jakarta: Erlangga.
Riyanti, Yatim. 2009. Paradigma Baru Pembelajaran Sebagai Referensi bagi Pendidik dalam Implementasi Pembelajaran yang Efektif dan Berkalitas.
Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Rohman, Muhammmad dan Sofan Amri. 2012. Manajemen Pendidikan “Analisis dan Solusi Terhadap Kinerja Manajemen Kelas dan Strategi Pengajaran Efektif”. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya.
Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran: Untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar Mengajar. Bandung: Alfabeta..
Sahlan,Asmaun. 2010. Mewujudkan Budaya Relegius di Sekolah (Upaya Mengembangkan PAI dari Teori ke Aksi). Malang: UIN Maliki Press.
Satori, Djam’an. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: IKAPI.
Sugiono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:
Alfabeta.
Sukmadinata, Nana Syaodihn. 2005. Pengembangan Kuurikulum “Teori dan Praktek”. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya..
Sunarto, Ahmad. 2009. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Utama Prima.
Suryosubroto. 2002.Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Titik Farihah. Kegiatan Ekstrakurikuler Ilqo’ al-Mufradat dalam Pembelajaran Bahasa Arab di Asrama Takhassus Putri Madrasah Aliyah Wahid Hasyim Yogyakarta. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Triwiyanto, Teguh. 2015.Manajemen Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Undang-undang nomor 20 tahun 2003, tentang sisdiknas, Depdikbud, pasal layat 19
Wahyu. 2010. Komunikasi Dakwah. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Wahyudin, Din. 2014. Manajemen Kurikulum (Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Implementasi Kurikulum Ekstrakurikuler Keagamaan Untuk Mengembangkan Budaya Relegius Peserta Didik di SMAN 2 Jember Tahun Pelajaran 2017/2018.
1. Kurikulum Ektrakurikuler Keagamaan
1. Kurikulum Ekstrakuriler.
2. Ekstrakuriler Keagamaan.
1. Perencanaan kurikulum Ektrakurikuler
2. Pelaksanaan kurikulum Ektrakurikuler
3. Evaluasi kurikulum Ektrakurikuler
1. Pengertian Ekstrakuriler Keagamaan
2. Fungsi Ekstrakuriler Keagamaan..
Subjek penelitian:
1. Kepala Sekolah di SMA Negeri 02 Jember.
2. Waka kurikulum di SMA Negeri 02 Jember.
3. Pembina Ekstrakurikuler Keagamaan di SMA Negeri 02 Jember.
4. Siswa
1. Jenis penelitian:
kualitatif deskriptif.
2. Lokasi penelitian:
SMA Negeri 02 Jember.
3. Teknik pengumpulan data:
wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan dan dokumentasi
1. Bagaimana Perencanaan kurikulum ektrakurikuler keagamaan untuk
mengembangkan budaya religius peserta didik di SMAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018?.
2. Bagaimana Pelaksanaan kurikulum ektrakurikuler keagamaan untuk
mengembangkan
2. Budaya Relegius.
1. Konsep Dasar Budaya Relegius
4. Prinsip Ekstrakuriler Keagamaan
5. Ruang Lingkup Ekstrakuriler Keagamaan
1. Pengertian Budaya Relegius.
2. Wujud Budaya Relegius.
data
5. Keabsahan
2017/2018?.
3. Bagaimana Evaluasi kurikulum ektrakurikuler keagamaan untuk
mengembangkan budaya religious peserta didik di SMAN 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018?.
2. Kondisi Objek Penelitian
3. Proses kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan B. Pedoman Wawancara
1. Apa program ekstrakurikuler keagamaan itu?
2. Sejak kapan berdirinya ekstrakurikuler keagamaan diadakan?
3. Bagaimana pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan?
4. Siapa saja yang terlibat dalam ekstrakurikuler keagamaan?
5. Bagaimana pengadaan sarana dan prasarana ekstrakurikuler keagamaan untuk mengembangkan budaya religius peserta didik di SMA Negeri 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018?
6. Siapa yang bertanggung jawab dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan?
7. Apakah ada kendala dalam melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan ini?
8. Bagaimana perencanaan ekstrakurikuler keagamaan untuk mengembangkan budaya religius peserta didik di SMA Negeri 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018?
9. Bagaimana pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan untuk mengembangkan budaya religius peserta didik di SMA Negeri 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018?
10. Bagaimana evaluasi ekstrakurikuler keagamaan untuk mengembangkan budaya religius peserta didik di SMA Negeri 2 Jember tahun pelajaran 2017/2018?