• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Operasional Variabel

Dalam dokumen KABUPATEN PINRANG (Halaman 55-61)

BAB III KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

3.3. Definisi Operasional Variabel

Berdasarkan pokok permasalahan dan hipotesa serta model analisis dikelompokkan menjadi dua macam yaitu : variabel terkait (Dependent variabel) yang diberi simbol Y dalam hal ini adalah kinerja pegawai dan variabel bebas (independent variabel) yang diberi simbol X. variabel terkait adalah kinerja pegawai sedangkan variabel bebas terdiri dari :

a. Karakteristik individu (X1) b. Komitmen kerja (X2) c. Iklim organisasi (X3)

Untuk memperjelas variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini, maka dikemukakan batasan-batasan definisi operasional yang akan digunakan sebagai acuan dan dijabarkan dalam bentuk kuesioner. Pengukuran masing-masing variabel dilakukan dalam bentuk skoring menurut shila likert. Variabel-variabel yanf, akan dinilai adalah :

1. Variabel (Y) yaitu Kinerja

Kinerja adalah hasil yang dicapai terhadap tugas pokok dan fungsinya dari pegawai wak-tu tertentu. Penelitian kinerja pada penelitian ini dilakukan dengan membandingkan antara beban tugas dan hasil pelaksanaannya dari masing- masing pegawai yang menjadi responden. Indikator kinerja yang digunakan adalah kuantitas dan kualitas pekerjaan serta ketepatan waktu dalam menjalankan pekerjaan.

a. Indikator Kuantitas, terdiri dari:

1) Kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas dan selalu melakukan pemeriksaan.

2) Selama ini tingkat kebutuhan pegawai diatas rata-rata.

3) Pada jam kerja selalu diisi dengan hal-hal yang produktif.

b. Indikator Kualitas, terdiri dari:

1) Kemampuan pegawai dalam membuat laporan jauh dari kesalahan.

2) Kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugas tidak terjadi kesalahan seperti sebelumnya.

3) Tugas yang diberikan kepada pegawai sangat mahir dalam pelaksanaannya.

c. Indikator Ketepatan Waktu terdiri dari : 1) Kehadiran di kantor selalu tepat waktu.

2) Sebagai wujud pertanggung jawab di kantor, selalu membuat laporan.

3) Laporan yang dibuat selalu tepat waktu.

2. Variabel (X1) yaitu Karakteristik Individu

Adalah ciri tertentu dari individu untuk dibedakan satu dengan yang lainnya, baik dalam hal sikap maupun perilaku konsep ini dijabarkan 3 variabel (keahlian, pendidikan, pengalaman kerja.).

a. Keahlian

Dalam penelitian ini yang dimaksud keahlian responden adalah :

1. Standar pelaksanaan tugas, adalah penyelesaiannya sesuai dengan yang ditetapkan oleh pihak instansi yang bersangkutan

2. Ketepatan waktu adalah kecepatan menyelesaikan pekerjaan dibandingkan standar waktu yang ditetapkan instansi.

3. Kemampuan memotivasi diri orang lain dalam pekerjaan.

4. Kemampuan membantu rekan kerja dalam menyelesaikan pekerjaan 5. Kemampuan menjalankan kerjasama dengan pegawai lainnya.

6. Kecakapan dalam menuangkan gagasan untuk kemajuan pekerjaan.

b. Pendidikan

Pegawai menyelesaikan pendidikan formal dan nonformal, tetapi yang menjadi penilaian pegawai adalah lulusan pendidikan formal yang menjadi penilaian pegawai adalah pendidikan formal terakhir serta pendidikan informal yang pernah diikuti oleh responden dan waktu yang ditempuh.

Pengukurannya menggunakan indeks. Dimana indeks penilaian diberikan disesuaikan dengan tahun misalnya SD (Sekolah Dasar) diberi skor 6 karena waktu yang ditempuh untuk menyelesaikan SD selama 6 tahun. SMP (Sekolah menengah pertama) diberi skor 9, jadi dari SD sampai pendidikan terakhir yang ditempuh oleh responden.

c. Pengalaman kerja

Berkaitan dengan berapa lama karyawan bekerja serta pekerjaan apa yang pernah serta ditangani. Unsur empiris yang diturunkan variabel ini adalah lama pegawai bekerja atau masa kerja pegawai. Indikator ini diukur dengan indeks. Indeks pengalaman kerja dalam tahun, untuk masa kerja 1 tahun di skor 1 untuk selanjutnya disesuaikan dengan lama responden bekerja dalam tahun.

3. Variabel (X2) yaitu Komitmen Kerja

Keinginan pegawai untuk tetap mempertahankan keanggotaannya dalam organisasi dan bersedia melakukan usaha sebaik mungkin bagi pencapaian tujuan organisasi. Hal tersebut diukur dengan konsep yang dikembangkan oleh Lincoln (2014:89-106), Bashaw dan Grant (2012:48) yaitu adanya kemauan, kesetiaan,

dan kebanggaan pegawai pada organisasi. Dengan adanya hal tersebut akan mendorong pegawai untuk memberikan hasil pekerjaan yang maksimal terhadap pencapaian tujuan dari organisasi tempat ia bekerja, hal ini dapat terlihat dengan adanya produktivitas yang tinggi dari setiap pegawai.

4. Variabel (X3) yaitu Iklim organisasi

Iklim organisasi adalah refleksi dari nilai-nilai umum, norma, sikap tingkah laku dan perasaan pegawai terhadap organisasi sekolah, refleksi tersebut akibat terjadinya interaksi antara struktur organisasi yang terbuka, standard kinerja yang dinamis, rasa tanggung jawab pegawai, keterlibatan/keikutsertaan pegawai dalam organisasi, pengakuan atas hasil pekerjaan, dan gaya manajemen yang mendukung tugas dengan tujuan, kebutuhan dan kemampuan individual atau kelompok.

Iklim organisasi merupakan tanggapan yang dihasilkan dari interaksi antara struktur organisasi yang terbuka, standard kinerja yang dinamis, rasa tanggung jawab pegawai, keterlibatan/keikutsertaan pegawai dalam organisasi, pengakuan atas hasil pekerjaan, gaya manajemen yang mendukung tugas dengan tujuan, kebutuhan dan kemampuan individual atau kelompok. Iklim organisasi merupakan total skor yang diperoleh dari jawaban responden terhadap instrumen dengan indikator-indikator berdasarkan atas ruang lingkup kerja pegawai dengan tugas utama sebagai pegawai, yaitu:

a. Struktur/susunan organisasi yang terbuka b. Standard kinerja yang dinamis

c. Gaya manajemen yang mendukung pegawai

d. Rasa tanggung Jawab pegawai dalam melaksanakan tugas e. Keterlibatan, keikutsertaan pegawai dalam organisasi

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1. Desain dan Jenis Penelitian

Metodologi penelitian adalah semua asas, peraturan dan teknik-teknik yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam usaha pengumpulan data dan analisis data.

Menurut Prasetya Irawan (2014 : 54), dijelaskan bahwa “metodologi adalah totalitas cara untuk meneliti dan menemukan kebenaran”. Sedangkan, pengertian metode penelitian itu sendiri, menurut Sugiyono (2011 : 1) adalah : cara ilmiah yang digunakan untuk mendapatkan data yang obyektif, valid, dan reliabel dengan tujuan dapat ditemukan, dibuktikan dan dikembangkan suatu pengetahuan, sehingga dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah dalam administrasi.

Bertolak dari permasalahan dan tujuan penelitian yang ingin dicapai, jenis penelitian adalah gabungan kualitatif dan kuantitatif, dimana penelitian ini menggunakan metode survei dengan teknik analisis korelasional untuk mengetahui antara variabel terikat dan variabel bebas. Oleh karena itu variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini tidak direkayasa, dengan kata lain penelitian ini berupa hasil pengisian instrumen di lapangan.

4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang. Waktu penelitian bulan Oktober sampai November 2019.

4.3. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang berjumlah 42 orang pegawai. Pada penelitian ini dilakukan pengumpulan data menggunakan teknik sampling jenuh (sensus), dimana semua populasi dijadikan sampel. Populasi pegawai Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang sebanyak 42 orang pegawai..

4.4. Metode Pengumpulan Data 4.4.1. Jenis dan Sumber Data

Data yang dipergunakan dalam penelitian ini, meliputi dua jenis data yaitu data primer dan data sekunder, baik yang bersifat kualitatif maupun yang bersifat kuantitatif.

a. Data Primer

Data primer dalam penelitian ini, diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada para pegawai Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang.

Dalam menyusun kuesioner, penulis menggunakan skala perbedaan semantik, dimana teknik diferensiasi semantik dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana pengukuran psikologis dalam berbagai aspek, seperti kepribadian, sikap, komunikasi, dan sebagainya (Aswar, 2012 : 168).

Selanjutnya untuk skala perbedaan semantik ini adalah skala interval, dimana dalam skala interval dipakai rata-rata hitung sebagai ukuran sentral. Sehingga untuk

prosedur perhitungan menggunakan regresi linear berganda dengan menggunakan SPSS.17

b. Data Sekunder

Data sekunder dalam penelitian ini merupakan data yang dikumpulkan melalui studi pustaka dengan mempelajari literatur-literatur, jurnal, dan hasil penelitian pihak lain yang berkaitan dengan pengembangan sumber daya manusia.

Disamping itu juga penulis mengambil data dari berbagai peraturan-peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian ini.

4.4.2. Teknik Pengumpulan Data

a. Kuesioner, yakni sejumlah daftar pertanyaan yang diajukan oleh peneliti untuk mendapatkan informasi yang mendasarkan dari laporan tentang diri sendiri (self report) atau pada pengetahuan dan atau keyakinan pribadi subyek atau informasi yang diteliti. Kuesioner ini dimaksudkan untuk memperoleh data deskriptif guna menguji hipotesis dan model kajian. Untuk memperoleh data tersebut digunakan kuesioner yang bersifat tertutup yaitu pertanyaan yang dibuat sedemikian rupa hingga responden dibatasi dalam memberi jawaban kepada beberapa alternatif saja atau kepada salah satu saja Nazir (2013.50) Sedangkan penyusunan skala pengukuran digunakan metode Likerts Summated Ratings (LSR), dengan alternatif pilihan 1 sampai dengan 5 jawaban pertanyaan dengan ketentuan sebagai berikut :

Nilai 5 : Untuk jawaban sangat setuju artinya responden sangat setuju dengan pertanyaan karena sangat sesuai dengan keadaan yang dirasakan oleh responden.

Nilai 4 : Untuk jawaban setuju artinya pertanyaan dianggap sesuai dengan keadaan yang dirasakan oleh responden.

Nilai 3 : Untuk jawaban ragu-ragu artinya tidak dapat menentukan atau apabila responden tidak dapat menentukan dengan pasti apa yang dirasakan.

Nilai 2 : Untuk jawaban tidak setuju artinya responden tidak setuju dengan pertanyaan karena tidak sesuai dengan apa yang dirasakan.

Nilai 1 : Untuk jawaban sangat tidak setuju artinya pertanyaan sangat tidak sesuai dengan keadaan yang dirasakan oleh responden.

b. Studi dokumentasi yaitu mengumpulkan informasi dengan mempelajari sumber data tertulis untuk memperoleh data sekunder mengenai hasil penilaian kerja pegawai, sejarah organisasi, jumlah pegawai pekerja sosial, struktur organisasi, dan data tertulis lainnya yang ada hubungannya dengan penelitian ini.

4.5. Teknik Analisis Data a. Uji Validitas

Penggunaan uji validitas untuk mengetahui sah atau tidaknya suatu kuesioner.

Suatu kuesioner dinyatakan vaid jika pertanyaan pada kesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut.

Pengujian validitas tiap butir digunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor butir setelah dikurangi dengan item yang diuji. Validitas akan dihitung dengan menggunakan total koefisien korelasi dengan taraf signifikan sebesar 0,05 (5%). Jika diperoleh hasil korelasi yang lebih besar dari r tabel pada taraf signfikansi 0,05 berarti butir pertanyaan tersebut valid. Adapun rumus yang digunakan adalah :

rpq =

( x2)( ()(y2)) ((xy)() x)( y)

x y

xy

sb sb r sb

sb

sb sb

r

dimana :

rxy = Momen tangkar yang baru rpq = Koefisien korelasi bagian total sbx = Simpangan baku skor faktor sby = Simpangan baku skor butir

Perhitungan validitas data ini diolah dengan program SPSS. Hasil perhitungan ditunjukkan pada nilai corrected item total correlation. Jika nilai corrected item total correlation > 0,3 maka item dinyatakan valid. (Solimun, 2012).

b. Uji Reliabilitas

Menurut Sugiyono (2012 : 120), instrumen yang reliabel berarti instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur obyek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Pengujian reliabilitas instrumen dengan consistency dengan teknik Alpha Cronbach.

Model pengukuran yang dimaksud adalah pemeriksaan mengenai reliabilitas dan validitas instrumen. Masrun (2014) menyatakan bahwa bilamana koefisien korelasi antara skor suatu indikator dengan skor total seluruh indikator lebih besar 0,3 (r ≥ 0,3), maka instrumen tersebut dianggap valid. Sedangkan untuk memeriksa reliabilitas instrumen metode yang sering digunakan adalah koefisien alpha cronbach. Merujuk pada pendapat Malhotra (2014 : 81), suatu instrumen (keseluruhan indikator) dianggap sudah cukup reliabel bilamana α > 0,6.

c. Regresi Liniear Berganda

Rumus yang digunakan dari Sudjana (2014), adalah : Y = b0 + b1X1 +b2X2 + b3X3 + e

Dimana :

Y = Kinerja

X1 = Karakteristik Individu X2 = Komitmen Kerja X3 = Iklim Organisasi b0 = Konstanta b1-3 = Koefisien regresi

e = Residual atau random error

Untuk mengetahui besar kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat, digunakan koefisien determinasi (R2)

Adapun koefisien determinasi adalah :

R2 =

SSTotal SSR

dimana :

Jumlah kuadrat regresi = SS Total – SSE Jumlah kuadrat total = SS Total = ∑ (Y - Y )2 Jumlah kuadrat total = SSE = ∑ (Y - Y)2

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Penelitian

5.1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

Kabupaten Pinrang adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Pinrang. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.961,77 km² dengan jumlah penduduk sebanyak ± 351.118 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk mencapai 171 jiwa/km2, dimana bahasa yang digunakan di kabupaten ini adalah bahasa Patinjo. Penduduk di kabupaten ini mayoritas beragama Islam. Kabupaten Pinrang terletak pada Koordinat antara 43°10'30" - 30°19'13" Lintang Utara dan 119°26'30" - 119°47'20" Bujur Timur.

Jarak tempuh dari Ibukota Provinsi ke Kabupaten Pinrang ± 173 km dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara : Kabupaten Tana Toraja

Sebelah Selatan : Kota Pare-pare

Sebelah Timur : Kabupaten Enrekang, Kabupaten Sidrap

Sebelah Barat : Selat Makassar dan Kabupaten Polmas

Wilayah Kabupaten Pinrang terbagi dalam 12 Kecamatan terbagi atas 39 kelurahan dan 65 Desa. Terkhusus untuk penelitian ini, dapat dilihat pekerja pegawai di Kantor Kecamatan Mattiro Sompe, Kabupaten Pinrang.

Adapun struktur organisasi pada Kantor Kecamatan Mattiro Sompe adalah sebagai berikut:

1. Camat

2. Sekertaris Camat

3. Kepala Seksi Pemerintahan 4. Kepala Seksi Perekonomian

5. Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban 6. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa 7. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian 8. Kepala Sub Bagian Perencanaan

5.1.2 Identitas Responden

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan terhadap 42 orang responden pegawai Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang sebagaimana dimaksud dalam metode penelitian, maka diperoleh beberapa karakteristik-karakteristik secara umum yaitu bahwa dari 42 orang responden tersebut sebagian besar adalah berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 24 orang atau 58,33 persen dan sisanya sebanyak 18 orang atau sekitar 41,67 persen yang berjenis kelamin perempuan.

Untuk lebih jelasnya perbedaan jumlah responden berdasarkan jenis kelamin tersebut dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :

Tabel 5.1 : Sebaran responden menurut jenis kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

1.

2.

Laki-Laki Perempuan

24 18

58,33 41,67

Total 42 100,00

Sumber : Data Primer Diolah, 2019

Tabel berikut ini akan memperlihatkan sebaran responden menurut kelompok umur yang ada pada Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang .

Tabel 5.2 : Sebaran responden menurut kelompok umur

No Kelompok Umur Jumlah Persentase (%)

1.

2.

3.

4.

5.

< 35 35 – 40 41 – 45 46 – 50

> 50

5 7 10 14 6

9.47 16.84 23.16 36.84 13.68

Total 42 100,00

Dari tabel tersebut di atas, terlihat bahwa kelompok umur yang terbanyak adalah antara umur 46 - 50 tahun dengan jumlah 14 orang responden atau sekitar 36,84 persen, sedangkan kelompok umur yang paling sedikit jumlahnya yaitu antara umur dibawah 30 tahun yang hanya berjumlah 5 orang atau 9,47 persen saja. Adapun dari pengelompokan responden menurut umur maka umur termuda adalah 22 tahun dan umur tertua adalah 52 tahun.

Sebaran responden menurut masa kerjanya dapat dilihat sebagaimana tabel berikut :

Tabel 5.3 : Sebaran responden menurut masa kerja

No Masa Kerja Jumlah Persentase (%)

1.

2.

3.

4.

< 10 10 – 15 16 – 20 21 – 25

10 5 16 11

23,16 10,53 40,00 26,32

Total 42 100,00

Sumber : Data Primer Diolah, 2019

Apabila dilihat dari masa kerja pegawai pada Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang maka pegawai yang paling lama masa kerjanya adalah 25 tahun, sedangkan masa kerja yang paling sedikit adalah 3 tahun. Dilihat dari distribusi responden menurut masa kerjanya maka masa kerjanya yang paling banyak jumlahnya yaitu 15 orang responden atau 40,00 persen adalah antara 16 sampai 20 tahun. Adapun masa kerja yang paling sedikit jumlahnya yaitu hanya terdapat 4 orang responden atau 10,53 persen saja adalah antara 10 sampai 15 tahun.

Berdasarkan uraian dan tabel distribusi frekuensi sebagaimana yang telah dijelaskan di atas, dapat diperoleh gambaran tentang profil dari responden yang dijadikan sebagai sampel dalam penelitian ini.

5.1.3. Pengujian Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor setiap item dengan skor total dari masing-masing atribut, formulasi koefisien yang digunakan adalah Pear-

son Product Moment Test dengan menggunakan alat bantu komputer program SPSS versi 20. Menurut Sugiyono (2009 : 123), korelasi antara skor total item adalah merupakan interpretasi dengan mengkonsultasikan nilai r kritis. Jika r hitung lebih besar dari r kritis, maka instrumen dinyatakan valid. Dari uji validitas yang dilakukan terhadap skor setiap item dengan skor total dari masing-masing atribut dalam penelitian ini, maka didapatkan hasil seluruh item variabel bebas dan variabel terikat menunjukkan sahih atau valid, dengan nilai Corrected Item Total Correlation positif di atas angka 0,284.

Tabel 5.4 : Hasil uji item variabel

Variabel Item Korelasi

Item Total

R

Kritis Keterangan Kinerja (Y)

Variabel Karakteristik individu (X1)

Variabel Komitmen kerja (X2)

Variabel Iklim organisasi (X3) 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3

0,531 0,552 0,373 0,452 0,392 0,349 0,544 0,508 0,479 0,323 0,341 0,449

0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284 0,284

Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Lampiran

2. Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas dengan internal concistency dilakukan dengan cara mengujikan instrumen hanya sekali saja, kemudian data yang diperoleh dianalisis

dengan menggunakan Cronbach’s Alpha. Konsep reliabilitas menurut pendekatan ini a-dalah konsistensi antara item-item dalam suatu instrumen. Tingkat keterkaitan antar item pertanyaan dalam suatu instrumen untuk mengukur Variabel tertentu menunjuk-kan tingkat reliabilitas konsistensi internal instrumen yang bersangkutan.

Dari hasil pengolahan data, nilai alpha masing-masing Variabel dapat dilihat pada Tabel 5.5. sebagai berikut :

1. Tabel 5.5 : Uji reliabilitas masing-masing variabel

Nama Variabel Koefisien Alpha Keterangan

Kinerja (Y)

Karakteristik individu (X1) Komitmen kerja (X2) Iklim organisasi (X3)

0.857 0.673 0.819 0.779

Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber : Lampiran

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa koefisien reliabilitas dapat diterima dengan menggunakan reliabilitas Cronbach`s Alpha > 0,60 (Zeithaml Berry). Hasil pengujian seperti yang ditunjukkan pada tabel di atas menunjukkan hasil lebih besar dari 60 % (> 60 %), maka pengukuran tersebut dapat diandalkan.

5.1.4. Pengujian Hipotesis

Analisa model dan pembuktian hipotesis dilakukan untuk mengetahui sejauh mana uji statistik, memberi jawaban diterima atau tidaknya hipotesa yang diajukan.

Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh terhadap kinerja pegawai Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang yaitu : Karakteristik individu, Komitmen kerja, dan iklim organisasi. Dari hasil perhitungan model regresi

berganda akan diperoleh parameter estimasi yaitu dengan nilai t dan koefisien determinasi (r square). Jika koefisien regresinya signifikan pada p < 0,05, maka variabel bebas tersebut dinyatakan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat. Dalam penelitian ini akan diteliti bagaimana faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja yang merupakan variabel bebas (X), yaitu karakteristik individu, komitmen kerja, iklim organisasi dan dapat berpengaruh terhadap Kinerja (Y) yang merupakan variabel terikat

A. Uji t

Untuk menguji signifikansi konstanta dan variabel terikat (kinerja), maka digunakan Uji t dengan melakukan perbandingan antara t hitung dan t tabel dengan syarat pada taraf signifikansi 0,05 dengan menggunakan Two Tailed Test, maka pengujian secara parsial atau uji t dapat dilihat pada Tabel 5.6. sebagai berikut:

Tabel 5.6 : Pengujian hipotesis secara parsial mempengaruhi kinerja pegawai Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang

Var t hitung > t tabel Probabilitas R Parsial

R2 Parsial X1 6,022 > 2,000 0,014 0,664 0,441 X2 8,211 > 2,000 0,009 0,711 0,594 X3 6,188 > 2,000 0,018 0,674 0,454 Sumber : Lampiran

1. Pengujian X1 terhadap Y

Untuk menjawab hipotesis kedua yang mengatakan bahwa terdapat pengaruh karakteristik individu terhadap kinerja pegawai, digunakan analisis korelasi parsial, determinasi dan regresi sederhana, dengan program SPSS versi 20

Tabel 5.6 tersebut di atas menjelaskan bahwa hasil analisis menunjukkan deskripsi dari kedua variabel yang diregresi yaitu variabel Y (kinerja pegawai) dan variabel X1 (karakteristik individu), dimana koefisien korelasi parsial sebesar 0,664, dengan tingkat signifikansi 0,014. Sedangkan koefisien determinasi R2 sebesar 0,441 yang merupakan indeks determinasi, yakni persentase yang menyumbangkan pengaruh karakteristik individu (X1) terhadap kinerja pegawai (Y). R2 sebesar 0,441, menunjukkan pengertian bahwa 44,1 persen sumbangan pengaruh karakteristik individu (X1) terhadap kinerja pegawai (Y) sedangkan sisanya sebesar 45,9 persen dipengaruhi oleh faktor lain. Sedangkan koefisien regresi dapat dilihat pada persamaan berikut :

Y = 27,426 + 0,331X1

Harga β0 merupakan nilai konstanta yang menunjukkan bahwa jika tidak ada karakteristik individu maka kinerja pegawai sebesar 27,426 satuan. Artinya jika diasumsi bahwa jika tidak ada variabel karakteristik individu maka kinerja pegawai yang merupakan variabel dependent sebesar 27,426 satuan. Sedangkan harga 0,331X1 merupakan koefisien regresi yang menunjukkan bahwa makin tinggi atau makin terpenuhi karakteristik individu di kalangan pegawai Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, maka akan semakin tinggi pula kinerja pegawai.

Sebaliknya makin rendah atau makin tidak terpenuhi karakteristik individu di kalangan pegawai Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang, maka akan semakin rendah pula kinerja pegawai.

Adapun grafik yang menunjukkan hubungan linear persamaan di atas dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

0 10 20 30 40 50 60 70 80

0 25 50 75 100

Gambar 5.1 : Grafik regresi linear sederhana antara Y dan X1

Selanjutnya untuk menjawab hipotesis kedua digunakan uji t, pada Tabel 5.6 terlihat bahwa nilai thitung sebesar 6,022, sedangkan nilai ttabel sebesar 2,000 dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 berarti variabel karakteristik individu secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai

2. Pengujian X2 terhadap Y

Adapun untuk variabel kedua (X2)yang terkait dengan pengaruh komitemen kerja terhadap kinerja pegawa sebagaimana yang tercantum dalam hipotesis kedua

Y = 27,426 + 0,331X1

untuk menjawabnya dapat juga digunakan analisis korelasi parsial, determinasi dan regresi sederhana, dengan program SPSS versi 20

Tabel 5.6 tersebut di atas menjelaskan bahwa hasil analisis menunjukkan deskripsi dari kedua variabel yang diregresi yaitu variabel Y (kinerja pegawai) dan variabel X2 (komitmen kerja), dimana koefisien korelasi parsial sebesar 0,771, dengan tingkat signifikansi 0,009. Sedangkan koefisien determinasi R2 sebesar 0,771 yang merupakan indeks determinasi, yakni persentase yang menyumbangkan pengaruh komitmen kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y). R2 sebesar 0,594, menunjukkan pengertian bahwa 59,4 persen sumbangan pengaruh komitmen kerja (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) sedangkan sisanya sebesar 40,6 persen dipengaruhi oleh faktor lain. Kemudian koefisien regresi dapat dilihat pada persa`an berikut :

Y = 21,160 + 0,593X2

Harga β0 merupakan nilai konstanta yang menunjukkan bahwa jika tidak ada karakteristik individu maka kinerja pegawai sebesar 21,160 satuan. Artinya jika diasumsi bahwa jika tidak ada variabel komitmen kerja maka kinerja pegawai yang merupakan variabel dependent sebesar 21,160 satuan. Sedangkan harga 0,593X1

merupakan koefisien regresi yang menunjukkan bahwa makin tinggi atau makin terpenuhi komitmen kerja di kalangan pegawai Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang , maka akan semakin tinggi pula kinerja. Sebaliknya makin rendah atau makin tidak terpenuhi komitmen kerja di kalangan pegawai Kecamatan Mattiro Sompe Kabupaten Pinrang , maka akan semakin rendah pula kinerja. Adapun

grafik yang menunjukkan hubungan linear persamaan di atas dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

0 10 20 30 40 50 60 70 80

0 25 50 75 100

Gambar 5.2 : Grafik regresi linear sederhana antara Y dan X2

Selanjutnya untuk menjawab hipotesis kedua digunakan uji t, pada Tabel 5.6 terlihat bahwa nilai thitung sebesar 8,211, sedangkan nilai ttabel sebesar 2,000 dengan signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 artinya variabel komitmen kerja secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai.

3. Pengujian X3 terhadap Y

Iklim organisasi sebagai variabel ketiga (X3) sebagaimana dalam hipotesis kedua dinyatakan memiliki pengaruh terhadap kinerja pegawai maka dapat digunakan analisis korelasi parsial, determinasi dan regresi sederhana, dengan program SPSS versi 20 untuk menjawab kebenaran dari hipotesis kedua di atas.

Pada Tabel 5.6 tersebut di atas dapat dipahami bahwa hasil analisis menunjukkan deskripsi dari kedua variabel yang diregresi yaitu variabel Y (kinerja

Y = 21,160 + 0,593X2

Dalam dokumen KABUPATEN PINRANG (Halaman 55-61)

Dokumen terkait