• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bank Syariah

Dalam dokumen SKRIPSI - IAIN Repository (Halaman 38-43)

BAB II LANDASAN TEORI

C. Bank Syariah

c. Menyeleksi perbuatan yang harus dikerjakan yang serasi untuk mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.24

Motivasi yang mempunyai beberapa fungsi utama yaitu untuk mendorong manusi berbuat, penentu arah perbuatan dan menyeleksi arah yang harus dikerjakan.

Bank syariah merupakan bank yang menjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah, baik menghimpun dana maupun menyalurkan dana dalam pelaksanaanya tidak menggunakan sistem bunga (riba), yang bertujan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan keadilan, kebersamaan dan pemerataan kesejahteraan.

2. Beberapa Jenis Tabungan di Bank Syariah

Seseorang yang menabung pada bank syariah dapat memilih antara akad al-wadi’ah atau al-mudharabah. Meski jenis tabungan dibank syariah mirip dengan bank konvensional, yaitu giro, tabungan dan deposito, namun dalam bank syariah terdapat perbedaan-perbedaan yang prinsipnya seperti yang dijelaskan berikut:

a. Giro

Pada umumnya, bank syariah menggunakan akad al-wadiah pada rekening giro. Nasabah yang membuka rekening giro berarti melakukan akad wadi’ah titipan. Dalam fiqih muamalah, wadi’ah dibagi menjadi dua macam: wadi’ah yad al-amanah dan wadi’ah yad adh-dhamanah. Akad wadi’ah yad al-amanah adalah akad titipan yang dilakukan dengan kondisi penerima titipan (dalam hal ini bank) tidak wajib mengganti jika terjadi kerusakan. Biasanya akad ini diterapkan bank pada titipan murni, seperti safe deposit box. Dalam hal ini, bank hanya bertanggung jawab atas kondisi barang (uang) yang dititipkan.

Adapun wadi’ah yad adh-dhamanah adalah titipan yang dilakukan dengan kondisi penerima titipan bertanggung jawab atas nilai (bukan fisik) dari uang yang dititipkan. Bank syariah menggunakan akad wadi’ah yad adh-dhamanah untuk rekening giro.27

Bank syariah menggunakan akad wadi’ah pada rekenin giro, baik wadi’ah yad al-amanah dan wadi’ah yad adh-dhamanah. Giro wadi’ah dapat diartikan sebagai bentuk simpanan yang penarikannya dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, bilyet giro, sarana perintah bayaran lainya atau dengan cara pemindah bukuan yang didasarkan pada prinsip titipan. Oleh karena itu nasabah tidak mendapatkan keuntungan berubapa bunga, melainkan bonus yang dinilainya tidak boleh diperjanjikan diawal.

b. Tabungan

Bank syariah menerapkan dua akad dalam tabungan, yaitu wadi’ah dan mudharabah. Tabungan yang menerapkan akad wadi’ah mengikuti prinsip-prinsip wadi’ah yad adh-dhamanah seperti yang sudah dijelaskan di atas. Artinya tabungan ini tidak mendapatkan keuntungan karena ia titipan dan dapat diambil sewaktu-waktu dengan menggunakan buku tabungan atau media lain seperti kartu ATM. Tabungan yang berdasarkan akad wadi’ah ini tidak mendapat

27M. Syafi’i Antonio, Bank syariah dari Teori ke Praktik, (Jakarta: Gema Insani, 2001), h. 155.

keuntungan dari bank karena sifatnya titipan. Akan tetapi, bank tidak dilarang jika ingin memberikan semacam bonus atau hadiah.

Tabungan merupakan akad mudharabah mengikuti prinsip- prinsip mudharabah. Diantaranya sebagai berikut: pertama, keuntungan dari dana yang digunakan harus dibagi antara shahibul maal (dalam hal ini nasabah) dan mudharib (dalam hal ini bank).

Kedua, adanya tenggang waktu antara dana yang diberikan dan pembagian keuntungan, karena untuk melakukan investasi dengan memutarkan dana itu diperlukan waktu yang cukup.28

Tabungan merupakan simpanan yang berdasarkan akad wadi’ah yad adh-dhamanahdan akad mudharabah, yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat dan ketentuan tertentu yang di sepakati. Tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet giro atau pembayaran lainnya yan dipersamakan oleh itu. Pilihan terhadap produk ini tergantung pada nasabah, jika nasabah ingin menyimpan saja maka bisa dipakai produk tabungan wadi’ah.

Sedangkan memenuhi keinginan nasabah untuk investasi atau mencari keuntunan makadapat menggunakan tabungan mudharabah.

c. Deposito

Bank syariah menerapkan akad mudharabah untuk deposito.

Seperti dalam tabungan, hal ini nasabah (deposan) bertindak sebagai shahibul maal dan bank selaku mudharib. Penerapan mudharabah

28Ibid, h. 156.

terhadap deposito dikarenakan kesesuaian yang terdapat diantara keduanya. Misalnya seperti yang dikemukakan di atas bahwa akad mudharabah mensyaratkan adanya tenggang waktu antara penyetoran dan penarikan agar dana itu bisa diputarkan. Tenggang waktu ini merupakan salah satu sifat deposito, bahkan dalam deposito terdapat pengaturan waktu, seperti 30 hari, 90 hari, dan seterusnya.29

Deposito syariah merupakan salah satu produk perbankan yang dipakai untuk melakukan investasi berjangka dengan menerapkan prinsip syariah. Menggunakan akad mudharabah, nasabah berperan sebagai shahibul maal atau pemilik dana dan bank syariah sebagai mudharib atau pengelola dana.

29Ibid, h. 157.

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Sifat Penelitian 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field reseacrh).

Penelitian yaitu suatu penelitian yang dilakukan dilapangan atau dilokasi penelitian, suatu tempat yang dipilih sebagai lokasi untuk menyelidiki gejala objekif sebagai terjadi dilokasi tersebut, yang dilakukan juga untuk penyusunan laporan ilmiah.1

Penelitian lapangan disini adalah penelitian yang akan dilakukan di lembaga kampus IAIN Metro yaitu pada mahasiswa SI Perbankan Syariah Angkatan Tahun 2016/2017.

2. Sifat Penelitian

Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, karena penelitian ini berupaya mengumpulkan fakta yang ada, penelitian ini berfokus pada usaha mengungkapkan suatu masalah dan keadaan sebagaimana adanya, yang diteliti dan dipelajari sebagai sesuatu yang utuh.

Deskriptif yaitu penelitian yang berusaha untuk menuturkan pemecahan masalah yang ada sekarang berdasarkan data-data, jadi ia juga menyajikan data, menganalisis dan menginterprestasi.2

1Abdurrahmat Fatoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusnan Skripsi, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2014), h. 96.

2Cholid Narbuko dan Abu Achmad, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2012), h. 44.

yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.3 Deskriptif dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat dan motivasi menabung pada Bank Syariah dikalangan mahasiswa S1 Perbankan Syariah IAIN Metro.

B. Sumber Data

1. Sumber Data Primer

Sumber data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data.4 Dalam penelitian ini yang akan dijadikan sebagai data primer yaitu Mahasiswa S1 Perbankan Syariah Angkatan 2016/2017.

Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan teknik Snowball Sampling (Sampel Bola Salju) adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Dalam penentuan sampel, pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya.6

3Moh. Karisman, Metodologi Penelitian Kualitatif Kuantitatif, (Malang: UIN Maliki Perss, 2010), h. 175.

4Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2017), h. 225.

6Ibid, h. 85.

dengan meminta responden yang diketahui keberadaannya untuk menunjuk calon responden lainnya. Dengan demikian, sampel bola salju dapat didefinisikan sebagai metode penarikan sampel non probabilitas dimana setiap orang yang diwawancarai kemudiannya ditanyakan sarannya mengenai orang lain yang dapat diwawancarai.7

Berdasarkan pengertian Snowball Sampling (Sampel Bola Salju) dapat peneliti pahami bahwa Snowball Sampling (Sampel Bola Salju) adalah peneliti akan menghubungkan responden yaitu sesuai dengan penelitian, kemudian setelah peneliti menemui responden tersebut, maka peneliti meminta kepada responden tersebut untuk merekomendasikan teman yang lebih mengetahui mengenai penelitian yang diteliti oleh peneliti dan begitu pula seterusnya.

Populasi merupakan keseluruhan dari objek yang akan diteliti.

Populasi yang dimaksud pada penelitian ini yaitu mahasiswa IAIN Metro.

Sumber data responden peneliti mengambil 10% dari mahasiswa IAIN Metro jurusan S1 Perbankan Syariah angkatan tahun 2016/2017 yang berjumlah 243 mahasiswa. Sehingga dapat diperoleh 24 mahasiswa sebagai jumlah populasi yang terdiri dari beberapa kelas yaitu kelas A, B, C, D, E, dan F. Pengambilan sampel (sampling) adalah proses memilih sejumlah elemen secukupnya dari populasi, sehingga penelitian terhadap sampel dan pemahaman tentang sifat atau karateristiknya akan membuat

7Marissan, Metodologi Penelitian Survei, (Jakarta: Kencana, 2012), h. 121.

elemen populasi.8

2. Sumber Data Sekunder

Sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen.9

Data sekunder dari penelitian ini diperoleh dari sumber buku seperti: Syafi’i Antonio, Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik, (Jakarta:

Gema Insani 2001), Zainuddin Ali, Hukum Perbankan Syariah, (Jakarta:

Sinar Grafika, 2008), Herry Sutanto dan Khaerul Umam, Manajemen Pemasaran Bank Syariah, (Bandung: Pustaka Setia, 2013), Vinna Sri Yuniarti, Perilaku Konsumen Teori dan Praktik, (Bandung: Pustaka Setia, 2015), Suwatno dan Donni Juni Priansa, Manajemen SDM Dalam Organisasi Publik dan Bisnis, (Bandung: Alfabeta, 2016).

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode sebagai berikut:

1. Wawancara

Wawancara adalah teknik pengumpulan data melalui proses tanya jawab lisan yang berlangsung satu arah, artinya pertanyaan datang dari pihak yang mewawancarai dan jawaban diberikan oleh yang

8Juliansyah Noor, Metodologi Penelitian Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Karya Ilmiah, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011), h. 148.

9Sugiyono, Metode Penelitian., h. 225.

berstruktur, wawancara tidak berstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya.

Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.11

Wawancara tersebut kemudian diarahkan kepada topik yang akan dibahas. Adapun indikatornya yaitu:

1. Mahasiswa S1 Perbankan Suyariah 2. Mahasiswa dengan usia 20-22 tahun

3. Mahasiswa yang mengetahui tentang Perbankan Syariah

Peneliti mengajukan pertanyaan kepada mahasiswa, untuk mendapatkan informasi: Minat dan Motivasi Menabung Pada Bank Syariah dikalangan Mahasiswa (Studi Kasus Mahasiswa S1 Perbankan Syariah Angkatan Tahun 2016/2017).

2. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda dan sebagainya.12 Metode ini digunakan sebagai bahan informasi yang berupa latar belakang IAIN Metro dan data lainnya yang mendukung kelengkapan data penelitian.

10Abdurrahmat Fathoni, Metode Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi, (Jakarta:

Rineka Cipta, 2011), h. 105.

11Sugiyono, Metode Penelitian., h. 223-224.

12Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 274.

D.

Analisis data adalah upaya yang dilakukan dengan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain.13 Maka yang dimaksud dengan analisis data adalah proses menyederhanakan dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan dipahami.

Penelitian yang dilaksanakan bersifat deskriptif, maka data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu analisis yang dilakukan secara terus menerus agar data yang di peroleh baik melalui wawancara, dokumen-dokumen dapat menghasilakan kesimpulan yang kongrit dan valid.9

Penelitian kualitatif ini menggunakan teknis analisis data secara induktif, yaitu suatu cara yang berfikir berangkat dari fakta-fakta yang bersifat khusus, kemudian dianalisis dan akhirnya ditemukan pemecahan permasalahan yang bersifat umum. Induktif adalah cara berfikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang umum dari berbagai kasus yang bersifat individual.10 Teknis analisis data dalam penelitian ini yaitu setelah semua data seperti wawancara dan dokumentasi diperoleh maka akan dianalisis data tentang fakta

13Lexy J.Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset, 2012), h. 248.

9Moh. Karisman, Metodologi Penelitian Kualitatif Kuantitatif, (Malang: UIN Maliki Perss, 2010), h. 176

10Moh. Karisman, Metodologi Penelitian., h. 193.

akan ditarik kesimpulan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum IAIN Metro 1. Sejarah Berdirinya IAIN Metro

Cikal bakal berdirinya IAIN Metro tidak terlepas dari sejarah berdiriya IAIN Raden Intan di Bandar Lampung. Ini lain karena berdirinya IAIN Raden Intan Bandar Lampung itu sendiri merupakan hasil upaya dari para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Yayasan Kesejahteraan Islam Lampung (YKIL) yang berdiri tahun 1961 diketuai oleh RD. Muhammad Sayyid. Dari hasil musyawarah tersebut diputuskan untuk mendirikan dua fakultas yaitu Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Syariah yang kedudukannya di Tanjung Karang berada di bawah santunan Yayasan tersebut.

Pada tahun 1964 tepatnya tanggal 13 oktober 1964 berdasarjan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 86/1964 merubah status Fakultas Tarbiyah YKIL dari swasta menjadi negeri, tetapi tidak berdiri sendiri melainkan cabang Fakultas Tabiyah IAIN Raden Fatah Palembang. Pada tahun 1967 atas permintaan mesyarakat Metro kepada YKIL agar dibuka Fakultas Tabiyah dan Fakultas Syari?ah di Metro atas persetujuan Dekan Fakultas Tabiyah IAIN Raden Fatah Palembang.11

11 Dokumentasi, Profil IAIN Metro

berkedudukan di Tanjung Karang dengan memperhatikan Keputusan Presiden RI Nomor 27 Tahun 1963 kerena untuk ketentuan untuk mensirikan sebuah Perguruan Tinggi yang berdiri sendiri (al-jami'ah) harus memiliki tiga fakultas sebagai persiapan berdirinya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lampung.

Selain YKIL pada tahun 1965 juga didirikan Yayasan Perguruan Tinggi Islam Lampung (Yaperti) yang dipimpin oleh KH. Zakaria Nawawi. Walau yayasan ini mulai berjalan sejak 27 agustus 1966, yayasan ini berysaha keras menyantuni fakultas-fakultas yang ada dan berusaha untuk merubah status fakultas tersebut sari swasta menjadi segeri.

Setelah IAIN Raden Intan Lampung resmi dibuka, maka Fakultas Tarbiyah yang semula mengunduk ke IAIN Raden Fatah Palembang ditetapkan menjadi fakultas Fakultas yang berdiri sendiri, sebagai Fakultas Tabiyah IAIN Raden Intan Lampung Metro berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Ri No. 188 Tahun 1966.

Tak lama setelah perubahan nama IAIN Raden Intan Tanjung Karang manjadi Raden Intan Bandar Lampung mengikuti perubahan nama ibu kota Lampung menjadi Bandar Lampung terbitlah Surat Edaran Bimas Islam No. E.III.OT/OO/AZ/1804/1996, Tanggal 23 Agustus 19996 tentang Penataan Kelembagaan Fakultas IAIN di luar Induk menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri.12

12 Dokumentasi, Profil IAIN Metro

rapat kerja para rector dan dekan fakultas di luar induk. Pada kesempatan ini ditetapkan pula perubahan dan pengesahan fakultas di luar induk manjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) berdasarkan SK Presiden No.11 tahun 1997.

Sejalan dengan perubahan status tersebut Drs. Zakaria Zakir yang saat menjabat sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah mengajukan lima nama STAIN Metro yaitu, STAIN Raden Imba Kusuma, STAIN Lampung, STAIN Jurai Siwo, STAIN A. Yasin, dan STAIN Sosrodarmo.

Berdasarkan saran Bupati (saat itu Drs. Herman Sanusi) maka ditetapkan nama STAIN Metro adalah STAIN Jurai Siwo Metro mengingat STAIN ini berada di Lampung Tengah yang memiliki tradisi dan budaya

"Sembilan Marga Penyibang".

Sebagai tindak lanjut dari Keppres 1997 di atas, maka pada tanggal 30 juni 1997 secara serentak diresmikan 33 STAIN dan ketuanya dijabat oleh Dekan masing-masing sebagai Pejabat Sementara Ketua. Penataan- penataan demi penataan kelembagaan dalam STAIN Jurai Siwo Metro semakin hari semakin ditingkatkan. Sejalan dengan dinamika kehidupan kampus sejak 1997 juga dibuka jurusan baru yakni Jurusan Syari'ah yang saas itu hanya satu prodi yaitu Ahwalusy Syakhsiyyah. Baru pada tahun 1999. Masa ini dikenal dengan istilah passing out karena sejak tahun 1997 STAIN Metro sudah tidak berada di bawah IAIN Raden Intan lagi.13

13 Dokumentasi, Profil IAIN Metro

Perbankan Islam yang memiliki ciri khas bagi pengelolaan Lembaga Perbankan Syariah, digagas oleh Prof. Bahri Ghozali (saat menjabat sebagai Ketua STAIN Metro Periode 1998 - 2002) dengan membuka Program Studi Ekonomi Perbankan Islam (EBI). Gagasan ini kemudian menjadi embrio bagi berkembangan program studi ekonomi Islam di seluruh Perguruan Tinggi Agama di Indonesia. Walau saat itu sempat menjadi polemik bagi banyak kalangan, namun menjadi catatan sejarah bahwa Ekonomi Islam dimulai dari STAIN Jurai Siwo Metro

Pada penerimaan Mahasiswa Baru tahun ajaran 2006-2007, prodi D3 Bahasa Inggris dan Prodi baru yakni S1 Bahasa Inggris dan D4.

diupayakan pada 2007 yang akan datang proses akreditasi kedua prodi ini bisa terwujud. Hingga tahun 2006 STAIN Metro sedah meluluskan mahasiswanya sebanyak 1.339 orang. Sebagian besar dari alumninya menjadi pegawai negeri sipil, pegawai bank swasta (syari'ah) dan wiraswasta.14

Kampus STAIN Jurai Siwo Metro mengalami kemajuan signifikan.

Satu-satunya kampus negeri di Kota Metro ini menjadi kampus Islam yang diminati calon mahasiswa dari berbagai daerah, baik dari Lampung maupun luar. Sejak dipimpin Prof. Dr. Syaripudin, M.Ag, mulai tahun 2007 sampai sekarang, STAIN menjadi kampus yang berkembang dan

14 Dokumentasi, Profil IAIN Metro

bidang.

Dibandingkan periode-periode sebelumnya, nama STAIN Jurai Siwo Metro sekarang dikenal di berbagai lapisan masyarakat. Hal ini terbukti dengan meningkatnya calon mahasiswa yang mendaftar di STAIN setiap tahun. Tercatat lebih dari 1.880 calon mahasiswa yang mendaftar di STAIN Metro. Sedangkan yang akan diterima hanya sekitar 800 mahasiswa. Artinya, ada 1.080 calon mahasiswa yang harus legawa karena tidak diterima di STAIN Metro yang daya tampungnya terbatas.

Dengan hanya 800 mahasiswa diharapkan terjaring mahasiswa yang memiliki kualitas lebih baik. Prestasi STAIN juga bisa diandalkan sebagai kampus yang mampu membangun kompetensi mahasiswa.

Terbukti, banyak mahasiswa yang meraih juara dalam setiap kompetisi antarkampus. Dalam bidang pendidikan, kampus ini juga memperhatikan penguasaan bahasa Inggris dan bahasa Arab serta kompetensi di bidang minat juga bakat lain seperti olahraga, seni budaya, jurnalistik, dan lain- lain.15

Untuk membangun kompetensi mahasiswa, STAIN memiliki tiga jurusan, yaitu Tarbiyah, Syariah, dan Ekonomi Islam yang terdiri dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Ahwalus Syahsiyah/Hukum Islam, Ekonomi Syariah, dan Diploma Tiga (D-3)

15 Dokumentasi, Profil IAIN Metro

(S-2) untuk jurusan Ilmu Pendidikan Islam dan Hukum Islam.

Kegiatan organisasi mahasiswa pun menjadi bagian yang sangat penting untuk kemajuan STAIN ini. Baik organisasi internal kampus maupun eksternal. Kegiatan organisasi mampu memberikan manfaat kepada mahasiswa dan mendorong berperan aktif dalam menghidupkan kultur akademis di kampus STAIN. Dengan organisasi, mahasiswa mampu mengembangkan diri di bidang intelektual, spiritual, dan emosianal.

Orientasi Pengenalan Akademik (OPAK) STAIN Metro Bagi Mahasiswa Baru, tahun 2010. Organisasi internal biasa disebut Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terdiri atas Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Pers Mahasiswa Kronika, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), Ikatan Mahasiwa Pencinta Seni (Impas), Ikatan Mahasiswa Pencinta Olahraga (Impor), Pramuka, Resimen Mahasiswa (Menwa), Jurai Siwo English Club (JSEC), serta 2 UKM baru yaitu Forum Silaturahmi Studi Ekonomi Islam (FOSSEI) dan Jusifa (Jurai Siwo Fikrah Arabia).16

Banyaknya UKM yang telah menghidupkan STAIN menjadi kampus yang siap menuju peradaban baru. Selain itu, mahasiswa STAIN Metro juga banyak yang aktif di organisasi ekstrakampus. Dengan organisasi ekstra kampus mereka tidak hanya mengenal mahasiswa Di STAIN tapi juga banyak mengenal dan berdiskusi rutin dengan mahasiswa kampus lain seperti Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Metro,

16 Dokumentasi, Profil IAIN Metro

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Agus Salim, STKIP PGRI Metro, STAI Ma’arif Metro dan Akademi Kebidanan Wira Buana.

Aktif dalam organisasi eksternal kampus diharapkan mampu membuka kepekaan dan mengasah kemampuan mahasiswa dalam melihat realitas yang terjadi di luar kampus. Karena biasanya gerakan ekstra lebih dekat dengan masyarakat dan harapannya mampu menjadi problem solver (pemecah masalah) bagi masyarakat baik dalam politik, ekonomi, pendidikan, sosial, dan budaya.

Organisasi ekstra yang eksis di Metro ternyata memiliki platform gerakan mahasiswa Islam seperti Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) , Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Organisasi-organisasi itu menghidupkan kampus STAIN dan menjadi gerakan oposisi mahasiswa kepada pemerintah daerah.

Peran organisasi ekstrakampus cukup berpengaruh dalam mewarnai paradigma berfikir mahasiswa STAIN Metro yang memang telah membawa label Islam dalam kurikulum kampus. Bahkan dalam demokrasi kampus gerakan ekstrakampus sangat memberikan andil yang dalam penegakan demokrasi mahasiswa sebagai wadah menempa mahasiswa dalam hal kepemimpinan.17

17 Dokumentasi, Profil IAIN Metro

seluruh mahasiswa sebagai salah satu voters education (pendidikan pemilih) bagi mahasiswa atau sebagai civic educatin (pendidikan kewarganegaraan. Pada tataran eksekutif, di tingkat program studi ada bupati yang memimpin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) program studi.

Pada tingkat jurusan, ada gubernur yang memimpin BEM jurusan dan pada tingkat sekolah tinggi ada presiden mahasiswa serta wakilnya yang memimpin BEM ST. Kemudian pada tataran legislatif, mahasiswa STAIN memiliki Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM) yaitu DLM jurusan dan DLM sekolah tinggi yang menjadi lembaga kontrol di tataran eksekutif. Selain itu pers kampus menjadi pilar demokrasi yang juga berperan aktif dalam memberikan check and balances terhadap pemerintahan BEM bahkan lembaga STAIN.

Gedung Pusat Bahasa STAIN Metro. Kampus STAIN juga mengembangkan dan menerapkan program bilingual campus. Yaitu penerapan dua bahasa komunikasi seperti bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Peningkatan kualitas dosen dan mahasiswa terus dilakukan dengan mengadakan seminar, kajian keislaman, serta memberikan fasilitas bagi dosen yang ingin melanjutkan jenjang pendidikan ke S-2 dan S-3 baik di dalam maupun luar negeri.18

18 Dokumentasi, Profil IAIN Metro

Dalam dokumen SKRIPSI - IAIN Repository (Halaman 38-43)

Dokumen terkait