BAB III SOSIAL BUDAYA
3.5 Bidang Kesehatan
Berbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasil dari pembangunan di bidang kesehatan. Sarana dan Prasarana Pelayanan Kesehatan (SPPK) yang
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 35 dikelola pemerintah adalah dukungan yang paling menentukan derajat kesehatan masyarakat. Sarana dan prasana tersebut meliputi: Rumah Sakit Umum Daerah klasifikasi type B (SK. Kemenkes Nomor HK.02.03/I/0196/2015 Tanggal 4 Februari 2015).
Jumlah Puskesmas 20 unit ( 17 unit Puskesmas perawatan dan 3 unit Puskesmas Non Perawatan) 16 dari 20 unit puskesmas tersebut telah terakreditasi, jumlah Pustu 61 unit, 1 unit Apotek dan 581 unit Posyandu yang tersebar di 10 kecamatan. Selain itu terdapat 43 buah Apotek, 1 unit Rumah Sakit Ibu dan Anak dan 11 klinik yang dikelola pihak Swasta.
Tabel 3.21. Banyaknya Fasilitas Kesehatan Yang dikelola Pemerintah Tahun 2019
No Kecamatan Rumah
Sakit Puskesmas Perawatan
Puskesmas Non Perawatan
Puskesmas
terakreditasi Posyandu Pustu Apotik
1 Gantarang - 2 1 3 97 7 -
2 Ujung Bulu 1 0 1 1 29 2 1
3 Ujung Loe - 2 1 3 59 6 -
4 Bontobahari - 1 - 1 27 3 -
5 Bontotiro - 2 - 2 53 9 -
6 Herlang - 2 - 2 37 6 -
7 Kajang - 3 - 3 76 7 -
8 Bulukumpa - 2 - 2 84 9 -
9 Rilau Ale - 1 - 1 64 8 -
10 Kindang - 2 - 2 55 4 -
Bulukumba 1 17 3 20 581 61 1
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Bulukumba 2020
RSUD H.A.Sultan Dg.Radja RSIA Yasira
Puskesmas Tanete Puskesmas Ujung Loe
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 36 Tabel 3.22. Banyaknya Fasilitas Kesehatan Yang dikelola Swasta tahun 2019
No Kecamatan Rumah
Sakit Rumah
Bersalin klinik Praktek Apotik
1 Gantarang - - 1 3 3
2 Ujung Bulu 1 - 7 32 26
3 Ujung Loe - - - 2 2
4 Bontobahari - - 1 2 4
5 Bontotiro - - - 3 1
6 Herlang - - - 3 0
7 Kajang - - 1 6 1
8 Bulukumpa - - 1 6 4
9 Rilau Ale - - - 0 2
10 Kindang - - - 1 0
Bulukumba 1 - 11 58 43
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Bulukumba, 2020
Dalam rangka pembangunan kesehatan diperlukan berbagai jenis tenaga kesehatan yang memiliki kemampuan melaksanakan upaya kesehatan dengan paradigma sehat, yang mengutamakan upaya peningkatan pemeliharaan kesehatan serta pencegahan penyakit.
Untuk meningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Pemerintah Kabupaten Bulukumba telah berupaya menambah tenaga kesehatan dilingkup Dinas Kesehatan serta RSUD H.A. Sultan Dg. Raja Kabupaten Bulukumba dimana hingga akhir tahun 2019 tercatat sebanyak 783 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari :
Tabel 3.23. Banyaknya Tenaga Kesehatan Tahun 2019
No Tenaga Kesehatan Jumlah Keterangan
1 Dokter Ahli 26
2 Dokter Umum 42
3 Dokter Gigi 18
4 Apoteker 10
5 Bidan 196
6 Perawat 334
7 Kesehatan Masyarakat 77
8 Ahli Gizi 38
9 Ahli Rontgen 9
10 Ahli Penyehatan Lingkungan 33
Total 783
Sumber: Dinas Kesehatan Kab. Bulukumba, 2020
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 37
BAB IV ARAH PERENCANAAN PEMBANGUNAN KABUPATEN
BULUKUMBA
4.1 Visi dan Misi Kabupaten Bulukumba
Visi Kabupaten Bulukumba yang tertuang dalam RPJPD (2005-2025) yaitu:
“Bulukumba Yang Sejahtera Dan Mandiri”
Misi Kabupaten Bulukumba yaitu:
1. Mewujudkan masyarakat bulukumba yang sejahtera dan mandiri melalui pengembangan agroindustri;
2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia;
3. Mewujudkan pemerintahan yang bersih dan amanah serta menjunjung tinggi supremasi hukum;
4. Mewujudkan bulukumba yang bersih lingkungan dan alam yang ramah mendukung Indonesia Go Green.
4.2 Visi Dan Misi Pemerintah Kabupaten Bulukumba
Visi Pemerintah Kabupaten Bulukumba yang tertuang dalam RPJMD (2016-2021) yaitu:
“Masyarakat Bulukumba yang Sejahtera dan Terdepan melalui Optimalisasi Potensi Daerah dengan Penguatan Ekomomi Kerakyatan yang Dilandasi pada
Pemerintahan yang Demokratis dan Religius”
Misi Pemerintah Kabupaten Bulukumba yaitu:
1. Meningkatkan pelayanan hak dasar masyarakat dibidang infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan yang merata dan berkeadilan;
2. Mengoptimalkan penataan dan pemanfaatan potensi daerah;
3. Mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi pada berbagai sektor dan wilayah;
4. Meningkatkan kualitas sumberdaya manusia yang berjiwa kompetitif;
5. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan bersih (clean governance) serta penegakan supremasi hukum dan hak azasi manusia;
6. Meningkatkan kerjasama antardaerah untuk menciptakan peluang kesejahteraan masyarakat dan terbangunnya sinergitas antardaerah;
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 38 7. Penataan ruang dan pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan, budaya, dan
penanggulangan bencana;
8. Mendorong terciptanya iklim demokrasi yang kondusif, suasana aman, tertib dan religius didalam kehidupan bermasyarakat;
4.3 Strategi dan Arah Kebijakan
Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komprensif tentang bagaimana Pemerintah Kabupaten Bulukumba mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien. Selain itu, strategi juga berguna sebagai sarana untuk melakukan transformasi dan perbaikan kinerja birokrasi Kabupaten Bulukumba secara berkelanjutan.
4.3.1 Strategi
Rumusan strategi merupakan pernyataan yang menjelaskan bagaimana sasaran akan dicapai. Ia merupakan langkah-langkah yang berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Strategi tersebut selanjutnya diperjelas dengan serangkaian arah kebijakan. Penetapan strategi dilakukan untuk menjawab cara pencapaian sasaran-sasaran pembangunan dan jangka waktu pencapaian sasaran-sasaran tersebut. Sebuah strategi dapat dilakukan untuk menjawab satu sasaran pembangunan ataupun lebih dari satu sasaran pembangunan, dengan pertimbangan aspek efektifitas dan efisiensi.
Dalam kaitan ini, arsitektur perencanaan pembangunan daerah dipisahkan menjadi dua: (1) perencanaan strategi yaitu perencanaan pembangunan daerah yang menekankan pada pencapaian visi-misi pembangunan daerah; (2) perencanaan operasional yaitu perencanan yang menekankan pada pencapaian kinerja layanan setiap urusan. Segala sesuatu yang secara langsung dimaksud untuk mewujudkan tujuan dan sasaran RPJMD maka dianggap strategis, ini dijalankan melalui program pembangunan daerah dan program prioritas berdasarkan penyelengaraan urusan pemerintahan melalui program prioritas masing-masing urusan. Dalam perumusan strategi pembangunan daerah ada empat perspektif yang digunakan dalam mengarahkan keselarasan dan pilihan program pembangunan daerah yakni (1) perspektif masyarakat/layanan (2) Perspektif internal ; (3) perspektif kelembagaan; (4) perspektif keuangan.
4.3.2 Arah Kebijakan
Arah kebijakan pembangunan jangka menengah daerah merupakan pedoman untuk menentukan tahapan dan perioritas pembangunan lima tahunan guna mencapai sasaran RPJMD secara bertahap. Tahapan dan prioritas yang ditetapkan mencerminkan urgensi permasalahan dan isu strategis yang hendak diselesaikan berkaitan pengaturan waktu.
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 39 Kebijakan tahunan yang belum terlaksana tetap akan menjadi perhatian pada tahun berikutnya disamping kebijakan prioritas tahun berjalan.
Penekanan prioritas pada setiap tahapan berbeda beda, namun memiliki kesinambungan dari satu periode ke periode lainnya dalam rangka mencapai sasaran tahapan lima tahunan dalam RPJMD, dengan prioritas kebijakan tersebut bukan berarti program/kegiatan pembangunan operasional SKPD di luar yang diprioritaskan tidak berjalan, ia tetap berjalan tetapi dengan tekanan strategis yang lebih rendah dibanding yang diprioritaskan. Kebijakan pembangunan dengan penekanan strategis lebih rendah dimaksud adalah program-program operasional pada semua SKPD yang melaksanakan program pembangunan daerah untuk memenuhi kewajiban penyelenggaraan semua urusan pemerintahan. Selain itu semua arah kebijakan pembangunan daerah di harapkan akan mengarah pada pengelolaan keuangan yang makin berkualitas, sehingga dapat mempertahankan predikat WTP dari tahun ke tahun.
Arah kebijakan pembangunan lima tahun Kabupaten Bulukumba priode 2016-2021 adalah sebagai berikut.
a. Arah Kebijakan Pembangunan Tahun 2016
Pembangunan tahun 2016 merupakan tahun awal dari priode RPJMD. Fokus pembangunan selain melanjutkan pencapaian priode RPJMD sebelumnya, juga meletakkan dasar-dasar bagi fokus pembangunan periode RPJMD saat ini. Kebijakan pembangunan pada tahun 2016 diarahkan kepada:
1. Pengembangan ekonomi kerakyatan:
a. Pembinaan UMKM dan koperasi;
b. Penguatan permodalan dan manejerial UKM serta koperasi;
c. Penumbuhan wirausahaan baru;
d. Peningkatan kualitas tenaga kerja dan calon tenaga kerja;
e. Peningkatan akses masyarakat miskin usaha produktif;
f. Peningkatan bantuan dan jaminan penyandang masalah kesejahtraan sosial;
2. Optimalisasi potensi unggulan daerah:
a. Peningkatan produksi pertanian dan tanaman pangan;
b. Peningkatan populasi ternak;
c. Peningkatan produksi perikanan dan rumput laut;
d. Peningkatan produksi tanaman perkebunan;
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 40 e. Pembangunan sektor pariwisata.
3. Pembangunan bidang pendidikan:
a. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan;
b. Peningkatan mutu pendidikan;
c. Peningkatan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan;
d. Peningkatan akses dan jenjang layanan pendidikan;
e. Pemberantasan buta huruf;
f. Pengembangan organisasi dan kegiatan kepemudaan dan keolahragaan.
4. Pembangunan bidang kesehatan:
a. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana kesehatan;
b. Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan;
c. Peningkatan akses masyarakat terhadap kesehatan;
d. Peningkatan kesehatan ibu dan anak;
e. Peningkatan upaya kesehatan prevensif dan promotif;
f. Penguatan norma keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
5. Pemberdayaan masyarakat dan penguatan kemandirian desa:
a. Penguatan kapasitas kelembagaan ekonomi pedesaan;
b. Peningkatan kapasitas aparat pemerintah desa;
c. Penguatan kapasitas kelembagaan masyarakat;
d. Penanggulangan kemiskinan.
6. Peningkatan sarana dan prasarana infrastruktur daerah:
a. Pembangunan dan peningkatan jalan;
b. Pembangunan dan peningkatan jembatan;
c. Pembangunan dan peningkatan infrastruktur pemukiman;
d. Pembangunan dan peningkatan infrastruktur pemerintah;
e. Pembangunan dan peningkatan infrastruktur yang mendukung sektor unggulan, seperti irigasi, waduk, embung dll;
f. Dukungan pembangunan bandara.
7. Reformasi birokrasi dan penguatan good governance:
a. Penguatan kelembagaan dan tatalaksana pemerintahan daerah;
b. Peningkatan kompetensi aparatur;
c. Pengembangan transparansi birokrasi;
d. Penguatan manajemen pembangunan dan pengendalian tata ruang;
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 41 e. Penertiban pengelolaan keuangan dan aset daerah;
f. Perbaikan admistrasi pemerintahan umum;
g. Penguatan dokumen perencanaan.
8. Pengembangan kerjasama antar daerah dan daya saing daerah:
a. Kerjasama dengan kab/kota atau dengan propinsi lain;
b. Kerjasama dengan lembaga atau stakeholder lain.
b. Arah Kebijakan Pembangunan Tahun 2017
Kebijakan pembangunan tahun 2017 diarahkan kepada:
1. Peningkatan kapasitas infrastruktur daerah:
a. Peningkatan kapasitas jalan dan jembatan;
b. Pengembangan jaringan informasi dan komuniklasi;
c. Pengembangan perumahan dan pemukiman;
d. Pengeloaan sumber daya air dan peningkatan kapasitas infrastruktur irigasi;
e. Pemenuhan infrastruktur dasar masyarakat;
f. Peningkatan kapasitas penangan bencana;
g. Dukungan pembangunan bandara.
2. Optimalisasi potensi unggulan daerah:
a. Peningkatan produksi pertanian dan tanaman pangan;
b. Peningkatan populasi ternak;
c. Peningkatan produksi perikanan dan rumput laut;
d. Peningkatan produksi tanaman perkebunan;
e. Pembangunan sektor pariwisata.
3. Reformasi birokrasi dan penguatan Good Governance:
a. Penguatan kelembagaan dan tatalaksana pemerintahan daerah;
b. Peningkatan kompetensi aparatur;
c. Pengembangan transparansi birokrasi;
d. Penguatan manajemen pembangunan dan pengendalian tata ruang;
e. Penertiban pengelolaan keuangan dan aset daerah;
f. Perbaikan admistrasi pemerintahan umum;
g. Penguatan dokumen perencanaan.
4. Peningkatan kelestarian dan penanganan dampak lingkungan:
a. Perlindungan fungsi lingkungan;
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 42 b. Penanganan dampak lingkungan;
c. Konservasi dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis.
5. Pengembangan ekonomi kerakyatan:
6. Pembangunanbidang pendidikan;
7. Pembangunan kepemudaan, olahraga dan kebudayaan;
8. Pembangunan bidang kesehatan;
9. Pemeliharaan ketertiban dan pengembangan demokrasi.
c. Arah Kebijakan Pembangunan 2018:
Kebijakan yang diprioritaskan pada tahun 2018 adalah:
1. Pengembangan kerja sama Daerah dan daya saing daerah;
a. Pengembangan kerjasama dengan kabupaten / kota lain;
b. Pengembangan iklim investasi, sarana dan prasarana pendukung investasi daerah;
c. Peningkatan kualitas tenaga kerja dan calon tenaga kerja.
2. Pengembangan ekonomi kerakyatan;
3. Optimalisasi potensi unggulan daerah 4. Pebangunan bidang pendidikan;
5. Pembangunan kepemudaan, olahraga, dan kebudayaan ; 6. Peningkatan infrastruktur daerah;
7. Pembangunan bidang kesehatan.
d. Arah Kebijakan tahun 2019:
Kebijakan pembangunan tahun 2019 diarahkan kepada:
1. Pembinaan ketertiban dan pengembangan demokrasi:
a. Penegakan hukum dan norma sosial;
b. Dukungan penyelenggaraan pemilu;
c. Pembinaan partai politik;
d. Pemberdayaan perempuan;
e. Pemeliharaan ketertiban dan keamanan;
f. Penguatan wawasan dan kesatuan bangsa.
2. Pemantapan kehidupan beragama:
a. Pemenuhan sarana/ prasarana ibadah;
b. Pemeliharaan kerukunan beragama.
3. Pengarusutamaan gender, perlindungan perempuan dan anak, dan kesejahteraan sosial.
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 43 4. Peningkatan kapasitas infrastruktur daerah:
a. Dukungan pembangunan jalur kereta api (Makassar-Bulukumba-Bone);
b. Peningkatan kapasitas jalan dan jembatan;
c. Pengembangan kawasan strategis;
d. Peningkatan kapasitas pelabuhan;
e. Pengembangan jaringan informasi dan komunikasi;
f. Pengembangan perumahan dan pemukiman;
g. Pengeloaan sumber daya air dan peningkatan kapasitas infrastruktur irigasi;
h. Peningkatan kapasitas penanganan bencana.
5. Reformasi birokrasi dan penguatan goodgovernance:
a. Peningkatan kompetensi aparatur;
b. Penertiban pengelolaan keuangan dan aset daerah;
c. Peningkatan kelestarian dan penanganan dampak lingkungan:
1. Penanganan dampak lingkungan;
2. Konservasi dan rehabilitasi hutan dan lahan kritis;
6. Pembangunan bidang kesehatan;
7. Pembangunan bidang pendidikan;
8. Optimalisasi potensi unggulan daerah;
9. Pengembangan ekonomi kerakyatan;
10. Pembangunan kepemudaan, olahragaan, dan kebudayaan.
e. Arah Kebijakan Pembangunan Tahun 2020
Pada tahun 2020 akselerasi dilakukan pada kebijakan-kebijakan yang target kinerjanya masih jauh dari pencapaian guna mengejar pencapaian target kinerja tersebut pada akhir periode RPJMD. Adapun prioritas kebijakan pada tahun ini adalah:
1. Pengembangan ekonomi kerakyatan;
2. Optimalisasi potensi unggulan daerah;
3. Pembangunan bidang pendidikan;
4. Pembangunan kepemudaan dan olahraga dan kebudayaan;
5. Pembangunan bidang kesehatan;
6. Peningkatan kapasitas infrastruktur daerah;
7. Peningkatan kapasitas biokrasi dan kelembagaan.
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 44 f. Arah Kebijakan Pembangunan Tahun 2021
Tahun 2021 adalah tahun terakhir dari periode RPJMD 2016-2021. Pada tahun tersebut akan terselenggara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati secara bersamaan dengan beberapa kabupaten/kota. Karena itu kebijakan terakhir ketertiban dan demokrasi kembali menjadi prioritas pada tahun 2021. Selain itu, prioritas juga diberikan kepada target kinerja kebijakan yang belum tercapai pada tahun 2020. Adapun prioritas kebijakan pada tahun 2021 adalah:
1. Pemeliharaan ketertiban dan pengembangan demokrasi;
2. Optimalisasi potensi unggulan daerah;
3. Pengembangan ekonomi kerakyatan;
4. Pengembangan bidang pendidikan;
5. Pembangunan bidang kesehatan;
6. Peningkatan kapasitas biokrasi dan kelembagaan;
7. Pemantapan infrastruktur daerah.
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 45
BAB V EKONOMI DAN KEUANGAN
5.1 Ekonomi
5.1.1 Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan nilai tambah bruto seluruh barang dan jasa yang tercipta atau dihasilkan di wilayah domestik suatu negara yang timbul akibat berbagai aktivitas ekonomi dalam suatu periode tertentu tanpa memperhatikan apakah faktor produksi yang dimiliki residen atau non-residen.
PDRB atas harga berlaku atau dikenal dengan PDRB nominal disusun berdasarkan harga yang berlaku pada periode penghitungan, dan bertujuan untuk melihat struktur perekonomian, Sedangkan PDRB atas dasar harga konstan disusun berdasarkan harga pada tahun dasar yang bertujuan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan hasil perhitungan PDRB tahun 2019, angka PDRB atas dasar harga berlaku mencapai 14,21 Trilyun rupiah dengan kontribusi dari kategori A (pertanian, kehutanan dan perikanan) masih menjadi penyumbang terbesar dengan sumbangan sebesar 37, 13 % .
Tabel 5.1. Nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berdasarkan Harga Berlaku dan Harga Konstan Tahun 2015 – 2019
TAHUN HARGA BERLAKU HARGA KONSTAN (2010)
Jumlah
(Milyar Rp) Pertumbuhan (%) Jumlah
(Milyar Rp) Pertumbuhan (%)
2015 9.568.06 14,25 6.773.59 5,61
2016 10.820,01 13,08 7.234,36 6,80
2017 12.068,74 11,54 7.730,91 6,86
2018 13.198,92 9,32 8.121,33 5,05
2019 14.214,59 7,69 8.567,46 5,49
Rata-rata 11,17 5,96
Sumber: Badan Pusat Statistik Kab. Bulukumba, 2020
Berdasarkan harga konstan 2010, angka PDRB juga mengalami kenaikan, dari 8.121,33 Trilyun rupiah pada tahun 2018 menjadi 8.567,46 trilyun rupiah pada tahun 2019.
Hal ini menunjukkan selama tahun 2019 Kabupaten Bulukumba mengalami pertumbuhan ekonomi sekitar 5,49 naik dibanding tahun sebelumnya.
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 46
Sumber: Badan Pusat Statistik Kab. Bulukumba, 2020
Sumber: Badan Pusat Statistik Kab. Bulukumba, 2020
Selama lima tahun terakhir (2015 - 2019) struktur perekonomian Kabupaten Bulukumba didominasi 3 (tiga) kategori lapangan usaha, diantaranya: pertanian, kehutanan dan perikanan; perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; serta konstruksi; Hal ini dapat dilihat dari peranan masing-masing lapangan usaha terhadap pembentukan PDRB Bulukumba.
Diantara ketiga lapangan usaha tersebut, perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor adalah kategori yang mengalami peningkatan peranan, sebaliknya, pertanian, kehutanan dan perikanan peranannya setiap tahun semakin menurun. Salah satu penyebab menurunnya peranan pertanian, kehutanan dan perikanan adalah berkurangnya luas lahan pada lapangan usaha tersebut. Lambatnya kenaikan harga produk lapangan usaha tersebut dibandingkan produk lain juga menjadi penyebab turunnya peranan lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan.
14,25
13,08 11,54
9,32
7,69
11,17
5,61 6,80 6,86
5,05 5,49 5,96
0,00 2,00 4,00 6,00 8,00 10,00 12,00 14,00 16,00
2015 2016 2017 2018 2019 Rata-Rata
Grafik 5.1 Pertumbuhan PDRB Kabupaten Bulukumba Tahun 2015 - 2019
Pertumbuhan PDRB Harga Berlaku (%) Pertumbuhan PDRB Harga Konstan (%)
5,66
6,79 6,92
5,05 5,49
0 1 2 3 4 5 6 7 8
2015 2016 2017 2018 2019
Grafik 5.2 Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Bulukumba Tahun 2015 - 2019
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 47 Tabel 5.2. Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Bulukumba
Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2015 – 2019
No Lapangan Usaha TAHUN
2015 2016 2017 2018 2019
1 Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 42,93 41,01 40,39 38,68 37,17
2 Pertambangan dan Penggalian 2,39 2,60 2,65 2,82 2,71
3 Industri Pengolahan 6,91 6,80 6,66 6,50 6,85
4 Pengadaan Listrik dan Gas 0,12 0,12 0,11 0,11 0,11
5 Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah
dan Daur Ulang 0,03 0,03 0,03 0,03 0,03
6 Konstruksi 8,80 9,30 9,79 10,19 10,18
7 Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi
Mobil dan Sepeda Motor 14,59 15,76 15,89 16,41 17,19
8 Transportasi dan Pergudangan 2,30 2,35 2,27 2,33 2,39
9 Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 0,58 0,63 0,68 0,74 0,76
10 Informasi dan Komunikasi 2,85 2,83 2,99 3,09 3,23
11 Jasa Keuangan dan Asuransi 3,23 3,39 3,31 3,35 3,53
12 Real Estate 3,97 4,28 4,47 4,50 4,35
13 Jasa Perusahaan 0,03 0,03 0,03 0,03 0,03
14 Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan
Jaminan Sosial Wajib 6,77 6,17 5,89 6,08 6,39
15 Jasa Pendidikan 2,77 2,89 3,01 3,12 3,01
16 Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1,09 1,14 1,18 1,24 1,31
17 Jasa Lainnya 0,62 0,65 0,69 0,75 0,80
PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber: Badan Pusat Statistik Kab. Bulukumba, 2020
5.1.2 PDRB Perkapita
Salah satu indikator tingkat kemakmuran penduduk di suatu daerah/wilayah dapat dilihat dari nilai PDRB per kapita, yang merupakan hasil bagi antara nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh kegiatan ekonomi dengan jumlah penduduk. Oleh karena itu besar kecilnya jumlah penduduk akan memepengaruhi nilai PDRB per kapita, sedangkan besar kecilnya nilai PDRB sangat tergantung pada potensi sumber daya alam dan faktor-faktor produksi yang terdapat di daerah tersebut. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku menunjukkan nilai PDRB per kepala atau per satu orang penduduk.
Nilai PDRB per kapita Bulukumba atas dasar harga berlaku sejak tahun 2015 hingga 2019 terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 PDRB perkapita tercatat sebesar 23,31 juta rupiah. Secara nominal terus mengalami kenaikan hingga tahun 2019 mencapai 33,80 juta rupiah. Kenaikan angka PDRB perkapita yang cukup tinggi ini disebabkan masih dipengaruhi oleh faktor inflasi.
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 48
Sumber: Badan Pusat Statistik Kab. Bulukumba, 2020
5.1.3 Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan kumpulan beberapa indeks yang memberikan gambaran atau potret pembangunan manusia di suatu daerah. Nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bulukumba pada tahun 2019 menduduki urutan 17 dari 24 kabupaten/kota se Sulawesi Selatan. IPM Kabupaten Bulukumba berdasarkan kriteria United Nations Development Programme (UNDP) termasuk golongan sedang. Untuk lebih jelasnya nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bulukumba dari tahun ke tahun dapat dilihat pada data dibawah ini:
Sumber: Badan Pusat Statistik Kab. Bulukumba, 2020
23,31 26,06 29,03 31,54 33,80
39,95 43,82 47,84 52,71 57,04
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
2015 2016 2017 2018 2019
Grafik 5.3 Perkembangan PDRB Per Kapita Kabupaten Bulukumba dan Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2015 – 2019
Bulukumba Provinsi
64 64,5 65 65,5 66 66,5 67 67,5 68 68,5
2015 2016 2017 2018 2019
65,58
66,46
67,08
67,7
68,28 Grafik 5.4. Indeks Pembangunan Manuasia (IPM)
Kabupaten Bulukumba Tahun 2015 - 2019
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 49 5.2 Keuangan
5.2.1 Total APBD Kabupaten Bulukumba Tahun 2016 – 2020
Tabel 5.3. Jumlah Total APBD Kabupaten Bulukumba Tahun 2016 - 2020
Tahun Jumlah Total APBD
APBD Pokok APBD Perubahan
2016 1.435.552.151.605,00 1.665.809.347.256,18
2017 1.458.600.095.400,00 1.530.407.553.186,47
2018 1.504.675.183.629,00 1.496.672.478.735,88
2019 1.501.658.770.375,00 1.523.252.933.013,00
2020 1.546.625.357.324,00 1.530.482.917.291,00
Sumber: Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kab. Bulukumba, 2020
5.2.2 Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kabupaten Bulukumba Tahun 2020 Tabel 5.4. Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kabupaten Bulukumba Tahun 2020
No OPD / Bidang Pagu (Rp)
A DAK REGULER
1. Dinas Pendidikan - Pendidikan SD/SDLB - Pendidikan SMP/SMPLB - Pendidikan PAUD - Pendidikan SKB
22.978.226.000 15.999.421.000 423.471.000 2.178.306.000 2. DAK Bidang Pelayanan Kesehatan :
- Pelayanan Kesehatan Dasar - Pelayanan Kesehatan Rujukan
- Pelayanan Kefarmasian / Sekaligus Campuran - Keluarga Berencana
17.144.984.000 27.554.572.000 2.257.725.000 1.650.000.000
3. Perumahan dan Pemukiman 1.382.534.000
4. Jalan 27.525.614.000
B DAK PENUGASAN
5 Kesehatan:
- Penguatan Intervensi stunting/ sekaligus campuran - Peningkatan pencegahan dan pengendalian
penyakit/sekaligus campuran
675.006.000 4.631.185.000
6. Sanitasi 4.023.616.000
7. Pertanian 3.400.000.000
8. Jalan 12.135.490.000
Jumlah Total DAK Fisik 143.960.150.000
Sumber: Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kab. Bulukumba, 2020
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 50 5.2.3 Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kabupaten Bulukumba Tahun 2020
Tabel 5.5. Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Kabupaten Bulukumba Tahun 2020
No Bidang Pagu (Rp)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Tunjangan Profesi guru PNSD Tambahan Penghasilan guru PNSD
Bantuan Operasional Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini Bantuan Operasional Kesehatan
Akreditasi Puskesmas Jaminan Persalinan
Bantuan Operasional Keluarga Berencana Pelayanan Administrasi Kependudukan
Bantuan Operasional penyelenggaraan pendidikan kesetaraan Dana peningkatan kapasitas koperasi dan UKM
Dana pelayanan kepariwisataan
113.144.775.000 885.000.000 8.905.800.000 17.895.938.000 1.057.926.000 2.502.955.000 2.112.876.000 1.598.855.000 4.226.600.000 417.358.000 1.028.604.000 Jumlah Total DAK Non Fisik 153.776.687.000
Sumber: Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kab.Bulukumba, 2020
5.2.4 Dana Tugas Pembantuan (TP) Kabupaten Bulukumba Tahun 2018 – 2020 Tabel 5.6. Dana Tugas Pembantuan (TP) Kabupaten Bulukumba Tahun 2018 – 2020
No Kementerian / SKPD Pagu (Rp)
2018 2019 2020
1 Kementerian Pertanian :
- Dinas Pertanian Tanaman Pangan,
Holtikultura dan Perkebunan 12.369.103.000 4.336.389.000 - 2 Kementerian Perdagangan
- Dinas Perdagangan dan
Perindustrian 6.000.000.000 4.000.000.000 -
3 Kementerian PU
- Dinas Perumahan Pemukiman dan
Pertanahan 3.955.000.000 - 2.085.000.000
Jumlah Total 22.324.103.000 8.336.389.000 2.085.000.000 Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, 2020
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 51 5.2.5 Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Bulukumba Tahun 2020
Tabel 5.7. Dana Insentif Daerah (DID) Kabupaten Bulukumba Tahun 2020
No Jeni Kegiatan Pagu (Rp)
1. Kelompok Kategori Pelayanan Dasar Publik Bidang Kesehatan : - Penanggulangan Pencegahan Covid-19
5.000.000.000 5.000.000.000 2. Kelompok Kategori Pelayanan Dasar Publik Bidang Pendidikan :
- Pembangunan Taman Lapangan Upacara dan Fasilitasi Parkir - Pengadaan Sarana Mobilitas Sekolah
- Penyelenggaraan Ujian Sekolah SMP/Mts dan UASBN SD - Rehab sedang/berat bangunan dan sarana penunjang belajar - Rehab sedang/berat ruang kelas sekolah
13.497.240.000 1.000.000.000 8.322.550.080 624.689.920 2.500.000.000 1.050.000.000 3. Kelompok Kategori Pelayanan Dasar Publik Bidang Infrastruktur
- Pembangunan Gedung Pertokoan/Koperasi/Pasar - Pembangunan Jalan
- Pembangunan Lintasan Atletik - Pembangunan Paving Blok GOR
- Pembangunan Sarana dan Prasarana Pariwisata - Pembangunan Talud/Drainase
- Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan - Pengadaan Mall Pelayanan Publik
- Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum bagi Masyarakat berpenghasilan rendah
- Perencanaan dan Pengawasan Pembangunan Jalan - Rehab Gedung Serbaguna
- Rehab sedang/berat Gdung Kantor
- Rehab seang/berat sarana air bersih dan sanitary - Rehabilitasi Gedung Pertemuan Kantor Camat - Rehabilitasi IPLT
- Rehabilitasi sedang/berat gedung kantor
- Rehabilitasi/Peningkatan Bangunan Gedung Kantor
17.970.713.000 1.160.000.000 900.000.000 794.850.000 188.000.000 500.000.000 300.000.000 500.000.000 1.500.000.000 6.595.713.000 100.000.000 867.150.000 700.000.000 1.000.000.000 200.000.000 2.500.000.000 65.000.000 100.000.000 4. Kelompok Kategori Pelayanan Umum Pemerintahan :
- Belanja Bahan Pakai Habis - Pemeliharaan Jaringan LIstrik - Pemeliharaan Lampu Jalan
- Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor - Pengadaan Alat Angkutan Darat Bermotor - Pengadaan Alat Kantor Lainnya
- Pengadaan Lampu Jalan - Pengadaan Meubelair - Pengadaan Mobiler
- Pengadaan Peralatan Gedung Kantor - Pengadaan Peralatan Gedung Kantor - Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor
- Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik
- Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor
1.973.584.000 15.000.000 98.282.000 200.000.000 150.302.000 205.000.000 300.000.000 350.000.000 200.000.000 22.650.000 117.350.000 230.000.000 15.000.000 60.000.000 10.000.000 Jumlah Total Dana Insentif Daerah 38.441.537.000 Sumber: Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kab. Bulukumba, 2020
Profil Daerah 2020
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bulukumba 52 5.2.6 Ringkasan Perubahan APBD Kabupaten Bulukumba Tahun Anggaran 2020
Tabel 5.8. Ringkasan Perubahan APBD Kabupaten Bulukumba Tahun Anggaran 2020
Nmr
Urut Uraian Jumlah (Rp)
Sebelum Perubahan Setelah Perubahan
1 PENDAPATAN 1.546.625.357.324,00 1.530.482.917.291,00
1.1 1.1.1 1.1.2 1.1.3 1.1.4 1.2 1.2.1 1.2.2 1.2.3 1.3 1.3.1 1.3.3 1.3.4 1.3.5
PENDAPATAN ASLI DAERAH - Pendapatan Pajak Daerah - Hasil Retribusi Daerah
- Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan - Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
DANA PERIMBANGAN
- Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak - Dana Alokasi Umum
- Dana Alokasi Khusus
LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH - Pendapatan Hibah
- Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
- Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus
- Bantuan Keuangan dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya
192.999.078.805,00 47.104.741.349,00 17.544.337.456,00
6.000.000.000,00 122.350.000.000,00 1.078.880.219.000,00 17.638.484.000,00 743.918.211.000,00 317.323.524.000,00 274.746.059.519,00 53.424.600.000,00 63.081.606.119,00 149.208.609.000,00 9.031.244.400,00
190.891.036.200,00 45.642.727.816,00 38.397.916.384,00 6.000.000.000,00 100.850.392.000,00 991.256.627.780,00 20.218.464.796,00 671.240.754.210,00 299.797.408.774,00 348.335.253.311,00 63.557.103.992,00 63.081.606.119,00 158.752.652.000,00 62.943.891.200,00
2 BELANJA 1.542.621.762.324,00 1.544.962.833.025,42
2.1 2.1.1 2.1.2 2.1.4 2.1.5 2.1.6 2.1.7 2.1.8 2.2 2.2.1 2.2.2 2.2.3
BELANJA TIDAK LANGSUNG - Belanja Pegawai
- Belanja Bunga - Belanja Hibah
- Belanja Bantuan Sosial
- Belanja Bagi Hasil kepada Prov/Kab/Kota dan Pemerintah Desa
- Belanja Bantuan Keuangan kepada Prov/Kab/Kota dan Pemerintahan Desa
- Belanja Tidak Terduga BELANJA LANGSUNG - Belanja Pegawai - Belanja Barang dan Jasa - Belanja Modal
853.444.122.357,00 595.931.168.944,00 393.200.000,00 56.052.307.000,00 1.000.000.000,00 6.119.359.809,00 186.363.881.604,00 7.584.205.000,00 689.177.639.967,00 44.516.521.000,00 344.583.997.802,00 300.077.121.165,00
844.063.640.828,42 582.798.153.239,42 393.200.000,00 55.552.307.000,00 1.000.000.000,00 8.059.007.085,00 177.835.842.504,00 18.425.131.000,00 700.899.192.197,00 39.118.582.500,00 348.413.419.022,00 313.367.190.675,00 SURPLUS / (DEFISIT) 4.003.595.000,00 14.479.915.734,42 3 PEMBIAYAAN DAERAH
3.1 3.1.1 3.1.4 3.2 3.2.2 3.2.3
PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH
- Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya
- Penerimaan Pinjaman Daerah
PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH
- Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah - Pembayaran Pokok Utang
7.084.205.000,00 7.084.205.000,00 0,00 11.087.800.000,00 0,00 11.087.800.000,00
54.842.715.734,42 25.567.715.734,42 29.275.000.000 40.362.800.000,00 0,00 40.362.800.000,00 PEMBIAYAAN NETTO (4.003.595.000,00) 14.479.915.734,42
SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN BERKENAAN 0,00 0,00
Sumber: Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Kab. Bulukumba, 2020