• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Operasional

BAB III METODE PENELITIAN

3.5 Definisi Operasional dan Skala Pengukuran Variabel

3.5.1 Definisi Operasional

Variabel penelitian merupakan segala hal yang mencakup hal-hal yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga dapat dibuktikan informasinya mengenai hal-hal tersebut dan didapatkan kesimpulannya.

Oleh karena itu, sesuai dengan judul penelitian ini “Pengaruh Kinerja

55 Keuangan terhadap Nilai Perusahaan dengan Kebijakan Dividen sebagai Variabel Moderasi: Kasus pada Perusahaan Pertambangan di Indonesia”

dimana pada kinerja keuangan tersebut menjelaskan mengenai likuiditas, leverage dan profitabilitas. Serta perusahaan pertambangan tersebut yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2015-2019. Maka definisi dari setiap variabel-variabel beserta pengukurannya adalah sebagai berikut:

3.5.1.1 Variabel Dependen

Variabel dependen merupakan variabel yang dipengaruhi karena adanya variabel bebas atau variabel independen. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah nilai perusahaan. Nilai perusahaan merupakan nilai pasar dari ekuitas perusahaan ditambah nilai pasar hutang. Salah satu rasio dalam menentukan nilai perusahaan adalah dengan menggunakan rasio Price Book Value (PBV). Rasio Price Book Value (PBV) atau rasio harga per nilai buku merupakan rasio yang berhubungan antara harga pasar saham dengan nilai buku pada per lembar saham (Listyawati, dkk.

2019:2). Menghitung rasio Price Book Value (PBV) dengan melihat rasio harga terhadap nilai buku, dimana rasio ini digunakan untuk melihat seberapa besar kelipatan dari nilai pasar saham perusahaan dari nilai bukunya. Seperti halnya, apabila Price Book Value (PBV) diketahui dua kali, maka dapat diartikan bahwa harga sahamnya sudah tumbuh sebesar dua kali lipat

56 dibandingkan dengan kekayaan bersih suatu perusahaan. Oleh karena itu, pada penelitian ini menggunakan rasio Price Book Value (PBV) untuk diproksikan dengan variabel nilai perusahaan.

Rumus untuk menghitung rasio tersebut adalah sebagai berikut:

Price Book Value =

Harga Pasar Saham per Lembar (Ps) Nilai Buku per Lembar Saham

(Book Value per Share)

Keterangan:

Book Value per Share (BVS) digunakan untuk mengukur nilai shareholders equity atas setiap saham dan besarnya nilai BVS dihitung dengan cara membagi total shareholders equity dengan jumlah saham yang beredar (Listyawati, dkk. 2019:4).

3.5.1.2 Variabel Independen

Variabel independen merupakan variabel yang mempengaruhi karena adanya variabel terikat atau variabel dependen dan mempunyai hubungan yang positif maupun negatif bagi variabel dependen lainnya. Variabel independen dalam penelitian ini adalah likuiditas, leverage dan profitabilitas.

Diantaranya adalah sebagai berikut:

3.5.1.2.1. Likuiditas

Likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya serta memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih yang harus segera dipenuhi (Thaib, dkk.

57 2017:35). Salah satu rasio dalam menentukan likuiditas adalah dengan menggunakan rasio Current Ratio (CR).

Rasio Current Ratio (CR) merupakan perbandingan antara total aset lancar dengan kewajiban lancar (current assets/current liabilities), dimana diketahui bahwa current assets merupakan pos-pos yang berumur satu tahun atau kurang atau siklus operasi usaha yang normal yang lebih besar dan current liabilities merupakan kewajiban pembayaran dalam satu tahun atau siklus operasi yang normal dalam usaha.

Tersedianya sumber kas untuk memenuhi kewajiban tersebut berasal dari kas atau konversi kas dari aktiva lancar.

Oleh karena itu, pada penelitian ini menggunakan rasio Current Ratio (CR) untuk diproksikan dengan variabel likuiditas (Rochmah, dkk. 2017:1001). Rumus untuk menghitung rasio tersebut adalah sebagai berikut:

Current Ratio =

Total Aset Lancar (current assets) Liabilitas Jangka Pendek

(current liabilities)

3.5.1.2.2. Leverage

Penggunaan hutang dapat diartikan oleh pemegang saham sebagai kemampuan perusahaan dalam melunasi kewajiban perusahaan dimasa depan,

58 sehingga mendapat tanggapan positif oleh pasar modal (Purwani, dkk. 2018:18). Leverage merupakan kemampuan perusahaan dalam penggunaan aset dari dana pinjaman untuk menghasilkan berupa hasil pengembalian (return). Salah satu rasio dalam menentukan leverage adalah dengan menggunakan rasio Debt Equity Ratio (DER). Rasio Debt Equity Ratio (DER) merupakan pengukuran peran hutang dalam perusahaan dan klaim pemberi pinjaman terhadap hak kepemilikan perusahaan (Santoso. 2018:132). Debt Equity Ratio (DER) menjadi salah satu ukuran yang paling mendasar dalam keuangan perusahaan dan juga menjadi pengujian yang baik bagi kekuatan keuangan perusahaan (Lestari. 2017:300).

Oleh karena itu, pada penelitian ini menggunakan rasio Debt Equity Ratio (DER) untuk diproksikan dengan variabel leverage. Rumus untuk menghitung rasio tersebut adalah sebagai berikut:

Debt Equity Ratio = Total Hutang Total Ekuitas

3.5.1.2.3. Profitabilitas

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba serta mengukur tingkat efisiensi operasional dalam menggunakan asetnya

59 (Hirdinis. 2019:178). Profitabilitas menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan, karena rasio ini erat kaitannya dengan leverage yang digunakan perusahaan. Salah satu rasio dalam menentukan profitabilitas adalah dengan menggunakan rasio Return on Asset (ROA). Rasio Return on Asset (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan persentase keuntungan atau laba yang diperoleh perusahaan, hal ini akan berhubungan dengan keseluruhan jumlah asset perusahaan. Dihitung dengan membagi laba bersih net income) dengan asset perusahaan secara keseluruhan (total asset), sehingga rasio ini sangat erat hubungannya dengan potensi keuntungan dalam mengukur kekuatan perusahaan.

Oleh karena itu, pada penelitian ini menggunakan rasio Return on Asset (ROA) untuk diproksikan dengan variabel profitabilitas. Rumus untuk menghitung rasio tersebut adalah sebagai berikut:

Return on Assets = Laba Bersih Total Aset

3.5.1.3 Variabel Moderasi

Variabel moderasi merupakan variabel yang dapat memperkuat ataupun memperlemah hubungan langsung antara variabel dependen dengan variabel independen. Sifat atau arah

60 hubungan antar variabel-variabel independen dengan variabel dependen tersebut kemungkinan positif ataupun negatif, dalam hal tersebut tergantung pada hasil variabel moderasinya. Variabel moderasi dalam penelitian ini adalah kebijakan dividen. Kebijakan dividen dijadikan sebagai variabel moderasi karena nilai perusahaan dapat dilihat dari kemampuan perusahaan membayar dividen.

Kebijakan dividen merupakan keputusan untuk menginvestasikan kembali keuntungan dari hasil operasi perusahaan atau membagikannya kepada pemegang saham (Wahjudi. 2019:5). Salah satu rasio dalam menentukan kebijakan dividen adalah dengan menggunakan rasio Dividend Payout Ratio (DPR). Rasio Dividend Payout Ratio (DPR) mencerminkan kebijakan dividen dari manajemen mengenai besar kecilnya dividen yang harus dibagikan kepada pemegang saham. Oleh karena itu, pada penelitian ini menggunakan rasio Dividend Payout Ratio (DPR) untuk diproksikan dengan variabel kebijakan dividen. Rumus untuk menghitung rasio tersebut adalah sebagai berikut:

Dividend Payout Ratio = Dividen per Lembar Saham Laba per Lembar Saham

Dokumen terkait