1. Prosedur pengolahan data
3.3.1. Definisi Tekanan Kapiler (Pc)
Tekanan kapiler (Pc) didefinisikan sebagai perbedaan tekanan yang ada antara permukaan dua fluida yang tidak tercampur (cairan-cairan atau cairan-gas) sebagai akibat dari terjadinya pertemuan permukaan yang memisahkan kedua fluida tersebut. Besarnya tekanan kapiler dipengaruhi oleh tegangan permukaan, sudut kontak antara minyakβairβzat padat dan jari-jari kelengkungan pori.
πππ€π€ =ππππ β ππππ = (ππππ β ππππ)ππ β, atau
πππ€π€(ππππ) = 144β οΏ½Οππ βΟπποΏ½ ... (3-40) β =Ο144πππ€π€
ππβΟππ ... (3-41) dimana:
Pc = tekanan kapiler, psi
h = ketinggian di atas free water level, ft Οw = massa jenis air, lb/gal
Οo
β’ S
= massa jenis minyak, lb/gal 144 = konstanta
Konsep hubungan Pc, Sw, free water level, WOC, zona air, zona transisi dan zona minyak dengan berbagai variasai harga permeabilitas dapat dilihat pada Gambar 3.29. Pada gambar tesebut juga dapat dilihat bahwa semakin besar harga permeabilitas-nya, maka:
wc1 < Swc2 < S
β’ Tebal zona air-1 < zona air-2 < zona air-3,
wc3
β’ Tebal zona transisi-1 < zona transisi-2 < zona transisi-3, dan akibatnya
β’ Tebal zona minyak-1 > zona minyak-2 > zona minyak-3
Β
PemodelanΒ danΒ AplikasiΒ SimulasiΒ Reservoir,Β JokoΒ PamungkasΒ
III-58 Bab III Pengelolaan Data Reservoir Dan Produksi A. Permeabilitas Tinggi
B. Permeabilitas Sedang
C. Permeabilitas Rendah
Gambar 3.29. Pc vs Sw dan Ilustrasi Distribusi Sw Pada Reservoir Minyak Untuk Berbagai Variasi Harga Permeabilitas
WOC-2 Zona Transisi - 2 (minyak + air)
Zona Minyak - 2
Zona Air - 2
0% Swc2 100%
Saturasi Air
Sw = 100%1
Modified by Joko Pamungkas
Pc atau h
Saturasi Air
0% 100%
Sw = 1- Swc3 2
Sw < Sw < Sw3 2 1
Free Water Level (FWL)
Zona Transisi - 3 (minyak + air) Zona Minyak - 3
Zona Air - 3
0% Swc3 100%
Saturasi Air
Sw = 100%1
Modified by Joko Pamungkas
Pc atau h
Saturasi Air
0% 100%
Sw = 1- Swc3 3
Sw < Sw < Sw3 2 1
Free Water Level (FWL)
WOC-3 Zona Transisi - 1 (minyak + air)
Zona Minyak -1
Zona Air-1
0%Swc1 100%
Saturasi Air
Sw = 1- Swc3 1
Sw < Sw < Sw3 2 1
Modified by Joko Pamungkas
Pc atau h
Saturasi Air
0% 100%
Sw = 100%1
Free Water Level (FWL)
WOC-1
Pemodelan dan Aplikasi Simulasi Reservoir, Joko Pamungkas
Bab III Pengelolaan Data Reservoir Dan Produksi III-59 3.3.2. Leverett J-Function
Data Pc dari hasil SCAL didapatkan dari core dengan ukuran yang sangat kecil jika dibandingkan dengan reservoirnya, oleh karena itu perlu dikombinasikan seluruh data Pc untuk dapat digunakan membuat klasifikasi reservoir tersebut.
Persamaan J-Function (normalisasi Pc) yang digunakan adalah:
π½π½(ππππ) = 0.21645πππππ€π€οΏ½ππβ ... (3-42)
dimana:
π½π½(ππππ) = Leverett J-Function
Ο = tegangan permukaan, dynes/cm
= 72β100 (air-brine); 15-40 (oil-brine); 35-65 (gas-oil)
k = permeabilitas, md
Π€ = porositas, fraksi
Menghitung tekanan kapiler hasil de-normalisasi dari J(Sw) dengan rumus di bawah dengan merubah harga permeabilitas dan porositas core menjadi permeabilitas dan porositas reservoir, yaitu:
πππ€π€ =π½π½(ππππ)ππ/οΏ½0.21645οΏ½ππβ οΏ½ ... (3-43)
Pemodelan dan Aplikasi Simulasi Reservoir, Joko Pamungkas
III-60 Bab III Pengelolaan Data Reservoir Dan Produksi 3.3.3. Konversi Data Laboratourim Tekanan Kapiler
Metode lain untuk mengkonversi data laboratorium Pc menjadi Pc reservoir dapat ditentukan dengan persamaan di bawah.
Jika porositas dan permeabilitas dari core sama dengan porositas dan permeabilitas reservoir maka:
(πππ€π€)ππππππ = (πππ€π€)π£π£π¦π¦ππ ππππππππππ
π£π£π¦π¦ππ ... (3-44)
Jika porositas dan permeabilitas dari core berbeda dengan porositas dan permeabilitas reservoir maka:
(πππ€π€)ππππππ = (πππ€π€)π£π£π¦π¦ππ ππππππππππ
π£π£π¦π¦ππ οΏ½(β πππππππππ€π€ππππππ)/(β π€π€ππππππππππππππ) ... (3-45) Hasil Pc reservoir ini yang digunakan dalam pemodelan simulasi reservoir dimana:
(πππ€π€)ππππππ = tekanan kapiler reservoir, psia
ππππππππ = tegangan permukaan reservoir, dynes/cm
ππππππππ = permeabilitas reservoir, md
β ππππππ = porositas reservoir, fraksi
(πππ€π€)π£π£π¦π¦ππ = tekanan kapiler laboratorium, psia
πππ£π£π¦π¦ππ = tegangan permukaan laboratorium, dynes/cm
πππ£π£π¦π¦ππ = permeabilitas laboratorium, md
β π£π£π¦π¦ππ = porositas laboratorium, fraksi
Pemodelan dan Aplikasi Simulasi Reservoir, Joko Pamungkas
Bab III Pengelolaan Data Reservoir Dan Produksi III-61 3.3.4. Prosedur Pengolahan Data Tekanan Kapiler (Pc)
Untuk mengolah data Pc dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
β’ Membuat tabulasi hasil SCAL untuk masing-masing core
β’ Plot kurva πππ€π€ vs ππππ hasil SCAL
β’ Buat normalisasi data πππ€π€ dengan metode J-Function seperti pada Persamaan 3-42
β’ Plot kurva π½π½(ππππ)vs ππππ
β’ Hitung de-normalisasi Pc dengan Persamaan 3-43
β’ Hitung h reservoir Persamaan 3-41
β’ Plot kurva π½π½(ππππ)vs ππππ, πππ€π€ vs ππππ , πππ€π€ ππππππ vs ππππ dan h vs ππππ
Pemodelan dan Aplikasi Simulasi Reservoir, Joko Pamungkas
III-62 Bab III Pengelolaan Data Reservoir Dan Produksi 3.3.5. Contoh Pengolahan Data Tekanan Kapiler (πππ€π€)
a. Diketahui data contoh hasil pengukuran Pc seperti pada Tabel 3-26 dan Gambar 3.30, di bawah ini.
Tabel 3-26. Data Tekanan Kapiler
Core#1 Core#2 Core#3
h 5 ft h 5 ft h 5 ft
k core 150 md k core 100 md k core 50 md
Π€ core 0.216 fraksi Π€ core 0.18 fraksi Π€ core 0.09 fraksi
k res. 300 md k res. 250 k res. k res. 150 k res.
Π€ res. 0.25 fraksi Π€ res. 0.205 Π€ res. Π€ res. 0.11 Π€ res.
Ο lab 100 dynes/cm Ο lab 100 dynes/cm Ο lab 100 dynes/cm
Ο res 15 dynes/cm Ο res 15 dynes/cm Ο res 15 dynes/cm
Οw 75 lb/ft3 Οw 75 lb/ft3 Οw 75 lb/ft3
Οo 50 lb/ft3 Οo 50 lb/ft3 Οo 50 lb/ft3
Core#1 Core#2 Core#3
ππππ πππ€π€ ππππ πππ€π€ ππππ πππ€π€
fraksi Psia fraksi Psia fraksi Psia
1.00 0.000 1.00 0.000 1.00 0.000
0.90 0.200 0.95 0.300 0.98 0.300
0.85 0.260 0.90 0.400 0.95 0.450
0.75 0.350 0.80 0.500 0.90 0.550
0.63 0.365 0.75 0.550 0.85 0.600
0.50 0.380 0.70 0.580 0.80 0.650
0.45 0.415 0.65 0.600 0.75 0.685
0.40 0.450 0.60 0.640 0.70 0.720
0.35 0.525 0.55 0.650 0.65 0.760
0.30 0.600 0.50 0.700 0.60 0.800
0.25 0.800 0.41 0.800 0.48 0.900
0.22 1.000 0.32 1.000 0.43 1.000
0.21 12.50 0.31 1.250 0.41 1.250
0.20 1.500 0.30 1.500 0.40 1.500
Kurva Tekanan Kapiler vs Saturasi Air Hasil Laboratorium dapat dilihat pada Gambar 3.30.
Pemodelan dan Aplikasi Simulasi Reservoir, Joko Pamungkas
Bab III Pengelolaan Data Reservoir Dan Produksi III-63 Gambar 3.30. Kurva Tekanan Kapiler vs Saturasi Air Hasil Laboratorium
b. Hitung π½π½(ππππ)dengan Persamaan Persamaan 3-42 Contoh perhitungan untuk Core#1:
Diketahui:
Pc
c. Hitung πππ€π€ππππππ dengan Persamaan 3-43
= 0.2; Ο = 100; k = 150, dan Π€ = 0.216 maka:
π½π½(ππππ
) = 0.21645
πππππ€π€οΏ½ππβπ½π½(ππππ
) = 0.21645
1000.2 οΏ½0.216150 π½π½(ππππ) = 0.011
Tabulasi hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3-27 kolom 3, dan Gambar 3.31
Diketahui hasil contoh perhitungan untuk Core#1, pada langkah b.
πππ€π€
=
π½π½(ππππ)ππ/
οΏ½0.21645οΏ½ππβ οΏ½πππ€π€
= 0.011 π₯π₯ 100/
οΏ½0.21645οΏ½0.25300οΏ½0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00 1.20 1.40 1.60
0.00 0.20 0.40 0.60 0.80 1.00
Pc, psia
Sw, fraksi
Core#1: 150 md Core#2: 100 md Core#3: 50 md
Kurva Pcvs Sw(lab)
Modified by Joko Pamungkas
Pemodelan dan Aplikasi Simulasi Reservoir, Joko Pamungkas
III-64 Bab III Pengelolaan Data Reservoir Dan Produksi πππ€π€
= 0.152
Tabulasi hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3-27 kolom 4 dan Gambar 3.32
d. Hitung h dengan Persamaan 3-41 Diketahui:
hasil contoh perhitungan untuk Core#1, pada langkah c.
ππππ= 75; ππππ = 50 maka:
β
= 144ππ
π€π€Ο
ππ βΟ
ππ β= 144π₯π₯0.152
75
β50
β= 0.876
Tabulasi hasil selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 3-27 kolom 6 dan Gambar 3.33
e. Buat kurva π½π½(ππππ
)
vs ππππ (Gambar 3.31), πππ€π€ ππππππ vs ππππ (Gambar 3.32) dan h vs ππππ (Gambar 3.33)Pemodelan dan Aplikasi Simulasi Reservoir, Joko Pamungkas
Bab III Pengelolaan Data Reservoir Dan Produksi III-65 Tabel 3-27 Hasil Perhitungan π±π±(πΊπΊππ
)
, π·π·ππ dan hA. Core#1