BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Analisis Biaya Penggemukan Sapi Terhadap Peningkatan Keuntungan
4.2.1. Biaya Produksi
37
Berdasarkan tabel 4.4 dapat dilihat bahwa pengalaman beternak responden peternak sapi di Kabupaten Lampung Timur sudah reatif lama itu dapat dilihat bahwa yang memiliki pegalaman beternak 10-17 tahun berjumlah 4 orang dengan presentase 40 % sedangkan pengalaman beternak > 18 tahun sebanyak 6 orang dengan presentase 60 %.
4.2. Analisis Biaya Penggemukan Sapi Terhadap Peningkatan Keuntungan
d. Dedak Halus 50 Kg/Hari Rp2,500.00 90 Hari Rp11,250,000.00 e. Tepung Darah 0.5 Kg/Hari Rp5,000.00 90 Hari Rp225,000.00 f. Garam Dapur 1 Ons/Hari Rp200.00 90 Hari Rp18,000.00 g. Obat Cacing (wormsol) 1 Bgks/Bulan Rp19,600.00 3 Bulan Rp58,800.00 h. Antibiotik (Vet.Oxy L.A) 10 Ml/Bulan Rp18,700.00 3 Bulan Rp561,000.00 i. Vitamin B Kompleks 250 Ml/Bulan Rp780.00 3 Bulan Rp585,000.00 j. Tenaga Kerja 1 Bulan Rp100,000.00 3 Bulan Rp300,000.00
Total Biaya Variabel Rp211,372,800.00
Total Biaya Produksi Rp213,978,459.00
Sumber; data diolah sendiri. 2022
Berdasarkan tabel diatas, komponen biaya biaya produksi yang terdiri dari biaya tetap dan biaya varaibel. Berikut ini adalah penjelasan dari keduanya yaitu:
1. Biaya tetap yang digunakan dalam produksi penggemukan sapi di Desa Putra Lempuyang Kecamatan Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah yaitu:
a. Pembuatan dan penyusutan Kandang Sebagai bahan pembuatan kandang umumnya peternak mengunakan seng karena dianggap lama pemakaiannya relative lama dan lantai kandang sapi menggunakan lantai semen sedangkan dinding kandang ternak setengah terbuka dengan menggunakan bambu dan kayu. Biaya pembuatan Kandang sapi rata-rata peternak mengeluarkan biaya Rp. 274,621/Bulan dengan masa pemakaian kandang rata-rata 3 bulan. Dengan demikian total pembuatan dan penyusutan untuk kandang rata-rata per peternak adalah Rp.823,863 /periode.
b. Peralatan dalam peternakan sapi ini berupa tali, skop, grobak, terpal parang, cangkul, ember, timba, ember, pompa air, selang. Dengan masa pakai peralatan berbeda-beda sesuai jenisnya. Persentase penyusutan kandang rata-rata 1 bulan Rp. 60,600 jadi Rata- rata total pengeluaran untuk peralatan adalah Rp.181,800 / periode.
39
c. Pajak Kandang adalah biaya yang dikeluarkan peternak untuk Negara.
Pajak yang dikeluarkan peternak selama 1 tahun rata-rata Rp.133,332 /tahun jadi Rata- rata pegeluaran pajak peternak selama 3 Bulan adalah Rp. 33,333.
d. Listrik dan Air Pemakaian listrik digunakan untuk penerangan dan menghidupakan pompa air. Jumlah rata-rata listrik yang dikeluarkan peternak adalah rata-rata Rp. 400,000/bulan. Rata- rata pengeluaran peternak untuk listrik dan air selama 3 Bulan/Periode yaitu 1,200,000.
2. Biaya variabel yang digunakan dalam produksi penggemukan sapi di Desa Putra Lempuyang Kecamatan Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah yaitu:
a. Bakalan Sapi adalah bibit yang digunakan untuk usaha ternak sapi potong adalah ternak sapi yang akan dipelihara tidak langsung dijual ketika mencapai bobot potong, namun pembelian bibit diperuntungkan sebagai calon induk turunan induk ini akan dijual ataupun dijadikan indukan kembali sesuai kemauan peternak. Rata-rata berat badan bakalan sapi adalah 250 kg dengan harga perkilogram rata-rata Rp. 46,000. Jadi, Rata-rata pengeluaran peternak untuk pembelian bakalan sapi adalah Rp.
11,500,000/sapi dengan banyak sapi yaitu 15 ekor sehingga pembelian bakalan sapi sebesar 172,500,000.
b. Pakan konsentrat adalah pakan utama yang diberikan dalam pertenakan sapi. Rata-rata sapi memerlukan 4 kg dengan banyak sapi yaitu 25 sehingga pakan konsentrat yang dikeluarkan per hari sebanyak 100 kg
dengan harga Rp 2,500/kg selama satu periode yaitu 90 hari. Jadi rata- rata yang dikeluarkan adalah Rp. 22,500,000
c. Rumput Gajah adalah pakan utama yang diperlukan dalam peternakan sapi. Rata-rata perekor sapi memerlukan 15 kg dengan banyak sapi yaitu 25 sehingga jumlah rumput gajah yang dikeluarkan adalah 375 Kg/Hari rumput gajah dengan harga rata-rata 100 rupiah/kg selama satu periode atau 90 hari. Jadi, rata-rata total harga rumput gajah yang dikeluarkan peternak adalah Rp. 3,375,000 /periode.
d. Dedak Halus untuk satu ekor sapi memerlukan rata-rata 2 kg dedak selama sehari dengan harga perkilogram rata-rata Rp.2,500 selama satu periode atau selama 90 hari. Jadi, rata-rata peternak sapi mengeluarkan biaya pembelian dedak sebesar Rp. 11,250,000/ periode.
e. Tepung darah untuk satu ekor sapi memerlukan rata-rata tepung darah sebenyak 0.5 kg selama satu periode atau 90 hari dengan rata-rata harga tepung darah adalah Rp.5,000/kg. Jadi, total rata-rata yang dikeluarkan peternak dalam pebelian tepung adarah adalah 225,000 /periode.
f. Garam Dapur untuk satu ekor sapi memerlukan rata-rata 1 ons /hari dan dipakai selama 90 hari dengan rata-rata harga Rp. 2,000 /kg dengan harga 1 ons yaitu Rp. 200. Jadi, rata-rata total harga garam dapur yang dikeluarkan peternak dalam satu periode adalah Rp. 18,000.
g. Obat Cacing diberikan kepada ternak hanya 1 bungkus selama 1 Bulan dalam satu bulan dengan harga Rp 19,600 untuk menghindari penyakit cacingan pada sapi ternak. Rata-rata peternak mengeluarkan biaya untuk 3 Bulan yaitu dengan biaya obat cacing Rp. 58,800.
41
h. Antibiotik digunakan untuk menekan atau menghentikan suatu proses biokimia didalam organisme khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Satu ekor sapi memerlukan 10 ml anti bakteri selama satu bulan dengan harga Rp. 18,700. sehingga Rata-rata peternak mengeluarkan biaya untuk antibiotic selama 3 Bulan yaitu Rp. 561,000 /periode.
i. Vitamin B Kompleks satu ekor sapi memelukan 10 ml vitamin B kompleks selama satu bulan dengan harga Rp.7,800. Rata-rata peternak mengeluarkan biaya Vitamin B selama 3 bulan yaitu Rp. 585,000
j. Tenaga Kerja yang digunakan oleh peternak sapi di Kabupaten Lampung Tengah hanya meggunakan rata-rata 1 orang selama satu periode/3 bulan dengan upah Rp. 3,000,000.
Biaya produksi dalam usaha ini terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel.
Biaya tetap yang dikeluarkan antara lain adalah biaya penyusutan, listrik, air, pajak PBB dan angsuran kredit. Sedangkan biaya variabel terdiri atas biaya pembelian bakalan, tenaga kerja, pakan hijauan, pakan penguat, kesehatan dan transportasi. Hal ini sesuai dengan pendapat Ekowati et al. (2014) yang menyatakan bahwa biaya produksi adalah beban yang harus ditanggung oleh produsen untuk menyelenggarakan proses produksi tertentu dinyatakan dalam bentuk uang dalam kurun waktu tertentu. Dari total biaya diatas dapat dilihat bahwa semakin besar skala usaha yang dijalankan maka semakin besar pula total biaya yang dikeluarkan, hal ini dikarenakan biaya variabel juga memiliki sifat semakin besar skala usaha yang dijalankan maka semakin besar pula biaya variabel yang keluarkan.
Pada usaha penggemukan sapi yang dilakukan Kelompok Tani Lembu Jaya Lestari di Desa Putra Lempuyang Kecamatan Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah biaya terbesar yang dikeluarkan responden dari seluruh biaya produksi yaitu biaya pakan sebesar Rp.22,500.000. Hal ini sesuai dengan pendapat Makin (2011) yang menyatakan bahwa ongkos makanan di Indonesia mencapai 60-80 % dari biaya produksi. Selain sebagai biaya terbesar dari seluruh biaya produksi, pakan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap produktifitas ternak. Jadi pakan harus mendapatkan perhatian serius dari peternak agar sapi perah yang dipelihara bisa berproduksi tinggi dengan biaya yang ekonomis sehingga peternak tetap bisa meraih keuntungan.