BAB II TINJAUAN PUSTAKA
B. Landasan Teori
12. Cuaca Buruk di Dunia Pelayaran
Cuaca buruk sangat ditakuti di dunia pelayaran karena akibatnya yang bisa menimbulkan berbagai kecelakaan di tengah laut seperti kapal karam atau terdampar yang akhirnya akan menimbulkan banyak korban jiwa. Cuaca buruk di dunia pelayaran antara lain angin kencang, gelombang tinggi, dan storm surge.
Dampak cuaca buruk dapat disebabkan karena:
a) Angin kencang
Angin kencang dengan kecepatan mencapai 90 knot (167 km) bisa terjadi karena adanya badai tropis di tengah lautan.
22
Tentu ini akan sangat berbahaya bagi kapal – kapal yang berlayar di sekitarnya. Kecepatan angin yang besar akan mengakibatkan daerah dengan radius ratusan bahkan sampai ribuan kilometer dari pusatnya akan memiliki gelombang yang tinggi bahkan bisa mencapai lebih dari 3 m dan berbahaya bagi semua jenis kapal.
b) Storm Surge
Adalah air laut yang naik sampai kedaratan akibat dari putaran angin di sekitar badai tropis. Ketika badai tropis bergerak menuju ke daratan, badai tersebut akan mendorong air laut di bawahnya ke arah pantai. Kekuatan dorongan ini bergabung dengan kekuatan gelombang normal dapat menghasilkan kenaikan airlaut hingga mencapai ketinggian 5 meter. Gelombang pasang yang datang tiba-tiba ini dapat menyebabkan banjir di daratan yang dilaluinya, menghancurkan populasi penduduk, dan karenanya juga sangat berbahaya bagi kapal-kapal yang sedang berlabuh maupun yang sedang berlayar di dekat pantai.
23
B. Kerangka Penelitian
Mengoptimalisasi perwira dek agar mampu dan mengerti akan
kegunaan radar
Kurangnya pemahaman perwira dek saat menggunakan radar
Mempelajari kegunaan radar baik teori maupun praktek
Kurangnya pengetahuan akan kegunaan radar ketika menghadapi cuaca buruk
Mengetahui pentingnya penggunaan radar ketika menghadapi cuaca buruk untuk keselamatan navigasi
Kurang optimalnya penggunaan radar di laut saat
menghadapi cuaca buruk
Optimalisasi penggunaan radar ketika cuaca buruk guna untuk
keselamatan navigasi
Upaya memanfaatkan radar agar mengerti bagaimana penggunaan secara optimal
24 BAB III
METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang akan digunakan peneliti adalah penelitian dengan menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif berupaya mengungkapkan gejala secara menyeluruh (wholistic) yang sesuai dengan situasi lapangan apa adanya (contextual) melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrument (human instrument) kunci. Penelitian semacam ini semakin bersifat deskripsi dan menggunakan logika berpikir. Proses dan makna dari sudut pandang subjek yang diteliti lebih ditonjolkan dalam penelitian ini. Penelitian kualitatif menuntut keteraturan, ketertiban dan kecermatan dalam berpikir, tentang hubungan data yang satu dengan data yang lain dan konteksnya dalam masalah yang akan diungkapkan.
Penelitian kualitatif (Qualitative research) bertolak dari filsafat konstruktivisme yang berasumsi bahwa kenyataan itu berdimensi jamak, interaktif dan suatu pertkaran pengalaman yang diinterpretasikan oleh individu-individu. Penelitian kualitatif menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam suatu situasi sosial merupakan kajian utama penelitian kualitatif.
25
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian kualitatif tidak dikenal istilah populasi dan sampel.Istilah yang digunakan adalah setting atau tempat penelitian. Lokasi penelitiannya adalah di salah satu kapal niaga dimana pada saat penulis melaksanakan praktek kerja laut (PRALA) selama 1 tahun, yaitu di kapal KM. CAKRA KEMBAR SATU.
C. Jenis dan Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini adalah subjek darimana data diperoleh (Arikunto, 2006 : 123). Untuk memperoleh data sehubungan dengan masalah yang akan penulis teliti. Perlunya sumber data yang akan memeberikan informasi diantaranya yaitu:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang hanya dapat diperoleh dari sumber asli atau pertama melalui narasumber yang tepat dan yang penulis jadikan responden dalam penelitian. Peneliti mendapatkan data primer ini melalui wawancara langsung ke responden bagaimana peran alat navigasi radar dalam keselamatan pelayaran.
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang sudah tersedia sehingga peneliti tinggal mencari dan mengumpulkan informasi-informasi yang sudah tersedia. Data ini di peroleh dengan lebih mudah dan cepat karena sudah tersedia. Data yang peneliti peroleh berupa data-data yang nyata sesuai dilokasi, karena di kapal sudah tersedia data-data
26
yang ada, seperti contohnya data tentang alat navigasi Radar yang berfungsi untuk mengetahui keadaan berbahaya di sekitar laut, data tersebut saya gunakan untuk mendukung tentang analisis saya dan bagaimana kapal mampu melakukan olah gerak pada saat alat navigasi radar mengalami kerusakan sehingga mengancam keselamatan pelayaran.
D. Pemilihan Informan
Pemilihan informan berdasarkan cerita crew kapal yang melakukan pengamatan terhadap cuaca, atau dalam hal ini berhubungan langsung dengan Nakhoda, Mualim, dan Juru Mudi.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, menggunakan dua teknik pengumpulan data yakni:
1. Observasi
Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrment. Dan format yang disusun sebagai item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi. Dan dalam penelitian ini observasi akan dilakukan dengan cara peneliti langsung terjun ke lapangan untuk mengetahui bagaimana latar belakang awak kapal dalam menggunakan radar ketika cuaca buruk.
27
2. Wawancara
Wawancara adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, berdasarkan tujuan tertentu. Wawancara yang dilakukan adalah dengan mengajukan pertanyaan kepada informan. Pemilihan informan peneliti di tekankan pada mualim. Hal ini dilakukan untuk memperoleh data di lokasi penelitian dengan aktual dan fakta yang sesuai.
3. Dokumentasi
Dokumentasi yang berbentuk tulisan seperti catatan-catatan kecil yang berupa informasi dari hasil wawancara sedangkan dokumen yang berbentuk gambar seperti foto. Dokumen yang berbentuk karya misalnya gambar tentang kejadian yang berhubungan dengan alat navigasi radar. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian ini.
F. Teknik Analisis Data
Setelah data terkumpul, proses selanjutnya adalah menyederhanakan data yang diperoleh kedalam bentuk yang mudah dibaca, dipahami dan di interpretasikan, yang pada hakekatnya merupakan upaya untuk mencari jawaban atas permasalahan yang ada.
Sesuai dengan metode penelitian deskriptif, maka data akan diuraikan sedetail mungkin dengan uraian – uraian kualitatif. Artinya dari data yang
28
diperoleh dilakukan pemaparan serta interpretasi secara mendalam.
Selanjutnya data yang ada dianalisis serinci mungkin dengan cara mengabstraksikan secara teliti setiap informasi yang diperoleh selama dilapangan, sehingga dapat diperoleh kesimpulan.
Dalam penulisan ini penulis menggunakan 3 macam metode analisa data : 1. Reduksi Data
Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan- catatan tertulis dilapangan. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengkoordianasikan data dengan cara sedemikan rupa sehingga akhirnya dapat ditarik kesimpulan dan diverifikasikan.
2. Penyajian Data
Penyajian data merupakan sekumpulan informasi yang telah tersusun secara terpadu dan mudah untuk dapat dipahami yang memberikan kemungkinan adanya penarikan suatu kesimpulan dan kemungkinan adanya pengambilan suatu tindakan.
3. Menarik Simpulan atau Verifikasi
Menarik simpulan merupakan kemampuan seorang peneliti dalam menyimpulkan berbagai temuan data yang diperoleh selama penelitian berlangsung.
Metode analisis data yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif, dimana data – data yang diperoleh selama
29
penelitian berlangsung disusun secara sistematis dan teratur, kemudian penulis akan membuat analisis agar diperoleh kejelasan tentang masalah yang dibahas dalam penelitian ini. Alasan penulis membuat analisis kualitatif adalah supaya dalam penelitian ini diperoleh pengertian dan pemahaman tentang masalah agar dapat menjelaskan suatu kebenaran.
Dari data – data yang diperoleh dari penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Penulis menganalisis data tersebut sehingga dapat diperoleh mengenai pembahasan masalah – masalah yang didapat, kemudian dari pembahasan masalah tersebut dapat diambil kesimpulannya dan penulis dapat memberikan saran – saran yang diperlukan.