• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Modal Kerja

Dalam dokumen Manajemen Keuangan Bisnis (Halaman 140-146)

Bab 6 Leverage

1. Definisi Modal Kerja

Modal kerja atau dana siap pakai dipakai oleh setiap bisnis dalam mendanai kegiatan operasional dan investasi dalam harta lancar (current asset), seperti pembayaran upah karyawan, pembelian bahan baku, dan pembiayaan utang.

Sunyoto (2013) menjelaskan modal kerja didefinisikan sebagai investasi suatu bisnis atau perusahaan dalam aktiva jangka pendek berupa kas, persediaan, piutang usaha atau sekuritas yang mudah dijual belikan. Fahmi (2015) menjelaskan modal kerja sebagai ukuran kemampuan perusahaan untuk dapat membayar kewajibannya dalam satu siklus operasi produksi. Oleh karenanya, modal ini selalu bersifat jangka pendek yang mana dipersiapkan dan digunakan dalam jangka waktu dekat atau short-term financing.

133

Dari beberapa pengertian tesebut, dapat kita simpulkan bahwa modal kerja didefinisikan sebagai hasil dari pengurangan antara aktiva lancar dan utang lancar. Hal ini memiliki implikasi bahwa modal kerja akan naik apabila aktiva menurun dan dijual. Juga dapat dihitung melalui utang jangka panjang dengan modal yang meningkat. Sebaliknya, penurunan dalam modal kerja diakibatkan oleh aktiva yang naik atau dibeli. Serta dihitung melalui utang jangka panjang dengan modal yang turun (Harahap, 2013).

Dalam menggunakan perspektif dan makna yang lebih luas, pengelolaan dari modal kerja merupakan pengelolaan keuangan jangka pendek yang menjadi upaya bagi setiap perusahaan untuk menyesuaikan keuangannya terhadap perubahan operasi perusahaan dalam jangka pendek.

Modal kerja memiliki dua definisi yang sering digunakan, yaitu:

a. Modal kerja bersih atau net working capital memiliki pengertian sebagai sisa dari pengurangan antara aktiva lancar terhadap utang jangka pendek. Besaran selisih tersebut setara dengan total aktiva lancar yang berasal dari utang jangka panjang dan modal perusahaan.

Definisi kualitatif ini dapat menunjukkan kemungkinan tersedianya kelebihan aktiva lancar dibandingkan

134

utang jangka pendek. Modal kerja bersih juga mampu memperlihatkan tingkat keamanan bagi kreditur dan jaminan atas kemampuan usaha untuk berkembang di masa mendatang.

b. Modal kerja bruto atau gross working capita diartikan sebagai total dari aktiva lancar. Pengertian ini bersifat kuantitatif disebabkan adanya kesamaan dengan total dana yang dipakai untuk operasi bisnis dalam jangka pendek. Ketersediaan modal kerja bergantung pada jenis dan likuiditas dari bagian aktiva lancar, seperti piutang, kas, persediaan, dan surat berharga (Jumingan, 2011).

Modal kerja juga dapat bertambah dan berkurang. Menurut Kasmir (2016), penentu besaran modal kerja disebebkan oleh fakor-faktor diantaranya:

a. Penambahan modal dari pemilik usaha atau laba yang meningkat;

b. Terjadinya penurunan jumlah aktiva tetap, seperti penjualan mesin, gedung, atau tanah;

c. Kenaikan utang dimana semakin lama rentang periode antara pengeluaraan kas sampai penerimaan kembali.

135 2. Pengelolaan Modal Kerja

Setelah mengetahui modal kerja dan bagaimana pentingnya untuk sebuah perusahaan, hal selanjutnya adalah mengenai bagaimana pengelolaannya bagi sebuah perusahaan.

Pada dasarnya, pengelolaan modal kerja dilakukan pada jangka pendek. Manajemen investasi pada aset jangka pendek perusahaan (current assets) disebut sebagai pengelolaan modal kerja. Hal tersebut tertuang pada bagaimana perusahaan mampu mengelola aktiva lancar dan melibatkan sebagian besar aset yang ada di perusahaan. Bagi perusahaan tertentu, lebih dari setengah investasi dalam bentuk aktiva lancar tertanam dalam perusahaan itu sendiri (Kasmir, 2015)

Pengelolaan pada modal kerja menurut Weston, J. Fred dan Copeland (2001) menggunakan acuan pada seluruh aspek yang berkaitan dengan pengelolaan aktiva lancar maupun utang lancar. Sementara Sawir (2003) berpendapat bahwa pengelolaan modal kerja merupakan fungsi manajemen atau pengaturan pada aktiva lancar serta utang lancar dalam perusahaan pada jangka pendek.

Adapun pengelolaan modal kerja memiliki suatu tujuan tertentu. Tujuan dan pengelolaan modal kerja yaitu:

1. Untuk mengoptimalkan nilai perusahaan melalui pengelolaan modal kerja yang menghasilkan pengembalian marjinal atas investasi modal sama

136

dengan atau lebih tinggi daripada biaya yang digunakan.

2. Dalam meminimalkan biaya modal untuk membiayai aktiva lancar jangka panjang.

3. Perusahaan dapat memenuhi kewajiban atau utang melalui pemantauan terhadap aliran modal kerja serta dana yang didapatkan dari sumber eksternal.

Likuiditas perusahaan harus dikelola dan diberikan perhatian khusus, sebagaimana menurut Martin (2003) dalam pengelolaan modal kerja, yaitu:

1. Manajemen investasi perusahaan dalam bentuk saham.

Dengan meningkatkan persediaan, risiko solvabilitas perusahaan akan berkurang. Walau begitu, hal ini menyebabkan penurunan pada profitibilitas perusahaan.

2. Pengelolaan penggunaan utang perusahaan dalam jangka pendek dengan membatasi utang jangka pendek kemudian menggantinya dengan utang jangka panjang dapat memperkuat solvabilitas bisnis, tetapi konsekuensinya profitabilitas bisnis dinilai dapat melemah.

137 3. Unsur Modal Kerja

Dalam mengelola modal kerja, perlu dipahami terlebih dahulu bagaimana unsur-unsur yang ada pada modal kerja itu sendiri. Akun modal kerja dibagi menjadi dua, sebagaimana menurut Sawir (2003) yaitu diantaranya:

1. Aktiva Lancar

Akun aktiva lancar merupakan aset yang dapat direalisasikan dalam jangka satu periode siklus bisnis normal perusahaan berdasarkan Ikatan Akuntan Indonesia (1994) pada Pernyataan Standar Akutansi Keuangan nomor 9. Sementara itu, yang termasuk dalam aktiva lancar, yaitu: Kas dan bank, surat berharga yang mudah dijual, deposito jangka pendek, wesel tagih yang akan jatuh tempo satu tahun mendatang, piutang usaha, piutang lain, persediaan.

2. Utang Lancar

Utang lancar merupakan utang dalam jangka waktu satu tahun atau sesuai permintaan dari pemberi utang akan dilunasi Ikatan Akuntan Indonesia (1994) pada Pernyataan Standar Akutansi Keuangan nomor 9.

Liabilitas lancar atau utang lancar terdiri dari pinjaman bank dan lainnya. Pinjaman akan diklasifikasikan di bawah jadwal pembayaran jika pinjaman dilunasi berdasarkan jadwal yang telah disepakati bersama

138

pemberi pinjaman. Hal tersebut terlepas dari hak pemberi pinjaman untuk meminta pembayaran kapan saja. Jenis dari utang lancar yaitu utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun sejak tanggal neraca, utang usaha dan biaya yang masih harus dibayar, uang muka penjualan, utang pembelian aktiva tetap, dan pinjaman bank.

Dalam dokumen Manajemen Keuangan Bisnis (Halaman 140-146)