• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

B. Pelaksanaan Pembelajaran al- Qur’ab Berdasarkan

1. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Berdasarkan

Pelaksanaan pembelajarn al-Qur’an berdasarkan Tahsin, Tartil dan Tilawahyang dilakukan pada TPQ Daarul Hamid, didukung dan ditunjang dengan mengunakan strategi dan metode. Secara umum, strategi mempunyai pengertian yaitu suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan.Strategi mengajar adalah “teknik yang digunakan guru dalam melaksanakan pembelajaran agar dapat mempengaruhi sisi untuk mencapai tujuan pembelajaran secara lebih efektif dan efisiens”.Strategi biasanya digunakan sebagai teknik yang harus dikuasai oleh guru untuk mengajar atau menyajikan bahan pelajaran kepada siswa, agar pelajaran dapat ditangkap, dipahami oleh siswa dengan baik.

Dalam proses pembelajaran al-Qur’an berdasarkan tahsin, tartil dan tilwah, TPQ Daarul Hamid menggunakan strategi klasikal individu dan sorongan.46

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kiyai H. Zainal Abidin selaku ustad pendidik, beliau mengatakan:

46Observasi, Gapuk, 18-30 Januari 2020

Dari tahsin, tartil dan tilawah, kami mengguakan cara mengajar yang sama. Ketika proses belajar mengajar, kami melakukan dua cara, yaitu pertama, anak-anak ini maju ke ustad atau ustazahnya, lalu membaca. bergilir. Ini si biasanya sering terjadi di anak-anak iqro’ ya.. kalau anak-anak yang tingkatan al-Qur’an kami gunakan klasikal individu. Ini kami gunakan untuk yang sudah sampai di tahsin yang belajar tilawah seperti itu.47

Hal ini jugasebagaimana yang disampaikan oleh ustad Hamid selaku ustad/guru di TPQ Daarul Hamid, beliau mengatakan:

Dalam pelaksanaan pembelajaran di TPQ ini, kami mengunakan 2 cara yaitu menirukan dan membaca sendiri di hadapan ustad/ustazah pembimbing.. setiap ustad/ustazah memberikan arahan kepada anak-anak.48

UstazahDila pendidik di TPQ juga mengatakan:

Saat proses belajar mengajar di TPQ, kami menggunakan 2 cara, ada yang anak-anak ini maju kepada kami (pendidik) untuk membaca sampai mana sudah batas bacaannya. Tapi ini kebanyakan yang kelas anak-anak iqro’ tapi kalau di anak-anak yang tahsin yang sudah besar, kami memberikan contah bacaannya lalu kemudia diikuti dengan mereka.49

Strategi pembelajaran yang diterapkan di TPQ Daarul Hamid diantaranya juga alokasi waktu yang pembelajaran yang cukup lama yakni sekitar 150 menit.Dengan adanya alokasi waktu untuk pembelajaran yang cukup lama ini, diharapkan bisa memaksimalkan pembelajaran al-Qur’an.

47Kiyai. H. Zainal Abidin, Pengelola TPQ/ustad TPQ Daarul Hamid, wawancara, Gapuk, 6 Februari 2020

48Ustad Hamid, Ustad pendidik TPQ Daarul Hamid, wawancara, Gapuk, 8 Februari 2020

49Amania Adila, Ustazah pendidik TPQ Daarul Hamid, wawancara, Gapuk 12, Februari

2. Kegiatan Pembelajaran al-Qur’an TPQ Daarul Hamid

Kegiatan yang bertujuan utuk mencapai suatu tujuan pembelajaran di TPQ yaitu untuk menjadikan anak/santri yang pandai membaca al- Qur’an berdasarkan tahsin, tartil dan tilawah, serta berakhlakul karimah dan menjadikan al-Qur’an sebagai pedoman hidup sehari-hari. Maka dari itu, Taman Pendidikan al-Qur’an Daarul Hamid sangat mengutamakan membimbing anak dengan memberikan bimbingan keagamaan yang intensif kepada anak.

Adapun bentuk kegitan pembelajaran yang dilakukan oleh Taman Pendidikan Daarul Hamid, yaitu ketika hendak dimulai proses belajar mengajar, yaitu pada pukul 15.30 atau sebelum shalat asar, santri diwajibkan memulai dalam keadaan suci dengan cara berwudhu dan membaca doa-doa. Kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan shalat Ashar berjamaah di mushola Daarul Hamid bersama dengan ustad dan santri lainnya yang kemudian dilanjutkan dengan zikir bersama setelah shalat.Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan inti yaitu belajar mengajar membaca al-Qu’an, tahsin dan tartil.Bentuk pengajarannya yaitu ustad atau pendidik memberikan cotoh dan kemudian diikut oleh santri dan dilanjutkan denga mengulanginya. Kemudian jika sudah selesai dilanjutkan dengan melanjutkan hafalan serta membaca surat-surat pendek di juz 30 yang dimulai dari surat an-Naas sampai minimal surat ad-Duha , yang kemudian pada sesi terakhir pembelajaraan yang berakhir pada pukul

17.30 kegiatan yang dilakukan adalah membaca shalawat kepada nabi secara bersama-sama dan membaca doa sembari menutup kegiatan belajar mengajar TPQ dengan salam dan saling maaf memaafkan.50

C. Kemampuan Membaca al-Qur’an Santri Berdasarkan Tahsin, Tartil dan Tilawahdi TPQ Daarul Hamid

1. Kemampuan Membaca al-Qur’an Berdasarkan Tahsin

Kemampuan membaca al-Qur’an yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah kelancaran dan ketepatan dalam membaa al-Qur’an terutama pada tahsin.

Kemampuan tahsin santri TPQ Daarul Hamid, masih dalam bentuk mengajarkan dan membiasakan.Karena santri TPQ lebih banyak yang masih dalam tingkatan belajar.51

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh kiyai H. Zainal Abidin selaku ustad/pedidik di TPQ yang mengatakan:

Sejauh ini, anak-anak tetap kami bombing dalam tahsin.Dan kemampuan anak-anak sudah lebih baik dari sebelumnya. Karena kami masih dalam proses pengajaran. Tapi juga, ada anak-anak yang sudah besar ya, yang sudah sampai ditingkatan al-Qur’an begitu, sudah bagus tahsinnya.Jadi dalam tahsin sendiri, saya bilang masih setengah karena anak-anak masih tetp diajarkan menuju tahap perbaikan terus menerus.52

50Observasi, Gapuk, 18-30 Januari 2020

51Observasi, Gapuk, 18-30 Januari 2020

52Kiyai. H. Zainal Abidin, Pengeola TPQ/ustad TPQ Daarul Hamid, wawancara, Gapuk, 6 Februari 2020

Hal ini juga sebagaimana dijelaskan oleh ustad Hamid, dalam wawancara beliau mengatakan:

Bagi saya sih, anak-anak ini sudah cukup baik.Karena tiap hari kami ajarkan dan terus ajarkan, mereka mempunyai perubahan sedikit demi sedikit dalam hal tahsin ini. Tapi namanya juga dalam proses pengajaran, masih ada salah dan baiknya. Jadi bisa saya simpulkan bahwa kemampuan santri disini 40% sudah baik dan 60% masih dalam proses belajar mengajar. Mengapa saya ucapkan begini, ya karena sudah banyak yang lulus atau bahasanya sudah berhenti dari kakak-kakaknya jadinya yang tersisi sekarang lebih banyak yang masih dalam proses belajar menuju lebih baik.53

Hal ini juga disampikan oleh ustazah Adila sebagai pendidik TPQ Daarul Hamid, yang mengatakan:

Kemampuan anak-anak TPQ saat ini, masih dalam proses pengajaran. Saya mengatakan ini karena anak-anak yang sudah besar dan tahsinnya bisa dibilang baik, sudah selesai mengaji.Sehigga untuk saat ini anak-anak didik kami masih kami usahakan untuk mengajarkan agar bisa memiliki kualitas yang baik lagi.54

Berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat disimpulakan bahwa kemampuan membaca berdasarkan tahsin santri TPQ Daarul Hamid dapat dikatakan sedang. Karena pada saat ini, proses pembelajaran menekankan pada perbaikan disebabkan juga faktor santri yang tahsinnya bagus sudah banyak yang lulus atau selesai.

2. Kemampuan Membaca al-Qur’an Berdasarkan Tartil

Kemampuan membaca al-Qur’an santri di TPQ Daarul Hamid sebagaimana dari hasil observasi peneliti, sudah terbilang baik.Karena

53Ustad Hamid, Ustad TPQ/Pendidik TPQ Daarul Hamid, wawancara, 8 Februari 2020

54Amania Adila, Ustazah pendidik TPQ Daarul Hamid, wawancara, 12 Februari

dilihat dari santri ketika membaca al-Qur’an dengan tenang dan tidak terburu-buru.55

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh kiyai H. Zainal Abidin yang mengatakan:

Adapun dari segi tartil, anak-anak disini Alhamdulillah..mereka senantiasa membaca al-Qur’an dengan tartil dan tidak asal agar mereka mengajinya cepat selesai. Disinilah kami menekankan pembiasaan agar anak-anak membaca al-Qur’an dalam keadaan tenang dan tidak asal cepat selesai namun tidak lihat mana yang salah dan sebagainya.56

Hal ini jugasebagaimana yang disampaikan oleh ustad Hamid selaku ustad/guru di TPQ Daarul Hamid, beliau mengatakan:

Jika dari tartil, membaca al-Qur’an dengan tenang ya walaupun tahsinnya masih dalam memperbaiki, tapi anak-anak dari awal sudah kami biasakan untuk selalu membaca dengan tartil.Karena kami menekankan hal ini.57

Hal serupa juga disampaikan oleh ustazah Adila, beliau mengatakan:

Kami mengutamakan anak-anak ini dalam tahsin, artil dan tilawah.

Jadi jika ditanya kemampuan tartil, berdasarkan taril tadi, anak- anak disini masih dalam proses perbaikan namun, mereka senantiasa membaca al-Qur’an dengan tartil karena kami menanamkan hal itu pada diri mereka sejak awal.58

Jadi, berdasakan hasil wawancara di atas, dapat disimplkan oleh peneliti bahwa santri di TPQ Daarul Hamid senantiasa membaca al-

55Observasi, Gapuk, 18-30 Januari 2020

56Kiyai. H. Zainal Abidin, Pengeola TPQ/ustad TPQ Daarul Hamid, wawancara, Gapuk, 6 Februari 2020

57Ustad Hamid, Ustad pendidik TPQ Daarul Hamid, wawancara, 8 Februari 2020

58Amania Adila, Ustazah pendidik TPQ Daarul Hamid, wawancara, 12 Februari

Qur’an dengan tartil.Karena pengajaran yang utama dan penting serta harus ditekankan adalah membaca dengan tartil.

3. Kemampuan Membaca al-Qur’an Berdasarkan Tilawah TPQ Daarul Hamid

Kemampuan membaca al-Qur’an berdasarkan tilawah di TPQ Daarul Hamid sudah baik.Karena santri membaca al-Qur’an dibiasakan dari awal dengan suara merdu.59

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh kiyai H. Zainal Abidin yang mengatakan:

Kemampuan membaca al-Qur’an terutama tilawah pada anak-anak disini, sejauh ini itu sudah cukup baik. Anak-anak dari tingkatan al- Qur’an misalnya, mereka sudah lancar bagaimana penepatan bacaanya, penyebutannya dan panjang pendeknya.Karena kami juga sudah sering mengikut sertakan ank-anak ini lomba tilawah seperti tingkatan desa dan lian sebagainya.Disisi lain juga, kami akan mengajarkan anak-anak ini tilawah jika sudah lancar iqro’.

Pengajaran untuk anak-anak yang masih tingkatan iqro’ apalagi yang masih di bawah, mereka harus diajarkan lebih serius lagi.60 Hal ini juga sebagaimana dijelaskan oleh ustad Hamid, dalam wawancara beliau mengatakan:

Kalau kemampuan membaca al-Qur’an anak-nak di TPQ ini menurut saya, sudah baik.Apalagi yang tilawah. Karena jika dilihat juga dari cara membaca terutama bagi anak-anak yang sudah sampai pada tingkatan al-Qur’an (biasanya anak-anak SMP) mereka sudah cukup bagus dalam bacaannya serta lantunan yang merdu

59Observasi, Gapuk, 18-30 Januari 2020

60Kiyai. H. Zainal Abidin, Pengelola TPQ/Ustad TPQ Daarul Hamid, wawancara, Gapuk, 6 Februari 2020

.Namun jika kita lihat dari tingkatan anak-anak yang masih iqro’

(masih kecil), itu perlu kita lebih ajarkan lagi kepada mereka.61 Hal serupa juga di jelaskan oleh ustazah Adila yang mengatakan:

Jika ditanya mengenai tilawah, anak-anak didik kami ini tilawah Alhamdulillah merdu tapi itu kembali lagi, belum begitu sempurna karena perlu disempurnakan lagi dengan tahsin.Tapi sejauh ini tilawah, sudah cukup baik.62

4. Keadaan Santri Taman Pendidikan al-Qur’an Daarul Hamid

Keberhasilan dalam melaksanakan aktifitas baik belajar maupun mengajar tidak bisa dipisahkan dari keaktifan santri. Kegiatan belajar mengajar akan berjalan secara efektif jika adanya dukungan dan antusias dari kalangan santri dalam mengikuti pelajaran.

Adapun jumlah santri keseluruhan dari Taman Pendidikan al- Qur’an Daarul Hamid pada tahun 2019-2020 yaitu berjumlah 35 orang santri yang dimana TPQ Daarul Hamid ini sudah meluluskan santri yang berjumlah puluhan orang. Adapun data santri terkini dari TPQ Daarul Hamid ini, yaitu:

61Ustad Hamid, Ustad TPQ/Pendidik TPQ Daarul Hamid, wawancara, Gapuk 8 Februar 2020

62Amania Adila, Ustazah pendidik TPQ Daarul Hamid, wawancara, 12 Februari

Tabel 2.1

Keadaan Santri Taman Pendidikan al-Qur’an Daarul Hamid Tahun 2019-2020

Sumber Data: Kiyai H. Zainal Abidin63

No Kelas P L Jumlah

1. Pra TK A dan B 4 3 7

2. Jilid 1 - - -

3. Jilid 2 2 1 3

4. Jilid 3 3 3 6

5. Jilid 4 4 - 4

6. Jilid 5 1 2 3

7. Jilid 6 5 1 6

8. Al-Qur’an 9 4 6

5. Keadaan Ustad/Ustadzah (Tenaga Pendidik)

Taman Pendidikan al-Qur’an Daarul Hamid memiliki 4 tenaga pendidik (ustad/ustadzah) yang semuanya adalah pengajar tetap.Setiap ustad/ustadzah tidak ada yang mendapatkan gaji.Karen ustad/ustadzah yang mengajar di TPQ Daarul Hamid ini adalah anak cucu keturunan dari Kiyai pendiri TPQ Daarul Hamid ini. Jadi, TPQ Daarul Hamid ini

63 Kiyai H. Zainal Abidin, Pengelola TPQ/ustad, wawancara, Gapuk, Februari 2020

dikelolah secara turun temurun oleh keluarga, berikut adalah daftar dari nama-nama pendidik di TPQ Daarul Hamid, yaitu:

Tabel 2.2

Daftar Pendidik TPQ Daarul Hamid Sumber Data: Kiyai H. Zainal Abidin64

No Nama Jabatan

1. H. Zainal Abidin Pendiri/ustaz 2. Khamid Fathul Muhammad Pendidik/ustaz 3. Amania Adila Pendidik/ustazah 4. Fatima az-Zahra Pendidik/ustazah

D. Faktor Penghambat Pelaksanaan Pembelajaran al-Qur’an Berdasarkan Tahsin, Tartil dan Tilawah pada TPQ Daarul Hamid

Selain adanya beberapa faktor pendorong pelekasanaan TPQ Daarul Hamid, maka terdapat pula faktor penghambatnya. Berdasarkan penelitian yang diperoleh dari hasil pengamatan (observasi) dan wawancara dengan informan, yaitu bahwa faktor yang menjadi penghambat pengajaran tahsin, tartil dan tilawah sama aja, adalah santri yang masih pada tingkatan jilid yang rendah. Hal ini dikarenakan santri masih dalam proses pengajaran sehingga memerlukan sedikit usaha yang lebih65

64Kiyai. H. Zainal Abidin, Pengelola TPQ/Ustad, wawancara, Gapuk, Februari 2020

65Observasi, Gauk 18-30 Januari 2020

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Kiyai H. Zainal Abidin yang mengatakan bahwa:

Jika ditanya mengenai penghambat yaa bisa saya katakan bahwa hambatan ini tidak menjadi penghalang bagi kami disini untuk mengajarkan al-Qur’an terutama tahsin, tartil dan tilawahnya.Mengapa demikian, karena kami masih terus mengajarkan anak-anak untuk menjadi lebih baik.Sehingga butuh usaha ekstra tapi sebelarnya ini bukan hambatan, tapi hanya perlu usaha saja.Jadi, penghambatnya itu karena karakteristik anak berbeda-beda.Ada yang cepat menerima pelajaran dan ada yang lama.66

Hal serupa juga dikatakan oleh stad Hamid, yang mengungkapkan:

Sebenarnya bukan cendrung ke hambatan, karena anak-anak ini masih kecil yang butuh dibimbing ekstara juga. Mereka masih main-main tapi masih punya semangat yang tinggi akan pentingnyabelajar. Jadi bagi saya, pengajaran ekstra ya dimulai dengan mengajarkan anak-anak yang masih kecilkarena mereka beda-beda sifat dililat dari tingkat pengajaran yang terbilang rendah, seperti iqro.67

Hal berikut, juga disampaikan oleh ustazah Dila, yang mengatakan:

Kalau bagi saya pribadi, yang menjadi penghambatnya adalah anak- anak lebih cendrung belajar dengan main-main. Tapi ini tidak bisa kita salahkan juga karena usia mereka sekarang itu memang sedang asik- asiknya bermain, tapi disisi lain mereka mau untuk belajar.68

Dari hasil pernyataan di atas, maka dapat dikatakan bahwa faktor yang menjadi penghambat pembelajaran al-Qur’an berdsarkan tahsin, tartildan tilwah, sama saja. Yaitu faktor dalam diri anak.Hal ini disebabkan karena anak-anak yang sedang berada di fase pengajaran ini masih senang dengn

66Kiyai H. Zainal Abidin, Pengelola TPQ/Ustad TPQ Daarul Hamid, wawancara, Gapuk 6 Februari 2020

67Ustad Hamid, Ustad TPQ/Pendidik TPQ Daarul Hamid, wawancara, 8 Februari 2020

68Amania Adila, Ustazah pendidik TPQ Daarul Hamid, wawancara, 12 Februari

bermain-main dan juga karakter yang berbeda, yang dimana ada anak yang lebih cepat paham dan bisa kemudian ada anak yang harus diajarkan berulang agar bisa.

E. Upaya Guru Untuk mengatasi Faktor Penghambat Pelaksanaan Pembelajaran al-Qur’an berdasarkan Tahsin, Tartil dan Tilawah

Dalam pelaksaan pembelajaran, tentu saja terdapat faktor yang menjadi penghambatnya. Namun hal ini tidak menjadikan penghaalang untuk kelangsungan suatu proses pembelajaran. Akan ada upaya-upaya atau cara- cara yag dilakukan oleh pendidik agar faktor yang menjadi penghambat tersebut bisa teratasi.

Faktor yang menjadi penghambat pelaksanaan pembelajaran al-Qur’an yang terdapat di TPQ Daarul Hamid terdapat pada santri yang mayoritasnya masih berada dalam tingkatan yang paling dasar yaitu iqro’. Namun hal ini tidak menjadikan utaz/ustazah pendidik di TPQ Daarul Hamid kehilangan cara untuk bagaimana santri di TPQ Daarul Hamid dapat dengan mudah dan lebih cepat mengerti dalam mempelajari al-Qur’an terutama dalam penekanan pada tahsin, tartil dan tilawah.69

Hal ini berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti kepada ustaz/kiyai Zainal Abidin selaku pengelola TPQ, beliau mengatakan:

Dalam pembelajaran, tentu saja ada faktor-faktor yang menjadi menghalang untuk mencapai proses, tapi disini yang dapat mencapai tujuan tersebut dengaan cepat kembali lagi kepada guru. Yang dimana

69Observasi, Gapuk, 18-30 Januari 2020

disini guru memiliki peran yang penting dalam mengupayakan faktor penghambat tersebut tidaklah menjadi penghalang bagi kami para ustaz dalam mengajarkan anak-anak. Dalam hal ini, upaya yang dapat dilakukan guru dalam mengatasinya adalah memberikan pengajaran secara intes kepada anak-anak yang lama paham dan mengerti dalam pembelajaran. Maksudnya disini, cara yang kami lakukan adalah penyampaiannya. Jika anak yang masih belum paham, maka kami berikan pengajaran khusus dan lebih kepada anak tersebut.70

Hal ini juga disampaikan oleh ustaz Hamid selaku guru/ustaz di TPQ Daarul Hamid, beliau mengatakan:

Untuk mengatasi faktor yang menjadi penghambat disini, adalah dengan cara dari kami pribadi ustaz, memberikan waktu yang lebih kepada anak-anak yang masih kurang paham dan kurang bisa. Contohnya kami memberikan pembelajaran ekstra kepada anak yang belum bisa atau baik tahsin, tartilnya. Hal ini dilakukan agar anak-anak yang terbilang bagus dari pada temannya yang belum bisa, tidak terhalang juga temannya yang belum bisa, seperti itu.71

Hal serupa juga disampaikan oleh Ustazah Adila, beliau mengataka:

Upaya yang dilakukan oleh guru/ustaz/ustazah disini adalah kami mengelompokkan anak-anak yang sudah lumayan lancar dengan anak- anak yang sama sekali belum lancar. Hal ini kami lakukan agar anak- anak yang sudah sedikit bisa di atas teman-temannya yang sudah bisa tidak terhalang. Dan untuk anak-anak yang masih pada tingkatan yang rendah, maka kami berikan penajaranang lebih ekstra lagi seperti kami melakukan pengajaran secara individu tatap muka antara ustazah dengan santrinya. Hal ini dilakukan supaya anak ini akan cepat lebih paham jika diajarkan dengan cara perseorangan atau individu.72

Jadi, berdasarkan hasil wawancara di atas, dapat disimpulkan oleh peneliti bahwa, ustaz/ustazah pendidik TPQ Daarul Hamid dalam mengupayakan faktor yang mengjadi penghambat adalah dengan cara yang

70Kiyai Zainal Abidin, Pengelola TPQ/Ustaz TPQ Daarul Hamid, wawancara, Gapuk, 6 Januari 2020

71Ustaz Hamid, Ustaz Pendidik TPQ Daarul Hamid, wawancara, Gapuk, 8 Februari 2020

72Amania Adila, Ustazah Pendidik TPQ Daarul Hamid, wawacara, Gapuk, 8 Februari 2020

dimana ustaz/ustazah pendidik memberikan pengajaran ekstra kepada anak- anak yang masih belum paham akan materi dengan cara memberikan pembelajaran individu dari teman-teman yang sudah bisa. Tujuannya yaitu agar santri lebih fokus dalam menerima pembelajaran.

BAB III PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan Pembelajaran al-Qur’an Berdasarkan Tahsin, Tartil dan Tilawah pada TPQ Daarul Hamid

Taman Pendidikan al-Qur’an adalah “lembaga atau kelompok masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan non formal jenis keagamaan Islam yang bertujuan untuk memberikan pengajaran membaca al-Qur’an sejak usia dini, serta memahami dasar-dasar diinul Islam pada anak usia taman kanak-kanak, sekolah dasar atau madrasah intidaiyah (SD/MI) atau bahkan lebih tinggi”.73 Keberadaan Taman Pendidikan al-Qur’an merupakan penunjang pendidikan agama Islam pada lembaga-lembaga formal yang dilaksanakan diluar jam pelajaran sekolah.

Adapun proses pembelajaran berlangsung dalam sekali pertemuan di masing-masing tingkatan selama 1-2 jam. Pelaksanaan Taman Pendidikan al- Qur’an Daarul Hamid dilaksanakan dengan sistem sorong dan klasikal baca simak. Yang dimana, sistem klasikal baca simak ini merupakan sistem pembelajaran yang dimana proses ini ustaz/ustazah yang mengajar menghadapi satu kelompok tingkatan secara bersama-sama sesuai dengan tingkatan al-Qur’an yang dipelajari santrinya.

73Aliwar, Penguatan Model Pembelajaran Baca Tulis al-Qur’an dan Manajemen Pengelolaan Organisasi (TPA), Vol. 9, Nomor 1, Januari-Juni 2016, hlm. 24

Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran, perlu adanya strategi dalam pembelajaran.Strategi dalam pembelajaran bisa diartikan dengan langkah-langkah yang tersusun secara terncana dan sistematis dengan menggunakan metode atau teknik tertentu guna mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu tujuan pembelajaran.Strategi pembelajaran yang digunakan di TPQ Daarul Hamid ini berupa strategi sistem sorongan dan klasikal individual.

Berdasarkan hasil penelitian dan temuan yang diperoleh, adapun bentuk pelaksaan yang dilakukan oleh Taman Pendidikan al-Qur’an Daarul Hamid yaitu dalam bentuk proses pembelajaranberdasarkan Tahsin, Tartil dan Tilawahyang dapat dipaparkan dalam materi pembelajaran yaitu materi pokok dan materi penunjang. Penyelenggaraan kegiatan pembelajaran yang dirancang dengan strategi sorongan klasikal individualdanstrategi sorongan.

1. Strategi Klasikal Individual

Klasikal individu, dalam prakteknya “sebagian waktu guru digunakan untuk menerangkan dan mencontohkan materi pembelajaran yang kemudian membaca bersama dengan santri”.74Yang dimaksudkan dengan sistem sorongan ini berupa sistem pembelajaran, dimana guru menyampaikan materi dengan baik dan mudah dipahami oleh santri dan kemudia santri dan guru membacanya secara bersama-sama. Hal ini

74Zarkasyi, Merintis Pendidikan TKA, (Semarang: Lentera Hati, 2000) hlm. 188

Dokumen terkait