• Tidak ada hasil yang ditemukan

BISNIS TIDAK LENGKAP TANPA KEPEDULIAN

Dalam dokumen Majalah Mina Bahari Edisi 2 (Halaman 30-34)

B

isnis di sektor Kelautan dan Perikanan bukan bisnis kecil. Hal itu telah dibuktikan Purnani, pebisnis ulet yang mampu mencetak omzet hingga Rp500 juta/bulan.

Berbekal keseriusan, keuletan, kepedulian dan inovasi tanpa henti, Purnani berhasil menaklukkan berbagai hambatan sekaligus memberinya kesempatan untuk berbagi ilmu kepada lebih banyak orang. Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah terlintas dibenaknya.

Melalui bisnis pengolahan ikan di bawah bendera PT Benning Jati Anugrah, Purnani yang rela meninggalkan kenyamanan bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di kantor Dinas

Kelautan dan Perikanan Lampung, membuktikan bahwa pilihannya menjadi wirausaha sudah tepat.

Sebuah jalan yang mengantarnya pada prestasi dan pencapaian penting lain dalam hidupnya.

Purnani, lulusan Akademi Usaha Perikanan (AUP), sekarang Sekolah Tinggi Perikanan (STP) merintis usaha dibidang budidaya lele dan gurame pada tahun 1993, di Cogrek, Ciseeng, Bogor.

Kegiatan usahanya dimulai dengan mengajak dan melibatkan warga disekitar tempat usahanya untuk menjadi pembudidaya lele.

Di tahun 2000, usahanya terpaksa berhenti karena lingkungan semakin tidak nyaman, serta menipisnya keuntungan yang diraih.

Penulis : Tri Mulyani, Julianti Maesarah, Sri Sumaryanti

Bisnis itu mulia, jika tidak sekedar mengejar urusan omzet semata. Kelegaan bercampur kebahagiaan saat mengetahui ada begitu banyak orang yang mendapatkan manfaat dari bisnis yang dijalankan dapat menjadi energi ampuh untuk menggerakkan bisnis bergerak lebih cepat, lebih baik dan lebih besar.

Ketidakberuntungan tersebut ternyata membuka jalan baru. Seorang teman datang menawarkan kerjasama untuk menjadi pemasok lele dan gurame hidup di gerai Makro (sekarang Lotte.

red). Tak lama menjalankan usaha baru, ia kembali mendapati kenyataan bahwa margin dibisnis barunya sangat tipis.

Menghadapi kondisi tersebut, Purnani beralih menjadi pemasok berbagai produk olahan ikan seperti : kepala kakap, skin on, skin less di Makro.

Awalnya ia memasarkan produk makanan olahan ikan dari produsen yang namanya telah dikenal, namun ditengah perjalanan, sang produsen berhenti memasok produk akibat perubahan kebijakan investornya.

Untuk menggantikan, Purnami memasarkan produk produsen lain yang saat itu tengah dalam

kebangkrutan. Melihat banyaknya produk yang tidak terjual, ia memutuskan berjualan di PRJ Expo. Aha,… diluar perkiraannya, produknya ludes terjual bahkan sebelum expo berakhir.

Keberhasilan tersebut membuat sang pengusaha memanggil kembali karyawan yang telah dirumahkannya, dan kembali berproduksi.

Purnanipun akhirnya menjalin kerjasama dengan sang produsen. Namun, seiring waktu, mitra kerjanya memutuskan kerjasama.

Dihadapkan pada kondisi tersebut, Purnani tidak punya pilihan kecuali membangun usaha sendiri.

Bermodal lokasi pabrik sewaan, dan eks pegawai dari perusahaan sebelumnya, wanita optimis ini mulai mengibarkan brand sendiri, yaitu Benning Food melalui Perusahaan PT Benning Jati Anugrah di tahun 2007.

“Benning”, berasal dari kata Ben Ning dari bahasa Jawa yang artinya agar tentram/tenang,

“Jati” berasal dari kata Sejati dan “Anugrah” yang berarti Berkah. Makna nama perusahaan yang dipilihnya tersebut sebenarnya adalah serangkaian do’a agar usaha yang dirintisnya senantiasa mendapatkan “Berkah dan memberikan ketentraman yang sejati dari Allah. Sebuah doa dan harapan yang mulia.

Do’anya berbuah manis. Tak lama setelah ditinggal mitra bisnis dan mendirikan usaha sendiri, Purnani justru mendapatkan juara nasional UKM dibidang Pengolahan Ikan pada tahun 2009. Hadiahnya, luar biasa. Berbagai alat pengolahan ikan dengan total nilai mencapai Rp 900 jutaan. Pada saat bersamaan, PT Benning Jati Anugerahpun diajak bergabung dalam Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan.

P2MKP, adalah lembaga pelatihan kelautan dan perikanan mandiri bidang kelautan dan perikanan yang dibentuk dan dikelola oleh pelaku utama dan/atau pelaku usaha KP baik perorangan maupun kelompok. Penetapannya dilakukan oleh Kepala Badan Pengembangan SDM KP. P2MKP merupakan mitra pelatihan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melakukan pelatihan sektor KP kepada masyarakat yang membutuhkan.

Keikutsertaan Purnani di P2MKP membuka kesempatan kepadanya untuk menyebarluaskan pengetahuannya kepada masyarakat diseluruh Indonesia. “Melatih memberikan kepuasaan yang tidak dapat diungkapkan kata-kata. Saat memberikan pelatihan, saya all out”.

INOVASI TIADA HENTI

Kini Benning Food telah menjelang 8 (delapan) tahun. Mengawali produksi dengan 12 jenis produk olahan, saat ini telah ada 32 jenis produk olahan ikan yang dihasilkannya. Apa rahasia yang membuat usahanya semakin berkembang?

“Inovasi, Inovasi dan Inovasi. Selalu mengamati perkembangan kebutuhan pasar dan segera memproduksi apa yang dibutuhkan dengan kualitas terbaik”, tegasnya.

Dengan cara tersebut, Benning Food terbukti mampu menciptakan produk untuk memenuhi berbagai segmen pelanggan. Grade A untuk hotel, grade B untuk penjualan umum dan grade C untuk pasar modern. Tak hanya itu, Benning Food juga memperluas usahanya dengan menjadi pemasok pakan untuk Ikan-Ikan di Seaworld, Ancol dan membuat booth – booth jajanan sehat, yang berisi produk olahan ikan matang dengan penyajian yang menarik. Booth tersebut dapat dibeli dengan sistem franchise sehingga bisa membuka peluang usaha kepada masyarakat luas.

Dalam proses produksinya, Purnani menerapkan Blue Economy dan Zero Waste.

Tulang ikan yang dibersihkan dalam bentuk kering dijual dan diekspor ke Jepang. Setiap tiga bulan ia juga mengirimkan sekitar empat ton sisik ikan ke negeri Sakura. Siapa sangka barang sisa yang dianggap sampah tersebut bisa bernilai puluhan juta rupiah.

AYO, LAHIRKAN LEBIH BANYAK PENGUSAHA SEKTOR KP

Ditengah kesuksesannya, Purnani tetap rendah hati. Ia menyimpan cita-cita untuk karyawan yang telah setia mendukung perjuangannya.

“Saya ingin bisa membangun perumahan di area pabrik sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada karyawan yang telah membuat Benning Food seperti sekarang. Saya juga selalu ingatkan agar jangan pernah pelit ilmu, karena kita tidak akan menjadi miskin hanya karena membagi ilmu.

Sebaliknya kita justru semakin kaya dan bahagia, setelah melihat orang-orang yang kita latih tumbuh menjadi wirausaha baru, yang nantinya juga akan mengajak lebih banyak orang bekerja dan hidup sejahtera. Kenikmatannya luar biasa”, ungkapnya mengakhiri perbincangan. Sangat inspiratif.

PT. BENING JATI ANUGRAH (BENNING FOOD)

KP. JATI PARUNG RT. 03 RW 04, PARUNG, BOGOR, JAWA BARAT.

TELP. 08129429196, 087870404748 EMAIL :

[email protected]

Prof. Dr. Hasjim Djalal

Dalam dokumen Majalah Mina Bahari Edisi 2 (Halaman 30-34)

Dokumen terkait