Masyarakat Ambon mempunyai kebudayaan yang sangat berkaitan dengan adat istiadat dan juga kepercayaannya.
Awalnya sebagian besar penduduk Maluku beragama Kristen dan Islam, tetapi mereka masih sangat percaya akan roh – roh yang dihormati masyarakat setempat yang harus menghormati, diberi makan, tempat tinggal, ini disebut dengan Baileo atau rumah adat Maluku.
Biasanya masyarakat Ambon harus melakukan upacara sebelum memasuki Baileo, Selain itu masyarakat juga harus berpakaian adat berwarna hitam dengan memakai sapu tangan merah yang dipakai di bahu. Baileo merupakan batu yang berkekuatan gaib, batu tersebut memiliki besar kira-kira sekitar 2 meter batu tersebut telah digunakan sebagai altar tempat kurban. Di dalam keyakinannya mereka masih mempercayai hal yang membawa bencana bagi orang yang tidak menjalankan, karena jika tidak melakukannya orangnya akan jatuh sakit atau seluruh desa bisa terkena penyakit.
Masyarakat Suku Ambon memiliki beberapa hal yang khas bagi orang - orang yang hidup di daerah timur. Umumnya orang Ambon memiliki kulit hitam dan rambut keriting, bentuk tubuhnya juga sangat besar karena dari tubuhnya mereka yang
sangat besar bisa di lihat kebiasaan mereka seperti pelayar atau penyelam. Suku Ambon ini memiliki banyak kebudayaan yang khas sehingga masyarakat luar pun sangat tertarik untuk lebih mempelajari Suku Ambon. Masyarakat suku Ambon menggunakan bahasa Ambon sebagai bahasa sehari - hari, yang awalnya bahasa Ambon merupakan bahasa melayu.
Bahasa Ambon digunakan sebagai bahasa yang berkembang untuk pertama kalinya di Maluku dan beberapa tempat lainnya sebagai bahasa perdagangan.
Rumah Adat
Ambon memiliki rumah adat yaitu Baileo, rumah adat ini sekarang digunakan untuk adanya pertemuan dan kegiatan upacara. Baileo berbentuk seperti rumah panggung yang dikelilingi oleh serambi baileo ini sangat luas dan tinggi sekitar 2 meter, dinding baileo sendiri pun terbuat dari gaba - gaba atau batang daun rumbia. Tetapi hal yang menariknya baileo berbeda dengan rumah adat lainnya karena bangunannya tidak menggunakan dinding. Dulu saya pernah datang ke rumah adat Baileo sebagai kunjungan dari sekolah, salah satu orang yang menjaga di sana cerita bahwa rumah adat di Baileo ini dulu menjadi kepercayaan orang Ambon karena mereka masih mengingat roh - roh leluhurnya. Untuk desain dan bentuk dari rumah adat baileo ini juga memiliki kepercayaan dari setiap desain dan bentuk dari rumah adat tersebut.
Budaya Pela Gandong
Pela gandong adalah suatu ikatan persatuan yang dimana biasanya pela gandong memiliki 2 agama yang berbeda yaitu Agama Islam dan Agama Kristen. Saat dulu banyak sekali terjadi konflik antar dua agama tersebut, tetapi seiring berjalan waktu mereka bisa menyelesaikan masalah dengan damai. Pela gandong juga merupakan budaya khas dari orang Maluku yang tidak terdapat di daerah lainnya.
Tetapi walaupun mereka sudah bisa menyelesaikan dengan adanya Pela Gandong, terjadi lagi adanya konflik antar orang Maluku padahal Pela Gandong sudah ada ikatannya tetapi konflik pun tetap terjadi. Dari sini bisa di lihat kalau ikatan dari Pela Gandong juga mudah hilang begitu saja. Pela gandong merupakan aspek dari masyarakat Maluku yang sudah lama tetapi perlu untuk di kembangkan agar tidak terjadi konflik antar satu dengan yang lain. Sekarang Pela Gandong sudah mulai diterapkan dengan cara walaupun terlihat berbeda agama, ras maupun suku tetapi kita bisa menerapkan kebersamaan Pela Gandong.
Dulu saat sekolah juga kita sering menyanyikan lagu yang judulnya Gandong e atau pada saat ulang tahun Kota Ambon, dengan adanya lagu Pela Gandong juga membuat masyarakat lebih mengerti tentang arti Pela Gandong dan saling rukun satu dengan yang lain.
Di setiap sekolah diterapkan dengan adanya lagu Gandong e dan biasanya saat upacara atau hari nasional, karena di sekolah juga kita pasti berbeda agama, suku dan ras tetapi dengan hal
itu kita harus tetap rukun. Di setiap lirik dari lagu Gandong e terdapat makna - makna kedamaian sehingga masyarakat maluku harus hidup saling membantu satu dengan yang lain.
Terdapat juga gong perdamaian yang memiliki lambang untuk mengingatkan masyarakat maluku maupun luar bahwa maluku sudah aman, hingga sekarang sudah tidak pernah lagi terjadi konflik lagi di maluku. Masyarakat juga sudah mulai sadar kalau mereka satu walaupun berbeda tetapi mengingatkan mereka kepada Pela Gandong.
Budaya “sagu salempeng patah dua”
Terdapat juga budaya “sagu salempeng patah dua”, di maluku pohon sagu yang sangat identik pohon sagu melambangkan sumber dari hidup orang Ambon sejak dulu. Sagu merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat maluku karena hampir seluruh pohon sagu digunakan untuk kebutuhan masyarakat maluku. Biasanya daun sagu digunakan untuk atap rumah dan batangnya digunakan untuk dinding. Sagu merupakan makanan tradisional maluku yang terbuat dari batang sagu, maka pohon sagu merupakan sumber kehidupan masyarakat setempat.
Sagu salempeng patah dua juga memiliki makna yaitu hidup orang Basudara, karena mencerminkan orang Maluku dengan semangat membangun budaya bersama. Sebagai orang maluku kita memiliki makanan tradisional yaitu sagu, sagu merupakan suatu identitas yang telah diwariskan dari dulu hingga sekarang agar kita tidak melupakan. Sagu salempeng patah dua mempunyai dua makna yaitu saling berbagi dan peduli sesama,
biasanya istilahnya seperti jika ada yang kesusahan semuanya pasti membantu bersama - sama.
Pakaian Adat
Pakaian adat dari Ambon yaitu pakaian baju cele , baju cele ini bermotif kotak - kotak kecil biasanya ada beberapa warna yang dikombinasi dengan warna kain sarung agar tidak terlihat terlalu berbeda. Baju cele biasanya digunakan untuk upacara adat dan acara pesta, baju cele di kombinasikan dengan kain atau sarung hingga batas lutut. Tetapi baju cele juga terdapat beberapa warna yaitu merah putih atau hijau putih, untuk baju cele biasanya di jahit. Tradisi ini sebenarnya pengaruh dari budaya belanda karena dulu belanda menggunakan sapu tangan sebagai salah satu aksesoris untuk melengkapinya.
Pakaian adat Ambon ini memang memiliki banyak pengaruh dari pakaian Belanda, tetapi pakaian adat ini memiliki nilai budaya yang tinggi. Dulu di sekolah setiap hari kamis kami wajib menggunakan baju cele dengan warna hijau kotak - kotak, dari sini bisa dilihat bahwa dengan hal tersebut bisa menghidupkan budaya kita. Ibu guru maupun Bapak Guru juga wajib menggunakan baju cele dengan adanya hal seperti ini kita bisa lebih mengenal budaya kita dan mempertahankannya agar tidak hilang. Dengan diterapkan seperti ini membuat mereka lebih mengetahui dengan budaya masing - masing dan ini adalah salah satu hal yang baik.
Pakaian adat Ambon ini juga biasanya memiliki beberapa model dari baju tersebut, biasanya pakaian adat ini juga
di pakai di acara ulang tahun Kota Ambon. Yang dimana terdapat beberapa daerah yang menggunakan pakaian adat mereka masing - masing. Di acara lainnya juga pakaian adat ini digunakan sebagai pakaian dansa di Ambon, di sekolah saya dulu pernah ada teman saya mengikuti acara tersebut karena dipilih dari sekolah masing - masing untuk perwakilan ke acara tersebut. Dan sesampai di sana terdapat beberapa macam pakaian adat yang dipakai oleh perwakilan sekolah lainnya, dari sini bisa dilihat bahwa walaupun kita berbeda-beda tetapi kita harus tetap satu dan rukun. Dengan adanya hal tersebut membuat kita juga lebih mengenal satu dengan yang lain dengan daerahnya masing - masing.
Kebiasaan Orang Ambon
Kebiasaan dari orang Ambon yang khas, karena orang Ambon sangat menyukai Ikan sebagai makanannya jadi seleranya tidak bisa hilang dari hal tersebut. Dimana pun mereka yang dicari pasti ikan sebagai makanannya, orang Ambon memiliki porsi makan yang sangat banyak berbeda dengan suku lainnya.
Karena pekerjaan mereka yang sangat berat membuat mereka pun mempunyai porsi makan yang sangat banyak.
Saya juga seperti begitu dulu sebelum saya ke Surabaya saya hampir setiap hari makan ikan karena menurut saya ikan sangat enak dan fresh, sedangkan ketika saya sampai Surabaya tidak banyak yang menjual ikan sehingga saya cari dimana pun tetapi tidak sebanyak di Ambon. Harganya lebih murah di Ambon karena mereka memancing langsung di laut dan masih
fresh sedangkan di Surabaya ikannya mahal dan kurang fresh berbeda dengan di Ambon. Sehingga saya sering menitip orang tua saya kalau lagi datang ke Surabaya untuk membawa ikan dari Ambon.
Makan patita juga merupakan salah satu kebiasaan orang Ambon yang masih ada saat ini, makan patita biasanya terdapat di dalam acara- acara seperti hari ulang tahun kota maupun hari kemerdekaan dan beberapa acara lainnya. Makan patita selalu dilakukan dengan cara bersama - sama dengan ada beberapa menu makanan seperti colo- colo, sayur, papeda, singkong, kohu dan lainnya. Manfaat dari makan patita ini yaitu kebersamaan dengan orang yang banyak dan juga membangun semangat.
Dulu saya juga pernah menghadiri salah satu acara makan patita yang dimana terdapat bersama biasanya makanannya mereka selalu menaruh di daun pisang kemudian diisi dengan berbagai macam menu, setelah itu kemudian kita makan bersama dan biasanya dengan makan patita ini kita bisa lebih dekat dengan orang sekitar dan juga membangun kebersamaan.
Makan patita juga biasanya ada pada salah satu acara Gereja atau acara perkumpulan lainnya, sehingga sampai sekarang makan patita masih terjaga saat ini.
Makanan Khas Ambon 1. Ikan kuah dan Papeda
Ada beberapa makanan khas Ambon salah satunya yaitu papeda dan ikan kuah kuning, kalau kalian datang kesini sudah
pasti kalian harus mencobanya kalau belum makan papeda berarti kalian bisa dibilang belum ke Ambon. Papeda biasanya diganti dengan nasi, papeda bentuknya seperti lem yang terbuat dari sagu. Walaupun rasanya tawar tapi kalau dimakan dengan ikan kuah kuning sudah pasti bikin tambah nagih, biasanya papeda pasti ada di setiap restaurant yang ada di Ambon karena ini adalah salah makanan khas Ambon yang enak. Ikan kuah kuningnya juga jangan diragukan lagi karena ikannya sangat fresh dan berbeda dengan kalian coba di tempat lain.
Menurut saya papeda dan ikan kuah kuning sangat enak dan kalau kalian lagi di Ambon, wajib untuk dicoba rasanya bercampur dengan asam dan manis dari ikan kuah kuning sehingga sangat cocok untuk dimakan. Saya sendiri pernah makan papeda dan awalnya emang agak kurang suka karena bentuknya yang seperti lem, tetapi ketika dipadukan dengan ikan kuah kuning rasanya sangat beda dan enak sekali karena terdapat rasa asam manis sehingga membuat saya sampai sekarang ini suka sekali dengan papeda dan ikah kuah kuning.
Karena biasanya ada beberapa orang yang kurang suka dengan bentuk papedanya yang seperti lem tetapi kalau sudah di coba campur dengan ikan kuah kuningnya rasanya pasti berbeda dan lebih enak.
2. Bagea
Bagea adalah salah satu camilan khas Ambon yang terkenal karena rasanya yang enak dan pas di mulut, bagea terbuat dari tepung sagu dan kacang kenari. Camilan ini biasanya dinikmati
bersama kopi atau teh hangat, walaupun teksturnya yang agak keras tetapi ketika dimakan langsung bikin kalian buat nambah lagi. Bagea yang dijual biasa ada bagea kenari dan bagea bawang dan dua - duanya memang enak. Kalau saya biasanya beli dua- duanya karena camilan ini sangat cocok buat makan saat sore.
Kalau turis yang datang ke Ambon sudah pasti pulangnya bawa cemilan khas ini karena memang wajib di coba. Bagea juga sangat disuka banyak orang , kalau saudara saya kesini biasanya pasti selalu di titip oleh temannya sebagai oleh- oleh karena memang bagea Ambon ini sangat enak dan beda rasanya dengan yang lain. Saya sendiri pun juga begitu kalau saya pulang ke Ambon pasti biasanya selalu di titipin oleh teman saya untuk membawa bagea Ambon.
3. Ikan Asar
Ikan asap tapi kalau di Ambon kenalnya dengan ikan asar, biasanya ikan asar bisa bertahan hingga seminggu. Saya sendiri biasanya dengan mama saya sering beli ikan asar, ikan asar ini bisa dimasak lagi sesuai dengan selera kalian masing - masing.
Ikan asar biasanya diasap selama 1 jam makanya baunya seperti bau asap tetapi kalau rasa dari ikannya sudah pasti enak apalagi kalau kalian makan dengan sambal pasti tidak bisa berhenti ngunyah.
4. Rujak Natsepa
Rujak natsepa memang pasti ada di setiap daerah tetapi rujak yang satu ini sangat berbeda dengan rujak yang lainnya,
buah - buahan yang dipakai biasanya seperti pepaya, ketimun, jambu, patatas, mangga, nanas, belimbing dan pala. Bumbunya terbuat dari gula merah, asam jawa dan kacang goreng. Kalau kalian ke Ambon kalian wajib banget untuk coba rujak Natsepa karena rasanya yang manis bercampur dengan rasa asam dari nanas yang membedakan rujak natsepa ini dari rujak lainnya.
Saya sendiri sering sekali ke Pantai Natsepa dan di sana banyak sekali kedai yang berjualan rujak dari ujung hingga ujung, kalau datang ke sana kalian bisa langsung pilih saja ingin ke kedainya siapa. Apalagi kalau kalian makannya hingga menikmati laut di depannya sudah pasti sangat nikmat.
5. Colo - colo
Colo - colo merupakan sambal khas yang harus wajib ada setiap makan ikan goreng maupun ikan bakar, di Ambon kalau kalian ke restoran manapun pasti ada colo - colo dan rasa dari colo - colo ini berbeda dengan rasa sambal lainnya. Colo - colo biasanya menggunakan bahan seperti bawang merah, tomat dan cabe. Kemudian dicampur dengan beberapa bahan lainnya seperti kecap asin, kecap manis, garam, gula dan jeruk nipis. Dirumah saya sudah wajib pasti ada colo - colo kalau makanannya ikan karena rasanya sangat enak dan juga biasanya colo - colo biasanya dimakan dengan sup asparagus juga.
Kalau kalian ke Ambon kalian harus wajib mencoba colo - colo dan ikan bakar karena rasanya yang sangat enak sehingga kalian pun bisa nambah terus kalau makan. Dulu saya biasanya kalau makan pasti nambah terus apa lagi kalau colo - colonya
dicampur dengan nasi dan ikan, rasanya sangat beda dari sambal yang lainnya. Kalau wisatawan dari luar yang datang biasanya mereka sering makan ikan bakar di rumah makan sari rasa, karena di sana sudah dikenal banyak orang dan ikannya juga sangat fresh sehingga wisatawan yang datang mampir untuk makan ke sana.
6. Nasi Kelapa
Makanan ini sudah wajib kalian coba karena ini merupakan makanan khas Ambon yang sangat enak dan belum banyak juga yang tau. Nasi kelapa ini hampir mirip dengan nasi uduk tetapi menggunakan santan kelapa sehingga rasanya lebih khas, untuk bumbunya menggunakan kelapa yang sudah diparut dan di campurkan dengan bumbu lainnya. Biasanya nasi kelapa ini dimakan dengan ikan saus atau beberapa makanan lainnya.
Harga nasi kelapa juga hanya 12.000-15.000 saja kalian sudah makan dengan kenyang, biasanya kalau kalian beli di warung pastinya sangat ramai apalagi kalau kalian datangnya pagi pasti mengantri dan cepat habis juga. Saya sering sekali beli nasi kelapa untuk bawa ke sekolah dan rasa dari nasi kelapa ini tidak membuat kita cepat bosan untuk memakannya tetapi bikin nambah terus kalau makan. Wisatawan yang datang ke Ambon sudah pasti mencoba nasi kelapa ini karena tidak ada di daerah lainnya yang seenak nasi kelapa di Ambon.
7. Nasi Pulut Srikaya
Nasi pulut srikaya ini adalah satu makanan yang sangat khas di Ambon, nasinya diganti ketan kemudian memakai unti kelapa dan srikaya. Makanan ini hanya ada di Ambon dan biasanya wisatawan yang datang pasti mencoba nasi pulut srikaya ini, rasanya sangat enak dan makanan ini biasa di jual di dekat rumah saya. Nasi pulut srikaya ini selalu di jual pada pagi hari dan sangat ramai sehingga kalian harus sabar untuk mengantri, karena nasi pulut srikaya ini cepat habis jadi buat kalian yang ingin mencoba, kalian harus datang pagi - pagi agar bisa mencoba makanan khas Ambon yang terkenal ini. Saya sendiri sudah berulang kali membeli nasi pulut srikaya dan memang rasanya sangat enak dan khas, untuk srikayanya juga sangat enak dan manis sehingga kalian pasti ingin nambah. Jadi buat kalian yang ingin ke Ambon, harus coba makanan khas satu ini karena rasanya sudah pasti enak.
Tari Khas Ambon 1. Tari bambu gila
Tari bambu gila ini sangat dikenal di Ambon dan tari bambu gila biasanya dikenal dengan nama bara suwen atau buluh gila. Dalam pertunjukan tari bambu gila ini biasanya diawali dengan membakar serbuk - serbuk batang kayu di dalam tempurung kelapa, setelah itu mereka membaca mantra atau seperti bahasa tanah dari bahasa Ambon. Tarian ini biasanya dimainkan dengan 7 orang yang memegang bambu, katanya tari bambu gila ini merupakan tarian yang agak sulit makanya
mereka biasanya membaca mantar terlebih dahulu untuk mengundang roh - roh halus yang akan mengontrol penarinya.
Atraksi dari tarian bambu gila ini juga membuat para penonton atau penari menjadi kesurupan karena adanya roh - roh halus yang mengontrol mereka sehingga mereka pingsan.
Seiring berjalannya waktu tari bambu gila ini sudah dibentuk menjadi yang lebih baru tidak seperti dulu lagi yang menggunakan roh - roh halus. Dan tari dari bambu gila ini sekarang sudah jarang ditemukan, hanya ada beberapa di kampung yang masih melakukan tarian tersebut atau acara - acara tertentu saja seperti menyambut tamu dan tarian ini ditampilkan dengan cara yang sudah berbeda tidak seperti dulu lagi. Tarian bambu gila ini merupakan salah satu tarian yang tidak akan kalian temukan di daerah lainnya, dengan tarian ini kita bisa lebih mengetahui kalau Indonesia memiliki banyak sekali hal - hal yang menarik.
Dulu saya pernah menghadiri acara dari sekolah yang membawakan tarian bambu gila ini, dan bukan sembarang orang yang bisa melakukan tarian ini. Hanya untuk yang sudah terlatih dan mahir saja. Saat mereka memulai tarian tersebut mereka harus menahan gerakan bambu tersebut dan dari hal ini memiliki sebuah arti atau simbol yaitu kebersamaan yang harus dijaga.
2. Tari Cakalele
Tari Cakalele merupakan tarian yang biasanya diadakan di berbagai acara pesta, upacara adat, dan menyambut tamu.
Cakalele terdiri dua kata yaitu caka adalah roh dan lele adalah mengamuk, jadi sebutannya roh yang mengamuk. Biasanya pada saat tari cakalele dilakukan terjadi kerasukan di para penari yang sedang melakukan tari tersebut. Katanya kalau para penarinya kerasukan mereka akan berkata aulee aulee yang artinya banjir darah. Seiring berjalan waktu tari cakalele sudah menjadi tradisi khas Maluku, tarian ini biasanya dibawakan oleh 30 penari perempuan dan laki- laki secara berpasang - pasangan.
Tari cakalele sendiri memiliki arti seni yang melambangkan keberanian dan keperkasaan, tarian ini juga memperlihatkan gambaran dari perjuangan rakyat - rakyat Maluku yang membela kebenaran. Awalnya juga tari cakalele ini ditunjukkan kepada pasukan yang melawan penjajah, katanya tari cakalele adalah sebuah bentuk penghormatan kepada nenek moyang Maluku.
Dari cerita yang saya ketahui biasanya para pelaut selalu mengadakan acara karena mereka percaya bahwa dengan ritual tersebut mereka akan mendapatkan restunya arwah leluhurnya.
Saat menari, penari laki - laki menggunakan pakaian warna yang terang sedangkan yang perempuan menggunakan pakaian warna putih. Penari laki - laki biasanya memegang pedang dan salawaku sedangkan yang perempuan memegang sapu tangan atau lenso, dari pakaian yang mereka gunakan memiliki arti yaitu keberanian. Tari cakalele ini hanya bisa dilakukan di warga setempat saja jadi tidak sembarang orang yang bisa lakukan tari cakalele ini, tari cakalele selalu ada di acara yang penting saja karena persiapan mereka juga butuh waktu yang lama juga mereka memiliki 30 penari yang dimana mereka harus
butuh waktu yang panjang untuk melatihnya agar bisa menjadi kompak dan bagus saat acara nanti.
3. Tari Lenso
Tari lenso merupakan tarian khas Maluku yang telah mengalami perkembangan dari penjajahan portugis dulu. Dulu tari lenso dikenal maluku pertama kali pada saat portugis masuk ke Maluku, lenso merupakan bahasa portugis yang artinya sapu tangan. Dalam tarian lenso ini sapu tangan merupakan properti utama yang digunakan pada saat menari tarian tersebut. Sapu tangan yang digunakan biasanya berwarna merah atau putih, inilah awal mula dari tari lenso.
Ketika belanda datang di maluku perkembangan lenso makin naik karena setiap perayaan ulang tahun, pemerintah belanda menugaskan masyarakat setempat untuk menari tari lenso tersebut dan sampai sekarang ini tari lenso sudah menyebar di sekitar Pulau Ambon. Tari lenso biasanya diadakan di acara yang tertentu saja seperti menyambut tamu, acara adat dan hari nasional, tarian lenso ini adalah salah bentuk tarian persaudaraan masyarakat di Maluku. Tari lenso juga bisa ditarikan oleh siapa saja berbeda dengan tarian yang sebelumnya dibahas karena memang beberapa tarian bisa ditarikan dan beberapa tarian juga yang tidak untuk ditarikan.
Dulu saat saya masih sekolah terdapat pelajaran seni tari yang dimana dulu saya pernah mengikuti sebuah acara untuk menari tari lenso tersebut, dan di setiap sekolah selalu di ajarkan tari lenso ini karena memang tarian ini tidak terlalu susah seperti