• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sejarah Singkat Perusahaan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Perusahaan

4.1.1 Sejarah Singkat Perusahaan

PT. Esaputlii Prakarsa Utama (PT. ESAPRATAMA), Benur Kita merupakan perusahaan yang menghasilkan produk-produk perikanan yang berlokasi di daerah Lingkungan JalangE, Kelurahan Mallawa, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Perusahaan ini didirikan oleh Bapak Drs. H. Eddy Baramuli beserta keluarga dimana ketika itu beliau sebagai seorang politisi sangat optimis mencermati potensi sektor perikanan budi daya yang cukup prospektif dan menjadi primadona khususnya udang dan bandeng sebagai produk unggulan Sulawesi Selatan. Dalam perkembangannya, perusahaan ini terus mengalami kemajuan dan peningkatan produksi yang signifikan terutama pada peningkatan kapasitas (capacity building). PT. ESAPRATAMA merupakan perusahaan yang cikal bakal dari perusahaan-perusahaan:

Pada tahun 1984 bernama PT. Ebar Jaya, pada tahun 1986 bernama PT.

Bidadari Laut, pada tahun 1988 bernama PT. Mutiara Samudra Pada tahun 1998 hingga sekarang bernama PT. Esaputlii Prakarsa Utama.

Maksud dan tujuan perusahaan ini didirikan sebagaimana disebutkan dalam akte pendirian , yaitu :

1. Melakukan usaha Perikanan , antara lain dengan mengusahakan pembibitan benur dan tambak.

2. Melakukan usaha Cold Strorage.

3. Melakukan usaha perdagangan secara lokal dan ekspor dari hasil pertanian..

Lokasi Hatchery ini berada dijalan Raya Poros Barru – Parepare, tepatnya Didesa Kupa Kabupaten Barru ( 140 Km sebelah Utara Makassar ) dengan luas lokasi kurang lebih 3 Ha.Sejak pendirian perusahaan ini, pihak manajemen senantiasa memikirkan pengembangan dan perluasan kapasitas produksi berupa penambahan bagian kolam atau bak, penambahan Reservoar air dan mesin pompa air termasuk penambahan mesin “ Water Filter “. Masalah ini sangat diperhatikan, karena merupakan sesuatu hal yang sangat sensitif dalam bidang usaha Hatchery.

Faktor sanitasi dan sterilnya air sangat menentukan tingkat kehidupan dari Soya, yaitu telur udang yang baru menetes. Oleh karena itu, pengawasan “ proses produksi “atau kegiatan dari awal banyak tergantung pada kualitas air dan pengendalian penyakit atau yang disebut gangguan virus Protozoa yang menyebabkan kematian tinggi..

4.1.2 Visi dan Misi Perusahaan 1. Visi

1. Mewujudkan perikanan budidaya yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan.

2. Menjadi salah satu pelopor pemanfaatan perikanan di indonesia

2. Misi

1. Melakukan usaha Perikanan , antara lain dengan mengusahakan pembibitan benur dan tambak.

2. Melakukan usaha Cold Strorage.

3. Melakukan usaha perdagangan secara lokal dan ekspor dari hasil perikanan

4.1.3 Struktur Organisasi PT Esaputli Perkasa Utama

Sumber Data: PT Esaputli Perkasa Utama

Kuasa Pemegang Saham

Komisaris Utama

Direktur Utama

Direktur Pemasaran Direktur Adm. Dan

Keuangan

Direktur Produksi dan Teknik

General Manager

Manager Produksi Kepala Divisi P3

4.1.4 Uraian Tugas Dalam Struktur Organisasi 1. Komisaris Utama

fungsi dari dewan komisaris adalah melakukan pengawasan, maka seorang komisaris wajib dengan iktikad baik, kehati-hatian, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas pengawasan dan pemberian nasihat kepada direksi untuk kepentingan perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan.

Hal di atas, sangat penting untuk dipahami oleh seorang entrepreneur yang menjabat sebagai seorang komisaris dalam bisnisnya. Karena, bilamana seorang komisaris lalai dalam menjalankan fungsinya maka komisaris tersebut juga ikut bertanggung jawab secara pribadi atas kerugian perseroan, termasuk apabila dewan komisaris terdiri atas dua anggota atau lebih, maka tanggung jawab sebagaimana dimaksud, berlaku secara tanggung renteng bagi setiap anggota dewan komisaris.

Jadi intinya, dewan komisaris itu haruslah melakukan hal-hal sebagai berikut:

a. Melakukan pengawasan dengan iktikad baik dan kehati-hatian untuk kepentingan perseroan dan sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan;

b. Tidak mempunyai kepentingan pribadi baik langsung maupun tidak langsung atas tindakan pengurusan direksi yang mengakibatkan kerugian.

c. Telah memberikan nasihat kepada direksi untuk mencegah timbul atau berlanjutnya kerugian tersebut.

2. Direktur Utama

Direktur utama adalah orang yang berwenang merumuskan dan menetapkan suatu kebijaksanaan dan program umum perusahaan, atau organisasi sesuai dengan batas wewenang yang diberikan oleh suatu badan pengurus atau badan pimpinan yang serupa seperti dewan komisaris.

a. Memutuskan ,menentukan peraturan dan kebijakan tertinggi perusahaan b. Bertanggung jawab dalam memimpin dan menjalankan perusahaan Bertanggung jawab atas kerugian yang dihadapi perusahaan termasuk

juga keuntungan perusahaan

c. Merencanakan serta mengembangkan sumber-sumber pendapatan dan pembelanjaan kekayaan perusahaan

d. Bertindak sebagai perwakilan perusahaan dalam hubungannya dengan dunia luar perusahaan

e. Menetapkan strategi-strategi stategis untuk mencapakai visi dan misi perusahaan

e. Mengkoordinasikan dan mengawasi semua kegiatan di perusahaan, mulai bidang administrasi, kepegawaian hingga pengadaan barang.

f. Mengangkat dan memberhentikan karyawan perusahaan 3. Direktur Administrasi dan Keuangan

Bertanggung jawab kepada direktur utama dan membawahi departemen personalia dan umum, departemen keungan dan departemen akuntansi.

Tujuan dari adanya direktur keuangan yaitu:

Merencanakan, mengembangkan, dan mengontrol fungsi keuangan dan akuntansidi perusahaan dalam memberikan informasi keuangan secara komprehensif dantepat waktu untuk membantu perusahaan dalam proses pengambilan keputusanyang mendukung pencapaian target financial perusahaan.

Tanggung Jawab Utama:

a. Mengelola fungsi akuntansi dalam memproses data daninformasikeuangan untuk menghasilkan laporan keuangan yang dibutuhkan perusahaan secara akurat dan tepat waktu.

b. Mengkoordinasikan dan mengontrol perencanaan, pelaporan danpembayaran kewajiban pajak perusahaan agar efisien, akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.

c. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengontrol arus kasperusahaan (cashflow), terutama pengelolaan piutang dan hutang, sehingga memastikan ketersediaan dana untuk operasional perusahaan dan kesehatan kondisi keuangan.

d. Merencanakan dan mengkoordinasikan penyusunan anggaran perusahaan, dan mengontrol penggunaan anggaran tersebut untuk memastikan penggunaan dana secara efektif dan efisien dalam menunjang kegiatan operasional perusahaan.

e. Merencanakan dan mengkoordinasikan pengembangan sistem danprosedur keuangan dan akuntansi, serta mengontrol pelaksanaannyauntuk memastikan semua proses dan transaksi

keuangan berjalandengan tertib dan teratur, serta mengurangi risiko keuangan.

f. Mengkoordinasikan dan melakukan perencanaan dan analisa keuanganuntuk dapat memberikan masukan dari sisi keuangan bagi pimpinanperusahaan dalam mengambil keputusan bisnis, baik untuk kebutuhaninvestasi, ekspansi, operasional maupun kondisi keuangan lainnya.

g. Merencanakan dan mengkonsolidasikan perpajakan seluruh perusahaan untuk memastikan efisiensi biaya dan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan.

4. Direktur Pemasaran

a. Membuat, merumuskan, menyusun, menetapkan konsep dan rencana umum perusahaan, mengarahkan dan memberikan kebijakan/keputusan atas segala rancang bangun dan implementasi manajemen pemasaran, penjualan dan promosi ke arah pertumbuhan dan perkembangan perusahaan.

b. Mengarahkan karyawan untuk meningkatkan seluruh sumber daya yang ada secara optimal bagi kepentingan perusahaan

c. Memberikan kemampuan profesional secara optimal bagi kepentingan perusahaan

d. Menyusun, mengatur, menganalisis, mengimplementasi dan mengevaluasi manajemen pemasaran, penjualan dan promosi secara bertanggung jawab bagi perkembangan dan kemajuan perusahaan.

e. Melakukan pengawasan dan pengendalian atas seluruh kinerja manajemen pemasaran, penjualan dan promosi bagi kepentingan perusahaan

f. Menciptakan suasana tenang, damai dan enerjik terhadap seluruh aktivitas perusahaan

g. Mengarahkan seluruh karyawan untuk bekerja secara profesional, efisien dan efektif

h. Merealisasikan dan melaksanakan rencana-rencana serta prosedur- prosedur yang diterapkan melalui pendelegasian wewenang pada departemen pemasaran, penjualan dan promosi, yang berada di bawah tanggung jawabnya

i Membuat laporan kegiatan kepada Direktur Utama setiap 1 (satu) bulan sekali sebagai pertanggungjawaban seluruh aktivitas manajemen pemasaran, penjualan dan promosi.

j. Mengadakan pengawasan terhadap seluruh kinerja departemen pemasaran, penjualan dan promosi.

k. Menciptakan konsep dasar, kerangka dan prosedur departemental berdasarkan kebutuhan dan konsep yang diajukan oleh departemen pemasaran, penjualan dan promosi.

l. Memastikan dan mengawasi aplikasi dari setiap aspek organisasi, penerima motivasi manajemen pemasaran, penjualan dan promosi, menyatu dengan sasaran strategi perusahaan dan memberikan sumbangan terhadap berhasilnya pencapaian sasaran-sasaran.

m. Membuat, menyusun dan menetapkan rencana kerja dan pelaporan 5. Direktur Produksi dan Teknis

Sebagai salah satu posisi yang penting dan strategis di perusahaan, tanggung jawab dan tugas yang diemban seorang manager produksi tentulah sangat besar terutama dalam permasalahan produksi perusahaan. Berikut ini kami sampaikan tugas manager produksi adalah

a. Membuat perencanaan dan jadwal proses produksi

b. Mengawasi proses produksi agar kualitas, kuantitas dan waktunya sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat

c. Bertanggung jawab mengatur manajemen gudang agar tidak terjadi kelebihan atau kekurangan persediaan bahan baku, bahan penolong maupuan produk yang sudah jadi di gudang

d. Bertanggung jawab mengatur manajemen alat agar fasilitas produksi berfungsi sebagaimana mestinya dan beroperasi dengan lancar

e. Membuat laporan secara berkala mengenai kegiatan di bagiannya f. Bertanggung jawab pada peningkatan ketrampilan dan keahlian

karyawan yang berada di bawah tanggung jawabnya

g. Memberikan penilaian dan sanksi jika karyawan di bawah tanggung jawabnya melakukan kesalahan dan pelanggaran

h. Berinovasi dalam pengerjaan produksi dan memberikan masukan pada perusahaan yang berkaitan dengan bagian produksi

7. General Manajer

a. Memimpin dan mengelola hatchery sehingga tercipta suasana kerja yang sehat, aman, disiplin, efektif dan produktif di semua tingkatan.

b. Bertanggung jawab sepenuhnya atas terselenggaranya semua peraturan, ketentuan dan kebijaksanaan yang ditetapkan oleh direksi.

c. Memimpin, membina, mengkoordinir, mengarahkan dan mengawasi para manajer didalam melaksanakan kegiatannya.

d. Bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kegiatan operasional hatchery terhadap pihak ketiga : Instansi pemerintah, swasta dan lain – lain.

e. Setiap akhir tahun pada tahun yang berjalan, mengajukan kepada direksi rencana kerja untuk tahun berikutnya yang meliputi : budget, cash flow dan hasil usaha yang ingin dicapai.

f. Mengelola dan mengendalikan budget yang disetujui oleh direksi secara efektif, efisien dan produktif untuk masing – masing pops biaya yang realistis serta proporsional dengan tingkat produksi yang ingin dicapai.

g. Setiap akhir bulan membuat laporan evaluasi atas pelaksanaan rencana kerja menurut sistem dan petunjuk yang telah ditetapkan.

h. Menetapkan kebijaksanaan dibidang personalia.

i. Menetapkan policy terhadap harga penjualan dan pembelian serta memberikan persetujuan atas pembelian barang yang dibutuhkan oleh

para manajer baik mengenai jumlah , jenis, kualitas, maupun mengenai harga.

8. Manajer Produksi Benur

a. Memimpin dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kegiatan operasional teknis dan administratif departemen produksi benur sesuai rencana kerja yang ditetapkan oleh direksi.

b. Memimpin, membina, mengkoordinir, mengarahkan dan mengawasi kepala seksi induk dan penetasan, kepala seksi pakan, kepala seksi unit produksi, kepala seksi sarana teknik produksi didalam melaksanakan kegiatannya.

c. Berwenang mengambil kebijakan sendiri dibidang karyawan yang dipimpinnya pada semua tingkat jabatan.

d. Berkewajiban membuat laporan atas kegiatan bagian produksi benur yang dipimpinnya.

e. Bertanggung jawab atas pengelolaan dan pengendalian anggaran /budget yang dialokasikan pada bagian produksi benur sehingga tercapai efektifitas, produktifitas, dan efisiensi pemanfaatan anggaran.

f. Berkewajiban membuat dan mengusulkan rancangan Rencana Kerja Tahunan dan setiap akhir rencana kerja tahunan yang berjalan membuat laporan evaluasi atas pelaksanaan realisasi rencana.

9. Divisi P3 (Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan)

Memiliki jabatan setara dengan general manager namun lebih berfokus kepada perencanaan, penelitian, dan pengembangan pada perusahaan.

4.2 Pembahasn dan Hasil Penelitian 4.2.1 Harga Pokok Produksi

Harga pokok produksi merupakanbiaya-biaya yang dikeluarkan dalam pengelolahan bahan baku menjadi produk. “Biaya produksi membentuk kos produksi, yang digunakan untuk menghitung cost produk jadi dan cost produk yang pada akhir periode akuntansi masih dalam proses. Pengumpulan cost produksi sangat ditentukan oleh cara produksi.

Pada perhitungan harga pokok produksi kali ini, saya akan menggunakan metode full costing. metode full costing terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini:

a. Biaya Bahan Baku

b. Biaya Tenaga Kerja Langsung c. Biaya Overhead Pabrik Variabel d. Biaya Overhead Pabrik Tetap.

Full costing merupakan suatu metode penentuan kos produk yang membebankan seluruh biaya produksi sebagai harga produk biya produksi yang berperilaku variable maupun tetap. Jika perusahaan menggunakan pendekatan full costing dalam penentuan cost produksinya full costing

merupakan biaya produksi biaya bahan baku + biaya tenaga kerja langsung + biaya overhead pabrik variable + biaya overhead pabrik tetap.

TABEL 4.1

Perhitungan Harga Pokok Produksi PT Esaputli Perkasa Utama Berdasarkan metode Full costing pada Tahun 2015

Keterangan Biaya 2015

Biaya Bahan Baku:

Induk Udang 9.216.000

Biaya pakan 333.453.622

Biaya Pasca Panen 24.282.111

358.657.333 Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya Pemeliharaan 59.074.672

Biaya Kesejahteraan 24.328.374

Biaya Pemasaran 15.504.675

98.907.676 BOP Variabel:

Biaya BBM/Genset 5.538.399

Biaya Listrik dan Air Produksi 11.418.497

Biaya Parts 4.815.840

Biaya Kantor dan Umum 16.615.197

38.387.933 BOP Tetap:

Biaya Penyusutan Produksi 39.445.465

Gaji Karyawan 215.814.577

Biaya Penyusutan Non Produksi 33.610.577

Pajak Bumi dan Bangunan 466.284

Biaya Listrik dan Air non Produksi 42.303.263 331.640.166

Harga Pokok Produksi 691.342.279

Sumber Data:PT Esaputli Perkasa Utama

Tabel 4.2

Data Penjualan PT Esaputli Perkasa Utama pada Tahun 2015

Keterangan penjualan 2015

Penjualan Dalam Jumlah Ekor Benur 63.840.040

Penjualan Dalam Jumlah Rupiah 2.234.401.400

Laba 1.653.145.671

Sumber Data:PT Esaputli Perkasa Utama

TABEL 4.3

Perhitungan Harga Pokok Produksi PT Esaputli Perkasa Utama Berdasarkan metode Full costing pada Tahun 2016

Keterangan Biaya 2016

Biaya Bahan Baku:

Induk Udang 7.808.000

Biaya pakan 219.292.840

Biaya Pasca Panen 21.206.642

248.307.482 Biaya Tenaga Kerja Langsung

Biaya Pemeliharaan 15.447.808

Biaya Kesejahteraan 21.244.439

Biaya Pemasaran 13.552.647

50.207.097 BOP Variabel:

Biaya BBM/Genset 4.853.702

Biaya Listrik dan Air Produksi 10.006.012

Biaya Parts 4.181.831

Biaya Kantor dan Umum 14.523.127

38.418.374 BOP Tetap:

Biaya Penyusutan Produksi 39.514.697

Gaji Karyawan 216.268.013

Biaya Penyusutan Non Produksi 33.694.425

Pajak Bumi dan Bangunan 447.914

Biaya Listrik dan Air non Produksi 36.962.002 326. 887.051

Harga Pokok Produksi 731.003.919

Sumber Data:PT Esaputli Perkasa Utama

Tabel 4.4

Data Penjualan PT Esaputli Perkasa Utama pada Tahun 2016

Keterangan penjualan 2016

Penjualan Dalam Jumlah Ekor Benur 55.781.250

Penjualan Dalam Jumlah Rupiah 2.234.401.400

Laba 1.653.145.671

Sumber Data:PT Esaputli Perkasa Utama

TABEL 4.5

Perhitungan Harga Pokok Produksi PT Esaputli Perkasa Utama Berdasarkan metode Full costing Pada Tahun 2017

Keterangan Biaya 2017

Biaya Bahan Baku:

Induk Udang 4.859.000

Biaya pakan 276.791.364

Biaya Pasca Panen 20.153.107

301.803.471 Biaya Tenaga Kerja Langsung:

Biaya Pemeliharaan 24.718.922

Biaya Kesejahteraan 20.194.843

Biaya Pemasaran 12.907.000

57.820.765 BOP Variabel:

Biaya BBM/Genset 4.613.811

Biaya Listrik dan Air Produksi 9.482.099

Biaya Parts 4.004.767

Biaya Kantor dan Umum 13.812.256

31.912.933 BOP Tetap:

Biaya Penyusutan Produksi 36.067.882

Gaji Karyawan 197.403.656

Biaya Penyusutan Non Produksi 30.766.380

Pajak Bumi dan Bangunan 412.921

Biaya Listrik dan Air non Produksi 35.154.271 533.276.648

Harga Pokok Produksi 835.887.553

Sumber Data:PT Esaputli Perkasa Utama

Tabel 4.6

Data Penjualan PT Esaputli Perkasa Utama pada Tahun 2017

Keterangan penjualan 2017

Penjualan Dalam Jumlah Ekor Benur 66.984.820 Penjualan Dalam Jumlah Rupiah 1.952.343.750

Laba 1.503.397.481

Sumber Data:PT Esaputli Perkasa Utama

Tabel. 4.7

Tabel Harga Pokok Produksi PT Esaputli Perkasa Utama Tahun 2015-2017

keterangan Harga Pokok Produksi Harga Pokok Produksi/Ekor (Rp) (Rp)

Tahun 2015 691.342.279 10,829 Tahun 2016 731.003.919 12,478 Tahun 2017 835.887.553 13,104 Sumber Data: Tabel 1,2, dan 3

Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing di atas dapat di hasilkan harga pokok per ekor yang dapat digunakan untuk menentukan harga jual. Harga pokok produksi pada PT Esaputli Perkasa Utama dari tahun 2015-2017 semakin bertambah. Hal tersebut dapat berpengaruh pada laba yang dihasilkan perusahaan.

4.2.2 Harga Jual

Harga jual adalah sejumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi suatu barang atau jasa ditambah dengan persentase laba yang diinginkan perusahaan, karena itu untuk mencapai laba yang diinginkan oleh perusahaan salah satu cara yang dilakukan untuk menarik minat konsumen adalah dengan cara menentukan harga yang tepat untuk produk yang terjual. Harga yang

tepat adalah harga yang sesuai dengan kualitas produk suatu barang dan harga tersebut dapat memberikan kepuasan kepada konsumen, dengan demikian keterkaitan Harga Pokok Produksi untuk Menentukan Harga Jual dengan Menerapkana Metode Full Costing sangat erat kaitanya, dengan perhitungan yang tepat diharapkan perusahaan bisa mendapat laba atau keuntungan sesuai dengan apa yang diharapkan.

Tabel 4.8

Perhitungan Laba Pada PT Esaputli Perkasa Utama Tahun 2017

Keterangan Total Laba Laba/Ekor

Tahun 2015 1.116.456.197 17,488

Tahun 2016 1.503.397.481 22,443

Tahun 2017 1.653.145.671 29,636

Sumber Data: Tabel 1,2,dan 3

Tabel di atas memperlihatkan laba pada PT Esa Putli Perkasa Utama dimana laba yang dihasilkan perusahaan semakin bertambah. Hal ini terjadi akibat penambahan pada biaya-biaya produksi.

Tabel 4.9

Perhitungan Harga Jual Per Ekor Benur Pada PT Esaputli Perkasa Utama Tahun 2017

Keterangan Harga Pokok Margin yang Jumlah Produksi/Ekor di harapkan/Ekor

Tahun 2015 10,829 20,111 30,940

Tahun 2016 12,478 25,809 38,287

Tahun 2017 13,104 34,081 47,185

Sumber Data:Tabel 7 dan 8

Catatan: Margin Yang Diharapkan 15%

Berdasarkan perhitungan di atas dapat dilihat penetapan harga jual per ekor pada PT Esa Putli Perkasa Utama. Harga jual per ekor benur pada tahun 2015 sebesar Rp. 30,940 dibulatkan Rp.31, tahun 2016 sebesar Rp.38,287 dibulatkan Rp.38,dan tahun 2017 sebesar Rp.47,185 dibulatkan Rp.47. Harga jual per ekor benur pada PT Esaputli Perkasa Utama dari tahun 2015-2017 semakin meningkat. Hal ini membuat keuntungan perusahaan semakin banyak.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan:

a. Berdasarkan perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing pada PT Esaputli Perkasa Utama tahun 2015-2017, harga pokok produki semakin bertambah. Hal tersebut berpengaruh pada laba yang di hasilkan perusahaan.

b. Berdasarkan Perhitungan harga jual dapat dilihat bahwa harga pokok produksi sangat berpengaruh terhadap penetapan harga jual.

Penekanan biaya-biaya produksi mempengaruhi jumlah laba yang dihasilkan. Harga jual pada PT Esaputli Perkasa Utama semakin bertambah dari tahun ke tahun.hal ini akan menambah keuntungan perusahaan.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil simpulan di atas saran-saran yang di kemukakan sebagai berikut:

a. Perusahaan bisa menggunakan metode full costing untuk menghitung harga pokok produksi sehingga memudahkan perusahaan dalam melakukan perhitungan.

b. Agar harga jual semakin meningkat di harpkan perusahaan lebih berani dalam menambah biaya produksi agar hasil yang di dapatkan juga semakin besar.

Yogyakarta

Blocher, et, al, 2008. Manajemen Biaya Dengan Tekanan Stratejik. Terjemahan Susty Ambrani, Jakarta : Salemba Empat

Bambang Hariadi, 2002, Akuntansi Manajemen, Edisi Pertama, Cetakan Pertama, BPEE, Yogyakarta

Daljono. 2011. Akuntansi Biaya : Penentuan harga pokok dan Pengendalian.

Semarang: Badan Penerbitan Universitas Diponegoro

Elvira. 2015. Analisis Harga Pokok Produksi Pada Koperasi Susu Warga Melayu.

Skripsi Tidak Dipublikasi. Universitas Sanata Dharma. Yogyakarta.

Hunsen dan Mowen, (2001). Manajemen Biaya, Buku II, Terjemahan Benyamin Molan, Penerbit Salemba Empat Jakarta

Hunsen dan Mowen, 2006. Akuntansi Manajemen. Edisi 8. Terjemahan Fitriasari, Dewi dan Kwary, Salemba Empat, Jakarta

Mulyadi 2009. Akuntansi Biaya. Edisi Lima. YPKPN, Yogyakarta Mulyadi 2012. Akuntansi Biaya. Edisi Lima. YPKPN, Yogyakarta

Ryan Ariefiansyah, S.E. & Miyosi Margi Utami, S.E. 2012, Cara Instan Membuat HPP dengan Praktis. New Agogos, Jakarta Timur

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Bisnis, Bandung : alfabet.

Supriyono, 2000. Akuntansi Biaya: penentuan biaya dan penentuan haraga pokok, BPFE-UGM, Yogyakarta

Sadono Sukirni, 2002. Pengantar Teori Mikro Ekonomi, Edisi Ketiga, Jakarta : Rajagrafindo Persada

Slat. 2013. Analisis Harga Pokok Produk Dengan Metode Full Costing dan Penentuan Harga Jual. Fakultas Ekonomi Universitas Sam Ratulangi.

Manado.

(N-2) 0,35 20 Jam

(N-3) 0,39 26 Jam

(N-4) 0,40 38 Jam

(N-5) 0,54 44 Jam

Zoea (Z-1) 1,05 64 Jam

(Z-2) 1,90 100 Jam

(Z-3) 3,20 144 Jam

Misis (M-1) 3,80 172 Jam

(M-2) 4,30 208 Jam

(M-3) 4,80 220 Jam

Post Larva (PL-1) 5,20 10 Hari 12 Jam

(PL-5) 8,00 16 Hari

(PL-15) 12,00 26 Hari

(PL-20) 18,00 30 Hari Sumber Data: (Dedy Haryadi dan Study)

Daya Tetas Telur (70%) 350.000 Nauplius 700.000 Nauplius (80%) 400.000 Nauplius 800.000 Nauplius Mortalitas 175.000 PL Jual 350. 000 PL Jual Nauplius s/d PL (50%) 200.000 PL Jual 400.000 PL Jual Jual

Sepasang Induk 2 Ekor Jantan 3 Ekor Betina Sepasang Induk 525.000 PL Jual 1.050.000 PL Jual Menghasilkan 600.000 PL Jual 1.200.000 PL Jual PL Jual

Sumber Data:(Dedy Haryadi dan Study)

2 Biaya Induk 7.808.000

3 Biaya Pakan 291.292.840

4 Biaya Pasca Panen 21.206.462

5 Biaya Tenaga Kerja Langsung

6 Biaya Pemeliharaan 15.447.808

7 Biaya Kesejahteraan 21.244.439

8 Biaya Pemasaran 13.552.647

9 Biaya Overhead Pabrik Tetap

10 Biaya Penyusutan Produksi 39.514.697

11 Gaji Karyawan 216.268.013

12 Biaya Penyusutan Non Produksi 33.694.425

13 Biaya Listrik dan Air NoN Produksi 36.962.002

14 Pajak Bumi Dan Bangunan 447.914

15 Biaya Overhead Pabrik Variabel

16 Biaya BBM dan Genset 4.853.702

17 Biaya Listrik dan Air Produksi 10.006.012

18 Biaya Spare Parts 4.181.831

19 Biaya Kantor dan Umum 14.523.127

20 Harga Pokok Produksi Total 731.003.919

Sumber Data; PT Esaputli Perkasa Utama

2 Biaya Induk 4.859.000

3 Biaya Pakan 276.791.364

4 Biaya Pasca Panen 20.153.107

5 Biaya Tenaga Kerja Langsung

6 Biaya Pemeliharaan 24.718.922

7 Biaya Kesejahteraan 20.194.843

8 Biaya Pemasaran 12.907.000

9 Biaya Overhead Pabrik Tetap

10 Biaya Penyusutan Produksi 36.067.882

11 Gaji Karyawan 197.403.656

12 Biaya Penyusutan Non Produksi 30.766.380

13 Biaya Listrik dan Air NoN Produksi 35.154.271

14 Pajak Bumi Dan Bangunan 412.921

15 Biaya Overhead Pabrik Variabel

16 Biaya BBM dan Genset 4.613.811

17 Biaya Listrik dan Air Produksi 9.482.099

18 Biaya Spare Parts 4.004.767

19 Biaya Kantor dan Umum 13.812.256

20 Harga Pokok Produksi Total 691.342.279

Sumber Data; PT Esaputli Perkasa Utama

Dokumen terkait