• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.3 Pengertian Pengendalian Intern

Pengendalian intern adalah sistem yang terdiri dari kebijakan dan prosedur yang spesifik untuk memberikan manajemen keyakinan memadai bahwa tujuan dan sasaran akan membuat entitas menemukan berbagai prosedur yang biasa disebut kontrol dan membentuk secara kolektif intern control entitas Pengendalian Intern atau kontrol intern diartikan sebagai suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia (SDM) dan sistem teknologi informasi, yang buat untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan / objektif tertentu.

Pengertian pengendalian intern juga didefinisikan oleh Alvin A. Arens James K.

Loebbeceke (1994 dalam Ruzanna Amanina, 2011 dalam Aryani, 2013) bahwa

:“Sistem pengendalian intern terdiri dari beberapa kebijaksanaan dan prosedur spesifikasi yang dirancang untuk memberikan manajemen kepastian yang wajar bahwa sasaran dan tujuan penting bagi perusahaan untuk dipenuhi. Kebijaksanaan dan prosedur ini sering kali disebut pengendalian dan secara kolektif disebut pengendalian internal perusahaan”.

Sistem ini memainkan peran penting dalam mencegah dan mendeteksi penipuan (fraud) dan melindungi baik fisik (mesin dan properti) dan tidak berwujud (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang) sumber daya organisasi.

Menurut Committee of Sponsoring Organization (2013) Pengendalian Intern ialah sistem, struktur / proses yang diimplementasikan oleh dewan komisaris, dan karyawan dalam perusahaan yang bertujuan menyediakan jaminan yang memadai bahwa tujuan pengendalian tersebut diraih, meliputi efektivitas serta efisiensi operasi, keandalan pelaporan keuangan, dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan bisa dicapai.

Pengendalian intern ialah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris, menajemen dan personil satuan usaha lainnya yang dirancang untuk mendapat keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan dalam hal berikut:

keandalan pelaporan keuangan, kesesuaian dengan undang-undang dan peraturan yang berlaku, efektivitas dan efisiensi operasi.

Menurut Hery (2013:159) Pengendalian Intern merupakan seperangkat kebijakan serta prosedur untuk melindungi aset atau kekayaan perusahaan dari semua bentuk tindakan penyalahgunaan, menjamin adanya informasi akuntansi perusahaan yang akurat, serta memberi kepastian bahwa semua ketentuan hukum atau undang-undang serta kebijakan manajemen sudah dipatuhi atau dijalankan sesuai dengan ketetapan oleh seluruh karyawan perusahaan.

Pengendalian intern tidak hanya memeriksa kebenaran angka-angka, tetapi juga memperhatikan struktur organisasi perusahaan/instansi, meningkatkan guna kinerja dan menganalisis keberhasilan dari suatu kebijakan manajemen. Maka dari itu, pengendalian intern harus dimonitor dan dievaluasi agar manfaat dari pengendalian intern tersebut berhasil serta dapat dipertanggungjawabkan.

Menurut Mulyadi(2013:164), Pengendalian Intern yakni mencangkup struktur organisasi, metode & ukuran yang dikoordinasikan guna menjaga dan melestarikan kekayaan organisasi, mengecek ketelitian serta keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan dipatuhinya kebijakan manajemen.

Pengendalian Intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan asset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.

Menurut Ardiyos (2012.11) Pengendalian intern Adalah :

1. Pengendalian internal merupakan sebuah sistem yang disusun, sehingga antara bagian yang satu akan mengawasi bagian yang lainnya

2. Pengendalian internal merupakan suatu penguji kebenaran yang dilakukan dengan mencocokkan angka dan transaksi yang di lakukan oleh petugas yang berbeda

Pengendalian internal, sebagian ada yang menyebut pengendalian intern atau pengawasan internal, adalah istilah yang diserap dari internal controls. Istilah tersebut merujuk pada proses di dalam entitas (organisasi, termasuk perusahaan), dipengaruhi oleh dewan komisaris (atau dewan pengawas serupa), manajemen, dan personel lainnya,

2.3.1 Tujuan Pengendalian Intern

pengendalian intern harus dimonitor dan dievaluasi agar manfaat dari pengendalian intern tersebut berhasil serta dapat dipertanggungjawabkan.

Pengendalian intern harus dilaksanakan seefektif mungkin dalam suatu perusahaan untuk mencegah dan menghindari terjadinya kesalahan, kecurangan, dan penyelewengan.

Menurut Zaki (1999 dalam Ruzanna Amanina, 2011 dalam Aryani, 2013), tujuan dari pengendalian intern yaitu :

1. Menjaga keamanan harta milik perusahaan.

2. Memeriksa ketelitian dan kebenaran data akuntansi.

3. Memajukan efisiensi operasi perusahaan.

4. Membantu menjaga kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan lebih dahulu untuk dipatuhi.

Pengendalian internal akan dimasukkan sebagai unsur yang melekat dalam berbagai perancangan sistem akuntansi.

Menurut TMbooks (2015:49-50), menyatakan bahwa terdapat beberapa tujuan pengendalian internal, diantaranya yaitu:

1.Efisiensi dan efektivitas operasi 2. Reliabilitas pelaporan keuangan

3. Kepatuhan pada peraturan dan hukum yang berlaku 4. Menjaga keamanan aset

Tujuan pengendalian intern yang lebih mendasari adalah sebagai berikut 1. Menjaga Kekayaan organisasi

Struktur Pengendalian intern yang akan mampu mengurangi kemungkinan penyalahgunaan, pencurian, dan kecurangan-kecurangan lain yang dapat timbul terhadap aktivitas perusahaan

2. Mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi

Manajemen mempunyai kepentingan terhadap informasi keuangan yang teliti dan dapat diandalkan.informasi akuntansi digunakan oleh manajemen sebagai dasar pengambilan keputusan, karena data yang akuntansi mencerminkan perubahaan kekayaan perusahaan, maka ketelitian dan keandalan data akuntansi mereflesikan pertanggungan jawaban penggunaan kekayaan perusahaan

3. Mendorong efisiensi

Pengendalian dalam sebuah organisasi adalah alat untuk mencegah kegiatan pemborosan yang tidak perlu dalam segala aspek usaha untuk mengurangi penggunaan sumber data yang tidak efisien.

4. Mendorong di patuhinya kebijakan manajemen

Untuk mencapai tujuan perusahaan, manajemen menetapkan kebijakan- kebijakan dan prosedur-prosedur, struktur pengendalian internal dirancang untuk meberikan keyakinan yang memadai bahwa kebijakan serta prosedur yang ditetapkan perusahaan akan dipatuhi oleh karyawan

2.3.2 Karakteristik dan Keterbatasan Pengendalian Intern

Dalam sistem pengendalian intern meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang di koordinasikan untuk menjaga kekayaan organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dalam mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.Berikut ini adalah Karakteristik pengendalian intern

2.3.2.1 Karakteristik Pengendalian Intern

Pengendalian Internal yang baik memiliki karakteristik yang meliputi hal- hal sebagai berikut:

1) Suatu rencana organisasi yang memungkinkan adanya pemisahan pertanggungjawaban fungsi secara tepat,

2) suatu sistem otoritas dan prosedur pencatatan yang tepat untuk memungkinkan Accounting Control, yang memadai terhadap aktiva, hutang, pendapatan dan biaya,

3) praktek yang sehat diikuti dalam pelaksanaan tugas dan fungsi dari setiap bagian organisasi, dan

4) kualitas pengamat yang cocok dengan tanggung jawabnya.

Karakteristik yang baik akan mendukung terciptanya pengendalian internal yang efektif. Rencana organisasi, sistem otoritas dan prosedur pencatatan yang tepat, praktek yang sehat serta kualitas pengamat yang cocok harus berintegrasi dengan baik dalam pelaksanaan tugasnya. Kelancaran pekerjaan akan memudahkan pengendalian internal terlaksana dalam mencapai tujuan.

2.3.2.2 Keterbatasan Pengendalian Intern

Pelaksanaan struktur pengendalian intern yang efisien dan efektif haruslah mencerminkan keadaan yang ideal. Namun dalam kenyataannya hal ini sulit untuk dicapai, karena dalam pelaksanannya struktur pengendalian intern mempunyai keterbatasan-keterbatasan

Tidak ada suatu sistem pun yang dapat mencegah secara sempurna semua pemborosan dan penyelewengan yang terjadi pada suatu perusahaan, karena pengendalian internal setiap perusahaan memiliki keterbatasan bawaan, keterbatasan-keterbatasan suatu pengendalian internal tersebut seperti yang dikemukakan oleh

Mulyadi (2010:181) keterbatasan bawaan yang melekat pada setiap pengendalian internal adalah:

1. Kesalahan dalam pertimbangan seringkali manajemen dan personel lain dapat salah dalam mempertimbangkan keputusan bisnis yang diambil

2. Gangguan dalam pengendalian yang telah ditetapkan dapat terjadi karena personel secara keliru memahami perintah atau membuat kesalahan karena kelalaian

3. Kolusi terjadi ketika dua atau lebih karyawan berkonspirasi untuk melakukan pencurian (korupsi) di tempat mereka bekerja.

4. Pengabaian oleh manajemen muncul karena manajer suatu organisasi memiliki lebih banyak otoritas dibandingkan karyawan biasa, sehingga proses pengendalian cenderung lebih efektif pada manajemen tingkat bawah dibandingkan pada manajemen tingkat atas.

5. Biaya lawan manfaat, konsep jaminan yang meyakinkan atau masuk akal mempunyai arti bahwa biaya pengendalian internal tidak melebihi manfaat yang dihasilkan.

Dokumen terkait