• Tidak ada hasil yang ditemukan

Definisi Operasional Variabel

data, dan pendeskripsian data untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari variabel bebas x (Penerapan Metode Ceramah) dan Variabel terikat y (Motivasi Belajar Siswa).

Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui ada atau tidaknya Pengaruh Penerapan Metode Ceramah Terhadap Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Kelas VIII di SMP Negeri 9 Metro.

Variabel bebas atau variabel X dalam penelitian ini yaitu metode ceramah sedangkan variabel terikat atau variabel Y dalam penelitian ini yaitu motivasi belajar.

1. Metode Ceramah (Variabel X)

Metode ceramah yaitu salah satu jalan atau cara yang digunakan oleh guru atau pendidik untuk menyampaikan informasi atau ilmu pengetahuan dengan menggunakan lisan melalui penuturan dan penjelasan-penjelasan secara sistematis dan disertai dengan contoh-contoh dalam kehidupan nyata. Variabel X atau variabel bebas atau disebut juga variabel independen yang dapat memberikan pengaruh atau menjadi sebab berubahnya variabel terikat.5 Variabel X pada penelitian ini yaitu penerapan metode ceramah. Indikator dari penerapan metode ceramah adalah sebagai berikut :

Tabel 3.1

Indikator Pengaruh Penerapan Metode Ceramah

No. Indikator

1. Materi sesuai dengan standar kompetensi 2. Penyampaian materi lebih interaktif.

3. Presentasi materi sesuai dengan sub atau topik bahasan.

4. Memberikan Konklusi atau Kesimpulan.

5. Melakukan Evaluasi6

5 Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Hal. 39.

6 Syahraini Tambak, “Metode Ceramah: Konsep dan Aplikasi dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam”. Hal 391-399

2. Motivasi Belajar (Variabel Y)

Motivasi belajar merupakan kondisi atau keadaan yang ada didalam diri seseorang, yang memberikan adanya dorongan untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan atau mewujudkan keinginannya. Variabel Y atau variabel terikat sering juga disebut dengan variabel yang menjadi akibat atau ada karena dipengaruhi variabel bebas.

Variabel Y pada penelitian ini adalah motivasi belajar, dengan indikatornya sebagai berikut :

Tabel 3.2

Indikator Motivasi Belajar

No. Indikator

1. Tekun 2. Ulet

3. Mampu memecahkan masalah 4. Mandiri

5. Dapat mempertahankan pendapatnya 6. Pendirian yang kuat.

7. Ambisi terhadap prestasi

8. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.7 9. Senang mengikuti mata pelajaran disekolah

10. Cepat bosan pada tugas-tugas rutin 11. Mudah menyerah.

12. Tidak fokus saat pelajaran.

13. Tidak memperdulikan nasehat guru.

14. Mudah patah semangat.

15. Menunda mengerjakan tugas sekolah.8

7 Amna Emda, “Kedudukan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajarannya”. Hal 181- 182

8 Rusniyanti, Abdullah Pandang, dan Suciani Latif, “Analisis Motivasi Belajar Rendah Siswa Selama Masa Pandemi dan Penanganannya ( Studi Kasus di SMA Negeri 8 Makassar).”

Hal. 4

C. Populasi, Sampel, dan Teknik Pengambilan Sampel 1. Populasi

Populasi merupakan seluruh jumlah dari subjek yang akan diteliti.

Pendapatan lain mengatakan bahwa populasi adalah keseluruhan variabel yang terkait dengan topik pada penelitian. Populasi bukan hanya tentang jumlah subjek maupun objek yang dipelajari, akan tetapi dengan adanya populasi dapat memberikan informasi dan alternatif dalam menjawab setiap permasalahan yang muncul dalam penelitian.9

Dalam menentukan populasi pada penelitian ini, peneliti fokus pengambilan populasi pada kelas yang di pegang oleh Bapak Galih Pangestu S.Pd yaitu sebanyak 4 kelas pada kelas VIII.2 sampai dengan kelas VIII.5 dari jumlah siswa 4 kelas tersebut maka diperoleh populasi penelitian sebanyak 120 siswa. Berikut tabel jumlah populasi siswa kelas VIII.2 sampai kelas VIII.5 di SMP Negeri 9 Metro:

Tabel 3.3

Jumlah Populasi Kelas VIII di SMP Negeri 9 Metro

No. Jumlah

Seluruh Kelas VIII

Jumlah Peserta Didik L P Jumlah

1 VIII.2 14 15 29

2 VIII.3 14 17 31

3 VIII.4 12 17 29

4 VIII.5 14 17 31

Jumlah 54 66 120

9 Sugiyono, Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2018) , 80.

2. Sampel

Sampel yaitu sebagian atau perwakilan dari populasi yang akan menjadi objek penelitian.10 Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa sampel merupakan elemen dari jumlah populasi yang memerlukan teknik untuk menentukannya sesuai prosedur sehingga dapat mewakili jumlah populasi. Terdapat patokan atau ukuran standar dalam menentukan sampel yaitu :

“Jika ukuran populasi di atas 1.000 maka sampelnya 10%

saja sudah cukup, apabila ukuran populasi berkisar 100 maka sampel paling sedikit 30%, namun jika ukuran populasi hanya 30, maka sampel harus 100%”.11

Dikarenakan Penulis memfokuskan penelitian pada kelas VIII.2 sampai VIII.5, dimana masing-masing kelas terdapat data sebagai berikut:

Tabel 3.4

Pengambilan Sampel Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Metro

No Kelas Jumlah

Siswa

Hasil 30%

(Jumlah Siswa)

Jumlah Siswa

1 VIII.2 29 8,7 9

2 VIII.3 31 9,3 9

3 VIII.4 29 8,7 9

4 VIII.5 31 9,3 9

Jumlah 120 36 36

10 Syahrum dan Salim, Metodologi Penlitian Kuantitatif (Bandung: Citapustaka Media, 2014). Hal. 113-114.

11 Deni Darmawan, Metode Penelitian Kuantitatif (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2016). Hal. 143

Dan jumlah fokus populasi yang diteliti lebih dari 100, maka peneliti menentukan bahwa sampel dalam penelitian ini adalah 30% dari yang ditetapkan, 30% dari 120 siswa adalah sebanyak 36 siswa. Dengan menggunakan teknik proporsional random sampling yang mana teknik proporsional random sampling ini adalah metode yang digunakan untuk memilih sampel dari populasi dengan cara sedemikian rupa sehingga setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama besar untuk diambil sebagai sampel ini berarti semua anggota populasi menjadi anggota dari kerangka sampel.12

3. Teknik Pengambilan Sampel

Teknik pengambilan sampel atau yang sering disebut dengan teknik sampling merupakan cara untuk menentukan jumlah sampel yang akan diteliti, dengan melihat sifat-sifat dan jumlah penyebaran populasinya supaya mendapatkan jumlah sampel yang representatif.13

Teknik pengambilan sampel yang Penulis gunakan dalam penelitian ini adalah proporsional random sampling. Dimana teknik ini agak lebih leluasa dalam penggunaannya, maksudnya teknik ini dapat digunakan pada populasi berstrata, populasi area ataupun populasi cluster.14

12 Sugiharto, dkk, Teknik Sampling (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2001). Hal. 46

13 Salim, Metodologi Penelitian Kuantitatif. Hal. 115.

14 Burhan Bungin, Metodologi Penelitian Kuantitatif Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya (Jakarta: Kencana, 2005). Hal. 124

Dalam penelitian ini, Penulis menggunakan teknik proporsional random sampling dengan cara tradisional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 36 siswa. Adapun pengambilan sampel tersebut dapat ditempuh dengan langkah-langkah berikut:

a. Mencatat nama kelas VIII.2 sampai VIII.5.

b. Menuliskan nama dan nomor urut yang dipotong kecil-kecil, kemudian digulung dan dimasukkan ke dalam kaleng masing- masing kelas dan dikocok.

c. Mengeluarkan 9 siswa gulungan kertas dari undian populasi.

Dokumen terkait